cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 1,368 Documents
ANALISIS PENEMPATAN ZONA KOMERSIAL TERHADAP MOBILITAS PENUMPANG DI STASIUN MANGGARAI, JAKARTA SELATAN Diasmaya, Raden Bayu; Herlambang, Suryono; Bella, Priyendiswara Agustina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37081

Abstract

Manggarai Station, strategically located in South Jakarta, has transformed from a mere transportation node into a multimodal hub that also integrates significant commercial functions. This phenomenon reflects a global trend where modern stations are playing a dual role as mobility nodes and commercial retail, aiming to enhance the passenger experience, generate non-fare revenue, and support the local economy. This research focuses on analyzing the placement and spatial distribution of commercial locations at Manggarai Station, evaluating how interactions between tenants and passenger movement patterns influence purchasing behavior, and identifying implications for operational efficiency and overall station comfort. Observations include mapping tenant locations, identifying business types, analyzing passenger flow patterns, and recording density and interactions in the commercial zone. The findings indicate that commercial locations in Manggarai are significantly dominated by fast food & beverage retailers and minimarkets. These tenants are strategically placed in prime areas and platform accesses with high passenger traffic density. This placement effectively leverages the dense passenger movement flow to encourage impulse purchases and meet on-the-go needs, where speed of service and location are key drivers. Furthermore, the lack of comfortable seating areas and the limited diversity of tenants in certain locations are issues. Further optimization requires a more thorough analysis of passenger flow for strategic tenant placement and the creation of commercial zones that do not disrupt the main traffic flow. Keywords: commercial; Manggarai Station; passenger movement Abstrak Stasiun Manggarai, yang terletak strategis di Jakarta Selatan, telah bertransformasi dari sekadar simpul transportasi menjadi sebuah pusat aktivitas multimoda yang juga mengintegrasikan fungsi komersial yang signifikan. Fenomena ini mencerminkan tren global di mana stasiun modern berperan ganda sebagai simpul mobilitas dan ritel komersial, bertujuan untuk meningkatkan pengalaman penumpang, menciptakan pendapatan non-tarif, dan mendukung ekonomi lokal. Penelitian ini berfokus pada analisis penempatan dan distribusi spasial lokasi komersial di Stasiun Manggarai, mengevaluasi bagaimana interaksi antara penyewa dan pola pergerakan penumpang mempengaruhi perilaku pembelian, serta mengidentifikasi implikasi terhadap efisiensi operasional dan kenyamanan stasiun secara keseluruhan. Observasi mencakup pemetaan lokasi penyewa, identifikasi jenis usaha, analisis pola aliran penumpang, serta pencatatan kepadatan dan interaksi di zona komersial. Hasil temuan menunjukkan bahwa lokasi komersial di Manggarai didominasi secara signifikan oleh ritel makanan & minuman siap saji dan minimarket. Penyewa ini secara strategis ditempatkan di area utama dan akses peron dengan kepadatan lalu lintas penumpang tinggi. Penempatan ini secara efektif memanfaatkan alur pergerakan penumpang yang padat untuk mendorong pembelian impulsif dan memenuhi kebutuhan on-the-go, di mana kecepatan layanan dan lokasi menjadi faktor pendorong utama. Selain itu, kurangnya area duduk yang nyaman dan diversifikasi penyewa yang masih terbatas di lokasi tertentu menjadi isu. Optimalisasi lebih lanjut memerlukan analisis flow penumpang yang lebih cermat untuk penempatan penyewa yang strategis serta penciptaan zona komersial yang tidak mengganggu arus mobilitas utama.
EVALUASI PENGELOLAAN TAMAN BALEKAMBANG PASCA REVITALISASI DALAM MENDUKUNG FUNGSI RTH KOTA SURAKARTA Anton, Ayu; Herlambang, Suryono; Bella, Priyendiswara Agustina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37082

Abstract

This study evaluates the management of Balekambang Park after revitalization in supporting its function as an urban green open space in Surakarta City. The revitalization carried out during 2022–2023 resulted in significant improvements in physical conditions, facilities, and the park’s role as a public and cultural space. However, physical improvements must be supported by effective management to ensure optimal ecological, social, and aesthetic functions. This research aims to assess post-revitalization park management by comparing conditions before and after revitalization and identifying factors influencing management effectiveness. The methods include field observation, interviews with park managers and stakeholders, and descriptive-comparative analysis of facilities, vegetation, visitor activities, and green space functions. The results show that revitalization improved physical quality and visitor use, yet management challenges remain, particularly in vegetation maintenance, activity zoning, and visitor control during peak periods. Integrated and sustainable management is still limited. The study concludes that stronger, collaborative, and long-term management strategies are required to optimize the park’s role as an urban green space. Keywords: park management; revitalization; urban green space; city park Abstrak Penelitian ini mengevaluasi pengelolaan Taman Balekambang pasca revitalisasi dalam mendukung fungsi ruang terbuka hijau (RTH) Kota Surakarta. Revitalisasi yang dilakukan pada periode 2022–2023 membawa perubahan signifikan pada kondisi fisik taman, penambahan fasilitas, serta peningkatan daya tarik kawasan sebagai ruang publik dan destinasi budaya. Namun, perubahan fisik tersebut perlu diimbangi dengan sistem pengelolaan yang efektif agar fungsi ekologis, sosial, dan estetika taman dapat berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi pengelolaan Taman Balekambang setelah revitalisasi dengan membandingkan kondisi sebelum dan pasca revitalisasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaannya. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan pihak terkait, serta analisis deskriptif-komparatif terhadap aspek fasilitas, vegetasi, aktivitas pengunjung, dan fungsi RTH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi berhasil meningkatkan kualitas fisik taman dan intensitas pemanfaatannya oleh masyarakat, namun pengelolaan pasca revitalisasi masih menghadapi kendala pada aspek perawatan vegetasi, pengaturan zonasi aktivitas, dan pengendalian jumlah pengunjung pada waktu tertentu. Pengelolaan yang ada belum sepenuhnya terintegrasi dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem pengelolaan yang terpadu, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang diperlukan agar Taman Balekambang dapat berfungsi optimal sebagai RTH kota.
POTENSI PENGEMBANGAN PROPERTI DI SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT Hengky, Hengky; Suryadjaja, Regina; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37083

