cover
Contact Name
Sulistiono
Contact Email
ecep_s@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281317011347
Journal Mail Official
jurnalfpik.ipb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20874871     EISSN : 25493841     DOI : https://doi.org/10.24319
Tujuan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan yaitu menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan teknologi perikanan dan kelautan antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, teknik manajemen pesisir dan kelautan, teknik manajemen lingkungan perairan, dan sosial ekonomi perikanan dan kelautan.
Articles 352 Documents
ANALISIS FAKTOR INTERNAL - EKSTERNAL DAN STATUS KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI TELUK JAKARTA Siti Radarwati; Mulyono S. Baskoro; Daniel R. Monintja; Ari Purbayanto
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.135 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.33-46

Abstract

Perikanan tangkap di Teluk Jakarta sangat berperan dalam mengangkat perekonomian dan kehidupan masyarakat di lokasi, namun selain produksi perikanan yang cenderung menurun dan tingkat pencemaran yang tinggi di perairannya, terkadang aktifitas perikanan tangkap berbenturan dengan fungsi konservasi di Kepulauan Seribu. Penelitian ini bertujuan menentukan faktor internal dan eksternal pengelolaan, identifikasi status keberlanjutan kebijakan pengelolaan perikanan tangkap di Teluk Jakarta dan strategi pengembangan pengelolaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis matriks IFAS, EFAS dan SFAS, analisis matriks IE, dan analisis matriks SWOT. Hasil analisis menunjukkan terdapat 17 (tujuh belas) faktor yang mempengaruhi kegiatan perikanan tangkap di Teluk Jakarta baik dari dimensi ekologi, biologi, ekonomi, sosial maupun teknologi. Hasil skor matriks IFAS,EFAS dan SFAS seluruhnya termasuk kategori ”kurang baik” dengan total skor berturut-turut 2,529 untuk faktor internal, 2,747 untuk faktor eksternal dan 2.152 untuk SFAS. Status keberlanjutan pengelolaan perikanan tangkap di Teluk Jakarta ditunjukkan dalam matriks IE berada pada sel V, dikategorikan dalam tahap pertumbuhan yang memerlukan strategi konsentrasi secara horizontal. Beberapa strategi yang penting mendukung keberlanjutan pengelolaan tersebut adalah pemberdayaan SDM, peningkatan kualitas produk, peningkatan kemampuan nelayan mandiri, peningkatan pengawasan melekat, penyuluhan kepada nelayan, manajemen terpadu untuk mempertahankan fungsi ekosistem perairan, standarisasi terhadap perikanan skala kecil, dan pengaturan hari operasi dengan penerapan closed-open season.
PERBEDAAN BAHAN ATRAKTOR TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PELAGIS DENGAN MENGGUNAKAN PAYANG BUGIS DI PERAIRAN PASAURAN, PROVINSI BANTEN Roza Yusfiandayani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.923 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.47-60

Abstract

Rumpon (Fish Aggregating Device) as an auxiliary gear operated in Pasauran waters, Sunda strait was longer and more widely used in Indonesia to catch pelagic fish. The characteristic species composition, size and Gonado Somato Index (GSI) pelagic fish around 3 kinds of rumpon attractor materials, i.e. Cocos nucifera, Nypa fructican and Areca catechu leaves will determine the effects of attractor materials will endanger the sustainability of pelagic fish associated. Identification and composition length, weight and GSI pelagic fish were identified in this research with different attractor material in all seasons. Experimental fishing carried out by using payang Bugis. The result show that the Cocos nucifera leaves are the best attractor material based on the number of fish species and durability in all seasons. Further, the GSI of small pelagic fish were caught around rumpon are GSI I 4 %, GSI II 33%, GSI III 35 %, GSI IV 25% and GSI V 3 %. Pelagic fish around attractor materials have GSI I-III 72%. This result indicated that the small pelagic fish caught around rumpon are ‘immature fish”.
MODEL MICRO-MACRO LINK PENGEMBANGAN KEBIJAKAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN BELITUNG M. Nizar Dahlan; Budy Wiryawan; Bambang Murdiyanto; Mulyono S. Baskoro; A. Fauzi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.242 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.61-69

Abstract

Perairan Laut Cina Selatan dengan potensi lestari 1,06 juta ton/tahun dan masih belum menjadikan sektor perikanan sebagai kontributor ekonomi utama di kawasan termasuk di Kabupaten Belitung. Penelitian ini bertujuan merumuskan kebijakan pembangunan perikanan tangkap sehingga menjadi basis ekonomi Kabupaten Belitung. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis deskriptif dan analisis micro-macro link yang dikembangkan dengan metode structural equation modelling (SEM). Hasil analisis menunjukkan pengaruh signifikan terjadi pada usaha perikanan Belitung terhadap wilayah basis (P=0,008), kondisi fiskal terhadap pertumbuhan market output (P = 0,002) dan wilayah basis (P=0,005), kebijakan nasional terhadap moneter (P=0,002) dan trade (P=0,007), trade terhadap ekonomi regional (P=0,003), dan ekonomi regional terhadap sektor penunjang (P=0,000). Terkait dengan ini, maka kebijakan pembangunan perikanan dapat diarahkan pada pengembangan usaha perikanan tangkap yang berbasis potensi dan prospek kewilayahan, serta penyelamatan pemasaran produk perikanan daerah dan usaha perikanan unggulan terutama bila kondisi ekonomi dan keuangan global tidak stabil. Hal ini untuk antisipasi terhadap kondisi yang tidak mendukung bila suatu kebijakan nasional diberlakukan di kawasan yang tidak sesuai dengan kondisi kedaerahan. Dan perlu pengembangan jalur-jalur perdagangan produk perikanan yang permanen dan jangka panjang serta jaminan kondusifitas kegiatan pelayanan jasa yang mendukung pembangunan perikanan
PENGARUH EKSTRAK KIMIA PADA UMPAN PANCING DASAR TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN-IKAN KARANG DI SELAT BANGKA, MINAHASA UTARA Emil Reppie; Ivor L. Labaro
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.348 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.71-80

Abstract

Pancing dasar telah digunakan secara luas oleh masyarakat pantai di Sulawesi Utara untuk menangkap ikan-ikan karang, karena konstruksinya sederhana, relatif murah dan mudah dioperasikan dengan kapal atau perahu ukuran kecil. Walaupun alat tangkap ini telah berkembang sejak lama, tetapi masih memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi penangkapan dan selektivitasnya. Suatu upaya untuk memahami proses tertangkapnya ikan dengan pancing dasar adalah tertuju pada umpan dan bagaimana komposisi kimia dan sifat-sifat fisiknya yang merangsang ikan untuk memakan umpan dan tertangkap. Penambahan ekstrak kimia pada umpan dapat meningkatkan fishing power dari alat tangkap pancing dasar. Tetapi informasi ilmiah tentang aplikasinya belum tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian ekstrak kimia pada umpan pancing dasar terhadap hasil tangkapan ikan-ikan karang. Tiga jenis ekstrak kimia yang diberikan pada umpan potongan daging ikan malalugis segar, adalah power bait, squid liver oil, ekstrak udang dan umpan ikan segar tanpa ekstrak sebagai kontrol. Data tangkapan dikumpulkan dengan mengoperasikan 4 unit alat tangkap pancing dasar di perairan dekat karang pada kedalaman antara 30 sampai 50 m; dan analisis data dikerjakan berdasarkan rancangan acak kelompok. Hasil tangkapan total berjumlah 205 ekor, terdiri dari 20 famili dan 29 spesies ikan. Hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa pemberian ekstrak kimia pada umpan pancing dasar, memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap hasil tangkapan. Hasil uji BNT untuk perlakuan menunjukan bahwa pemberian ketiga jenis ekstrak pada umpan tidak ada perbedaan terhadap hasil tangkapan; tetapi pemberian ekstrak power bait dan squid liver oil sangat berbeda nyata terhadap umpan segar tanpa ekstrak; sedangkan pemberian ekstrak udang tidak berbeda nyata dengan umpan tanpa ekstrak.
PELUANG PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Septifitri Septifitri; Daniel R. Monintja; Sugeng Hari Wisudo; Sulaeman Martasuganda
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.84 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.81-93

Abstract

South Sumatera province since 2000, began managing the fishery resources separately with the Province of Bangka Belitung. Bangka Belitung contribution in the fisheries sector of the South Sumatera province in 1999 by 72 %. Based on these conditions, then do research on fisheries development opportunities in the surrounding waters of South Sumatera. This research was conducted in February 2006 until July 2006 in two Regency namely Komiring Ogan Ilir and Banyuasin Regency. The results showed that the leading commodities in the province of South Sumatera is shrimp, crab, marine catfish (Arius thalassinus), and wolf herring (Chirosentrus dorab). This leading commodities still have a great opportunity to be developed for their utilization rates still ranged between 58,42% – 66,77% Fishing gear priority based on the analysis of MCA (multy Critical Analysis) with considering the biological aspects, technical, social and economic is trammelnet, drift gillnet and Stationary-bamboo lift net.
ASPEK BIOTEKNIK DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN TERI DI PERAIRAN PALABUHANRATU KABUPATEN SUKABUMI Diniah Diniah; Moch. Prihatna Sobari; Indah Primadianti
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.44 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.95-104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan aspek teknik dan aspek bioteknik dalam pemanfaatan optimal sumberdaya ikan teri di Perairan Palabuhanratu agar sumberdaya ikan teri dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Perhitungan dilakukan menggunakan pendekatan model Clark, Yoshimoto dan Pooley (CYP), Walter-Hiborn (W-H) dan Algoritma Fox. Penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 1997-2007. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi bagan rakit di Perairan Palabuhanratu terdiri atas rumah bagan, jaring bagan, anjang-anjang dan penggulung. Dalam operasionalnya alat tangkap ini dilengkapi dengan 6 buah lampu petromaks. Selama periode 1997-2007, jumlah unit dan effort bagan rakit cenderung meningkat, sedangkan produksi ikan teri cenderung menurun dan produktivitas bagan rakit cenderung meningkat. Produksi aktual rata-rata sumberdaya ikan teri sebesar 30,48 ton per tahun dengan tingkat upaya aktual mencapai 26.816 trip per tahun. Model estimasi pengelolaan sumberdaya ikan teri di Perairan Palabuhanratu yang lebih sesuai adalah model Algoritma Fox, dengan tingkat produksi optimal statik sebesar 38,51 ton per tahun dan tingkat upaya sebesar 32.049 trip per tahun. Hasil perhitungan pada periode 1997-2007 menunjukkan bahwa pemanfaatan sumberdaya ikan teri di Perairan Teluk Palabuhanratu dapat dikategorikan belum terdegradasi dan belum mengalami biological overfishing.
PEMETAAN DAN KLASIFIKASI SEDIMEN DENGAN INSTRUMEN SIDE SCAN SONAR DI PERAIRAN BALONGAN, INDRAMAYU-JAWA BARAT Dwi Charnila; Henry M. Manik
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.403 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.105-112

Abstract

Berdasarkan hasil deteksi dasar laut menggunakan side scan sonar dalam pencitraan benda-benda di dasar laut dapat menghasilkan berbagai variasi gambar yang digunakan untuk pencitraan objek-objek dasar laut, selain itu dapat memberikan informasi dalam pengembangan wilayah pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah visualisasi atau pemetaan dasar perairan dan klasifikasi sedimen atau objek di dasar laut secara kualitatif, sehingga dapat diketahui keadaan dasar laut. Interpretasi dan klasifikasi data akustik side scan sonar dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan software Sonar Pro untuk melihat bentuk geometris dan keunikan dari suatu objek. Pengambilan contoh sedimen dilakukan pada 6 jalur transek dengan jarak antar transek 0.5 km. Setiap transek terdapat 3 buah stasiun sampel sedimen dan jumlah total adalah 18 sampel sedimen. Berdasarkan hasil pemetaan dasar laut daerah Balongan terdapat buangan sedimen, paritan dan kerukan sedimen, selain itu terdapat objek seperti box, mooring, potongan pipa, tali, pole.
PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI BERBASIS SUMBERDAYA PULAU-PULAU KECIL DI PULAU SAYAFI DAN LIWO, KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Kismanto Koroy; Fredinan Yulianda; Nurlisa A. Butet
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5758.881 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.1-17

Abstract

Kawasan pesisir pulau Sayafi dan Liwo memiliki potensi sumberdaya alam hayati yang tergolong masih cukup tinggi. Potensi sumberdaya alam yang dimiliki kedua pulau ini dapat dilihat pada ekosistem terumbu karang, ikan karang, ikan hias, padang lamun dan perikanan. Selain memiliki fungsi ekologis, ekosistem ini juga memiliki nilai estetika yang tinggi untuk pengembangan wisata bahari (marine tourism). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kelas kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari untuk jenis kegiatan diving dan snorkeling yang dapat di manfaatkan di pulau Sayafi dan Liwo Kecamatan Patani Utara Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian ekowisata bahari pulau Sayafi dan Liwo berada dalam kategori sesuai dan sangat sesuai, dengan daya tampung untuk jenis kegiatan wisata diving sebanyak 260 orang/ hari dengan area pemanfaatan sebesar 18.07 ha, dan untuk wisata snorkeling dengan area pemanfaatan sebesar 16.01 ha, mampu menampung wisatawan sebanyak 231 orang/ hari. Dengan demikian total wisatawan yang dapat ditampung kedua jenis kegiatan wisata sebesar 491 orang/hari.
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA EKONOMIS PENTING DI PERAIRAN INTERTIDAL MANOKWARI, PAPUA BARAT Hendrik Victor Ayhuan; Neviaty Putri Zamani; Dedi Soedharma
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5147.688 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.19-38

Abstract

Macroalga in Manokwari area has higher species biodiversity, however this organism is very risk to environmentkondition change either nature or anthropogenic pressure. This study aimed to composition species of algae (clasification and identification) and community assemblage analysis of macroalgae species surrounding Manokwari coastal area. Collecting data was done during east season period (from June 2014 to September 2014) from two different main coastal areas, mainland and outland coastal area. Twenty eight macroalga species were identified and consisted taxonomically of three divisions, three classes, eleven orders, sixteen families, and nineteen genus. Three divisions of macroalga species were green alga (Chlorophyta), red alga (Rhodophyta), and brown alga (Phaeophyta), which each division comprised with 14 species, 8 species, and 6 species respectively. Total of density average of macroalga species in outland was higher than that of in mainland. Structure analysis of macroalga community in outland areas (Mansinam and Lemon) had higher biodiversity index than that of in mainland areas (Rendani, Pasir Putih, and Arfai). Evenness index in both mainland and outland areas were closed to 1, which meant individual of macroalga from each species distributed uniformly and there was no dominant macroalga species. While dominancy index in either mainland or outland reached closely to zero, which meant macroalga community were stable.
PEMETAAN PERUBAHAN EKOSISTEM WILAYAH PESISIR KECAMATAN DULLAH UTARA KOTA TUAL Imanuel M. Thenu; Marvin M. Makailipessy
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4063.752 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.39-48

Abstract

Tingginya aktivitas pemanfaatan serta kurangnya informasi dan data tentang ekosistem sebagai acuan dasar pengelolaan di wilayah pesisir Kecamatan Dullah Utara. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi dan sebaran ekosistem terumbu karang dan lamun serta menganalisis laju perubahannya dalam periode waktu tertentu berdasarkan hasil interpretasi citra. Berdasarkan hasil analisis citra akan diketahui luasan dan sebaran ekosistem, kemudian dibandingkan dengan beberapa citra pada periode waktu lampau untuk menganalisis laju perubahannya. Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir Kecamatan Dullah Laut Kota Tual. Metode analisis citra yang digunakan adalah teknik transformasi depth invariant indeks dan klasifikasi terbimbing. Hasil interpretasi citra Landsat 8 tahun 2014 menunjukkan luasan terumbu karang sebesar 1.934,82 ha sedangkan luasan lamun sebesar 614.43 ha. Pada tahun 2004 ke 2009 terjadi peningkatan luas ekosistem terumbu karang sebesar 133.56 Ha (4.78%), sedangkan ekosistem lamun terjadi peningkatan luas sebesar 84.69 ha (14.58%). Pada tahun 2009 ke 2014 ekosistem terumbu karang mengalami penurunan luas sebesar 992.16 ha (33.89%) sedangkan untuk ekosistem lamun mengalami penurunan luas sebesar 51.21 ha (7.69%).