cover
Contact Name
Rizky Saputra
Contact Email
rizkysaputra@uinsu.ac.id
Phone
+6282257366060
Journal Mail Official
jurnalpsga.uinsu@gmail.com
Editorial Address
Center of Gender and Child Study Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies
ISSN : 26851520     EISSN : 27163733     DOI : -
Focus and Scope of JGSIMS: Study of Gender and Children in the Indonesian Context both from an Islamic perspective and gender study in general. Sub Themes Related to Gender and Children with the characteristics of crosscutting issues in various aspects such as Education, Law, Politics, Psychology, Religion, Literature, Sociology, Anthropology, Culture, and Religion.
Articles 73 Documents
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Stunting di Kecamatan Medan Denai Khairunisa, Jeny; Suraya, Rani; Salsabilla, Fahra; Wardani, Alya; Dina, Nirwana May; Warina, Yunita
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i2.19593

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang ditandai dengan tinggi badan di bawah -2 standar deviasi (SD) menurut kurva pertumbuhan WHO, yang disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak memadai dan infeksi berulang dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan ibu tentang stunting di Posyandu Melati 1, Kecamatan Medan Denai. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 13 ibu yang memiliki balita, yang dipilih melalui metode random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup 10 pertanyaan terkait pengetahuan tentang stunting. Wawancara dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari responden untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia antara 27 hingga 38 tahun (84,7%), dengan pendidikan terakhir sebagian besar adalah SMA (76,9%), dan mayoritas berprofesi sebagai ibu rumah tangga (92,3%). Namun, pengetahuan ibu tentang stunting tergolong kurang, dengan 46,1% responden menjawab dengan benar. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi mengenai stunting untuk ibu-ibu di Posyandu Melati 1, agar mereka lebih memahami pentingnya nutrisi yang baik dan pencegahan stunting pada balita. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk program peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang stunting di Masyarakat.
Analisis Teori Hukum Maqashid Al – Syariah Al – Syatibi Terhadap Peran Perguruan Tinggi Dalam Penanggulangan Stunting Di Indonsesia Khoiri, Nispul
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v3i2.18803

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pustaka melalui pola deskriptif pendekatan kualitatif normatif (Usul fikih). Tujuan penelitian adalah Mendeskripsikan kedudukan Maqashid al – Syariah al - Syatibi sebagai dalil hukum Islam dan menganalisis nilai – nilai kemaslahatan melalui keterlibatan Perguruan Tinggi  dalam penurunan stunting di Indonesia. Temuan penelitian menegaskan bahwa : (1). Maqashid al – Syariah al – Syatibi, dapat dijadikan sebagai dalil hukum Islam. Menurut al – Syatibi Maqashid al – Syariah adalah : Sesungguhnya syariat itu bertujuan  mewujudkan kemaslahatan  hamba. Makna lainnya : Hukum – hukum disyariatkan untuk kemaslahatan hamba. Dalam pandangan al – Syatibi tujuan hukum adalah kemaslahatan umat manusia. (2). Keterlibatan Perguruan Tinggi (PT) dalam penanganan stunting di Indonesia memberikan nilai – nilai kemaslahatan bagi generasi Indonesia ke depan, berupa terwujudnya generasi yang sehat, kuat dan berkualitas berimpolikasi kepada pemeliharaan agamanya, jiwa keturunan, akal dan hartanya.
HUBUNGAN POLA KONSUMSI TERHADAP PENYAKIT DIABETES MELITUS DI DESA ALUR CEMPEDAK Azmi, Nurul; Siregar, Putra Apriadi; Saphira, Sindi Julfa; Sipahutar, Nurida; Sitorus, Ardiansyah Pratama; Handayani, Fitri
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i2.19370

