cover
Contact Name
siswanto
Contact Email
siswanto@untidar.ac.id
Phone
+6281219744107
Journal Mail Official
ijnse@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman No. 39, Potrobangsan, Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Natural Science Education
Published by Universitas Tidar
ISSN : 26218747     EISSN : 26218755     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Indonesian Journal of Natural Science Education is a science and science education journal. The scope of articles published in the Indonesian Journal of Natural Science Education is a study in articles in the fields of Science Education, Biology Education, Physics Education, Chemistry Education, Science Learning Technology, Environmental Sciences, Biology, Physics, and Chemistry.
Articles 81 Documents
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP TEMA CAHAYA Heny Sholikhatul Awwaliyah; Rina Rahayu; Ahmad Muhlisin
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 4, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v4i2.1899

Abstract

The study aims to analyze the worthiness, the effectiveness, and the practical science e-module flipbook-based as the learning material to improve students’ learning motivation in light topic and its benefits for life. The writer decided to develop teaching material to support online class such as e-module flipbook-based. This study is research and development (R&D) using ADDIE model. This study used Likert Scale with particular interval as data analysis technique. To know the worthiness of the data, the writer used validation sheets which had been validated by e-module expert and material expert and its result is categorized as worthy. Then, the effectiveness of the data used motivation questionnaires which are given before and after the learning process. The practical level had been done from the questionnaire of students and teachers’ response. The results of this study showed that e-module can be categorized as worthy, effective, and practical to use. Therefore, it can be concluded that the development of e-module flipbook-based to improve students’ learning motivation achieves the expected objectives and help the teachers as a reference in developing an interesting learning material for students to improve their learning motivation when they do online class.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SMP SETELAH MEMBACA TEKS ILMIAH: STUDI PADA TOPIK KEMAGNETAN Dewi Inda Musni; Siswanto Siswanto; Eli Trisnowati
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 4, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v4i2.1970

Abstract

Pembelajaran yang guru laksanakan yaitu memberikan teks untuk dibaca siswa kemudian dilanjutkan dengan memberikan soal yang harus dikerjakan siswa. Hal tersebut dapat memungkinan munculnya miskonsepsi pada siswa. Pada saat ini belum terpetakan kemungkinan terjadinya miskonsepsi setelah siswa membaca teks ilmiah pada topik kemagnetan. Berdasarkan uraian tersebut penelitian ini bertujuan menganalisis miskonsepsi siswa setelah membaca teks ilmiah pada topik kemagnetan bertema teori dasar kemagnetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Hasil temuan menunjukkan bahwa pada setiap soal tes terdapat siswa yang mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi yang dialami siswa adalah bertolak belakang dengan konsep yang benar. Jawaban untuk setiap soal tes terdapat pada teks yang dibaca siswa, namun siswa yang mengalami miskonsepsi tidak dapat menjawab dengan tepat. Sebagian siswa yang mengalami miskonsepsi dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian teks yang menjadi jawaban namun mereka tidak menggunakannya untuk menjawab soal tes. Sebagian siswa lainnya yang mengalami miskonsepsi tidak dapat menyebutkan maupun menjelaskan bagian teks yang menjadi jawaban. Kemampuan pemahaman setiap siswa menentukan bagaimana mereka dapat memahami suatu konsep. Untuk itu siswa sangat membutuhkan bimbingan dari guru.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIMAYANG TIPE II DENGAN METODE GASING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA Asnidar Alibas; Nancy Susianna; Mira Rosalina
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 5, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v5i1.2444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran peningkatan penguasaan konsep dan motivasi belajar siswa SMA menggunakan model pembelajaran SiMaYang Tipe II dengan metode Gasing dan melihat perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran SiMaYang Tipe II dengan metode Gasing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control group desain yang dilaksanakan di kelas X SMAN 22 Kabupaten Tangerang. Penentuan sampel menggunakan teknik sampling purposive dan didapatkan sampel penelitian kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data penguasaan konsep menggunakan soal tes sedangkan untuk sikap motivasi belajar menggunakan angket. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai rata-rata N-Gain penguasaan konsep yang tergolong dalam kategori tinggi, selain itu berdasarkan hasil uji Wilcoxon terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Untuk motivasi belajar diperoleh nilai rata-rata yang tergolong dalam kategori tinggi. Artinya model pembelajaran SiMaYang Tipe II dengan metode Gasing dapat meningkatkan penguasaan konsep dan motivasi belajar siswa. Hasil analisis N-Gain penguasaan konsep untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep yang signifikan antara kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran SiMaYang Tipe II dengan metode Gasing. 
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MEREPRESENTASIKAN GRAFIK HUBUNGAN KECEPATAN TERHADAP WAKTU Agista Sintia Dewi Adila; Ismun Nisa Nadhifah; Harsi Admawati; Ayu Lestari; Dea Santika Rahayu
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v5i2.2841

Abstract

Pembelajaran secara daring selama pandemi Covid-19 berpotensi besar menyebabkan penurunan kemampuan belajar peserta didik. Salah satu kemampuan belajar yang perlu dianalisis adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi yang berkaitan dengan pemahaman konsep. Analisis tersebut sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan penentuan strategi pembelajaran yang tepat pada masa pembelajaran tatap muka di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan mahasiswa dalam merepresentasikan grafik hubungan kecepatan terhadap waktu. Subyek penelitian terdiri dari 104 mahasiswa Semester 1 Prodi Pendidikan IPA Universitas Tidar yang mengikuti perkuliahan Mekanika dan Fluida. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan instrumen berupa empat soal pilihan ganda beralasan yang diadaptasi dari FMCE. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik deskriptif untuk mengetahui pemahaman dan kesulitan mahasiswa dalam menganalisis grafik hubungan kecepatan terhadap waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata 65% mahasiswa telah memahami grafik hubungan kecepatan terhadap waktu. Kesulitan yang dialami mahasiswa dalam representasi grafik berkaitan dengan konsep perpindahan, arah gerak benda, dan keadaan benda yang berhenti. Berdasarkan teori belajar kognitif, kemampuan mahasiswa dalam menganalisis grafik setelah mengikuti pembelajaran tatap muka berkaitan dengan kemampuan berpikir secara abstrak sesuai dengan tahap perkembangan kognitif formal operasional.
DESKRIPSI PEMAHAMAN MULTIREPRESENTASI KIMIA PADA MATERI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA KELAS XII Irvan Hidayat; Latisna Dj
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v5i2.2771

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman multirepresentasi kimia siswa pada materi Redoks dan Elektrokimia kelas XII MAN 2 Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif.  Subjek penelitian ini adalah kelas XII IPA 4 MAN 2 Kota Padang yang diambil secara acak dengan beranggotakan 35 orang siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian dan wawancara, soal yang diberikan mencakup 3 level representasi dengan teknis analisis data Miles & Huberman serta pengolahan data dengan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan persentase pemahaman level makroskopik sebesar 65% (kategori cukup), level simbolik sebesar 62% (kategori cukup), dan level submikroskopik sebesar 20% (kategori sangat kurang). ABSTRACTThis study aims to describe students' understanding of multi-representation of chemistry in Redox and Electrochemistry material for class XII MAN 2 Padang City. This type of research is a quantitative descriptive research. The subject of this study was class XII IPA 4 MAN 2 Padang City which was taken randomly with 35 students as members. The instruments used were descriptive tests and interviews. The questions covered included 3 levels of representation using technical analysis data from Miles & Huberman and data processing using Microsoft Excel. The results showed that the proportion of understanding at the macroscopic level was 65% (enough category), the symbolic level was 62% (sufficient category), and the sub-microscopic level was 20% (very poor category).
EFEKTIVITAS MODUL TERMOKIMIA BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Ray Alfandi Gunawan; Yerimadesi Yerimadesi
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v5i2.2765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dari modul termokimia berbasis discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah quasi experiment dengan desain penelitian berbentuk pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA SMAN 13 Padang sebanyak tujuh kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yaitu teknik pemilihan sampel dengan sedemikian rupa yang di uji berdasarkan uji normalitas dan homogenitas pada nilai raport peserta didik, tahap selanjutkan mengacak atau merandom kelas sampel, pada penelitian ini memiliki 2 kelas sampel untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga terpilih kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 6 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen melaksanakan proses pembelajaran menggunakan modul termokimia berbasis discovery learning, sedangkan kelas kontrol melaksanakan proses pembelajaran tanpa menggunakan modul tetapi menggunakan bahan ajar yang biasa digunakan disekolah yaitu LKPD. Instrumen penelitian berbentuk soal pretest-posttest yang dinyatakan valid, reliabel, memiliki daya beda soal, dan indeks kesukaran yang baik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai N-Gain pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai masing-masing adalah 0,82 dan 0,72. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh nilai thitung > ttabel yaitu 2,19 > 1,99. Dengan demikian, penggunaan modul termokimia berbasis discovery learning efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. ABSTRACTThis study aims to analyze the effectiveness of the thermochemical module based on discovery learning on student learning outcomes. This type of research was quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The population of this study were all seven grade XI MIPA students at SMAN 13 Padang. The sampling technique uses simple random sampling technique, namely the technique of selecting samples in such a way that is tested based on normality and homogeneity tests on students' report cards, the next stage is randomizing or random sample classes, in this study there are 2 sample classes for the experimental class and the control class , so that class XI MIPA 2 was chosen as the experimental class and XI MIPA 6 as the control class. The experimental class carried out the learning process using a thermochemical module based on discovery learning, while the control class carried out the learning process without using a module but using teaching materials commonly used in schools, namely LKPD. The research instrument was in the form of pretest-posttest questions which were stated to be valid, reliable, had good discriminating power, and a good index of difficulty. Based on the results of the research that has been done, it was found that the N-Gain value in the experimental class was higher than the control class with respective values being 0.82 and 0.72. Based on the hypothesis test using the t-test, the value of tcount > ttable is 2.19 > 1.99. Thus, the use of thermochemical modules based on discovery learning is effective in improving student learning outcomes.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS KONTEKSTUAL TERINTEGRASI QR CODE UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SISWA Nur Arifah
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v5i2.2620

Abstract

ABSTRAKDi era perkembangan teknologi yang sangat pesat, pembiasaan literasi digital diperlukan mulai dari lingkup kelas. Oleh karena itu, dibutuhkan peran guru untuk melatih membiasaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk: 1) menguji validitas modul pembelajaran fisika berbasis kontekstual terintegrasi QR code; 2) menguji kepraktisan pembelajaran fisika berbasis kontekstual terintegrasi QR code; serta 3) menguji keefektifan modul pembelajaran fisika berbasis kontekstual terintegrasi QR code untuk meningkatkan literasi digital siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model 4-D (define, design, develop, and disseminate). Teknik pengumpulan data melalui observasi dan penyebaran angket. Instrumen yang digunakan berupa instrumen angket validitas modul, instrumen angket praktikalitas, dan instrumen angket efektivitas. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis validitas produk, analisis kepraktisan produk, dan analisis uji t untuk menguji keefektifan produk dalam meningkatkan literasi digital siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) modul pembelajaran fisika berbasis kontekstual terintegrasi QR code layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan hasil skor persentase kelayakan modul 86% yang termasuk ke dalam kategori sangat layak; 2) modul pembelajaran fisika berbasis kontekstual terintegrasi QR code praktis untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan hasil skor persentase kepraktisan modul sebesar 85,8% yang masuk ke dalam kategori sangat praktis, dan 3) modul pembelajaran fisika berbasis kontekstual terintegrasi QR code efektif untuk meningkatkan literasi digital siswa.ABSTRACT In an era of very rapid technological developments, digital literacy habituation is needed starting from the classroom. Therefore, it takes the role of the teacher to practice this habit. The purpose of this study is to: 1) test the validity of the integrated contextual-based physics learning module QR code; 2) testing the practicality of learning physics based on contextual integrated QR code; and 3) testing the effectiveness of the contextual-based physics learning module integrated with QR code to increase students' digital literacy. This study uses Research and Development (R&D) with a 4-D model (define, design, develop, and disseminate). Data collection techniques through observation and questionnaires. The instruments used were module validity questionnaires, practicality questionnaires, and effectiveness questionnaires. The data analysis techniques used are product validity analysis, product practicality analysis, and t-test analysis to test the effectiveness of products in increasing students' digital literacy. The research results show that; 1) the integrated contextual-based physics learning module QR code is feasible for use in learning activities with a module eligibility percentage score of 86% which is included in the very feasible category; 2) contextually integrated physics based learning module practical QR code for use in learning activities with a practicality score of 85.8% which is in the very practical category, and 3) contextually integrated QR code based physics learning module is effective for increasing literacy digital students.
DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI SENYAWA HIDROKARBON DI SMA PERTIWI 1 PADANG Niken Oktania; Latisma DJ; Junaedi Syarkawi
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v5i2.2772

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian bertujuan untuk menentukan persentase kesulitan belajar dan mendeskripsikan faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa kelas XI MIPA tahun ajaran 2022/2023 pada materi senyawa hidrokarbon yang berjumlah 32 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrument tes diagnostik berupa tes diagnostik three-tier multiple choice yang sudah valid dan teruji reliabilitasnya. Selain itu, pada penelitian ini juga dilakukan pemberian angket untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar siswa dari faktor internal dan faktor eksternal. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada materi senyawa hidrokarbon di kelas XI MIPA 1 SMA Pertiwi 1 Padang berada pada kategori cukup tinggi yaitu sebesar 55,4%. Persentase kesulitan belajar paling tinggi terdapat pada indikator ke-2 yaitu mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam senyawa hidrokarbon sebesar 75,1% berada pada kategori tinggi. Faktor internal yaitu minat (79,4%), motivasi (65,7%), dan bakat (73,5%). Sedangkan faktor eksternal yaitu metode mengajar guru (77,2%).
EFEK PREVENTIF EKSTRAK DAUN KENTUT (Paederia foetida L.) TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-6 PADA MENCIT MODEL SEPSIS YANG DIINDUKSI Escherichia coli Lisa Savitri; Elfred Rinaldo Kasimo
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v5i2.2778

Abstract

Sepsis adalah keadaan darurat medis yang menggambarkan respons imunologis sistemik tubuh dan perubahan nukleotida pada gen yang mengkodekan interleukin-6 (IL-6) yang menghasilkan polimorfisme sehingga meningkatkan faktor risiko kematian karena sepsis. Terapi berbasis imunoterapi yang ditargetkan sebagian besar belum terbukti efektivitasnya sejauh ini. Sehingga, diperlukan tindakan yang lebih mengarah pada tindakan preventif, salah satunya dengan daun kentut (Paederia foetida L.). Mencit yang telah diadaptasikan diberikan perlakuan selama 14 hari dengan variasi sebagai berikut: 1) kelompok mencit yang tidak diberikan sonde lambung (N), 2) kelompok mencit diberikan aquades, 3) kelompok mencit diberikan ciprofloxacin, 4) kelompok diberikan ekstrak daun kentut dengan dosis 100 mg/kgBB, 5) kelompokmencit diberikan ekstrak daun kentut dengan dosis 300 mg/kbBB, 6) kelompok mencit diberikan ekstrak daun kentut dengan dosis 500 mg/kgBB. Mencit yang telah diberikan perlakuan diinjeksi pada bagian peritoniumnya dengan E. coli dengan dosis 1x105 CFU/mL. Mencit setelah 24 jam pasca pemaparan polimikroba sepsis akan memperlihatkan kejadian apoptosis. Berdasarkan hasil ELISA didapatkan kadar IL-6 N sebesar 1625,83 pg/mL, K- sebesar 2656,17 pg/mL, K+ sebesar 2033,21 pg/mL, P1 sebesar 2272,67 pg/mL, P2 sebesar 2175,83 pg/mL, P3 sebesar  2064,83 pg/mL. Mekanisme antiinflamasi pada sepsis diduga disebabkan adanya kandungan saponin, flavonoid, dan minyak atsiri yang terdapat di dalam ekstrak daun kentut. Mekanisme antiinflamasi yang paling mungkin adalah diduga saponin mampu berinteraksi dengan banyak membran lipid, seperti fosfolipid yang merupakan prekursor prostaglandin dan mediator inflamasi lainnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ERP UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP N 23 SEMARANG Wartini Wartini; D. Anna Mulia V.; Novi Ratna Dewi
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023) : Juni
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v6i1.3363

Abstract

Pembelajaran yang dilakukan guru belum optimal dalam meningkatkan keterampilan komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan keterampilan komunikasi melalui penerapan model pembelajaran ERP (Engange, Research, Present). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas.  Penelitian ini dilaksanakan  pada mata pelajaran IPA Tahun Pelajaran 2022/2023 semester genap. Subyek penelitian ini adalah 32 peserta didik kelas VIIIB SMP Negeri 23 Semarang. Instrumen penelitian ini adalah lembar tes keterampilan komunikasi dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Adapun tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran ERP dapat meningkatkan keterampilan komunikasi yang ditunjukkan dengan peningkatan presentase nilai rata-rata keterampilan komunikasi. Presentase nilai rata-rata keterampilan komunikasi pada prasiklus sebesar 58,84 % dengan kategori kurang baik meningkat pada siklus I sebesar dengan presentase 71,09 % kategori baik, kemudian meningkat pada siklus II sebesar dengan presentase 81,09% kategori sangat baik. Model pembelajaran ERP dapat digunakan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi.