cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Studi Literatur Model Intervensi terhadap Pasien Prediabetes Wulandari, Endah; Aditama, Lisa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19133

Abstract

ABSTRACT Prediabetes is a condition characterized by blood sugar levels that are not yet included in the Diabetes Mellitus (DM) category but are too high to be considered normal. Conditions that include prediabetes are Impaired Fasting Glucose (IFG) with blood glucose levels after fasting for around 8-10 hours of 100-125 mg/dl (5.6-6.9 mmol/L) and Impaired Glucose Tolerance (IGT) with Blood sugar levels were 140-199 mg/dl (7.8-11 mmol/L) two hours after being given a load of 75 grams of glucose. The diagnosis of prediabetes can also be made based on the results of an HbA1c examination which shows a figure of 5.7-6.4%. Intervention for prediabetic subjects focuses on maintaining a diet high in fiber and low in fat, physical activity of 75-150 minutes per week, weight loss of 5-7%, stopping smoking and alcohol consumption. The aim of this literature review is to review the current evidence regarding intervention trials aimed at reducing the incidence of Diabetes Mellitus in prediabetic subjects. A literature review shows that lifestyle interventions are effective in preventing and reducing the incidence of DM. Keyword: Interventions Model, Prediabetes, Lifestyle Modifications ABSTRAK Prediabetes adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kadar gula darah yang belum termasuk dalam kategori Diabetes Melitus (DM) namun terlalu tinggi untuk dikatakan normal. Kondisi yang termasuk prediabetes yaitu, Impaired Fasting Glucose (IFG) dengan kadar glukosa darah setelah puasa sekitar 8-10 jam sebesar 100-125 mg/dl (5,6-6,9 mmol/L) danImpaired Glucose Tolerance (IGT) dengan kadar gula darah sebesar 140-199 mg/dl (7,8-11 mmol/L) dua jam setelah diberi beban 75 gram glukosa. Diagnosis prediabetes dapat juga ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan HbA1c yang menunjukkan angka 5,7-6,4%. Intervensi subjek prediabetes berfokus pada mengatur pola makan tinggi serat dan rendah lemak, aktivitas fisik 75-150 menit setiap minggu, penurunan berat badan 5-7%, menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah meninjau bukti terkini mengenai uji coba intervensi yang bertujuan mengurangi kejadian Diabetes Melitus pada subjek prediabetes. Tinjauan literatur menunjukkan bahwa intervensi lifestyle efektif dalam mencegah dan mengurangi angka kejadian DM. Kata Kunci : Model intervensi, Prediabetes, Modifikasi Gaya Hidup
Hubungan Kepatuhan Menjalani Terapi, Kecemasan, dan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa Berusia Lanjut di RSUD Kota Mataram Mahendra, I Kadek Tirta; Sherliyanah, Sherliyanah; Bagiansa, Mamang; Imam, Lalu Yogi Prasetio
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19005

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) with hemodialysis (HD) therapy has a high prevalence in Indonesia, particularly among individuals aged 55-64 years. Routine HD significantly impacts patients' lifestyles, and non-compliance can lead to severe complications, including death. Patients often experience anxiety due to pain, dependence, and social changes, affecting their quality of life. Family support plays a crucial role in encouraging and enhancing patients' emotional well-being. This study highlights the relationship between therapy compliance, anxiety, family support, and the quality of life of elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram. Objective to determine the relationship between therapy compliance, anxiety, and family support with the quality of life of elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram in 2024. A quantitative, observational analytic study with a cross-sectional design. Data collection was conducted using questionnaires, and data were analyzed using the Kendall Tau correlation test with a significance threshold of p-value ≤ 0.05. Bivariate analysis showed a significant relationship between therapy compliance and quality of life (p-value 0.003), anxiety and quality of life (p-value 0.039), and family support and quality of life (p-value < 0.001) among elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram. There is a significant relationship between therapy compliance, anxiety, and family support with the quality of life of elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram in 2024. Keywords: Therapy Compliance, Anxiety, Family Support, Quality of Life  ABSTRAK Penyakit Ginjal Kronis (PGK) dengan terapi hemodialisis (HD) memiliki prevalensi tinggi di Indonesia, terutama pada usia 55-64 tahun. HD yang dilakukan rutin memengaruhi pola hidup pasien, dan ketidakpatuhan dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian. Pasien sering menghadapi kecemasan akibat nyeri, ketergantungan, dan perubahan sosial, yang berdampak pada kualitas hidup. Dukungan keluarga berperan penting dalam memberikan semangat dan meningkatkan kesejahteraan emosional pasien. Penelitian ini menyoroti hubungan kepatuhan terapi, kecemasan, dukungan keluarga, dan kualitas hidup pasien lansia hemodialisis di RSUD Kota Mataram. Tujuan mengetahui hubungan kepatuhan menjalani terapi, kecemasan, dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien hemodialisa berusia lanjut Di RSUD Kota Mataram tahun 2024. Penelitian kuantitatif metode observasional analitik dengan pengambilan data secara cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji korelasiKendall Tau dengan batas nilai signifikansi p-value ≤ 0,05. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan menjalani terapi dengan kualitas hidup (p-value 0,003), kecemasan dengan kualitas hidup (p-value 0,039), dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p-value < 0,001) pada pasien hemodialisa berusia lanjut di RSUD Kota Mataram. Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan menjalani terapi, kecemasan, dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien hemodialisa berusia lanjut Di RSUD Kota Mataram tahun 2024. Kata Kunci: Kepatuhan Menjalani Terapi, Kecemasan, Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup
Eksplorasi Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan: Tantangan dan Solusi Edukasi Reproduksi Yanti, Linda; Rini, Susilo; Surtiningsih, Surtiningsih
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.18285

Abstract

ABSTRACT Unintended pregnancy is a serious global health issue, with a high prevalence in developing countries, including Indonesia. This is often caused by limited access to reproductive health services, lack of sexual health education, and social and cultural norms that restrict discussions about contraception, posing health risks for mothers and children. Cross-sector collaboration is needed to improve education and access to contraceptive services. The aim of this study is to explore public knowledge and attitudes towards unintended pregnancy, focusing on reproductive education challenges and solutions. This descriptive study with a cross-sectional approach involved 150 respondents from Sumatra, Java, Bali, and West Nusa Tenggara. Data were collected online using random sampling techniques and analyzed. Ethical approval was obtained from the Health Research Ethics Committee of Harapan Bangsa University under No.B.LPPM-UHB/765/07/2024. The results indicate that the majority of participants were women (94%) and within the productive age group (20-35 years) with higher educational backgrounds, most of whom were married. They showed a good level of knowledge (82%) and positive attitudes (96.7%) towards unintended pregnancy, reflecting broad inclusivity and social empathy within society. It can be concluded that society tends to have a positive attitude towards unintended pregnancy, consistent with previous studies showing that increased reproductive education and access to information contribute to greater social empathy, reduced stigma, and strengthened support for holistic reproductive health programs. Keywords: Knowledge, Attitudes, Unintended Pregnancy, Reproductive Health  ABSTRAK Kehamilan tidak diinginkan adalah isu kesehatan global yang serius, dengan prevalensi tinggi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dan sering kali disebabkan oleh keterbatasan akses ke layanan kesehatan reproduksi, kurangnya edukasi kesehatan seksual, serta norma sosial dan budaya yang membatasi diskusi tentang kontrasepsi, sehingga menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu dan anak dan memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan edukasi dan akses layanan kontrasepsi. Tujuan penelitian ini ntuk melakukan Eksplorasi pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kehamilan tidak diinginkan: tantangan dan solusi edukasi reproduksi. Metode penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 150 responden dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Data dikumpulkan secara daring menggunakan teknik random sampling dan dianalisis. Lisensi etik telah didapatkan dari komite etik penelitian kesehatan Universitas harapan bangsa dengan No.B.LPPM-UHB/765/07/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perempuan (94%) dan usia produktif (20-35 tahun) dengan pendidikan menengah ke atas mendominasi partisipasi, sebagian besar telah menikah, dan menunjukkan pengetahuan yang baik (82%) serta sikap positif (96.7%) terhadap kehamilan tidak diinginkan, mencerminkan inklusivitas dan empati sosial yang luas dalam masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat cenderung memiliki sikap positif terhadap kehamilan tidak diinginkan, selaras dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa peningkatan edukasi reproduksi dan akses informasi berkontribusi pada empati sosial yang lebih besar, mengurangi stigma, dan memperkuat dukungan terhadap program kesehatan reproduksi yang holistik. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kehamilan Tidak Diinginkan, Kesehatan Reproduksi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Budaya Keselamatan Pasien terhadap Perawatan Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Syarifah, Anita; Rusip, Gusbakti; Nababan, Tiarnida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19126

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a condition of increased blood glucose concentration which causes several complications needs to be considered for patient safety by implementing a patient safety culture, patient safety culture can be influenced by several factors, namely knowledge, attitudes and educational qualifications of nurses. The purpose of this study was to determine the factors that influence patient safety culture towards the care of patients with diabetes mellitus at Arifin Achmad Hospital, Riau Province. The research method used was quantitative research with cross sectional design. This study was conducted on December 10-16, 2024. The population in this study were executive nurses in Surgical and Medical inpatient installations totaling 168 nurses. Sample selection using probability sampling technique with proportional random sampling approach with a total sample of 63 respondents. Data collection using a questionnaire. Data analysis using the SPSS application with the Non-Parametric test, namely the Chi-Square test. The results showed that there is a relationship between knowledge, attitude and educational qualifications with patient safety culture towards diabetes mellitus patient care with each p-value of 0.000 < 0.05, 0.001 < 0.05, and 0.000 < 0.05. The conclusion of the study is that there is a relationship between knowledge, attitudes and educational qualifications with patient safety culture towards diabetes mellitus patient care at Arifin Achmad Hospital, Riau Province. Suggestions for future researchers need to develop other variables related to different methods and designs and can contribute to the development of nursing research, Keywords: Attitude, Diabetes Mellitus, Educational Qualification, Knowledge, Nurses, Patient Safety Culture.  ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu kondisi meningkatnya konsentrasi glukosa darah yang menimbulkan beberapa komplikasi perlu diperhatikan keselamatan pasiennya dengan menerapkan budaya keselamatan pasien, budaya keselamatan pasien dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu pengetahuan, sikap dan kualifikasi pendidikan perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien terhadap perawatan pasien diabetes mellitus di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-16 Desember 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di IRNA Surgikal dan Medikal sebanyak 168 perawat. Pemilihan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan pendekatan propotional random sampling dengan jumlah sampel 63 reponden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Non-Parametrik yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan kualifikasi pendidikan dengan budaya keselamatan pasien terhadap perawatan pasien diabetes mellitus dengan masing-masing nilai p-value 0,000 < 0,05, 0,001< 0,05, dan 0,000 < 0,05. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan kualifikasi pendidikan dengan budaya keselamatan pasien terhadap perawatan pasien diabetes mellitus di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Saran untuk peneliti selanjutnya  perlu dikembangkan variabel-variabel lain yang berkaitan  dengan metode dan desain yang berbeda dan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan riset keperawatan. Kata Kunci: Budaya Keselamatan Pasien, Diabetes Mellitus, Kualifikasi Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, Perawat.
Perilaku yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Mellitus Riamah, Riamah; Rusip, Gusbakti; Nababan, Tiarnida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19125

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is an endocrine disorder in which the disease is the result of the destruction of pancreatic cells to insulin deficiency. Pekanbaru City Health Office Data Cases of diabetes patient visits DM Data Obtained On 2014 as much as 11.40%, while in 2015 increased to 13.80%, and the last 4 months of data from January to April 2016 data obtained DM patients visit the old and new was 7.96%. The aim of research to determine the behavior associated (Knowledge, Attitude, Diet, Physical Activity Patterns, smoking, normative beliefs) and the incidence of diabetes mellitus in Primary Health Care Simpang Tiga cityin Pekanbaru On  2016. This type of research studies sectional analytic study (cross sectional analytic study) with cross sectional study design is used to see the relationship between the independent variables with the dependent in the same time. The population of all adults in outpatient Inpatient Health Center Pekanbaru Simpang Tiga visiting from months of September-November 2016. The sample in this study were adults to Primary Healt Care Simpang Tiga totaling 180 people. Data analysis was performed using univariate, bivariate with chi-square test. The results of this study are causal of knowledge related to the incidence of diabetes mellitus, people with knowledge of 18.86 times less risk (95% CI: POR = 7,541- 47.168) had the incidence of diabetes mellitus than those with good knowledge, counfounding variables are variables diet on physical activity patterns. The conclusion of this study is that there is a relationship of knowledge, dietary and physical activity with the occurrence of diabetes mellitus. Recommended for people who are knowledgeable about so often looking for information in order to better understand and learn about diabetes and how to process and choose foods that contain lots of fiber, avoiding high-fat foods and limit your intake of carbohydrates, preferably those who have a pattern of mild physical activity is recommended to keep his diet. Keywords: Diabetes Mellitus, Knowledge,Science Diet, Physical Activity Patterns.  ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit ganguan pada endokrin yang merupakan hasil dari proses destruksi  sel pankreas sehingga insulin mengalami kekurangan. Data Dinkes Kota Pekanbaru Angka kasus diabetes didapatkan data kunjungan pasien DM pada tahun 2014 sebanyak 11,40 % sedangkan di tahun 2015 mengalami peningkatan menjadi 13,80%, dan data 4 bulan terakhir dari bulan Januari sampai April 2016 didapatkan data kunjungan pasien DM yang lama dan baru adalah 7,96%.  Tujuan  penelitian untuk mengetahui perilaku ( Pengetahuan, Sikap, Pola Makan, Pola Aktivitas Fisik, Merokok, Keyakinan Normatif) yang yang berhubungan  dengan kejadian diabetes melitus di Puskesmas  Rawat Inap Simpang Tiga Pekanbaru tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan penelitian studi penampang analitik  ( analytic cross sectional study) dengan desain penelitian cross sectional . Populasi  seluruh orang dewasa yang berobat jalan di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Pekanbaru yang berkunjung dari bulan September-November 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah orang dewasa yang berkunjung ke Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Pekanbaru yang berjumlah 180 orang. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini adalah pengetahuan berhubungan sebab akibat dengan kejadian diabetes melitus, 18,86 kali (CI 95%: POR= 7,541- 47,168), pola aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian diabetes melitus 11,113 kali (CI 95%: POR= 4,308- 28,666), pola makan berhubungan dengan kejadian diabetes melitus 1,638 kali (CI 95%: POR= 0,638- 3,993),  variabel counfounding adalah variabel  pola makan terhadap pola aktivitas fisik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa ada hubungan pengetahuan,  pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus. Direkomendasikan  pada orang yang berpengetahuan kurang supaya sering mencari informasi agar lebih memahami dan mempelajari tentang diabetes melitus dan tentang cara  mengolah dan memilih makanan yang banyak mengandung banyak serat, menghindari makanan tinggi lemak dan membatasi asupan karbohidrat, sebaiknya orang yang memiliki pola aktivitas fisik yang ringan dianjurkan untuk menjaga pola makannya. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pengetahuan, Pola Makan, Pola Aktivitas Fisik
Effectiveness of Platelet Transfusion in Dengue Fever Patients: A Systematic Review Desyarni, Ninu; Triyanto, Endang
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.18717

Abstract

ABSTRACT Dengue fever is a global health concern characterized by severe thrombocytopenia and an increased risk of bleeding. Platelet transfusion is often used to manage thrombocytopenia, but its effectiveness remains uncertain. This review aims to evaluate the efficacy of platelet transfusion in preventing bleeding and improving clinical outcomes among dengue fever patients. A systematic search was conducted across PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar using keywords such as “platelet transfusion,” “dengue fever,” and “thrombocytopenia.” Nine studies, including randomized controlled trials and observational studies, were analyzed for outcomes related to bleeding incidence, platelet recovery, and hospitalization duration. The findings indicate that prophylactic platelet transfusion does not significantly reduce bleeding incidence or improve recovery rates in dengue patients. It may be associated with delayed platelet recovery, prolonged hospitalization, and increased risk of adverse events. Keywords: Dengue Fever, Platelet Transfusion, Thrombocytopenia, Bleeding, Hospitalization.
Strategi Usaha Meningkatkan Pendapatan UPTD BPSJ dengan Metode Balance Scorecard Murdiyanti, Dwi Retno; Suryawati, Chriswardani; Purnami, Cahya Tri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19135

Abstract

ABSTRACT UPTD Balai Pelayanan dan Saintifikasi Jamu (UPTD BPSJ) strives to increase income to maintain its sustainability in the future. Therefore, UPTD BPSJ needs to regulate business strategies to achieve revenue targets. One way to get a business strategy is with the Balance Scorecard. Balance Scorecard is a way for management to achieve goals by analyzing four perspectives including financial perspectives, learning and growth, internal business processes, and customers. This study was conducted to analyze the business strategy of UPTD BPSJ to increase revenue using the Balance Scorecard method. This type of research is qualitative with a case study design. The results of this study are known based on the financial perspective of UPTD BPSJ inefficient in managing the budget. As for the learning perspective, it was obtained information that productivity decreased due to lack of cooperation with the herbal industry, employee competence is lacking in terms of public speaking skills, using computers, introducing services through digital marketing, lack of communication between employees and units. From an internal business perspective, it is known that obstacles to innovation are that officers feel overlapping work, lack of supervision of minimum service standards and working according to standard operating procedures. Based on the customer perspective, information was obtained that customers feel that product prices are relatively expensive, lack of employee skills in conditioning visitors, the location of UPTD BPSJ cannot be accessed by public transportation, Google directions are not specific enough, and the service of the Laboratorium Saintifikasi Jamu unit is considered slow.The conclusion of this study is that UPTD BPSJ needs to optimize assets and employees to introduce UPTD BPSJ services, improve public speaking and digital marketing competencies of employees, improve effective communication, improve supervision of quality management systems and minimum service standards, evaluate service prices, improve collaboration so that access to UPTD BPSJ is easy and fast service. Keywords: Balance Scorecard, Revenue, Strategy, UPTD BPSJ  ABSTRAK UPTD Balai Pelayanan dan Saintifikasi Jamu (UPTD BPSJ) berupaya untuk meningkatkan pendapatan untuk menjaga keberlangsungannya di masa depan. Oleh karenanya UPTD BPSJ perlu mengatur strategi usaha mencapai target pendapatan. Salah satu cara mendapatkan strategi usaha yaitu dengan Balance Scorecard. Balance Scorecard adalah cara manajemen mencapai tujuan dengan menganalisis empat perspektif meliputi perspektif keuangan, pembelajaran dan pertumbuhan, proses bisnis internal, pelanggan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi usaha UPTD BPSJ meningkatkan pendapatan dengan metode Balance Scorecard. Jenis penelitian ini kualitatif dengan disain studi kasus. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diketahui berdasarkan perspektif keuangan UPTD BPSJ kurang efisien mengelola anggaran. Adapun dari perspektif pembelajaran didapatkan informasi produktivitas menurun karena kurangnya kerjasama dengan industri herbal, kompetensi karyawan kurang dalam hal kemampuan public speaking, menggunakan komputer, mengenalkan layanan melalui digital marketing, kurangnya komunikasi antar karyawan dan unit. Dari perspektif bisnis internal diketahui kendala berinovasi yaitu petugas merasa tumpang tindih pekerjaan, kurangnya pengawasan standar pelayanan minimal serta bekerja sesuai standar operasional prosedur. Berdasarkan perspektif pelanggan didapatkan informasi pelanggan merasa harga produk relatif mahal, kurangnya ketrampilan karyawan mengkondisikan pengunjung, lokasi UPTD BPSJ belum bisa diakses dengan kendaraan umum, petunjuk arah google kurang spesifik, pelayanan Laboratorium Saintifikasi Jamu dinilai lambat. Kesimpulan penelitian ini yaitu UPTD BPSJ perlu mengoptimalkan asset dan karyawan untuk mengenalkan layanan UPTD BPSJ, meningkatkan kompetensi public speaking serta digital marketing karyawan, meningkatkan komunikasi efektif, meningkatkan pengawasan sistem manajemen mutu dan standar pelayanan minimal, mengevaluasi harga layanan, meningkatkan kolaborasi agar akses menuju UPTD BPSJ mudah dan cepat pelayanannya.  Kata Kunci: Balance Scorecard, Pendapatan, Strategi, UPTD BPSJ
Analisis Predisposisi Kejadian Diabetes Mellitus Gestasional Pada Ibu Hamil Trimester 3 di Klinik Pratama Dokter Abdul Radjak Cengkareng Fatrianti, Irma; Sulastri, Sulastri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19084

Abstract

ABSTRACT Gestational diabetes mellitus (GDM) is a condition that develops during pregnancy and can lead to increased blood sugar levels. The prevalence trend of GDM continues to increase every year, especially in low- and middle-income countries. In 2023, in Indonesia 2.6% (14,935) [1] pregnant women experienced gestational diabetes mellitus, while in DKI Jakarta 5.6% (1,034). In West Jakarta, of the 16.39% of pregnant women who experienced obstetric complications, 1% were caused by gestational diabetes mellitus. To determine the predisposing factors for gestational diabetes mellitus in pregnant women in the 3rd trimester. Correlational analytical research using the cross-sectional method on 30 pregnant women in the 3rd trimester at the Pratama Doctor Abdul Radjak clinic with a total sampling technique using the chi square statistical test. The chi square test showed that age, parity and obesity showed p-values of 0.035, 0.015 and 0.033 (<0.05). Age, parity and obesity have significant association with gestational diabetes mellitus and parity is 16,000 times more risky. Health workers can provide counseling and education programs related to gestational diabetes mellitus.                                                                                        Keywords: Gestational Diabetes Mellitus, Risk Factors  ABSTRAK Diabetes melitus gestasional (GDM) adalah kondisi yang berkembang selama kehamilan dan dapat mengarah pada peningkatan kadar gula darah. Tren Prevalensi GDM terus meningkat setiap tahunnya terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tahun 2023, di Indonesia  2,6% (14.935) [1] ibu hamil mengalami diabetes milletus gestasasional, sedangkan di DKI Jakarta  5,6% (1.034). Di Jakarta Barat dari 16,39% ibu hamil yang mengalami komplikasi kebidanan, 1% disebabkan diabetes milletus gestasional. Untuk mengetahui faktor predisposisi diabetes mellitus gestasional pada ibu hamil trimester 3. Penelitian analitik korelasional menggunakan metode cross secsional pada 30 ibu hamil trimester 3 di klinik Pratama Dokter Abdul Radjak dengan Teknik total sampling menggunakan uji statistic chi square. Uji chi square  menunjukkan umur, paritas dan obesitas  menunjukkan nilai p-value 0.035, 0.015 dan 0.033(<0,05). Umur, paritas dan obesitas memiliki berhubungan yang bermakna dengan diabetes mellitus gestasional dan dan paritas 16,000 kali lebih berisiko. Tanaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan dan program pendidikan terkait diabetes milletus gestasional. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Gestasional, Faktor Resiko
Hubungan Pengetahuan Ibu, Tingkat Kecemasan Ibu, Posisi Menyusui dan Dukungan Suami terhadap Pengeluaran ASI Pada Ibu Nifas di TPMB Rosyana Bekasi Buke, Elisabet Wilhelmina; Sulastri, Sulastri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19240

Abstract

ABSTRACT Breast milk (ASI) is not merely a source of nutrition for infants but also serves as a long-term beneficial investment. The smooth production of breast milk is influenced by various factors, including maternal knowledge, anxiety levels, breastfeeding positions, and husband’s support, all of which must be addressed during the postpartum period. To examine the relationship between maternal knowledge, maternal anxiety levels, breastfeeding positions, and husband’s support with breast milk production in postpartum mothers at TPMB Rosyana Bekasi in 2024. This study utilized a quantitative research design with a cross-sectional approach. Quantitative data were collected through primary data obtained via questionnaires assessing maternal knowledge, anxiety levels, breastfeeding positions, and husband’s support in relation to breast milk production. The study involved 30 postpartum mothers. Data analysis was conducted using the chi-square test to determine the relationship between the independent and dependent variables. The results showed that 80% of postpartum mothers had inadequate knowledge, 13.3% experienced severe anxiety, and 46.7% experienced very severe anxiety. Additionally, 23.3% of mothers adopted proper breastfeeding positions, and 36.7% had husbands who did not provide sufficient support during the postpartum period. Factors significantly associated with breast milk production in postpartum mothers included maternal knowledge (p-value = 0.006), maternal anxiety levels (p-value = 0.011), breastfeeding positions (p-value = 0.003), and husband’s support (p-value = 0.008). There is a significant relationship between maternal knowledge, maternal anxiety levels, breastfeeding positions, and husband’s support with the smooth production of breast milk in postpartum mothers. Keywords: Factors, Breast Milk Production, Postpartum Mothers  ABSTRAK ASI pada bayi bukan sekadar memenuhi kebutuhan nutrisinya, melainkan sebuah investasi masa depan yang sangat menguntungkan. Upaya pemenuhan ASI bayi dilakukan oleh ibu dengan memperhatikan kelancaran pengeluaran ASI. Oleh karena itu, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran pengeluaran pada ibu nifas harus diperhatikan seperti pengetahuan ibu, tingkat kecemasan ibu, posisi menyusui dan dukungan suami. Mengetahui hubungan pengetahuan ibu, tingkat kecemasan ibu, posisi menyusui dan dukungan suami terhadap pengeluaran ASI pada ibu nifas di TPMB Rosyana Bekasi Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data kuantitatif dikumpulkan melalui mengumpulkan data primer yang diperoleh melalui kuesioner  terkait pengetahuan ibu, tingkat kecemasan ibu, pelatihan, dan dukungan suami dengan pengeluaran ASI pada ibu nifas yang ditujukan kepada 30 orang ibu nifas. Analisis kuantitatif menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen. Terdapat 80% ibu nifas memiliki pengetahuan yang tidak baik, 13,3% ibu mengalami kecemasan tingkat berat, 46,7% ibu nifas mengalami kecemasan tingkat berat sekali, 23,3% ibu nifas yang memiliki posisi menyusui menyusui, dan 36,7% ibu nifas memiliki suami yang tidak mendukung ibu kondisi ibu selama masa nifas. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kelancaran pengeluaran ASI ibu nifas yaitu pengetahuan ibu dengan p value 0,006, tingkat kecemasan ibu dengan p value 0,011, posisi menyusui dengan p value 0,003, dan dukungan suami dengan 0,008. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, tingkat kecemasan ibu, posisi menyusui dan dukungan suami dengan kelancaran pengeluaran ASI Ibu nifas. Kata Kunci: Faktor-faktor, Pengeluaran ASI, Ibu NIifas
A Systematic Review : The Effectiveness of Nebulizer Inhalation Therapy in Increasing Oxygen Saturation in Patients with Acute Respiratory Failure Martanti, Yuniar Dwi; Purnawan, Iwan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19062

Abstract

ABSTRACTAcute respiratory failure is a critical condition that necessitates prompt intervention to improve oxygen saturation and prevent further complications. Nebulizer inhalation therapy is widely used to deliver medications directly to the respiratory tract, enhancing oxygenation and alleviating respiratory distress. This systematic review aims to evaluate the effectiveness of nebulizer inhalation therapy in improving oxygen saturation and overall clinical outcomes in patients with acute respiratory failure. Using the keywords "nebulizer inhalation," "oxygen saturation," and "acute respiratory failure", an extensive body of literature search was carried out in PubMed, GoogleScholar, and ScienceDirect.  Research released within the past ten years, including observational studies and randomized controlled trials (RCTs). Seven eligible studies focusing on oxygen saturation, respiratory distress, length of hospital stay, and mortality outcomes were systematically analyzed. The analysis revealed that nebulizer inhalation therapy, particularly using hypertonic saline and surfactants, significantly improves oxygen saturation and reduces respiratory distress. Additionally, the therapy contributes to shorter hospital stays and lower mortality rates among individuals suffering from severe respiratory failure. Nebulizer inhalation therapy is an effective intervention for increasing oxygen saturation and improving clinical outcomes in patients with acute respiratory failure. Further high-quality studies are recommended to standardize protocols and optimize its application in clinical practice. Keywords: Nebulizer Inhalation, Oxygen Saturation, Acute Respiratory Failure, Respiratory Therapy, Systematic Review, Randomized Controlled Trials.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue