cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Hubungan Siklus Menstruasi, Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA N 9 Mataram Widyasari, Luh Gd. Deviana; Setyowati, Ety Retno; Wanadiatri, Halia; Pramartha, Kadek
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.18946

Abstract

ABSTRACT Anemia is a medical condition characterized by low hemoglobin levels in the blood, leading to a reduced ability of red blood cells to transport oxygen throughout the body. Anemia remains a critical global health issue and is ranked as the leading cause of mortality. It is estimated to affect 4–5 billion people, approximately 66–80% of the global population. This study aims to provide a fundamental health overview regarding anemia among female adolescents at SMA N 9 Mataram, emphasizing the importance of menstrual cycle patterns, iron supplement (TTD) intake, and body mass index (BMI) in relation to anemia. This research employs an analytical observational approach with a cross-sectional study design. Data collection utilized questionnaires and digital hemoglobin meters (EasyTouch GCHB) as research instruments. A total of 92 respondents were selected from a population of 501 female students using multistage random sampling, which combined Proportionate Stratified Random Sampling and Simple Random Sampling methods. The results, analyzed using the chi-square test, revealed a significant relationship between irregular menstrual cycles and an increased risk of anemia (p-value = 0.000). Adequate iron supplement intake was significantly associated with a reduced risk of anemia (p-value = 0.004). However, no significant relationship was found between BMI and anemia (p-value = 0.989). This study concludes that irregular menstrual cycles and inadequate iron supplement intake are significantly associated with an increased risk of anemia among female adolescents, while BMI does not show a significant relationship with the occurrence of anemia. Keywords: Anemia, Menstrual Cycle, Body Mass Index, Iron Supplements  ABSTRAK Anemia merupakan suatu kondisi medis yang diakibatkan karena kadar hemoglobin dalam darah yang rendah sehingga terjadi penurunan kemampuan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Anemia masih dianggap suatu masalah kesehatan krusial sampai saat ini yang merupakan urutan pertama penyebab kematian. Anemia diperkirakan terjadi pada 4-5 miliyar sekitar 66-80% penduduk dunia. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran kesehatan mendasar mengenai anemia pada remaja putri di SMA N 9 Mataram agar lebih memperhatikan dari siklus menstruasi, konsumsi TTD, dan indeks massa tubuh (IMT) yang dapat berkaitan dengan anemia. Penelitian ini menerapkan jenis penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan Hb digital (EasyTouch GCHB) sebagai intrumen penelitian. Sampel yang digunakan sebanyak 92 responden, dipilih dari populasi berjumlah 501 siswi menggunakan teknik multistage random sampling yang terdiri dari dua metode yakni Proportionate Stratified Random Sampling dan Simple Random Sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan uji analisis chi-square menunjukkan bahwa siklus menstruasi yang tidak normal berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko anemia (p-value = 0.000), sementara konsumsi TTD yang terpenuhi berhubungan signifikan dengan penurunan risiko anemia (p-value = 0.004). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara IMT dengan kejadian anemia (p-value = 0.989). Penelitian ini menyimpulkan bahwa siklus menstruasi yang tidak normal dan konsumsi TTD yang tidak terpenuhi berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko anemia pada remaja putri. Sementara itu, IMT tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian anemia. Kata Kunci: Anemia, Siklus Menstruasi, Indeks Massa Tubuh, Tablet Tambah Darah
Literatur Review: Pengaruh Motivasi Instrinsik Terhadap Perilaku Pencegahan Kaki Diabetik Pasien Diabetes Mellitus Kusumaningrum, Tri Siwi; Girsang, Ermi; Nasuition, Ali Napiah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19231

