cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 1,332 Documents
PENATAAN KAWASAN OBJEK WISATA ALAM PANTAI WIDURI PEMALANG Aisyah Nurrani; Parino Rahardjo
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22694

Abstract

Widuri Beach is a beach located in Widuri Village, Pemalang Regency, Central Java Tourism is a sector that can improve the economy in each region which has its own tourism sector. Indonesia has a variety of culinary cultures and attractions that you want to visit, from the mountains to the seas. Widuri Beach has the potential to be developed in the development of tourism objects around the Pemalang Regency area. Because the intended access to Widuri Beach is quite strategic from the Pantura road which is connected to several Surabaya - Jakarta routes. The aim of the research to be achieved is to arrange the Widuri Beach Nature Tourism Area in Pemalang so that it has good natural tourism potential, by using research methods to determine the need for supporting facilities in the Widuri Beach Area in Pemalang. As well as the natural potential that exists in Pemalang Widuri Beach, Central Java. So that it can develop the arrangement of Widuri Beach Tourism Objects in Pemalang Regency so that it is more widely known by the people around Pemalang Regency. Keywords: Pemalang Widuri Beach; purpose; research; structuring plan; tourist attraction Abstrak Pantai Widuri merupakan pantai yang terletak di Desa Widuri, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Pantai widuri merupakan sector yang dapat meningkatkan perekonomian di setiap wilayah yang memiliki sektor wisatanya masing-masing. Indonesia memiliki ragam budaya kiliner serta wisata yang ingin dikunjungi , mulai dari pegunungan hingga lautan.. Pantai Widuri cukup berpotensi untuk dikembangkan di pengembangan obyek wisata sekitar kawasan Kabupaten Pemalang. Dikarenakan akses yang dituju untuk menuju Pantai Widuri cukup strategis dari jalan pantura yang terhubung di beberapa jalur Surabaya - Jakarta. Tujuan dari penelitian yang hendak dicapai adalah sebagai penataan Kawasan Wisata Alam Pantai Widuri Pemalang sehingga memiliki potensi wisata alam yang baik, dengan menggunakan metode penelitian untuk mengetahui kebutuhan fasilitas penunjang yang ada di Kawasan Pantai Widuri Pemalang. Serta potensi alam yang ada di Pantai Widuri Pemalang Jawa Tengah. Sehingga dapat mengembangkan penataan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang supaya lebih dikenal luas oleh masyarakat sekitar Kabupaten Pemalang.
KONSEP PENATAAN KAWASAN TAMAN WISATA ALAM POETOEK SOEKO TRAWAS, KABUPATEN MOJOKERTO BERBASIS AGROWISATA Alieftarrasy Putri Prasetyo; Parino Rahardjo
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22695

Abstract

The Poetoek Soeko Park tourist area is located in Mojokerto Regency, precisely in the area of Jalan Raya Trawas, Sukosari, Trawas District, Mojokerto Regency, East Java. Poetoek Soeko Park has an advantage over natural beauty because it is located between Mount Arjuna and Mount Penanggungan, so it has an area for camping grounds. Besides that, Poetoek Seoko Park is a colorful garden because it has various kinds of flowers planted. As a result, Poetoek Soeko Park has the potential to be the first agro-tourism-based natural park to attract tourists. The Poetoek Soeko Park tourism destination has the potential to attract tourists, but its location in an area prone to landslides and being at the top has the potential to become a burden on the area below when it rains due to runoff. The purpose of this paper is to find out the potential of nature as a tourist attraction, to know the concept of groundwater conservation protection, and to determine the appropriate tourism concept for the Poetoek Soeko Park Tourism Area so as to increase its attractiveness and provide added value to Padaman. The research methods used were field observations, interviews, and several analyses, namely location and land analysis, tourist attraction analysis, space requirements analysis, tourism concept analysis, best practice analysis, and topographical analysis. so that it can develop the Poetoek Soeko Park tourism area and be widely known by the people around Mojokerto Regency. Keywords: agrotourism concept; nature tourism park; Poetoek Soeko Park Abstrak Kawasan wisata Taman Poetoek Soeko berada di Kabupaten Mojokerto, tepatnya di daerah Jalan Raya Trawas, Sukosari, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Taman Poetoek Soeko memiliki keunggulan terhadap keindahan alam karena terletak diantara Gunung Arjuna dan Gunung Penanggungan, sehingga memiliki Kawasan untuk camping ground, selain itu Taman Poetoek Seoko merupakan taman warna warni karena memiliki berbagai macam bunga yang ditanamaninya. Sehingga Taman Poetoek Soeko memiliki potensi sebagai tempat pertama sebagai kunjungan wisata taman alam berbasis agrowisata. Destinasi wisata Taman Poetoek Soeko, berpotensi menarik wisatawan, namun dengan letak pada kawasan rawan bencana longsor dan berada dibagian atas berpotensi akan menjadi beban daerah di bawahnya saat hujan, akibat aliran permukaan (runoff). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui potensi alam sebagai daya tarik wisatawan, mengetahui konsep perlindungan konservasi airtanah, dan menentukan konsep wisata dari Kawasan Wisata Taman Poetoek Soeko yang sesuai sehingga mendapatkan daya tarik lebih untuk memberikan nilai tambah pada wisata taman. Metode penelitian yang digunakan berupa observasi lapangan, wawancara dan beberapa analisis yaitu, analisis lokasi dan lahan, analisis daya tarik wisata, analisis kebutuhan ruang, analisis konsep wisata, analisis best practice, dan analisis topografi. Sehingga dapat mengembangkan Kawasan wisata Taman Poetoek Soeko dan dapat dikenal luas oleh masyarakat sekitar Kabupaten Mojokerto.
EVALUASI RENCANA TOD DI KAWASAN STASIUN KRL TANJUNG BARAT BERDASARKAN RENCANA DETAIL TATA RUANG 2022 DAN PERATURAN MENTERI AGRARIA TATA RUANG / KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2017 Dayan Arung; Priyendiswara Agustina Bella
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22696

Abstract

The development of big cities is very rapid and massive urbanization, and the growth of urban areas which then become satellite cities to form metropolitan cities. The development of big cities faces problems of dense population and limited land, chaotic, traffic congestion, and pollution. Transit Oriented Development is a concept for the development and arrangement of major cities in the world, including in Indonesia. TOD is a solution concept that emphasizes shifting the use of motorized vehicles to mass public trans-portation systems, construction of transit stations and land development based on the construction of flats. One of the programs for implementation of TOD is in Station Tanjung Barat are, in the district or word of Tanjung Barat which is in the main street of Bogor – Depok – Jakarta by using commuter railway. High population and heavy traffic jam and crowded public houses become the main problem, and therefore it is needed to re-arrange this area based upon detail spatial plans and Regulation of The Minister of Land and Spatial Planning/Head of The National Land Agency Republic of Indonesia number 16 year 2017 about Transit-Oriented Area Development Guidelines. Development planning for Tanjung Barat Stasion has been mandated through Presidential Decree number 55/2018 inside town TOD. Keywords:  dense; development; Transit Oriented Development Abstrak Perkembangan kota–kota besar sangat pesat diiringi dengan urbanisasi besar–besaran, dan bertumbuhnya kawasan urban yang kemudian menjadi kota–kota satelit membentuk kota metropolitan. Perkembangan kota–kota besar menghadapi permasalahan padat penduduk dan lahan terbatas, lalu lintas semrawut dan kemacetan serta polusi. Pengembangan Berbasis Transit atau Transit Oriented Development (TOD) merupakan konsep pembangunan dan penataan kota–kota besar di dunia termasuk di Indonesia. TOD menjadi konsep solusi yang menekankan pada pengalihan (shifting) penggunaan kendaraan bermotor ke sistem angkutan umum massal (SAUM), pembangunan stasiun transit dan pengembangan lahan yang berbasis pada pembangunan hunian vertikal. Satu program penerapan TOD di kawasan Stasiun Tanjung Barat, Kelurahan Tanjung Barat yang berda di jalur utama Bogor – Depok- Jakarta melalui jalan Tanjung Barat dan jalan Lenteng Agung dan Commuter Line pada jalur yang sama. Tingkat populasi dan kemacetan serta kondisi permukiman yang begitu padat dan tidak tertata menjadi pokok permasalahan, sehingga perlu adanya upaya penataan kawasan tersebut sesuai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Permen ATRBPN  RI No. 16/2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit. Pembangunan dan penataan kawasan Stasiun Tanjung Barat diamanatkan melalui Peraturan Presiden RI nomor 55 Tahun 2018 sebagai TOD dengan tipologi subkota.
EVALUASI KONDISI FISIK (PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN) PRASARANA DAN SARANA UNTUK MENDUKUNG MODA TRANSPORTASI UMUM DI KOTA TANGERANG (KORIDOR 2) Sena Wiratama; Regina Suryadjaja
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22697

Abstract

Indonesia has a land area of 1,922,570 km2 and has 38 provinces and has 415 districts, 1 administrative district, 93 cities, and 5 administrative cities where a mode of public transportation is needed to facilitate people's mobility in carrying out daily activities. The Indonesian government, through the ministry of transportation, always makes improvements in the field of public transportation modes so that the Indonesian people can feel safe and comfortable in using public transportation modes, one of which is BRT (Bus Rapid Transit). One of them is Tangerang City, which is in Banten Province with an area of 164.55 km2. The city of Tangerang has provided a mode of public transportation in the form of a rapid transit bus or commonly called Tangerang Ayo (TAYO) which has a price or fare that is quite cheap, besides TAYO is made to reduce the number of congestion at several points in the City of Tangerang, Trans Kota Tangerang is the Bus Rapid Transit transportation system which began operating on December 1, 2016 in the City of Tangerang, Banten. Therefore, the purpose of this research was to find out how the public perceives the existence of the BRT mode of transportation (corridor 2) in terms of aspects of infrastructure and operational support facilities. This research is based on descriptive research through qualitative and quantitative approaches. Qualitative data collection was obtained by way of direct surveys to the field and by using a questionnaire. The results of the study showed that BRT supporting infrastructure (corridor 2) was still below the standards set by the ministry of transportation and was also confirmed by data on the perceptions of service users of the Tangera Ayo BRT (corridor 2). Keywords:  Bus Rapid Transit (BRT); public transportation; user Abstrak Pemerintah Indonesia mwlalui kementerian transportasi selalu melakukan pembenahan dalam bidang moda trasnportasi umum agar masyarakat Indonesia bisa merasakan keamanan dan kenyaman dalam penggunaan moda transportasi umum seperti salah satunya iyalah BRT (Bus Rapit Transit). Salah satunya Kota Tangerang yang berada di Provinsi Banten dengan luas wilayah 164,55 km2,kota Tangerang telah menyediakan moda transportasi umum berupa bus rapid transit atau biasa disebut Tangerang Ayo (TAYO) yang memiliki harga atau ongkos yang cukup murah selain TAYO ini dibuat untuk menekan jumlah kemacetan di beberapa titik yang berada di Kota Tangerang, Trans Kota Tangerang adalah sistem transportasi Bus Rapid Transit yang mulai beroperasi pada tanggal 1 Desember 2016 di Kota Tangerang Banten. Maka dari itu tujuan dibuatnya penelitian ini dibuat untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap adanya moda transportasi BRT (koridor 2) dari segi aspek prasarana dan sarana penunjang operasionalnya. Penelitian ini berbasis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data kualitatif didapatkan dengan cara survey langsung ke lapangan serta dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bawah prasarana penunjang BRT (koridor 2) masih di bawah standar dari kementerian perhubungan dan juga terkomfirmasi dengan data persepsi pengguna jasa BRT Tangera Ayo (koridor 2).
STUDI KEBERHASILAN PENERAPAN KRITERIA RUANG BERMAIN RAMAH ANAK PADA TAMAN KOTA DI KOTA BANDUNG (OBJEK STUDI: TAMAN TONGKENG) Rizqi Riansyah; Priyendiswara Agustina Bella
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22698

