cover
Contact Name
Arsy Nur Fadilah
Contact Email
arsy.nurfadilah@unwir.ac.id
Phone
+6282115808719
Journal Mail Official
agriwiralodrajurnal@gmail.com
Editorial Address
Department of Agibusiness, Faculty of Agriculture Universitas Wiralodra Jl. Ir. H Juanda KM. 03, Karanganyar, Indramayu, Karanganyar, Kec. Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat 45213
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Agri Wiralodra
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 20854099     EISSN : 2776964X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agriwiralodra adalah publikasi ilmiah pada semua aspek ekonomi pertanian dan komoditas agribisnis yang meliputi: pengembangan pertanian, pengelolaan pertanian, kebijakan pertanian, penyuluhan pertanian, pemasaran hasil pertanian, sistem agribisnis, perdagangan internasional, komunikasi agribisnis dan pemberdayaan sosial serta pembangunan pedesaan.Artikel yang dimuat dalam Jurnal Agriwiralodra berupa hasil penelitian dan belum pernah dipublikasikan di media lain
Articles 79 Documents
Analisis Laba dan Kelayakan Usaha Pada Home Industry Tape Ketan (Kasus di Desa Bakung Lor Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon) Nur Kaidah; Yoyo Sunaryo; Dina Dwirayani Dwirayani
Agri Wiralodra Vol. 14 No. 2 (2022): Analisis usaha, pengembangan usaha dan kelayakan usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v14i2.52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis : (1) besarnya biaya dan laba usaha home industry tape ketan di Desa Bakung Lor, (2) Break Even Point (BEP) usaha home industry tape ketan di Desa Bakung Lor, (3) Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) usaha home industry tape ketan di Desa Bakung Lor. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh karena populasi home industry tape ketan di Desa Bakung Lor Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon berjumlah 25 pengusaha dan semuanya dijadikan sampel penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) biaya produksi sebesar Rp.10.267.318, total penerimaan sebesar Rp. 13.926.000, pendapatan (laba) sebesar Rp.3.658.682. (2) jumlah produksi sebanyak 14.226 bungkus tape ketan lebih besar dari BEP volume produksi yaitu 10.350 bungkus tape ketan, berarti usaha tape ketan tersebut memberikan keuntungan dan layak diusahakan. Harga jual produksi sebesar Rp.992/bungkus lebih besar dari BEP harga produksi sebesar Rp.722/bungkus, berarti usaha tape ketan tersebut dinyatakan layak. (3) nilai analisis R/C Ratio yaitu sebesar 1,36 yang menunjukkan lebih dari 1 bahwa usaha tape ketan dinyatakan layak diusahakan dan dikembangkan.
Saluran Dan Margin Tata Niaga Susu Sapi Perah di Kelompok Tani Maju Rukun Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon Imam Subkhan; Yoyo Sunaryo; Siti Wahana
Agri Wiralodra Vol. 14 No. 2 (2022): Analisis usaha, pengembangan usaha dan kelayakan usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v14i2.53

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisis. Keragaan Pasar Susu Sapi Perah di Kelompok Tani Maju Rukun. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Ternak Maju Rukun Desa Kali Baru Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey, pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner peternak sapi perah dengan kriteria kepemilikan sapi perah 2-6 ekor. Hasil penelitian ini adalah pada proses tataniaga susu sapi Kelompok Ternak Maju Rukun Desa Kali Baru Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon terdapat 3 jenis saluran yaitu 1) Peternak –Pengepul – Pengecer – Konsumen, 2) Peternak – Pengepul – Konsumen, 3) Peternak – Konsumen. Pada tiap saluran tataniaga susu sapi margin yang didapat dalam 1 liter susu sapi sebesar Rp. 2000 – 6000,-. Nilai Farmer’s share tiap saluran pemasaran diatas 40%, hal ini membuktikan bahwa nilai tersebut efisien.
Analisis Hubungan Faktor Internal dan Eksternal dengan Alih Fungsi Lahan Tambak ke Lahan Sawah di Kabupaten Indramayu Entus Hikmana; Hariyanto Hariyanto
Agri Wiralodra Vol. 14 No. 2 (2022): Analisis usaha, pengembangan usaha dan kelayakan usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v14i2.54

Abstract

Fenomena konversi lahan yang sedang marak terjadi di Kabupaten Indramayu adalah berubahnya lahan tambak menjadi lahan sawah atau berubahnya lahan sawah menjadi daerah industri, daerah permukiman, jalan untuk transportasi dan daerah rekreasi. Salah satu daerah di Kabupaten Indramayu terkait fenomena ini adalah di Desa Lamarantarung Kecamatan Cantigi. Penyempitan lahan tambak tersebut dikarenakan adanya perubahan fungsi lahan dari tambak menjadi sawah maupun pemukiman warga. Para pemilik tambak di Desa Lamarantarung lebih memilih mengkonversikan lahan mereka karena biaya produksi tambak bandeng maupun udang yang sangat tinggi, selain itu penghasilan dari tambak bandeng maupun udang dirasa sudah tidak mencukupi lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Hubungan antara faktor internal umur, tingkat pendidikan, luas lahan dan jumlah tanggungan keluarga dengan motivasi petani untuk melakukan alih fungsi lahan tambak ke sawah; dan (2) Hubungan antara faktor eksternal jumlah produksi, harga produksi, penerimaan petani dan pendapatan petani dengan motivasi petani untuk melakukan alih fungsi lahan tambak ke sawah. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif. Obyek penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposif), yaitu petani anggota Kelompok Tani Waledan Jaya Desa Lamarantarung Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu pada tahun 2021 yang berjumlah 34 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan yang nyata antara faktor internal umur, tingkat pendidikan, luas lahan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap alih fungsi lahan tambak ke sawah pada kelompok tani Waledan Jaya Desa Lamarantarung Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu sebesar 0,730 berada dalam rentang kategori kuat. Dan terdapat hubungan yang nyata antara faktor eksternal jumlah produksi, harga produksi, penerimaan petani dan pendapatan petani terhadap alih fungsi lahan tambak ke sawah pada kelompok tani Waledan Jaya Desa Lamarantarung Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu sebesar 0,772 berada dalam rentang kategori kuat.  
Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Bonggol Pisang (Musa paradisiaca, L.) di Desa Pringgacala Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Juhriyah Juhriyah; Teguh Iman Santoso; Neneng Srimulyati
Agri Wiralodra Vol. 14 No. 2 (2022): Analisis usaha, pengembangan usaha dan kelayakan usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v14i2.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha pengolahan bonggol pisang di Desa Pringgacala Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dan desain penelitian survei deskriptif. Strategi pengembangan usaha pengolahan bonggol pisang dirumuskan dengan menggunakan ananlisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukan bahwa usaha pengolahan bonggol pisang di Desa Pringgacala Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu berada pada kuadran lima pada posisi titik Growth atau Stability (konsentrasi melalui integrasi horizontal atau Stability profit strategi) yang memiliki arti bahwa komponen strategi yang dapat diterapkan yaitu strategi S-O (Strength-Opportunities), menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Strategi S-O terdiri dari dua strategi dan dianalisis dengan menggunakan QSPM, maka diperoleh prioritas strategi yang sebaiknya dilakukan oleh pengusaha yaitu ; (a) Memanfaatkan modal, teknologi yang ada serta menjaga kualitas produk untuk mengembangkan usaha dengan meningkatkan jumlah produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar yang lebih luas.; dan (b) Memperluas jaringan pemasaran dengan cara memperbanyak agen dan reseller serta meningkatkan SDM dalam usaha dengan cara melakukan kerja sama dengan dinas atau instansi terkait agar produk dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Analisis Usahatani Rumput Laut (Gracilaria sp) Pada Kelompok Tani Rumput Laut “Pancer Pindang Jaya” Di Desa Cangkring Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu Eva Susilawati; Supriyadi Supriyadi; Entus Hikmana
Agri Wiralodra Vol. 14 No. 2 (2022): Analisis usaha, pengembangan usaha dan kelayakan usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v14i2.56

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui rata-rata biaya produksi, rata-rata penerimaan, R/C dan Rentabilitas usahatani rumput laut (Gracilaria sp.) Kelompok Tani Pancer Pindang Jaya Desa Cangkring Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu. Metode penelitian menggunakan survei, desain penelitian dengan survey deskriptif. Populasi penelitian ini seluruh petani Kelompok Tani Pancer Pindang Jaya berjumlah 14 orang. Sampel diambil dengan metode sensus yaitu 14 orang. Hasil penelitian 1) rata-rata Biaya Produksi sebesar Rp.69.677.928,57. 2) rata-rata Penerimaan sebesar Rp.150.267.857,14 dan rata-rata keuntungan sebesar Rp.80.589.928,57. 3) nilai R/C sebesar 2,16, nilai ini menunjukan usahatani rumput laut ini efisien, dan nilai Rentabilitas sebesar 115,7%, ini menunjukan usahatani rumput laut yaitu layak diusahatanikan.
Analisis Preferensi Petani Terhadap Atribut Benih Padi di Desa Ciputat Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan Susanti Susanti; Yoyo Sunaryo; Dina Dwirayani
Agri Wiralodra Vol. 15 No. 1 (2023): preferensi dan analisis usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v15i1.58

Abstract

Penelitian banyak menghasilkan benih akan tetapi yang diadopsi oleh petani hanya sedikit. Kemungkinan hal ini terjadi pada saat penelitian ada beberapa faktor yang tidak diperhitungkan yaitu, preferensi dan persepsi petani mengenai benih padi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis atribut dan taraf atribut benih padi apa saja yang menjadi preferensi petani dan menganalisis atribut benih padi apa saja yang menjadi pertimbangan petani di Desa Ciputat Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskrtiptif kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 94 responden dengan teknik pengambilan secara acak. Teknik pengolahan data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut dan taraf atribut benih padi yang menjadi preferensi yaitu benih padi dengan jenis varietas Ciherang, produktivitas aktual tinggi, tahan terhadap hama, berumur genjah, tahan rebah, tekstur nasi pulen, dan tempat pembelian benih di Kios. Atribut jenis varietas merupakan atribut yang paling penting atau paling dipertimbangkan oleh petani dalam memilih benih padi.
Keuntungan Ekonomis dan Kelayakan Usaha Ternak Ayam Buras (Gallus domesticus) Skala Semi Intensif di Kabupaten Indramayu Entus Hikmana; Tohidin Tohidin
Agri Wiralodra Vol. 15 No. 1 (2023): preferensi dan analisis usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v15i1.59

Abstract

Konversi lahan pertanian yang berubah menjadi lahan non pertanian mendorong berbagai usaha alternatif untuk menambah pendapatan keluarga, atau membuka peluang usaha baru yang lebih menjanjikan. Dengan pemanfaatan halaman pekarangan rumah dan dukungan sumber daya alam ada, usaha tersebut diharapkan dapat berkontribusi bagi peningkatan pendapatan keluarga.Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mempelajari analisis usahaternak pembesaran ayam buras (Gallus Domesticus) dengan sistem semi intensif. Adapun tujuannya adalah untuk: 1. mengetahui berapa besar keuntungan usahaternak pembesaran ayam buras dengan sistem semi intensif. 2. Mengetahui kelayakan usahaternak pembesaran ayam buras dengan sistem semi intensif. Analisis deskritif digunakan untuk menafsirkan data-data dan keterangan yang diperoleh dengan jalan mengumpulkan, menyusun, dan mengklasifikasikan data-data yang diperoleh. Dan selanjutnya dianalisis sehingga dapat memberikan gambaran mengenai analisis usahatani pembesaran ayam buras dengan sistem semi intensif. Desain penelitian menggunakan analisis usahatani. Adapun obyek penelitian dalam penelitian ini adalah peternak ayam buras di Desa Lobener Kidul Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu yang melakukan usaha pembesaran ayam buras dengan sistem semi intensif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa usahaternak pembesaran ayam buras dengan sistem semi intensif menguntungkan, dengan keuntungan rata-rata sebesar Rp 1.707.437,00 dengan penerimaan rata-rata sebesar Rp 5.231.540,00 dan jumlah biaya total rata-rata sebesar Rp 3.524.003,00 dan menghasilkan RC sebesar 1,48. Dari hasil perhitungan rentabilitas usaha pembesaran ayam buras sebesar 48 %, pada suku bunga bank (BRI) sebesar 3 % dalam satu kali produksi, karena nilai rentabilitas lebih besar dari suku bunga bank maka usaha pembesaran ayam buras dengan sistem semi intensif layak diusahakan
Analisis Usaha Penggemukan Sapi Peranakan Ongole (PO) dengan Pemberian Ransum Dedak Padi dan Jerami Fermentasi Amoniasi di Kelompok Ternak Tunggal Rasa, Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Siti Aan Anisa; Wiwik Ambarsari; Yudhi Mahmud; Asep Suherman
Agri Wiralodra Vol. 15 No. 1 (2023): preferensi dan analisis usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v15i1.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata bobot akhir sapi, penerimaan peternak, keuntungan, efesiensi, dan rentabilitas pada usaha penggemukan Sapi “Peranakan Ongole” (PO) dengan pemberian ransum dedak padi dan jerami fermentasi amoniasi di Kelompok Ternak Tunggal Rasa. Penelitian ini dilakukan sejak Mei sampai Agustus 2017 di Kelompok Ternak Tunggal Rasa, Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Metode penelitian ini menggunakan mix methods, kombinasi antara eksperimen dan survey. Desain penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data dengan menggunakan analisis usahatani. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata bobot akhir sapi adalah 255,67 kg sedangkan kebiasaan peternak 226,50 kg. Penerimaan yang diperoleh peternak dengan menggunakan ransum dedak padi dan jerami padi fermentasi amoniasi sebesar Rp 12.783.333,33/tiga bulan, sedangkan penerimaan dengan pemberian ransum kebiasaan peternak gunakan sebesar Rp 11.325.000,00/tiga bulan. Keuntungan yang diperoleh peternak dengan menggunakan ransum dedak padi dan jerami padi fermentasi amoniasi sebesar Rp 2.279.979,49 /tiga bulan, sedangkan ransum kebiasaan peternak gunakan sebesar Rp 876.169,01/tiga bulan. Rata–rata R/C pada peternak yang menggunakan ransum dedak padi dan jerami padi fermentasi amoniasi sebesar 1,22 /tiga bulan, sedangkan ransum yang biasa peternak gunakan sebesar 1,08/tiga bulan. Rata–rata Rentabilitas pada peternak yang menggunakan ransum dedak padi dan jerami padi fermentasi amoniasi sebesar 22,05% /tiga bulan sedangkan ransum kebiasaan peternak gunakan sebesar 8,29% /tiga bulan.
Tingkat Adopsi Digital Marketing dan Hubungannya dengan Keberhasilan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Olahan Mangga di Kabupaten Indramayu Teguh Iman Santoso; Karto Karto; Aminuddin Ma’ruf; Hadi Bahtiar
Agri Wiralodra Vol. 15 No. 1 (2023): preferensi dan analisis usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v15i1.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi digital marketing dan hubungannya terhadap keberhasilan kegiatan usaha UMKM olahan mangga di Kabupaten Indramayu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif. Metoda analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriftif kualitatif, dengan menggunakan skala likert. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan dua analisis yaitu analis tingkat adopsi dan analisis korelasi rank spearman yang ditujukan untuk mengukur keeratan hubungan antara adopsi digital marketing dengan keberhasilan usaha UMKM olahan mangga. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : 1) tingkat adopsi digital marketing UMKM olahan mangga di Kabupaten Indramayu dikategorikan sedang; 2) terdapat hubungan yang erat antara adopsi digital mahketing dengan keberhasilan usaha UMKM.
Perbandingan Analisa Usaha Penggemukan Sapi PO yang Diberi Ransum Komersil dan JPFA Dengan Ransum Dedak Padi, Indigofera, sp., dan JPFA pada Kelompok Ternak Tunggal Rasa Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu Sri Anipah; Asep Suherman; Yudhi Mahmud
Agri Wiralodra Vol. 15 No. 1 (2023): preferensi dan analisis usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v15i1.62

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rata-rata bobot akhir sapi, penerimaan, keuntungan, efisiensi dan rentabilitas pada usaha penggemukan Sapi Peranakan Ongole yang diberi ransum komersil dan JPFA dengan dedak padi, Indigofera, sp., dan JPFA pada Kelompok Ternak Tunggal Rasa Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah Mix Methode (metode campuran) yaitu metode survey dan metode eksperimen. Penelitian dilakukan selama tiga bulan yaitu mulai dari bulan Mei sampai Agustus 2017 di Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuntitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan menggunakan analisis usahatani. Hasil penelitian menunjukan rata-rata bobot akhir sapi pada ransum A (Komersil dan JPFA) adalah 290,83 kg, penerimaan yang diperoleh peternak sebesar Rp. 14.541.666,67., keuntungan yang diperoleh peternak sebesar Rp. 2.765.090,05., Rata-rata R/C pada peternak sebesar 1,24 dan rata-rata rentabilitas peternak sebesar 24%. Sedangkan rata-rata bobot akhir sapi pada ransum B (Dedak padi, Indigofera, sp., dan JPFA) adalah 286,00 kg, penerimaan yang diperoleh peternak sebesar Rp. 14.300.000,00., keuntungan yang diperoleh peternak sebesar Rp. 3.171.602,05., Rata-rata R/C pada peternak sebesar 1,29 dan Rata-rata rentabilitas peternak sebesar 29%.