cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
elizaarman.ea@gmail.com
Phone
+62elizaarman.ea@gmail.co
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Bara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
ISSN : 26559641     EISSN : 26555840     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika dua kali setahun pada setiap bulan Mei dan November. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Teknologi Laboratorium medik, Biomedik, Kesehatan lingkungan Focus dan Scope jurnal adalah Teknologi Laboratorium Medik, ilmu Biomedik, Ilmu Kesehatan
Articles 478 Documents
KEBIJAKAN INTEGRATIF UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN PASIEN PPOK MELALUI INTERVENSI NON-FARMAKOLOGIS: SUATU TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIK Morika, Honesty Diana; Hardisman, Hardisman
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30669

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Meskipun terapi farmakologis telah menjadi standar, intervensi non-farmakologis seperti rehabilitasi paru, edukasi pasien, dan latihan pernapasan terbukti memberikan manfaat signifikan terhadap kapasitas fungsional, kualitas hidup, serta penurunan angka eksaserbasi. Namun, implementasinya di Indonesia masih terbatas akibat kendala kebijakan, fasilitas, dan sumber daya manusia.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis bukti ilmiah serta kebijakan yang mendukung penerapan intervensi non-farmakologis dalam peningkatan kesehatan pasien PPOK sebagai dasar pengembangan kerangka kebijakan integratif di Indonesia.Penelitian ini merupakan tinjauan literatur sistematik terhadap artikel yang diterbitkan antara tahun 2014–2024. Pencarian dilakukan melalui database internasional (PubMed, Scopus, Web of Science) dan nasional (Portal Garuda) dengan kata kunci “COPD”, “pulmonary rehabilitation”, “self-management”, “breathing exercise”, dan “policy implementation”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dievaluasi menggunakan pedoman PRISMA 2020. Data diekstraksi dalam bentuk tabel yang mencakup penulis, tahun, jurnal, metode, jumlah sampel, serta hasil utama.Sebanyak 30 artikel memenuhi kriteria inklusi. Bukti menunjukkan bahwa rehabilitasi paru meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup, program edukasi dan self-management menurunkan frekuensi eksaserbasi dan rawat inap, serta latihan pernapasan efektif mengurangi gejala dispnea. Hambatan kebijakan meliputi keterbatasan akses, biaya, dan kurangnya integrasi layanan non-farmakologis dalam sistem kesehatan primer.Intervensi non-farmakologis berperan penting dalam manajemen komprehensif PPOK. Penguatan kebijakan yang integratif, pelatihan tenaga kesehatan, dan pengembangan program berbasis komunitas merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup pasien serta efisiensi layanan kesehatan di Indonesia.Kata Kunci: PPOK, kebijakan kesehatan, rehabilitasi paru, edukasi pasien, latihan pernapasan, intervensi non-farmakologis.
Keamanan dan Perlindungan Data Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan Studi Kasus di Rumah Sakit Naili-DBS Kota Padang Kamal, Syamsul; Riyanti, Reni; Ketiga, Penulis
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30580

Abstract

Keamanan dan Perlindungan data di  rumah sangat perlu dijaga dan diperhatikan secara khusus dan berkesinambungan, agar data yang ada di rumah sakit tetap terjaga dengan baik, tidak hilang tanpa adanya kebocoran data. Keamanan data merupakan hal yang sangat vital dan penting di rumah sakit, dikarenakan berisi informasi sensitif pasien, riwayat penyakit, hingga kondisi kerahasiaan  pasien, jika bocor,bisa menimbulkan stigma sosial, diskriminasi kerja, bahkan bisa pemerasan pada orang yang mengambil keuntungan. Dalam menjaga kerahasiaan informasi terutama yang berisi informasi sensitif yang hanya boleh diketahui isinya oleh pihak yang berhak saja, apalagi data yang dikirim melalui jaringan publik, apabila data tersebut tidak diamankan terlebih dahulu, akan sangat mudah disadap dan diketahui isi informasinya oleh pihak-pihak yang tidak memiliki wewenang.  Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan menuntut rumah sakit untuk mengadopsi rekam medis elektronik (RME), termasuk pada unit rawat jalan yang memiliki frekuensi kunjungan pasien tinggi. Penggunaan RME membawa manfaat efisiensi dan akurasi, tetapi juga meningkatkan risiko kebocoran dan penyalahgunaan data kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dimana untuk menganalisis persepsi tenaga rekam medis, tenaga kesehatan dan staf IT terkait keamanan data RME rawat jalan, hambatan yang dihadapi, serta strategi yang diterapkan dalam pengamanan dan perlindungan data rekam medis elektronik khususnya pada rawat jalan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan utama terdapat pada kontrol akses, kesadaran pengguna, serta kurangnya kebijakan teknis yang rinci di tingkat rumah sakit. Rekomendasi meliputi penguatan regulasi internal, penerapan otentikasi berlapis, serta edukasi berkelanjutan bagi tenaga kese
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KECAMATAN RAMBANG KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2025 Aprisupiati, Aprisupiati; Asiani, Gema; Randana, Prima Cakra
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3282

