Indonesian Journal of Natural Science Education
Indonesian Journal of Natural Science Education is a science and science education journal. The scope of articles published in the Indonesian Journal of Natural Science Education is a study in articles in the fields of Science Education, Biology Education, Physics Education, Chemistry Education, Science Learning Technology, Environmental Sciences, Biology, Physics, and Chemistry.
Articles
81 Documents
PENTINGNYA LITERASI SAINS PADA PEMBELAJARAN IPA SMP ABAD 21
Utami Dian Pertiwi;
Rina Dwik Atanti;
Riva Ismawati
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 1, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/nse.v1i1.173
Artikel ini ditulis dengan maksud membangun kesadaran literasi sains pada pembelajaran IPA SMP pada abad 21. Artikel ini disusun berdasarkan penilaian PISA dimana Indonesia berada diperingkat rendah dalam pencapaian siswa-siswi untuk sains, membaca, dan matematika. Sehingga hal ini melatarbelakangi pentingnnya literasi sains dalam mengembangkan Pendidikan IPA terutama pada abad 21. Metodologi penulisan yang digunakan adalah kajian pustaka yang berisikan tinjauan mengenai pentingnya literasi sains dari berbagai sumber pustaka. Artikel ini membahas mengenai pembelajaran IPA SMP yang diterapkan pada abad 21 dengan paradigma pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Keberhasilan pembelajaran literasi sains ditunjukkan apabila peserta didik memahami apa yang dipelajari serta dapat mengaplikasikannya dalam menyelesaikan berbagai kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran literasi sains penting bagi peserta didik untuk memahami apa yang dipelajari. Literasi sains dinilai cocok dan penting untuk mengembangkan pembelajaran IPA SMP abad 21.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
hamidah hamidah
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/nse.v3i2.1197
Media berfungsi untuk mengarahkan peserta didik mendapatkan berbagai pengalaman belajar. Pengalaman belajar tergantung pada interaksi peserta didik dengan media. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan keberhasilan mengembangkan media pembelajaran monopoli berbasis kearifan lokal dengan model pembelajaran demostrasi pada klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D dan diuji pada 35 peserta didik kelas VII G SMPN 9 Banjarmasin. Validitas media monopoli dilihat berdasarkan hasil validasi oleh para ahli, kepraktisan dilihat berdasarkan respon peserta didik dan efektifitas dapat dilihat berdasarkan hasil tes pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas media monopoli memperoleh persentase 99,24% dengan kategori sangat valid. Kepraktisan media monopoli memperoleh rata-rata 3,91 dengan kategori praktis, dan efektivitas media monopoli diperoleh berdasarkan perhitungan N-Gain 0,63 dengan kategori sedang / efektif yang akan digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan media monopoli berbasis kearifan lokal sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran.
UPAYA MENINGKATKAN LITERASI SAINS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOSAINS
Utami Dian Pertiwi;
Umni Yatti Rusyda Firdausi
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 2, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/nse.v2i1.476
Artikel ini ditulis dengan maksud membangun kesadaran akan pentingnya pembelajaran berbasis etnosains dalam pembelajaran IPA sebagai upaya untuk meningkatkan literasi sains terutama pada pembelajaran IPA abad 21. Artikel ini disusun berdasarkan penilaian PISA dimana Indonesia berada pada peringkat yang rendah dalam pencapaian peserta didik untuk bidang sains, membaca, dan matematika. Sehingga hal ini melatarbelakangi pentingnya pembelajaran berbasis etnosains sebagai upaya meningkatkan literasi sains dalam mengembangkan Pendidikan IPA abad 21. Metodologi penulisan yang digunakan adalah kajian pustaka yang berisikan tinjauan mengenai pentingnya pembelajaran etnosains dari berbagai sumber pustaka. Artikel ini membahas mengenai pembelajaran sains berbasis etnosains sebagai upaya meningkatkan literasi sains dalam pembelajaran IPA SMP pada abad 21 dengan paradigma pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta dapat mengaplikasikannya dalam menyelesaikan berbagai masalah dikehidupan sehari-hari. Etnosains mendukung peserta didik untuk senantiasa menambah ilmu-ilmu pengetahuan melalui budaya yang berkembang disekitarnya. Pengetahuan berbasis etnosains bukan hanya tentang kearifan lokal saja, namun pengetahuan abstrak yang terkandung dalam budaya itu sendiri. Keberhasilan pembelajaran literasi sains ditunjukkan apabila peserta didik memahami apa yang telah dipelajari serta dapat mengaplikasikannya dalam menyelesaikan berbagai masalah dikehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis etnosains penting untuk membantu meningkatkan literasi sains sehingga pembelajaran berbasis etnosains dinilai cocok dan penting sebagai upaya meningkatkan literasi sains dalam mengembangkan Pendidikan IPA SMP abad 21.
KUALITAS MATA AIR SEMBIR UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH
Riva Ismawati, M.Si.
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 3, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/nse.v3i1.875
ABSTRAKTujuan dari penelitian yang telah dilakukan yaitu untuk mengetahui kualitas air bersih yang berasal dari mata air Sembir ditinjau dari parameter fisik, parameter biologi, dan parameter kimia berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017. Sampel merupakan air bersih yang bersumber dari mata air Sembir yang terletak di Dusun Kandren, Desa Banjarsari, Kecamatan Windusari, KAbupaten Magelang. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode pengambilan sampel sesaat yang menunjukkan karakteristik air pada saat itu (grab sampling). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel air bersih memenuhi standar baku mutu air berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017. Dengan demikian, air bersih yang bersumber dari mata air Sembir dapat dimanfaatkan untuk keperluan higiene sanitasi.
Analisis Kelayakan Modul Petunjuk Praktikum Anatomi dan Fisiologi Mahkluk Hidup
Rina Rahayu;
Riva Ismawati
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/nse.v3i2.1185
Pendidikan sebagai salah satu media dalam pengembangan berbagai aspek kehidupan. Pembelajaran sebagai proses yang ada didalamnya haruslah mampu memberikan kegiatan yang bermakna. Artinya pembelajaran tersebut mampu mengasah berbagai kemampuan bahkan keterampilan dari mahasiswa. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran diantaranya yaitu ketersediaan modul sebagai penunjang dalam kegiatan atau proses pembelajaran dikelas. Modul dalam penelitian ini yaitu modul petunjuk praktikum anatomi dan fisiologi makhluk hidup sebagai salah satu modul yang sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji kelayakan modul petunjuk praktikum anatomi dan fisiologi makhluk hidup. Jenis penelitian ini yaitu research and development yang dimodifikasi dalam tiga tahap yaitu tahapan penelitian dan pengumpulan informasi, tahap desain modul dan tahap pengembangan modul. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan studi literatur. Hasil yang diperoleh nantinya akan diolah dengan analisis diskriptif melalui uji kelayakan oleh ahli materi maupun ahli media dari dosen pendidika biologi Universitas Tidar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk modul petunjuk anatomi dan fisiologi makhluk hidup layak untuk digunakan sebagai panduan dalam kegiatan praktikum dengan nilai 81%. Ini dilihat dari aspek yang ada dalam instrumen validasi diantaranya yaitu segi desain sampul modul, isi modul, bahasa, penyajian, kontekstual.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN 1 NGAWEN
Ivan Setia Arianto;
Bambang Subali;
Suharto Linuwih
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 1, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/nse.v1i2.288
Model Project Based Learning memberikan ilmu dan pengalaman siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri, dan mencapai puncaknya untuk menghasilkan produk/hasil karya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan model Project Based Learning pada sub pokok bahasan tekanan zat cair. Pengambilan sampel dengan teknik simple ramdom sampling. Data penelitian berupa hasil belajar siswa yang terdiri dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif diperoleh hasil 82,03%. Aspek afektif diperoleh nilai rerata sebesar 81,12% dan aspek psikomotorik diperoleh nilai rerata sebesar 81,25% yang termasuk dalam kriteria sangat baik. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Project Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada sub pokok bahasan tekanan zat cair.
ALAT PEMETIK KOPI “APIK” PENERAPAN KONSEP PESAWAT SEDERHANA
muhammad nabil;
Dias Novi Widiyanto;
Nurul Inayah;
Eka Putri Kurniasari;
Jihat Bimanata;
Eko Juliyanto
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 2, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/nse.v2i2.508
Kopi merupakan salah satu produk unggulan tanaman perkebunan di Indonesia untuk ekspor 70% dan 30% untuk konsumsi domestik. Perkembangan teknologi modern sekarang ini bisa dibilang sangat pesat berkembang, seperti adanya penemuan alat pemetik kopi “APIK”. Hadirnya alat ini dapat menjadi solusi cerdas untuk meningkatkan efisiensi tenaga, keselamatan kerja, dan sosial ekonomi pada proses pemanenan kopi di Dusun Gamblok, Desa Mento, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Konsep alat ini menggunakan tuas golongan I yang terdiri dari bagian pemetik yaitu dengan jari-jari pada bagian titik beban dan pegangan pemetik kopi sebagai titik kuasa. Alat ini dilengkapi dengan jaring yang terpasang pada alat serta dilengkapi troli untuk menampung dan mengangkut hasil panen. Penggunaan alat pemetik kopi ini cukup mudah dengan memasukkan alat pada tangkai buah kemudian menjepitnya. Berdasarkan pengujian yang dilakukan bersama kelompok tani, petani merespon baik dengan adanya temuan alat ini dan sistem kerja alat sudah sesuai dengan konsep pemetikan kopi.
STEM DALAM PEMBELAJARAN IPA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4. 0
Suwito Singgih
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 3, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/nse.v3i1.873
The era of the industrial revolution 4.0 has an impact on science education to be able to prepare individuals who have competent competence in facing various challenges in the future, by applying technological advances in learning science. The STEM approach provides alternatives in science learning in an integrated manner with technology, engineering and mathematics. This study provides an overview of the role of STEM in learning science in the era of the industrial revolution 4.0. Based on the results of the research that was studied showed that STEM can direct the study of science closely related to technology, so that science has an important role in preparing superior human resources, both soft kill and hard skill. Science has a role in encouraging students to be able to apply their understanding of science in producing a work of technology that can be meaningful in everyday life. Through science learning, students can practice in developing their ability to think systematically, logically, and critically, so that it can be used to make discoveries and engineering by applying scientific steps.
LITERASI LINGKUNGAN DALAM KURIKULUM 2013 DAN PEMBELAJARAN IPA DI SD
Diana Kusumaningrum
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 1, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/nse.v1i2.255
ABSTRAKLiterasi lingkungan merupakan kemampuan individu dalam memahami dan menafsirkan kondisi lingkungan, dari hasil pemahaman dan penafsiran tersebut maka individu tersebut dapat memutuskan tindakan yang tepat dalam mempertahankan, memulihkan serta meningkatkan kondisi lingkungan. Tujuan dari penanaman literasi lingkungan sebagai karakter siswa adalah untuk mempersiapkan orang-orang yang sadar lingkungan sehingga masalah-masalah lingkungan dapat diatasi. Kemampuan literasi lingkungan ini sangat penting ditanamkan menjadi sebuah karakter sejak dini, karena pendidikan karakter pada anak-anak akan tertanam dalam jangka panjang. Penilaian kemampuan literasi lingkungan terdiri dari empat komponen yaitu pengetahuan tentang lingkungan, kemampuan kognitif, sikap dan perilaku seseorang terhadap lingkungan. Berbagai usaha dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki kemampuan literasi lingkungan, salah satunya melalui pembelajaran di sekolah namun literasi lingkungan belum terintegrasi dalam kurikulum di SD. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji dan memberi gambaran mengenai kesesuaian literasi lingkungan dalam kurikulum 2013 dan pembelajaran IPA di SD, sehingga memunculkan upaya untuk memasukkan muatan literasi lingkungan dalam kurikulum 2013 sehingga bisa terintegrasi dalam pembelajaran di SD. Dalam makalah ini akan dikaji beberapa hal, antara lain pengukuran kemampuan literasi lingkungan, muatan literasi lingkungan dalam kurikulum 2013, dan pembelajaran IPA di SD untuk mengembangkan kemampuan literasi lingkungan.Kata Kunci: kurikulum 2013, literasi lingkungan, pembelajaran IPA di SD
JASA DESAIN GRAFIS “WALANG KERIK” SEBAGAI TERAPAN UNSUR SAINS DAN MEDIA PELESTARIAN KEBUDAYAAN
Muhammad Yusrul Falah;
Nur Ardiansyah;
Zulkifli Sulistiyono;
Jihat Bimananta;
Eli Trisnowati
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 2, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/nse.v2i1.497
Usaha yang kami jalankan adalah sebuah jasa desain grafis yang kami beri nama “Walang Kerik” diamana hasil desain yang kami produksi mengangkat tema kebudayaan Indonesia. Dengan mengangkat tema kebudayaan ini kami bertekad untuk terus memperkenalkan budaya yang dimiliki Indonesia supaya tidak tergerus oleh zaman. Kegiatan usaha ini dilakukan selama lima bulan. Dana yang diberikan sudah kami gunakan sepenuhnya sehingga pada aspek alat dan bahan yang diperlukan semua sudah terpenuhi. Pada aspek promosi pun kami sudah melaksanakan promosi secara online dan offline, pada lima bulan perjalanan usaha ini, pendapatan yang diperoleh dari usaha ini sudah melebihi target yang ditentukan. Usaha ini memiliki peluang pasar yang baik karena di daerah Magelang jasa desain yang mencantumkan unsur budaya belum ada, meskipun ada hanya sebagian kecil dan itupun mungkin hanya karena permintaan dari konsumennya bukan karena inisiatif desainernya. Respon dari para konsumenpun menunjukkan bahwa mereka mengalami kepuasan terhadap hasil desain yang kami buat. Mereka puas karena pengerjaan dari desain yang dipesan tergolong cepat dan mereka juga terkesan karena ternyata budaya yang dimiliki Indonesia sangat menarik jika dituangkan dalam sebuah desain. Dengan semakin banyak desain yang kami buat dan semakin banyak jenis budaya yang kami tuangkan membantu budaya yang dimiliki Indonesia tetap dikenal disetiap generasinya.