Abstract

Success criteria for the implementation of child-friendly playrooms (RBRA) in parks or public spaces are based on eight principles, including free; lack of discrimination; the best interests of the child; participation of the child; safe and secure; comfortable; creative and innovative; and good for health. Tongkeng Park is part of a park that was revived by the Bandung City Government in 2013 and received an award after verification by the Ministry of Women's Empowerment and Children's Welfare, for which it managed to achieve the main rating of the children's playroom certification. The application of the RBRA to the parks of each city and/or district is assessed against several elements. This assessment aims to determine the level of children's playrooms by category. It is not yet clear which components are factors influencing Tongkeng Park's success as an RBRA. Therefore, the study aims to identify the components of the RBRA requirements that affect the success of Tongkeng Park as an urban park with a child-friendly playroom concept, and to determine visitors' perceptions of the successful application of the criteria parks in Bandung. Qualitative and quantitative methods are used as research methods. Qualitative data obtained through field observations and interviews. At the same time, quantitative data was obtained by distributing questionnaires to visitors to Tongkeng Park. The findings of this study include knowledge of the factors that influence the success of Tongkeng Park and visitors' perceptions of the application of the RBRA criteria to Tongkeng Park. Keywords:  Central park; hild friendly cities; child friendly playground; public space; tongkeng park Abstrak Kriteria keberhasilan penerapan ruang bermain ramah anak (RBRA) di taman atau ruang publik didasarkan pada delapan prinsip, antara lain gratis; non diskriminasi; kepentingan terbaik untuk anak; partisipasi anak; aman dan selamat; nyaman; kreatif dan inovatif; dan sehat. Taman Tongkeng termasuk dalam taman yang telah direvitalisasi oleh Pemkot Bandung pada tahun 2013 dan berhasil mendapatkan penghargaan setelah di audit oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sehingga berhasil meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak peringkat utama. Penerapan dari RBRA pada taman di setiap kota dan/atau kabupaten dinilai berdasarkan beberapa komponen. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatan dari Ruang Bermain Ramah Anak berdasarkan kategori. Belum diketahui komponen mana yang menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan Taman Tongkeng sebagai RBRA. Oleh karena itu, dilakukannya penelitian bertujuan untuk mengetahui komponen persyaratan RBRA yang mempengaruhi keberhasilan Taman Tongkeng sebagai taman kota dengan konsep Ruang Bermain Ramah Anak dan mengetahui persepsi pengunjung terhadap keberhasilan penerapan kriteria RBRA pada taman kota di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif didapatkan melalui observasi lapangan dan wawancara. Sedangkan data kuantitatif diperolah dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pengunjung Taman Tongkeng. Hasil dari penelitian ini di antaranya yaitu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Taman Tongkeng dan persepsi pengunjung terhadap penerapan kriteria RBRA di Taman Tongkeng.
STUDI KONSEP INTEGRASI PENGELOLAAN TERAS CIKAPUNDUNG BERBASIS MASYARAKAT DENGAN KAWASAN HUTAN KOTA BABAKAN SILIWANGI, KOTA BANDUNG Mohamad Farhansyah; Priyendiswara Agustina Bella
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22699

Abstract

Hutan Kota Babakan Siliwangi and Teras Cikapundung BBWS, which are close to each other, are the lungs and flood controllers in Kota Bandung, which are expected to be well integrated so that they can become one of the uniqueness in Kota Bandung. This study aimed to find out how to manage Teras Cikapundung BBWS, the opinions of the parties involved in the integration, and the role of society and the community in managing Teras Cikapundung BBWS. This study used a field survey technique/observation of the physical condition of the Teras Cikapundung BBWS area as well as the activities and roles of the surrounding community. Interviews were taken involving the management, related agencies, local communities, and visitors. This research results in obtaining the right, effective proposals for improving the surrounding community in managing Teras Cikapundung BBWS integrated with the Babakan Siliwangi area. Keywords: Community; hutan kota babakan siliwangi; integration; management; teras Cikapundung BBWS Abstrak Hutan Kota Babakan Siliwangi dan Teras Cikapundung BBWS yang saling berdekatan merupakan paru-paru dan pengendali banjir di Kota Bandung, yang diharapkan dapat terintegrasi dengan baik dengan saling terhubung agar bisa menjadi salah satu keunikan di Kota Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pengelolaan Teras Cikapundung BBWS, mencari tahu pendapat pihak-pihak yang terkait apabila Teras Cikapundung diintegrasikan dengan Babakan Siliwangi, dan mengetahui peran masyarakat dan komunitas dalam mengelola Teras Cikapundung BBWS. Penelitian ini menggunakan Teknik survey lapangan/observasi kondisi fisik Kawasan Teras Cikapundung BBWS serta kegiatan dan peran masyarakat sekitar. Wawancara diambil dengan melibatkan pihak pengelola, instansi terkait, masyarakat sekitar, dan pengunjung. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkannya usulan yang tepat dan efektif dalam meningkatkan masyarakat sekitar dalam mengelola Teras Cikapundung BBWS yang diintegrasi dengan Kawasan Babakan Siliwangi.
EVALUASI RUANG TERBUKA HIJAU PADA TAMAN KOTA WADUK PLUIT, JAKARTA UTARA Daniel Andrea; Priyendiswara Agustina Bella
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22700

