cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 1,332 Documents
PASAR TEMATIK JALAN SURABAYA, JAKARTA: MENGHIDUPKAN KAWASAN JALAN SURABAYA SEBAGAI LOKAWISATA Farah Aulia Rahma Safitri; Maria Veronica Gandha
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22625

Abstract

Surabaya Street is one of tourist attraction areas in Menteng, Central Jakarta which was famous for its Antique Market. But now, its name starts to fade. Surabaya Street as a tourist attraction area has lost its appeal. The Thematic Market is expected to restore the attractiveness of Surabaya Street as one of the tourist attraction areas in Menteng, where The Food Market acts as a supporting attractor for The Antique Market which is the main attractor of Surabaya Street. The Food Market design concept in collaboration with The Antique Market,so The Food Market as a support is designed more simply. The two markets are visually and physically connected by a bridge. As an urban acupuncture, this connectivity plays a role in maintaining the continuity of activity. The activities at Food Market will not shut off The Antique Market, but rather with The Food Market’s alive there will be interaction with The Antique Market, and vice versa. It is hoped that the two markets can liven up each other and grow together economically too. Keywords: antique market; connectivity; food market; tourist attraction; urban acupuncture Abstrak Jalan Surabaya merupakan salah satu kawasan wisata di Menteng, Jakarta Pusat yang terkenal karena pasar antiknya. Namun saat ini nama tersebut kian meredup.  Jalan Surabaya sebagai kawasan wisata menjadi kehilangan daya tariknya. Dengan adanya Pasar Tematik ini diharapkan mampu mengembalikan daya tarik Jalan Surabaya sebagai salah satu kawasan wisata di Menteng, di mana pasar makanan berperan sebagai penunjang Pasar Antik yang merupakan atraktor utama kawasan. Konsep desain Pasar Makanan adalah berkolaborasi dengan Pasar Antik, sehingga Pasar Makanan sebagai penunjang didesain lebih sederhana. Kedua pasar terkoneksi secara visual dan fisik dengan adanya jembatan yang saling menghubungkan. Sebagai urban akupunktur, konektivitas ini berperan untuk menjaga keberlanjutan aktivitas. Aktivitas pada Pasar Makanan tidak akan mematikan Pasar Antik, melainkan dengan Pasar Makanan hidup maka akan terjadi interaksi dengan Pasar Antik, begitu pula sebaliknya. Sehingga diharapkan kedua pasar dapat saling menghidupkan dan tumbuh bersama secara ekonomi.
SKENARIO REGENERASI SEBAGAI INTERVENSI AKUPUNKTUR PERKOTAAN DI KAWASAN JALAN JAKSA, JAKARTA Kevin Adrian; Maria Veronica Gandha
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22626

