cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Klinik Suradita Tangerang Banten Rusita, Resi; Isnaeni, Isnaeni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16835

Abstract

ABSTRACT Medication adherence is the patient's behavior in taking medication according to the recommendations of the service provider that have been mutually agreed upon regarding the type of drug, dose, time, and frequency of taking the drug. The level of education and family support are factors that cause medication adherence.This study aims to determine the relationship between education level and family support on medication adherence in hypertensive patients at the Suradita Clinic, Tangerang Regency, Banten in 2024. This type of research is an analytical observational study with a cross-sectional approach. The population in this study were all hypertensive patients who were members of the Prolanis group at the Suradita Clinic. The sample in the study was 116 people. The sampling technique was purposive sampling with inclusion criteria, namely hypertensive patients with a duration of treatment >6 months and receiving pharmacological antihypertensive therapy. The results of this study indicate that there is a significant relationship between education level and medication adherence in hypertensive patients (p-value 0.022 <0.05) and there is a significant relationship between family support and medication adherence in hypertensive patients (p-value 0.000 <0.05). The suggestion from this study is for patients to increase their motivation to carry out treatment properly and maintain compliance in taking medication according to the recommendations given by the doctor. Keywords: Hypertension, Compliance, Education Level, Family Support  ABSTRAK Kepatuhan minum obat adalah perilaku pasien dalam minum obat sesuai dengan anjuran pemberi layanan yang telah disepakati bersama sehubungan dengan jenis obat, dosis, waktu, dan frekuensi minum obat. Tingkat pendidikan dan dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penyebab kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di klinik suradita kabupaten tangerang banten tahun 2024. Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasional  analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien hipertensi yang tergabung dalam kelompok Prolanis di Klinik Suradita. Sampel dalam penelitian sejumlah 116 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu penderita hipertensi dengan lama pengobatan >6 bulan dan mendapatkan terapi farmakologi antihipertensi.. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi (p-value 0,022<0,05) dan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi (p-value 0,000<0,05). Saran dari penelitian ini adalah agar pasien meningkatkan motivasi dalam menjalankan pengobatan dengan baik dan tetap menjaga kepatuhan minum obat sesuai dengan anjuran  yang diberikan oleh dokter.   Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan, Tingkat Pendidikan, Dukungan Keluarga
Hubungan Sumber Daya dan Struktur Birokrasi dengan Implementasi Program UKS dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi Siswa SD Negeri di Kota Medan Tanjung, Zimahanum; Yustina, Ida; Yanti, Gema Nazri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16810

Abstract

ABSTRACT The prevalence of dental caries among elementary school students in Medan City has shown a worrying increase over the years. In 2021 and 2022, 4,175 and 19,534 cases were reported, respectively, and the numbers further rose to 46,219 students in 2023. A survey of 30 public elementary schools in the city revealed significant gaps in dental hygiene education and practices, with most schools lacking proper brushing demonstrations, tooth brushing sessions, and regular classroom brushing activities. Additionally, none of the schools received guidance from a dentist, and there was limited coordination with health centers for screenings and check-ups. These findings suggest that the School Health Unit (UKS) program for dental health maintenance in public elementary schools in Medan City is not being optimally implemented. The research problem formulated is the factors affecting the implementation of the UKS program for dental health maintenance in public elementary schools in Medan City. The purpose of this study is to see the relationship between resources and bureaucratic structure and the implementation of UKS in maintaining dental health of State Elementary School students in Medan City. This cross-sectional quantitative study conducted in Medan, Indonesia, from June to July 2024, focuses on the impact of the UKS program on SDN youth health. The research addresses the lack of progress in UKS implementation and the scarcity of research on its impact. Using cluster and simple random sampling techniques, the study involved 382 SDN and 80 SDN respondents. Data was collected through questionnaires and analyzed using a computer system. Univariate and bivariate analyses were employed to understand the impact of the UKS program on SDN youth health and the relationship between health factors and the program's implementation. The study provides insights into the implementation of the UKS program in SDN youth health. A total of 36 elementary schools (45%) have adequate resources, schools that have a good bureaucratic structure are 19 elementary schools (23.8%) and there are 35 elementary schools (43.8%) that have the implementation of the UKS program in maintaining good dental health. There is a relationship between the availability of resources and bureaucratic structure and the implementation of UKS in maintaining dental health of State Elementary School students in Medan City. The variables of resources (p=<0.001) and bureaucratic structure (p=0.001) are related to implementation. Keywords: Implementation, UKS, Dentition, Students ABSTRAK Prevalensi karies gigi di kalangan siswa SD di Kota Medan telah menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan selama bertahun-tahun. Pada tahun 2021 dan 2022, masing-masing 4.175 dan 19.534 kasus dilaporkan, dan jumlahnya terus meningkat menjadi 46.219 siswa pada tahun 2023. Sebuah survei terhadap 30 sekolah dasar negeri di kota itu mengungkapkan kesenjangan yang signifikan dalam pendidikan dan praktik kebersihan gigi, dengan sebagian besar sekolah tidak memiliki demonstrasi menyikat gigi yang benar, sesi menyikat gigi, dan kegiatan menyikat gigi di kelas secara teratur. Selain itu, tidak ada sekolah yang menerima bimbingan dari dokter gigi, dan ada koordinasi terbatas dengan pusat kesehatan untuk pemeriksaan dan pemeriksaan. Temuan ini menunjukkan bahwa program Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk pemeliharaan kesehatan gigi di sekolah dasar negeri di Kota Medan belum dilaksanakan secara optimal. Permasalahan penelitian yang dirumuskan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program UKS untuk pemeliharaan kesehatan gigi di sekolah dasar negeri di Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan sumber daya dan struktur birokrasi dengan implementasi UKS dalam pemeliharaan kesehatan gigi siswa SD Negeri di Kota Medan. Studi kuantitatif cross-sectional yang dilakukan di Medan, Indonesia, dari Juni hingga Juli 2024 ini, berfokus pada dampak program UKS terhadap kesehatan remaja SDN. Penelitian ini membahas kurangnya kemajuan dalam implementasi UKS dan kelangkaan penelitian tentang dampaknya. Menggunakan teknik cluster dan simple random sampling, penelitian ini melibatkan 382 responden SDN dan 80 SDN. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan sistem komputer. Analisis univariat dan bivariat digunakan untuk memahami dampak program UKS terhadap kesehatan remaja SDN dan hubungan antara faktor kesehatan dan implementasi program. Studi ini memberikan wawasan tentang implementasi program UKS dalam kesehatan siswa SDN. Sebanyak sebanyak 36 SDN (45%) yang memiliki sumber daya yang memadai, sekolah yang memiliki struktur birokrasi yang baik ada sebanyak 19 SDN (23,8%) dan ekolah yang memiliki implementasi program UKS dalam pemeliharaan kesehatan gigi yang baik ada sebanyak 35 SDN (43,8%). Ada hubungan ketersediaan sumber daya dan struktur birokrasi dengan implementasi UKS dalam pemeliharaan kesehatan gigi siswa SD Negeri di Kota Medan. Variabel sumber daya (p=<0,001) dan struktur birokrasi (p=0,001) berhubungan dengan implementasi. Kata Kunci: Implementasi, UKS, Gigi, Siswa
Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur dalam Melakukan Pemeriksaan Pap Smear Dengan Menggunakan IVA Test di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah Muhamad, Zuriati; Harismayanti, Harismayanti; Nunu, Fitriyyah R.
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.19383

Abstract

ABSTRACT The majority of women worldwide are afflicted with cervical cancer, a disease that impacts their reproductive health. The significance of cervical cancer preventive programs using Pap smears is demonstrated by the high freguency of cervical cancer cases in Indonesia. The purpose of this study is to use the IVA test in Central City health centers to describe the knowledge of women of reproductive age regarding Pap smear tests. The knowledge of women of reproductive age on doing Pap smear examinations with the IVA test is described by this study technigue utilizing a descriptive approach. This research method uses a descriptive approach to describe the knowledge of women of childbearing age in carrying out Pap smear examinations using the IVA test. Sampling was taken using Stratified random sampling technique with a sample size of 91. The results of this research showed that 65.6% of respondents had good knowledge regarding the knowledge of women of childbearing age in carrying out pap smear examinations, and 17.8% of respondents had sufficient knowledge, while 16.7% of respondents had insufficient knowledge. Then we got a picture of the knowledge of women of childbearing age in using the IVA test, that there were 57.8% of respondents who had good knowledge, and 21.1% of respondents who had sufficient knowledge, while those who had less knowledge were 21.1% of respondents.Conclusion : The majority of women at the Central City Health Center who.are of childbearing age have strong knowledge, according to the esearchers  findings, and having more schooling does not always eguate to having good-knowledge. This study demonstrated that knowledgeable persons are more /ikely to e found at lower educational levels than at higher ones. Keywords: Pap Smear, Women of Childbearing Age: IVA Test, Cervical Cancer  ABSTRAK Kanker serviks merupakan penyakit yang mempengaruhi kesehatan reproduksi wanita dan merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita wanita di seluruh dunia Tingginya angka kejadian penderita kanker serviks di Indonesia, menunjukkan pentingnya program pencegahan kanker serviks dengan pap smear. penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur dalam Pemeriksaan Pap Smear Menggunakan IVA Tes di puskesmas Kota Tengah. ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan Pengetahuan Wanita Usia Subur dalam Melakukan Pemeriksaan Pap Smear menggunakan IVA Test. Pengambilan sampel dengan tehnik Stratified random sampling dengan jumlah sampel 91. ini Didapatkan gambaran tentang pengetahuan Wanita Usia Subur dalam melakukan pemeriksaan pap smear sebanyak 65.6% responden berpengetahuan baik, dan 17.8% responden yang memiliki pengetahuan cukup, sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 16.7% responden. Kemudian Didapatkan gambaran tentang pengetahuan Wanita Usia Subur dalam menggunakan IVA test bahwa terdapat  57.8% responden berpengetahuan baik, dan 21.1% responden yang memiliki pengetahuan cukup, sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 21.1% responden. Temuan peneliti menghasilkan kesimpulan bahwa sebagian besar Wanita Usia Subur di Puskesmas Kota Tengah memiliki Pengetahuan Baik, serta pendidikan tinggi belum tentu memiliki pengetahuan yang baik. Dibuktikan dalam penelitian ini bahwa yang memiliki pengetahuan baik lebih banyak terdapat pada tingkat pendidikan rendah dibanding tingkat pendidikan tinggi. Kata Kunci: IVA Test, Kanker Serviks, Pap Smear, Wanita Usia Subur 
Pengaruh Intensitas Penggunaan Smartphone terhadap Kualitas Tidur Remaja Utari, Sukma Ayu Novi; Indawati, Eli
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16962