Abstract

City parks are a type of public green open space that play an important role in improving the quality of the urban environment. There are several aspects needed for an urban park, namely ecological, social, and economic. Ecological function will be evaluated by comparing the existing conditions with standard ecological criteria. The social function is evaluated from the activity of the park and the results of the questionnaire. The economy is evaluated from the regulations set by DPMPTSP. The results of temperature measurements at Pluit Reservoir City Park can be reduced to 2.7ºC. The humidity control function can increase humidity up to 7.8%. The noise control function can be reduced to 10.5 dBA . In the windbreak function, based on the results of the assessment based on the KPI, it is in a good category. Based on the results of the analysis of visitor activity, the majority of visitors who visited the Pluit Reservoir City Park were from North Jakarta with the most age group being 21-25 years whose activities were mostly sitting, jogging, and leisurely walking. In the analysis of physical conditions that are included in the top priority or quadrant 1 (Important but not as expected) are park benches, trash cans, and garden lights. As for other things, such as pavements that are still not in accordance with the standards of Ministerial Regulation No. 30 of 2006. Based on the results of the economic analysis, this park can be used for commercial activities such as events, competitions, bazaars, weddings, etc. So that this park can reap revenue starting from IDR 1,250,000 / location to IDR 2,500,000 / location. Keywords: City park; ecological function; economic function; social function Abstrak Taman kota merupakan salah satu jenis ruang terbuka hijau publik berperan penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Terdapat beberapa aspek yang diperlukan untuk sebuah taman kota yaitu ekologi, sosial, dan ekonomi. Fungsi ekologis akan dievaluasi dengan membandingkan kondisi eksisting dengan kriteria standar ekologi. Pada fungsi sosial  dievaluasi dari aktivitas taman dan hasil kuesioner. Pada ekonomi dievaluasi dari peraturan yang diatur DPMPTSP. Hasil pengukuran suhu Taman Kota Waduk Pluit dapat direduksi hingga 2,7ºC. Pada fungsi pengontrol Kelembaban dapat meningkatkan kelembaban hingga 7,8%. Pada fungsi pengontrol kebisingan dapat direduksi hingga 10,5 dBA . Pada fungsi penahan angin, berdasarkan dari hasil penilaian berdasarkan KPI, adalah berkategori baik. Pada hasil analisis aktivitas pengunjung, mayoritas pengunjung yang berkunjung ke Taman Kota Waduk Pluit adalah dari Jakarta Utara dengan kelompok usia paling banyak adalah 21 – 25 tahun yang beraktivitas mayoritas adalah duduk – duduk, jogging, dan jalan santai. Pada analisis kondisi fisik yang masuk ke dalam prioritas utama atau kuadran 1 (Penting tetapi belum sesuai harapan) adalah bangku taman, tempat sampah, dan lampu taman. Adapun hal lainnya seperti perkerasan yang masih belum sesuai dengan standar Peraturan Menteri No.30 Tahun 2006. Pada hasil analisis perekonomian, taman ini dapat digunakan dalam kegiatan komersil seperti event, perlombaan, bazaar, pernikahan, dll. Sehingga taman ini dapat meraup pendapatan dimulai dari Rp1.250.000,-/lokasi hingga  Rp2.500.000/ lokasi. Kata Kunci:  Taman Kota, fungsi ekologis, fungsi sosial, fungsi perekonomian.
STUDI PERUBAHAN FUNGSI RUANG DI KORIDR NUSA LOKA, BSD CITY Muhammad Rafi Akram; Regina Suryadjaja
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22701

