cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
elizaarman.ea@gmail.com
Phone
+62elizaarman.ea@gmail.co
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Bara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
ISSN : 26559641     EISSN : 26555840     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika dua kali setahun pada setiap bulan Mei dan November. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Teknologi Laboratorium medik, Biomedik, Kesehatan lingkungan Focus dan Scope jurnal adalah Teknologi Laboratorium Medik, ilmu Biomedik, Ilmu Kesehatan
Articles 478 Documents
The Effects of Benson Relaxation Therapy in Exploratory Laparotomy Appendicitis: A Case Study Fadhila, Yumna Lis Nur; Primanda, Yanuar; Suprianto, Suprianto
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3266

Abstract

Appendicitis is inflammation of the vermiform appendix and is considered a common cause of abdominal diseases in low and middle-income countries, including Indonesia. In Indonesia, the incidence of appendicitis is highest compared to other cases of abdominal emergencies. Accurate diagnosis and appropriate surgical treatment significantly reduce the mortality and morbidity rate of this disease. Surgery will trigger stress reactions, both physiological and psychological, that can cause anxiety. Appendicitis also cause pain, which is felt both before surgery and as a post-surgery. Benson Relaxation Therapy can be effective in reducing both anxiety and pain. This study used a case study and the nursing process approach for people with appendicitis. The nursing process consisted of assessing the patient, analyzing nursing problems, determining priority problems, creating a nursing care plan, implementing the nursing care plan, evaluating the results of implementation, and documenting the nursing process during pre-, intra-, and post-surgery. The sample of this study was an adult male patient with appendicitis who underwent appendectomy and was hospitalized at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital, Yogyakarta, from November 4 to 7, 2024. The patient received Benson Relaxation Therapy pre- and post-surgery. The instruments used in this study were an assessment form, the Amsterdam preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) to measure anxiety, and the Visual Analog Scale (VAS) to assess the pain score. The results showed a significant decrease in anxiety and pain levels after regular Benson Relaxation Therapy pre- and post-surgery. This research concluded that Benson Relaxation Therapy is effective in reducing anxiety and for pain management, especially for patients with appendectomy.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE LEVEL OF KNOWLEDGE AND HIV/AIDS PREVENTION BEHAVIOR IN THE WORKING AREA OF PUTRI AYU PUBLIC HEALTH CENTER Sari, Winna Kurnia; Mulyati, Sri; Suryani, Dini; Sinaga, Maria Hotmauli
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30569

Abstract

The Human Immunodeficiency Virus (HIV) issue has become a major one threatening Indonesia and many countries globally. The number of People Living with HIV receiving Antiretroviral (ARV) therapy in Jambi province is 1015 people. The Men who have Sex with Men (MSM) group is at high risk of contracting HIV due to risky sexual behavior, and the level of knowledge is a crucial factor in prevention. This study aims to determine the relationship between knowledge and HIV/AIDS prevention behavior within the MSM group. The research is a quantitative study with a cross-sectional design. The population consisted of 110 people, and the sample for this study was 52 individuals, taken through purposive sampling. The study was conducted from August 7 to August 27, 2025. The data analysis used was Univariate and Bivariate Analysis utilizing the chi-square test. The results show that the majority of respondents have sufficient knowledge regarding HIV/AIDS prevention, totaling 32 people (61.5%), and the majority of respondents have good HIV/AIDS prevention behavior, totaling 29 people (55.8%). It is recommended that the Community Health Center (Puskesmas) continues to enhance and support the HIV/AIDS program by conducting socialization efforts on HIV/AIDS prevention through education, counseling, and guidance focused on MSM.Keywords: Knowledge; Prevention Behavior; HIV/AIDS; Men who have Sex with Men
Hubungan Kinerja Dengan Tingkat Stres Pada Tenaga Kesehatan Di Rsi Loano Kabupaten Purworejo Saputro, Ahmad Kurniawan; Widayati, Ratih; Noviasari, Nina Anggraeni
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3375

Abstract

Penurunan kinerja tenaga kesehatan di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Selain disebabkan oleh stres kerja yang meningkat, hal ini juga disebabkan oleh berkurangnya jam kerja dan sistem bekerja dari rumah. Stres kerja yang terjadi di pelayanan kesehatan disebabkan oleh pekerjaan yang semakin tinggi dan dituntut untuk bertanggung jawab dan tanggap dalam keadaan darurat, serta harus mengambil keputusan secara terburu-buru yang menyebabkan tekanan lebih besar pada tenaga kesehatan. Program Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (MKK FKUI) mencatat sebanyak 83% tenaga kesehatan di Indonesia mengalami sindrom burnout sedang dan berat, yang menyebabkan penurunan kinerja tenaga kesehatan. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Analisis statistik Spearman Rank sebagai analisis data yang digunakan. Koefisien korelasi (r) sebesar 0,963 menunjukkan kekuatan hubungan antara variabel kinerja dengan tingkat stres tenaga kesehatan sangat kuat. Arah korelasi dalam analisis variabel ini adalah negatif (-) dan memiliki nilai ρ sebesar 0,000 (ρ < 0,05). Terdapat hubungan antara kinerja dan tingkat stres tenaga kesehatan di Rumah Sakit Islam Loano, Purworejo. Semakin tinggi kinerja (baik), semakin rendah tingkat stres tenaga kesehatan
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Murottal Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien Hemodialisa Gita, Azhara Rizki; Rivani, Dyah; Rismanta, Agus
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3196

Abstract

ABSTRAKPasien yang sudah lebih dari lima tahun menjalani hemodialisa mudah mengalami insomnia, hal ini dikarenakan prosedur hemodialisis dapat menimbulkan rasa nyeri pada ekstremitas sehingga pasien mengeluhkan sulit untuk tidur. Terapi komplementer yang dapat diberikan untuk masalah tersebut ialah terapi relaksasi otot progresif, terapi yang menggunakan 2 prosedur yang berbeda, seperti merileksasikan berbagai otot yang ada di dalam tubuh dengan menggabungkan latihan pernafasan. Murottal Al-Qur’an merupakan kolaborasi terapi relaksasi otot progresif dengan metode penyembuhan melalui bunyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi relaksasi otot progresif dan murottal Al-Qur’an terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien hemodialisa. Penerapan terapi relaksasi otot progresif serta murottal Al-Qur’an dilakukan pada pasien hemodialisa dengan jumlah responden 1 orang dari tanggal 25 November hingga 30 November 2024. Terdapat perubahan pada skor PSQI dari sebelum intervensi skor 10 menjadi skor 4 setelah intervensi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan terapi relaksasi otot progresif dan murottal Al-Qur’an memberikan pengaruh positif pada kesejahteraan hidup pasien dengan gagal ginjal kronis yang mendapatkan perawatan hemodialisis, khususnya dalam aspek kualitas tidur.Kata Kunci: Murottal Al-Qur’an; terapi relaksasi otot progresif; kualitas tidur; pasien hemodialisa ABSTRACTInsomnia is easily experienced by hemodialysis patients for more than 5 years, because hemodialysis causes pain in the limbs so that patients complain of difficulty sleeping. Progressive muscle relaxation therapy uses 2 different procedures, such as relaxing various muscles in the body by combining breathing exercises. Murottal Al-Qur'an is a collaborative therapy of progressive muscle relaxation therapy with sound healing methods. This research aims to evaluate the effectiveness of progressive muscle relaxation therapy and murottal Al-Qur'an on the sleep quality of hemodialysis patients. Application of progressive muscle relaxation therapy and murottal Al-Qur'an on the sleep quality of hemodialysis patients with 1 respondent which was carried out from November 25 - November 30, 2024. There was a change in the PSQI score from before the intervention score of 10 to a score of 4 after the intervention. The findings of this study indicate that implementing progressive muscle relaxation therapy combined with murottal Al-Qur’an contributes positively enhances the well-being of individuals receiving hemodialysis for chronic kidney disease, particularly in terms of sleep quality.Keywords: Murottal Al-Qur’an; progressive muscle relaxation theraphy; sleep quality; hemodialysis patients
EFEKTIVITAS PRENATAL YOGA TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III MENGHADAPI PERSALINAN DI PUSKESMAS SUKAMERINDU Fitriani, Desi; Silviani, Yulita Elvira; Juksen, Loren
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30668

Abstract

Kecemasan terjadi karena perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan yang dapat berdampak pada kehamilan dan persalian, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas prenatal yoga terhadap kecemasan pada ibu hamil trimester III menghadapi persalinan di Puskesmas Sukamerindu Bengkulu. Jenis penelitian ini adalalah pre eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM III di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu yang belum melakukan prenatal yoga sebanyak 15 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara teknik total sampling. Analisis data dalam penelitian menggunakan uji statistik uji paired samples t-tes jika data berdistribusi normal dan jika data tidak berdistribusi normal digunakan uji Wilcoxon (Z) dengan derajat kepercayaan 95% dengann α : 0.05. Hasil penelitian ini yang didapatkan : Rata-rata kecemasan sebelum dilakukan prenatal yoga sebesar 16,60 dengan nilai minimum 14 dan maksimum 27. Rata-rata kecemasan ibu setelah dilakukan prenatal yoga adalah sebesar 9,47 dengan nilai minimum 5 dan maksimum 21.Terdapat Efektivitas prenatal yoga dengan kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Diharapkan pada pihak PMB agar dapat meningkatkan pelaksanaan senam yoga dan menganjurkan pada ibu hamil untuk selalu mengulang gerakan-gerakan yoga yang telah dipraktekkan di rumah. Kata Kunci : Prenatal Yoga, Kecemasan, Ibu Hamil
ANALISIS PENGELOLAAN REKAM MEDIS BERDASARKAN ELEMEN PENILAIAN LAM-KPRS MRMIK 5 DI RSIA MUTIARA BUNDA PADANG Nasution, Nurhasanah; Wahyuni, Annisa
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30563

Abstract

Akreditasi merupakan pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit, setelah dilakukan penilaian bahwa rumah sakit telah memenuhi Standar Akreditasi. Demi mewujudkan akuntabilitas pelayanan yang baik kepada masyarakat, setiap rumah sakit diwajibkan untuk melakukan akreditasi sesuai dengan Undang-Undang. Proses  kegiatan penyelenggaraan  rekam  medis  dimulai  pada  saat  diterimanya  pasien  di  rumah  sakit,  dilanjutkan dengan kegiatan pencatatan data medis pasien oleh dokter atau dokter gigi atau tenaga kesehatan lain yang  memberikan  pelayanan  kesehatan  langsung  kepada  pasien.  RSIA Mutiara Bunda adalah rumah sakit swasta, yang merupakan rumah sakit ibu dan anak pengembangan dari RSB Mutiara Bunda. RSIA Mutiara Bunda telah melaksanakan akreditasi pada tahun 2023 dengan menggunakan instrumen LAM-KPRS, sehingga dalam pelaksanaannya perlu melakukan evaluasi terhadap perbaikan-perbaikan yang diberikan oleh surveyor akreditasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan rekam medis berdasarkan elemen penilaian LAM-KPRS MRMIK 5 di RSIA Mutiara Bunda Kota Padang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan suatu variabel tanpa membuat perbandingan atau hubungan. Informan dalam penelitian ini adalah Manajer Pelayanan, Kepala Rekam Medis, Petugas Rekam Medis, Petugas IT. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa capaian MRMIK 5 dapat dikatakan terpenuhi dari setiap kriteria yang ada di instrument MRMIK LAM-KPRS. Saran yang diberikan sebaiknya sosialisasi lebih ditingkatkan untuk pemahaman terkait prosedur seperti SOP dan alur kerja agar pekerjaan lebih dapat berjalan dengan baik dan lancar. Penambahan staf untuk petugas RM juga disarankan mengingat penyimpanan di RSIA Mutiara Bunda menggunakan sistem desentralisasi sehingga akan sedikit kesulitan jika staf RM hanya satu orang.
CASE REPORT: PEMBERIAN SELIMUT TEBAL DAN HEATER PENGHANGAT TUBUH PADA PASIEN POST OPERASI ILEUS PARALITIK DI RUANG PEMULIHAN (PACU) Rachman, Adib Wikan; Nurjayanti, Ida; Karunia, Lina
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3257

Abstract

Hipotermia post operasi adalah kondisi yang sering terjadi akibat efek anestesi umum, yang dapat memperlambat metabolisme tubuh dan menyebabkan penurunan suhu. Jika tidak ditangani segera, hipotermia dapat menimbulkan komplikasi seperti gangguan penyembuhan luka, infeksi, hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi keperawatan berupa pemberian selimut tebal dan heater dalam mengatasi hipotermia pada pasien post operasi ileus paralitik. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada satu pasien laki-laki usia 58 tahun di ruang pemulihan (PACU) RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pemeriksaan tanda-tanda vital. Intervensi dilakukan dengan pemberian selimut tebal dan heater untuk meningkatkan suhu tubuh pasien. Hasil menunjukkan peningkatan suhu tubuh dari 35,8°C menjadi 36,2°C dan penurunan gejala menggigil setelah intervensi. Evaluasi menunjukkan kondisi pasien membaik secara signifikan. Kesimpulannya, pemberian selimut tebal dan heater efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menangani hipotermia post operasi. Intervensi ini disarankan diterapkan di ruang pemulihan untuk mencegah komplikasi post operasi akibat penurunan suhu tubuh. Kata kunci : Hipotermia; post operasi; ileus paralitik; selimut tebal; heater
HUBUNGAN INTENSITAS PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI DI POSYANDU SAYANG ANAK WIALAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SINAMA NENEK KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR Putri, Dewi; Tanberika, Fajar Sari; Yanti, Rifa; Aifa, Wira Ekdeni
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30535

Abstract

Pijat merupakan salah satu metode pengobatan tertua di dunia. Pijat meliputi seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang mampu melemaskan sendi yang terlalu kaku dan menyatukan organ tubuh dengan gosokan yang kuat. Terapi pijat tidak hanya digunakan disalon dan spa saja, tapi juga diberbagai rumah sakit dan pusat perawatan kesehatan. Saat ini, teknik pijat telah banyak digunakan untuk kesehatan dan peningkatan berat badan pada bayi. Tujuan penelitian untuk membuktikan pijat bayi dalam meningkatkan kenaikan berat badan.Penelitian ini menggunakan desain studi kuantitatif dengan metode survei analitik dan pendekatan quasi eksperimen (eksperimen semu). Populasi pada penelitian ini adalah bayi yang memiliki berat badan kurang sebanyak 26 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tekhnik total sampling yaitu sebanyak 26 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi Buku KIA dan Buku KMS. Analisis data dilakukan dengan uji uji T Dependen Paired Sample T Test dan Wilcoxon.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dari hasil distribusi Intensitas Pijat Bayi di Posyandu sayang anak wilayah Kerja UPT Puskesmas Sinama nenek dari 26 responden. Responden pijat bayi yang sering 23 responden dengan presentase (89%), yang jarang 3 responden (11%) Berdasarkan hasil analisis uji statistic dengan menggunakan uji Fisher’s Exact dengan nilai р value = 0.000 jika dibandingkan dengan α =0.05 maka р value < α 0.05. Hasil tersebut menunjukan Ada hubungan Intensitas Pijat Bayi terhadap peningkatan Berat Badan Bayi di Posyandu sayang anak Wilayah Kerja Puskesmas Sinama Nenek Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Pijat bayi berpengaruh terhadap peningkatan kenaikan berat badan.Kata Kunci : Pijat bayi, Intensitas, Peningkatan Berat Badan
Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Berdasarkan ICD-10 pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Ngampilan Sari, Ana Dewi Lukita; Kurniawan, Agung; Amalia, Desia Hani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3357

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) antara lain berisikan identitas pasien, pemeriksaan, diagnosa, dan tindakan. Bagian pengelolaan informasi RME terdapat kegiatan pengkodean diagnosis medis dengan pemberian kode klasifikasi klinis berdasarkan klasifikasi international penyakit dan tindakan medis, yaitu menggunakan ICD-10 dan ICD-9. Ketepatan pemberian kode diagnosa medis berpengaruh pada ketepatan pembiayaan, mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Ngampilan masih terdapat 20% RME yang belum tepat kode diagnosanya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persentase ketepatan kode diagnosa pasien rawat jalan berdasarkan ICD-10, dan menganalisis faktor ketidaktepatan kode diagnosa dari aspek man, machine, dan methode. Jenis penelitian kualitatif dengan rancangan Cross Sectional. Dengan purposive sampling didapatkan sampel subyek meliputi dokter, dokter gigi, bidan dan perawat masing-masing 1 petugas dan sampel obyek sebanyak 95 RME. Instrumen penelitian meliputi observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian terdapat kode diagnosa tepat (54,17%) dan tidak tepat (45,83%) dimana 40 RME (42,11%) dengan kode tidak disertai karakter empat dan 3 RME (3,12%) dengan kode tidak disertai karakter lima. Kesimpulan penelitian ini adalah cukup tingginya (45,83%) RME yang tidak tepat kode diagnosanya disebabkan salah satunya adalah kegiatan pengodean bukan petugas perekam medis, dan proses pengkodean sudah sesuai SOP dan ICD -10 dan ICD-9 digital.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST ORIF Trihayati, Mulat; Primanda, Yanuar; Setiawan, Wawan Aji
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3236

Abstract

Fraktur adalah salah satu masalah kesehatan umum di Indonesia yang sering memerlukan prosedur bedah. Prosedur pembedahan seperti Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) ini dilakukan untuk memperbaiki tulang yang mengalami patah dengan mengembalikannya ke posisi awal dan memastikan tulang tetap stabil. Tindakan pembedahan menyebabkan pasien merasakan nyeri akibat luka sayatan yang dibuat selama operasi, karena jaringan tubuh mengalami cedera saat prosedur tersebut dilakukan. Penerapan kompres dingin merupakan metode non farmakologis yang efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien setelah menjalani pembedahan. Kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri dengan cara mengurangi aliran darah ke area yang mengalami cedera, sehingga mengurangi pembengkakan dan pendarahan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan melibatkan 3 pasien fraktur post ORIF yang mengalami nyeri sedang (skala 4-6). Intervensi berupa pemberian kompres dingin dilakukan satu kali sehari selama dua hari. Keefektifan intervensi diukur menggunakan alat ukur Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi kompres dingin pada pasien fraktur post ORIF efektif dalam menurunkan tingkat nyeri. Oleh karena itu, kompres dingin dianjurkan dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis untuk mengurangi nyeri pada pasien fraktur setelah ORIF.