Abstract

The development of the city tends to have a  negative impact on Jaksa Street tourist area which results in its degradation. Degradation on the once famous street among backpackers is marked by the closures of cafes and restaurants, as well as the increased number of properties that are up for rent or sale. The degrading trend that the street faces leads to changes in the sense of place, which may lead to a change in the character of Jaksa Street, which in the long run could include the death of the once famous tourist corridor. In an effort to maintain the sustainability of the area and the area’s character which holds collective memories for both the local community and tourists, an intervention needs to be carried out to ensure Jaksa Street continuity and survival.   This study aims to develop a street development scenario and development plans for abandoned spaces along the street which are designed to partake in solving Jaksa Street problems. Analysis is carried out by using qualitative methods with primary data obtained by interviews and field visits as well as secondary data obtained from other sources. Urban acupuncture approach is used as a base for the development scenario of the area. The ultimate goal of this study is to develop a street development scenario and intervention plans that can answer existing problems and maintain the sustainability of Jaksa Street. Keywords:  area character; attraction; degradation; tourist area Abstrak Perkembangan kota cenderung berdampak negatif terhadap kawasan wisata Jalan Jaksa yang mengakibatkan terjadinya degradasi. Degradasi pada kawasan yang terkenal di kalangan turis ransel ini ditandai dengan tutupnya kafe dan restoran serta jual beli bangunan. Tren degradasi Jalan Jaksa mendorong terjadinya perubahan pengalaman ruang, yang dapat menyebabkan perubahan karakter dan termasuk matinya kawasan wisata Jalan Jaksa di masa depan. Dalam upaya menjaga keberlangsungan kawasan dan karakter kawasan yang menyimpan kenangan kolektif baik bagi masyarakat lokal maupun turis mancanegara, sebuah intervensi perlu dilakukan untuk menjamin keberlangsungan kawasan wisata  Jalan Jaksa. Tulisan ini bertujuan untuk membentuk sebuah skenario pengembangan kawasan serta rencana pengembangan untuk ruang-ruang yang ditinggalkan sehingga dapat berperan dalam penyelesaian masalah koridor Jalan Jaksa. Analisis menggunakan metode kualitatif dengan data primer yang diperoleh dengan wawancara dan kunjungan lapangan serta data sekunder yang diperoleh dari sumber lain. Dasar perancangan kawasan dilakukan dengan pendekatan akupunktur perkotaan. Tujuan akhir dari tulisan ini adalah untuk menunjukkan skenario pengembangan kawasan dan rencana pengembangan titik-titik intervensi yang dapat menjawab permasalahan yang ada dan menjaga keberlanjutan kawasan wisata Jalan Jaksa.
REGENERASI LINGKUNGAN CINA BENTENG DI JALAN CILAME Valeria Kristi; Timmy Setiawan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22628

Abstract

The district area of Tangerang Lama Town is a Chinese suburban area that became the root of Tangerang City. It is a historical site for the Cina Benteng culture. Tangerang Lama itself is a cultural destination but some of the area is abandoned and left degraded. The "Regeneration of Cina Benteng Neighborhood in Cilame Street" aims to regenerate the buildings and the streets in the Cilame area. Using the Urban Acupuncture Method, creating a linkage to connect the more crowded areas and the less crowded one to create a symbiosis. Supported by the "man and nature" concept, the building design aims to harmonize with nature, projecting the concept of Yin from Cina Benteng culture in hope of creating a new role of this building as a Culture Hub. Breathing a new life to the Chinese culture of Pasar Lama area and to attract communities to re-learn the Cina Benteng culture. Keywords: Cina Benteng; culture HUB; regeneration Abstrak Area kawasan Kota Tangerang Lama merupakan perkampungan Tionghoa yang menjadi awal mula terbangunnya Kota Tangerang dan menjadi sejarah dari kebudayaan Cina Benteng berdiri. Area Kota Tangerang Lama ini menjadi destinasi wisata namun masi ada area kawasan wisata yang sepi dan terdegradasi. Sehingga proyek “Regenerasi Lingkungan Cina Benteng di Jalan Cilame” ini bertujuan untuk meregenerasi area bangunan dan jalanan yang terdegradasi yang berada di area Jalan Cilame. Proyek ini menggunakan metode Urban Acupuncture, metode Linkage untuk menghubungkan node area Kawasan yang ramai dan tidak ramai agar dapat saling terhubung dan metode simbiosis. Didukung dengan konsep “men and nature” dari metode simbiosis, desain bangunan diarahkan untuk berdamai dengan alam dengan menyisipkan makna yin dan yang dari kebudayaan Cina Benteng diharapkan dapat memunculkan peranan baru di tengah masyarakat sebagai bangunan dengan program Culture HUB yang bertujuan untuk menghidupkan kembali lagam tionghoa di daerah Kawasan pasar lama dan dapat mengajak masyarakat untuk mengenal kembali kebudayaan Cina Benteng.
PENGEMBANGAN TEMPAT PELELANGAN IKAN SEBAGAI ATRAKTOR DAN FASILITAS HIBURAN KOTA Nicholas Edgar Crown; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22630

Abstract

Indonesia is one of the countries that has a very wide sea area, from this vast ocean comes various and useful marine products for the community. These marine products are usually stored and sold in a place called the Fish Auction Place, where this place has a function as a distributor and container for marine products, including in the Indonesian Capital City, DKI Jakarta. DKI Jakarta, which is located in the northern part of the island of Java, has several Fish Auction Places that only operate as a medium for distributing and storing marine products, this creates an impression that Fish Auction Places are only for workers. Based on the fact that research on Fish Auction Places in an area is often used as a tourist destination for the city, therefore it is not uncommon to find a Fish Auction Place or commonly called TPI which also functions as a place of entertainment because there are entertainment facilities that can entertain the audience. visitors who come to the TPI. The phenomenon of the presence of entertainment facilities at a TPI has proven to be effective in improving the quality of life of the community and the area so that regional growth becomes more positive and healthy. Besides being able to increase the growth and development of a TPI, the presence of entertainment facilities at TPI can provide visitors with a new experience that is not found in other entertainment facilities. Keywords:  attractor; entertainment facility; fish auction place Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah laut yang sangat luas, dari luas lautan tersebut muncullah hasil-hasil laut yang beragam dan bermanfaat untuk para masyarakat. Hasil laut tersebut biasanya ditampung dan dijual di sebuah tempat yang bernama Tempat Pelelangan Ikan, dimana tempat ini memiliki fungsi sebagai penyalur dan penampung hasil laut, termasuk di Ibukota Negara Indonesia, yakni DKI Jakarta. DKI Jakarta yang terletak di bagian utara pulau jawa memiliki beberapa Tempat Pelelangan Ikan yang hanya beroperasi sebagai media penyalur dan penampung hasil laut saja, hal ini menimbulkan sebuah kesan dimana Tempat Pelelangan Ikan hanya untuk para pekerja saja. Berdasarkan fakta penilitian Tempat Pelelangan Ikan yang terdapat di suatu daerah sering dijadikan salah satu destinasi wisata dari kota tersebut maka dari itu tidak jarang ditemukan sebuah Tempat Pelelangan Ikan atau yang biasa disebut TPI juga berfungsi sebagai salah satu tempat hiburan karena terdapat fasilitas penghibur yang bisa menghibur para pengunjung yang datang ke TPI tersebut. Fenomena hadirnya fasilitas hiburan di sebuah TPI terbukti ampuh dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daerah tersebut sehingga pertumbuhan daerah pun menjadi semakin positif dan sehat. Selain dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sebuah TPI, hadirnya fasilitas hiburan di TPI dapat memberikan pengunjung sebuah pengalaman baru yang tidak ditemukan pada fasilitas hiburan lainya.
STRATEGI REGENERASI MEMORI KOLEKTIF KAWASAN MELALUI METODE URBAN AKUPUNKTUR (STUDI KASUS: PELABUHAN SUNDA KELAPA) Cornelius Chelvanno Jacksen; Irene Syona Darmady
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22631

Abstract

Sunda Kelapa Port is an important and a historical component for Indonesia, as a archipelagic state, ships, sea, and port have become the identity of Indonesian. Sunda Kelapa Port is one of the oldest port in Indonesia, where the location has been used since 5th centuries until today, through many governments, cultures, and technologies, Sunda Kelapa is also the forerunner to the formation of the City of Jakarta. Currently, Sunda Kelapa Port has experienced a degradation of its historical and maritime identity since 2021, due to regulations that limit tourists from tourism activities. The limitation causing disappearance of maritime memories that embedded in Sunda Kelapa Port, traditional loading and unloading activities is stopped and people start to forget it existence. The Phinisi ship that is anchored at the Sunda Kelapa Port is also in danger of disappearing from the Sunda Kelapa Harbor, as well as Jakarta. The loss of the existence of historical elements in the Sunda Kelapa Port can be caused by the loss of reasons to preserve due to limitations, such as traditional loading and unloading requiring more workers, which are currently being replaced with cranes. Pinisi ships also have limitations that iron ships do not have, such as the types of goods that can be carried and the technology contained in iron ships. This loss of attraction and historical relics have caused the loss of the collective memory of Sunda Kelapa Harbor. Like communities that have a high level of mutual cooperation fade away, leaving behind memories and stories about the Sunda Kelapa Harbor. Urban acupuncture method expected to produce a architecture intervention, and injecting a new activity that can revive Jakarta's maritime memory/ identity by reviving tourism activities, without disturbing port activities or the security of port subjects, by increasing citizen involvement, the collective memory of Sunda Kelapa Harbor can be regenerated. Keywords:  collective memory;  degradation; maritime; Sunda Kelapa; urban acupuncture Abstrak Pelabuhan Sunda Kelapa adalah sebuah komponen yang penting dan bersejarah bagi Negara Indonesia, sebagai negara kepulauan, kapal, laut, dan pelabuhan sudah menjadi identitas Warga Indonesia. Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan salah satu pelabuhan tertua di Indonesia, dimana lokasi tersebut mulai digunakan sejak abad ke-5 hingga saat ini, melewati banyak pemerintahan, budaya, dan perkembangan teknologi, Sunda Kelapa juga merupakan cikal bakal terbentuknya Kota Jakarta. Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa mengalami degradasi identitas sejarah dan maritim sejak tahun 2021, dikarenakan pembatasan aktivitas pelabuhan oleh pengelola setempat menjadi kendala bagi pengunjung untuk melakukan kegiatan wisata. Pembatasan kegiatan wisata ini dapat menyebabkan degradasinya jejak peninggalan maritim, seperti kegiatan bongkar muat tradisional yang sudah berhenti dilakukan dalam pelabuhan. Kapal Pinisi yang berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa juga terancam hilang dari Pelabuhan Sunda Kelapa, maupun Jakarta. Hilangnya keberadaan unsur sejarah di Pelabuhan Sunda Kelapa dapat disebabkan hilangnya alasan untuk melestarikan yang dikarenakan keterbatasan yang dimiliki, seperti dengan bongkar muat tradisional membutuhkan lebih banyak buruh, yang saat ini diganti dengan mesin derek. Kapal Pinisi juga memiliki keterbatasan yang tidak dimiliki kapal besi, seperti jenis barang dapat dibawa, dan teknologi yang terdapat di kapal besi. Hilangnya daya tarik dan peninggalan sejarah ini menyebabkan hilangnya memori kolektif Pelabuhan Sunda Kelapa. Masyarakat yang memiliki tingkat gotong royong yang tinggi menjadi pudar, dan meninggalkan memori maupun kisah mengenai Pelabuhan Sunda Kelapa. Metode urban akupunktur diharapkan dapat menghasilkan intervensi arsitektur dan injeksi aktivitas baru agar jejak maritim Sunda Kelapa dan Jakarta dapat hidup kembali, dengan membangkitkan kegiatan wisata, tanpa mengganggu kegiatan pelabuhan maupun keamanan subjek pelabuhan, dengan meningkatkan keterlibatan warga, memori kolektif Pelabuhan Sunda Kelapa dapat teregenerasi kembali.
PUSAT KUCING JATINEGARA DENGAN PENDEKATAN URBAN AKUPUNKTUR Putri Nurandini; Timmy Setiawan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22632

Abstract

Physical degradation in the Jatinegara animal market area can be seen from the stalls that occupy the sidewalks. As a result, the sidewalks become dirty, smelly, and damp because animal waste is also jammed, causing pedestrians and motorists to suffer. Acupuncture urban planning is carried out to produce impact and quality for large scale urban areas by producing a chain reaction, where one project or design made at one point can have an impact or positive effect on other areas. Macro, meso, micro analyzes were carried out to understand more about the Jatinegara Animal Market. Data collection was taken from print media, interviews and observations. The design method uses an urban acupuncture approach. In the Jatinegara Animal Market area, several issues were found in the animal market area, namely the stalls of traders who eat the pedestrian street, so that it becomes dirty and slippery and causes traffic jams. The concept of "Architecture for Animals and Humans", Jatinegara Cat Center is a forum for the pet trade, requiring comfortable buildings that can bring out the original characters of the pets being sold. Keywords:  Degradation; urban acupuncture; architecture for animal and human Abstrak Degradasi fisik pada kawasan pasar hewan Jatinegara dapat dilihat dari kios-kios yang menempati trotoar akibatnya trotoar menjadi kotor, bau, lembab karena kotoran hewan dan juga macet sehingga pejalan kaki dan pengendara terganggu. Penataan urban Akupunktur dilakukan untuk menghasilkan dampak dan kualitas bagi lingkup skala kota yang besar dengan menghasilkan reaksi berantai (chain react), dimana dari satu proyek atau rancangan yang dibuat di satu titik dapat memberikan pengaruh atau efek positif bagi area lainnya. Analisis makro, meso, mikro dilakukan untuk memahami lebih lanjut mengenai Pasar Hewan Jatinegara. Pengumpulan data diambil dari media cetak, wawancara dan observasi. Metode perancangan menggunakan pendekatan urban akupuntur. Kawasan Pasar Hewan Jatinegara, ditemukan beberapa isu di kawasan pasar hewan yaitu kios-kios pedagang yang memakan jalan pedestrian, sehingga menjadi kumuh dan licin dan menimbulkan kemacetan. Konsep "Architecture for Animal and Human", Jatinegara Cat Center merupakan sebuah wadah untuk perdagangan hewan peliharaan, membutuhkan kenyamanan bangunan yang dapat memunculkan karakter asli dari hewan peliharaan yang dijual.
MENGINGAT PINTU BESAR SELATAN : MERANCANG KEMBALI BANGUNAN YANG TERBENGKALAI DI JALAN PINTU BESAR SELATAN Klemens Denzel; Agustinus Sutanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22633

Abstract

Pintu Besar Selatan St. is a connecting area between Chinatown, Glodok, and Kota Tua. In the past Pintu Besar Selatan St. is an area that is very crowded with visitors, but now Pintu Besar Selatan St. has been empty of visitors, one of the reasons is due to physical degradation in this area which has resulted in many abandoned buildings along Pintu Besar Selatan St.. The overall concept of this project is to recall the existence of Pintu Besar Selatan St. in terms of function and experience at the time. Through qualitative research methods and contextual design methods with a behavioral setting approach that produces recommendations for retail, office and restaurant programs which are the main functions of this project. The building is made according to the character of the area where the character of the area is shop houses with arcades along the road. Through the implementation of merging the existing facade as the exterior of the building as well as the existing arcade into the design and implementation of the program which is a development of the existing existing program, it can be the right response in supporting the development of the area evenly, it can also support the revival of the existence of Pintu Besar Selatan St. in the historical area which is supported by the existing component. Kata kunci: Akupunktur perkotaan; kontekstual; Pecinan Glodok; ruang terbengkalai Abstrak Jl. Pintu Besar Selatan merupakan sebuah kawasan penghubung antara Pecinan Glodok, dan Kota Tua. Pada masa lampau Jl. Pintu Besar Selatan menjadi daerah yang sangat ramai oleh pengunjung, namun sekarang ini Jl. Pintu Besar Selatan menjadi sepi pengunjung salah satu alasannya dikarenakan terjadinya degradasi fisik di daerah ini yang menjadikan banyak bangunan terbengkalai di sepanjang Jl. Pintu Besar Selatan. Konsep keseluruhan pada proyek ini adalah mengingatkan kembali keberadaan Jl. Pintu Besar Selatan secara fungsi maupun pengalaman yang ada pada masanya. Melalui metode penelitian kualitatif dan metode perancangan kontekstual dengan pendekatan behavioural setting yang menghasilkan usulan program ritel, kantor dan restoran yang menjadi fungsi utama pada proyek ini. Bangunan dibuat menyesuaikan dari karakter kawasan dimana karakter kawasan pada daerah ini adalah ruko dengan arkade yang berada disepanjang jalan. Melalui penerapan penggabungan fasad eksisting sebagai eksterior bangunan juga arcade eksisting ke dalam perancangan dan penerapan program yang merupakan pengembangan dari program eksisting yang ada dapat menjadi respon yang tepat dalam mendukung berkembangnya kawasan secara merata juga dapat mendukung teringat kembalinya keberadaan Jl. Pintu Besar Selatan pada kawasan historis yang didukung dengan adanya komponen eksisting.
PERANCANGAN KOMPONEN STRUKTUR PENYUSUN BANGUNAN DENGAN PENDEKATAN CIRCULAR ECONOMY DAN KONSEP “EDITABLE MODULAR BUILDING” Kevin Handali; Mekar Sari Suteja
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22634

Abstract

Tanjung Pasir Village is a village located north of Tangerang, Banten. Residents in this village have a unique habit of the buildings. They are used to building the house gradually in the core areas (bedrooms, kitchen and living room) then adding other rooms over time. This habit has a negative impact on development activities that are not running effectively and efficiently. A lot of material is wasted even though it can still be reused to minimize expenses during construction. By using the Circular Economy principle, namely the use of multifunctional materials, namely reusing existing materials with different functions. This principle works in extending the duration of material use. This design idea was inspired by the formation of LEGO which was created in 1949 and has a consistent shape and connection so that it can still be played today. The design concept is made simple modular which is manageable and sustainable. Application of the principle to this concept occurs in the use of permanent, semi-permanent, variable components and members of constant MEP structures. Keywords:  Circular Economy; component; lego; recycled material; structure Abstrak  Desa Tanjung Pasir merupakan desa yang terletak di utara Tangerang, Banten. Penduduk di desa ini memiliki kebiasaan yang unik pada bangunan-bangunannya. Mereka terbiasa untuk membangun rumah secara bertahap pada area inti (kamar tidur, dapur, dan ruang keluarga) kemudian menambahkan ruang-ruang lain dengan berjalannya waktu. Kebiasaan ini memberikan dampak buruk terhadap kegiatan pembangunan yang berjalan secara tidak efektif dan efisien. Banyak material yang terbuang sia-sia padahal masih dapat dipakai kembali untuk meminimalisir pengeluaran saat pembangunan. Tulisan ini mencoba menggagas prinsip Circular Economy dalam mendesain suatu struktur penyusun bangunan. Konsepnya adalah penggunaan kembali material yang sudah ada agar multifungsi. Prinsip ini bekerja dalam memperpanjang durasi pemakaian material. Ide desain ini terinspirasi dari bentukan LEGO (tahun 1949) yang memiliki bentuk dan sambungan yang konsisten sehingga tetap bisa dimainkan hingga saat ini. Konsep desain dibuat modular sederhana yang dapat diatur dan berkelanjutan (editable modular). Penerapan konsep ini pada penggunaan struktur permanen, semi-permanen, komponen yang dapat diubah serta bagian struktur MEP konstan.
DESAIN PASAR TAMAN PURING MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL Putri Arlastasya Maria Adi Pataka; Fermanto Lianto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22635