Abstract

Dalam rangka mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk menurunkan angka stunting melalui berbagai kebijakan strategis, salah satunya melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Meski demikian, prevalensi stunting masih tergolong tinggi, termasuk di Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, yang telah ditetapkan sebagai wilayah prioritas dalam penanganan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor risiko sanitasi serta faktor risiko 4 Terlalu (usia ibu terlalu muda, terlalu tua, jarak kelahiran terlalu dekat, dan jumlah anak terlalu banyak) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah tersebut.Penelitian ini menggunakan desain studi kuantitatif dengan metode survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 337 balita yang dipilih secara purposive dari total populasi sebanyak 2.124 balita. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner serta didukung oleh data sekunder dari E-PPGBM Dinas Kesehatan dan Verval KRS dari Dinas PPKB Kabupaten Muara Enim. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda.Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara akses terhadap sumber air minum layak (p=0,807) maupun kepemilikan fasilitas buang air besar (p=0,788) dengan kejadian stunting. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu yang tidak ideal (p=0,018) serta jumlah anak yang terlalu banyak (p=0,001) dengan kejadian stunting. Faktor jumlah anak yang terlalu banyak menjadi variabel paling berpengaruh terhadap kejadian stunting (p=0,005; OR=2,646).Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pendampingan dalam perencanaan kehidupan berkeluarga, edukasi usia ideal kehamilan, serta penguatan program keluarga berencana sebagai strategi pencegahan stunting di wilayah lokus prioritas.
Analysis of Factors Affecting the Nutritional Status of School-Age Children at SDN 31 Pasar Ambacang Padang Fridalni, Nova; Hardini, Sandra; Oktaviani, Vira; Sari Dewi, Ratna Indah; Yanti, Etri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30638

Abstract

The nutritional status of school-age children is an important indicator in determining the quality of future human resources. This study aimed to identify factors associated with the nutritional status of school-age children at SDN 31 Pasar Ambacang, Padang City. The research used a quantitative method with a correlational design and a cross-sectional approach. The population consisted of all students at SDN 31 Pasar Ambacang and their mothers, with 68 respondents selected using proportionate random sampling. Data were collected through anthropometric measurements (body weight and height) and questionnaires on children's eating patterns and mothers’ nutritional knowledge, then analyzed using the Chi-Square test (p < 0.05). The results showed that most children had poor nutritional status (72.1%), unhealthy eating patterns (76.5%), no breakfast habits (64.7%), and low maternal nutritional knowledge (64.7%). Statistical analysis revealed significant relationships between eating patterns (p=0.003), breakfast habits (p=0.001), and mothers’ nutritional knowledge (p=0.022) with children's nutritional status. The study concluded that healthy eating patterns, regular breakfast habits, and adequate maternal nutritional knowledge contribute to optimal nutritional status among school-age children.Keywords: Nutritional status; Eating patterns; Breakfast habits; Maternal knowledge
IDENTIFICATION OF BACTERIAL CONTAMINATION ON MEDICAL SCISSORS BY BACTERIAL CULTURE METHOD IN THE AFTAP LABORATORY OF BHAKTI SETYA INDONESIA HEALTH COLTECH rahmatullah, widia; Hermawan, Danar; R, Rudina Azimata
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3339

Abstract

The room and equipment used for blood component processing must comply with the quality management system with one of the objectives to eliminate the risk of bacterial contamination in the blood supply unit. Medical scissors in the blood tapping process act as medical tools used to cut the blood bag tube after the blood volume obtained has been fulfilled. This study aims to determine and identify the presence of bacterial contamination in medical scissors in the blood tapping room (AFTAP) Poltekkes Bhakti Setya Indonesia Yogyakarta. This research method is True Experiment with The Posttest Only Design research design, namely the results of observations provide descriptive information. The samples taken were five medical scissors in the Aftap room Poltekkes Bhakti Setya Indonesia. The sampling method used is Quota sampling. The results of the study on the identification of bacterial contamination in medical scissors in the Blood Tapping Laboratory (AFTAP) Poltekkes Bhakti Setya Indonesia Yogyakarta found bacterial growth with details of 20 samples containing Gram Positive bacilli and cocci. The most commonly found bacteria are Gram Positive bacteria with a rod shape (Bacillus). 
CASE REPORT: SEMI FOWLER POSITION AND SUCTION IN POST CRANIOTOMY PATIENTS Faizah, Nadia; Nurjayanti, Ida; Karunia, Lina
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3229

Abstract

Stroke is a pathological condition that occurs when cerebral blood flow is blocked or when nerve function is disrupted due to occlusion or rupture of vascular structures, culminating in necrosis of certain brain cells resulting in inadequate supply of nutrients and oxygen needed for optimal brain activity. Intracerebral hemorrhage (ICH) stroke, better known as hemorrhagic stroke, occurs when a blood vessel in the brain ruptures. This study aims to determine the effectiveness of the semi-Fowler position and suction in post-craniotomy patients with nursing problems related to the airway. The process of this case study includes assessment, nursing diagnosis, planning, and evaluation. The respondents in this study were 1 patient who was given a semi-Fowler position and suction for approximately 10 seconds after surgery. Case study after being given the semi-Fowler position and suction intervention, sputum production and rhonchi sounds decreased
DETERMINAN PERILAKU PENGOBATAN HERBAL PADA PASIEN DIABETES TIPE 2: SEBUAH SISTEMATIK LITERATURE REVIEW DENGAN PERSPEKTIF MULTIDIMENSIONAL Utami, Budi; Budiharto, Budiharto; Katrin, Katrin
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3361

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 (DM-2) merupakan penyakit kronis yang mengalami peningkatan prevalensi secara global dan memberikan beban besar terhadap sistem kesehatan, ekonomi, dan kualitas hidup pasien. Seiring dengan keterbatasan terapi konvensional yang mencakup efek samping, biaya tinggi, dan aksesibilitas yang tidak merata, muncul kecenderungan yang meningkat di kalangan pasien untuk menggunakan pengobatan herbal sebagai alternatif atau pelengkap. Meskipun fenomena ini semakin umum di berbagai belahan dunia, pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pasien dalam memilih pengobatan herbal masih terbatas dan tersebar dalam berbagai studi dengan konteks yang berbeda. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensistematisasi faktor-faktor determinan yang memengaruhi penggunaan obat herbal oleh pasien DM-2, berdasarkan tinjauan literatur sistematis terhadap penelitian-penelitian empiris yang telah dipublikasikan antara tahun 2013 hingga 2025. Pendekatan Systematic Literature Review (SLR) digunakan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh melalui pencarian di basis data Scopus, PubMed, Web of Science, dan Google Scholar dengan kombinasi kata kunci yang relevan. Dari 98 artikel yang diidentifikasi, 12 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah melalui proses seleksi dan analisis kualitas. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola dan klasifikasi determinan perilaku. Hasil studi menunjukkan bahwa keputusan pasien DM-2 dalam menggunakan pengobatan herbal dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, keyakinan terhadap efektivitas herbal, pengalaman pribadi dan keluarga, persepsi risiko terhadap obat kimia, pengaruh budaya dan agama, serta akses informasi dari komunitas dan media sosial. Jenis herbal yang umum digunakan meliputi bawang putih, jahe, daun insulin, dan kencur, dengan pola konsumsi yang bervariasi antar wilayah. Studi juga mencatat adanya persepsi positif terhadap efektivitas herbal, meskipun sebagian besar penggunaan dilakukan tanpa pengawasan medis. Tinjauan ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku penggunaan pengobatan herbal pada pasien DM-2. Temuan ini penting sebagai dasar bagi praktisi kesehatan dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan pendekatan edukatif dan regulasi yang lebih kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan serta preferensi pasien.
ANALISIS PENGELOLAAN REKAM MEDIS BERDASARKAN ELEMEN PENILAIAN LAM-KPRS MRMIK 9 DI RSIA MUTIARA BUNDA PADANG Mandia, Sayati; Oktavia, Dewi; Trie Utami, Anggie
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30590

Abstract

Akreditasi rumah sakit sebagai sistem penilaian independen untuk menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Pada standar LAM-KPRS, elemen MRMIK 9 menekankan kepatuhan terhadap penggunaan kode diagnosis, kode prosedur, serta singkatan dan simbol baku terstandarisasi sebagai bagian penting dari tata kelola rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi elemen tersebut di RSIA Mutiara Bunda Padang. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan observasi langsung terhadap 80 dokumen rekam medis pasien rawat inap, yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Hasil menunjukkan bahwa pengodean diagnosis telah dilakukan pada 85% dokumen, sedangkan 15% belum dikodekan. Pada pengodean prosedur 78,75% telah dikodekan, 18,75% tidak dikode, dan 2,5% tidak terdapat prosedur. Penggunaan singkatan dan simbol belum terdapat pedoman atau SOP tertulis. Evaluasi penggunaan kode, singkatan, dan simbol memang dilaksanakan secara rutin, tetapi belum terdokumentasi dengan baik serta tidak diikuti tindak lanjut yang konsisten. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan regulasi internal melalui SOP dan pedoman resmi agar pengelolaan rekam medis lebih terstandar, akurat, dan berdaya guna. Penerapan standar tersebut esensial tidak hanya untuk pemenuhan akreditasi, tetapi juga bagi peningkatan mutu data kesehatan serta efektivitas pengambilan keputusan klinis.
Analisis Sanitasi di Tempat Umum Rekreasi Central Park Zoo & Resort, Kecamatan Pancur Batu Susilawati, Susilawati; Signora, Khalisa Aisyah; Marunduri, Ridho Afdal; Sinantin, Ipak; Sari, Kurnia Permata; Marpaung, Mimbi Gusrera
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3294

