cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
elizaarman.ea@gmail.com
Phone
+62elizaarman.ea@gmail.co
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Bara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
ISSN : 26559641     EISSN : 26555840     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika dua kali setahun pada setiap bulan Mei dan November. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Teknologi Laboratorium medik, Biomedik, Kesehatan lingkungan Focus dan Scope jurnal adalah Teknologi Laboratorium Medik, ilmu Biomedik, Ilmu Kesehatan
Articles 478 Documents
EVALUATION OF VARIABLE AND META DATA SUITABILITY OF EMR AT EMERGENCY DEPARTMENT OF NUR HIDAYAH HOSPITAL Kurniawati, Intan; Yuliani, Rizka Dwi; Saputro, Agung Dwi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3333

Abstract

Electronic Medical Records (EMR) require systems that meet compatibility and interoperability standards based on variable and metadata guidelines. Nur Hidayah Hospital has implemented EMR since 2022; however, it has not yet established a Standard Operating Procedure (SOP) related to this matter and has not fully referred to Minister of Health Decree (KMK) No. 1423 of 2022. This study aims to evaluate the conformity of EMR variables and metadata in the Emergency Department (ED).This is a qualitative descriptive study involving 4 informants and 1 triangulation subject. The object of the study is the ED's EMR, specifically the identity and triage forms. Data were collected through structured interviews and checklist-based observations. In the identity form, 81% of variables were compliant, 13% non-compliant, and 6% missing. In the triage form, 34% of variables were compliant, 3% non-compliant, and 63% missing. The factors contributing to non-conformity include lack of staff knowledge and the absence of SOPs. The EMR at Nur Hidayah Hospital is not yet fully aligned with KMK No. 1423 of 2022. Adjustments to variables and the addition of formats/values, especially in the identity and triage forms in the ED, are necessary.Keywords: Evaluation; Emergency Department; Electronic Medical Records; Variables and Metadata. 
ANALISIS KEBIJAKAN DAN INTERVENSI PENYAKIT STROKE DI KOMUNITAS: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Syukriadi, Syukriadi; Hardisman, Hardisman
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30677

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan global, dengan beban yang semakin meningkat di negara berpenghasilan rendah-menengah. Meskipun pedoman berbasis bukti telah tersedia, implementasi intervensi non-farmakologis dalam rehabilitasi pasca-stroke masih menghadapi tantangan signifikan, khususnya di tingkat komunitas. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mensintesis bukti terkini mengenai efektivitas intervensi non-farmakologis dalam rehabilitasi stroke dan menganalisis kesenjangan antara bukti ilmiah dengan implementasi kebijakan. Penelitian ini mengadopsi metode systematic literature review dengan protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, ScienceDirect, Web of Science, dan Google Scholar untuk periode 2019–2025. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari systematic review, randomized controlled trials (RCT), dan analisis kebijakan. Analisis integratif juga dilakukan terhadap dokumen kebijakan nasional dan internasional. Bukti menunjukkan bahwa intervensi non-farmakologis seperti Modified Constraint-Induced Movement Therapy (mCIMT), rehabilitasi realitas virtual (VR), latihan intensitas tinggi, dan terapi robotik secara signifikan efektif dalam meningkatkan fungsi motorik, keseimbangan, kebugaran kardiorespirasi, dan kemampuan berjalan. Intervensi yang dimulai dalam 3 bulan pertama pasca-stroke dengan dosis tinggi (>20 jam) menunjukkan hasil fungsional terbaik. Pendekatan berpusat pada pasien, termasuk manajemen diri berbasis teori, dukungan pengasuh (dyadic interventions), dan dukungan sebaya, terbukti meningkatkan kualitas hidup, partisipasi sosial, self-efficacy, serta mengurangi beban pengasuh dan depresi. Namun, implementasinya terkendala oleh keterbatasan sumber daya, waktu, dan pengetahuan. Rehabilitasi pasca-stroke yang efektif memerlukan pendekatan yang personal, intensif, tepat waktu, dan holistik. Diperlukan kepemimpinan yang kuat, sistem kesehatan kolaboratif, dan integrasi prediksi pemulihan yang dipersonalisasi untuk mendukung implementasi praktik berbasis bukti di tingkat komunitas.Kata Kunci: Rehabilitasi Stroke, Intervensi Non-Farmakologis, Tinjauan Sistematis, Analisis Kebijakan, Kesehatan Komunitas
ANALISIS KEBIJAKAN KESEHATAN TERHADAP SUPERVISI PROGRAM TUBERKULOSIS DI INDONESIA: SUATU TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIK Oktarini, Sisca; Hardisman, Hardisman
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30690

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, dan Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban kasus tertinggi di dunia. Penguatan supervisi program TB merupakan strategi kunci dalam menjamin mutu layanan, kepatuhan terapi, dan pencapaian target eliminasi TB tahun 2030. Namun, berbagai evaluasi menunjukkan implementasi supervisi di lapangan masih belum optimal akibat kendala kebijakan, sumber daya manusia, dan sistem monitoring yang belum terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis bukti ilmiah serta kebijakan kesehatan yang mendukung pelaksanaan supervisi program TB di Indonesia, sebagai dasar pengembangan model kebijakan pengawasan program yang efektif, terukur, dan berkelanjutan. Kajian ini merupakan tinjauan literatur sistematik terhadap artikel yang diterbitkan antara tahun 2021–2025. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Scopus, ScienceDirect, WHO IRIS, dan Portal Garuda menggunakan kata kunci “tuberculosis program supervision”, “health policy”, “monitoring and evaluation”, dan “national TB strategy”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dinilai menggunakan pedoman PRISMA 2020, dan data diekstraksi dalam bentuk tabel yang mencakup penulis, tahun, jurnal, metode, fokus kebijakan, dan hasil utama. Hasilnya sebanyak 30 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa supervisi yang kuat berkontribusi terhadap peningkatan capaian notifikasi kasus, penurunan default rate, dan efisiensi pelaporan program. Hambatan utama meliputi keterbatasan pendanaan, beban kerja pengawas, lemahnya koordinasi antar-level manajemen, serta belum adanya standar nasional supervisi yang adaptif terhadap konteks daerah. Kesimpulan, kebijakan supervisi TB di Indonesia memerlukan pendekatan integratif berbasis bukti, dengan memperkuat tata kelola kebijakan, sistem monitoring digital, pelatihan petugas, dan mekanisme umpan balik berkelanjutan. Supervisi yang efektif akan menjadi elemen penting dalam transformasi sistem kesehatan dan pencapaian eliminasi TB nasional.Kata Kunci: Tuberkulosis, kebijakan kesehatan, supervisi program, monitoring evaluasi.
KEBIJAKAN TEMPAT KERJA RAMAH ASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIK Rahmawati, Rahmawati; Hardisman, Hardisman
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30707

Abstract

Keberhasilan pemberian ASI eksklusif masih belum mencapai target global dan nasional, terutama pada ibu yang bekerja. Lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan ASI eksklusif melalui penyediaan fasilitas fisik, kebijakan pendukung, dan dukungan sosial. Namun, implementasi kebijakan tempat kerja ramah ASI masih rendah penelitian ini bertujuan untuk menyintesis bukti ilmiah terkait kebijakan tempat kerja ramah ASI terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review. Sebanyak 14 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, determinan, dan pengaruh kebijakan tempat kerja terhadap praktik ASI eksklusif. Sintesis menunjukkan bahwa keberhasilan ASI eksklusif dipengaruhi kuat oleh beberapa faktor utama, yaitu: ketersediaan fasilitas laktasi yang memadai; durasi cuti melahirkan; pumping break dan fleksibilitas kerja; dukungan sosial dari supervisor dan rekan kerja;  lemahnya implementasi kebijakan meskipun regulasi tersedia; pengaruh budaya kerja dan norma social; efektivitas intervensi komprehensif workplace breastfeeding support. Kebijakan tempat kerja ramah ASI memiliki peran penting dalam meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif pada ibu bekerja. Implementasi yang kuat, fasilitas yang memadai, dukungan sosial yang positif, serta intervensi komprehensif diperlukan agar ibu bekerja dapat mempertahankan praktik ASI eksklusif. Reformasi kebijakan, pengawasan implementasi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan.Kata kunci: ASI eksklusif, tempat kerja ramah ASI, kebijakan laktasi, workplace breastfeeding support, ibu bekerja.
INTEGRASI KRIS, RUJUKAN KOMPETENSI DAN, IDRG DALAM JKN: Susanty, Desy; Hardisman, Hardisman
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30708

Abstract

Integrasi tiga kebijakan utama dalam Jaminan Kesehatan Nasional Indonesia, Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), sistem rujukan berbasis kompetensi, dan sistem pembayaran iDRG, menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas, keadilan, dan efisiensi layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana ketiga kebijakan tersebut saling terintegrasi menggunakan kerangka Walt & Gilson serta mengevaluasi dampaknya terhadap manajemen rumah sakit, kepuasan peserta, dan pembiayaan nasional. Metode yang digunakan adalah tinjauan dokumen kebijakan dan analisis literatur resmi dari Kemenkes, BPJS Kesehatan, DJSN, serta fasilitas layanan kesehatan. Analisis menyoroti tujuan dan isi kebijakan, latar belakang dan dinamika eksternal, proses perumusan dan implementasi, serta aktor kunci yang terlibat. Hasil kajian menunjukkan setiap kebijakan mendukung peningkatan ekuitas, mutu layanan, dan efisiensi klaim, namun harmonisasi dan koordinasi antar-pemangku kepentingan tetap diperlukan. Rekomendasi terkait strategi kolaborasi, peningkatan kapasitas SDM, dan pemantauan implementasi diharapkan dapat memperkuat efektivitas kebijakan serta keberlanjutan JKN di Indonesia.Kata Kunci: Kelas Rawat Inap Standar; sistem rujukan; iDRG; JKN; kebijakan Kesehatan
Karakteristik Pasien Nodul Tiroid di RS Ngoerah Denpasar Novia, Juvita; Gotera, Wira; Nugraha, Ida Bagus Aditya
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30627

Abstract

Thyroid nodules are the most common endocrine neoplasia seen in the clinic. The prevalence of thyroid nodules increases with age, sex, history of radiation exposure, family history, and other factors. The purpose of this study was to determine the prevalence and characteristics of patient with thyroid nodule at Ngoerah Hospital based on laboratory, ultrasonography and histopathology. This descriptive observational study involved 40 subjects. Data were obtained from the medical records of outpatient thyroid nodules who visited the Diabetes Polyclinic and inpatients at Ngoerah Hospital. The data collection was carried out within 3 months, from 1 December 2022 until 28 February 2023. The subjects consisted of 6 males (15%) and 34 females (85%), average age was 48 years and average nodule size was 3.9 cm. Thyroid hormone function was found most in 30 subjects (75%) euthyroid. Ultrasound using Ti-RADS score classification, 14 subjects were moderately suspicious (35%) and the same percentage for not suspicious group. FNAB using Bethesda classification, majority 23 subjects (57.5%) were benign. Histopathological showed 21 subjects (52.5%) were adenomatous struma. The highest proportion according to hormone function was euthyroid, moderately suspicious and not suspicious based on ultrasonography, nodule was benign based on FNAB, and adenomatous struma based on histopathology.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DM TIPE II DI POLI PENYAKIT DALAM RSI SITI RAHMAH PADANG Suherlin, Nicen; Febristi, Anisa; Rahmi, Dian
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30732

Abstract

Penyakit arteri perifer merupakan komplikasi makrovaskular diabetes melitus tipe II yang sering menyebabkan gangguan perfusi dan risiko amputasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien DM tipe II di Poli Penyakit Dalam RSI Siti Rahmah Padang. Penelitian quasi-eksperimen pretest-posttest without control group melibatkan 25 responden dengan intervensi PMR 2 kali/hari selama 6 hari (15 menit/sesi). Pengukuran ABI menggunakan sphygmomanometer manual, dianalisis dengan Paired T-test dan regresi linier (α=0,05). Rata-rata ABI pretest 0,76±0,12 meningkat menjadi 0,85±0,11 posttest (p=0,001), dengan kepatuhan PMR 86,7% berkorelasi positif kuat terhadap peningkatan ABI (r=0,62; p=0,001). Durasi DM memengaruhi baseline ABI (r=-0,48; p=0,015). Terapi relaksasi otot progresif efektif meningkatkan perfusi perifer pada pasien DM tipe II, terutama responden dengan kepatuhan tinggi.Kata kunci: ankle brachial index; diabetes melitus; relaksasi otot progresif
Uji Kadar Fenolik Total dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun, Batang, Akar Tumbuhan Sungkai (Peronema canescens Jack) Fendri, Sandra Tri Juli; Verawati, Verawati; Fauzi, Sellia; Ferilda, Siska
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30735

Abstract

ABSTRAKSungkai (Paronema canescens Jack) merupakan tumbuhan liar yang memiliki beragam khasiat tradisional dan banyak dibudidayakan oleh masyrakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun, batang, akar tumbuhan sungkai. Ekstrak diperoleh dengan metoda maserasi dengan menggunakan etanol 70%. Metoda yang digunakan dalam menguji kadar fenolik total yaitu Folin-Ciocalteu dengan panjang gelombang serapan maksimum 759,5 nm dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metoda DPPH dengan panjang gelombang serapan maksimum 518 nm. Hasil ekstraksi dari masing-masing bagian tumbuhan sungkai diperoleh rendemen pada ekstrak daun 11,89 %, ekstrak batang 5,88 %, dan ekstrak akar 4,87 %. Hasil penetapan kadar fenolik total dari ekstrak daun, batang, akar secara berurutan adalah 19,45 %b/b, 12,86 %b/b, 11,74%b/b. Nilai IC50 dan Akitvitas antioksidan dari ektrak daun, batang, akar secara berurutan adalah 45,81 ppm (sangat kuat), 110,42 ppm (sedang), 117,92 ppm (sedang). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada bagian daun tumbuhan sungkai memiliki kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dibandingkan bagian batang dan akar.Kata kunci : Sungkai (Paronema canescens Jack), Ekstraksi, Fenolik, Antioksidan  ABSTRACTSungkai (Paronema canescens Jack) is a wild plant that has various traditional properties and is widely cultivated by the community. This study aims to determine the total phenolic content and antioxidant activity of extracts of leaves, stems and roots of the sungkai plant. The extract was obtained by maceration method using 70 % ethanol. The method used in testing the total phenolic content is Folin- Ciocalteu with a maximum absorption wavelength of 759,5 nm and the antioxidant activity test using the DPPH method with a wavelength of 518 nm. The results of the extraction of each part of the sungkai plant obtained yields of 11.89 % leaf extract, 5.88 % stem extract, and 4.87 % root extract. The results of the determination of the total phenolic content of the leaf, stem, root extracts respectively were 19.45%w/w, 12.86 %w/w, 11.74 %w/w. The IC50 and antioxidant activity of leaf, stem, root extracts were 45.81 ppm (very strong), 110.42 ppm (moderate), 117.92 ppm (moderate). From this study it can be concluded that the leaves of the sungkai plant have very strong total phenolic levels and antioxidant activity compared to the stems and roots.Key words : Sungkai (Paronema canescens Jack), Extraction, Phenolic, Antioxidant