cover
Contact Name
Rizky Saputra
Contact Email
rizkysaputra@uinsu.ac.id
Phone
+6282257366060
Journal Mail Official
jurnalpsga.uinsu@gmail.com
Editorial Address
Center of Gender and Child Study Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies
ISSN : 26851520     EISSN : 27163733     DOI : -
Focus and Scope of JGSIMS: Study of Gender and Children in the Indonesian Context both from an Islamic perspective and gender study in general. Sub Themes Related to Gender and Children with the characteristics of crosscutting issues in various aspects such as Education, Law, Politics, Psychology, Religion, Literature, Sociology, Anthropology, Culture, and Religion.
Articles 82 Documents
PEREMPUAN DALAM PUSARAN PERKAWINAN; ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN Dayu, Wulan
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v2i2.10047

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang bagimana seharusnya hak-hak yang dimiliki oleh istri dan suami dalam perkawinan, ketika berbicara tentang hak dan kewajiban suami isteri di zaman sekarang, terutama di kalangan akademisi (penggiat ilmu pengetahuan), kita tidak dapat lepas dari membicarakan pandangan orang-orang yang menginginkan pembaharuan dalam hukum-hukum yang berkaitan dengan hal disebut di atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan serta fenomenologis, sumber literatur dari buku digunakan untuk melihat keadaan sosial berkenaan dengan masalah ini. Singkatnya dapat dikatakan bahwa, banyak sudah pemikir muslim di zaman sekarang yang tidak paus lagi dengan hukum keluarga yang ada dalam kitab-kitab fikih klasik, yang mayoritas ditulis oleh orang Arab. Orang-orang yang menginginkan hal demikian belakangan disebut namanya dengan kaum feminis, yaitu orang-orang yang meinginginkan kesetaraan gender, baik dalam hubungan suami isteri maupun peran wanita di ranah publik. AbstractThis research  discusses how the rights of a wife and husband in marriage should be, when talking about the rights and obligations of husband and wife today, especially among academics (scientific activists), we cannot be separated from discussing the views of other people. who want reforms in the laws relating to the matters mentioned above. This research uses a literature study and phenomenological approach, literature sources from books are used to see the social situation regarding this problem. In short, it can be said that, there are many Muslim thinkers today who are no longer pope with the family law contained in the classical fiqh books, the majority of which were written by Arabs. People who want this are later called feminists, namely people who want gender equality, both in husband and wife relationships and the role of women in the public sphere
PENANGGULANGAN KEJAHATAN SEKSUAL PADA ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI ERA GLOBALISASI Azmiati Zuliah
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v2i1.9642

Abstract

Abstrak Globalisasi merupakan fenomena global yang merambah ke seluruh dunia dan mempengaruhi sendi kehidupan seluruh lapisan masyarakat termasuk pada anak-anak di Indonesia dengan membawa berbagai konsekwensi sebagai akibat globalisasi baik segi positif maupun negatif. Seiring dengan perkembangan jaman, dalam bidang teknologi, informasi dan komunikasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, perkembangan informasi tanpa batas telah membuka wawasan pengetahuan baru dan bentuk-bentuk peradaban baru dalam masyarakat, kehausan masyarakat akan perkembangan informasi yang terus bergerak dinamis memaksa masyarakat untuk terus berburu informasi-informasi terbaru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penegakan hukum terhadap kejahatan seksual padaoleh anak di era globalisasi dan bagaimana upaya penanggulangan kejahatan yang dilakukan pada Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dan yuridis empiris bersifat kualitatif. Hasil penelitian ada banyak aspek positif yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak untuk menunjang tumbuh kembang dan belajar mereka dengan kecanggihan teknologi saat ini, akan tetapi banyak juga aspek negatif yang harus diwaspadai. Tindakan kriminal terhadap anak akibat mengakses media sosial mencapai ratusan bahkan ribuan anak , diantaranya  kasus-kasus kejahatan seksual seperti sodomi, pornografi, perkosaan, pencabulan yang pelaku justu dilakukan oleh  anak. Pada era modern ini orangtua dengan mudahnya memberikan anak akses telepon genggam atau smartphone , akibatnya anak anak sudah bisa dengan leluasa mengakses segala info, mulai berita, hiburan, permainan, bahkan, situs orang dewasa. Harapan kepada orangtua harus dapat memberi pengawasan yang baik terhadap anak juga kepada pemerintah dapat mensosialisasikan dan memberikan pelatihan literasi digital yang baik terhadap anak dan orangtua.
BENTUK HEGEMONI PRIA ATAS PEREMPUAN PADA LIRIK LAGU SURTI TEJO DARI JAMRUD BAND Eko Setiawan
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v3i1.12404

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang mengkaji gender dan musik dalam lirik lagu “Surti Tejo” yang cukup kontoversial karena liriknya yang aneh, porno, nakal. Meskipun kontroversial nyatanya banyak digemari karena liriknya yang nakal dan nadanya sederhana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif, untuk menggali makna data empirik yang berasal dari kaset pita, buku, surat kabar, jurnal. Jenis data dalam penelitian kualitatif berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari obyek penelitian, berupa teks dan lirik lagu Jamrud berjudul “Surti Tejo”. Sedangkan data sekunder berupa data tambahan untuk menunjang data pokok. Proses analis data melalui tiga langkah: menyeleksi, menganalisa, menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran nilai budaya patriarki  dalam sebuah lirik lagu, menjadi bentuk hegemoni kekuasaan pria dalam segala aspek atas wanita.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK DALAM KASUS BULLYING MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA Tri Rizky Analiya; Ridwan Arifin
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v3i1.10950

Abstract

Cases of bullying on children are still rampant in Indonesia. Many of these cases occur in the school environment, even with the rapid flow of information, bullying cases also often occur online. This study aims to analyze the legal protection for children provided by the Government through Law Number 35 Year 014 concerning Child Protection in cases of bullying. This study uses a normative juridical approach, where the study covers various related legal regulations. This study found that cases of child abuse in which the perpetrator and victim are children have special mechanisms for handling them. Children as legal subjects have different characteristics through Juvenile Criminal Law and Juvenile Justice. However, a psychological and familial approach is needed in dealing with cases of child bullying.
CHILDREN'S SOCIAL VALUES: SINGLE MOTHER PARENTING Veryawan Veryawan; Juliati Juliati
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v3i1.12581

Abstract

Parenting by single mothers is one of the most common social phenomena in society. Parents become single parents due to several factors such as the occurrence of divorce and or their spouse has died. Parents who become single parents will experience a series of problems. This is because there is only one parent who cares for and raises the child. The purpose of this study is to find out how the parenting style is, the inhibiting factors and to find out the efforts of single mothers in instilling social values in children. The approach taken in this research is a qualitative approach. The data collection technique used in this research is to use the method of observation, interviews and documentation. In addition, the data analysis technique uses the data triangulation method for data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study are, single parent parenting in instilling social values in children uses democratic and authoritarian parenting styles. Where a single parent democratic parenting pattern always prioritizes the interests of children, nurturing them with love without any coercion, the inhibiting and encouraging factors in instilling social values in children in the area are busyness factors and economic factors and low economic factors where parents busy working so that it is difficult to instill social values in children, and the efforts made by single mothers with good communication between single parents and children can have a positive impact on children's morale because parents' advice or messages are conveyed to children in instilling children's social values.
PANDANGAN ORANG TUA TERHADAP PENTINGNYA TATA KRAMA, BUDAYA DAN MINAT BELAJAR ANAK Asra Idriyansyah Purba
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v3i1.11285

Abstract

Abstrak Tata karma, sopan santun dan budaya bangsa sudah menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia. Seperti bersalaman, menundukan badan, tidak berkata kasar dan lainya. Namun, adatdan sopan santun ini kian hari kian memudar, khususnya di kalangan anak-anak. Hal ini disebabkan karena modernisasi zaman yang membuat budaya-budaya luar masuk melalui teknologi informasi yang semakin maju, yang belum tentu selaras dengan norma yang diajari orang tua. Pergeseran moral ini bukan hanya menjadi tanggung jawab dari sekolah sepeti guru, tetapi juga orang tua masing-masing anak. Pendidikan di Indonesia harus berpegang terhadap ciri khas bagsa Indonesia yang berbudaya. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tanggapan dari para pemuda mengenai tata karma, budaya pendidikan dan minat belajar pada anak sudah terpapar modernisasi teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan cara membagikan pertanyaan yang berisi tentang pertanyaan pengetahuan, pendapat, dan pengamatan dari para orang tua yang memiliki anak mengenai isu degradasi moral. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya degradasi moral anak pada beberapa skema kebiasaan tata karma dan budaya bangsa dan penurunan minat unuk belajar.  Maka dari itu dibutuhkan kontribusi dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini demi mendapatkan generasi dengan menciptakan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi. AbstractManners and national culture have become the hallmark of the Indonesian nation. Such as shaking hands, lowering the body, not saying rude and others. However, these customs and manners are fading day by day, especially among children. This is due to the modernization of the era which makes foreign cultures enter through increasingly advanced information technology, which is not necessarily in harmony with the norms taught by parents. This moral shift is not only the responsibility of schools such as teachers, but also the parents of each child. Education in Indonesia must adhere to the characteristics of the cultured Indonesian nation. Therefore, this research was conducted to find out the responses of youth regarding manners, educational culture and interest in learning in children who have been exposed to technological modernization. The research method used is descriptive qualitative analysis. The research was conducted by distributing questions containing questions of knowledge, opinions, and observations from parents who have children regarding the issue of moral degradation. The results of this study indicate that there is a moral degradation of children in several schemes of habits of etiquette and national culture and a decrease in interest in learning. Therefore, contributions from various parties are needed to overcome this problem in order to get a generation by creating children in the midst of the rapid development of technology and globalization.
STRATEGI BURUH PABRIK PEREMPUAN MUSLIM MENGATASI PERMASALAHAN PENDIDIKAN ANAK Sri Wahyuni; Neila Susanti; Muhammad Jailani
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v3i1.11120

Abstract

Abstrak Fenomena yang kini terjadi di ranah publik adalah semakin banyaknya wanita yang membantu suaminya dalam mencari nafkah, seperti halnya yang terjadi di Desa Hamparan Perak bahwa banyak perempuan yang membantu mencari nafkah dan bekerja menjadi menjadi buruh pabrik. Karena ini perempuan memainkan berbagai peran dalam rumah tangga; peran pendidikan dalam keluarga, peran mencari nafkah. Akibatnya buruh pabrik perempuan kesulitan dalam mendidik anak. Dan mengakibatkan terbengkalainya pendidikan anak. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi buruh pabrik perempuan muslim dalam mengatasi persoalan anak yang terbengkalai dalam dunia pendidikannya. Jenis penelitian ini yaitu penelitiannkualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara langsung. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa strategi buruh pabrik perempuan muslim mengatasi persoalan pendidikan anak melalui membangun pandangan pentingnya pendidikan sekolah bagi anak, melakukan kontrol orang tua terhadap proses/frekuensi belajar anak seperti : membuat peraturan jam belajar, mengecek tugas sekolah, membuat sanksi terhadap anak jika tidak mengikuti peraturan, dan menanamkan nilai-nilai ajaran islam dalam pendidikan anak. AbstractThe phenomenon that is now happening in the public sphere is the increasing number of women who help their husbands in earning a living, as happened in Hamparan Perak Village where women who help make a living, work as factory workers. Because of this women play various roles in the household; the role of education in the family, the role of earning a living. As a result, female factory workers have difficulty in educating their children. And resulted in neglect of children's education. This paper aims to find out how the strategy of Muslim women factory workers in overcoming the problems of neglected children in the world of education. This type of research is qualitative research with data collection techniques using direct observation and interviews. From the results of this study, it is known that the strategy of Muslim women factory workers overcomes the problem of children's education through building a view of the importance of school education for children, exercising parental control over the process/frequency of children's learning such as: making study hours regulations, checking school assignments, making sanctions against children if not following the rules, and instilling the values of Islamic teachings in children's education.
THE URGENCY AND CHALLENGES OF FEMALE JOURNALISTS IN THE ERA OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0 IN INDONESIA Saragih, M. Yoserizal
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.16426

Abstract

Abstrak Tulisan ini membahas persoalan eksistensi dan dinamika jurnalis perempuan di Era Revolusi Industri 4.0 di Indonesia. Peran jurnalis perempuan di era revolusi industry ini ternyata masih mengalami perlakuan yang diskriminatif dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. Pekerjaan tertentu hanya bisa dilakukan oleh jurnalis laki-laki, sedangkan jurnalis perempuan hanya pada pekerjaan tertentu lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Revolusi Industri 4.0 atau yang sering disebut dengan cyber physical system merupakan revolusi yang menitikberatkan pada otomatisasi dan kolaborasi antara teknologi saber yang muncul pada abad ke-21 dengan ciri utama penggabungan informasi dan teknologi komunikasi ke sektor industry sehingga tidak ada perbedaan dan pemisahan antara pekerjaan yang diidentikan dengan gender tertentu. Tantangan berikutnya bahwa masih banyak pelecehan seksual terhadap jurnalis perempuan dalam melakukan aktifitas peliputan berita di lapangan. Perjuangan kesetaraan gender di sektor media merupakan pekerjaan yang perlu mendapatkan perhatian serius sehingga tercipta iklim kerja yang sehat bagi para jurnalis perempuan. AsbtractThis paper discusses the issue of the existence and dynamics of women journalists in the Industrial Revolution 4.0 Era in Indonesia. The role of female journalists in the era of the industrial revolution apparently still experienced discriminatory treatment in carrying out journalistic tasks in the field. Certain jobs can only be done by male journalists, while female journalists can only do certain other jobs. This study used qualitative research methods. The results of this study indicate that the Industrial Revolution 4.0 or what is often referred to as the cyber physical system is a revolution that focuses on automation and collaboration between saber technologies that emerged in the 21st century with the main characteristics of combining information and communication technology. into the industrial sector so that there is no difference and separation between jobs that are identified with a certain gender. The next challenge is that there is still a lot of sexual harassment against female journalists in carrying out reporting activities in the field. The struggle for gender equality in the media sector is work that needs serious attention in order to create a healthy working climate for women journalists.
Memperjuangkan Keluarga Sakinah di Tengah Era Globalisasi di Indonesia Zuhrah, Fatimah
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v3i2.6446

Abstract

In general, the commitment, vision, and expectation of husbands and wives when they married were to manifest, and present a sakinah, Mawaddah, and rahmah household life. Marriage is very relevant to the effort to realize and get the success and happiness of household which means sakinah, but the reality of marriage is only as a lifestyle trend now. Marriage is nothing more than a staging of luxury that is far from religious values, resulting in an initially immortal and sacred marriage to be a conventional activity. This phenomenon is evident from the divorce rate until now fairly high. Sakinah family is unlikely to emerge for an instant but arises because of the process of husband and wife. Sakinah in the family come is due to the process and patience of husband and wife in fostering the household, and also through the sacrifice and strength of the soul. With a process of patience, the gift will also be given by God as the highest form of love in the family. Thus, some processes in creating a sakinah family are: Creation of a religious life in the family, the time to gather with family, have good communication between family members. Mutual respect among fellow family members, Quality and quantity of conflict is minimal, and The existence of a close relationship or bond between family members.
WANITA KARIR SEBAGAI EMANSIPASI WANITA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Kartika, Sahnaz; Tanjung, Dhiauddin
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v3i2.14563

Abstract

Masyarakat sering membandingkan Bias gender disebabkan oleh tubuh dan biologi laki-laki dan perempuan. Bias gender sering kali berasumsi bahwa perempuan lemah dan menjadi sasaran diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan. Akibat perkembangan sosial-tradisional, pandangan ini sering terjalin dalam masyarakat. Tujuan pembebasan adalah untuk memuji perempuan atas hak-hak mereka yang tidak diakui. Di sisi lain, struktur sosial yang memaksa perempuan untuk bekerja di rumah tidak berubah meski ada pembebasan yang memungkinkan perempuan memasuki profesi publik. Kajian ini bertujuan untuk mendefinisikan isu-isu pembebasan perempuan pekerja dari perspektif Islam. Penelitian kepustakaan berbasis analisis deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penelitian semacam ini. Informasi primer dalam penelitian ini berasal dari tulisan profesional yang membahas tentang pembebasan dan kesetaraan gender, sedangkan informasi sekunder berasal dari buku-buku dan karya-karya objektif yang berkaitan dengan modul penelitian. Studi ini menemukan bahwa Islam menerima hukum perempuan bekerja sebagai langkah menuju pembebasan perempuan selama mereka melindungi kodratnya sebagai istri, ibu, dan perempuan serta menerima bentuk amal untuk keluarganya. Namun, jika perempuan melalaikan tanggung jawabnya dan bekerja tanpa izin suaminya, hukum ini bisa menjadi tabu