cover
Contact Name
Lery Prasetyo
Contact Email
leryprasetyo@rocketmail.com
Phone
+6282140158300
Journal Mail Official
sabbhata_yatra@radenwijaya.ac.id
Editorial Address
Redaksi Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya Program Studi Pariwisata Buddha Address: Jl. Kantil Bulusulur Wonogiri-Jawa Tengah Kode Pos 57615
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 27455513     DOI : -
Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya is scientific journal which publishes scientific articles about tourism and culture. There are two main basic sciences on this journal, they are: Tourism : tourism plan, tourism management, tourism destination, travelling, gastronomy, pilgrimage, and hospitality Culture : traditions, customs, belief systems, art, history, society, ethnics, culture philosophy, heritage, and society system.
Articles 119 Documents
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PENGGUNAAN JASA TRANSPORTASI PADA BHINNEKA SHUTTLE GARUT Cynthia Mutiara Az Zahra; Dani Adiatma; Stanny Dhamayanty
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2612

Abstract

Perkembangan sektor pariwisata dan mobilitas antarkota di Kabupaten Garut mendorong meningkatnya kebutuhan akan layanan transportasi yang andal dan berkualitas. Salah satu moda transportasi yang banyak digunakan adalah layanan shuttle, termasuk Bhinneka Shuttle Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi keputusan penumpang dalam menggunakan jasa transportasi Bhinneka Shuttle Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap penumpang yang pernah menggunakan layanan Bhinneka Shuttle. Sebanyak 17 indikator yang diperoleh dari pra-penelitian dianalisis menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA) dengan metode ekstraksi Maximum Likelihood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator membentuk satu faktor utama yang bersifat unidimensional. Temuan ini didukung oleh nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) yang sangat tinggi, signifikansi Bartlett’s Test of Sphericity, dominasi eigenvalue faktor pertama, pola scree plot yang jelas, serta factor loading yang kuat dan terpusat pada satu faktor. Faktor utama tersebut merepresentasikan persepsi kualitas layanan secara menyeluruh, mencakup aspek efisiensi perjalanan, kemudahan pemesanan, kepercayaan, kondisi armada, ketepatan waktu, harga, dan pelayanan staf. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan penggunaan jasa Bhinneka Shuttle Garut dipengaruhi oleh persepsi kualitas layanan secara holistik, sehingga peningkatan layanan perlu dilakukan secara terintegrasi.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA PAYUNG TANJUNG, KLATEN DENGAN KONSEP COMMUNITY BASED TOURISM Vivin Rosita Devi; Kris Cahyani Ermawati; Made Prasta Yostitia Pradipta
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan Desa Wisata Payung Tanjung yang dilakukan pokdarwis melalui pemberdayaan masyarakat dan penerapan konsep Community Based Tourism guna mendorong sinergi masyarakat mewujudkan desa wisata berkelanjutan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu mendeskripsikan kembali data yang telah terkumpul dari objek penelitian. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder dengan melalui beberapa Teknik pengumpulan data yaitu studi Pustaka, pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah strategi pengembangan Desa Wisata Payung Tanjung telah terlaksana dengan baik dan terstruktur dengan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tanjung. Namun, pengembangan desa wisata masih menghadapi sejumlah kendala seperti, sebagian masyarakat berfikiran negatif dan yang menghambat partisipasi aktif pengelolaan desa wisata, belum adanya lahan parkir, homestay, warung makan, pemandu wisata, dan pusat oleh-oleh yang memadai, serta atraksi wisata yang monoton. Maka dari itu, solusi dari kendala ini adalah melakukan pelatihan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, meningkatkan fasilitas pendukung pariwisata, dan diversifikasi atraksi wisata.
MODEL COMMUNITY-BASED TOURISM DALAM PENGELOLAAN WISATA RELIGI: STUDI PARTISIPASI UMAT HINDU DI PURA AGUNG GIRI NATHA SEMARANG Lahai Roi; Aurilia Triani Aryaningtyas
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Community-Based Tourism (CBT) dalam pengelolaan destinasi wisata religi di Pura Agung Giri Natha Semarang, menganalisis pola partisipasi umat Hindu, implementasi prinsip-prinsip CBT, serta faktor pendukung dan penghambat partisipasi komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 5 informan dari lima kelompok: pengurus pura, tokoh adat Hindu, pelaku UMKM, ahli pariwisata, dan wisatawan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) dengan tiga siklus koding yang menghasilkan 5 tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi umat Hindu berlangsung dalam tiga dimensi deliberatif, operasional, dan evaluatif yang berlandaskan filosofi ngayah dan Tri Hita Karana. Sistem Tri Mandala terbukti efektif memediasi tegangan antara fungsi sakral dan wisata. Harmoni lintas agama yang organik menjadi keunggulan komparatif destinasi yang sulit direplikasi. Hambatan utama adalah ketiadaan sistem pencatatan kunjungan, keterbatasan infrastruktur, dan kapasitas SDM digital. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan.
INTEGRATING LOCAL PRODUCTS AND EXPERIENTIAL OFFERINGS TO ENHANCE THE COMPETITIVENESS OF PAKINTELAN TOURISM VILLAGE, SEMARANG Aurilia Triani Aryaningtyas; Suwarti; Syamsul Hadi; Taletha Akila; Aura Astaningrum
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2765

Abstract

This study examines how the integration of local products and tourism experiences can enhance the competitiveness of Pakintelan Tourism Village in Semarang. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis involving key stakeholders. The findings show that local products function as cultural-symbolic resources but are still positioned as complementary elements rather than as core components of tourism experiences. Tourism activities remain fragmented, observation-based, and limited in fostering interaction, resulting in weak co-creation of experience and low visitor engagement. This study argues that competitiveness is not solely determined by resource availability, but by how these resources are transformed into meaningful experiences. It proposes a shift from a product-oriented approach to an experience-based approach, where local products serve as experiential media that enable participation and interaction. The study contributes by offering a meaning-based perspective on destination competitiveness within community-based tourism.
REPRESENTASI NILAI BUDAYA DAN KEAGAMAAN DALAM BANGUNAN KATEDRAL Natacha da conçeição rêgo dos santos; Sandra ivonia da conçeição da Silva; Jasmine Qur'ani
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2789

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai budaya dan keagamaan dalam arsitektur Gereja Katedral Jakarta melalui kajian elemen-elemen fasad dan interior bangunan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan wawancara mendalam. Objek penelitian berfokus pada elemen arsitektural utama seperti menara, ornamen, lengkungan, dan kaca patri yang secara visual merepresentasikan nilai budaya dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja Katedral Jakarta mengadopsi gaya Neo-Gotik ya\g mencerminkan akulturasi budaya antara pengaruh Eropa dan konteks lokal Indonesia. Elemen arsitektural seperti tiga menara utama, rose window, serta detail dekoratif merepresentasikan nilai-nilai religius Katolik secara simbolik. Penelitian ini menemukan bahwa bangunan katedral tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai media representasi identitas keagamaan dan warisan budaya yang hidup. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi perspektif pengunjung lintas budaya dalam pemaknaan arsitektur keagamaan yang belum banyak dikaji pada konteks Katedral Jakarta.
INTERAKSI PEMANDU DAN PESERTA DALAM PEMBENTUKAN PENGALAMAN WISATA PADA AKTIVITAS WALKING TOUR Kinanti Aulia Suryadi; Gita Siswhara; Masroulina Sevtiani
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2823

Abstract

Perkembangan wisata berbasis pengalaman mendorong munculnya aktivitas walking tour sebagai bentuk wisata perkotaan yang menekankan interaksi sosial, narasi sejarah, dan pengalaman ruang kota secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana interaksi antara pemandu dan peserta membentuk pengalaman wisata dalam aktivitas walking tour di Bandung, Jakarta, dan Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 21 partisipan yang terdiri atas pemandu dan peserta walking tour. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan bantuan perangkat lunak NVivo melalui proses pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemandu dan peserta menjadi elemen utama dalam pembentukan pengalaman wisata. Interaksi yang dialogis, partisipatif, dan adaptif mampu menciptakan keterlibatan emosional serta pengalaman sosial yang lebih personal bagi peserta. Narasi dan storytelling juga berperan penting dalam membangun keterikatan peserta terhadap ruang kota melalui komunikasi yang komunikatif dan partisipatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman wisata dalam walking tour terbentuk melalui proses co-creation experience yang melibatkan pemandu, peserta, dan ruang kota secara kolektif. Temuan penelitian memperkuat kajian interaksionisme simbolik dalam konteks pariwisata perkotaan serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan wisata berbasis pengalaman di Indonesia.
STRATEGI PENGUATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WISATA UMBUL UDAL-UDALAN, GUNA MEWUJUDKAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Irene Gracela; Widyaningtyas
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi masyarakat, faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi partisipasi, serta perumusan strategi penguatan partisipasi masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka dan kuesioner SWOT. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari pengelola wisata, pemerintah desa, dan masyarakat Dusun Ngudal. Analisis data dilakukan menggunakan tangga partisipasi Arnstein 1969, analisis SWOT, matriks IFE dan EFE, matriks IE, serta kuadran SWOT. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi masyarakat didominasi oleh partisipasi tenaga, waktu, dan sosial, namun masih terbatas pada aspek operasional. Tingkat partisipasi masyarakat berada pada katagori tokenism yang meliputi informing, consultation, dan placation. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengelolaan wisata berada pada posisi Growth and Build dan Kuadran I, sehingga strategi yang tepat adalah strategi pertumbuhan agresif melalui pengembangan atraksi wisata berbasis potensi lokal, penguatan peran BUMDes, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas masyarakat, promosi digital, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
EXPLORING SERUIT AND IT'S TRANSFORMATION, THE HERITAGE CULINARY FROM LAMPUNG INDONESIA Sandi Aderama Handika; Pipin Kusumawati; Moch. Nur Syamsu
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2862

Abstract

Seruit is a traditional cuisine from Lampung, with a blend of Indonesian sambal (chili paste), fish, and various vegetables. In addition to fulfilling dietary requirements, Seruit symbolizes the philosophy, culture, and social values preserved by the Lampung community. The impact of modernization has caused the younger generation to favor trendy and convenient foods for its practicality. To maintain continuous acceptability from diverse groups, adaptive strategies were required in the development of Seruit that maintain its philosophical principles. This research aims to identify the uniqueness of Seruit and its transformations in response to modern demands, ensuring its sustainability and establishing it as a cultural and culinary icon of Lampung Province. This research employed a qualitative methodology with an ethnographic approach. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentary review. Research revealed that the uniqueness of Seruit were attributed to its local ingredients, mixing process of Seruit's ingredients (pijok-pijok), and Seruit's serving and eating styles (nyeruit). Seruit has experienced four transformations to date: preservation techniques, serving styles, sambal variants and ingredients, and consumption space. These transformations expand Seruit's presence in public and commercial areas, while strengthening its status as a cultural and culinary Seruit, Lampung, transformation, heritage, modernization.
STRATEGI ADAPTASI TENTANG EFISIENSI ANGGARAN PEMERINTAH PADA DIVISI SALES & MARKETING THE SUNAN HOTEL SOLO Saptanti Widjaningrum; Agus Solikhin; Titik Akiriningsih
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2865

Abstract

Kebijakan efisiensi anggaran yang ditetapkan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 memberikan pengaruh besar kepada sektor perhotelan di Indonesia. Tujuan penelitian ini diantaranya: 1) untuk mengetahui dampak nyata dan spesifik dari implementasi Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang kebijakan efesiensi anggaran Pemerintah terhadap kinerja bisnis divisi Sales & Marketing The Sunan Hotel Solo, 2) untuk mengetahui strategi adaptasi yang dilakukan dari sisi pasar, operasional, maupun sumber daya manusia oleh divisi The Sunan Hotel Solo, dan 3) untuk mengetahui evaluasi strategi yang efektif yang telah dilakukan divisi Sales & Marketing The Sunan Hotel Solo untuk memitigasi terjadinya penurunan permintaan dari segmen pemerintah akibat Inpres No. 1 Tahun 2025. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis fenomenologi. Hasil penelitian ini antara lain: 1) adanya penurunan tingkat hunian hotel dan kegiatan MICE dari segmen pemerintahan sebagai dampak dari implementasi Inpres No. 1 Tahun 2025; 2) Divisi Sales & Marketing The Sunan Hotel Solo telah melakukan strategi adaptasi: diversifikasi pasar, pemetaan ulang segmen pasar dengan mengubah fokus dari ketergantungan sektor pemerintah ke pasar korporasi dan individu; 3) evaluasi strategi yang efektif yang telah dilakukan divisi Sales & Marketing The Sunan Hotel Solo untuk memitigasi terjadinya penurunan permintaan dari segmen pemerintah antara lain: mitigasi finansial melalui efisiensi internal yang signifikan dan penilaian ketat terhadap pengeluaran aset (CAPEX) dan operasional (OPEX), respons cepat pada operasional melalui pelatihan lintas fungsi bagi staf (cross-training) dan penyesuaian pola kerja untuk melayani karakter tamu baru yang lebih aktif.
SENSORY MARKETING DALAM PENGUATAN WELLNESS DESTINATION BRANDING DI HORTUS MEDICUS TAWANGMANGU Diah Ayu Prawesti Maharani; Widyaningtyas
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2908

Abstract

Hortus Medicus Tawangmangu merupakan destinasi wellness berbasis alam dan herbal di bawah naungan RSUP Dr. Sardjito, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan destination branding melalui pengalaman multisensoris. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan sensory marketing, memahami perspektif wisatawan, serta menganalisis perannya dalam memperkuat wellness destination branding, studi kasus di Hortus Medicus Tawangmangu. Data diperoleh dengan mewawancarai informan pengelola destinasi. Metode netnografi juga digunakan dengan mengumpulkan 107 ulasan pada platform Google Maps, Tiktok Maps, dan Agoda. Observasi langsung juga dilakukan terhadap berbagai unit layanan wellness. Data selanjutnya dipetakan ke dalam berbagai tema yang berkembang melalui proses analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil yang diperoleh bahwa seluruh dimensi sensory marketing (visual, auditory, olfactory, gustatory, dan tactile) telah diterapkan dalam aktivitas wisata dan layanan yang tersedia. Dimensi visual, tactile, dan olfactory menjadi elemen paling dominan dalam membentuk pengalaman wisatawan serta memperkuat identitas, citra, dan loyalitas destinasi. Sementara itu, dimensi auditory dan gustatory masih memerlukan optimalisasi. Sensory marketing yang diterapkan di Hortus Medicus Tawangmangu memperkuat keterkaitan antara pengalaman wisatawan dan pembentukan wellness destination branding.

Page 11 of 12 | Total Record : 119