cover
Contact Name
Meinia Prasyesti Kurniasari
Contact Email
meiniaprasyesti@fisip.unair.ac.id
Phone
+62315034015
Journal Mail Official
palimpsest@fisip.unair.ac.id
Editorial Address
Departemen Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus B, Universitas Airlangga Jalan Dharmawangsa Dalam, Surabaya 60286, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan
Published by Universitas Airlangga
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan (p-ISSN: 2086-0994) (e-issn: 2745-6862) is open access, peer-reviewed and scientific journal published by Department of Information and Library Science, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga. The objective of Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan is to publish outstanding and original articles which advance the theoretical understanding of, and promote and report empirical research about the widest range of library and information science topics. The journal encourages, and welcomes, submission of papers which report findings using, research study, literature study, and book review. We are committed to ensuring that advertising, reprint or other commercial revenue has no impact or influence on editorial decisions. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various. Focus and Scope Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan receives manuscripts from both original and literature reviews in the field of library and information science. - Library - Information Society - Data Science - Library Management - Information and Disability - Information Management - Archives and Documentation - Information Policies - Information Behaviour
Articles 60 Documents
Research Trends In The Biotechnology Program at UNISA Yogyakarta Istiqomah, Zeni; Rachmawati, Dita
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 1 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i1.65549

Abstract

Latar belakang: Skripsi mahasiswa Program Studi (Prodi) Bioteknologi di UNISA Yogyakarta terdiri dari beragam judul dan objek kajian telah diteliti, namun sampai saat ini belum pernah dipetakan. Bagaimana tren penelitian pada skripsi Prodi Bioteknologi UNISA Yogyakarta akan digali dalam penelitian ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang tren penelitian pada skripsi mahasiswa Prodi Bioteknologi UNISA Yogyakarta tahun 2020 sampai 2022.. Metode: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode bibliometrik. Data penelitian menggunakan data sekunder yaitu dari skripsi mahasiswa Bioteknologi tahun 2020-2022. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan metode sampel jenuh. Analisis data menggunakan VOSviewer akan menghasilkan hubungan kata kunci, pemetaan, dan jejaring penelitian. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren kecenderungan topik skripsi Prodi Bioteknologi UNISA Yogyakarta Tahun 2020-2022 pada kata kunci “Covid-19” dengan total tautan sebanyak 21 dan jumlah kejadian 7 kali. Topik kedua yaitu tentang “PCR” dengan total tautan sebanyak 6 dan jumlah kejadian sebanyak 3 kali. Topik penelitian ketiga yaitu tentang “Primer Design” total tautan sebanyak 5 dan jumlah kejadian sebanyak 2 kali. Topik penelitian yang paling sering dibahas dalam skripsi mahasiswa Prodi Bioteknologi yaitu Covid-19, PCR, primer design, saliva, colorimetric, rt-lamp, dan thermal cycler. Kesimpulan: Tren penelitian skripsi mahasiswa Prodi Bioteknologi pada tahun 2020-2022 paling banyak pada  topik “Covid-19, PCR, dan Primer Design. Dari hasil penelitian beberapa topik yang menjadi rekomedasi pada penelitian selanjutnya yaitu Virus Tilv, Rdrp Gene, Ikan Nila, Transgenic, Biocontrol, Culture Technique, Kloning, Pengelolaan Limbah, dan Rekayasa Genetika.   Background: The theses of Biotechnology Study Program students at UNISA Yogyakarta encompass a wide range of titles and research subjects. However, these have not yet been systematically mapped. Purpose: This study aims to analyze trend research on the student thesis of the UNISA Yogyakarta Biotechnology Study Program from 2020 to 2022. Methods: The approach used in this research is quantitative using the bibliometric method. The research data use secondary data from the 2020-2022 Biotechnology student thesis. Sampling in this study used the saturated sample method. Results: The findings indicate that the most prominent research trend in the undergraduate theses of the Biotechnology Study Program at UNISA Yogyakarta from 2020 to 2022 revolves around the keyword “Covid-19”, with a total of 21 links and 7 occurrences. The second most common topic was “PCR”, with 6 total links and 3 occurrences. The third research topic is 'Primer Design,' with a total of 5 links and 2 occurrences.The research topics most frequently addressed in students' theses include Covid-19, PCR, primer design, saliva, colorimetric methods, RT-LAMP, and thermal cycler. Conclusion: The dominant research trends in undergraduate theses of Biotechnology students from 2020 to 2022 were primarily focused on the topics of Covid-19, PCR, and Primer Design. Based on these findings, several research topics are recommended for future studies, including Tilapia Lake Virus (TiLV), RdRp gene, Nile tilapia, transgenic technology, biocontrol, culture techniques, cloning, waste management, and genetic engineering.
Benefit of Knowledge Sharing in Virtual Community of Practice (VCoP): A Systematic Literature Review Hendrayani, Putri Fajar Ayu; Salim, Tamara Adriani; Wibowo, Muhammad Prabu; Sani, Mad Khir Johari Abdullah
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 1 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i1.65880

