cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Faktor Psikososial Pada Industri Kontruksi: SebuahTinjauan Pustaka Utama, Alfian Wahyu; Erwandi, Dadan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.18563

Abstract

ABSTRACT The construction industry has shown phenomenal growth globally in the last few decades, but it is also an industry that is classified as high risk and very prone to accidents. One of the things that influences it is the psychosocial factor. This research aims to review the characteristics of psychosocial and safety factors that influence the construction industry. This study is a literature review on quantitative studies. We used the NCBI-PubMed and Science Direct databases. The criteria consisted of peer-reviewed selection, published in English between 2014 and September 2024, fully accessible (full text). Articles that only displayed abstracts and were not fully accessible were excluded from the review. Many factors explain the relationship between psychosocial factors in construction industry workers. Several factors such as stress, mental disorders, inflexible working hours, workplace violence and the lack of psychosocial risk prevention management are the ones that cause the high number of psychosocial disorders that occur in the construction industry environment. The work environment needs to provide psychosocial support such as well-being programs and stress management training to improve performance and reduce the negative impact of psychosocial factors on workers. Keywords: Psychosocial Factors, Construction Industry, Stress Management  ABSTRAK Industri konstruksi telah menunjukkan pertumbuhan fenomenal secara global dalam beberapa dekade terakhir, namun juga merupakan industri yang diklasifikasikan sebagai resiko tinggi dan sangat rentan akan terjadinya kecelakaan. Salah satu hal yang berpengaruh adalah faktor psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau karakteristik faktor psikososial dan keselamatan yang berpengaruh di industri kontruksi. Penelitian ini merupakan literature review pada studi kuantitatif. Kami menggunakan database NCBI-PubMed dan Science Direct. Kriteria terdiri dari peer-reviewed selection, dipublikasikan dalam bahasa inggris antara tahun 2014 hingga September 2024, dapat diakses secara penuh (full text). Artikel yang hanya menampilkan abstrak saja dan tidak dapat diakses secara penuh dieksklusi dari review. Banyak faktor yang menjelaskan hubungan faktor psikososial pada pekerja industry konstruksi. Beberapa faktor seperti stress, gangguan mental, jam kerja yang tidak fleksibel, kekerasan tempat kerja dan masih kurangnya manajemen pencegahan risiko psikososial merupakan yang yang menyebabkan masih tingginya angka gangguan psikososial yang terjadi pada lingkungan industry konstruksi. Lingkungan kerja perlu menyediakan dukungan psikososial seperti program kesejahteraan dan pelatihan manajemen stress untuk meningkatkan kinerja serta mengurangi dampak negatif dari faktor psikososial pada pekerja. Kata Kunci: Faktor Psikososial, Industri Kontruksi, Manajemen Stres
Efektifitas Perawatan Metode Kanguru terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Ruang Nicu Rsia Bunda Jakarta Faradila, Syara; Futriani, Elfira Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16828

Abstract

ABSTRACT The abbreviation LBW is often used to describe low birth weight babies, namely babies who can weigh less than 2500 grams regardless of age. This disease is less likely to affect babies with low birth weight, which means they are at higher risk of death or infection if not treated . To maintain the baby's stability, care is often carried out in his room while maintaining his weak physical condition at that time (LBW). Adapt to the new environment after birth, supporting the environment to keep the baby warm. The use of kangaroo therapy in hospitals for low birth weight babies is considered an alternative treatment. FMD is a non-invasive condition that is beneficial for both mother and baby. Many studies have shown that the kangaroo method can handle LBW better than incubators, and this has been proven through various studies. The aim of this research was to determine the effectiveness of the kangaroo method of care for increasing the body temperature of low birth weight babies in the NICU room at RSIA BUNDA. This research is experimental research using a pre-test design and one-group pre-test and post-test design. This research was conducted on groups who received specific treatment/interventions that were seen before and after the intervention carried out at RSIA Bunda Jakarta. From the results of this study, it shows that the kangaroo method of treatment is effective for the body temperature of low birth weight babies at RSIA Bunda Jakarta 2024, it is known that the significance value (Sig.) is <0.000, where if the p value is <α (α = 0.05). The effectiveness of treatment using the kangaroo method in increasing body temperature in LBW babies in the NICU room at RSIA Jakarta in 2024. It is hoped that with the results of this research, kangaroo method treatment can reduce the baby's body temperature and return it to a normal state, which makes mothers believe that they can helps regulate baby's body heat. Keywords: LBW, Body Temperature, Kangaroo Method.  ABSTRAK Singkatan BBLR sering digunakan untuk menggambarkan bayi berat lahir rendah, yaitu bayi yang beratnya dapat kurang dari 2500 gram tanpa memandang usianya.Penyakit ini lebih kecil kemungkinannya menyerang bayi dengan berat badan lahir rendah, yang berarti mereka berisiko lebih tinggi mengalami kematian atau infeksi jika tidak diobati. Untuk menjaga stabilitas bayi, perawatan sering kali dilakukan di kamarnya sambil menjaga kondisi fisiknya yang lemah pada saat itu (BBLR). Beradaptasi dengan lingkungan baru setelah lahir, mendukung lingkungan agar bayi tetap hangat. Penggunaan terapi kangguru di rumah sakit untuk bayi dengan berat badan lahir rendah dianggap sebagai pengobatan alternatif. PMK merupakan kondisi non-invasif yang bermanfaat bagi ibu dan bayi. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa metode kangguru dapat menangani BBLR lebih baik daripada inkubator, dan ini telah dibuktikan melalui berbagai penelitian. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas perawatan metode kanguru Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh bayi berat lahir rendah di ruang NICU RSIA BUNDA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain pre-test dan one-group pre-test dan post-test design. Penelitian ini dilakukan pada kelompok yang menerima perlakuan/intervensi spesifik yang dilihat sebelum dan sesudah intervensi yang dilakukan di RSIA Bunda Jakarta. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan metode kanguru efektif terhadap suhu tubuh bayi berat lahir rendah di Di RSIA Bunda Jakarta  2024 diketahui nilai signifikansi (Sig.) < 0.000 dimana Bila nilai p<α (α = 0,05). Adanya efektifitas perawatan dengan metode kangguru terhadap peningkatan suhu tubuh pada bayi BBLR di ruang NICU RSIA Jakarta pada tahun 2024. Diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini perawatan metode kangguru dapat menurunkan suhu tubuh bayi dan mengembalikannya ke keadaan normal, yang membuat para ibu percaya bahwa mereka dapat membantu mengatur panas tubuh bayi. Kata Kunci: BBLR, Suhu Tubuh, Metode Kangguru.
Pengaruh Pendidikan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) terhadap Pengetahuan Pemeriksaan IVA Test Guna Mendeteksi Dini Kanker Serviks Diwilayah PMB Novia Dewi Marina, Marina; Mevi, Alien Gustia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16788

