cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 1,332 Documents
BUDAYA KOMUNITAS YANG DIBAWA KEMBALI DALAM PERBELANJAAN PEDESTRIAN DI PASEBAN SENEN Arya Surya, Tania; Husin, Denny
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30930

Abstract

Phenomena ranging from the demise of mall buildings to the decline in people's interest in visiting malls are starting to occur more frequently in Jakarta. The issue that occurs is that the majority of mall buildings have a generic design, so there is no uniqueness that can attract people to visit and gather, especially in the Paseban area, which is in Senen sub-district, Central Jakarta, which at one time had a culture of gathering because of the presence of communities from Sultan Agung's troops were facing war. This also causes the function of mall buildings in general to become stagnant, therefore, this research aims to produce design proposals that can attract people to visit and revive the community culture that exists in Paseban in the form of a comfortable and modern place for shopping and productivity. The method used is by conducting surveys and also observing the Paseban area and its surroundings. The research step is carried out by visiting the selected site and then observing the environment, including roads, pedestrian conditions, and any facilities or buildings in the site area. The result of this research is a pedestrian shopping concept to provide new experiences to people with a different shape. The findings obtained are that unique and different designs can make buildings interesting to visit. The novelty of the design combines landscape with building forms which are still not often found in Jakarta. Keywords: community; gather; pedestrian; shopping; stagnant Abstrak Fenomena mulai matinya bangunan mall hingga menurunnya minat masyarakat mengunjungi mall mulai banyak terjadi di Jakarta. Isu yang terjadi adalah bahwa mayoritas bangunan mall memiliki desain yang generik, sehingga tidak adanya keunikan yang dapat menarik masyarakat untuk berkunjung dan berkumpul, terutama di daerah Paseban, yang berada di kecamatan Senen, Jakarta Pusat, yang pada masanya memiliki budaya berkumpul karena kehadirannya komunitas dari pasukan Sultan Agung saat sedang menghadapi masa perang. Hal ini juga menyebabkan bangunan fungsi mall pada umumnya menjadi stagnan, oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menghasilkan usulan desain yang dapat menarik masyarakat untuk berkunjung dan menghidupkan kembali budaya berkomunitas yang ada di Paseban berupa tempat berbelanja dan berproduktifitas yang nyaman dan modern. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara melakukan survei dan juga observasi terhadap daerah Paseban dan sekitarnya. Langkah penelitian dilakukan lewat mendatangi tapak terpilih dan kemudian melakukan observasi lingkungan baik jalanan, keadaan pedestrian, hingga fasilitas atau bangunan apa saja yang berada di daerah tapak. Hasil dari penelitian ini adalah konsep perbelanjaan berbentuk pedestrian untuk memberikan pengalaman baru kepada masyarakat dengan bentukan yang berbeda. Temuan yang didapatkan adalah desain yang unik dan berbeda dapat membuat bangunan menjadi menarik untuk dikunjungi. Kebaruan desain yang memadukan landscape dengan bentuk bangunan yang masih kurang banyak ditemui di Jakarta.
STUDI ANALISIS LOKASI PADA LAHAN GRAND RESIDENCE CITY DI CIMUNING, BEKASI Leonand, Yohanes; Bella, Priyendiswara Agustina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30932