Abstract

Singkawang City is one of the cities in West Kalimantan Province that holds a strategic position and plays an important role in supporting regional economic growth. This study aims to examine the development and current condition of the property market in Singkawang City, including growth trends, types of properties developed, and the direction of urban development. The research employs a descriptive method with both qualitative and quantitative approaches, supported by spatial analysis. Research data were obtained from primary data such as field surveys, as well as secondary data sourced from government institutions, literature studies, and digital mapping using Google Maps and QGIS. The research variables include the location and spatial distribution of properties, types and functions of developed properties, growth in property supply, market demand, and the direction of area development. The analysis refers to the Appraisal Institute (2020), which states that property development and value are strongly influenced by location, accessibility, the intensity of economic activities, and their relationship with activity centers and infrastructure networks. These factors determine land use patterns and the direction of urban development. The results indicate that property development in Singkawang City is driven by the trade, service, and tourism sectors, supported by its strategic geographical position and infrastructure development. The highest increase in property supply occurred in 2022, with 16 new properties added. The property type experiencing the most significant growth was cafés, totaling 38 units. Furthermore, new property development tends to expand toward the North Singkawang area. In conclusion, Singkawang City has significant potential for property development and plays an important role in promoting balanced regional development. Keywords: Singkawang, property development, West Kalimantan, growth centers. Abstrak Kota Singkawang merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki posisi strategis dan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi pasar properti di Kota Singkawang, meliputi tren pertumbuhan, jenis properti yang berkembang, serta arah pengembangan wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, yang didukung oleh analisis spasial. Data penelitian diperoleh melalui data primer seperti  survei serta data sekunder yang bersumber dari instansi pemerintahan, studi literatur, dan pemetaan digital menggunakan Google Maps dan QGIS. Variabel penelitian meliputi lokasi dan sebaran properti, jenis dan fungsi properti yang berkembang, pertumbuhan supply properti, permintaan pasar, serta arah pengembangan wilayah. Analisis dilakukan dengan mengacu pada Appraisal Institute (2020) yang menyatakan bahwa perkembangan dan nilai properti sangat dipengaruhi oleh lokasi, aksesibilitas, intensitas aktivitas ekonomi, serta keterkaitannya dengan pusat kegiatan dan jaringan infrastruktur. Faktor-faktor tersebut menentukan pola pemanfaatan lahan dan arah pengembangan kawasan perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan properti di Kota Singkawang didorong oleh sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata, yang diperkuat oleh posisi geografis strategis serta perkembangan infrastruktur. Peningkatan supply properti tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebanyak 16 properti baru, dengan jenis properti yang mengalami pertumbuhan terbesar berupa kafe sebanyak 38 unit. Arah pengembangan properti baru cenderung mengarah ke wilayah Singkawang Utara. Kesimpulannya, Kota Singkawang memiliki potensi perkembangan properti yang signifikan dan berperan dalam mendorong pemerataan pembangunan wilayah.
PENGARUH GEDUNG HIJAU TERHADAP EFISIENSI ENERGI GEDUNG Kristanto, Pieter Kevin; Widiastuti, Susanti; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37084

Abstract

As advancements in technology and increasing spatial demands reshape the built environment, building management practices have undergone substantial adjustments, particularly in relation to growing environmental concerns. Within the property sector, issues of energy utilization and cost efficiency have become significantly more prominent over the past fifteen years. Rising operational requirements have driven the adoption of assessment frameworks such as Green Building certification, which evaluates the extent to which a building adheres to comprehensive sustainability principles. Beyond improving the environmental quality experienced by occupants, this certification supports building owners and managers in reducing operational expenditures through enhanced energy performance and the implementation of more efficient systems. Nevertheless, the measurable impact of such certification varies across buildings, influenced by climatic conditions, occupancy behavior, and daily facility management practices. This study seeks to assess the contribution of Green Building certification to energy efficiency, with particular emphasis on the Indonesian context, characterized by a tropical climate and high levels of electricity and water consumption. The analysis further examines the role of building facilities, utilities, and operational procedures in shaping energy use, and incorporates benchmarking comparisons between certified and non-certified buildings. The findings are expected to offer more definitive insights into the actual effectiveness of green building practices and to inform the development of more sustainable and renewable energy management strategies for future building operations. Keywords:   energy efficiency; green building;  property management Abstrak Seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan akan ruang, pengelolaan gedung mengalami banyak penyesuaian, salah satunya ialah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan. Dalam sektor properti, perhatian terhadap penggunaan energi dan efisiensi biaya semakin menonjol dalam lima belas tahun terakhir. Peningkatan kebutuhan operasional mendorong munculnya standar penilaian seperti sertifikasi Green Building, yang berfungsi menilai apakah sebuah bangunan telah menerapkan prinsip keberlanjutan secara menyeluruh. Sertifikasi ini tidak hanya memberikan kualitas lingkungan yang lebih nyaman bagi penyewa, tetapi juga membantu pemilik dan pengelola gedung menekan biaya operasional melalui penghematan energi serta pemanfaatan sistem yang lebih efisien. Meski demikian, dampak sertifikasi tidak selalu sama pada setiap gedung, karena hasilnya sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim, pola penggunaan ruang, serta cara pengelolaan fasilitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menilai sejauh mana sertifikasi Green Building berkontribusi pada efisiensi energi, khususnya dalam konteks Indonesia yang memiliki iklim tropis dan intensitas penggunaan energi listrik dan air yang sangat tinggi. Analisis juga mencakup pengaruh fasilitas, utilitas, dan prosedur operasional terhadap konsumsi energi, serta perbandingan kinerja energi antara gedung bersertifikat dan non-sertifikat melalui metode benchmarking. Temuan pada penelitian diharapkan dapat memberi penjelasan yang lebih baik dan lengkap mengenai efektivitas penerapan konsep bangunan hijau dan membantu menyusun strategi pengelolaan energi yang lebih berkelanjutan dan terbarukan di masa depan.  
ANALISIS PERKEMBANGAN PASAR PROPERTI DI SEKITAR TEBET ECO PARK BERDASARKAN KORELASI JARAK DAN TINGKAT INFLASI Komala, Nico Febrianto; Suryadjaja, Regina; Bella, Priyendiswara Agustina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37085

Abstract

This study examines property market dynamics around Tebet Eco Park (TEP) following its revitalization, drawing on hedonic pricing theory, which argues that property values are influenced by locational characteristics and urban amenities such as public open spaces (Anderson & West, 2006). The study focuses on the relationship between property distance to the park and changes in land prices within the context of housing sector inflation in DKI Jakarta. A quantitative approach was applied using Pearson correlation analysis to measure the relationship between distance and land prices, supported by descriptive analysis comparing land price growth with housing inflation. Data were collected from property samples in Tebet Timur and Tebet Barat for two periods, 2018–2019 and 2024–2025. The results show a strong negative correlation between distance from Tebet Eco Park and land prices, with correlation coefficients of r = –0.7659 and r = –0.7313. However, land price growth in the study area reached only 7.69% during 2018–2025, remaining below the housing sector inflation rate of 15.24%. These findings indicate that while Tebet Eco Park functions as an urban amenity, its impact on property values remains moderate. Keywords:  inflation; land price Correlation; Property Market; Revitalization; Tebet Eco Park Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pasar properti di sekitar Tebet Eco Park (TEP) pasca revitalisasi dengan merujuk pada teori hedonic pricing yang menyatakan bahwa nilai properti dipengaruhi oleh karakteristik lokasi dan keberadaan amenitas perkotaan seperti ruang publik (Anderson & West, 2006). Fokus penelitian adalah hubungan antara jarak properti terhadap taman dan perubahan nilai jual tanah dalam konteks inflasi sektor perumahan di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis korelasi Pearson untuk mengukur hubungan antara jarak dan harga tanah, serta analisis deskriptif untuk membandingkan kenaikan harga tanah dengan tingkat inflasi perumahan. Data diperoleh dari sampel properti di kawasan Tebet Timur dan Tebet Barat pada dua periode, yaitu 2018–2019 dan 2024–2025. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara jarak properti terhadap Tebet Eco Park dengan harga tanah, dengan nilai koefisien korelasi r = –0,7659 pada periode 2018–2019 dan r = –0,7313 pada periode 2024–2025. Namun, kenaikan harga tanah di kawasan studi hanya mencapai 7,69% selama periode 2018–2025, lebih rendah dibandingkan inflasi sektor perumahan DKI Jakarta sebesar 15,24%. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh Tebet Eco Park terhadap nilai pasar properti bersifat moderat dan belum menjadi faktor dominan dalam dinamika pasar properti perkotaan.
Cover Jurnal STUPA V8N1 - APRIL 2026 STUPA, Jurnal
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Redaksi Jurnal STUPA V8N1 - APRIL 2026 STUPA, Jurnal
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Daftar Isi Jurnal STUPA V8N1 - APRIL 2026 STUPA, Jurnal
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-