cover
Contact Name
-
Contact Email
redaksi.biomed@gmail.com
Phone
+6287859850400
Journal Mail Official
redaksi.biomed@gmail.com
Editorial Address
UNITRI PRESS UPT. Penerbitan & Jurnal Ilmiah Jl. Telaga Warna, Tlogomas Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biomed Science
ISSN : 23385189     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Biomed Science : ISSN 2338-5189 (media cetak) , adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang kesehatan dan kebidanan. Scope jurnal terdiri dari kebidanan,kesehatan,kesehatan masyarakat Setiap naskah yang diserahkan akan ditinjau oleh satu peer-reviewer menggunakan metode double blind review. Biomed Science diterbitkan oleh UNITRI PRESS Jurnal Biomed Science merupakan Jurnal Ilmiah Obstetri Gynekologi dan ilmu kesehatan yang memuat tulisan perancangan, pengumpulan, pengolahan dan analisis data, baik merupakan pemikiran konseptual maupun penerapannya. jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Juli dan Desember.
Articles 123 Documents
PENGARUH SOSIAL EKONOMI TERHADAP STATUS GIZI BALITA Sarniti Sarniti; Siti Aminah
Biomed Science Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi. Meningkatkan status gizi masyarakat merupakan salah satu basis pembentukan sumber daya yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status ekonomi keluarga dengan status gizi balita usia 1-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pujon Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Lokasi dan waktu penelitian di wilayah kerja Puskesmas Pujon Kabupaten Malang pada bulan Februari 2021 sampai bulan July 2021. Variabel bebas (X) sosial ekonomi dan variabel terikat (Y) status gizi balita usia 1-3 tahun. Jumlah populasi 30 ibu yang mempunyai balita usia 1-3 tahun dengan sosial ekonomi rendah dengan jumlah sampel 30 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan pendekatan statistik deskriptif. Dengan menggunakan metode model regresi linier sederhana. Nilai t hitung variabel sosial ekonomi (X) sebesar 8,540 ttabel 2,048 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara status ekonomi (X) dengan status gizi balita usia 1-3 tahun (Y). Nilai F hitung sebesar 72,936 dari nilai F 0,05 (4,20) artinya terdapat hubungan secara simultan atau bersamaan antara variabel sosial ekonomi (X) dengan status gizi balita usia 1-3 tahun (Y). Nilai Rsquare sebesar 0,723 artinya pengaruh sosial ekonomi dengan status gizi balita usia 1-3 tahun sebesar 72,3%, sedangkan 27,7% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN DISMENORHEA PADA REMAJA PUTRI DI KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG Chrisna Trirestuti; Aprilya Sinta Rini
Biomed Science Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disminorea adalah nyeri saat menstruasi yang timbul menjelang atau selama menstruasi, membuat wanita tersebut terganggu aktivitasnya. Nyeri yang terjadi sering bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas marah. Disminorea adalah ditimbulkan oleh kontraksi otot perut secara terus-menerus saat mengeluarkan darah. Kontraksi dengan frekuensi yang sering dapat menyebabkan otot meregang. (jurnal antara kebidanan, 2019. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan jahe terhadap nyeri haid (disminorhea) pada remaja putri di RT 01/RW 08 kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang di mulai dari bulan agustus 2021. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik puorposive sampling yaitu teknik yang didasarkan pada ciri atau sifat-sifat dari populasi yang memenuhi kriteria peneliti. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 remaja yang mengalami nyeri haid (disminorhea). Dari jumlah sampel yang diambil, 15 remaja diberi rebusan jahe dan 15 remaja tidak diberikan rebusan jahe. Hasil analisis statistik membuktikan bahwa untuk kelompok perlakuan sebelum diberikan Rebusan Jahe Merah (pre-test) mempunyai nilai thitung sebesar 0,727 ttabel 2,042 dengan signifikan 0,473 0,05. Sehingga dapat dikatakan tidak ada pengaruh yang dirasakan responden sebelum pemberian rebusan jahe merah. Sesudah pemberian rebusan Jahe merah (post-test), didapatkan thitung sebesar 9,504 ttabel 2,042 dengan signifikan 0,000 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang dirasakan responden sesudah pemberian rebusan jahe merah
HUBUNGAN USIA IBU DAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DENGAN TERJADINYA BAYI PREMATUR DI PUSKESMAS PUJON KABUPATEN MALANG Qotimah Qotimah
Biomed Science Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Manuaba (2008) Persalinan preterem atau partus prematur adalah persalinan  yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu (antara 20-37 minggu) atau dengan berat janin kurang dari 2500 gram. Umur ibu sangat menentukan kesehatan maternal karena berkaitan dengan kondisi kehamilan, persalinan dan nifas serta  cara mengasuh juga menyusui bayinya (Arini, 2012). Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin di bawah 11 gr% pada trimester I dan III kadar haemoglobin 10,5 gr% pada trimester II (Depkes RI, 2009).Penelitian ini dilakukan secara observasi, dimana sampel di ambil secara jenuh sebanyak 25 responden pada ibu yang melahirkann bayi prematur. Variabel prematur di ukur dengan menggunakan indikator (berat badan lahir (gram)), variabel usia ibu ditelti dengan menggunakan indikator (umur), variabel Anemia Dalam Kehamilan diteliti dengan menggunakan indikator (HB).Pendekatan analisa yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan hasil kedua variabel X berpengaruh terhadap Y.  Hasil analisis data menunjukan bahwa Nilai Fhitung2,937 F0,05 = 2,34 yang artinya kedua variabel yang diteliti yaitu usia ibu (X1), anemia dalam kehamilan (X2) memiliki hubungan yang signifikan dengan bayi prematur.Nilai koefisien determinasi atau Rsquare sebesar 0,211. Nilai tersebut membuktikan bahwa kedua variabel yang diteliti yaitu usia ibu dan anemia dalam kehamilan memiliki hubungan yang signifikan terhadap bayi prematur sebesar21,1 % sedangkan 78,9 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Pada variabel usia ibu(X1) terhadap bayi prematur dapat dilihat dari thitung2,501 t0,05 2,042 yang berarti bahwa usia ibu mempunyai hubungan yang signifikan terhadap bayi prematur. Dari hasil analisa variabel anemia dalam kehamilan (X2) di dapatkan hasil  thitung  2,202 t0,05 2,042 yang berarti bahwa  anemia dalam  kehamilan mempunyai  hubungan yang signifikan terhadap bayi prematur.
HUBUNGAN PARITAS DAN PAPARAN ASAP ROKOK PADA SAAT HAMIL DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI PUSKESMAS PAKIS Ariani Ariani; Roni Subrata; Puji Astuty
Biomed Science Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda-tanda persalinan mulai dan ditunggu satu jam belum terjadi inpartu. Sebagian ketuban pecah dini terjadi pada kehamilan aterm lebih dari 37 minggu sedangkan kurang dari 36 minggu tidak terlalu banyak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan paparan rokok pada saat hamil dengan kejadian ketuban pecah dini di Kecamatan Pakis. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dimana total sampling merupakan tehnik sampling yang menggunakan seluruh populasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan pendekatan statistik deskriptif. Dengan menggunakan metode model regresi linier berganda. Nilai t hitung variabel paritas (X1) sebesar 3,972 t tabel 2,048 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara paritas (X1) dengan kejadian ketuban pecah dini (Y). Nilai t hitung variabel paparan rokok pada saat hamil (X2) sebesar 2,824 t tabel 2,048 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara paparan rokok pada saat hamil (X2) dengan kejadian ketuban pecah dini (Y). Nilai F hitung sebesar 11,520 dari nilai F 0,05 (3,35) artinya terdapat hubungan secara bersamaan atau simultan yang signifikan antara variabel paritas (X1) dan paparan rokok pada saat hamil (X2) dengan kejadian ketuban pecah dini (Y). Nilai koefisien regresi (Rsquare) sebesar 0,460 artinya hubungan variabel bebas dengan kejadian ketuban pecah dini ((0,460 x 100) x 100%) 46%, sedangkan 54% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MODEL SMALL GROUP DISCUSSION (SDG) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU DI SEKOLAH ORANG TUA HEBAT (SOTH) DI BKB HARAPAN KITA 2 DESA SUMBEREJO KOTA BATU Rokhamah Rokhamah; Sayuti Sayuti
Biomed Science Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Small group discussion adalah proses pembelajaran dengan melakukan diskusi kelompok kecil tujuannya agar peserta didik memiliki keterampilan memecahkan masalah terkait materi pokok dan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibakan gangguan pertumbuhan pada anak. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir namun kondisi stunting baru tampak setelah bayi berusia 2 tahun. Di desa Sumberejo Balita yang mengalami stunting dan berat badan kurang sebanyak 58 balita.  Pengetahuan adalah suatu hasil dari rasa keingintahuan melalui proses sensoris, terutama pada mata dan telinga terhadap objek tertentu. Pengetahuan merupakan domain yang penting dalam terbentuknya perilaku terbuka atau open behavior (Donsu, 2017). Untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita stunting  peneliti mencoba menggunakan metode pembelajaran Small Group Discussion dalam Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu di SOTH dengan belajar menggunakan model; Small Group Discussion.Penelitian ini dilaksanakan di Small Group Discussion (SOTH) di BKB Harapan Kita 2 desa Sumberejo Kota BAtu. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh . Pemberian Pendidikan  dengan Model Small Group Discussion (SDG) Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Ibu Di Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) BKB Harapan Kita 2 Desa Sumberejo  Kota Batu hal ini di tunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan ibu ibu di SOTH dari nilai pre test dengan rata –rata 65,0 dan saat sesudah pemberian pendidikan dengan model SDG niali postes 75,38 yang artinya ada peningkatan sebesar  15, 38. Dilihat dari nilai Ttest menunjukkan ada pengaruh yang di tunjukkan dengan nilai thitung =  4,039 ttab = 1,708 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,00
HUBUNGAN USIA IBU, PARITAS DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI BPM ENDANG KECAMATAN WAGIR Wiqodatul Ummah; Endang Prasetyowati
Biomed Science Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya melahirkan. Hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh sebelum waktunya melahirkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan usia ibu, paritas dan kadar hemoglobin dengan kejadian ketuban pecah dini di BPM Endah Kecamatan Wagir. Jenis penelitian ini adalah kuantitaif dengan pendekatan waktu cross sectional yaitu data dikumpulkan dan diukur dalam waktu yang bersamaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik (menggali bagaimana dan mengapa kesehatan ibu terjadi). Metode ini disebut sebagai metode positivistic karena ilmiah/ scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang bersalin dengan usia ibu, paritas dan kadar hemoglobin yang mempengaruhi kejadian ketuban pecah dini di BPM Endah yang berjumlah 30 orang. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling.Berdasarkan hasil analisa dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel bebas yang ditentukan melalui nilai t hitung dari masing-masing variabel. Nilai t hitung variabel usia ibu (X1) sebesar 4.283 ttabel 2.056 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (X1) dengan kejadian ketuban pecah dini (Y). Nilai t hitung variabel paritas (X2) sebesar 4.258 ttabel 2.056 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara paritas (X2) dengan kejadian ketuban pecah dini (Y). Nilai t hitung variabel kadar hemoglobin (X3) sebesar 3.462 ttabel 2.056 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin (X3) dengan kejadian ketuban pecah dini (Y).Nilai koefisien regresi (Rsquare) sebesar 0.583 artinya hubungan variabel bebas dengan kejadian ketuban pecah dini sebesar ((0.583 x 100) x 100%) 58,3%, sedangkan 41,7% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dilihat dari hubungan ketiga variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) dapat disimpulkan bahwa variabel X1 (usia ibu) lebih dominan terhadap kejadian ketuban pecah dini (Y) yang dibuktikan dengan nilai t hitung 4.283 t (0,05) 2.056.
PENGARUH INFEKSI SALURAN KENCING TERHADAP PARTUS PREMATUR IMINENS Ristamaya Danar Dewi
Biomed Science Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pedahluan yang dilakukan didapatkan data dari bulan terdapatkasus Partus Premeturus Imminens (PPI) sebanyak 10 kasus. Dari 10 ibu yang mengalamikasus PPI ,5 ibu mengalami infeksi saluran kencing, 5 lainnya mengatakan karenakesehariannya melakukan pekerjaan atau aktivitas yang berat dan melelahkan. Desainpenelitian atau metode penelitian yang digunakandalam penelitian ini adalah penelitiankuantitatif dengan desain survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Hasil penelitian menggunakan uji regresi linear berganda membuktikan bahwa adahubungan infeksi saluran kencing danpekerjaan ibu dengan resiko terjadinya partus premature imminens hal tersebut dibuktikan dari Ada hubungan yang signify kanantara infeksi saluran kencing dengan resiko terjadinya partus premature imminens di dapatkan nilai thitung2.643ttabel 2,048. Ada hubungan yang signifikan pekerjaan ibu dengan resiko terjadinyapartus premature imminens didapatkan nilai t hitung sebesar 3.403t tabel 2,048.
PENGARUH STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMINORE Shinta Ratna Anggraini; Ratna Handayani
Biomed Science Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Analitik korelasioanal). Dengan metode pendekatan cross sectional yaitu untuk mengetahui hubungan Hubungan status gizi dengan kejadian pada mestruasi remaja putri sebagai faktor resiko (variable independen) dengan kejadian Disminore (variable dependen). Subyek penelitian ini adalah 10 Remaja yang mengalami disminore 7 diantaranya mengalami disminore karena status gizi kurang dan 3 mengeluh karena kurangnya istrahat. Pada penelitian ini, langkah-langkah analisis yang dilakukan adalah data dikumpulkan, kemudian diberikan penilaian pada data sesuai variabel masing-masing kemudian ditabulasi selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan regresi linear sederhana. Dalam penelitian ini data yang terkumpul diolah dengan bantuan SSPS for windows, dengan tujuan untuk memudahkan data yang akan diklasifikasikan kedalam kategori-kategori. Hasil penelitian menggunakan uji regresi linear sederhana membuktikan bahwa ada hubungan Hubungan status gizi dengan kejadian disminore pada remaja putri Di Tlogomas RT 02/ RW 08 Kecamatan Lowokwaru, hal tersebut dibuktikan dari: Ada hubungan yang signifikan status gizi dengan kejadian disminore pada remaja putrididapatkan nilai t hitung 14.907t tabel 2,042. Nilai F hitung sebesar 53.648 nilai F 0,05 (3,32) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variable X kejadian (Y). Nilai koofesien regresi (R2) sebesar 0,641 artinya hubungan variable bebas dengan kejadian disminore (0,641 x100%) 64,1% sedangkan 35,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN AMENOREA PADA MAHASISWI DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Novi Budi Ningrum; Donna Dwinita Adelia
Biomed Science Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan menstruasi merupakan masalah yang sering terjadi pada wanita. Menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan karena adanya gangguan hormon maupun faktor psikis, seperti stres, depresi dan lain-lain yang dapat mempengaruhi kerja hormon. Ketegangan fisik dan emosional yang menyertai stres menimbulkan amenorrea. berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan bahwa dari 8 mahasiswa 5 diantaranya mengalami keterlambatan haid selama 3 bulan dan 2 diantaranya siklus haidnya pendek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian amenorea pada mahasiswa di kelurahan Tlogomas kecamatan Lowokwaru kota Malang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner atau wawancara untuk mendapatkan data berupa tanggapan atau respon dari sampel penelitian, kemudian data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan menggunakan analisis deskriptif dan juga menggunakan analisa regresi linear sederhana. Hasil analisa regresi linear deferhana menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres (X) terhadap amenorea (Y) dengan nilai thitung sebesar (3,530) ttabel (2,048) dan nilai Fhitung sebesar 20.136 nilai Ftabel sebesar 4,182. Nilai koefisien regresi determinasi sebesar 0,308 atau 30,8 %.
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DAN RIWAYAT HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RS BEN MARI Subrata, Roni; Inderawati, Tutik
Biomed Science Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neonatorial asphyxia is a condition of a newborn baby who cannot breathe spontaneously and regularly within 1 minute after birth. It usually occurs in babies born to mothers with less than one month of birth, and birth over time. In general, there are many factors that can cause asphyxia in newborns, both factors from the mother such as (elderly, poor obstetric history, grande multipara, gestation period, preeclampsia, eclampsia, anemia and maternal disease, premature rupture of the membranes, prolonged labor, narrow pelvis, intrauterine infection, fetal factors, fetal distress, multiple pregnancies, breech location, latitude, birth weight, and factors of the placenta. The purpose of this study was to determine the relationship between preeclampsia and history of hypertension with the incidence of asphyxia in infants at Ben Mari Hospital, Malang Regency. The sampling method uses accidental techniques, namely the sample used is the entire population. The data obtained are then analyzed by descriptive statistical approach. By using the method of multiple linear regression models. F-count value of 7.178 bigger from  the value of F 0.05 (3.354) means that there is a significant influence between the variables of preeclampsia (X1), and a history of hypertension (X2), with the incidence of asphyxia in infants (Y). The Rsquare is 0.465, which means the relationship of the independent variable with the incidence of asphyxia in infants is 46. persent, while the other 53.5 persent is influenced by other factors not examined.

Page 12 of 13 | Total Record : 123