Abstract

ABSTRACT Intrinsic motivation is a support that comes from within a person. This motivation plays an important role in carrying out activities that support diabetes management, including preventing complications such as foot problems due to diabetes (diabetic foot). One way to prevent this is by carrying out regular foot care. The purpose of this literature review is to understand how intrinsic motivation affects patients with diabetes mellitus in preventing foot problems due to diabetes. This study was conducted using a literature review method, utilizing databases such as PUBMED, ScienceDirect, Wiley Online Library, and Google Scholar. From the search results, it was found that intrinsic motivation plays an important role in shaping patient behavior, including adherence to medication, diet, and preventive foot care. This shows that the higher a person's intrinsic motivation, the better they are at carrying out healthy habits to prevent diabetic foot complications. With intrinsic motivation, DM patients can have a stronger will to perform foot care consistently, monitor their health regularly, and make more healthier  lifestyle changes. Keywords: Motivation, Intrinsic Motivation, Diabetes Mellitus, Diabetic Foot  ABSTRAK Motivasi intrinsik adalah dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang. Motivasi ini memiliki peran penting dalam menjalani aktivitas yang mendukung pengelolaan diabetes, termasuk mencegah komplikasi seperti masalah pada kaki akibat diabetes (diabetes foot). Salah satu cara pencegahan tersebut adalah dengan melakukan perawatan kaki secara rutin. Tujuan dari ulasan literatur ini adalah untuk memahami bagaimana motivasi intrinsik memengaruhi pasien diabetes mellitus dalam melakukan pencegahan masalah kaki akibat diabetes.   Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan literatur, memanfaatkan database seperti PUBMED, ScienceDirect, Wiley Online Library, dan Google Scholar. Dari hasil pencarian, ditemukan bahwa motivasi intrinsik memainkan peran penting dalam membentuk perilaku pasien, termasuk kepatuhan terhadap pengobatan, diet, dan perawatan kaki secara preventif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi intrinsik seseorang, semakin baik mereka dalam menjalankan kebiasaan-kebiasaan sehat untuk mencegah komplikasi kaki diabetik. Dengan motivasi intrinsik, pasien DM  dapat memiliki kemauan yang lebih kuat untuk melakukan perawatan kaki secara konsisten, memantau kesehatan mereka secara teratur, dan melakukan perubahan gaya hidup yang  lebih sehat.  Kata Kunci: Motivasi, Motivasi Instrinsik, Diabetes Mellitus, Kaki Diabetik
Pengaruh Senam Lansia terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Posyandu RW. 07 Kel. Ujung Menteng Jakarta Timur Pakpahan, Dina Rouli; Mulyanto, Tatag
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19274

Abstract

ABSTRAK WHO memperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30–79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2023, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 30,8%. Provinsi dengan prevalensi hipertensi tertinggi di Indonesia adalah DKI Jakarta (13,4%). Salah satu alternatif yang tepat untuk menurunkan tekanan darah tanpa ketergantungan obat dan efek samping adalah dengan menggunakan non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis pada penderita hipertensi adalah senam. Senam lansia merupakan olahraga yang ditunjukkan untuk penderita hipertensi dan usia lanjut untuk mengurangi berat badan dan mengelola stres. Mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Quasi experiment  dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Rata-rata tekanan darah responden pre test sistolik sebesar 148,56 mmHg dan post test 131,87 mmHg. Sedangkan tekanan darah diastolik pre test 92.16 mmHg dan post test 84,78 mmHg. Ada pengaruh senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi (p.value  0,000). Ada pengaruh senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.  Kata Kunci: Senam Lansia, Hipertensi  ABSTRACT WHO estimates that 1.28 billion adults aged 30–79 years worldwide suffer from hypertension. Based on data from the Indonesian Ministry of Health in 2023, the prevalence of hypertension in Indonesia is 30.8%. The province with the highest prevalence of hypertension in Indonesia is DKI Jakarta (13.4%). One of the right alternatives to lower blood pressure without dependence on drugs and side effects is to use non-pharmacological drugs. One of the non-pharmacological therapies for hypertension sufferers is exercise. Elderly exercise is a sport indicated for people with hypertension and the elderly to reduce weight and manage stress. To determine the effect of elderly exercise on reducing blood pressure in elderly people with hypertension. Quasi experiment with a one group pretest-posttest design. The sampling technique uses total sampling. The average blood pressure of respondents in the pre-test systolic was 148.56 mmHg and post-test 131.87 mmHg. Meanwhile, pre-test diastolic blood pressure was 92.16 mmHg and post-test 84.78 mmHg. There is an effect of elderly exercise on reducing blood pressure in elderly people with hypertension (p.value 0.000). There is an effect of elderly exercise on reducing blood pressure in elderly people with hypertension.  Keywords: Elderly Exercise, Hypertension
Dukungan Keluarga dalam Merawat Anak dengan Talasemia: a Narrative Review Nabilah, Nurul Azmi; Komariah, Maria; Mediani, Henny Suzana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19290

Abstract

ABSTRACT Thalassemia is a significant global health problem, with many challenges in the treatment process. Parents, especially mothers, generally act as the main care givers for their children's care, so it is not only the child who feels the impact of the disease, but also the parents. To explore the support that mothers need in accompanying their child's care process. This study used a narrative review design that followed PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) procedures for article selection. Inclusion criteria included articles that addressed maternal support for child care, were published within the last five years, and were in English. Data were analyzed by identifying key themes related to maternal support. The results of the article analysis showed that there were 6 articles that discussed maternal support in assisting child care. The support obtained included informational, emotional, spiritual, financial, social, and professional support. The need for a holistic approach to improve the role of nurses in intervening in the form of collaborative interventions with other health workers. Keywords: Children, Family, Support, Thalassemia  ABSTRAK Talasemia merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, dengan banyak tantangan proses perawatannya. Orang tua, khususnya ibu umumnya berperan sebagai care giver utama bagi perawatan anak sehingga bukan hanya anak yang merasakan dampak dari penyakit, orang tua pun ikut mengalami dampak dari penyakit yang diderita oleh anak. Untuk mengeksplorasi dukungan yang dibutuhkan keluarga dalam mendampingi proses perawatan anak. Penelitian ini menggunakan desain narrative review yang mengikuti prosedur PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) untuk seleksi artikel. Kriteria inklusi mencakup artikel yang membahas dukungan keluarga dalam mendampingi perawatan anak, dipublikasikan dalam lima tahun terakhir, dan menggunakan bahasa inggris. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema utama terkait dukungan keluarga. Hasil dari analisis artikel menunjukkan terdapat 6 artikel yang membahas tentang dukungan keluarga dalam mendampingi perawatan anak. Dukungan yang diperoleh diantaranya dukungan informasi, emosional, spiritual, finansial, sosial, dan profesional. Perlunya pendekatan holistik untuk meningkatkan peran perawat dalam melakukan intervensi berupa intervensi kolaboratif dengan tenaga kesehatan lainnya. Kata Kunci: Anak, Dukungan, Keluarga, Talasemia
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Pola Makan Terhadap Kejadian Kek pada Ibu Hamil di Bunda Sehat Pondok Kelapa Muliyana, Susi; Azizah, Imroatul
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19285

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a very important period in a woman's life. Inadequate nutrition in pregnant women can lead to Chronic Energy Deficiency (CHD), which risks the health of both mother and baby. Based on global data, the prevalence of SEZ in pregnant women is still high, especially in developing countries such as Indonesia. Therefore, this study aims to determine the relationship between the level of knowledge about diet and the incidence of SEZ in pregnant women at the Healthy Mother Clinic Pondok Kelapa. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge about diet with the incidence of SEZ in pregnant women at Bunda Sehat Clinic Pondok Kelapa. This study used a qualitative research design with a cross-sectional analytic approach. The sample used amounted to 30 pregnant women who met the inclusion criteria. Data collection was done with a questionnaire to measure the level of knowledge of pregnant women about diet and using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) form to identify fruit and vegetable consumption habits. The results showed that there was a significant relationship between the level of knowledge about diet and the incidence of SEZ in pregnant women. The chi-square test showed a p-value <0.05. Respondents with low knowledge had a 100% higher prevalence of SEZ compared to those with moderate or high knowledge. Macronutrient intake, especially energy and protein, in pregnant women with SEZ was detected to be lower compared to pregnant women who did not experience SEZ. Pregnant women's knowledge about diet plays an important role in the prevention of SEZ. Therefore, it is important for health workers to provide adequate education on a healthy diet during pregnancy. Appropriate nutritional interventions are also needed for pregnant women at risk of developing SEZ. Further research can explore other factors that influence the incidence of SEZ in pregnant women. Keywords: Chronic Energy Deficiency, Diet, Pregnant Women.  ABSTRAK Masa kehamilan merupakan periode yang sangat penting dalam kehidupan seorang wanita. Gizi yang tidak mencukupi pada ibu hamil dapat menyebabkan Kekurangan Energi Kronis (KEK), yang berisiko pada kesehatan ibu dan bayi. Berdasarkan data global, prevalensi KEK pada ibu hamil masih tinggi, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Klinik Bunda Sehat Pondok Kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Klinik Bunda Sehat Pondok Kelapa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan analitik cross-sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 30 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pola makan dan menggunakan formulir Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengidentifikasi kebiasaan konsumsi buah dan sayur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Uji chi-square menunjukkan nilai p-velue < 0.05. Responden dengan pengetahuan rendah memiliki prevalensi KEK lebih tinggi 100% dibandingkan dengan yang memiliki pengetahuan sedang atau tinggi. Asupan gizi makro, terutama energi dan protein, pada ibu hamil dengan KEK terdeteksi lebih rendah dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengalami KEK. Pengetahuan ibu hamil tentang pola makan berperan penting dalam pencegahan KEK. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi yang memadai mengenai pola makan yang sehat selama kehamilan. Diperlukan juga intervensi gizi yang tepat untuk ibu hamil yang berisiko mengalami KEK. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kejadian KEK pada ibu hamil. Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronis, Pola Makan, Ibu Hamil.
Hubungan Hipertensi, Kadar Hba1c, dan Profil Lipid terhadap Laju Filtrasi Glomerulus (Lfg) pada Kelompok Prolanis yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Gunungsari, Lombok Barat Nurpiana, Dina; B, Larangga Gempa; Andriana, Ana; Madaniyati, Aulia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19297

Abstract

ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus (DM) is a global health issue with a continuously increasing prevalence, including in West Nusa Tenggara. One of the serious complications of type 2 DM is diabetic nephropathy (DN), characterized by a decline in kidney function or glomerular filtration rate (GFR). The primary factors influencing the decrease in GFR are hypertension, HbA1c levels, and lipid profiles. To determine the relationship between hypertension, HbA1c levels, and lipid profiles on the glomerular filtration rate in prolanis groups suffering from type 2 diabetes mellitus at Gunungsari Health Center, West Lombok. This study employed a cross-sectional design with an analytical observational method. Samples were collected using total sampling techniques, resulting in 71 respondents who met the inclusion criteria. Data analysis was performed using Pearson's Chi-square test. The findings indicated a significant relationship between hypertension (p = 0.007), HbA1c levels (p = 0.005), and triglycerides (p = 0.044) with GFR. However, no significant relationship was found between total cholesterol (p = 0.886), LDL (p = 0.900), and HDL (p = 0.508) with GFR. There is a relationship between hypertension, HbA1c levels, and triglycerides with GFR; however, no relationship exists between total cholesterol, LDL, and HDL with GFR in type 2 DM patients at Gunungsari Health Center, West Lombok. These findings are crucial for directing health interventions to prevent kidney complications in individuals with type 2 DM. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Glomerular Filtration Rate (GFR), Hypertension, HbA1c Levels, Lipid Profile.  ABSTRAK Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Nusa Tenggara Barat. Salah satu komplikasi serius DM tipe 2 adalah nefropati diabetik (ND), yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal atau laju filtrasi glomerulus (LFG). Faktor utama yang mempengaruhi penurunan LFG adalah hipertensi, kadar HbA1c, dan profil lipid. Untuk mengetauhi hubungan antara hipertensi, kadar HbA1c, dan profil Lipid terhadap laju filtrasi glomerulus pada kelompok prolanis yang mengalami diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Gunungsari Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode observasional analitik. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling, didapatkan 71 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji Chi-square Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara hipertensi (p= 0,007), kadar HbA1c (p = 0,005), dan trigliserida (p = 0,044) dengan LFG. Namun, tidak ditemukan hubungan antara kolesterol total (p = 0,886), LDL (p = 0,900), dan HDL (p = 0,508) dengan LFG. Terdapat hubungan antara hipertensi, kadar HbA1c, dan trigliserida terhadap LFG, namun tidak ada hubungan antara kolesterol total, LDL, dan HDL terhadap LFG pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Gunungsari, Lombok Barat. Temuan ini penting untuk mengarahkan intervensi kesehatan guna mencegah komplikasi ginjal pada penderita DM tipe 2. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Laju Filtrasi Glomerulus (LFG), Hipertensi, Kadar HbA1c, Profil Lipid
Evaluasi Pelaksanaan Program Antenatal Care (ANC) Terpadu di Kabupaten Kerinci Rizola, Clodeya; Firdawati, Firdawati; Aladin, Aladin; Sriyanti, Roza; Ramadani, Mery; Meinapuri, Malinda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.22208

Abstract

ABSTRACT The Sustainable Development Goals (SDGs) emphasize the reduction of the maternal mortality rate (MMR) to 70 per 100,000 live births by 2030. Despite various efforts, the MMR in Indonesia, including in Kerinci Regency, remains high. Integrated Antenatal Care (ANC) has become a key strategy in reducing maternal mortality. This study aims to evaluate the implementation of integrated ANC services in Kerinci Regency and to explore the influencing factors, including aspects of policy, input, process, and output. This research employed a qualitative approach. Informants included the Regent, Head of the District Health Office, and health workers from community health centers (Puskesmas) with the highest and lowest ANC coverage, those contributing to maternal mortality cases, and those with no reported cases. Data were collected through interviews, observations, and document review. The findings revealed that there is no specific policy regarding integrated ANC services. Implementation is hindered by a shortage of trained medical personnel and the absence of dedicated funding. The service delivery process does not fully adhere to established Standard Operating Procedures (SOPs) and remains largely top-down in planning, although coordination among health workers is relatively strong. While pregnant women reported high levels of satisfaction, the coverage of key ANC indicators (K1 and K5) remains suboptimal. In conclusion, the implementation of integrated ANC services in Kerinci Regency remains suboptimal due to various constraints in policy, input, process, and output components. This study highlights the need for short- to long-term interventions and provides in-depth insights into the challenges of implementing integrated ANC in resource-limited settings.  Keywords: Antenatal Care, Health Policy, Maternal Mortality, Program Evaluation  ABSTRAK Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) menekankan penurunan angka kematian ibu (AKI) 70/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Berbagai upaya telah dilakukan, AKI di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kerinci, masih tinggi. Antenatal Care (ANC) terpadu menjadi salah satu strategi penting dalam penurunan AKI. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pelayanan ANC terpadu di Kabupaten Kerinci serta mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhinya, termasuk kebijakan, input, proses, dan output. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan terdiri dari Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, serta petugas dari Puskesmas dengan cakupan ANC tertinggi, terendah, penyumbang AKI, dan tanpa kasus AKI. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum terdapat kebijakan khusus mengenai ANC terpadu, dan implementasi masih terkendala keterbatasan tenaga medis terlatih serta ketiadaan pendanaan khusus. Proses pelaksanaan belum sepenuhnya sesuai SOP dan masih didominasi perencanaan top-down, meskipun koordinasi antar petugas sudah berjalan cukup baik. Capaian indikator K1 dan K5 belum optimal, meskipun kepuasan ibu hamil tergolong tinggi. Kesimpulan penelitian ini bahwa pelaksanaan pelayanan ANC terpadu di Kabupaten Kerinci belum optimal dan masih menghadapi berbagai hambatan pada aspek kebijakan, input, proses, maupun output. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya intervensi jangka pendek seperti rekrutmen, redistribusi dokter dan sosialisasi SOP, intervensi jangka menengah berupa pelatihan berjenjang dan penguatan pendanaan, serta intervensi jangka panjang melalui penguatan kebijakan daerah yang mendukung penurunan AKI Kata kunci: Antenatal Care Terpadu, Kebijakan Kesehatan, Angka Kematian Ibu, Evaluasi Program
Efektifitas Senam Hamil dengan Gymball Terhadap Nyeri Persalinan pada Ibu Primigravida di Poned Puskesmas Pebayuran Omega, Omega; Tresnawati, Lia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19287

Abstract

ABSTRAK Persalinan merupakan hal yang fisiologik dimana uterus berupaya untuk mengeluarkan hasil konsepsi berupa bayi dan plasenta dari rahim ibu. Pada saat terjadi kontraksi, maka mulut rahim akan melebar sehingga mendorong bayi keluar, tulang pubis menerima tekanan kuat dari rahim, hal ini yang menyebabkan nyeri persalinan dan persalinana terasa sangat menyakitkan untuk ibu bersalin. Salah satu modalitas yang signifikan untuk meningkatkan kemajuan persalinan, mengelola rasa nyeri karena proses persalinan, menambah kenyamanan pada proses persalinan dan meningkatkan kualitas hidup ibu dan bayi sangat direkomendasikan untuk melakukan pelatihan pelvic rocking exercise. Untuk mengetahui Efektifitas Senam Hamil Dengan Gymball Terhadap Nyeri Persalinan Pada Ibu Primigravida Di Poned Puskesmas Pebayuran Tahun 2024. Peineilitian yang diguinakan dalam peineilitian ini adalah peineilitian Quiasi Eikspeirimeintal deingan rancangan Thei onei grouip preiteist-postteist deisign. Peineilitian Quiasi Ekspeirimeint adalah peineilitian yang meinguiji coba suiatui inteirveinsi pada seikeilompok suibjeik deingan ataui tanpa keilompok peimbanding  namuin tidak dilakuikan randomisasi uintuik meimasuikkan suibjeik keidalam keilompok peirlakuikan atauikontrol  kelompoknya. Hasil uji normalitas dengan menggunakan Shaporo-Wilk didapatkan nilai p-value <0.05 yang artinya data tersebut berdistribusi tidak normal sehingga pada penelitian ini dilakukan uji non parametik test dengan menggunakan uji wilcoxone range list. Hasil uji Wilcoxone didapatkan nilai P-Value <.001 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat adanya Efektifitas Senam Hamil Dengan Gymball Terhadap Nyeri Persalinan Pada Ibu Primigravida Di Poned Puskesmas Pebayuran Tahun 2024. Kata Kunci: Senam Hamil, Gymball, Nyeri Persalinan, Ibu Bersalin  ABSTRACT Childbirth is a physiological thing where the uterus tries to remove the results of conception in the form of a baby and placenta from the mother's uterus. When contractions occur, the mouth of the uterus will widen so that it pushes the baby out, the pubic bone receives strong pressure from the uterus, this causes labor pain and childbirth feels very painful for the mother. One of the significant modalities to improve labor progress, manage pain due to the labor process, add comfort to the labor process and improve the quality of life of mothers and babies is highly recommended to do pelvic rocking exercise training. To determine the effectiveness of pregnancy exercises with gymball on labor pain in primevalida mothers at the Pebayuran Health Center in 2024. The research used in this study is a Quasi Experimental research with the design of The one group pretest-posttest design. Quasi Experimental Research is a study that tests an intervention on a group of subjects with or without a comparison group but no randomization is carried out to include the subjects in the treatment or control group. The results of the normality test using Shaporo-Wilk obtained a p-value of <0.05 which means that the data is abnormally distributed, so in this study a non-parametric test was carried out using the wilcoxone range list test. The results of the Wilcoxone test obtained a P-Value of <.001 < 0.05 so that it can be concluded that there is an Effectiveness of Pregnancy Gymnastics with Gymball on Labor Pain in Primigravida Mothers at the Pebayuran Health Center in 2024. Keywords: Pregnancy Gymnastics, Gymball, Childbirth Pain, Maternity 
Hubungan Safe Drinking Water, Sanitation and Hygiene (Wash) dengan Keluhan Diare Pada Balita di Desa Sukamulya Putri, Nabela Egidia; Rahayuwati, Laili; Shalahuddin, Iwan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19254

Abstract

ABSTRACT One of the causes of mortality and morbidity in children in the world is diarrhea. Many factors can cause diarrhea such as sanitation of clean water facilities, toilet facilities and feces management, wastewater management, and personal hygiene. This study aims to see the relationship between Safe Drinking-water, sanitation & hygiene (WASH) with diarrhea complaints in toddlers in Sukamulya Village. This study used a quantitative correlational analytical method with a cross-sectional design. Data will continue to be analyzed using univariate analysis with frequency distribution and bivariate analysis with Spearman's Rank correlation test. The population of this study consists of families with children aged 12-59 months. Using a total sampling technique, the final number of respondents was 147 out of 166 participants. The results from the Rank-Spearman test showed there is no significant correlation between WASH and diarrhea complaints, with p-value score 0,857 (p-value > 0.05). This study found that although the WASH conditions in the area did not meet the standards, only 12.9% of toddler experienced diarrhea complaints. This indicates the possibility of other factors influencing this condition. Keywords: Diarrhea, Drinking Water, Hygiene, Sanitation Facilities, Toddlers ABSTRAK Salah satu penyebab kematian dan kesakitan anak di dunia adalah diare. Banyak faktor yang dapat menyebabkan diare seperti sanitasi sarana air bersih, sarana jamban dan pengelolaan tinja, pengelolaan air limbah, dan personal hygiene. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara Safe Drinking-water, sanitation & hygiene (WASH) dengan keluhan diare pada balita di Desa Sukamulya. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman. Populasi penelitian ini adalah keluarga dengan balita usia 12-59 bulan. Dengan teknik total sampling, jumlah responden akhir adalah 147 dari 166 responden. Hasil tes Rank-Spearman menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara WASH dengan keluhan diare dengan nilai p-value sebesar 0,857 (p-value > 0,05). Penelitian ini menemukan bahwa meskipun kondisi WASH di wilayah tersebut belum memenuhi standar, hanya 12,9% balita yang mengalami keluhan diare. Hal tersebut menunjukkan kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi kondisi tersebut. Kata Kunci: Air Minum, Balita, Diare, Fasilitas Sanitasi, Kebersihan
Suspek Difteri Tonsil Laring Pada Anak: Laporan Kasus Suharyati, Titin; Herawati, Fauna; Fatmawati, Umi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19295

Abstract

ABSTRACT Diphtheria (DPT) is a disease caused by an infection of the bacterium Corynebacterium diphtheriae.Whereas Probable Diphtheria is a person with suspected Diphtheria plus one of the following symptoms: Had contact with a case (<2 weeks), incomplete immunization, including not having received a booster, residing in an endemic area of Diphtheria, Stridor, Bullneck, submucosal bleeding or petechiae on the skin, toxic heart failure, acute kidney failure, Myocarditis, death. This bacterium often infects the throat and nose. This bacterium produces toxins that can damage tissues and organs.The most characteristic symptom of diphtheria is the formation of a thick gray layer on the throat and tonsils. A 2-year-old child weighing 11 kg and measuring 85 cm tall presents with complaints of sore throat, swelling on the left side of the neck, fever, a breath that sounds like a snore when breathing, and a heavy voice during sleep. decreased food and drink intake. The patient was hospitalized in the Special Diphtheria Isolation Room in December 2024. History of using intermoxil injection, calmetasone injection, santagesic injection, and apetic syrup. Total Length Of Stay (LOS) for 10 days, with a family history of mumps. Received breast milk until the age of 2 years, complementary feeding until the age of 6 months, family food until the age of 1 year, developmental history of sitting with head upright at 6 months, able to roll over at 4 months, able to walk at 15 months, able to speak at 14 months, incomplete immunization history only up to DPT 1. Patient therapy PPC 900,000 IU, ADS 10,000 IU, dexamethasone, paracetamol tablet, D5 ¼ NS, RL, PPC 1.2 million IU. Diphtheria treatment is the most efficient effort to prevent the spread of Diphtheria. Nutritional status and malnutrition are closely related to diphtheria mortality. Keywords: Diphtheria, Tonsillitis, Immunization, Corynebacterium Diphtheriae, Children  ABSTRAK Difteri (DPT) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae. Sedangkan Probable Difteri adalah orang dengan suspek Difteri ditambah dengan salah satu gejala berikut: Pernah kontak dengan kasus (<2 minggu), Imunisasi tidak lengkap, termasuk belum dilakukan booster, berada di daerah endemis Difteri, Stridor,Bullneck, pendarahan submukosa atau petechiae pada kulit, gagal jantung toxic, gagal ginjal akut, Myocarditis, meninggal. Bakteri ini sering menginfeksi bagian tenggorokan dan hidung. Bakteri ini menghasilkan toksin yang dapat merusak jaringan dan organ tubuh. Gejala difteri yang paling khas adalah terbentuknya lapisan abu-abu tebal pada tenggorokan dan amandel. Pasien anak 2 tahun berat badan 11 kg tinggi badan 85 cm dengan keluhan nyeri telan, bengkak leher sebelah kiri, demam, apabila bernapas nafas seperti mengorok, dan suara memberat saat tidur. makan minum berkurang. Pasien di rawat inap di Ruang Isolasi Khusus Difteri pada bulan Desember 2024. Riwayat penggunaan obat injeksi intermoxil, injeksi kalmetason, injeksi santagesic dan  sirup apetic. Total Length Of Stay(LOS) selama 10 hari, ada riwayat keluarga dengan mumps. Mendapatkan ASI sampai dengan usia 2 tahun, MPASI sampai usia 6 bulan, makanan keluarga sampai usia 1 tahun, riwayat tumbuh kembang duduk dengan kepala tegak pada usia 6 bulan, bisa tengkurap pada usia 4 bulan, bisa berjalan pada usia 15 bulan, dapat berbicara pada usia 14 bulan, riwayat imunisasi tidak lengkap hanya sampai DPT 1. Terapi pasien PPC 900.000 UI, ADS 10.000 UI,dexametason, paracetamol tablet, D5 ¼ NS, RL, PPC 1,2 juta UI. Pengobatan Difteri  merupakan upaya paling efisien mencegah penyebaran Difteri. Status gizi dan malnutrisi sangat berhubungan  dengan mortalitas Difteri.  Kata Kunci: Difteri, Tonsilitis, Imunisasi, Corynebacterium Diphtheriae, Anak 

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue