cover
Contact Name
Erna Muliana
Contact Email
erna.muliana@unimal.ac.id
Phone
+6282366792658
Journal Mail Official
arsitekno@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh Jalan Samudera Lama/Sultanah Nahrasiyah Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Arsitekno
ISSN : 2301945X     EISSN : 27767841     DOI : https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1211
Arsitekno is engaged in several scopes, namely: Architecture and Design Urban Design Landscape Architecture History, Theory & Critic Architecture Building Science and Technology Housing and Human Settlement
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno" : 9 Documents clear
DYNAMISM OF SUSTAINABLE URBAN DEVELOPMENT: ECONOMIC, SOCIAL, AND ENVIRONMENTAL INTEGRATION IN JAKARTA CITY PLANNING Prayogi, Bagus
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.17963

Abstract

The phenomenon of urbanization and rural-migration over the past few decades has become inevitable. Many factors affect the movement of the population, such as lack of job opportunities in the area of origin, income inequality, and uneven development. Urbanization and the resulting migrations demand adequate facilities for migrants. The dynamism of sustainable urban development requires economic, social and environmental integration to support and facilitate urbanites. Therefore, this study aims to identify the integration of urban development between economy, social and environment. The city that is the subject of the study is the city of Jakarta, which covers the period from 2015-2022. The data used is panel data by measuring urban development indicators against migration. So the analysis used is also panel data regression. In addition, urban metabolic analysis is also used to identify the most critical indicators of urban development and regions for migrants. Then the author will propose mitigation measures based on an alternative scenario approach.
ACEH TRADITIONAL HOUSE: ADVANTAGE OF THE BUILDING DESIGN IN RESPONDING TO THE TROPICAL CLIMATE Annisa, Astrid; Nasution, Mufti Ali
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18931

Abstract

Tropical architecture is a building design concept that adapts to the tropical climate, which must be able to overcome climate problems. Aceh traditional house commonly called ˜Rumoh Aceh, is the traditional house that is still inhabited by the Acehnese community nowadays. The building design of Aceh traditional houses is proven to have many advantages compared to modern houses nowadays, in terms of structure, construction, and also thermal comfort. The purpose of this paper is to investigate the tropical wisdom in Aceh traditional houses by learning the implementation of the design, to know how it provides comfort for the users. Qualitative research is a method used to identify the effectiveness of the building design strategy of the houses in adapting to tropical climates. The data collection is done through observation, interview, and documentation. The result shows that the Aceh traditional house apply tropical wisdom in its building design. The wisdom of tropical design elements in the houses is seen from the north-south orientation of building mass, the use of stage-form in the building to optimize air circulation, the appropriate placement of air ventilation, the open space for the interior concept, the use of environmentally friendly local material, and the use of sloping roof with a wide overhang to quickly channel rainwater, prevent rain splashes, and prevent strong winds from damaging the roof structure.
ANALISA KELAYAKAN PENERAPAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT PADA KOTA LHOKSEUMAWE Dradisa, Nahrul Hayawan
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18426

Abstract

Lhokseumawe termasuk dalam salah satu kota pusat pertumbuhan di Provinsi Aceh. Pertumbuhan ini ditandai dengan meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi yang marak. Kondisi ini diperparah oleh kondisi pedestrian yang kurang layak dan tidak adanya kendaraan umum berkapasitas tinggi yang tersedia. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini akan memicu lonjakan penggunaan kendaraan pribadi yang lebih masif. Dengan melakukan analisis penilaian konsep melalui prinsip-prinsip TOD, konsep TOD ini memiliki 3 kriteria penilaian untuk mengukur kualitas penerapannya yaitu Gold Standard, Silver Standard, dan Bronze Standard. Pada penelitian kelayakan ini lhokseumawe mendapat nilai 54 dan belum mencukupi nilai minimum Bronze Standard 56 poin. Dengan hasil ini menunjukan potensi cukup baik dan perlu dukungan penuh dari pemerintah agar Kota Lhokseumawe cukup layak menerapkan TOD, ada hal yang harus ditingkatkan lagi agar memenuhi nilai standar minimum penerapan. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dipahami sejauh mana standar TOD telah diimplementasikan di Kota Lhokseumawe dan mengidentifikasi potensi perbaikan untuk pengembangan TOD. Sehingga hasil tersebut dapat dijadikan acuan dalam pengembangan TOD di Kota Lhokseumawe.
PEMANFAATAN GREEN ROOF SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PADA REDESAIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LANCANG KUNING Amelia, Syaranni; Rizal, Yose; Repi, Repi
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18524

Abstract

Penambahan program studi pada Teknik Universitas Lancang Kuning membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana Fakultas untuk pembangunan fasilitas baru. Pembangunan fasilitas baru berdampak pada penurunan luas ruang terbuka hijau. Diperlukan konsep pemikiran yang mengarah ke masa depan untuk mengatasi pembangunan yang terbatas dengan kemajuan teknologi dan keinginan integrasi alam. Konsep eko futuristik merupakan konsep yang mempertimbangkan hubungan antara kehidupan alam dan keberlangsungan makhluk hidup dengan bebas menggunakan ide atau konsep dalam bentuk visual yang inovatif, kreatif, dan unik . Penerapan green roof merupakan salah satu cara mengimplementasikan ruang terbuka hijau yang dapat memberikan efek positif bagi lingkungan Fakultas Teknik. Penerapan green roof berbasis arsitektur eko futuristik ini dapat meningkatkan ekosistem dengan tersedianya tumbuhan, udara dan media tanam yang baik. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan green roof dapat menambah persentase ruang terbuka hijau sebesar 10.3% dari total luas lahan yang tersisa sekaligus dapat menambah persentase bangunan yang dibutuhkan sebesar 78%. Selain itu, penerapan green roof dapat menciptakan kembali ekosistem alam sekitar dan sekaligus dapat memenuhi kebutuhan fungsional ruang.
A HISTORICAL ANALYSIS OF THERMAL COMFORT: THE EVOLUTION OF VENTILATION SYSTEMS AT THE ROYAL VICTORIA HOSPITAL, BELFAST Farahdilla, Suci
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18804

Abstract

The Royal Victoria Hospital in Belfast, founded in the late 18th century, marks a pivotal moment in the evolution of hospital design and healthcare delivery. This paper traces the hospital's development from its origins as the General Dispensary to its transformation into a modern medical facility. Central to this evolution was the architectural vision of William Henman, who introduced the plenum system of mechanical ventilation”an innovative and pioneering approach at the time. This study investigates the impact of Henmans design on thermal comfort and air quality within the hospital, focusing on both the challenges and successes of implementing such a system in the early 20th century. Through the analysis of historical documents and architectural plans, this research offers insights into the relationship between hospital design, patient care, and environmental control. The findings highlight the critical role of thermal management strategies in healthcare architecture and offer lessons for contemporary hospital design in the pursuit of enhanced patient outcomes.
IDENTIFIKASI LANDMARK ARSITEKTUR DAN LANSKAP SEBAGAI ATRAKSI WISATA Aidina, Faiza; Nafil, Akram; Hadinata, Teuku Eka Panny; Annisa, Astrid
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.19154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi landmark arsitektur dan lanskap yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar, dengan fokus pada peran elemen-elemen ini dalam mendukung sektor pariwisata. Melalui pendekatan kualitatif, dilakukan survei lapangan, observasi langsung, dan wawancara dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi berbagai landmark yang menjadi daya tarik wisata. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat 27 atraksi wisata yang terdiri dari landmark arsitektur dan lanskap, yang masing-masing memiliki nilai sejarah, budaya, serta spiritual yang berkontribusi terhadap identitas daerah dan menarik minat wisatawan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pariwisata yang lebih berkelanjutan, yang mempertimbangkan preservasi warisan arsitektur dan lanskap lokal.
EVALUASI RANCANGAN TAMAN BERMAIN DI KOTA MEDAN BERDASARKAN STANDAR RBRA Yacub, Mirzal; Fadila, Meuthia; Nasution, Irma Novrianty
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18391

Abstract

Keberadaan taman bermain pada sebuah kota menjadi hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah keterjaminannya hak anak. Sebagaimana yang diketahui hubungan anak dan bermain menjadi kebutuhan mendasar. Berdasarkan dengan Konvensi Hak Anak (KHA) Tahun 1989 di New York, Amerika Serikat menyatakan bahwa setiap negara mengakui hak anak untuk beristirahat dan bersantai, bermain serta bebagai kegiatan rekreasi yang sesuai dengan usia anak dan dapat berpartisipasi secara bebas dalam kehidupan dan seni. Taman bermain di Kota Medan yang menjadi amatan adalah Taman Beringin (TBR), Taman Gajah Mada (TGM), dan Taman Baldes (TBD) yang di mana obyek ini menjadi distinasi masyarakat (khusus anak-anak) untuk berkegiatan baik secara individu maupun kelompok. Berdasarkan amatan tersebut, Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengevaluasi keberadaan ketiga taman tersebut dengan pendekatan standar Ruang Bermain ramah Anak (RBRA). Pengumpulan data dengan survei lapangan, studi pustakan, serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil temuan yang diperoleh menyimpulkan bahwa kondisi dari ketiga taman (TBR, TGM dan TBD) belumlah memenuhi standar RBRA.
KAJIAN ELEMEN RUANG TERBUKA HIJAU PADA PERUMAHAN GREEN MANSION, KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMUR Karuru, Wawan Ariestianto; Suryani, Sri
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.16703

Abstract

Meningkatnya populasi setiap tahun menciptakan permintaan ruang yang lebih besar, baik untuk tempat tinggal maupun aktivitas lainnya. Kebutuhan hunian tidak lagi terbatas pada pusat kota, tetapi sekarang meluas hingga ke daerah terpencil jauh dari kawasan perkotaan. Pertumbuhan perumahan di daerah pedesaan seringkali mengubah lahan pertanian, perkebunan, atau bahkan daerah perairan. Salah satu contoh perumahan baru adalah "Perumahan Green Mansion," yang terletak di Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Area ini dulunya merupakan area tambak ikan yang sekarang telah diubah menjadi area perumahan. Sebagai daerah yang berkembang pesat dalam sektor perumahan di Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo perlu menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas hidup warganya. Namun, kualitas RTH di kawasan Perumahan Green Mansion memiliki standar kualitas yang kurang baik, sehingga belum bermanfaat maksimal bagi penghuni perumahan dan lingkungan sekitarnya. Kualitas karakteristik elemen-elemen RTH sangat penting untuk menciptakan ruang yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian lebih dari pihak pengembang, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan bahwa RTH yang disediakan di kawasan perumahan memiliki karakteristik yang memenuhi standar kualitas yang baik, serta dapat memberikan manfaat maksimal bagi penghuni perumahan dan lingkungan sekitarnya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji elemen ruang terbuka hijau pada Perumahan Green Mansion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi literatur dan observasi, kemudian menyusun kesimpulan sebagai acuan dalam menindaklanjuti hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan kajian elemen-elemen ruang terbuka hijau yang terdapat pada perumahan Green mansion seperti taman, hutan, jalur hijau, dan pekarangan rumah belum memenuhi standar kualitas RTH yang baik.
IMPACT OF WINDOW-TO-WALL RATIO, GLASS REFLECTANCE, AND SURFACE REFLECTANCE ON INDOOR ILLUMINANCE: A SIMULATION STUDY USING DIALUX Budhiyanto, Aris
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18544

Abstract

The growing adoption of window facades in buildings has enhanced the use of daylighting, which has generally been well-received by occupants. However, the effectiveness of daylighting in interior spaces can be influenced by several factors, including the window-to-wall ratio (WWR), glass visible transmittance (VT), and the reflectance of walls, ceilings, and floors. This study investigates how these factors affect indoor average illuminance. To model the indoor lighting environment and adjust these factors, a simulation method using DIALux software was employed. Multiple linear regression analysis was then used to assess the impact of each factor on average illuminance. The results reveal that WWR and VT are the most significant variables, with their increases leading to substantial improvements in illuminance, though the benefits diminish at higher levels. In contrast, ceiling and floor reflectance have minimal effects, with ceiling reflectance being the least impactful. The regression analysis validates the model's high predictive accuracy and highlights the critical role of WWR and VT in achieving optimal lighting conditions.

Page 1 of 1 | Total Record : 9