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a serious medical condition. Based on international research data, the prevalence of diabetes mellitus reached 8.8% during 2015 and affects 415 million people worldwide. By 2040, this figure is projected to increase to 642 million. Diabetes mellitus is the sixth leading cause of death in the world. In Indonesia, the prevalence of DM is around 4.8%. The goal of this research is to examine the association factors connected with diet, gender, and status involved in exercising while suffering from diabetes mellitus. Methodology used This research uses a quantitative approach along with a cross sectional analysis method, The sample in this study, specifically the people in Alur Cempedak Village, Pangkalan Susu District, Langkat Regency which amounted to 357 respondents, Data collection through interview research tools with research instruments using questionnaires. The variables studied were age, gender, and employment status. The results obtained Table 1 displays the risk variables for diabetes according to different attributes. Significant predictors (p<0.05) included gender, age, occupation, exercise, and the amount of sweet, salty, and fatty foods consumed. Men were 1.163 times more likely to develop diabetes than women, people over 50 years old were 0.54 times more likely to develop diabetes, and consuming sugary foods increased the risk of diabetes by 1.01 times. Eating high-fat foods had a risk of 0.893 and high-salt foods 1.404. This finding is different from Arithka Ayu's research in 2019 which showed the danger of eating salty foods by 1.404 compared to sweet and fatty foods.
GENDER EQUALITY IN INHERITANCE DISTRIBUTION REVIEWED FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC INHERITANCE LAW Zulfikar, Zulfikar; Windani, Sri
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i1.20499

Abstract

AbstrakKetidaksetaraan gender dalam distribusi warisan masih ada di masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim karena norma-norma patriarki. Meskipun ada kemajuan dalam kesadaran gender, hambatan budaya dan agama menghambat hak waris yang setara. Reformasi hukum dan reinterpretasi hukum waris Islam oleh ulama sangat penting untuk kesetaraan gender. Kritik meningkat atas ketentuan Al-Qur'an yang berpihak pada laki-laki, ketinggalan zaman dalam masyarakat kontemporer. Tekanan internasional, seperti CEDAW, mendesak negara- negara Muslim untuk menyeimbangkan tradisi dengan kesetaraan. Ketidaksetaraan melanggengkan kesenjangan gender yang lebih luas, yang mengharuskan perubahan legislatif dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum dan kepustakaan normatif untuk menganalisis evolusi hukum waris Islam mengenai keadilan dan kesetaraan gender. Data bersumber dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier melalui studi dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk memajukan kesetaraan perempuan dalam hukum Islam melalui analisis yang komprehensif. Islam memberikan pedoman komprehensif untuk kehidupan yang benar, membahas topik-topik seperti warisan untuk menumbuhkan keadilan. Awalnya, hukum waris menguntungkan laki-laki, memicu perdebatan kontemporer tentang kesetaraan gender. Lanskap hukum Indonesia menunjukkan upaya menuju kesetaraan, mencontohkan perjuangan untuk menyeimbangkan tradisi dengan nilai-nilai modern. Mempromosikan kesetaraan gender dalam warisan membutuhkan navigasi kepekaan budaya dan agama sambil mengadvokasi keadilan dan keadilan bagi semua. AbstractGender inequality in the distribution of inheritance still occurs in Indonesian society, where the majority of the population is Muslim due to patriarchal norms. Despite progress in gender awareness, cultural and religious barriers hinder equal inheritance rights. Legal reform and reinterpretation of Islamic inheritance laws by ulama are essential to achieving gender equality. Criticism is increasing against the provisions of the Koran that favor men, which are outdated in contemporary society. International pressures, such as CEDAW, urge Muslim countries to balance tradition with equality. Inequality perpetuates wider gender gaps, necessitating legislative and social change. This research uses legal research methods and normative literature to analyze the evolution of Islamic inheritance law regarding justice and gender equality. Data comes from primary, secondary and tertiary legal materials through documentation studies. This research aims to advance women's equality in Islamic law through comprehensive analysis. Islam provides comprehensive guidelines for righteous living, discussing topics such as inheritance to foster justice. Initially, inheritance laws favored men, sparking contemporary debates about gender equality. The legal landscape in Indonesia shows efforts towards equality, which is an example of the struggle to balance tradition with modern values. Promoting gender equality in cultural heritage requires cultural and religious sensitivity and advocating fairness and justice for all.
PENGARUH PERILAKU KELUARGA TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK Fitri, Nadya Yulia; Hutagalung, Syahrial Arif
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.18339

Abstract

Perkembangan dunia mental seseorang yang tentunya mempunyai dampak sensitif, termasuk permasalahan keluarga mempengaruhi anak. Yang kadang seseorang anak ketika mentalnya hancur bisa menyebabkan strees, atau melakukan hal-hal yang negatif. Karna  kurangnya dekat dengan dengan orang tua seperti komunikasi dan kasih sayang terhadap anak. Ketika mental sudah terganggu itu berdampak tidak baik untuk dirinya sendiri. Maka dari itu jaga keharmonissan keluarga kalian agar anak tidak mempunyai mental yang rusak. 
COASTAL PEOPLE'S BELIEF IN THE EFFECTIVENESS BETWEEN TRADITIONAL MEDICINE AND MODERN MEDICINE Saragih, Dhea Fitri; Siregar, Putra Apriadi; Dalimunthe, Isnaini Alya Amanda; Andriani, Riski
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i2.19678

Abstract

Traditional medicine in Indonesia, although modern medicine is easily available, is still the main choice of coastal communities because it is considered more powerful and effective and is a cultural heritage that has been used for generations. This study aims to determine how many coastal village communities use traditional medicine compared to modern medicine. This study used a qualitative method with a descriptive approach. The research population was the Tanjung Rejo Village community, and data were obtained through counseling and direct interviews with respondents. The research population was coastal village communities, with a focus on Tanjung Rejo Village. Respondents were drawn from the village population, with relevant sampling techniques to obtain representative data on the use of traditional and modern medicine. Based on the results of the study, it is known that the majority of people still use traditional medicine more often than modern medicine. They believe that traditional medicine is more potent and effective for treatment, especially since it has been used for generations in their neighborhood. The use of traditional medicine is still more dominant among coastal village communities because it is considered more effective and safe compared to modern medicine. It is recommended that further development and research into traditional medicine be conducted to increase its wider application.
IMPLEMENTASI HUKUM DALAM SISTEM PENDIDIKAN UNTUK MENCEGAH KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK Windani, Sri; Ayu, Rizky; Meiliawati, Indri; Zulfikar, Zulfikar
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i2.19004

Abstract

Perlindungan anak merupakan landasan penting bagi keberlanjutan bangsa dan negara. Anak-anak membutuhkan kesempatan yang sama untuk tumbuh secara fisik, mental, dan sosial demi kesejahteraan yang optimal. Hal ini membutuhkan perlindungan hak-hak anak tanpa diskriminasi.Pendidikan formal memiliki peran utama dalam membentuk kesadaran hukum dan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Namun, implementasi aspek hukum di lingkungan pendidikan sering menghadapi tantangan. Terdapat hambatan seperti kurangnya pelatihan atau kesadaran hukum di kalangan tenaga pendidik, keterbatasan sumber daya, dan kekurangan kerangka kerja yang jelas dalam mengintegrasikan hukum dalam kurikulum pendidikan.Pentingnya pemahaman hukum dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan pendidikan tercermin dalam aspek norma sosial dan agama. Pendidikan Indonesia yang selaras dengan konsep Islam menekankan pentingnya membentuk akhlak yang mulia, termasuk pendidikan seksual bagi anak.Kasus kekerasan terhadap anak memiliki dampak serius pada kesehatan fisik dan psikologis. Trauma psikologis yang disebabkan oleh kekerasan seksual dapat menghambat perkembangan anak dan menurunkan kualitas hidupnya. Kolaborasi antara keluarga, pemerintah, masyarakat, dan lingkungan sekolah sangat penting dalam melindungi anak-anak dari kekerasan seksual. Perlu adanya penerapan undang-undang yang tepat guna, serta penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi hambatan dan solusi efektif dalam pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.
ANALYSIS OF THE IMPACT OF COVID-19 ON SOCIAL CHANGE IN COASTAL COMMUNITIES IN DUSUN X VILLAGE: GENDER PERSPECTIVE Adawiyah, Azzahra Al; Siahaan, Dyva Patricia; Zuhra, Fifia El
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i2.19418

Abstract

This research aims to investigate the impact of the COVID-19 pandemic on social change among coastal communities in Celawan Village, Dusun X, Pantai Cermin District, Serdang Berdagai Regency, North Sumatra Province. This research uses a qualitative approach with descriptive methods to explore social changes, including people's values, attitudes and behavior patterns after the pandemic. The research was conducted in the period November 2020 to January 2021. The total sample in this study was 30 respondents who were selected purposively. The sampling technique was carried out by considering variations in age, gender and educational background. Data was collected through in-depth interviews with selected sources. Data analysis was carried out through a process of interview transcription, thematic coding, and identification of emerging patterns of social change. Using this method allows researchers to understand in depth how the COVID-19 pandemic has affected the social dynamics of coastal communities. The research results show that the pandemic has induced significant social changes in coastal communities, including adaptation to new conditions, adjustments to economic needs, and adoption of new habits to maintain health and safety. These changes are influenced by various internal and external factors. This research provides valuable insight into how the COVID-19 pandemic has shaped social dynamics in coastal communities, as well as providing a basis for further understanding of future adaptation and mitigation strategies in the face of similar challenges. Keywords for this research include social adaptation, COVID-19, coastal communities, behavior change, and North Sumatra.
Analisis Hukum Islam: Kewajiban Nafkah Suami dan Solusi bagi istri yang Terpaksa Bekerja Zali, Muhammad; Siregar, Khairani Septia; Fitriani, Yenni; Winanda, Cynthia; Sirait, Firza Audina
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i1.20716

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep nafkah dalam ajaran Islam dan implikasinya terhadap hubungan suami istri dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Tujuannya adalah untuk menganalisis kewajiban nafkah suami dan solusi bagi istri yang terpaksa bekerja berdasarkan perspektif hukum Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai jurnal terkait topik tersebut yang terbit antara tahun 2019-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Islam, kewajiban utama memberikan nafkah kepada istri dan anak-anak berada pada suami sesuai dengan kemampuan ekonominya. Namun, terdapat situasi yang menyebabkan seorang istri terpaksa bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, seperti pendapatan suami yang rendah atau suami sedang sakit. Dalam kondisi tersebut, Islam membolehkan istri untuk bekerja dengan syarat pekerjaan tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam dan istri tetap dapat menjalankan peran utamanya sebagai ibu rumah tangga. Penelitian ini juga menemukan bahwa untuk mencapai keharmonisan rumah tangga, suami dan istri perlu saling berkomunikasi dan bekerja sama dalam memenuhi hak dan kewajiban masing-masing, serta menyelesaikan perselisihan terkait nafkah atau peran ekonomi melalui musyawarah sesuai dengan ajaran agama. Temuan ini memperkuat pemahaman tentang konsep nafkah dalam Islam dan implikasinya terhadap hubungan suami istri dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Analisis Perilaku Anak Pecandu Game Mobie Di Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas Prayugo, Bagus; Aisyah, Euis; Dayu, Wulan; El Islamy, Imam
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v3i2.13436

Abstract

This article is based on research conducted on children in the Harjosari 1 sub-district, Medan Amplas sub-district on the behavior of mobile game addiction. This article aims to see how much influence online games have on children. It was found that children who are addicted to mobile games who play more than 5 hours a day will change their behavior to become more violent and often speak harshly. That's due to the emotional state of children who tend to be unstable due to losing games. As well as the rude behavior of children who are ordered from the game being played. Overall, mobile games are not dangerous if done at the right time and not excessive because online games can grow children's sensory to become more sensitive and aware. The method used in this article is a mix method, the author combines qualitative and quantitative approaches. The method of data collection is direct observation related to the object of research. Closed interview, which is asking a list of questions and also a documentation study by looking at references related to research