Abstract

Latar belakang: Knowledge sharing (KS) di Virtual Communities of Practice (VCoP) telah menjadi elemen kunci dalam menciptakan keunggulan kompetitif organisasi, terutama di era digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manfaat KS dalam VCoP melalui metode systematic literature review. Metode: Penelitian dilakukan dengan menganalisis 11 artikel primer yang dipilih menggunakan pendekatan PRISMA, mencakup publikasi dari 2019 hingga 2024, yang berfokus pada bagaimana KS meningkatkan pembelajaran individu, menciptakan pengetahuan baru, dan mendukung inovasi organisasi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa KS dalam VCoP mendukung kolaborasi yang efektif di antara anggota, memungkinkan mereka untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan solusi, dan mengembangkan kebijakan yang lebih relevan. Faktor kunci keberhasilan KS mencakup kepercayaan antar anggota, dukungan teknologi yang memadai, dan peran fasilitator yang kompeten. Kepercayaan menciptakan lingkungan yang aman untuk berbagi pengetahuan tacit maupun eksplisit, sementara teknologi mendukung interaksi lintas geografis. Fasilitator memainkan peran penting dalam memoderasi diskusi, membangun kepercayaan, dan memastikan keterlibatan aktif anggota. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa KS dalam VCoP berkontribusi pada peningkatan pembelajaran individu, pengembangan keterampilan profesional, dan penciptaan pengetahuan baru yang relevan. Dengan menciptakan lingkungan kolaboratif yang terorganisir, VCoP menjadi sarana efektif untuk meningkatkan daya saing dan inovasi organisasi. Oleh karena itu, investasi dalam pengelolaan VCoP dan pelatihan anggota komunitas sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas KS. Studi ini memberikan wawasan penting bagi para praktisi dan peneliti dalam mengembangkan strategi manajemen pengetahuan yang holistik.   Background: Knowledge Sharing (KS) in Virtual Communities of Practice (VCoP) has become a key element in creating organizational competitive advantage, especially in the digital era. Purpose: This study aims to explore the benefits of KS in VCoP using the systematic literature review method. Methods:The research was conducted by analyzing 11 primary articles selected through the PRISMA approach, covering publications from 2019 to 2024, focusing on how KS enhances individual learning, facilitates knowledge creation, and supports organizational innovation. Results: The analysis revealed that KS in VCoP fosters effective collaboration among members, enabling them to share experiences, discuss solutions, and develop more relevant policies. Key success factors of KS include trust among members, adequate technological support, and the role of competent facilitators. Trust creates a safe environment for sharing both tacit and explicit knowledge, while technology supports interactions across geographical boundaries. Facilitators play a crucial role in moderating discussions, building trust, and ensuring active member engagement. Conclusion: This study concludes that KS in VCoP contributes to enhancing individual learning, developing professional skills, and creating relevant new knowledge. By creating an organized collaborative environment, VCoP serves as an effective medium to boost organizational competitiveness and innovation. Therefore, investment in managing VCoP and training community members is essential to ensure the sustainability and effectiveness of KS. This study provides valuable insights for practitioners and researchers in developing holistic knowledge management strategies.
A Bibliometric Mapping of Archival Research Development on the Topic of ‘The Right to Be Forgotten’ on Scopus Fachmi, Achmad; Yudhanto, Seno; Nurfitria, Adista
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 1 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i1.67212

Abstract

Latar belakang: Kemajuan teknologi informasi, khususnya internet telah membawa tantangan baru dalam pengelolaan arsip, terutama terkait pelindungan privasi dan data individu. Konsep “Right to be Forgotten” (RtbF) menjadi relevan dalam konteks ini, memungkinkan individu untuk menghapus informasi tertentu, yang dianggap merugikan dari domain publik. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk memetakan tren penelitian terkait RtbF dalam bidang kearsipan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode bibliometrik, data yang diambil merupakan publikasi internasional yang bersumber dari database Scopus pada bulan Maret 2024 dengan rentang waktu publikasi selama periode tahun 2014-2023. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa ilmu sosial menjadi subjek dominan dalam penelitian RtbF, diikuti oleh ilmu komputer, seni dan humaniora. Tren penelitian menunjukkan peningkatan jumlah publikasi sejak 2014, meskipun terjadi fluktuasi tahunan, topik seperti; privasi, manajemen arsip dan pelindungan data menjadi pusat perhatian, sementara teknologi blockchain mulai muncul sebagai topik potensial yang dapat mendukung keamanan arsip digital. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi prinsip RtbF dalam pengelolaan kearsipan seiring perkembangan teknologi dan regulasi. Serta merekomendasikan studi lanjutan dengan pendekatan metodologis yang beragam dan kolaborasi interdisipliner untuk memperkuat landasan konseptual, kebijakan, dan praktik kearsipan yang adaptif.   Background: The advancement of information technology, particularly the internet, has introduced new challenges in records management, especially concerning the protection of privacy and individual data. The concept of the “Right to be Forgotten” (RtbF) is highly relevant in this context, as it allows individuals to remove specific information deemed harmful from the public domain. Purpose: This study aims to map research trends related to RtbF in the field of archival studies. Methods: The study employs a bibliometric method, analyzing international publications sourced from the Scopus database in March 2024, covering the publication period from 2014 to 2023. Results: The analysis reveals that social sciences dominate RtbF research, followed by computer science, and arts and humanities. Research trends indicate an increase in publications since 2014, despite annual fluctuations. Topics such as privacy, records management, and data protection are at the forefront, while blockchain technology is emerging as a potential topic to support digital archive security. Conclusion: This study emphasises the importance of harmonizing the RtbF principles in archival management along with technological and regulatory developments. while also advocating for further studies with diverse methodological approaches and interdisciplinary collaboration to strengthen the conceptual foundations, policies, and adaptive archival practices.
Mental Health Information Literacy on the Division of Development UKM Kelompok Jatinangor 21 Cabinet Asaharsa Meigrete, Jean; Rodiah, Saleha; Nurislaminingsih, Rizki
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 1 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i1.67438

Abstract

Latar belakang: Kesehatan mental menjadi isu global yang semakin diperhatikan, terutama di kalangan mahasiswa yang memiliki tekanan akademik, sosial, dan pribadi yang tinggi. Di Indonesia, prevalensi gangguan mental seperti depresi dan kecemasan terus meningkat, sehingga literasi informasi kesehatan mental sangat penting untuk mendukung kesejahteraan individu. Mahasiswa, terutama yang terlibat dalam organisasi sosial seperti UKM KJ21, membutuhkan pengetahuan yang tepat tentang kesehatan mental agar dapat mengenali gejala gangguan mental pada diri sendiri maupun orang lain. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pengurus Divisi Pembinaan UKM KJ21 memahami dan menggunakan literasi informasi kesehatan mental dalam perannya sebagai kakak asuh, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat informan yang merupakan pengurus Divisi Pembinaan UKM KJ21 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan yang terlibat langsung dengan topik penelitian. Hasil: Hasil wawancara menunjukkan bahwa meskipun pengurus divisi pembinaan memiliki pemahaman dasar mengenai kesehatan mental, mereka masih kesulitan dalam membedakan informasi yang valid, terutama dengan maraknya informasi yang tersebar di media sosial. Selain itu, terdapat tantangan dalam menerapkan literasi kesehatan mental secara langsung dalam interaksi dengan adik asuh, terutama dalam konteks hubungan yang tidak terlalu dekat. Kesimpulan: Literasi informasi kesehatan mental sangat penting bagi mahasiswa yang memiliki tanggung jawab sosial. Meskipun ada kesadaran tentang pentingnya literasi ini, tantangan besar seperti kesulitan dalam mencari informasi yang kredibel dan membedakan misinformasi perlu diatasi. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pendidikan literasi kesehatan mental agar mahasiswa dapat mengakses dan menggunakan informasi yang tepat dengan lebih efektif.   Background: Mental health has become a global issue that is increasingly being addressed, particularly among students who face high academic, social, and personal pressures. In Indonesia, the prevalence of mental health disorders such as depression and anxiety continues to rise, making mental health literacy essential for supporting individual well-being. Students, especially those involved in social organizations like UKM KJ21, need accurate knowledge about mental health to recognize the signs of mental disorders in themselves and others. Purpose: This study aims to explore how the management team of the Pembinaan division of UKM KJ21 understands and applies mental health information literacy in their role as mentors, as well as the challenges they face in its application. Methods: This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews with four informants, who are members of the Pembinaan division of UKM KJ21, Faculty of Communication, Padjadjaran University. Purposive sampling was used to select informants directly involved with the research topic. Results: The interview results show that while the Pembinaan division management has a basic understanding of mental health, they still struggle to distinguish valid information, especially with the proliferation of information spread across social media. Furthermore, there are challenges in applying mental health literacy directly in interactions with mentees, particularly in contexts where the relationship is not very close. Conclusion: Mental health information literacy is crucial for students with social responsibilities. Although there is awareness of its importance, significant challenges, such as difficulty finding credible information and distinguishing misinformation, need to be addressed. Therefore, improving mental health literacy education is essential so that students can access and use the right information more effectively.
Evaluation of Online Public Access Catalog Interface “MyPustaka” in the Library of Muhammadiyah University of Yogyakarta (UMY) Nisa', Tisti Falihatun; Arianto, Muhammad Solihin
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 1 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i1.71639

Abstract

Latar belakang: MyPustaka perlu dievaluasi karena merupakan portal online public access catalog (OPAC). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi antarmuka OPAC MyPustaka di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif UMY, sedangkan objek penelitian ini adalah evaluasi antarmuka OPAC MyPustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif (anggota Perpustakaan UMY) dengan jumlah 24.149 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling incidental dengan perolehan data sebanyak 100 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan rumus mean dan grand mean. Hasil: Hasil penelitian ini didasarkan pada angka 3,277 yang merupakan hasil rata-rata keseluruhan penelitian (grand mean). Rata-rata terendah adalah 2.91, sedangkan rata-rata tertinggi memperoleh nilai sebesar 3,52. Kesimpulan: Dapat dikatakan bahwa hasil evaluasi antarmuka OPAC MyPustaka termasuk dalam kategori sangat baik.   Background: MyPustaka needs to be evaluated because it is an online public access catalog (OPAC) portal. Purpose: This study aims to determine evaluation results of the OPAC MyPustaka interface at the Library of Muhammadiyah Yogyakarta University (UMY). Methods: This research uses a descriptive quantitative method. The subjects used in this research are active students of UMY, while the object of this research is the evaluation of the OPAC MyPustaka interface. The population in this study were all active students (UMY library members) with a total of 24,149 students. Sampling was done using a convenience sampling technique with data collection from 100 students. Data were collected using questionnaire techniques, observation, and documentation. Data were analyzed using the mean and grand mean formulas. Results: The results of this study are based on a figure of 3,277, which is the overall average (grand mean) of the study. The lowest average was 2,91, while the highest average was 3,52. Conclusion: It can be said that the evaluation results of the MyPustaka OPAC interface evaluation fall into the very good category.
Knowledge Preservation in Publishing Institutions: Systematic Literature Review Dewi, Sarwendah Puspita; Salim, Tamara Adriani; Wibowo, Muhamad Prabu
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 2 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i2.67302

Abstract

Latar belakang: Preservasi pengetahuan di lembaga penerbitan membutuhkan pengelolaan pada banyak aspeknya. Jika tidak ada upaya preservasi yang memadai, maka akan banyak informasi berharga yang tidak terdokumentasi dengan baik atau terancam hilang di lingkup lembaga penerbitan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu utama dalam preservasi pengetahuan di bidang penerbitan, teknologi yang digunakan dalam praktik preservasi dalam ranah penerbitan, serta rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas preservasi pengetahuan di bidang penerbitan. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan systematic literature review. Database yang digunakan bersumber dari Scopus, dengan rentang waktu 2015–2024. Artikel yang diperoleh sebanyak 324, namun setelah dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, diperoleh 5 artikel terseleksi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi isu utama praktik preservasi pengetahuan di lembaga penerbitan, metode yang digunakan, dan rekomendasi yang diberikan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa isu utama preservasi pengetahuan di lembaga penerbitan mencakup teknik preservasi hasil publikasi di lembaga penerbitan, seperti jurnal, buku, serta ensiklopedi agama, dan juga kebutuhan kritis untuk melestarikan informasi yang terkait dengan informasi mengenai dewan editorial jurnal akademik. Kemudian, pelestarian ini memanfaatkan teknologi pengarsipan internet atau berbasis website. Kesimpulan: Dari ekstraksi data yang dihasilkan dapat diketahui rekomendasi terkait pelestarian sumber informasi ilmiah sesuai dengan isu preservasi pengetahuan yang berkembang di masing-masing lembaga penerbitan, yakni meliputi optimalisasi hubungan eksternal dan kondisi internal organisasi penerbitan.   Background: Knowledge preservation in publishing institutions requires management in many aspects. If there are no adequate preservation efforts, then there will be a lot of valuable information that is not well documented or is at risk of being lost in the scope of publishing institutions. Purpose: This study aims to identify the main issues in knowledge preservation in the field of publishing, the technology used in preservation practices in the realm of publishing, and recommendations for improving the effectiveness of knowledge preservation in the field of publishing. Methods: The method used is qualitative with a systematic literature review approach. The database used is sourced from Scopus, with a time span of 2015– 2024. The articles obtained were 324, but after selection based on the inclusion and exclusion criteria that had been set, 5 selected articles were obtained. The research data were analyzed using descriptive analysis to identify the main issues of knowledge preservation practices in publishing institutions, the methods used, and the recommendations given. Results: The study shows that the main issues of knowledge preservation in publishing institutions include preservation techniques for publication results in publishing institutions, such as journals, books, and religious encyclopedias, as well as the critical need to preserve information related to information regarding the editorial board of academic journals. Then, this preservation utilizes internet or website-based archiving technology. Conclusion: From the resulting data extraction, recommendations related to the preservation of scientific information sources can be identified in accordance with the issues of knowledge preservation that are developing in each publishing institution, namely including optimizing external relations and internal conditions of the publishing organization.
User Satisfaction Analysis of ICE Institute from a Knowledge Creation Perspective: Implementation of the SECI Model on a MOOC Platform Hendrayani, Putri Fajar Ayu; Putri, Rezi Anjelia; Nababan, Yorika Indah Pratiwi; Mentari, Nadya; Haq, Nidaul
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 2 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i2.70307

Abstract

Latar belakang: Perkembangan pembelajaran digital di Indonesia menyoroti adanya celah penting dalam pemahaman terkait kepuasan pengguna pada platform Massive Open Online Course (MOOC) yang melampaui aspek teknis dan motivasi belajar. Penelitian sebelumnya sebagian besar belum mengaitkan peran knowledge creation dalam membentuk pengalaman pengguna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pengguna pada platform ICE Institute melalui perspektif model SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization), dengan integrasi kerangka evaluasi DeLone dan McLean untuk memahami dinamika pembelajaran digital secara komprehensif. Metode: Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif dengan desain analisis asosiatif dan uji pengaruh bivariat. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berbasis dimensi knowledge creation, dengan teknik simple random sampling pada mahasiswa pengguna ICE Institute. Respon diukur menggunakan skala interval paksa 1–4 dan skala diferensial semantik, kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pengguna sangat dipengaruhi oleh proses penciptaan pengetahuan. Externalization menjadi kontributor paling signifikan sebesar 41,4% terhadap kualitas informasi, diikuti oleh socialization (14,1%) dan combination (11,1%). Ketiga dimensi ini memiliki pengaruh minimal terhadap kualitas sistem dan layanan, menunjukkan ketidakseimbangan antara interaksi pengguna dan kemampuan platform. Internalization tidak signifikan dan memiliki korelasi negatif terhadap kualitas layanan, menandakan keterbatasan dukungan platform dalam internalisasi pengetahuan pribadi. Kesimpulan: Meskipun penelitian ini terbatas pada sampel mahasiswa dan menggunakan kuesioner kuantitatif, temuan ini memberikan implikasi strategis bagi pengembangan platform MOOC. ICE Institute dapat meningkatkan kepuasan pengguna dengan mengintegrasikan proses knowledge creation bersama peningkatan keandalan sistem, responsivitas layanan, desain interaksi adaptif, dan mekanisme dukungan proaktif. Optimalisasi aspek ini diharapkan dapat memperkuat hasil belajar digital, mendukung pendidikan inklusif, dan mempercepat transformasi digital pendidikan tinggi di Indonesia.   Background: The rapid expansion of digital learning in Indonesia has highlighted a critical gap in understanding user satisfaction on Massive Open Online Course (MOOC) platforms beyond technical and motivational aspects. Previous studies have largely overlooked the role of knowledge creation in shaping user experiences. Purpose: This study aims to examine user satisfaction on the ICE Institute platform through the lens of the SECI model (Socialization, Externalization, Combination, Internalization), integrating it with the DeLone and McLean framework to provide a holistic understanding of digital learning dynamics. Methods: A quantitative approach was employed, using an associative design and bivariate inferential analysis. Data were collected via an online questionnaire based on knowledge creation dimensions, distributed through simple random sampling among ICE Institute student users. Responses were measured using a 1–4 forced-answer interval scale and semantic differential scales, and analyzed with SPSS. Results: The findings indicate that user satisfaction is predominantly influenced by knowledge creation processes. Externalization was the most significant contributor, accounting for 41.4% of the impact on information quality, followed by socialization (14.1%) and combination (11.1%). Socialization, combination, and externalization had minimal influence on system and service quality, highlighting a misalignment between active user interactions and platform capabilities. Internalization showed no significant effect and negatively correlated with service quality, indicating limited support for personal knowledge assimilation. Conclusion: Despite limitations such as a sample restricted to students and reliance on quantitative surveys, this study provides strategic insights for improving MOOC platforms. ICE Institute can enhance user satisfaction by integrating knowledge creation processes with system reliability, service responsiveness, adaptive interaction design, and proactive user support. Optimizing these aspects can strengthen digital learning outcomes, support inclusive education, and accelerate sustainable higher education transformation in Indonesia.
Information Experience of Diponegoro University Students in Utilizing the @folkative Account Instagram as a Source of Political Information Ramadhein, Nadila Nurahma; Krismayani, Ika
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 2 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i2.77911

Abstract

Latar belakang: Meningkatkan peran media sosial sebagai sumber distribusi informasi politik, penting untuk memahami bagaimana mahasiswa mengalami, menilai, dan memaknai informasi yang mereka peroleh, seperti yang tercermin dalam pemanfaatan akun @folkative oleh Mahasiswa Universitas Diponegoro angkatan 2021. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman informasi mahasiswa Universitas Diponegoro angkatan 2021 dalam memanfaatkan akun Instagram @folkative sebagai sumber informasi politik. Peneliti menelaah cara mahasiswa mengakses, mengevaluasi, dan memaknai konten politik, termasuk respons psikologis yang muncul, serta mengidentifikasi pengaruhnya terhadap pemahaman, pandangan, dan keterlibatan politik mereka. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan studi dokumentasi yang melibatkan 12 mahasiswa. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil: Ditemukan bahwa pengalaman informasi mahasiswa Universitas Diponegoro angkatan 2021 dalam mengakses informasi politik melalui akun Instagram @folkative menunjukkan adanya pengalaman informasi yang bersifat kompleks dan multidimensi. Kesimpulan: Temuan penelitian menunjukkan lima dimensi utama dalam pengalaman informasi mahasiswa, yaitu akses awal dan pola konsumsi informasi, evaluasi dan penilaian kredibilitas, respons psikologis, perubahan pemahaman dan pandangan politik, serta keterlibatan sosial dan tindakan politik. Hasil ini menunjukkan bahwa interaksi mahasiswa dengan @folkative bersifat aktif, multidimensi, dan terjadi dalam rutinitas digital mereka sehari-hari, sehingga memengaruhi proses kognitif dan emosional mereka terhadap informasi politik, serta meningkatkan kesadaran dan tindakan politik selanjutnya.   Background: As social media increasingly functions as a channel for the distribution of political information, it is important to understand how students experience, assess, and interpret the information they encounter. This is reflected in how students from Diponegoro University, class of 2021, utilize the @folkative Instagram account. Purpose: This study aims to examine the information experiences of 2021 Diponegoro University students in utilizing the Instagram account @folkative as a source of political information. It investigates how students access, evaluate, and interpret political content along with the psychological responses that arise and identifies the account’s influence on their political understanding, perspectives, and engagement.  Methods: This research employed a qualitative approach using interviews and document analysis, involving 12 students. The data were analyzed using thematic analysis. Results: The findings indicate that information experience of 2021 Diponegoro University students in accessing political information through the Instagram account @folkative reflects a complex and multidimensional information experience. Conclusion: The findings reveal five key dimensions of students’ information experiences: initial access and consumption patterns, information evaluation and credibility assessment, psychological responses, shifts in political understanding and perspectives, and forms of social and political engagement. These results demonstrate that students’ interactions with @folkative are active, multidimensional, and situated within their everyday digital practices, influencing not only their cognitive and emotional processing of political information but also their political awareness and subsequent actions.
The Relationship between Information Needs and Preferences for Selecting Printed and Digital Books among Students of the Library and Information Science Study Program Padjadjaran University Alwannia, Wafa Huwaiza; Nanda, Azarine Nuhaa Callista Luqman; Prijana
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 2 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i2.80901

Abstract

Latar belakang: Transformasi digital telah memengaruhi pola akses informasi mahasiswa, termasuk dalam pemilihan format bahan bacaan. Pilihan antara buku cetak dan buku digital tidak hanya didasari oleh kebiasaan, tetapi juga oleh kebutuhan informasi yang kompleks. Dalam konteks ini, Model Krikelas digunakan untuk menjelaskan bagaimana ketidakpastian pengetahuan mendorong pencarian informasi dan preferensi terhadap format bacaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan informasi, perasaan sering kekurangan informasi, dan kebingungan dalam memilih sumber belajar dengan preferensi terhadap format bacaan mahasiswa, serta melihat kecenderungan mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Padjadjaran dalam memilih format buku untuk keperluan akademik. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden berjumlah 133 mahasiswa, yang merupakan hasil dari proses pemilihan acak sederhana (simple random sampling) dari populasi yang berjumlah 291 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebutuhan informasi dengan preferensi mahasiswa terhadap format bacaan (nilai korelasi Pearson 0,432). Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Padjadjaran cenderung memilih buku digital dalam praktik akademik karena kemudahan akses, efisiensi waktu, dan fleksibilitas. Namun, buku cetak tetap dianggap lebih efektif dalam membantu pemahaman materi. Kesimpulan: Mahasiswa cenderung memilih buku digital dalam praktik akademik karena kepraktisan, meskipun buku cetak tetap dianggap lebih efektif dalam pemahaman materi. Preferensi ini menunjukkan strategi adaptif mahasiswa dalam merespons kebutuhan informasi akademik mereka.   Background: The digital transformation has influenced how university students access information, including their choice of reading material formats. The preference between print and digital books is no longer merely a matter of habit, but is also driven by increasingly complex information needs. In this context, the Krikelas Model is applied to explain how perceived uncertainty in knowledge triggers information-seeking behavior and shapes preferences toward certain reading formats. Purpose: This study aims to determine the relationship between information needs, the feeling of frequently lacking information, and confusion in selecting learning resources with students’ preferences for reading formats, as well as to explore the tendencies of students in the Library and Information Science Program at Universitas Padjadjaran in choosing book formats for academic purposes. Methods: A quantitative approach was used with a survey method. The respondents consisted of 133 students, selected through a simple random sampling process from a population of 291 students. Data were analyzed using Pearson correlation with the aid of SPSS software. Results: This study shows a significant relationship between information needs and student preferences for reading formats (Pearson correlation value 0.432). Students in the Library and Information Science Program tend to choose digital books for academic activities due to accessibility, time efficiency, and flexibility. However, print books are still perceived as more effective in aiding comprehension. Conclusion: Students tend to prefer digital books in academic practice for their practicality, although print books remain favored for deeper understanding. This preference reflects an adaptive strategy in response to academic information needs.
Enhancing Visual Legibility of Digitized Historical Botanical Manuscripts for Digital Preservation and Archival Analysis Nazikhah, Nisak Ummi; Nisa', Khoirun
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 2 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i2.81769

Abstract

Latar belakang: Manuskrip kuno bersejarah terkait ilmu botani, seperti Buku Catatan Botani Linnaeus, sering mengalami degradasi visual yang mengurangi keterbacaan, dan digitalisasi resolusi tinggi saja tidak dapat sepenuhnya memulihkan kejelasannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas visual naskah-naskah ini menggunakan alur kerja pemrosesan citra berbasis plugin Fuzzy di Fiji (ImageJ). Metode: Metode yang digunakan meliputi persiapan gambar, peningkatan, binarisasi, dan evaluasi. berdasarkan hasil eksperimen, proses peningkatan menunjukkan peningkatan substansial dalam semua metrik. Hasil: Nilai entropi menurun dari rata-rata 10,78 (asli) menjadi 5,65 (penyempurnaan), menunjukkan penurunan keacakan visual sebesar 48–50%, sementara filter morfologi mempertahankan struktur esensial dengan entropi dalam rentang 6,32–7,48. Kepadatan tepi menurun tajam pada tahap deteksi tepi dari 0,99 menjadi 0,28 hingga 0,35 hanya dengan mengekstraksi kontur dominan, sementara proses morfologi mempertahankan struktur karakter dengan stabilitas tinggi (0,98–0,99). Kontras juga meningkat dari 0,89–0,98 (awal) menjadi 0,97–1,00 di seluruh proses peningkatan, morfologi, dan binerisasi, menunjukkan pemisahan latar depan-latar belakang yang jauh lebih baik. Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa pendekatan yang diusulkan, khususnya operasi morfologi, cukup meningkatkan kejelasan sekaligus mempertahankan fitur tekstual dan ilustrasi dalam naskah. Untuk lebih memaksimalkan restorasi dan preservasi teks ilmiah tambahan, studi mendatang disarankan untuk menggunakan algoritma peningkatan adaptif berbasis pembelajaran mesin dan penilaian kualitas persepsi.   Background: Historical botanical manuscripts, such as Linnaeus's Botanical Notebooks, often suffer from visual degradation that reduces legibility, and high-resolution digitization alone cannot fully restore their clarity.  Purpose: This study aimed to improve the visual quality of these manuscripts using a Fuzzy plugin-based image processing workflow in Fiji (ImageJ).  Methods: The research methods include image preparation, enhancement, binarization, and evaluation. Results: Based on the experimental results, the enhancement process showed substantial improvements in all metrics. Entropy values decreased from an average of 10.78 (original) to 5.65 (enhanced), indicating a 48–50% reduction in visual randomness, while the morphological filter retained essential structure with entropy in the range of 6.32–7.48. Edge density decreased sharply in the edge detection stage from 0.99 to 0.28 to 0.35 by extracting only dominant contours, while the morphological process maintained character structure with high stability (0.98–0.99). The contrast also increased from 0.89–0.98 (initial) to 0.97–1.00 across enhancement, morphology, and binarization processes, indicating significantly improved foreground-background distinction. Conclusion: This study shows that the proposed approach, particularly the morphological operations, adequately improves clarity while retaining textual and illustrative features in the manuscript. To further maximize the restoration and preservation of additional scientific texts, future study is suggested to use machine learning-based adaptive enhancing algorithms and perceptual quality assessment.