Abstract

South Tangerang City is one of the municipalities in Banten Province, which is one of the supporting cities for DKI Jakarta. The developments that have taken place in the City of South Tangerang have been quite rapid. One of the developments is the housing sector, and the housing sector in Nusa Loka Housing, and in this study the object of study is along the Main Street of the Nusa Loka BSD housing corridor, such as Jl. Kalimantan-Jl. Batam. The Nusa Loka BSD residential corridor, and this location has its own criteria based on the activities in the road corridor, ranging from trading and services or commercial to having offices. In this final project, the Nusa Loka BSD corridor located on Jl.Kalimantan, Rawa Mekar Jaya Village is the object of study in this research, because recently there has been a change in land use that should have been residential to commercial, but in this case it was not accompanied by physical conditions. the corridor itself. What makes this corridor change from residential to commercial is because the authority is not from the management but has become the authority of the South Tangerang City Government, so that control over land use in the RTRW is not specifically regulated regarding business activities and other more in-depth criteria. This final project will focus on the study of changes in function in the Nusa Loka BSD corridor. Keywords:  Housing; nusa loka bsd; corridor; rtrw Abstrak Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu kota madya yang berada di Provinsi Banten, yang merupakan salah satu kota penyangga DKI Jakarta. Perkembagan yang terjadi di Kota Tangerang Selatan ini sudah cukup pesat. Salah satu perkembangannya yaitu sektor perumahan, dan sektor perumahan yang terdapat di Perumahan Nusa Loka.  Objek studi pada penelitian ini yaitu pada sepanjang Jalan Utama koridor perumahan Nusa Loka, Jalan Kalimantan sampai dengan jalan Batam. Koridor perumahan Nusa Loka BSD ini memiliki kriterianya masing-masing berdasarkan kegiatan yang ada di koridor jalan tersebut, mulai dari perdagangan dan jasa atau komersial hingga terdapat perkantoran. Dalam tugas akhir ini, koridor Nusa Loka BSD yang berada di Jl.Kalimantan, Kelurahan Rawa Mekar Jaya menjadi objek studi pada penelitian ini, karena belakangan ini mengalami perkembangan perubahan penggunaan lahan yang seharusnya perumahan menjadi komersial, namun dalam hal ini  tidak di iringi kondisi fisik koridornya itu sendiri. Yang membuat koridor ini berubah dari hunian ke komersial dikarenakan adanya kewenangan bukan dari pihak pengelola tetapi sudah menjadi kewenangan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, sampai pengendalian pada penggunaan lahan pada RTRW tidak diatur secara spesifik tentang kegiatan usaha dan kriteria lainnya yang lebih mendalam. Tugas akhir ini akan berfokus pada studi perubahan fungsi di koridor Nusa Loka BSD.
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH TEPIAN SUNGAI, KASUS KAWASAN KELURAHAN BAAMANG HILIR TEPIAN SUNGAI MENTAYA, KECAMATAN BAAMANG, SAMPIT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH Ribka Yunithea
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22702

