cover
Contact Name
Rizky Saputra
Contact Email
rizkysaputra@uinsu.ac.id
Phone
+6282257366060
Journal Mail Official
jurnalpsga.uinsu@gmail.com
Editorial Address
Center of Gender and Child Study Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies
ISSN : 26851520     EISSN : 27163733     DOI : -
Focus and Scope of JGSIMS: Study of Gender and Children in the Indonesian Context both from an Islamic perspective and gender study in general. Sub Themes Related to Gender and Children with the characteristics of crosscutting issues in various aspects such as Education, Law, Politics, Psychology, Religion, Literature, Sociology, Anthropology, Culture, and Religion.
Articles 82 Documents
WACANA PEMBERITAAN SUARA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM PERSPEKTIF STANDPOINT THEORY Triyani, Siti; Widiastuti, Wahyu; Perdana, Dionni Ditya
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.16103

Abstract

AbstractSexual violence is still a frightening scourge for women, but women's voices in sexual violence cases are still often sidelined. The purpose of this study is to describe the discourse of reporting the voices of victims of sexual violence in the perspective of standpoint theory. This study used Norman Fairclough's critical discourse analysis with descriptive qualitative research methods. The data collection techniques used are observation, documentation, and interviews. The findings of this study show that the series of news voices of victims of sexual violence reported in bengkuluekspress.com in the text dimension displays representations of resistance, the identity of victims of sexual violence, and social relations. In the practice discourse dimension, news production carried out bengkuluekspress.com, news dissemination, and text consumption can help readers to understand how news about rape and sexual violence cases can influence public views and provide a more complete picture of the impacts of these cases. Furthermore, in the socio-cultural dimension, bengkuluekspress.com delivered a discourse of criticism of the community, law enforcement officials, and the government, especially institutions that shelter women, in highlighting cases of sexual violence against women in order to realize a Bengkulu Province free of sexual violence. AbstrakKekerasan seksual masih menjadi momok menakutkan bagi perempuan, namun suara perempuan dalam kasus kekerasan seksual masih sering dikesampingkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wacana pemberitaan suara korban kekerasan seksual dalam perspektif standpoint theory. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, dokumentasi, dan wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rangkaian berita suara korban kekerasan seksual yang diberitakan di bengkuluekspress.com dalam dimensi teks menampilkan representasi perlawanan, identitas korban kekerasan seksual, dan relasi sosial. Dalam dimensi practice discourse, produksi berita yang dilakukan bengkuluekspress.com, penyebaran berita, dan konsumsi teks dapat membantu pembaca untuk memahami bagaimana berita tentang kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual serta dapat memengaruhi pandangan masyarakat dan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang dampak-dampak dari kasus tersebut. Selanjutnya, dalam dimensi socio-cultural, bengkuluekspress.com menyampaikan wacana kritik terhadap masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemerintah pemerintah khususnya lembaga yang menaungi perempuan, dalam menyoroti kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dalam rangka mewujudkan Provinsi Bengkulu yang bebas kekerasan seksual.
PENGARUH SPEAK UP PENYINTAS KEKERASAN SEKSUAL PADA PODCAST DEDDY CORBUZIER EDISI 6 JULI 2022 TERHADAP EMPATI MAHASISWA (STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BENGKULU) Muzni, Nurlianti; Prihandani, Ilfia Fitri; Makhrian, Andy
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.16425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh speak up penyintas kekerasan seksual pada podcast Deddy Corbuzier edisi 6 Juli 2022 terhadap empati mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melakukan survey. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan studi pustaka yang relevan. skala pengukuran yang kemudian data jawaban kuesioner dari 70 responden dianalisis secara statistik dengan menggunakan program SPSS 23. Dalam penelitian ini, variabel X memperoleh rata – rata total skornya 266,5 dengan total rata – rata indeks persentase interval sebesar 76,14%. Variabel Y, rata – rata total skornya ialah 267,8 dengan total rata – rata indeks persentase interval sebesar 76,51%. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan adanya pengaruh antara speak up penyintas kekerasan seksual pada podcast Deddy edisi 6 Juli 2022 terhadap empati. Nilai konstanta regresinya sebesar 0,757 dengan koefisien determinasi sebesar 0,663, artinya besar pengaruh speak up penyintas kekerasan seksual pada podcast Deddy Corbuzier edisi 6 Juli 2022 terhadap empati ialah 66,3%. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Stimulus Organism Respons yang mana aksi – reaksi ditimbulkan melalui speak up-nya penyintas kekerasan seksual (stimulus) dan diterima oleh publik terutama mahasiswa dengan menonton tayangan podcast tersebut (organism) sehingga menghasilkan efek berupa empati (respons).
Wanita Karier Dalam Perspektif Gender Dan Hukum Islam Rosydiana, Wildan Novia
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.16782

Abstract

AbstractIndonesian culture firmly defines women's roles as traditionally being mothers, wives and housekeepers and tasked with serving their husbands, raising children and educating them. Gender is questioned because it leads to differences in people's roles, responsibilities, rights and functions that tend to discriminate against people. Gender equality does not differentiate between the rights and obligations of men and women in the workplace. Islam does not actually prohibit women from pursuing careers, but Islam requires women to do work that is not contrary to their nature. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach and literature search as a data collection technique. The data collected is then analyzed using a gender analysis approach. The results of this study show that career women have rights and obligations that must be fulfilled. By building a career, women can develop their potential and can also help their family's economy. In addition, they can participate in the field of development, play an active role, and serve the community, nation, religion, and country. AbstrakBudaya  Indonesia secara tegas mendefinisikan peran perempuan yang secara tradisional adalah  ibu, istri, dan pembantu rumah tangga serta bertugas melayani suami, membesarkan anak, dan mendidik mereka. Gender dipertanyakan karena mengarah pada perbedaan peran, tanggung jawab, hak, dan fungsi orang yang  cenderung mendiskriminasi masyarakat. Kesetaraan gender  tidak membedakan antara hak dan kewajiban  laki-laki dan perempuan di tempat kerja. Islam sebenarnya tidak melarang perempuan untuk mengejar karier, tetapi Islam mewajibkan perempuan untuk melakukan pekerjaan yang tidak bertentangan dengan fitrahnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan penelusuran kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis gender. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa wanita karier memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Dengan membangun karier, wanita dapat mengembangkan potensi dirinya dan juga dapat membantu perekonomian keluarganya. Selain itu mereka dapat berpartisipasi dalam bidang pembangunan, berperan aktif, dan  mengabdi pada masyarakat, bangsa, agama, dan negaranya.
Ethics of Care, Gender Equality in Islamic Teachings Quran An Nisa: 3, Polygamy or Monogamy? Saiddaeni, Saiddaeni
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.15763

Abstract

AbstrakQS An-Nisa ayat 3 merupakan salah satu ayat yang menjelaskan tentang perintah untuk berbuat adil bagi perempuan dan anak yatim. Namun, banyak kesalahpahaman dalam menginterpretasikan makna tersebut, ada beberapa orang yang menganggap bahwa ayat tersebut menganjurkan untuk poligami, tanpa mempertimbangkan prinsip keadilan dan syarat-syarat poligami tersebut. Oleh sebab itu, dibutuhkan penelitian tentang makna QS An-nisa ayat 3 yang sesungguhnya. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) menjelaskan asal-usul diturunkannya QS An-Nisa ayat 3 dan (2) menjelaskan tentang makna QS An-Nisa dalam memandang poligami. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan tekstual dan kontekstual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa QS An-Nisa lebih menekankan pada perintah untuk melindungi hak-hak dan keadilan perempuan, khususnya anak yatim serta menjamin kesetaraan gender bagi perempuan. Adapun asal-usul diturunkannya QS An-Nisa ayat 3 yaitu perilaku masyarakat Kawasan Arab pada zaman perang uhud yang semena-mena terhadap perempuan yatim. Ayat tersebut juga lebih menganjurkan manusia untuk monogami sebagai langkah menghindari perbuatan tidak adil terhadap perempuan, karena pada dasarnya manusia tidak bisa adil. AbstractQS An-Nisa verse 3 is one of the verses that explains the command to do justice for women and orphans. However, there are many misunderstandings in interpreting this meaning, there are some people who think that the verse recommends polygamy, without considering the principle of justice and the conditions for polygamy. Therefore, research is needed on the true meaning of QS An-nisa verse 3. The objectives of this study are: (1) to explain the origins of the revelation of QS An-Nisa verse 3 and (2) to explain the meaning of QS An-Nisa in viewing polygamy. The method used is descriptive analytic using textual and contextual approaches. The results of this study indicate that QS An-Nisa places more emphasis on orders to protect women's rights and justice, especially orphans and ensure gender equality for women. As for the origins of the revelation of QS An-Nisa verse 3, namely the behavior of the people of the Arab region during the uhud war who arbitrarily treated orphans. The verse also encourages humans to monogamy as a step to avoid unfair actions against women, because basically humans cannot be fair.
GAMBARAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KELUHAN KESEHATAN KULIT PADA PETANI PEREMPUAN DI DESA KUTA DAME KABUPATEN PAKPAK BHARAT Manik, Romi Zahir; Siregar, Putra Apriadi
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i2.20703

Abstract

Gangguan kulit merupakan salah satu jenis penyakit yang sering dialami oleh masyarakat, khususnya mereka yang bekerja di lingkungan dengan iklim panas dan kurang memperhatikan kebersihan diri. Salah satu kelompok pekerjaan yang sangat rentan terhadap gangguan kulit adalah petani  Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik personal hygiene dan dampaknya terhadap kesehatan kulit petani jagung perempuan di Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, serta data sekunder dari dokumentasi kesehatan di Puskesmas Pembantu setempat. Informan terdiri dari dua petani perempuan dan satu bidan/perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kebersihan diri di kalangan petani kurang memadai, terutama dalam hal kebersihan tangan, badan, dan pakaian. Meskipun para petani sadar akan pentingnya kebersihan, pelaksanaannya tidak konsisten, sering diabaikan karena tekanan pekerjaan. Kondisi ini meningkatkan risiko paparan pestisida dan kontaminasi, yang berujung pada keluhan penyakit kulit seperti dermatitis kontak dan iritasi. Keluhan-keluhan ini menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran dan edukasi tentang personal hygiene di kalangan petani, serta perlunya kebijakan yang mendukung penyediaan fasilitas kebersihan yang memadai di tempat kerja. Implementasi praktik kebersihan yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kulit dan meningkatkan kesejahteraan serta produktivitas petani.
IMPLIKASI HUKUM TERHADAP PENERBITAN AKTA KELAHIRAN ANAK DARI PERKAWINAN CAMPURAN Sari, Komala
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i2.19432

Abstract

AbstrakPernikahan memiliki dampak pada kehidupan pasangan itu sendiri serta kehidupan keluarga dan masyarakat luas. Perkawinan campuran menjadi semakin lazim di indonesia, seiring dengan semakin majunya komunikasi global, pergerakan lintas batas, dan kontak antar budaya.pernikahan campuran juga menghadirkan kesulitan hukum yang membutuhkan kerja sama, rasa hormat, dan pengertian dari kedua belah pihak. Menurut hukum, anak-anak yang lahir dari pernikahan campuran memiliki hak kewarganegaraan yang harus dijunjung tinggi.status kewarganegaraan seorang anak dari pernikahan yang sah ditentukan oleh akta kelahirannya, yang merupakan dokumen pentingmetode penelitian yang dapat digunakan adalah metode penelitian hukum normatif yang berfokus pada kajian literatur dan bahan hukum yang berlaku untuk memahami undang-undang, peraturan, dan putusan pengadilan terkait fenomena perkawinan campuran serta implikasi hukumnya terhadap penerbitan akta kelahiran anak.studi pustaka akan digunakan untuk mengumpulkan berbagai peraturan hukum terkait perkawinan campuran, pengaturan kewarganegaraan anak, dan ketentuan penerbitan akta kelahiran. Kedudukan hukum pernikahan orang tua seorang anak terkait erat dengan kedudukan hukum anak itu sendiri jika sebuah pernikahan dianggap sah oleh hukum, maka hal itu juga berlaku untuk anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut. Dalam kamus politik dan kamus umum, kata "status" menunjukkan kedudukan sosial seseorang secara keseluruhan. Karena status hukum seorang anak bergantung pada keabsahan pernikahan orang tua mereka, status hukum anak dapat merujuk pada posisi anak di hadapan hukum atau keduanya. Setiap anak memiliki hak dasar untuk mendapatkan kewarganegaraan dan identitas.akta kelahiran berfungsi sebagai dokumentasi hukum atas identitas anak, sedangkan kewarganegaraan berfungsi sebagai bukti status, hak, dan tanggung jawab anak. Anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan campuran dianggap memiliki kewarganegaraan ganda. Anak memiliki hak atas status hukum kewarganegaraan yang terkait dengan perkawinan orang tuanya. AbstractMarriage has an impact on the couple's own life as well as the life of the family and society at large. Mixed marriages are becoming increasingly common in Indonesia, as global communication, cross-border movement and intercultural contact advance. Mixed marriages also present legal difficulties that require cooperation, respect and understanding from both parties. According to law, children born from mixed marriages have citizenship rights that must be upheld. The citizenship status of a child from a valid marriage is determined by his or her birth certificate, which is an important document. The research method that can be used is a normative legal research method that focuses on literature review and applicable legal materials to understand the laws, regulations, and court decisions related to the phenomenon of mixed marriages and their legal implications for the issuance of child birth certificates. Literature studies will be used to collect various legal regulations related to mixed marriages, child citizenship regulations, and provisions for issuing certificates. birth. The legal status of the marriage of a child's parents is closely related to the legal position of the child himself. If a marriage is considered valid by law, then this also applies to children born from that marriage. In political dictionaries and general dictionaries, the word "status" indicates a person's overall social position. Since a child's legal status depends on the validity of their parents' marriage, a child's legal status may refer to the child's position before the law or both. Every child has the basic right to obtain citizenship and identity. The birth certificate functions as legal documentation of the child's identity, while citizenship functions as proof of the child's status, rights and responsibilities. Children born from mixed marriages are considered to have dual citizenship. Children have the right to legal citizenship status related to their parents' marriage.  position before the law or both. Every child has the basic right to obtain citizenship and identity. Thebirth certificate functions as legal documentation of the child's identity, while citizenship functions asproof of the child's status, rights and responsibilities. Children born from mixed marriages areconsidered to have dual citizenship. Children have the right to legal citizenship status related to theirparents' marriage
Gender Analysis in the Management of Locally-Based Tourism Villages Muzni, Nurlianti; Puspita, Venti
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i1.21301

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah Menganalisis Peran gender dalam mendorong Desa Wisata di Desa Panca Mukti. Kemampuan perempuan dalam mengisi posisi di bidang pariwisata dapat mendorong peluang ekonomi yang positif. Kelompok Batik basurek Desa Panca Mukti, bisa menjadi alternative promosi desa berbasis wisata lokal dengan menekankan peran gender yang ada di sana. Keterlibatan perempuan dalam bentuk afirmatif saja dirasa kurang cukup. Ada upaya produktif lain yang dibutuhkan seperti bagaimana mengorganisir perempuan Desa Panca Mukti untuk menentukan pola keterlibatan yang tepat. Hingga kerja-kerja yang saling berintegrasi dengan pengembangan desa Panca Mukti secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data secara langsung melalui wawancara dan FGD. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwaPerempuan perempuan harus diberikan ruang yang berkeadilan, serta pengelolaan bumdes yang juga berkelanjutan. Partisipasi perempuan dalam mendorong desa wisata dapat terlihat dari produk-produk yang dihasilkan secara produktif. Berdasarkan analisis dari konteks Akses, partisipasi, kontrol dan manfaat, kehadiran perempuan baru Sebatas mengetahui, namun belum ke tahap apresiasi dengan memberikan akses dan ruang yang sama (tidak hanya semu), partisipasi dan kontrol yang nyata, serta manfaat yang dapat ditangkap desa sebagai peluang. Selain itu terdapat kendala, kesenjanga, serta permasalahan yang menjadi batu sanding sulitnya perempuan mengambil peran dan keputusan dalam mendorong desa wisata.AbstractThe purpose of this study is to analyze the role of gender in encouraging Tourism Villages in Panca Mukti Village. The ability of women to fill positions in the tourism sector can encourage positive economic opportunities. The Batik Basik Group of Panca Mukti Village can be an alternative to promoting local tourism-based villages by emphasizing the role of gender there. Women's involvement in the affirmative form alone is not enough. There are other productive efforts needed such as how to organize the women of Panca Mukti Village to determine the right pattern of involvement. Until the work that is integrated with the development of Panca Mukti village as a whole. This study uses a qualitative research method with a direct data collection method through interviews and FGD. Based on the results of the research, it was found that women must be given a fair space, as well as sustainable management of bumdes. Women's participation in encouraging tourism villages can be seen from the products produced productively. Based on an analysis from the context of Access, participation, control and benefits, the presence of women is only limited to knowing, but has not yet reached the appreciation stage. Namely by providing the same access and space (not only pseudo), real participation and control, as well as benefits that can be captured by the village as an opportunity. In addition, there are obstacles, gaps, and problems that are the cornerstone of the difficulty of women taking roles and decisions in encouraging tourism villages.
Analisis Teori Hukum Maslahah Al - Mursalah Terhadap Urgensi Penyempurnaan Kategori Tindakan Kekerasan Perspektif Permendikbud No. 82/2015 Khoiri, Nispul
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v2i2.18802

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pustaka dalam pendekatan normatif (usul fikih) terfokus kepada teori hukum Maslahah al – Mursalah, guna mengurai, menganalisi dan menggungkapkan nilai – nilai kemaslahatan terhadap penyempurnaan Permendikbud No 82 tahun 2015 tentang PPKSP terkait dengan kategori tindakan kekerasan di satuan pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan penyempurnaan Permendikbud No 82 tahun 2015 tentang PPKSP perspektif Maslahah al – Mursalah, dipandang menjadi kebutuhan dan tuntutan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Penyempurnaan kategori tindakan kekerasan dengan mengakomodir faktor diskriminasi - intoleransi, faktor salah kebijakan, dan faktor kekerasan Informasi, teknologi dan komunikasi. Faktor – faktor ini juga dipandang pemicu tingginya kekerasan di sekolah. Dalam analisis Maslahah al – Mursalah, penyempurnaan Permendikbud masuk dalam kategori peringkat dharuriyah, jika tidak ada penyempurnaan Permendikbud akan dapat mengancam lima unsur pokok (agama, jiwa, akal, keturunan dan harta). Kemudian kemaslahatan ini adalah kemaslahatan benar – benar diyakini sebagai maslahat, tidak didasarkan kepada dugaan semata. Kemaslahatan penyempurnaan Permendikbud berlaku secara umum dan kolektif guna mencegah dan menanggulangi kekerasan pada satuan pendidikan di Indonesia.
PENGARUH TEMAN SEBAYA TERHADAP PERKEMBANGAN GENDER DI KALANGAN MAHASISWA Sikumbang, Eva Sahriani; Saragih, Indah Aulia Pratiwi; Siregar, Putra Apriadi; Fadillah, Indah; Rahmanda, Lily; Br.Ginting, Radha Agri; Parapat, Ruqayah Salsabila; Winanti, Sumi Fitri
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i2.20273

Abstract

Pengaruh kelompok teman sebaya terhadap perkembangan gender di kalangan siswa menyoroti peran penting interaksi sosial dalam membentuk peran dan sikap gender, yang berdampak pada hubungan masa depan dan pilihan karier. Studi ini mengkaji dampak kelompok teman sebaya terhadap perkembangan gender di kalangan siswa, dengan fokus pada bagaimana norma dan harapan sosial mempengaruhi identitas dan ekspresi gender. Pengaruh kelompok sebaya terhadap perkembangan gender di kalangan siswa dieksplorasi melalui pendekatan studi kasus, yang memberikan analisis mendalam tentang pengalaman siswa dalam lingkungan pendidikan tertentu. Teman sebaya dapat mempengaruhi perilaku dan keputusan mahasiswa, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan dan minat investasi. Penelitian ini menyelidiki dampak kelompok teman sebaya terhadap perkembangan gender di kalangan siswa, dengan fokus pada cara interaksi sosial memengaruhi identitas gender, peran gender, dan sikap gender. Penelitian ini mengkaji pengaruh teman sebaya terhadap perkembangan seksual mahasiswa. Teman sebaya memainkan peran penting dalam memahami dan mengekspresikan gender selama perkembangan dewasa muda. Faktor-faktor seperti tekanan sosial, identifikasi kelompok, dan norma gender di lingkungan kampus dapat mempengaruhi persepsi dan perilaku gender mahasiswa. Penelitian ini mengkaji bagaimana interaksi teman sebaya mempengaruhi konsep diri, citra tubuh, serta preferensi dan perilaku seksual mahasiswa. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup rancangan program dan intervensi pendidikan yang bertujuan membantu mahasiswa mengembangkan identitas gender yang sehat dan positif.
SYSTEMATIC REVIEW: WANITA KARIR DALAM PERSPEKTIF ISLAM Zali, Muhammad; Nasution, Azra Muzaiyana; Rahmadani, Arini Dwi; Masry, Rifqa; Sari, Dinda Purnama
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i1.20671

Abstract

AbstrakTelah menjadi hal yang lumrah jika wanita tidak lagi disibukkan dengan pekerjaan rumah atau pekerjaan rumah tangga itu sendiri. Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, wanita pun semakin banyak terlibat dalam pekerjaan di luar rumah. Akibatnya, tidak sedikit wanita yang bekerja di luar rumah dan melakukan pekerjaan yang sama dengan pria di dunia profesional. Wanita karir adalah seorang wanita yang memiliki pekerjaan, mandiri secara finansial, bekerja untuk orang lain atau menjalankan bisnisnya sendiri. Isu-isu tentang wanita karir dan partisipasi mereka dalam berbagai layanan publik adalah isu yang masih diperdebatkan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan desain deskriptif kualitatif, yang kriterianya adalah mengumpulkan sumber-sumber literatur berupa publikasi ilmiah dan menemukan 10 artikel yang memenuhi kriteria/persyaratan dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan merangkum semua hasil yang berkualitas tinggi dan relevan tentang wanita karir dalam perspektif Islam. Diketahui bahwa masing-masing penelitian membahas berbagai isu terkait wanita karir dalam konteks perspektif Islam. Beberapa masalah yang disoroti antara lain dilema yang dihadapi wanita karir dalam menyeimbangkan antara karir yang diinginkan dengan tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa wanita yang terlalu fokus pada karir mereka dapat berdampak negatif pada hubungan keluarga dan orang lain dan dapat mengarah pada perilaku seperti meninggalkan karakteristik feminin mereka atau terlibat dalam hubungan bebas. Kesimpulan yang diperoleh yaitu dalam konteks perspektif Islam, wanita yang memilih untuk bekerja di luar rumah menghadapi situasi untuk menyesuaikan peran ganda mereka sebagai pekerja dan ibu rumah tangga.  AbstractIt has become commonplace that women are no longer preoccupied with housework or household chores alone. Along with the advancement of time and technology, women are increasingly involved in work outside the home. As a result, there are many women who work outside the home and do the same work as men in the professional world. A career woman is a woman who is employed, financially independent, working for someone else or running her own business. The issues of career women and their participation in various public services are still debatable. This research uses a literature review method with a qualitative descriptive design, whose criteria is to collect literature sources in the form of scientific publications and find 10 articles that meet the criteria/requirements with the aim of identifying, evaluating and summarizing all high-quality and relevant results about career women in an Islamic perspective. It is known that each study discusses various issues related to career women in the context of an Islamic perspective. Some of the issues highlighted include the dilemma that career women face in balancing their desired careers with their responsibilities as wives and mothers. In addition, there are concerns that women who focus too much on their careers may negatively impact family and other relationships and may lead to behaviors such as abandoning their feminine characteristics or engaging in promiscuous relationships. The conclusion is that in the context of an Islamic perspective, women who choose to work outside the home face the situation of adjusting their dual roles as workers and homemakers.