Abstract

ABSTRACT In the PMB Novia Dewi area, the IVA coverage rate is only 33% of 990 women aged 25-45 years. The significant mortality rate due to Cervical Cancer can be associated with the low level of participation in IVA screening. This action is influenced by various elements, especially the insight and mindset of the individuals studied. This study aims to evaluate the impact of education levels on awareness and attitudes of Women of Reproductive Age (WUS) towards the IVA Test for early detection of Cervical Cancer. This research method uses an exploratory study of associative research design with the Cross-Sectional method. The population of this study consisted of 990 Women of Reproductive Age (WUS) who had sexual intercourse in the PMB Novia Dewi work area. In this study, a sample of 99 Women of Reproductive Age (WUS) was used. Information collection was carried out using a Questionnaire and data were analyzed using the Chi-Square test. The results of the study showed that higher education had an impact on knowledge about the IVA Test for early detection of Cervical Cancer with a significance of p (0.000) <0.05; and the influence of attitudes towards knowledge of Women of Reproductive Age (WUS) affects the IVA Test examination for early detection of Cervical Cancer with a p value (0.023) <0.05. Education of Women of Reproductive Age (WUS) affects knowledge and attitudes towards the IVA Test examination for early detection of Cervical Cancer. Women of reproductive age should improve their understanding of the benefits of Visual Inspection of Acetic Acid (IVA) examination as a way to detect Cervical Cancer early. Keywords: Knowledge, Attitude, Education Level And IVA Test.  ABSTRAK Diwilayah PMB Novia Dewi angka cakupan IVA hanya 33% dari 990 wanita usia 25-45 tahun. Angka kematian yang signifikan akibat Kanker Serviks dapat dikaitkan dengan rendahnya tingkat partisipasi dalam skrining IVA. Tindakan tersebut dipengaruhi oleh berbagai elemen, terutama wawasan dan pola fikir individu yang diteliti. Penelitian ini bertujuan ntuk mengevaluasi dampak tingkat pendidikan terhadap awareness dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) terhadap pemeriksaan IVA Test untuk deteksi awal Kanker Serviks. Metode penelitian ini menggunakan studi mengeksplorasi desain penelitian asosiatif dengan metode Cross-Sectional. Populasi penelitian ini terdiri dari 990 Wanita Usia Subur (WUS) yang pernah berhubungan seksual diwilayah kerja PMB Novia Dewi. Dalam penelitian ini, digunakan sampel sebanyak 99 Wanita Usia Subur (WUS). Pengumpulan informasi dilakukan dengan menggunakan Kuesioner dan data dilakukan analisis menggunakan tes Chi-Square. Hasil penelitian menghasilkan pendidikan yang lebih tinggi berdampak pada pengetahuan tentang pemeriksaan IVA Test untuk deteksi dini Kanker Serviks dengan signifikansi  p (0,000) < 0,05; dan pengaruh sikap terhadap pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) berpengaruh terhadap pemeriksaan IVA Test untuk deteksi dini Kanker Serviks dengan nilai p (0,023) < 0,05. Pendidikan Wanita Usia Subur (WUS) mempengaruhi pengetahuan dan sikap terhadap pemeriksaan IVA Test untuk deteksi dini Kanker Serviks. Perempuan usia reproduksi harus meningkatkan pemahaman mereka mengenai manfaat pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai cara untuk mendeteksi Kanker Serviks secara dini. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Jenjang Pendidikan Dan IVA Test.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Bendungan ASI Pada Ibu Postpartum di wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Taman Sari Jakarta Ulfah, Nurma Amalia; Galaupa, Resi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16847

Abstract

ABSTRACT At the beginning of the postpartum period, if the baby does not breastfeed well and the breast glands are not emptied completely, this can cause breast milk dams. Symptoms of breast milk dams include a feeling of heat, hardness and pain in the breasts. Flat nipples can also make it difficult for babies to breastfeed. In addition, sometimes narrowing of the lactiferous duct can occur due to enlargement of veins and lymph vessels. To analyze the factors that influence the incidence of breast milk dams in post partum mothers at the Taman Sari District Health Center. Research Method: quantitative descriptive research with a cross sectional study approach, the sample in this study was 30 people, chi square statistical analysis test. There is an influence of knowledge (p=0.030), breastfeeding position (p=0.017), frequency of breastfeeding (p=0.007), and nipple shape (0.045) on the incidence of breast milk dams in the Taman Sari District Health Center, Jakarta. Research results This can be used as a source of information to understand factors that can increase the risk of breast milk dams, such as knowledge about breast care, frequency of breastfeeding, nipple condition, and inappropriate breastfeeding techniques. Keywords: Knowledge, Breastfeeding Position, Frequency of Breastfeeding, Nipple Shape, Breast Milk Dam  ABSTRAK Pada awal masa nifas, jika bayi tidak menyusu dengan baik dan kelenjar payudara tidak dikosongkan sepenuhnya, hal ini bisa menyebabkan bendungan ASI. Gejala bendungan ASI meliputi perasaan panas, keras, dan nyeri pada payudara. Puting susu yang datar juga dapat menyulitkan bayi dalam menyusu. Selain itu, terkadang penyempitan duktus laktiferus dapat terjadi akibat pembesaran vena dan pembuluh limfe. Untuk menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi kejadian bendungan ASI pada ibu post partum di Puskesmas Kecamatan Taman Sari. jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, sampel pada penelitian ini berjumlah 30 orang, uji analisis statistik chi square. Terdapat pengaruh pengetahuan (p=0.030), posisi menyusui (p=0.017), frekuensi menyusui (p=0.007), dan bentuk putting (0.045) terhadap kejadian bendungan ASI di Puskesmas Kecamatan Taman Sari Jakarta. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk memahami faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko bendungan ASI, seperti pengetahuan tentang perawatan payudara, frekuensi menyusui, kondisi puting susu, serta teknik menyusui yang tidak tepat. Kata Kunci: Pengetahuan, Posisi Menyusui, Frekuensi Menyusui, Bentu Putting, Bendungan ASI
Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini terhadap Pencegahan Hipotermi Bayi Baru Lahir pada Persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Permata Bekasi Nurhaini, Nurhaini; Sutarmo, Maryati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16834

Abstract

ABSTRACT Permata Bekasi Hospital has a program that every birth is required to carry out Early Breastfeeding Initiation (IMD), because IMD is very good for babies, aims to reduce IMR due to hypothermia, can also function for the success of Exclusive Breastfeeding and prevent other infections that will occur when the baby is just born. Preliminary survey at Permata Bekasi Hospital, babies born to seven out of ten (70%) mothers who gave birth by caesarean section without early breastfeeding (IMD) experienced hypothermia, with an average temperature of 35ºC. In contrast, three mothers (30%) who started early breastfeeding (IMD) did not experience hypothermia, with an average temperature of 36.5ºC. To determine the Effect of IMD on Preventing Hypothermia in Newborns in Sectio Caesarea. Quantitative research using a quasi-experimental research design with an experimental method. all pregnant women who had a caesarean section in January - April 2024 at Permata Bekasi Hospital, totaling 153 mothers. From the results of the univariate analysis, it was found that before IMD, most newborns had hypothermia (<36.5°C) body temperatures, namely 46 babies (76.7%), while a small number of newborns with IMD totaling 10 people (16.7%) had hypothermia (<36.5°C) and the results of the bivariate analysis showed a z value of -6,000 and a p value of 0.000 based on statistical tests. If the p-value is less than α (alpha 0.05) which means Ha is accepted, statistically it is concluded that Early Initiation of Breastfeeding (IMD) has an impact on reducing neonatal hypothermia in Sectio Caesarea deliveries at Permata Hospital Bekasi in 2024. There is an influence of IMD on preventing BBL hypothermia during CS delivery at Permata Hospital, Bekasi in 2024. Keywords: Effect of Early Initiation of Breastfeeding (IMD), Prevention of Hypothermia, In Sectio Caesarea Deliveries  ABSTRAK Rumah Sakit Permata Bekasi memiliki program bahwa setiap persalinan diwajibkan untuk dilakukan keberangkatan atau Insiasi Menyusui Dini (IMD), karena IMD sangat baik untuk bayi bertujuan mengurangi AKB akibat hipotermi juga dapat berfungsi untuk keberhasilan ASI Esklusif dan mencegah infeksi-infeksi lain yang akan terjadi saat bayi baru saja dilahirkan. Survei pendahuluan di RS Permata Bekasi, bayi yang lahir tujuh dari sepuluh (70%) ibu yang melahirkan secara caesar tanpa melakukan pemberian ASI dini (IMD) mengalami hipotermia, dengan suhu rata-rata 35ºC. Sebaliknya, tiga ibu (30%) yang memulai pemberian ASI dini (IMD) tidak mengalami hipotermia, dengan suhu rata-rata 36,5ºC. Diketahuinya Pengaruh IMD Terhadap Pencegahan Hipotermi BBL Pada Persalinan Sectio Caesarea. Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian eksperimen semu (quasi experimental research) metode eksperimen. semua ibu hamil yang melakukan persalinan SC pada Januari – April Tahun 2024 yang ada di Rumah Sakit Permata Bekasi  sebanyak 153 ibu. Dari hasil analisis univariat didapatkan sebelum IMD sebagian besar bayi baru lahir memiliki suhu tubuh hipotermia (<36,5°C), yaitu sebanyak 46 bayi (76,7%),  sedangkan sebagian kecil bayi baru lahir dengan IMD berjumlah 10 orang (16,7%) memiliki suhu tubuh hipotermia ( <36,5°C)  dan dari hasil Analisis bivariat menunjukkan nilai z sebesar -6.000 dan nilai p sebesar 0,000 berdasarkan uji statistik. Bila p-value kurang dari α (alpha 0,05) yang berarti Ha diterima, secara statistik disimpulkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) berdampak pada penurunan hipotermia neonatal pada persalinan SC di Rumah Sakit Permata Bekasi Tahun 2024. Adanya pengaruh IMD terhadap pencegahan hipotermi BBL pada persalinan SC di Rumah Sakit Permata Bekasi Tahun 2024 Kata Kunci: Pengaruh Inisasi Menyusu Dini (IMD), Pencegahan Hipotermi, Persalinan SC.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kelurahan Bojong Baru Pirez, Rosalina Gastao; Novita, Regina Vidya Trias; Simbolon, Anna Rejeki
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16428

Abstract

ABSTRACT Based on WHO data, one in three (35%) women in the world have experienced physical and or sexual violence committed by their husbands or non-intimate partners. Efforts have been made for legal protection by making Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence (PKDRT Law). Domestic violence can cause physical, psychological, sexual, and economic misery. The purpose of this study was to identify factors associated with the incidence of domestic violence in Bojong Baru Village. The research design used is quantitative cross-sectional technique approach. Sample 102 respondents with purposive sampling technique. The results showed there was a relationship between income (0.016); age of marriage (0.018); occupation (0.006) with the incidence of domestic violence in Bojong Baru Village. The lack of knowledge makes victims accustomed to the violence experienced. Conclusion Domestic violence knowledge must be given early so that it is easy to recognize and overcome as early as possible. It is recommended that the family and local environment supported by the local government participate in promotive and preventive measures against the incidence of domestic violence Keywords: Violence, Income, Age of Marriage, Occupation, Knowledge  ABSTRAK Berdasarkan data WHO satu dari tiga (35%) wanita di dunia pernah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual yang dilakukan oleh suami maupun non-pasangan intim mereka. Upaya yang telah dilakukan perlindungan hukum dengan membuat UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). KDRT dapat membuat kesengsaraan secara fisik, psikologis, seksual, maupun ekonomi. Tujuan penelian ini adalah mengidentifikasi faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian KDRT di Kelurahan Bojong Baru. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pendekatan teknik cross – sectional. Sampel 102 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan ada hubungan antara pendapatan (0.016); usia pernikahan (0.018); pekerjaan (0.006) dengan kejadian KDRT di Kelurahan Bojong Baru. Tingkat pengetahuan yang kurang membuat korban terbiasa dengan kekerasan yang dialami. Kesimpulan pengetahuan KDRT harus diberikan sejak dini agar mudah dikenali dan diatasi sedini mungkin. Sebaiknya keluarga dan lingkunagn setempat didukung oleh pemerintah daerah ikut serta dalam tindakan promotif dan preventif terhadap kejadian KDRT. Kata Kunci: Kekerasan, Ekonomi, Usia Pernikahan, Pekerjaan, Tingkat Pengetahuan
Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) pada Ibu Bekerja dan Ibu Tidak Bekerja di Posyandu Desa Sukamanah dan Karang Anyar Maryani, Maryani; Muriah, Muriah; Nuraeni, Reni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16830

Abstract

ABSTRACT During the toddler years, it will greatly influence and determine the child's subsequent growth and development, to maintain the continuity of life while improving the quality of life of the child in order to achieve optimal growth and development both physically, mentally, emotionally and socially, therefore during the toddler years it is very important to pay attention so that toddlers do not experience delays in growth and development. To determine the differences in growth and development of toddler age children among working mothers in Sukamanah Village and Karang Anyar Village in 2024. This type of research is observational analytic, with a cross sectional design, which is a study to study the correlation between risk factors (independent) in this study "working mothers and non-working mothers" with the consequences or effects (dependent) if in this study "growth and development of toddler age children (1-3 years)", with data collection carried out simultaneously and simultaneously between risk factors and their effects (point time approach), meaning that all variables are observed at the same time. The results of this study based on univariate analysis that in the variable of child growth in working mothers, most of the growth was good as many as 39 people (39%) and 6 people (6%) were not good. Whereas in the variable of child growth in non-working mothers, most of the growth was good as many as 38 people (38%) and those that were not achieved were 17 people (17%). The results of the study known statistical test p value 0.039 means the value of p < 0.05 with this can be concluded that Ha accepted Ho rejected. This means that there is a very strong and unidirectional significant relationship between the growth of toddler age children (1-3 years) in working and non-working mothers. While research based on univariate and bivariate analysis on growth variables shows that the age distribution of toddler age children in working mothers is mostly 2 years old as many as 20 people around 40% while the age of children in mothers who do not work the most is 21 people (42%) at the age of 1 year. While the gender of toddler-age children in working mothers is mostly female around 68% as many as 34 people, while the gender of toddler-age children in mothers who do not work is mostly male, totaling 43 people (86%). appropriate child development as many as 81 people (81%), doubtful as many as 14 people (14%) and deviations as many as 5 people (55). There are differences in toddler age child development (1-3 years) in working mothers and non-working mothers. (p value 0.000 <0,017) There are differences in the growth and development of toddler-age children (1-3 years old) among working and non-working mothers in Sukamanah Village and Karang Anyar Village in 2024.  Keywords: Child Growth, Child Development, Working Mothers, Non-Working Mothers  ABSTRAK Pada masa balita akan sangat mempengaruhi dan menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya, untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang yang optimal baik fisik, mental, emosional maupun sosial, karena itu masa balita sangat penting untuk diperhatikan agar balita tidak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan Perkembangan anak usia toddler pada ibu bekerja di Desa Sukamanah dan Desa Karang Anyar tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, dengan desain Cross Sectional, merupakan suatu penelitian untuk mempelajari korelasi antara faktor resiko (independen) dalam penelitian ini “ibu bekerja dan ibu tidak bekerja” dengan akibat atau efek (dependen) jika dalam penelitian ini “pertumbuhan dan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun)”, dengan pengumpulan data dilakukan secara bersamaan dan serentak dalam satu waktu antara faktor resiko dengan efeknya (point time approach), artinya semua variabel diobservasi pada waktu yang sama. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis univariat bahwa pada variabel pertumbuhan anak pada ibu bekerja sebagian besar pertumbuhan baik sebanyak 39 orang (39%) dan yang kurang baik sebanyak 6 orang (6%). Sedangkan pada variabel pertumbuhan anak pada ibu tidak bekerja sebagian besar pertumbuhan baik sebanyak 38 orang (38%) dan yang tidak tercapai sebanyak 17 orang (17%). Hasil penelitian diketahui uji statistic p value 0,039 berarti nilai p < 0,05 dengan ini dapat disimpulkan bahwa Ha diterima Ho ditolak. Artinya ada hubungan signifikan yang sangat kuat dan searah antara pertumbuhan anak usia toddler (1-3 tahun) pada ibu bekerja dan tidak bekerja. Sedangkan penelitian berdasarkan analisis univariat dan bivariat pada variabel pertumbuha menunjukan bahwa distribusi umur anak usia Toodler pada ibu yang bekerja paling banyak umur 2 tahun sebanyak 20 orang sekitar 40 % sedangkan umur anak pada ibu yang tidak bekerja yang paling banyak sebanyak 21 orang (42%) pada umur 1 tahun. Sedangkan jenis kelamin anak usia Toodler pada ibu yang bekerja paling banyak perempuan sekitar 68 % sebanyak 34 orang, sedangkan pada jenis kelamin anak usia toddler pada ibu yang tidak bekerja sebagian beaar berjenis kelamin laki-laki berjumlah 43 orang (86%). perkembangan anak yang sesuai sebanyak 81 orang (81%), meragukan sebanyak 14 orang (14%) dan penyimpangan sebanyak 5 orang (55). Ada perbedaan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) pada ibu yang bekerja dan ibu tidak bekerja. (p value 0,000 < 0,017). Ada perbedaan pertumbuhan dan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) pada ibu yang bekerja dan ibu tidak bekerja Desa Sukamanah dan Desa Karang Anyar  tahun 2024. Kata Kunci: Pertumbuhan Anak,  Perkembangan Anak, Ibu Bekerja, Ibu Tidak Bekerja
Pengaruh Keikutsertaan Senam Hamil dengan Waktu Persalinan Kala II pada Primipara Winda, Winda; Puspitasari, Amalia Indah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16789

Abstract

ABSTRAK Senam hamil merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan atau prenatal care yang bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam persalinan normal. Bila dicermati lebih lanjut, sebenarnya dalam gerakan senam hamil terkandung efek relaksasi yang dapat menstabilkan emosi ibu hamil. Senam hamil penting bagi seorang ibu yang sedang mempersiapkan diri untuk persalinan terutama untuk ibu dengan usia kehamilan lebih dari 26 minggu. Wanita hamil yang melakukan senam hamil secara teratur dilaporkan memiliki keuntungan persalinan yaitu masa aktifnya (kala II) menjadi lebih pendek, mengurangi insiden section caesaria, mengurangi pengeluaran mekonium dalam cairan amnion, dan mengurangi terjadinya gawat janin pada waktu persalinan.Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh keikutsertaan senam hamil dengan waktu persalinan kala II pada primipara di PMB Sulis Yulianti, S.Tr., Keb. Bdn Desa Sumber Katon Kecamatan Seputih Surabaya Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2024. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain eksperimen dengan rancangan penelitian only control group design yakni rancangan eksperimen yang melibatkan pengukuran variabel pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah pemberian iklan. Hasil uji statistik dengan uji T-Independen diketahui nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh keikutsertaan senam hamil dengan waktu persalinan kala II pada primipara di PMB Sulis Yulianti, S.Tr., Keb. Bdn Desa Sumber Katon Kecamatan Seputih Surabaya Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2024. Terdapat pengaruh keikutsertaan senam hamil dengan waktu persalinan kala II pada primipara di PMB Sulis Yulianti, S.Tr., Keb. Bdn Desa Sumber Katon Kecamatan Seputih Surabaya Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2024 Kata Kunci: Senam Hamil, Kala I,I Primipara  ABSTRACT Prenatal exercise, particularly pregnancy gymnastics, is a key activity in prenatal care aimed at preparing and training muscles for optimal use during normal delivery. On closer examination, the movements in pregnancy gymnastics also contain relaxation effects that can stabilize the emotions of pregnant women. Pregnancy gymnastics is essential for mothers preparing for childbirth, especially those with a gestational age of more than 26 weeks. Pregnant women who regularly participate in pregnancy gymnastics reportedly have several childbirth benefits, including shorter active labor (stage II), reduced incidence of cesarean sections, decreased meconium discharge in amniotic fluid, and reduced fetal distress during delivery. This study aims to determine the effect of participation in pregnancy gymnastics on the duration of stage II labor in primiparas at PMB Sulis Yulianti, S.Tr., Keb. Bdn, Sumber Katon Village, Seputih Surabaya Subdistrict, Central Lampung Regency, in 2024. This quantitative study employs an experimental design with an only control group design, involving the measurement of variables in both the control and experimental groups after intervention. Statistical analysis using the independent T-test revealed a significant value of 0.000 < 0.05, leading to the rejection of the null hypothesis (Ho) and acceptance of the alternative hypothesis (Ha). Thus, it can be concluded that there is an effect of participation in pregnancy gymnastics on the duration of stage II labor in primiparas at PMB Sulis Yulianti, S.Tr., Keb. Bdn, Sumber Katon Village, Seputih Surabaya Subdistrict, Central Lampung Regency, in 2024. Participation in pregnancy gymnastics influences the duration of stage II labor in primiparas at PMB Sulis Yulianti, S.Tr., Keb. Bdn, Sumber Katon Village, Seputih Surabaya Subdistrict, Central Lampung Regency, in 2024. Keywords: Pregnancy Exercise, Second Stage, Primipara
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pernikahan Usia Dini di Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Lusiana, Cicilia Dwi; Barkah, Asep
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16853

Abstract

ABSTRACT Early marriage as a marriage where one or both partners are under 18 years of age. Early marriage is common in many countries, especially in developing countries or in communities with poor social and economic conditions. Early marriage in today's society is a major problem. But some parents and communities take early marriage for grante. Knowing the factors associated with early marriage in Sukatenang Village, Sukawangi District, Bekasi Regency in 2024. This type of research is quantitative using analytical descriptive methods using a case control approach. Where case control is a study to study the dynamics of the correlation between risk factors and effects, by approaching, observing or collecting data at once. At a time (point time approach). There is a relationship between education, knowledge, parenting, culture with early marriage. The results obtained p value < alpha 0.05 means that the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. From the results of the study there is a relationship between education, knowledge, parenting and culture with early marriage. With that, it is hoped that further research needs to be carried out by further reviewing the factors for early marriage, so that it is hoped that it can reduce the incidence of early marriage in society and not always early marriage is a negative thing. Keywords: Early Marriage, Education, Knowledge, Parenting, Culture  ABSTRAK Pernikahan usia dini sebagai pernikahan di mana salah satu atau kedua pasangan berusia di bawah 18 tahun. Pernikahan dini merupakan hal yang umum di banyak negara, terutama di negara-negara berkembang atau di masyarakat dengan kondisi sosial dan ekonomi yang buruk. Pernikahan usia dini pada masyarakat saat ini menjadi masalah yang utama. Tetapi beberapa orang tua dan masyarakat menganggap sebagai hal biasa saja pernikahan usia dini ini. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini di Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan case control. Dimana case control merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor – faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data – data sekaligus. Pada suatu saat (point time approach). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, pengetahuan, pola asuh, budaya dengan pernikahan usia dini. Di dapatkan hasil nilai p value < alpha 0,05 artinya hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dari hasil penelitian terdapat adanya hubungan antara pendidikan, pengetahuan, pola asuh dan budaya dengan pernikahan usia dini. Dengan itu diharapkan perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut dengan lebih meninjau faktor – faktor terjadinya pernikahan usia dini, sehingga diharapakn dapat mengurangi kejadian pernikahan usia dini pada masyarakat dan tidak selamanya pernikahan usia dini hal yang negatif. Kata Kunci: Pernikahan Usia Dini, Pendidikan, Pengetahuan, Pola Asuh, Budaya
Efektivitas Lembar Balik terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Sunat Perempuan di Puskesmas Batujaya Mulyana, Dede Sri; Karyanah, Karyanah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.19342

Abstract

ABSTRACT There is low knowledge of pregnant women about female circumcision, which can have an impact on their health and welfare as well as that of the child born. It is hoped that feedback as an educational medium can be an effective tool for conveying clear and interesting information. To determine the effectiveness of flip-sheet media on the knowledge and attitudes of pregnant women regarding female circumcision at the Batujaya Community Health Center. This research uses a pre-experimental design, which aims to evaluate the effect of the intervention provided (flip sheet media) on the knowledge and attitudes of pregnant women. The population in this study were pregnant women who visited the Batujaya Health Center. Samples were taken using sampling techniques in accordance with predetermined inclusion and exclusion criteria. Data obtained from the pretest and posttest were analyzed to determine the difference in the average knowledge and attitude scores of pregnant women before and after being given education. The average knowledge of pregnant women about female circumcision before being given education using flip sheets was 53.12. After being given education, the average knowledge increased to 84.90. The average attitude of pregnant women regarding female circumcision before being given education was 35.21, while after education it increased to 44.82. The results of statistical tests using the Wilcoxon test show a p value of 0.001, which means there is a significant influence of flip sheet media on increasing knowledge of pregnant women. that there is a significant average difference in the increase in knowledge scores and attitudes of pregnant women who are given health promotion about female circumcision using flip-sheet media. It is hoped that this research can be used as a literacy resource related to flip-sheet media and the topic of female circumcision, as well as encouraging further research to explore other educational methods that can improve people's knowledge and attitudes.Keywords: Flip sheet, Knowledge, Attitude, Pregnant women  ABSTRAK Rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang sunat perempuan, yang dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan mereka serta anak yang dilahirkan. embar balik sebagai media edukasi diharapkan dapat menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan informasi yang jelas dan menarik. Untuk mengetahui efektivitas media lembar balik terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang sunat perempuan di Puskesmas Batujaya. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental, yang bertujuan untuk mengevaluasi efek dari intervensi yang diberikan (media lembar balik) terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengunjungi Puskesmas Batujaya. Sampel diambil dengan menggunakan teknik sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Data yang diperoleh dari pretest dan posttest dianalisis untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor pengetahuan dan sikap ibu hamil sebelum dan setelah diberikan edukasi. Rata-rata pengetahuan ibu hamil tentang sunat perempuan sebelum diberikan edukasi dengan media lembar balik adalah 53,12. Setelah diberikan edukasi, rata-rata pengetahuan meningkat menjadi 84,90. Rata-rata sikap ibu hamil tentang sunat perempuan sebelum diberikan edukasi adalah 35,21, sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 44,82. Hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p Value 0,001, yang berarti ada pengaruh signifikan dari media lembar balik terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam peningkatan skor pengetahuan dan sikap ibu hamil yang diberikan promosi kesehatan tentang sunat perempuan dengan menggunakan media lembar balik. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber literasi yang berkaitan dengan media lembar balik dan topik sunat perempuan, serta mendorong penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi metode edukasi lainnya yang dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat. Kata Kunci: Lembar Balik, Pengetahuan, Sikap, Ibu Hamil

Page 100 of 158 | Total Record : 1573


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue