cover
Contact Name
Muhammad Fahmi
Contact Email
jurnalsostech@gmail.com
Phone
+62895352497063
Journal Mail Official
jurnalsostech@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H No. 1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Sosial dan Teknologi
ISSN : 27745147     EISSN : 27745155     DOI : 10.36418
Journal of Social Technology is a journal published once a month by CV. Syntax Corporation Indonesia. The Journal of Social Technology will publish scientific articles in the broad scope of social sciences and broad technological sciences such as information systems, information technology, and engineering sciences (mechanical, civil, industrial, electrical and others). Published articles are articles from research, studies, lectures or critical and comprehensive scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,043 Documents
Bundo Kanduang dan Kebijakan Inklusif: Sinergi Pemerintah Daerah dan Tokoh Adat Perempuan dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender Wewen Kusumi Rahayu; Muhammad Nuqlir Bariklana
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32820

Abstract

Provinsi Sumatera Barat dikenal sebagai suku Minangkabau dengan sistem kekerabatan matrilineal, yaitu penarikan garis keturunan dari perempuan (ibu). Sistem matrilineal memberikan posisi penting kepada perempuan khususnya dalam struktur kehidupan beradat dan bermasyarakat. Penggambaran peran perempuan tersebut terlihat dari keberadaan Bundo Kanduang yang secara normatif berperan di dalam menjaga keberlanjutan nilai dan norma adat Minangkabau serta pemberdayaan perempuan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Praktik sosial menunjukkan bahwa masih terjadi diskriminasi gender pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan partisipasi politik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Bundo Kanduang dalam konsep kebijakan perlindungan perempuan yang inklusif dengan membangun sinergi pemerintah daerah dengan Bundo Kanduang sehingga bisa mewujudkan kesetaraan gender. Menggunakan pendekatan mixed methods dengan tipe exploratory sequential design diketahui bahwa Provinsi Sumatera Barat mengupayakan kesetaraan gender melalui kebijakan perlindungan perempuan yang inklusif terlihat dari adanya sinergi yang dibangun oleh pemerintah daerah dengan Bundo Kanduang, media massa, praktisi, dan dunia usaha yang dikenal juga dengan konsep Penta helix. Hasil Social Network Analysis (SNA) menunjukkan bahwa sinergi Penta helix yang dibangun oleh pemerintah daerah berjalan sebesar 0,53 dan dinilai cukup kuat.
Analisis Pengaruh Bahan Aditif Semen terhadap Mikrostruktur Tanah Lempung untuk Konstruksi Jalan Gita Virginita Mokoginta; Joice Waani; Semuel Yacob Recky Rompis
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32822

Abstract

Tanah lempung merupakan jenis tanah yang umum ditemukan di Indonesia dan sering menjadi kendala dalam konstruksi perkerasan jalan akibat sifatnya yang ekspansif, berdaya dukung rendah, dan plastisitas tinggi. Stabilisasi tanah menggunakan semen merupakan salah satu metode kimia yang efektif untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lempung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kadar semen (0%, 4%, 6%, 8%, dan 10%) terhadap sifat fisik, kuat tekan bebas (UCS), dan mikrostruktur tanah lempung asal Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Metode penelitian bersifat eksperimen laboratorium kuantitatif, meliputi pengujian pemadatan standar (Modified Proctor), pengujian UCS berdasarkan ASTM D-2166 pada umur pemeraman 7 dan 14 hari, serta analisis mikrostruktur menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan semen menurunkan nilai kadar air optimum (OMC) dari 39,48% menjadi 35,76%, sekaligus meningkatkan kepadatan kering maksimum (MDD) dari 1,275 gr/cm³ menjadi 1,298 gr/cm³. Nilai UCS meningkat secara signifikan, dari 10,421 kPa pada tanah asli menjadi 167,073 kPa pada campuran semen 10% dengan pemeraman 14 hari. Analisis SEM mengonfirmasi terjadinya perubahan mikrostruktur berupa berkurangnya ukuran dan jumlah pori, terbentuknya produk hidrasi Calcium Silicate Hydrate (C-S-H), serta meningkatnya kepadatan struktur partikel tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stabilisasi tanah lempung dengan semen secara efektif meningkatkan sifat mekanik dan kualitas tanah dasar jalan, di mana kadar semen 8% memberikan kuat tekan tertinggi pada pemeraman 7 hari, sedangkan 10% memberikan hasil optimal pada pemeraman 14 hari.
Analisis Transportasi dan Distribusi Energi di PT. Freeport Indonesia Sangbua Dinsol Pirade
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32825

Abstract

Penelitian ini menganalisis sistem transportasi dan distribusi energi di PT. Freeport Indonesia yang beroperasi di wilayah terpencil Papua dengan kondisi geografis ekstrem. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi moda transportasi energi yang digunakan, tantangan operasional, serta sistem penyaluran energi listrik dari PT. Puncak Jaya Power. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, studi dokumen internal PT. Puncak Jaya Power tahun 2024, dan studi literatur terkait regulasi energi nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Freeport Indonesia menggunakan enam moda transportasi energi yaitu pipa, truck, kapal tanker, kereta listrik, konveyor belt, dan helikopter. Kendala utama meliputi medan geografis sulit, cuaca ekstrem, dan faktor keamanan di zona merah akibat kelompok kriminal bersenjata. Untuk distribusi listrik, perusahaan mengoperasikan sistem frekuensi ganda 50 Hz dan 60 Hz dengan SUTT 230 kV sepanjang 118 km dari Portsite ke Tembagapura. PT. Puncak Jaya Power mengelola 3 unit PLTU, 6 PLTD, dan 14 unit Dual Fuel Power Plant dengan total kapasitas 401,75 MW. Rekomendasi penelitian mencakup optimalisasi konveyor belt, percepatan transisi ke PLTMG dual fuel, dan penerapan teknologi smart grid untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi karbon sesuai Permen ESDM No. 12/2015.
Efektivitas Penurunan Kadar Besi (Fe) pada Air Sumur Bor Menggunakan Proses Aerasi Cascade Dilanjut Adsorpsi Menggunakan Arang Limbah Agroindustri Ampas Tebu Dimas Lelono; Hardoyo Hardoyo; Sulastri Sulastri
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32828

Abstract

Kadar besi (Fe) yang tinggi pada air sumur bor dapat membahayakan kesehatan dan membatasi pemanfaatannya sebagai air bersih. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengolahan yang efektif dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi proses aerasi cascade dan adsorpsi menggunakan arang limbah agroindustri ampas tebu dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor. Metode aerasi cascade bekerja dengan mengoksidasi Fe terlarut menjadi endapan yang tidak larut melalui kontak dengan oksigen. Sementara itu, adsorpsi menggunakan arang ampas tebu memanfaatkan sifat adsorben dari arang yang dihasilkan dari limbah tebu untuk menyerap sisa Fe. Arang ampas tebu dipilih karena ketersediaannya yang melimpah dan potensinya sebagai adsorben alami. Sampel air sumur bor diambil dari Fajar Baru Jati Agung, Lampung Selatan, dengan kadar Fe awal 1,83 mg/L, melebihi baku mutu air bersih (1 mg/L). Penelitian ini menggunakan metode batch dengan variabel bebas berupa proses oksidasi (aerasi cascade) dan adsorpsi menggunakan arang ampas tebu, serta variabel terikat berupa penurunan kadar Fe. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi aerasi cascade dan adsorpsi dengan arang ampas tebu sangat efektif, mampu menurunkan kadar besi awal 1,83 mg/L. menjadi 0,0485 mg/L., mencapai efisiensi penurunan 97,3% Efektivitas ini meningkat seiring dengan waktu kontak adsorpsi yang lebih lama, menunjukkan interaksi optimal antara ion besi Idan permukaan adsorben.
Analisis Pengaruh Bentuk Geometrik Jalan Serta Fasilitas Pelengkap Jalan Terhadap Pemilihan Rute Kotamobagu - Amurang Virgina Dian Bayanasari Damopolii; Semuel Yacob Recky Rompis; Joice Waani
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32829

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi geometrik jalan dan fasilitas pelengkap terhadap pemilihan rute perjalanan pada koridor Kotamobagu–Amurang serta menentukan rute prioritas pengguna jalan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis dengan pengumpulan data melalui survei lapangan, observasi kondisi jalan, dokumentasi, dan kuisioner kepada 85 responden yang terdiri dari pengguna kendaraan pribadi, pengemudi angkutan umum, dan pengguna kendaraan logistik, dimana seluruh responden pernah melewati ketiga rute penelitian. Tiga alternatif rute yang dianalisis meliputi Kotamobagu–Tenga–Amurang, Kotamobagu–Modoinding–Amurang, dan Kotamobagu–Ratatotok–Amurang, dengan empat kriteria utama, yaitu alinemen horizontal, alinemen vertikal, lebar jalan, dan penerangan jalan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar jalan menjadi kriteria paling dominan dalam pemilihan rute dengan bobot 0,348, diikuti alinemen horizontal 0,265, penerangan jalan 0,210, dan alinemen vertikal 0,176. Berdasarkan sintesis bobot global, Rute 1 Kotamobagu–Tenga–Amurang memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,567 sehingga menjadi rute paling diprioritaskan pengguna jalan. Rute ini unggul karena memiliki kondisi geometrik dan fasilitas jalan yang lebih baik dibandingkan rute lainnya. Nilai Consistency Ratio (CR ≤ 0,1) menunjukkan bahwa penilaian responden konsisten. Dengan demikian, peningkatan kualitas geometrik dan fasilitas pada rute alternatif perlu dilakukan untuk mendukung keamanan, kenyamanan, efisiensi perjalanan, serta pemerataan pemanfaatan jaringan jalan.
Apostle Paul’s Teaching on the Gifts of the Spirit Based on 1 Corinthians 12– 14:1–25 and Its Application for Believers Today Luther Lawing; Rinto Panus
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32830

Abstract

This research aims to examine the Apostle Paul's teaching on the gift of the Spirit based on 1 Corinthians 12–14:1-25 and apply it to believers today. The research method used was hermeneutics with a grammatical exegesis approach, which includes the analysis of historical and logical contexts, as well as literature studies from various primary and secondary sources. The results of the research show that there are twelve gifts of the Spirit that Paul mentioned, namely: the gifts of speaking with wisdom, speaking with knowledge, faith, healing, performing miracles, prophesying, discerning spirits, speaking in tongues, interpreting in tongues, apostles, prophets, and teachers. The gift of the Spirit is given by the Holy Spirit to every believer for the common good and edification of the body of Christ, not as a measure of personal righteousness. The implementation of the gift of the Spirit for believers today includes: a correct understanding of the meaning of the gift of the Spirit, the application of biblical principles in its use, and the use of the gift to build, counsel, and comfort the congregation. This study recommends that every believer use the gift of the Spirit responsibly, in love, and in accordance with biblical principles, and be able to distinguish between the gift of the Spirit and the deviations that occur in church practice today.
Perlindungan Hukum Bagi Penerima Manfaat Pensiun yang Mengalami Keterlambatan Pembayaran Sehubungan dengan Likuidasi dan Pembubaran Dana Pensiun Pemberi Kerja Sinar Kasih Anthon Sijabat; Wiwik Sri Widiarty; Binoto Nadapdap
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32831

Abstract

Penelitian ini membahas perlindungan hukum bagi penerima manfaat pensiun yang mengalami keterlambatan pembayaran akibat likuidasi dan pembubaran Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) Sinar Kasih. Permasalahan utama penelitian ini berkaitan dengan penyebab terjadinya likuidasi, tanggung jawab pendiri dan/atau pemberi kerja, serta bentuk perlindungan hukum bagi peserta, pensiunan, dan pihak yang berhak atas manfaat pensiun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguraikan bentuk perlindungan hukum serta hak-hak peserta DPPK Sinar Kasih sehubungan dengan dilakukannya likuidasi dan pembubaran, serta untuk menganalisis dan menjelaskan bentuk tanggung jawab pendiri dan/atau pemberi kerja ketika terjadi keterlambatan pembayaran manfaat pensiun sebagai akibat dari proses likuidasi dan pembubaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen hukum, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan pembayaran manfaat pensiun terjadi karena kondisi pendanaan yang memburuk, ketidakmampuan pemberi kerja memenuhi kewajiban iuran, serta proses likuidasi yang membutuhkan inventarisasi aset, verifikasi kewajiban, audit, dan perhitungan aktuaria. Kondisi tersebut berdampak pada kepastian hukum, stabilitas ekonomi peserta, dan efektivitas perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Penelitian ini menegaskan bahwa perlindungan hukum terhadap penerima manfaat pensiun harus diperkuat melalui pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, transparansi proses likuidasi, akuntabilitas tim likuidasi, serta penegasan tanggung jawab pendiri dan pemberi kerja dalam memenuhi hak peserta.
Strategi Kebijakan Akselerasi Transformasi Digitalisasi Pelayanan Kesehatan di RSUD Menuju Efisiensi Pelayanan Syukriah Syukriah
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32833

Abstract

Lamanya waktu tunggu pelayanan rawat jalan di RSUD menjadi indikator belum optimalnya efisiensi dan kualitas layanan kesehatan. Data mengidentifikasi bahwa rata-rata waktu tunggu mencapai 132 menit, jauh di atas standar ≤60 menit. Permasalahan utama yang mendasari kondisi tersebut adalah ketidakakuratan data rekam medis akibat belum optimalnya implementasi Rekam Medis Elektronik (RME), yang diperparah oleh belum adanya regulasi internal yang tegas. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi kebijakan dalam mempercepat transformasi digital pelayanan kesehatan melalui implementasi RME. Metode yang digunakan meliputi analisis kebijakan dengan pendekatan skoring berbasis efektivitas, efisiensi, dan dampak jangka panjang. Hasil analisis menunjukkan bahwa formulasi regulasi internal rumah sakit dalam bentuk peraturan direktur merupakan alternatif kebijakan paling optimal dengan skor tertinggi. Kebijakan ini dinilai mampu mendorong standardisasi proses, meningkatkan kepatuhan penggunaan sistem, serta mempercepat integrasi layanan. Implementasi kebijakan diharapkan menghasilkan sistem RME terintegrasi, peningkatan kapasitas SDM, serta perbaikan alur pelayanan yang berdampak pada penurunan waktu tunggu, peningkatan efisiensi operasional, dan kualitas layanan. Dengan demikian, regulasi internal menjadi instrumen strategis dalam mendukung akselerasi transformasi digital kesehatan di RSUD secara berkelanjutan.
Institutional Position of The Tax Court in The Indonesian Judicial System: Between A Court of First Instance and an Appellate Court Budi Haritjahjono; KMS Herman
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32834

Abstract

The Tax Court plays a central role in resolving tax disputes between Taxpayers and tax authorities in Indonesia. Normatively, the Tax Court is established as a special court within the administrative court system. However, the institutional design of the tax judicial system differs from other judicial environments because it does not adopt a hierarchical structure consisting of courts of first instance and appellate courts. This unique structure raises questions regarding the institutional position of the Tax Court within the judicial system under the Supreme Court. This study aims to analyze the institutional position of the Tax Court in the Indonesian judicial system and to examine whether it should be positioned as a court of first instance or as an appellate-level court. This research employs normative legal research using statutory, conceptual, and case approaches. The analysis focuses on legislation governing the judicial system, particularly laws on judicial power, administrative courts, and the Tax Court, as well as relevant Constitutional Court decisions. The findings indicate that, functionally, the Tax Court examines and adjudicates tax disputes at the first and final instance. Nevertheless, substantively, the cases brought before the Tax Court generally arise after administrative objection decisions, which means that the court performs a review function similar to an appellate examination of administrative tax decisions. Therefore, institutionally, the Tax Court is more appropriately understood as a special court that is structurally equivalent to an appellate-level court within the judicial system under the Supreme Court.
Purification of The Tax Court: Reconstructing A Final and Binding Arbitration Model Within an Independent Tax Law Regime Riztiar Arinta; Megawati Barthos
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32835

Abstract

This study aims to reconstruct the ideal design of the Indonesian Tax Court through the approach of tax law as a systematic lex specialis and a self-contained regime. Current Tax Court practice, which permits Reconsideration (Peninjauan Kembali or PK) before the Supreme Court, is deemed to have transformed an extraordinary legal remedy into a conventional final tier, thereby prolonging uncertainty surrounding the State Revenue and Expenditure Budget (APBN). Through a normative legal research method employing conceptual and comparative approaches across several jurisdictions, namely the United States, Germany, the Netherlands, and Malaysia, this analysis finds that tax disputes should ideally be resolved through a mechanism similar to specialized arbitration, presided over by judges with specific taxation expertise. The results recommend a strict separation of forums: judicial review of regulatory norms should be delegated to the Constitutional Court or the Supreme Court, while disputes over facts and tax assessments should be resolved in the Tax Court on a final and binding basis without further legal remedies. The institutional transition of the Tax Court toward a one-roof system under the Supreme Court, following Constitutional Court Decision Number 26/PUU-XXI/2023, must be interpreted as momentum for the purification of judicial authority. This article offers a concrete blueprint for legislators to amend the Tax Court Law by eliminating the Reconsideration avenue and strengthening the oversight of specialized tax judge.

Page 98 of 105 | Total Record : 1043


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 8 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 6 No. 7 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 9 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 8 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 7 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 5 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 12 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 11 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 10 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 9 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 8 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 7 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 12 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 11 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 10 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 9 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 8 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 7 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 6 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 12 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 11 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 10 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 9 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 7 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 6 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 5 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 12 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 11 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 10 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 9 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 7 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 6 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 5 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH) Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi More Issue