Abstract

Grand Residence City is a highly promising property development project with a total land area of 100 hectares, consisting of 9 clusters and commercial areas. The project aims to develop a luxurious and modern residential area located in the city center. The development of Grand Residence City is in response to the increasing demand for residential housing. The Grand Residence City area boasts several attractive facilities, including a recreational lake, green parks, a football field, a clubhouse, and a commercial area featuring culinary centers. Grand Residence City has a vision of developing a sustainable and modern project. The research aims to assess the accessibility, proximity to activity centers, infrastructure, and infrastructure plans for the study object's location. The required data include primary data obtained through direct surveys and interviews, as well as secondary data from journals and open portals. Based on the conducted analysis, the research results indicate that the land location is relatively inaccessible due to its considerable distance from activity centers and the limited availability of public transportation passing in front of the study object, necessitating transit. However, it has two access points from nearby toll roads. Within a 2 km radius, the construction of the JORR 2 toll road, namely the Cibitung-Cimanggis toll road, is underway, facilitating access to the study object's land. Keywords:  accessibility; infrastructure; location Abstrak Grand  Residence City merupakan sebuah proyek pengembangan properti yang sangat menjanjikan yang memiliki luas total lahan sebesar 100 Ha serta 9 cluster dan area komersial. Grand Residence City sendiri memiliki tujuan yaitu mengembangkan Kawasan hunian mewah serta modern yang terletak di pusat kota. Pembangunan proyek dari Grand Residence City sendiri dilakukan mengingat kebutuhan perumahan residensial semakin meningkat. Kawasan Grand Residence  City memiliki beberapa fasilitas yang sangat menarik   seperti danau rekreasi, taman hijau, lapangan sepak bola, club house dan area komersil berupa pusat kuliner. Grand Residence City memiliki visi yaitu mengembangkan proyek yang berkelanjutan/sustainable dan modern. Tujuan dari penelitian tersebut untuk mengetahui mengetahui aksesibilitas, kedekatan dengan pusat kegiatan, infrastruktur serta rencana infrastruktur dari lokasi objek studi. Data-data yang dibutuhkan terdiri dari data primer seperti survey secara langsung dan wawancara, sedangkan untuk data sekunder yang dibutuhkan seperti jurnal dan portal-portal terbuka. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa lokasi lahan relatif tidak mudah diakses karena tergolong cukup jauh dari pusat kegiatan dan minim nya transportasi umum dari berbagai jurusan yang melewati depan objek studi yang mengharuskan untuk melakukan transit, tetapi memiliki 2 akses dari jalan tol yang relatif cukup dekat. Dalam radius 2 km sedang dibangun jalan tol JORR 2, yaitu jalan tol Cibitung-Cimanggis, yang mempermudah akses dari lahan objek studi.
PELUANG APARTEMEN FATMAWATI CITY CENTER SEBAGAI APARTEMEN BERKONSEP TOD Putri, Sarina Ika; Suryadjaja, Regina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30933