Abstract

ABSTRACT The prevalence of sleep quality disorders among teenagers in Indonesia is 79.4% of teenagers who have poor sleep quality which is caused by bad habits of using gadgets such as using gadgets at night and sleeping close to active gadgets so that notifications from gadgets disturb sleep. The impact of poor sleep quality includes fatigue, restlessness, lethargy and apathy, blackness around the eyes, swollen eyelids, red conjunctiva, sore eyes, distracted attention, headaches and frequent yawning, there is a possibility of weight gain. To determine the effect of intensity of smartphone use on sleep quality in adolescents. The analysis uses a cross sectional design. The sampling technique uses random sampling. The majority of teenagers were male (57.7%), poor sleep quality (73.1%), and high intensity of smartphone use (65.4%). There is an influence of the intensity of smartphone use on adolescent sleep quality (p value 0.002). There is an influence of the intensity of smartphone use on teenagers' sleep quality.  Keywords: Smartphone, Sleep Quality, Teenagers ABSTRAK Prevalensi gangguan kualitas tidur pada remaja di Indonesia sebanyak 79,4% remaja memiliki kualitas tidur yang buruk yang disebabkan oleh kebiasaan menggunakan gadget yang tidak baik seperti menggunakan gadget pada malam hari dan tidur berdekatan dengan gadget yang aktif sehingga notifikasi dari gadget mengganggu tidur. Dampak dari kualitas tidur yang buruk meliputi lelah, gelisah, lesu dan apatis, kehitaman di sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala dan sering menguap, terdapat kemungkinan terjadinya peningkatan berat badan. Mengetahui pengaruh intensitas penggunaan smartphone terhadap kualitas tidur pada remaja. Analitik menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Mayoritas remaja berjenis kelamin laki-laki (57,7%), kualitas tidur buruk (73,1%), dan intensitas penggunaan smartphone tinggi (65,4%). Ada pengaruh intensitas penggunaan smartphone terhadap kualitas tidur remaja (p value0,002). Ada pengaruh intensitas penggunaan smartphone terhadap kualitas tidur remaja.  Kata Kunci: Smartphone, Kualitas Tidur, Remaja
Pengaruh Konsumsi Abon Ikan Lele terhadap Proses Penyembuhan Luka Jahitan Perineum di Klinik Mutiara Evo Medistra Kabupaten Tangerang, Banten Dewi, Siti; Widyastuti, Wiwin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16961

Abstract

ABSTRAK Sekitar 70% wanita yang melahirkan secara normal mengalami luka perineum, Penyebab umum luka perineum antara lain pelebaran jalan lahir dan garis tengah perineum, kelahiran prematur separuh bagian bawah bayi, persalinan cepat yang tidak terkendali, banyak kehamilan, jaringan parut, bayi baru lahir besar, distosia bahu, episiotomi yang melebar, dan kondisi serupa lainnya. ata-rata waktu penyembuhan luka perineum berkisar antara enam hingga tujuh hari, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain karakteristik ibu yang melahirkan, kesehatan gizi ibu, kualitas perawatan yang diterima, dan tingkat keparahan luka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Konsumsi Abon Ikan Lele Terhadap Proses Penyembuhan Luka Jahitan Perineum di Klinik Mutiara Evo Medistra (Bd. Novita Rambe). Penelitian ini menggunakan metodologi quasi-eksperimental, yaitu teknik one-group pretest-posttest design dengan kelompok kontrol, untuk melakukan penelitian kuantitatif. Dalam desain eksperimen ini, sampel menjalani pretest (tes pertama) sebelum menerima terapi, dan posttest (tes akhir) setelah eksperimen. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang didapatkan sesuai dengan inklusi dan eksluasi didapatkan 20 responden. Adapun cara menentukan jumlah sampel pada accidental sampling yaitu dengan rumus slovin. Hasil uji statistic dengan menggunakan uji T didapatkan nilai p value= 0.009 yang artinya  p value a>0.05 artinya HO diterima Ha ditolak. Yang artinya terdapat pengaruh Konsumsi Abon Ikan Lele Terhadap Proses Penyembuhan Luka Jahitan Perineum. Kata Kunci: Abon Ikan Lele dan Luka Jahitan Perineum  ABSTRACT About 70% of women who give birth normally experience perineal wounds. Common causes of perineal wounds include widening of the birth canal and midline of the perineum, premature birth of the lower half of the baby, uncontrolled rapid labor, multiple pregnancies, scar tissue, large newborns, shoulder dystocia, dilated episiotomy, and other similar conditions. The average healing time for perineal wounds ranges from six to seven days, this is influenced by several factors, including the characteristics of the mother giving birth, the nutritional health of the mother, the quality of care received, and the severity of the wound.The aim of this research was to determine the effect of consuming catfish floss on the healing process of perineal suture wounds at the Mutiara Evo Medistra Clinic (Bd. Novita Rambe). This research uses a quasi-experimental methodology, namely a one-group pretest-posttest design technique with a control group, to conduct quantitative research. In this experimental design, the sample undergoes a pretest (first test) before receiving therapy, and a posttest (final test) after the experiment. In this study, the number of samples obtained in accordance with inclusion and exclusion was 20 respondents. The way to determine the number of samples in accidental sampling is using the Slovin formula.The results of statistical tests using the T test showed that the p value = 0.009, which means that the p value a> 0.05 means that HO is accepted and Ha is rejected. Which means there is an influence of consumption of shredded catfish on the healing process of perineal suture wounds. Keywords: Shredded Catfish And Parineal Stitched Wounds
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Rumoh Gizi Gampong (RGG) dalam Penurunan Stunting Norisa, Nanda; Julianti, Rina; Basri, Fitra Ermila; Dewita, Dewita; Usrina, Nora; Fitrianda, Yunita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17220

Abstract

ABSTRACT The presence of Rumoh Gizi Gampong (RGG) is the spearhead for providing basic health services for the community. Primarily to raise awareness among the public to make efforts so that Acehnese children avoid stunting. RGG is a form of community empowerment at the village/gampong level in efforts to prevent stunting. The RGG activities include a combination of specific and sensitive programs for preventing and handling stunting in Aceh. To find out the factors that influence the implementation of Rumoh Gizi Gampong (RGG) in reducing stunting in the Lampahan Community Health Center Work Area, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. The design of this research is in the form of analytical observational with a cross sectional approach. The subjects in this study were 201 mothers of stunted toddlers who had received PMT for 90 days. This research was carried out for 2 months from May-June 2024. The research location was carried out in the working area of the Lampahan Community Health Center, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. Data collection uses a questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test with a p value ≥ 0.05. There is a significant relationship between maternal knowledge and the implementation of RGG (0.002), there is a significant relationship between the role of midwives and the implementation of RGG (0.002), there is a significant relationship between the role of cadres and the implementation of RGG (0.003) and there is a significant relationship between the role of community leaders and implementation RGG (0.000). There is a relationship between mother's knowledge, the role of midwives, the role of cadres, the role of community leaders and the implementation of RGG. Keywords: Knowledge, Population Density, Pulmonary Tuberculosis, Case Control  ABSTRAK Kehadiran Rumoh Gizi Gampong (RGG) menjadi ujung tombak untuk memberikan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Utamanya untuk menyadarkan masyarakat supaya melakukan upaya-upaya agar anak-anak Aceh terhindar dari stunting. RGG merupkan bentuk pemberdayaan masyarakat ditingkat Desa/Gampong dalam upaya pencegahan stunting. Adapun kegiatan RGG mencakup kombinasi program- program spesifik dan sensitive untuk pencegahan dan penanganan stunting di Aceh. Untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Rumoh Gizi Gampong (RGG) dalam Penurunan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Desain penelitian ini dalam bentuk observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah 201 ibu yang mempunyai balita stunting yang pernah mendapatkan PMT selama 90 hari. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan dari Mei-Juni 2024. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan nilai p ≥ 0.05. Ada hubungan secara signifikan antara pengetahuan ibu dengan palaksanaan RGG (0.002), ada hubungan secara signifikan antara peran bidan dengan pelaksanaan RGG (0.002), ada hubungan secara signifikan peran kader dengan pelaksanaan RGG (0.003) dan ada hubungan secara signifikan peran tokoh masyarakat dengan pelaksanaan RGG (0.000). Ada hubungan pengetahuan ibu, peran bidan, peran kader, peran tokoh masyarakat dengan pelaksanaan RGG. Kata Kunci: Faktor Pengetahuan, Peran Bidan, Peran Kader, Peran Tokoh Masyarakat, Pelaksanaan RGG
Self-Stigma Stunting, Dampak dan Perubahan Psikologis Ibu dengan Anak Stunting di Kabupaten Garut Putri, Ligar Tresna Darmawan; Kartasurya, Martha Irene; Musthofa, Syamsulhuda Budi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17028

Abstract

ABSTRACT Mothers play an important role as the primary caregiver of a child. Mother as a caregiver is an important factor in the child's growth and development process. negative stigma is felt by the mother so that it disturbs and affects the mental health of the mother as a caregiver. Stigma from society can occur in families who care for stunted children, especially mothers. Mothers who care for stunted children often get unpleasant treatment from the community even from health workers and posyandu cadres. This study aims to explore the perception of stunting self-stigma, the impact and psychological changes of mothers with stunted children in Garut Regency. The research design is a qualitative method with a phenomenological approach. Researchers wanted to explore the background of self-stigma in mothers, the impact of stunting self-stigma. In addition, researchers want to explore the impact on health seeking behavior and mothers' responses to PMT for stunted children in Garut Regency. Based on the results of this study, it was found that various kinds of responses and psychological changes were experienced by mothers who had self-stigma. Generally, self-stigma is recognized by feelings of shame because stunting is similar to malnourished children, the party to blame, and the ability to meet family food so as to refuse PMT assistance for stunted children in Garut Regency. It is important for families, health workers and posyandu cadres to provide material and emotional support and not to disclose the child's condition in public. Keywords: Self-stigma, Stunted, Psychosocial Conditions, Mother  ABSTRAK Ibu memegang peranan penting sebagai pengasuh utama seorang anak. Ibu sebagai pengasuh merupakan faktor penting dalam proses tumbuh kembang anak. Stigma negatif dirasakan ibu sehingga mengganggu dan mempengaruhi kesehatan mental ibu sebagai pengasuh. Stigma dari masyarakat dapat terjadi pada keluarga yang merawat anak stunting, khususnya ibu. Ibu yang merawat anak stunting seringkali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari masyarakat bahkan dari petugas kesehatan dan kader posyandu. Penelitian ini bertujuan menjelajahi persepsi self-stigma stunting, dampak serta perubahan psikologis ibu dengan anak stunting di Kabupaten Garut. Desain penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti hendak mengeksplorasi latar belakang self stigma pada ibu, dampak self-stigma stunting. Selain itu, peneliti ingin mengeksplorasi dampak terhadap perilaku mencari bantuan kesehatan serta respon ibu terhadap PMT bagi baduta stunting di Kab. Garut. Hasil dari penelitian ini yakni didapatkan bahwa berbagai macam respon dan perubahan psikologis dialami ibu yang memiliki self-stigma. Umumnya self-stigma dikenali dengan perasaan malu karena stunting mirip dengan anak gizi buruk, pihak yang disalahkan, dan kemampuan memenuhi pangan keluarga sehingga menolak PMT bantuan bagi anak stunting di Kab. Garut. Penting bagi keluarga, petugas kesehatan, dan kader posyandu memberikan dukungan baik materil dan emosional serta tidak mengungkapkan kondisi anak di muka umum. Kata Kunci: Self-Stigma, Stunting, Kondisi Psikososial, Ibu
Pengaruh Kompres Daun Kubis terhadap Ibu Nifas dengan Pembengkakan Payudara di Wilayah Kerja Puskesmas Jiput Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Rospiani, Elis; Idealistiana, Lia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17002

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the Effect of Cabbage Leaf Compress on Postpartum Mothers with Breast Swelling in the Jiput Health Center Work Area, Pandeglang Regency, Banten Province in 2024. This study design uses a quasi-experimental method with a two-group pretest and posttest design approach. This study design has two groups, namely the experimental group and the control group. The effectiveness of the treatment is assessed by comparing the posttest value with the pretest. Data analysis using the Wilcoxon and Mann Whitney tests. The sample taken in this study was 36 respondents. The results of the study showed that there was a difference in the test results between the intervention group and the control group on the 5th or last day with the Mann-Whitney test obtained a P value of 0.000 <a (0.05) which states that there is a significant difference between the intervention group and the control group. Giving cold cabbage leaf compresses provides benefits in reducing breast swelling in postpartum mothers, it is hoped that for the research area so that cold cabbage leaf compresses can be applied as an alternative non-pharmacological therapy in postpartum mothers to reduce breast swelling. Keywords: Cabbage Leaves, Breast Swelling, Postpartum  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kompres Daun Kubis Terhadap Ibu Nifas Dengan Pembengkakan Payudara Di Wilayah Kerja Puskesmas Jiput Kabupaten Pandeglang Provinsi BantenTahun 2024. Desain Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan two group pretest and posttest design. Desain penelitian ini mempunyai dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Efektivitas perlakuan dinilai dengan cara membandingkan nilai posttest dengan pretest. Analisis  data  menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney.sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 36 responden. Hasil penelitian menunjukan Ada perbedaan pada hasil uji antar kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada hari ke- 5 atau terakhir dengan uji Maan-Whitneydidapatkan P value sebesar 0,000 < a ( 0,05 ) yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pemberian kompres daun kubis dingin memberikan manfaat dalam menurunkan pembengkakan payudara pada ibu nifas, diharapkan untuk lahan penelitian agar kompres daun kubis dingin dapat diaplikasikan sebagai terapi alternatif nonfarmakologis pada ibu nifas untuk mengurangi pembengkakan pada payudara. Kata Kunci: Daun Kubis, Pembengkakan Payudara, Nifas
Perbandingan Keefektivitasan Pemberian Bubur Kacang Hijau dan Sayur Daun Kelor terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Kustini, Eneng Iis; Azizah, Imroatul
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16890

Abstract

ABSTRACT Mothers who do not breastfeed their babies on the first day of breastfeeding are caused by the mother's anxiety and fear about the lack of breast milk production, so that the mother is not sure that she can provide breast milk.  One way to ensure that mothers are successful in providing exclusive breast milk is by giving them additional food to prevent a decline in breast milk production. It has been scientifically proven that green beans which contain natural vitamin B complex help improve the health of breastfeeding mothers and help breast milk production. There are vegetables that can increase breast milk production, namely Moringa leaves. Moringa leaves are leaves that contain the flavonoid content in Moringa leaves has been proven for breastfeeding mothers in terms of increasing breast milk production. To determine the comparison of the effectiveness of giving green bean porridge and Moringa leaf vegetables to increase breast milk production in breastfeeding mothers in the Warunggunung Inpatient Health Center UPTD Work Area in 2024. This research is quantitative research using a quasi-experimental design with a pretest-post control group design approach. Sampling used Purposive Random Sampling. The instrument used for data collection was a questionnaire, then the data was analyzed using the Independent T Test. The average score from filling out a questionnaire regarding breast milk production after being given green bean porridge was 7.42, while in the group given Moringa leaf vegetables it was 5.89. It can be seen that the mean value in the group given green bean porridge was greater than the group given Moringa leaf vegetables. This shows that peanut porridge is more effective than giving Moringa leaf vegetables to increase breast milk production in breastfeeding mothers. The results of the Independent Sample T Test obtained a P Value of 0.017 (<0.05), meaning that there was a difference in the effectiveness of giving Green Bean Porridge and Moringa Leaf Vegetables to Increase Breast Milk Production in Breastfeeding Mothers in the Warunggunung Inpatient Health Center UPTD Work Area in 2024. Keywords: Green Bean Porridge, Moringa Leaf Vegetables, Breast Milk Production    ABSTRAK Ibu yang tidak menyusui bayinya pada hari pertama menyusui disebabkan oleh kecemasan dan ketakutan ibu akan kurangnya pengeluaran ASI, sehingga ibu tidak yakin bisa memberikan ASI.  Salah  satu  upaya  agar  ibu  berhasil  dalam  memberikan  ASI  secara  eksklusif  yaitu dengan memberikannya tambahan makanan agar tidak terjadinya kemunduran dalam produksi ASI. Telah terbukti  secara  ilmiah  bahwa  kacang  hijau  yang  mengandung  vitamin  B kompleks  alami  membantu meningkatkan kesehatan ibu menyusui dan membantu produksi ASI. Selain dari kacang hijau, daun kelor merupakan daun yang memiliki kandungan flavonoid yang membeantu untuk ibu menyusui dalam memperbanyak produksi ASI.  mengetahui perbandingan keefektivitasan pemberian bubur kacang hijau dan sayur daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Warunggunung Tahun 2024.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pretes-post control group design. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Random Sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan keusioner kemudian data-data tersebut dianalilsis menggunakan uji Independent T Test. Rata-rata skor hasil pengisian kuesioner sesudah diberikan bubur kacang hijau sebesar 7,42, sedangkan pada kelompok yang diberikan sayur daun kelor sebesar 5,89. Telihat bahwa nilai mean pada kelompok yang diberikan bubur kacang hijau lebih besar dari kelompok sayur daun kelor. Ini menunjukkan bubur kacang hijau lebih efektif dibanding dengan pemberian sayur daun kelor untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Hasil Uji Independent Sample T Test didapatkan P Value 0,017 (<0,05), artinya terdapat perbedaan Keefektivitasan Pemberian Bubur Kacang Hijau dan Sayur Daun Kelor Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Warunggunung.  Kata Kunci: Bubur Kacang Hijau, Sayur Daun Kelor, Produksi ASI
Hubungan Beban Kerja dan Stres Kerja Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Perawat Pratiwi, Kartika Amelia; Indawati, Eli
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.16964

Abstract

ABSTRACT In Indonesia, 73.3% of nurses in care units have poor sleep quality and 26.7% have good sleep quality, while in non-intensive pediatric wards 27.5% of nurses have poor sleep quality. Factors that can influence sleep quality include illness, environment, motivation, exercise and fatigue, psychological stress, and lifestyle. One of the most influential causes of work stress for nurses is workload. The large number of demands in carrying out responsibilities while working can develop work stress in nurses and have an impact on work situations and concentration in completing work. Knowing the relationship between workload and work stress on improving the quality of sleep for nurses. The analysis uses a cross sectional design. The sampling technique uses total sampling. The majority of nurses had good sleep quality (77.5%), light workload (47.0%) and no work stress (72.7%). There is a significant relationship between workload (p value 0.001) and work stress (p value 0.002) with nurses' sleep quality. There is a relationship between workload and work stress on improving the quality of nurses' sleep.  Keywords: Workload, Job stress, Sleep quality, Nursing  ABSTRAK Di Indonesia, 73,3% perawat di unit perawatan memiliki kualitas tidur yang buruk dan 26,7% memiliki kualitas tidur yang baik, sedangkan di bangsal anak non-intensif 27,5% perawat memiliki kualitas tidur yang buruk. Faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur antara lain penyakit, lingkungan, motivasi, olahraga dan kelelahan, stres psikologis, dan gaya hidup. Salah satu penyebab stress kerja perawat yang paling mempengaruhi adalah beban kerja. Banyaknya tuntutan dalam melaksanakan tanggung jawab saat bekerja dapat mengembangkan stres kerja pada perawat dan berdampak pada situasi kerja serta konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Mengetahui hubungan beban kerja dan stres kerja terhadap peningkatan  kualitas tidur perawat. Analitik menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total Sampling. Mayoritas perawat dengan kualitas tidur baik (77,5%), beban kerja ringan (47,0%) dan tidak stress kerja (72,7%). Ada hubungan yang signifikan antara beban kerja (p value 0,001) dan stres kerja (p value 0,002) dengan kualitas tidur perawat. Ada hubungan beban kerja dan stres kerja terhadap peningkatan  kualitas tidur perawat.  Kata Kunci: Beban Kerja, Stres Kerja, Kualitas Tidur, Perawat

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue