cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
jurnalyakpermas@gmail.com
Phone
+62281-6596816
Journal Mail Official
jurnalyakpermas@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Jl. Raya Jompo Kulon Sokaraja, Dusun II Jompo Kulon, Jompo Kulon, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53181
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas
ISSN : -     EISSN : 25021524     DOI : https://doi.org/10.52488/
Core Subject : Health,
Jornal of Nursing and Health (JNH) is a peer-reviewed, open access scholarly journal publishes high-quality manuscripts on innovative research covering all aspects of nursing and health science core The scope is in the fields of health (basic nursing, medical/surgical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, women nursing, community health nursing, pediatric nursing, family nursing, emergency nursing, mental nursing, gerontic nursing, education in nursing, public health, and also nursing management).
Articles 217 Documents
EFEKTIVITAS AUDIOVISUAL FILM KARTUN DENGAN STORYTELLING TERHADAP NYERI PROSEDUR INVASIF ANAK PRASEKOLAH Noor Yunida Triana; Siti Haniyah
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i4.439

Abstract

ABSTRAK Angka kesakitan anak di Indonesia berkisar 13.55 persen, sedangkan prosentase anak yang dirawat dan menjalani hospitalisasi sekitar 19 dari 1000 anak. Hospitalisasi mengharuskan anak mendapat prosedur invasive yang membuat anak cemas dan nyeri. Anak prasekolah cenderung bereaksi menolak perawatan dan tidak kooperatif saat merasakan nyeri akibat prosedur invasif, sehingga mengganggu perawatan. Terapi farmakologis berupa pemberian analgetik berdampak tidak menyenangkan, sehingga dibutuhkan terapi nonfarmakologi. Salah satu manajemen nyeri nonfarmakologi yang dapat diterapkan adalah audiovisual dan storytelling. Rancangan penelitian ini quasy experiment posttest only with control group design, dengan membandingkan antara kelompok audiovisual dan kelompok storytelling. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan pendekatan consecutive sampling (sampel berurutan). Kriteria inklusi penelitian ini yaitu anak usia 4-6.5 tahun, tingkat kesadaran komposmentis, mendapat prosedur pemasangan infus. Jumlah sampel 32 pasien dengan pembagian 16 pasien kelompok audiovisual dan 16 kelompok storytelling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Wong Baker Pain Scale (WBS). Hasil penelitian menunjukkan rerata tingkat nyeri kelompok audiovisual yaitu 5.63 dengan rentang nyeri skala 4-8. Rerata tingkat nyeri pada kelompok storytelling yaitu 3.88 dengan rentang nyeri skala 4-8. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan tingkat nyeri pada kelompok audiovisual film kartun dengan kelompok storytelling (p value 0.031). Kesimpulannya storytelling lebih efektif untuk menurunkan nyeri prosedur invasif pada anak prasekolah dibandingkan dengan audiovisual film kartun. Implikasi keperawatannya storytelling dapat diterapkan di ruang anak untuk mengatasi nyeri prosedur invasif.
PENGARUH VIDEO DIRECTLY OBSERVED THERAPY (VDOT) TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BADAS KABUPATEN KEDIRI Aulia Siskaningrum; Agus Prasetyo; Ifa Nofalia
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 3 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i3.455

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tuberkulosis yang umumnya dikenal dengan TB merupakan penyakit menular disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bila tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya yang dapat berujung pada kematian. Salah satu faktor yang berperan penting dalam proses pengobatan tuberkulosis adalah kepatuhan penderita TB. Terapi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat dengan Video Directly Observed Therapy (VDOT). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Video Directly Observed Therapy (VDOT) terhadap kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian quasy eksperiment control group pre-post-test design. Sampel penelitian 36 responden dengan teknik random sampling. Hasil: Hasil penelitian pada pre-test didapatkan kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing sebagian besar responden memiliki kategori sedang sebelum diberikan intervensi sebanyak 11 responden (61.1%). Pada post test kelompok intervensi didapatkan setengahnya memiliki kategori tinggi setelah diberikan VDOT sebanyak 10 orang (55.6%), sedangkan pada kelompok kontrol hampir keseluruhan responden memiliki kepatuhan dengan kategori sedang sejumlah 14 responden (77.8), didapatkan nilai p value 0,001< (0,05). Sedangkan untuk mengetahui perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan uji Mann Whitney didapatkan nilai p value 0.009< (0,05) yang artinya ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan: Dari penelitian ini ada pengaruh pemberian Video Directly Observed Therapy (VDOT) terhadap kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis. Saran: Diharapkan Video Directly Observed Therapy (VDOT) bisa dijadikan sebagai salah satu intervensi untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis. Kata kunci: Video Directly Observed Therapy (VDOT); Kepatuhan minum obat; Tuberkulosis
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN HASIL PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS BAKTERI TAHAN ASAM DI RSU MAGUAN HUSADA WONOGIRI Vector Stephen Dewangga; Rizky Fadzillah Sungka
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i4.394

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis that can affect the lungs and other organs. Indonesia has the second highest case of pulmonary TB in the world after India. Tuberculosis cases in the Wonogiri Regency area in 2020 amounted to 2,062 patients. There are several groups of people who have a higher risk of developing TB disease, one of which is smokers. Indonesia is the third largest cigarette consumer in the world. The purpose of this study was to determine the relationship between smoking behavior and the results of microscopic examination of Acid Resistant Bacteria at Maguan Husada Wonogiri General Hospital. This research method is an observational analytic study with a cross sectional design. The sample in this study amounted to 43 respondents obtained using purposive sampling technique. The study was conducted using sputum samples with the Ziehl Neelsen staining method. The statistical test used was Chi Square. The results of the Chi Square test obtained a value of p = 0.045 can be concluded that there is a relationship between smoking behavior and the results of microscopic examination of Acid Resistant Bacteria at Maguan Husada Wonogiri General Hospital.
GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans PADA DIABETES MELLITUS LANSIA Zuzun Farida; Muhammad Taufiq Qurrohman
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i4.398

Abstract

HUBUNGAN POLIMORFISME GEN MTHFR C677T DENGAN KADAR TRIGLISERIDA DARAH PADA PASIEN JANTUNG KORONER Didik Wahyudi
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i4.405

Abstract

PENGARUH SIKAP, NORMA SUBYEKTIF DAN KONTROL PERILAKU TERHADAP NIAT IBU HAMIL DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Sri Wahyuning
Journal of Nursing and Health Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memberkan ASI Eksklusif adalah salah satu indikator perilaku sehat yang diharapkan, akan tetapi cakupannya di beberapa daerah masih rendah, sehingga perlu usaha agar seluruh ibu memberikan ASI eksklusif. BerdasarkanTheory of resoned action (TRA) menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan seseorang yang dilakukan karena ada niat. Teori ini dikembangkan menjadi Theory of Planned Behavior (TPB) dengan menambah satu variabel yaitu kontrol perilaku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap niat ibu hamil dalam memberikan ASI ekslusif. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan potong silang. Populasinya adalah ibu hamil di kelurahan Tambakaji sebanyak 81 orang. Sampel penelitian dihitung menggunakan rumus slovin dengan toleransi kesalahan 5% diperoleh jumlah sampel 67. Teknik sampling yang digunakan yaitu quota sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian dengan uji regresi logistik diperoleh hasil variable yang paling berpengaruh terhadap niat adalah keyakinan berperilaku (sig = 0, 040 dengan Exp (B)= 5,814) dan keyakinan normative (sig = 0, 040 dengan Exp (B) = 5,814). Kesimpulan faktor yang berpengaruh terhadap niat ibu memberikan ASI eksklusif adalah keyakinan berperilaku dan keyakinan normatif. ASI Eksklusif; Teori Perilaku Terencana
The POTENTIAL OF BEGONIA (Begonia cucullata Willd) BREW AS A REAGENT FOR COLORING WORM EGGS SOIL TRANSMITTED HELMINTHS: POTENSI REBUSAN BEGONIA (Begonia cucullata Willd) SEBAGAI REAGEN PEWARNAAN TELUR CACING SOIL TRASMITTED HELMINTHS Suraini Suraini
Journal of Nursing and Health Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi cacing Soil Transmitted Helminth sampai sekarang masih menjadi masalah besar di dunia. Dampak kecacingan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan defisiensi gizi yang dapat mengakibatkan status gizi yang buruk, pertumbuhan terhambat hingga menurunnya kemampuan kognitif pada penderita terutama pada anak sekolah dasar. Diagnosis infeksi cacing dapat dilakukan dengan pemeriksaan tinja penderita. Pemeriksaan tinja secara mikroskopis merupakan gold standard untuk menegakan diagnosis infeksi yang disebabkan oleh cacing. Untuk menunjang diagnosa kecacingan diperlukan pewarna yang dapat membedakan telur cacing dengan kotoran pada tinja. Pewarnaan telur cacing bertujuan untuk memudahkan dalam mempelajari bentuk telur cacing, mempertegas, dan melihat bentuk serta kontras pada preparat telur cacing dengan menggunakan mikroskop Tanaman Begonia (Begonia cucullata Willd) merupakan tanaman yang mengandung antosianin yang menghasilkan warna merah sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi rebusan tanaman Begonia sebagai reagen alternatif untuk mewarnai telur cacing Soil Transmitted Helminth. Penelitian ini bersifat eksperimen. Perlakuan penelitian sebanyak 3 perlakuan dengan 4 kali pengulangan pada setiap konsentrasinya dan eosin 2% sebagai kontrol. Perbandingan konsentrasi rebusan Begonia (Begonia cucullata Wild) dengan aquades yang digunakan yaitu 1:1, 1:2 dan 1:3. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa konsentrasi perbadingan rebusan Begonia cuculata Willd dengan aquades yang optimal dapat mewarnai telur cacing Soil Tranmitted Helminths dengan baik adalah konsentrasi 1:1 dan konsentrasi 1:2. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahawa rebusan tanaman Begonia (Begonia cucullata Willd) berpotensi untuk mewarnai telur cacing Soil Transmitted Helminths.
GAMBARAN HEALTH BELIEF MODEL DAN POLA HIDUP LANSIA HIPERTENSI Puspita Hanggit Lestari; Mia Fatma Ekasari; Eska Riyanti
Journal of Nursing and Health Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v10i1.419

Abstract

kelompok lansia. Pola hidup penderita hipertensi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dari diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pola hidup lansia penderita hipertensi berdasarkan Health Belief Model (HBM). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif cross sectional. Penelitian melibatkan 111 responden dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa pada mayoritas HBM pada kategori baik pada domain Perceived Susceptibility 54,5 %, dan Cues to Action 66,4%, sedangkan domain Perceived Severity 60%, Perceived Benefits 67,3% Perceived Barriers 52,7% dan Perceived Self Efficacy 60% mayoritas kurang baik. Pola hidup lansia hipertensi mayoritas baik 59,1%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan pola hidup pada lansia dengan hipertensi dan menjadi masukkan dalam mengembangkan program intervensi Pendidikan Kesehatan dalam upaya meningkatkan pengelolaan hipertensi pada lansia
Assessment of Stroke Risk Based on The Stroke Risk Score Card (SRSC) in Female Social Group Anna Kurnia
Journal of Nursing and Health Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v10i1.423

Abstract

Stroke is one of the leading causes of death and the primary cause of disability, ranking third in Indonesia after heart disease and cancer. Preventing stroke and managing its risk factors are crucial for maintaining health from the productive years through to old age. The Stroke Risk Score Card (SRSC) is a screening instrument designed to enhance awareness of stroke risk and reduce stroke incidence through assessment and recording of stroke risks. Early risk assessment can improve quality of life, reduce economic burden, and foster a more health-conscious and responsive community. The Community Service included 38 female participants; the majority of whom were over 45 years old. Measurement results indicated that most participants had high cholesterol levels (>200), were classified as overweight based on Body Mass Index (BMI) and exhibited a lack of physical activity. The SRSC assessment revealed a low stroke risk (10.5%), moderate stroke risk (55.3%), and high stroke risk (34.2%). Health examinations and stroke risk assessments provided an initial overview of the health status within the female social group (PKK).
Persfektif Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis Terhadap Kasus Penyebaran Informasi Hoax Bidang Kesehatan Melalui Media Sosial: Perceptions of Medical Laboratory Technology Students at the National College of Health Sciences regarding Cases of Dissemination of Hoax Information in the Health Sector via SocialMedia Dahlan Sitohang
Journal of Nursing and Health Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v10i1.424

Abstract

The study examines how Medical Laboratory Technology students at the National Health Sciences College perceive the spread of hoax information in the health sector through social media. Utilizing a quantitative approach with a survey method, the research involved random sampling from the student body at the National Health Sciences College of Surakarta. The sampling technique employed was stratified random sampling, resulting in a sample size of 100 students from the total population. Data collection was carried out via an online questionnaire distributed through Google Forms, using a closed format. Descriptive statistical analysis, including percentage analysis, mean, and median, was used to analyze the data. The findings reveal that most students in medical laboratory technology have a good understanding of hoax information and can differentiate it from legitimate news, with 75.3% of respondents being able to distinguish hoaxes from valid information. The majority of respondents are aware of hoax characteristics, such as chain messages and the absence of verification. While many students are not directly involved in spreading hoaxes, there is a growing awareness of their impact. Despite this, hoaxes continue to proliferate on social media, especially regarding health topics like Covid-19. Addressing hoaxes effectively requires a combination of institutional, technological, and informational literacy approaches to enhance public understanding and awareness of false news.