Abstract

Housing is a primary need after food and clothing. Rapid population growth leads to rising land prices, making landed houses increasingly difficult to access. Therefore, apartments as vertical housing are an alternative, especially in Transit Oriented Development (TOD) areas. TOD is a land use concept that emphasizes a mix of activity, mobility, connectivity, density, and high intensity and is pedestrian-friendly. TOD areas have a distance of 400-800 meters that can be reached within 5-10 minutes walk from the transit point. The concept has three types: city, sub-city, and neighborhood transit-oriented areas. Sub-city transit-oriented apartment types are preferred because of their more affordable prices. The Fatmawati area is an example of a strategic sub-city TOD, located in South Jakarta near TB Simatupang, and has Fatmawati City Center Apartment adjacent to the MRT station. The main purpose of this study is to determine the opportunities and threats of Fatmawati City Center Apartment located in TOD. This data is collected through surveys, observations, journals, magazine articles, and 98 questionnaires that have been distributed to Fatmawati MRT users. The results of this study indicate that the majority of respondents are interested in buying apartments in TOD because of the factors that are taken into consideration, namely the ease of accessing public transportation, workplaces, other destinations, and traffic congestion that tends to be smooth, but financial limitations are a factor in their consideration in buying apartments in TOD. The majority are interested in the 2-bedroom type with a size of 42-71 m2 and in the price range of 500-750 million. It is hoped that the results of this study can provide input to developers who want to develop apartments in TOD. Keywords: apartment; fatmawati; transit oriented development Abstrak Kebutuhan rumah adalah kebutuhan primer setelah pangan dan sandang. Pertumbuhan penduduk yang cepat menyebabkan kenaikan harga tanah, membuat rumah (landed houses) semakin sulit diakses. Oleh karena itu, apartemen sebagai hunian vertikal menjadi alternatif terutama di area Transit Oriented Development (TOD). TOD adalah konsep penggunaan lahan yang menekankan pada campuran aktivitas, mobilitas, konektivitas, kepadatan, dan intensitas tinggi serta ramah terhadap pejalan kaki. Area TOD memiliki jarak 400–800 meter yang bisa ditempuh dalam 5-10 menit berjalan kaki dari tempat transit. Konsep ini memiliki tiga tipe: kawasan berorientasi transit kota, sub-kota, dan lingkungan. Tipe apartemen yang berada di transit sub-kota menjadi pilihan karena harga apartemennya lebih terjangkau. Kawasan Fatmawati adalah contoh TOD sub-kota yang strategis, terletak di Jakarta Selatan dekat TB Simatupang, dan memiliki Apartemen Fatmawati City Center yang berdekatan dengan stasiun MRT. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peluang dan ancaman dari Apartemen Fatmawati City Center yang berada di TOD. Data ini dikumpulkan melalui survei, observasi, jurnal, artikel majalah, dan 98 kuesioner yang telah disebarkan kepada pengguna MRT Fatmawati. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berminat membeli apartemen di TOD karena faktor yang menjadi pertimbangan yaitu kemudahan dalam mengakses transportasi umum,tempat kerja, tempat destinasi lain, dan kemacetan lalu lintas yang cenderung lancar, namun keterbatasan finansial menjadi faktor pertimbangan mereka dalam membeli apartemen di TOD. Mayoritas tertarik pada tipe 2 kamar tidur dengan ukuran 42-71m2 dan di kisaran harga 500-750 juta. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberi masukan kepada para pengembang yang hendak mengembangkan apartemen di TOD.
IDENTIFIKASI MASALAH KEKUMUHAN KAMPUNG TEPIAN SUNGAI STUDI KASUS KELURAHAN BANSIR LAUT, SUNGAI KAPUAS, KOTA PONTIANAK Bianca, Yovi; Herlambang, Suryono; Suryadjaja, Regina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30934

Abstract

Development in Pontianak City tends to focus on land areas  neglecting riverside communities in terms of proper water resource management. The living conditions in these communities, particularly those along the Kapuas River banks, are concerning. These villages are considered uninhabitable due to the emergence of slum organizational problems such as building irregularities, high levels of building density, the quality of building structures, environmental facilities and infrastructure that do not meet technical requirements and do not serve the organization, as well as public facilities and social facilities that do not affordable for its residents. One of them is Caping Village and Tudong Village. Even though there have been efforts to organize slum areas that have been realized by government programs, apart from the image of the organization area on the banks of the river in Kampung Caping and Kampung Tudong which has not been able to provide beauty and sustainable greening to its physical environment, the organization area also does not have the capability to providing the need for environmental infrastructure to support the activities of people living in villages on the banks of the Kapuas River. Therefore, this research was carried out with the hope of identifying the existing slum problems that occur in Kampung Caping and Kampung Tudong. This research will be carried out using descriptive methods, analysis of existing conditions, and analysis of regulatory standards in accordance with the provisions of ministerial regulations and national standards. Keywords: kapuas river; riverside; slum area Abstrak Orientasi kehidupan dan permukiman masyarakat kota Pontianak cenderung berkembang di daerah daratan sehingga permukiman yang ada pada tepian dan badan air Sungai Kapuas tidak mendapatkan perhatian pengelolaan sumber daya air yang baik. Secara eksisting, kondisi permukiman di tepian Sungai Kapuas sangatlah memprihatinkan. Terdapat banyak kampung yang tumbuh ditepian Sungai Kapuas. Kampung – kampung tersebut dinilai tidak layak huni karena munculnya masalah permukiman kumuh seperti ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, kualitas struktur bangunan gedung, sarana dan prasarana lingkungan yang tidak memenuhi syarat teknis dan tidak melayani permukiman, serta fasilitas umum dan fasilitas sosial yang tidak memadai bagi penduduknya. Salah satunya adalah Kampung Caping dan Kampung Tudong. Walaupun sudah ada upaya - upaya penataan kawasan kumuh telah direalisasikan oleh program-program pemerintah, namun secara eksisting selain citra kawasan permukiman tepian sungai Kampung Caping dan Kampung Tudong yang belum bisa memberikan keindahan dan penghijauan yang lestari pada fisik lingkungannya, kawasan permukiman juga belum berkapabilitas dalam pemenuhan kebutuhan akan sarana prasarana lingkungan untuk mendukung aktivitas masyarakat yang tinggal di dalam kampung tepian Sungai Kapuas. Maka, penelitian ini dilaksanakan dengan harapan dapat mengidentifikasi masalah kekumuhan yang terjadi di Kampung Caping dan Kampung Tudong secara eksisting. Penelitian ini akan dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif, analisis kondisi eksisting, dan analisis standar regulasi sesuai ketentuan dari peraturan menteri dan standar nasional.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG KAWASAN REKREASI DAN KULINER RIMBA JAYA KOTA TANJUNGPINANG Simanungkalit, Chris Nathan Conrad; Bella, Priyendiswara Agustina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30935

Abstract

The Rimba Jaya area is an area of 9.8 hectares that has recreational activities along with trade and services that are the prima donna for Tanjungpinang City residents to spend time with family or friends in the afternoon until night. The Rimba Jaya area experienced a decrease in visitors due to the outbreak of the COVID-19 pandemic which resulted in many tenants also leaving the Rimba Jaya area, which further worsened the situation. Research in the Rimba Jaya area as the object of this research was carried out to see if there are several things that need to be done such as arranging the designation that is worth maintaining and by utilizing the spaces in it which are expected to attract the attention of visitors. The main purpose of this study is to identify the need for space and provide the minimum area needed in the arrangement of the Rimba Jaya Area. The identification of space utilization will refer to the results of the best practice analysis. Then the calculation of the area of space requirements from the best practice analysis is carried out by finding out the land capacity, then calculating the area needed from the concept adapted from the best practice analysis. The research method used is qualitative analysis through interviews, document collection, and observation. The results of this study show that there are several concepts that can be planned in the use of space in the Rimba Jaya Area, so that referring to this concept, the results of the area of space needed for additional space utilization in the Rimba Jaya Area are obtained. Keywords: cullinary; recreation; spatial requirements; zoning               Abstrak Kawasan Rimba Jaya merupakan sebuah kawasan seluas 9,8 hektar yang memiliki aktivitas rekreasional beserta perdagangan dan jasa yang menjadi primadona bagi warga Kota Tanjungpinang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman di sore hingga malam hari. Kawasan Rimba Jaya mengalami penurunan pengunjung akibat merebaknya pandemi COVID-19 yang mengakibatkan banyak tenant juga ikut meninggalkan Kawasan Rimba Jaya yang semakin memperburuk keadaan. Penelitian di Kawasan Rimba Jaya sebagai obyek penelitian ini dilakukan dengan untuk melihat apakah terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan seperti melakukan penaataan terhadap peruntukkan yang layak dipertahankan serta dengan memanfaatkan ruang-ruang di dalamnya yang diharapkan dapat menarik kembali perhatian pengunjung. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan ruang serta memberikan luasan minimum yang dibutuhkan dalam penataan Kawasan Rimba Jaya. Identifikasi pemanfaatan ruang akan mengacu kepada hasil dari analisis best practice. Kemudian perhitungan luas  kebutuhan ruang dari analisis best practice dilakukan dengan mencari tahu kapasitas lahan, kemudian menghitung luas yang dibutuhkan dari konsep yang diadaptasi dari analisis best practice. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif melalui wawancara, pengumpulan dokumen, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa konsep yang bisa direncanakan dalam pemanfaatan ruang di Kawasan Rimba Jaya sehingga mengacu kepada konsep tersebut didapati hasil luas ruang yang dibutuhkan untuk penambahan pemanfaatan ruang di Kawasan Rimba Jaya.
STUDI POTENSI PENGEMBANGAN PADA KAWASAN WISATA PANTAI HUNIMUA BERBASIS ADAPTASI BENCANA Sipasulta, Meisyela; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30936

Abstract

Maluku Province is located in the Eastern Region of Indonesia, dominated by waters and islands rich in natural resources, culture and customs. This wealth makes Maluku an attractive and unique tourist destination in Indonesia. Tourism in Maluku has been developed from the past until now, starting from marine tourism, history, culture and culinary, and nature. In some areas of Maluku, there are marine tourism that has been famous to foreign countries, such as Hunimua Beach which is one of the popular beaches in Maluku Province that is visited by many people. Hunimua Beach has an existing land area of 8 hectares which is located in Salahutu District, Central Maluku Regency. Hunimua Beach has amazing natural potential which is the main attraction for tourists. This research aims to identify and analyze the potential of Hunimua beach for tourism development with disaster adaptation. The method used is primary data collection, which is carried out by conducting observations, and interviews. Observations were made to see the existing conditions, as well as to see the activities in the study object. Interviews were conducted to ask for more in-depth information with the Maluku Province Tourism Office, while for secondary data collection through journals, and open information ports. The secondary data contains policies and theories related to the research. The results of this research are in the form of proposals for development concepts with tsunami disaster adaptation in the Hunimua beach area. Keywords: beach; disaster adaptation; tourism development potential Abstrak Provinsi Maluku terletak di Wilayah Timur Indonesia, didominasi oleh perairan dan kepulauan yang kaya akan sumber daya alam, budaya, dan adat istiadat. Kekayaan ini menjadikan Maluku sebagai destinasi wisata yang menarik dan unik di Indonesia. Pariwisata di Maluku sudah dikembangkan sejak dulu hingga sekarang, Mulai dari wisata bahari, sejarah, budaya dan kuliner, serta alam. Pada beberapa wilayah Maluku, terdapat wisata bahari yang sudah terkenal sampai mancanegara, seperti Pantai Hunimua yang merupakan salah satu pantai populer di Provinsi Maluku yang banyak sekali dikunjungi. Pantai Hunimua memiliki luas lahan eksisting 8 Ha yang terletak di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Pantai Hunimua memiliki potensi alam yang menakjubkan hal tersebut menjadi daya tarik utama untuk para wisatawan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis potensi yang dimiliki oleh Pantai Hunimua untuk pengembangan wisata dengan adaptasi bencana. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data primer, yang dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan untuk melihat kondisi eksisting, serta melihat aktivitas yang ada di objek studi. Wawancara dilakukan untuk menanyakan informasi lebih dalam dengan pihak Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, sedangkan untuk pengumpulan data sekunder melalui, jurnal, serta porta informasi terbuka. Data sekunder tersebut berisi kebijakan serta teori yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini berupa usulan terhadap konsep pengembangan dengan adaptasi bencana tsunami pada kawasan Pantai Hunimua.
STUDI POTENSI PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN TEPIAN SUNGAI KAPUAS, SINTANG, KALIMANTAN BARAT Situmorang, Yosua Teguh; Suryadjaja, Regina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30937

Abstract

One of the regencies in the province of West Kalimantan is Sintang Regency. Within Sintang Regency, there are two major rivers that cross over: the Kapuas River and the Melawi River The local community refers to the point where these two large rivers meet as “Saka Tiga.” One of the green open spaces in Sintang Regency is Taman Bungur (Bungur Park). Taman Bungur is a green open space located along the Kapuas River, covering an area of 1.3 hectares with a length of 336 meters and a width of 40 meters. Since the COVID-19 pandemic until now, visitor activities in Taman Bungur remain sparse due to neglected facilities within the park area. Additionally, culinary activities, which used to be an attraction for visitors, are no longer available. As a result, Taman Bungur has become somewhat neglected, contributing to the decline in visitors. Recognizing the potential of Taman Bungur as the only riverside park in Sintang, it becomes an attraction for visitors. Therefore, a study is needed to explore the development potential of green open space along riverbanks, considering ecological, economic, and aesthetic aspects to maximize its potential. This qualitative study employs descriptive analysis, including site analysis, location assessment, benchmarking, SWOT, and spatial potential analysis, aiming to optimize the riverbank green open space. The study’s findings will serve as a reference for the Sintang Regency government in conceptualizing riverbank development. Keywords: city park; development; green open space; kapuas river; river side Abstrak Kabupaten Sintang merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, yang dilewati oleh dua sungai besar yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Masyarakat sekitar menyebut titik bertemunya dua sungai besar tersebut dengan sebutan "Saka Tiga". Salah satu ruang terbuka hijau yang berada di Kabupaten Sintang adalah Taman Bungur. Taman Bungur merupakan ruang terbuka hijau yang berada di tepian sungai Kapuas yang memiliki Luas sebesar 1,3 Hektar dengan panjang sebesar 336 meter dan lebar sebesar 40 meter. Semenjak covid-19 sampai saat ini, aktivitas pengunjung di Taman Bungur masih terlihat sepi dikarenakan fasilitas yang ada pada kawasan Taman Bungur rusak kurang diperhatikan dan aktivitas kuliner yang merupakan salah satu atraksi bagi pengunjung kini tidak ditemui lagi, hal tersebut menyebabkan kawasan Taman Bungur menjadi kumuh, sehingga hal tersebut menjadi salah satu faktor menurunnya pengunjung. Melihat potensi dari Taman Bungur yang merupakan satu satunya taman di Kota Sintang yang berada di tepian sungai, sehingga hal tersebut menjadi sebuah atraksi bagi para pengunjung. Oleh karena itu perlu dilakukannya studi potensi pengembangan pada ruang terbuka hijau yang berada kawasan tepian sungai dengan memperhatikan aspek ekologis, ekonomi, dan estetika untuk memaksimalkan potensi. Selain itu penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Beberapa analisis seperti analisis tapak, lokasi, benchmarking, SWOT, dan potensi ruang akan digunakan sebagai sebuah usulan pengembangan untuk memaksimalkan potensi RTH pada kawasan tepian sungai. Hasil dari studi ini akan diberikan kepada pemerintah Kabupaten Sintang sebagai referensi konsep pengembangan pada  kawasan tepian sungai.
ANALISA KEBUTUHAN RUANG PADA KAWASAN PERBELANJAAN CITRA NIAGA SAMARINDA Ramadhan, Muhammad Akmal Alfaridzi; Suryadjaja, Regina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30938

Abstract

The Citra Niaga sector of Samarinda City is a commerce area that has grown to be one of the popular tourist spots for East Kalimantan suvenir buying. The Citra Niaga area, which competes with Soekarno Hatta Airport, was granted the Aga Khan Award for Architecture (AKAA) in 1989. It is a market area designed to serve small to large traders that offer suvenirs and other trade items. However, the Citra Niaga neighborhood started to become deserted in the late 1990s due to the construction of more contemporary commercial malls, which caused traders and tourists who had previously frequented the area to gradually move elsewhere. Because of this, Citra Niaga Samarinda had experienced its dark period, where visitors who came there were drastically reduced and the government's attention at that time, so that many problems then arose in the area, for example, the decline in building functions, inadequate supporting facilities, the emergence of illegal parking pockets, and so on. For this reason, this research aims to provide recommendations for the concept of utilization of space requirements which can then be proposed for the preparation of the concept of structuring the area to revive the Samarida Commercial Image area so that it can become a shopping tourist destination area for suvenirs typical of East Kalimantan. This research uses standard space requirements guidelines issued by the government and recognized institutions. The analysis used by the author is a descriptive analysis of the existing conditions in the Citra Niaga area. Keywords:  commercial area; shopping tourism; souvenirs Abstrak Kota Samarinda memiliki sebuah kawasan perdagangan yang menjadi salah satu kawasan destinasi wisata perbelanjaan cenderamata khas Kalimantan Timur, kawasan tersebut adalah kawasan Citra Niaga. Citra Niaga merupakan kawasan perdagangan yang dimana diperuntukkan sebagai tempat usaha pedagang kecil hingga besar yang berjualan cenderamata dan barang dagang  lainnya, kawasan Citra Niaga pernah memperoleh penghargaan Aga Khan Award for Architecture (AKAA) pada tahun 1989 yang bersaing dengan Bandara Soekarno Hatta. Namun sejak akhir dekade 90an kawasan Citra Niaga mulai ditinggalkan, dimana hadirnya pusat perbelanjaan yang lebih modern sehingga para pedagang dan pengunjung yang pada awalnya mengunjungi kawasan Citra Niaga mulai perlahan meninggalkan kawasan Citra Niaga. Dikarenakan hal itu Citra Niaga Samarinda sempat mengalami masa kelamnya, dimana para pengunjung yang datang kesana berkurang drastis dan perhatian pemerintah pada saat itu, sehingga banyak permasalahan yang kemudian muncul di kawasan tersebut contohnya saja adalah penurunan fungsi bangunan, fasilitas pendukung yang kurang memadai, munculnya kantong parkir liar, dan lain sebagainya. Atas hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi konsep pemanfaatan kebutuhan ruang yang kemudian dapat usulan penyusunan konsep penataan kawasan untuk  menghidupkan kembali kawasan Citra Niaga Samarinda sehingga dapat menjadi kawasan destinasi wisata perbelanjaan cenderamata khas Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan standar pedoman kebutuhan ruang yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga yang diakui. Adapun analisis yang digunakan oleh penulis adalah analisis deskriptif kualitatif mengenai kondisi eksisting pada Kawasan Citra Niaga.
KONSEP PENATAAN TAMAN BMW SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK DI STADION JIS, JAKARTA Bisri, Choliel; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30940

Abstract

BMW Park or Wibawa Human Park is a park built by PT Jakarta Propertindo which is still located inside the JIS stadium. This park has an area of ​​2.02 hectares and functions as a public open space and as a sports facility and recreation area. The park began construction on March 14 2019 by the Governor of Jakarta Anies Baswedan who started construction. After three years of running, JIS was finally completed in 2022. BMW Park in the afternoon is usually used as a sports facility such as jogging, gymnastics and skateboarding. The main problem with this park is that the facilities and green open space are still few and the standard of the park as a public open space provided is still inadequate in accordance with the guidelines and provision and use of public open space according to the Minister of Public Works Number 05/PRT/M/2004. The location of the park is just an empty area with a few seats and minimal trees so the weather around the location of this object still feels hot during the day. The small number of trees and the large amount of empty land that has not been filled make this park feel very hot during the day and there is still minimal shade. The small vehicle parking capacity and limited number of toilets mean that this BMW park is not yet included in the criteria for a park as a public open space that meets standards and is adequate. Keywords: arrangement; park; public open space Abstrak Taman BMW atau Taman Manusia Wibawa merupakan taman yang dibangun oleh PT Jakarta Propertindo yang lokasinya masih terdapat didalam stadion JIS. Taman ini memiliki luas 2,02 hektare dan memiliki fungsi sebagai ruang terbuka publik dan sebagai sarana olahraga maupun tempat rekreasi. Taman mulai dibangun pada 14 Maret 2019 oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan memulai pembangunannya. Setelah tiga tahun berjalan, JIS akhirnya selesai pada tahun 2022. Taman BMW pada sore hari biasa digunakan sebagai sarana olahraga seperti joging, senam, dan bermain skateboard. Masalah pokok dari taman ini yaitu mengenai fasilitas dan ruang terbuka hijau yang masih sedikit dan standar taman sebagai ruang terbuka publik yang disediakan masih belum memadai sesuai dengan pedoman dan penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka publik menurut Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2004. Lokasi taman hanya seperti lahan kosong dilengkapi beberapa tempat duduk dan pepohonan yang masih minim sehingga cuaca di sekitar lokasi objek ini masih terasa panas di siang hari. Jumlah pepohonan yang sedikit dan banyaknya lahan yang masih kosong belum terisi menjadikan taman ini terasa sangat panas bila di siang hari serta tempat peneduh yang masih minim. Kapasitas parkir kendaraan yang kecil, serta jumlah toilet yang terbatas membuat Taman BMW ini belum masuk ke dalam kriteria taman sebagai ruang terbuka publik yang memenuhi standar dan memadai.
EVALUASI TAMAN LITERASI MARTHA CHRISTINA TIAHAHU, BLOK M, JAKARTA SELATAN Juhari, Ivan Derabdi Kasim; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30942

Abstract

Taman Literasi Martha Christina Tiahahu is one of the parks in South Jakarta Since 2020, This park is empty of visitors due to the absence of activities and facilities that attract visitors since 2020. In 2018, the government start to build public transportation facilities and infrastucture in the area around the park with the aim of making the use of public transportation the priority. The revitalization of Taman Literasi Martha Christina Tiahahu was carried out by PT Integrasi Transit Jakarta start from august 2021 until September 2022. Therefore, there needs to be further research of study regarding public perseptions and preferences for the Taman literasi Martha Christina Tiahahu. The objective of this research is to identify visitors' perceptions and preferences regarding the types of activities and facilities available at the park using interview methods and a Likert scale that uses several indicator questions. The benefits of studying visitor perceptions and preferences are to determine the performance of the facilities available in the park. Apart from that, to find out what facilities and activities do not yet exist and might be needed by park visitors. The indicators consist of facilities, literacy concepts, safety, social benefits, and environmental benefits. The research data used in this research is through observation, journals, secondary data, and the results of 80 questionnaires that have been distributed to visitors of Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Based on the analysis that has been carried out, the results show that the majority of visitors are satisfied with the park facilities, but there are still quite a lot of indicators that need to be improved to maximize the existing potential. Keywords: facility; Martha Christina Tiahahu Literation Park; perception; preference Abstrak Taman Literasi Martha Christina Tiahahu merupakan salah satu taman di Jakarta Selatan. Taman ini sepi oleh pengunjung dikarenakan tidak adanya aktivitas dan fasilitas yang menarik pengunjung sejak 2020. Pada tahun 2018 pemerintah mulai membangun sarana dan prasarana transportasi publik di area sekitar taman dengan tujuan agar penggunaan transportasi publik dapat lebih diprioritaskan. Revitalisasi Taman Literasi Martha Christina Tiahahu mulai dilakukan oleh PT Integrasi Transit Jakarta, yang merupakan anak perusahaan PT Mass Rapid Transit Jakarta mulai Agustus 2021 hingga September 2022. Oleh karena itu, perlu ada penelitian atau studi lebih lanjut mengenai persepsi dan preferensi masyarakat terhadap Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persepsi dan preferensi pengunjung mengenai jenis aktivitas dan fasilitas yang tersedia pada taman dengan menggunakan metode wawancara dan skala likert yang menggunakan beberapa indikator pertanyaan. Manfaat dari studi persepsi dan preferensi pengunjung untuk mengetahui kinerja dari suatu fasilitas yang tersedia pada taman. Selain itu, untuk mengetahui fasilitas dan aktivitas apa yang belum ada dan kemungkinan dibutuhkan oleh pengunjung taman. Indikator-indikator terdiri dari fasilitas, konsep literasi, keamanan, manfaat sosial, dan manfaat lingkungan. Data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini melalui observasi, jurnal terkait, data sekunder, dan hasil dari penyebaran 80 kuisioner yang dibagikan kepada pengunjung Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan, hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung merasa puas dengan fasilitas taman, akan tetapi masih cukup banyak indikator yang perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan potensi yang ada.