Abstract

Sanitasi yang baik di tempat rekreasi menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi pengunjung, Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sanitasi di objek wisata Central Park Zoo & Resort Sumatera Utara. Metode : Metode yang digunakan adalah survei deskriptif dengan teknik observasi langsung menggunakan lembar checklist berdasarkan indikator dari Kementerian Kesehatan. Komponen yang dinilai meliputi kebersihan lingkungan, penyediaan air bersih, toilet umum, pembuangan air limbah, pengelolaan sampah, sarana penyuluhan, fasilitas kesehatan, dan alat pemadam kebakaran, Hasil : Hasil observasi menunjukkan bahwa objek wisata ini memenuhi standar sanitasi dengan skor 88,54%, yang tergolong dalam kategori “layak sehat”. Fasilitas seperti toilet dan air bersih sudah sesuai standar, namun masih terdapat kekurangan pada sistem saluran limbah yang belum tertutup sempurna dan tidak tersedianya klinik kesehatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sanitasi di tempat-tempat umumKata kunci : Sanitasi; tempat wisata, kesehatan lingkungan, objek wisata, bersih 
INCIDENCE OF ANEMIA IN PREGNANT WOMEN REVIEWED FROM COMPLIANCE IN CONSUMING IRON TABLETS Eliza,, Eliza; Yanti, Etri; Dewi, Ratna Indah Sari; Nur, Siti Aisyah; Putri, Raissya Syahda
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30654

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan informasi dari WHO, tingkat anemia di kalangan ibu hamil di seluruh dunia rata-rata mencapai 14%. Di negara-negara maju, angka ini mencapai 56%, sedangkan di negara-negara berkembang berkisar antara 35% hingga 75%. Anemia merupakan isu serius karena dapat berdampak pada pertumbuhan janin, kelahiran prematur, bahkan kematian pada ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami insiden anemia pada ibu hamil dengan mempertimbangkan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe. Penelitian dilakukan di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Padang dari tanggal 20 Mei hingga 01 Juli 2024. Desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti meliputi semua ibu hamil yang mengunjungi Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, yaitu sebanyak 398 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Dari hasil penelitian, lebih dari setengah responden, yaitu 51 (68%) ibu hamil, tidak mematuhi konsumsi Fe. Ada 45 (60%) ibu hamil yang mengalami anemia. Melalui uji statistik chi-square, didapatkan ada keterkaitan antara ketidakpatuhan dalam mengonsumsi Fe dan kejadian anemia dengan p-value=0,006. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara ketidakpatuhan konsumsi Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan peranan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan pemantauan kesehatan selama kehamilan dan diharapkan dapat meningkatkan penyuluhan serta memberikan informasi mengenai pemberian tablet Fe.Kata Kunci           : Tablet Fe, Anemia, Ibu Hamil.   ABSTRACT  According to information from the WHO, the rate of anemia among pregnant women worldwide averages 14%. In developed countries, this figure reaches 56%, while in developing countries it ranges from 35% to 75%. Anemia is a serious issue because it can affect fetal growth, lead to premature birth, and even cause death in mothers and infants. This study aims to understand the incidence of anemia in pregnant women while considering compliance with taking iron tablets. The study was conducted at Dadok Tunggul Hitam Health Center in Padang from May 20 to July 1, 2024. This study employs a descriptive-analytic design with a cross-sectional approach. The population studied includes all pregnant women visiting Dadok Tunggul Hitam Health Center, totaling 398 individuals, with a sample size of 75 people. Data processing was conducted using the Chi-Square test. From the research results, more than half of the respondents, namely 51 (68%) pregnant women, did not comply with Fe consumption. There were 45 (60%) pregnant women who experienced anemia. Through the chi-square statistical test, it was found that there is a relationship between noncompliance in consuming Fe and the incidence of anemia with a p-value=0.006. Based on the findings of this study, it can be concluded that there is a relationship between noncompliance with Fe consumption and the incidence of anemia in pregnant women. It is recommended that health centers increase the role of healthcare workers in monitoring health during pregnancy and are expected to enhance counseling as well as provide information regarding the administration of Fe tablets..Keywords    : Fe tablets, Anemia, Pregnant Women