Abstract

Kotawaringin Timur is known as a city with life related to rivers, especially the Mentaya River which is the center of life for the people of the city itself. Baamang Hilir is one of the villages classified as slums and densely packed in Baamang, East Kotawaringin. The lives of the people in Baamang Hilir depend on the area where they live, which is not balanced with the level of awareness and concern to care for and maintain the sustainability of the residential environment. The purpose of this study is to determine the characteristics of the location in terms of achievement and proximity, policies related to the location of the object of study, knowing the level of slums and the concept of structuring, as well as the concept of structuring in other locations with similar location characteristics. The analysis is divided into 4 parts, location and site analysis, policy analysis, slum characteristics analysis, and best practices analysis. Based on the results of the analysis, it was found that the location of the study object was classified as a medium to high slum. Priority aspects in structuring are aspects of the physical condition of buildings and infrastructure. So it is proposed to arrange houses on water, houses above ground, repair of clean waterways, sanitation of MCK, roads, and the creation of TPS. With an arrangement that focuses on these two aspects, it will affect the improvement of two other aspects, namely the social aspect and the economic aspect. In addition, the proposed structuring concept retains cultural and historical elements at the location of the object of study. Keywords: areas; arrangement; riverbanks; settlements; slums Abstrak Kabupaten Kotawaringin Timur dikenal sebagai kota dengan kehidupan yang berkaitan dengan sungai, terutama Sungai Mentaya yang menjadi pusat kehidupan bagi masyarakat kota itu sendiri. Kelurahan Baamang Hilir merupakan kelurahan yang tergolong sebagai kawasan permukiman kumuh dan padat di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kehidupan masyarakat yang berada di Kelurahan Baamang Hilir bergantung pada wilayah tempat tinggal, namun kurang diimbangi dengan tingkat kesadaran dan kepedulian untuk merawat serta menjaga kelestarian lingkungan permukiman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik lokasi dari segi pencapaian dan kedekatan, kebijakan terkait lokasi objek studi, mengetahui tingkat kekumuhan dan konsep penataan, serta konsep penataan di lokasi lain dengan karakteristik lokasi yang serupa. Analisis dibagi menjadi 4 bagian yaitu analisis lokasi dan tapak, analisis kebijakan, analisis karakteristik permukiman kumuh, dan analisis best practices. Berdasarkan hasil analisis tersebut didapatkan hasil bahwa lokasi objek studi tergolong dalam kumuh sedang hingga tinggi. Aspek prioritas dalam penataan berupa aspek kondisi fisik bangunan dan sarana prasarana. Sehingga diusulkan penataan rumah di atas air, rumah di atas tanah, perbaikan jalur air bersih, sanitasi MCK, jalan, dan pembuatan TPS. Dengan adanya penataan yang berfokus pada kedua aspek tersebut, maka akan mempengaruhi peningkatan dua aspek lainnya yaitu aspek sosial dan aspek ekonomi. Selain itu konsep penataan yang diusulkan tetap mempertahankan unsur budaya dan sejarah di lokasi objek studi.
STRATEGI PENGGUNAAN KEMBALI ADAPTIF PADA PUSAT KOMPUTER DAN PRINTER ORION DUSIT MANGGA DUA Amabel Christy Wibowo; Maria Veronica Gandha
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24188

Abstract

The economic crisis, digitalization, and the pandemic have had a profound impact on the computer and printer retail trade sector with physical stores in Orion Dusit, Mangga Dua. Empathizing with Gen-X traders in this sector who have failed to adapt in the world of commerce due to the crisis or digitalization of the e-commerce market, this project proposes potential architectural solutions centered on sustainable and community-based concepts to revitalize and revive the sector. This research aims to serve as a foundation for a commercial architecture project that can create a tangible community in the computer and printer trading sector that can encourage a sense of ownership, and offer economic stability. This study uses qualitative research methods to renew and improve existing building conditions that have the potential for architectural intervention using adaptive reuse strategies. With a holistic programming strategy that combines user needs from the past, present, and future, the new Orion Dusit will be envisioned to accommodate continuously changing retailer needs, provide alternative business solutions, and grow linearly with the future market. Keywords:  adaptive reuse; commercial; empathy; Gen-X; tangible community   Abstrak Krisis ekonomi, digitalisasi, dan pandemi sangat berdampak pada sektor perdagangan eceran komputer dan printer yang memiliki toko fisik di Orion Dusit, Mangga Dua. Berempati terhadap pedagang Gen-X di sektor ini yang gagal beradaptasi di dunia perdagangan akibat krisis maupun digitalisasi pasar e-commerce, proyek ini mengusulkan potensi solusi arsitektur yang berpusat kepada konsep berkelanjutan dan berbasis masyarakat untuk merevitalisasi dan menghidupkan kembali sektor tersebut.  Penelitian ini bertujuan sebagai landasan untuk proyek arsitektur komersial yang dapat menciptakan komunitas nyata (tangible) dalam sektor perdagangan komputer dan printer yang dapat mendorong rasa kepemilikan (ownership), dan menawarkan stabilitas (stability) ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memperbarui dan memperbaiki kondisi bangunan eksisting yang berpotensi diintervensi secara arsitektur menggunakan strategi penggunaan kembali adaptif. Pemrograman baru yang diterapkan pada rancangan bersifat holistik yang menggabungkan kebutuhan pengguna pada masa lalu(past), sekarang(present), dan masa depan (future), dengan visi akhir Orion Dusit yang dapat mewadahi perubahan kebutuhan pedagang, memberikan solusi alternatif usaha dan bertumbuh secara linear dengan potensi pasar di masa depan.

Page 97 of 134 | Total Record : 1332