Abstract

Acknowledging the importance of the market sector’s big role in a city. The existence of Taman Puring Market has a big influence on the daily activities of the local population. Thus, the problems that occur with the market are very important and affect the integration of the buying and selling chain as a market for used goods. When the chain is broken, there will be a certain person's welfare, especially market traders. By paying attention to the welfare of traders, Taman Puring Market creates a market for development and advancement of existing ties for the welfare of both sellers and buyers. Taman Puring Market has been known for a long time as a market for cheap shoes and used goods. A very historical Taman Puring Market trip. However, they are in danger of dying because of diminishing visitors due to the increase in the realm of online trading and the addition of the COVID-19 pandemic. Through qualitative methods supported by the Urban Acupuncture strategy with a daily analysis approach which results in the use of contextual concepts that aim to restore the identity and existence of the Taman Puring market as a used goods market realized in accordance with the surrounding context by designing a used goods facade as a support for the used goods market icon so that the market will be can support the surrounding area to develop as well by becoming an attractor that again reminds the importance of the Taman Puring Market and as a forum for market traders to move forward in balancing offline and online markets. Keywords:  market; park; urban acupuncture; used goods Abstrak Sektor pasar dalam sebuah kota memiliki peran yang  sangat penting. Keberadaan Pasar Taman Puring berpengaruh besar dalam kegiatan keseharian penduduk  setempat. Sehingga, permasalahan yang terjadi terhadap  pasar sangatlah penting  dan berpengaruh pada integrasi rantai  jual-beli  sebagai pasar barang bekas.  Ketika rantai  tersebut  ada  yang  terputus  akan  terjadi  adanya  ketidaksejahteraan  suatu  oknum tertentu khususnya pedagang pasar. Dengan memperhatikan kesejahteraan pedagang Pasar Taman Puring mewujudkan pasar untuk berkembang dan  majunya ikatan yang ada untuk kesejahteraan penjual maupun pembelinya. Pasar Taman  Puring dikenal sejak lama sebagai pasar sepatu murah dan barang bekas. Perjalanan Pasar Taman Puring yang sangat historis. Namun, terancam mati karena pengunjung yang kian berkurang akibat meningkatnya ranah perdagangan daring dan  ditambah  pandemi COVID-19.  Melalui metode kualitatif didukung dengan strategi Akupunktur Perkotaan dengan pendekatan analisis keseharian yang menghasilkan digunakannya konsep kontekstual yang bertujuan untuk mengembalikan identitas dan eksistensi pasar taman puring sebagai pasar barang bekas terwujud sesuai dengan konteks sekitar dengan perancangan fasad barang bekas sebagai pendukung ikon pasar barang bekas sehingga pasar nantinya dapat mendukung kawasan sekitarnya untuk ikut berkembang dengan menjadi atraktor yang kembali mengingatkan pentingnya Pasar Taman Puring dan sebagai wadah bagi pedagang pasar untuk ikut maju dalam menyeimbangkan pasar luring dan daring.
STUDI POTENSI DESTINASI WISATA DESA SAPORKREN KABUPATEN RAJA AMPAT Lod Gamaliel Komiter; Parino Rahardjo
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22693

Abstract

Saporkren Village has natural and cultural potential as a tourist destination. To be more attractive to tourist visits, a more planned village potential development concept is needed and in accordance with recommendations for the progress of the Saporkren Tourism Village. The potential of a tourism village is the potential for a village-based tourist destination where there are various factors that support the progress of a tourist village. The potential includes policies, location, site, landscape/culture, accommodation/facilities, services and prices. As well as the feasibility factors of tourist villages such as Cultural and Natural Resources, Promotion and Preservation of Cultural Resources, Economic Sustainability, Social Sustainability, Environmental Sustainability, Tourism Potential and Development and Value Chain Integration, Tourism Governance and Priority, Infrastructure and Connectivity, Health, Safety and Security. The purpose of this study was to determine the natural and cultural potential, as well as the physical condition of the Saporkren Tourist Village and also to determine the condition of the buildings and infrastructure of the Saporkren Tourist Village. This potential study will produce conclusions and recommendations that can be used for the development of the Saporkren Tourism Village. Keywords: potential; Saporkren; tourism; tourist destinations; tourist village Abstrak Desa Saporkren memiliki potensi alam dan budaya sebagai destinasi wisata. Untuk lebih menarik kunjungan wisata diperlukan konsep pengembangan potensi desa yang lebih terencana dan sesuai dengan rekomendasi demi kemajuan Desa Wisata Saporkren. Potensi Desa wisata adalah potensi destinasi wisata berbasis desa dimana ada berbagai faktor yang mendukung dalam kemajuan suatu desa wisata. Adapun potensi tersebut seperti kebijakan, lokasi, tapak, lansekap/culture, akomodasi/fasilitas, pelayanan dan harga. Serta faktor-faktor kelayakan desa wisata seperti Sumber Daya Budaya dan Alam, Promosi dan Pelestarian Sumber Daya Budaya, Keberlanjutan Ekonomi, Keberlanjutan Sosial, Kelestarian Lingkungan, Potensi dan Pengembangan Pariwisata dan Integrasi Rantai Nilai, Tata Kelola dan Prioritas Pariwisata, Infrastruktur dan Konektivitas, Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi alam dan budaya, serta kondisi fisik Desa Wisata Saporkren dan juga untuk mengetahui kondisi bangunan dan infrastuktur Desa Wisata Saporkren. Studi potensi ini akan menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi yang bisa digunakan untuk pengembangan Desa Wisata Saporkren.

Page 96 of 134 | Total Record : 1332