cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
jurnalyakpermas@gmail.com
Phone
+62281-6596816
Journal Mail Official
jurnalyakpermas@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Jl. Raya Jompo Kulon Sokaraja, Dusun II Jompo Kulon, Jompo Kulon, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53181
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas
ISSN : -     EISSN : 25021524     DOI : https://doi.org/10.52488/
Core Subject : Health,
Jornal of Nursing and Health (JNH) is a peer-reviewed, open access scholarly journal publishes high-quality manuscripts on innovative research covering all aspects of nursing and health science core The scope is in the fields of health (basic nursing, medical/surgical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, women nursing, community health nursing, pediatric nursing, family nursing, emergency nursing, mental nursing, gerontic nursing, education in nursing, public health, and also nursing management).
Articles 217 Documents
GAMBARAN KOMPLIKASI PASCA SPINAL ANESTESI DENGAN SUB ARACHNOID BLOCK (SAB) DI RS KHUSUS BEDAH JATIWINANGUN Ais Asri Sanubari. NM; Made Suandika; Amin Sutanto
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 1 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i1.350

Abstract

Introduction The incidence of spinal anesthesia is increasing worldwide, according to WHO data showing that around 5% or 15 million surgical procedures are carried out using spinal anesthesia techniques. The aim of this research is to determine the complications that occur after spinal anesthesia with Sub Arachnoid Block (SAB). The research design used is quantitative analytical descriptive with a cross-sectional approach. The research was conducted in July 2023. Samples were taken using a purposive sampling technique of 57 respondents. The instruments used in this study were measuring hypotension using a bedside monitor, arrhythmia using an oximeter and urine retention using a urine bag. Meanwhile, for PONV, PAS, PDPH, back pain, use an observation sheet. The data processing technique in this research uses univariate analysis. The results showed that the majority of respondents in this study experienced hypotension with 43 (75%) respondents, arrhythmia 38 (66.7%) respondents, PONV 34 (57.6%) respondents, PAS 42 (73.7%) respondents, PDPH 33 (57.9%) respondents, back pain 43 (75.4%) respondents, urinary retention 39 (68.4%) respondents. The conclusion of this study is post-spinal anesthesia complications, namely hypotension, arrhythmia, PONV, PAS, PDPH, back pain and urinary retention. Patients after surgery and using spinal anesthesia are always monitored and observed properly so that post-operative complications with spinal anesthesia are minimal and can be controlled.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU “M” UMUR 32 TAHUN MULTIGRAVIDA DI LINGKUNGAN KARANG BUYUK KELURAHAN AMPENAN SELATAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG KARANG Ziadatul Munawarah; Pramita PutriUtami Utami; Nurul Hidayati
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 1 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i1.357

Abstract

Pendahuluan: Angka kematian ibu dan bayi yang terjadi pada kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu disebabkan oleh perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan gangguan sistem peredaran darah. Sedangkan penyebab utama kematian bayi adalah gangguan yang terjadi pada masa perinatal, kelainan kongenital dan genetik, serta pneumonia. Tujuan: Asuhan kebidanan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan hasil asuhan kebidanan pada ibu “M” umur 32 tahun multigravida di Lingkungan Karang Buyuk Kelurahan Ampenan Selatan Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang.Metode: Metode penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaah kasus (case study) dengan pengambilan kasus yaitu melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan langsung untuk data primer serta data sekunder dari dokumentasi rekam medik dan buku KIA. Teknik pengambilan sampel atau subjek penelitian yang digunakan adalah purposive sampling yang pengambilan sampel secara purposive didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yaitu usia kehamilan 32 minggu.Hasil: Pada riwayat kehamilan trimester I sampai trimester III ibu “M” rutin melakukan pemeriksaan antenatal care di pelayanan Kesehatan. Kemudian ibu “M” selama antenatal care melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, laboratorium, golongan darah dan USG. Pada kehamilan trimester III ibu “M” melakukan pemeriksaan laboratorium lengkap dan hasilnya semua normal sampai ke persiapan persalinan. Persalinan ibu “M” berlangsung pada umur kehamilan 38 minggu di Puskesmas Tanjung Karang. Proses involusi, proses laktasi dan lochea pada masa nifas berlangsung fisiologis. Kesimpulan: Ibu “M” melahirkan bayi dengan berat badan 3400 gram, PB : 52 cm, LIKA : 33 cm, LIDA : 34 cm, LILA : 12 cm dalam keadaan sehat dan sempurna. Diharapkan peneliti dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam melakukan asuhan kebidanan agar sesuai dengan standar pelayanan.
MOBILISASI DINI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN DAN LONG OF STAY PADA IBU POST SECTIO CAESARIA Tutik Kurniawati; Mehnap Mehnap; Sismulyanto Sismulyanto
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 1 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i1.358

Abstract

Pendahuluan Angka persalinan sectio caesarea (SC) naik dari 5% pada tahun 2000 menjadi 31,9% pada tahun 2019. Periode pemulihan pada post operasi dikenal sebagai waktu yang rentan akan terjadinya komplikasi. Penurunan tekanan darah menjadi komplikasi yang sering terjadi. pada ibu nifas terjadi pada kurun waktu 1-24 minggu pertama, sedangkan Di Indonesia prevalensi gangguan kecemasan dan emosional menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukan bahwa 9,8% terjadi pada wanita usia 15 tahun keatas dengan gejala yang ditunjukan adalah kecemasan, dan prevalensi kejadian kecemasan pada minggu pertama kelahiran adalah 24%. Kecemasan pada ibu nifas terjadi karena perubahan pola istirahat dan tidur serta body image pada ibu nifas yang akan berangsur pulih pada 42 minggu pasca persalinan. Metode : penelitian ini mengunakan eksperimen pada kelompok intervensi dan kelopmpok kontrol dengan pre dan post test design, menggunakan 22 responden. Hasil : setelah dilakukan intervensi terdapat perubahan yang signifikan pada ibu yang diberikan kecemasan dengan menggunaakan fisher excact test diperoleh hasil p-value 0,032 lebih kecil dari 0,05, terdapat perbedaan hasil kecemasan pada kelompok intervensi setelah dilakukan mobilisasi. Perbedaan long of stay pada kelompok intervensi dengan mean (2,36) lebih kecil dari kelompok kontrol yaitu (3,09), dengan Mann Whitney Test diperoleh hasil p-value 0,002 lebih kecil dari 0,05
HUBUNGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM DENGAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK INTAN HUSADA JATIROGO TUBAN Fakhrun Nisa; Fiddaroini Fiddaroini; Karisma Dwi Ana
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 1 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i1.359

Abstract

Pendahuluan Kepatuhan diet rendah garam merupakan tantangan besar bagi pasien hipertensi, jika pasien hipertensi tidak patuh maka akan menyebabkan komplikasi terhadap penyakit-penyakit lain serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan diet rendah garam dengan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Intan Husada Jatirogo Tuban. Metode Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di Klinik Intan Husada Jatirogo Tuban, bulan September tahun 2023, sebanyak 38 pasien. Besar sampel penelitian ini sebanyak 34 responden. Teknik samping penelitian ini adalah accidental sampling. Teknik analisis data menggunakan uji spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 15 responden yang tidak patuh menjalankan diet rendah garam lebih dari sebagian (66,7%) mengalami hipertensi sedang, dan sebanyak 18 responden yang patuh menjalankan diet rendah garam sebagian besar (89,5%) mengalami hipertensi ringan. Hasil uji spearman rho didapatkan p value = (0,000) < (0,050) dan nilai Correlation Coefficient = 0,820* sehingga H1 diterima, maka ada hubungan kepatuhan diet rendah garam dengan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Intan Husada Jatirogo Tuban dengan tingkat keeratan hubungan yang sangat kuat. Kesimpulan Pasien disarankan mematuhi diet dan diimbangi dengan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin setiap hari, serta konsumsi obat sesuai anjuran. Perawat diharapkan selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada pasien menjaga kesehatan dimulai dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat untuk mencegah terjadinya hipertensi maupun komplikasi lainnya. Kata Kunci : Kepatuhan, Diet Rendah Garam, Tekanan Darah, Hipertensi.
GENGGAM BOLA MAMPU MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE Ikrima Rahmasari; Iswanti Purwaningsih
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 3 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i3.360

Abstract

Pendahuluan Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler yang terjadi karena kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak, biasanya disebabkan karena adanya sumbatan atau penyempitan pembuluh darah atau bahkan karena pecahnya pembuluh darah. Sekitar 80% pasien stroke mengalami hemiparese atau kelemahan pada salah satu sisi tubuhnya. Kelemahan tangan dan kaki pada pasien stroke akan mempengaruhi kekuatan otot. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh genggam bola terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Metode : Pendekatan yang digunakan yaitu one group pre-post test design. Sampel pada penelitian ini sejumlah 22 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Hasil : Setelah diberikan terapi genggam bola didapatkan adanya peningkatan nilai kekuatan otot yaitu dapat menggerakkan jari-jari dan telapak tangan dengan nilai 3. Kesimpulan : Terapi genggam bola dapat meningkatkan kekuatan otot genggam jari pada pasien stroke yang mengalami kelemahan ekstremitas atas. Keywords : Stroke, kekuatan otot, genggam bola
PENGARUH BODY SURFACE SOMATOSENSORY STIMULATION TERHADAP INTENSITAS NYERI OSTEOARTRITIS SENDI LUTUT ANIS MURNIATI; Eny Masruroh; Indah Rohmawati; Suciati; Yan Fu’ana
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i2.361

Abstract

POLIMORFISME GEN VDR Fok1 PADA PENDERITA DIABETES MELITUS MENGGUNAKAN PCR-RFLP: POLIMORFISME GEN VDR Fok1 PADA PENDERITA DIABETES MELITUS MENGGUNAKAN PCR-RFLP Nirmawati Angria Angria
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i2.362

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Salah satu tipe DM yaitu DM tipe 2 yang juga paling umum di jumpai di seluruh dunia. Diabetes melitus tipe 2, juga dikenal sebagai diabetes yang tidak tergantung insulin (Non-insulin Dependent Diabetes). Salah satu gen yang bekerja dalam mengatur sekresi insulin adalah gen Vitamin D Reseptor (VDR) yang merupakan kelompok inti reseptor. Gen VDR memiliki beberapa polimorfisme nukleotida tunggal (SNP) seperti Bsm1, Apa1, TaqI dan Fok1. Polimorfisme Fok1 ditemukan di daerah pengkodean yang dibentuk oleh timin-sitosin (T/C) dan digambarkan sebagai alel F. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Polimorfisme gen VDR (Vitamin D Receptor) Fok1 pada pasien penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan menggunakan metode PCR-RFLP. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional laboratorik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional study dengan menggunakan 15 sampel darah penderita diabetes melitus tipe 2. Didapatkan hasil berupa visualisasi pita DNA pada 4 sampel, masing-masing dengan ukuran 500 bp pada genotip F/F merupakan Homozigot dan visualisasi pita DNA 323 bp pada genotip F/f merupakan Heterozigot. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi polimorfisme gen VDR varian Fok1 pada terget 500 dan 323 bp.
EXAMINATION RESULTS OF TCM AND RISK FACTORS FOR PULMONARY TUBERCULOSIS IN HIV PATIENTS Fitria Diniah Janah Sayekti; Indah Rismarwati
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i2.363

Abstract

HUBUNGAN FASE PENGOBATAN DAN IMT DENGAN KADAR TOTAL PROTEIN DAN ALBUMIN PENDERITA TUBERKULOSIS DI KABUPATEN KUPANG Marni Tangkelangi; Aldiana Astuti; Agnes Rantesalu
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i2.364

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang dapat menimbulkan terjadinya penurunan berat badan pada penderitanya karena proses infeksi yang terjadi, pengobatan TB sebagai solusi untuk menyembuhkan pasien TB juga sering dilaporkan menimbulkan efek samping seperti mual dan berkurangnya nafsu makan hal tersebut akan menyebabkan terjadinya malnutrisi yang dapat mempengaruhi kesembuhan pasien TB, total protein dan albumin serum merupakan parameter biokimia yang dapat menggambarkan status nutrisi seseorang dan baik digunakan untuk mendeteksi adanya malnutrisi pada pasien TB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fase pengobatan dan IMT dengan kadar total protein dan albumin serum pada penderita TB di Kabupaten Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan studi potong lintang, sampel yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 132 pasien TB denagn kriteria berusia >17 tahun, sedang dalam pengobatan lini pertama dan tidak memiliki comorbid, pemeriksaan kadar total protein metode biuret dan albumin metode bromocresol hijau menggunakan instrument photometer 5010. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara fase pengobatan dan IMT dengan kadar total protein (sig 1.000); Terdapat hubungan yang bermakna antara fase pengobatan dengan kadar albumin (sig 0.022) dan IMT dengan kadar albumin (sig 0.000) pada pasien TB di Kabupaten Kupang. Perlu adanya asupan nutrisi yang cukup selama pengobatan pada pasien TB untuk membantu peningkatan kadar albumin serta meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
PEMBUATAN ANTISERUM SALMONELLA O POLIVALEN MENGGUNAKAN ANTIGEN DAN KELINCI LOKAL Bambang Supriyanta; Ullya Rahmawati
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i2.365

Abstract

Introduction: Typhoid fever is a disease caused by infection with Salmonella enterica subspecies enterica serotype typhi (S. typhi). Laboratory diagnosis of typhoid fever by bacteriological examination in serological tests requires Salmonella O Polyvalent Antiserum reagent which has been imported, so it is attempted to make Salmonella O Polyvalent Antiserum independently using local antigens and rabbits. Objective: to create polyvalent Salmonella O antiserum using local antigens and rabbits. Methods: experimental research design posttest without control group. Cultures of S typhi, S paratyphi A, S paratyphi B, S paratyphi C, each processed, then mixed, so that it becomes Polyvalent Salmonella O Antigen. Polyvalent Salmonella O Antigen mixed with Freunds Complete Adjuvant, injected sub cutaneously (s.c) in rabbits, after one and two weeks the following week injected s.c Polyvalent Salmonella O Antigen plus Freunds Incomplete Adjuvant. After one week from the last injection, blood was taken through the ear artery (auricular artery) (collection I), one week after collection I, blood was taken (collection II), one week after collection II, the last blood was taken (Collection III), serum was made, the titer was measured using a suspension of Salmonella O Polyvalent Antigen with a turbidity of 0.5 Mc Farland standard. Result: Salmonella O Polyvalent was highest in rabbit blood collection in Collection II, indicating that the optimal production of antiserum at that time. Conclusion: The mean titer of Polyvalent Salmonella O Antiserum was highest in rabbit blood collection at Collection II.