cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
elizaarman.ea@gmail.com
Phone
+62elizaarman.ea@gmail.co
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Bara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
ISSN : 26559641     EISSN : 26555840     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika dua kali setahun pada setiap bulan Mei dan November. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Teknologi Laboratorium medik, Biomedik, Kesehatan lingkungan Focus dan Scope jurnal adalah Teknologi Laboratorium Medik, ilmu Biomedik, Ilmu Kesehatan
Articles 494 Documents
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SIRSAK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO BARU KOTA SUNGAI PENUH Angraini, Siska Sakti; Morika, Honesty Diana; Ilahi, Rahma Kurnia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30911

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, gagal jantung, serta penyakit ginjal kronis. Berdasarkan data WHO, prevalensi hipertensi pada lansia di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, dengan angka kejadian tertinggi pada kelompok usia di atas 60 tahun. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah pemberian air rebusan daun sirsak, yang mengandung senyawa aktif seperti acetogenins, alkaloid, dan flavonoid yang berfungsi sebagai vasodilator alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun sirsak terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru Kota Sungai Penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Paired T-Test. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi lansia berusia lebih dari 60 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 16 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi adalah 170,63 mmHg dan setelah intervensi menurun menjadi 146,81 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum intervensi adalah 101,13 mmHg dan setelah intervensi menurun menjadi 89,00 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan pemberian air rebusan daun sirsak terhadap penurunan tekanan darah dengan nilai p-value = 0,000 (p ≤ 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologis bagi lansia dan keluarga dalam membantu menurunkan tekanan darah di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru Kota Sungai Penuh.Kata kunci: Air Rebusan daun sirsak, tekanan darah, hipertensi, lansia ABSTRACTHypertension is one of the degenerative diseases commonly experienced by the elderly and can increase the risk of complications such as stroke, heart failure, and chronic kidney disease. According to WHO data, the prevalence of hypertension among the elderly in Indonesia continues to increase every year, with the highest incidence found in individuals over 60 years of age. One non-pharmacological therapy that can help reduce blood pressure is the administration of soursop leaf decoction, which contains active compounds such as acetogenins, alkaloids, and flavonoids that function as natural vasodilators. This study aimed to determine the effect of soursop leaf decoction on blood pressure among elderly patients with hypertension in the working area of Koto Baru Public Health Center, Sungai Penuh City. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses with the Paired T-Test statistical method. The population in this study consisted of elderly patients aged over 60 years with a total sample of 16 respondents. The results showed that the average systolic blood pressure before the intervention was 170.63 mmHg and decreased to 146.81 mmHg after the intervention. The average diastolic blood pressure before the intervention was 101.13 mmHg and decreased to 89.00 mmHg after the intervention. Statistical test results indicated a significant effect of soursop leaf decoction on the reduction of blood pressure, with a p-value = 0.000 (p ≤ 0.05). The results of this study are expected to serve as an alternative non-pharmacological therapy for the elderly and their families in helping to lower blood pressure in the working area of Koto Baru Public Health Center, Sungai Penuh City.Keywords: Soursop leaf decoction, blood pressure, hypertension, elderly  
Hubungan Supervisi dengan Penerapan Patient Safety dalam Pengurangan Risiko Jatuh di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Palembang Lestari, Pia Indah; Desvitasari, Helsy; Sari, Sri Mulia; Setiawan, Setiawan; Putinah, Putinah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30833

Abstract

ABSTRAK   Risiko jatuh merupakan masalah keselamatan pasien yang masih sering terjadi di ruang rawat inap dan berpotensi menimbulkan cedera serius, sehingga memerlukan penerapan patient safety yang optimal dengan dukungan supervisi keperawatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan supervisi dengan penerapan patient safety dalam pengurangan risiko jatuh di ruang rawat inap Rumah Sakit X Palembang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 68 perawat pelaksana melalui teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner supervisi dan lembar observasi penerapan patient safety, dengan analisis uji Chi-Square. Hasil menunjukkan p-value = 0,004 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan bermakna antara supervisi dan penerapan patient safety dalam pengurangan risiko jatuh. Supervisi yang baik berkontribusi terhadap konsistensi pengkajian risiko jatuh, pengamanan lingkungan, dan edukasi pasien serta keluarga. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan mengoptimalkan fasilitas keselamatan, menerapkan sistem reward zero-fall incident, dan melakukan safety briefing sebelum setiap shift untuk meningkatkan keselamatan pasien secara berkelanjutan.Kata Kunci: Supervisi, Patient Safety, Risiko Jatuh Abstract  Fall risk remains a common patient safety problem in inpatient wards and has the potential to cause serious injuries, therefore requiring optimal implementation of patient safety supported by effective nursing supervision. This study aimed to determine the relationship between supervision and the implementation of patient safety in reducing fall risk in the inpatient ward of Hospital X Palembang. This study used a quantitative descriptive correlational design with a cross-sectional approach, involving 68 staff nurses selected through total sampling. The research instruments consisted of a supervision questionnaire and an observation sheet for the implementation of patient safety, with data analyzed using the Chi-Square test. The results showed a p-value of 0.004 (< 0.05), indicating a significant relationship between supervision and the implementation of patient safety in reducing fall risk. Good supervision contributes to consistent fall risk assessment, environmental safety management, and education for patients and their families. Therefore, hospitals are recommended to optimize safety facilities, implement a zero-fall incident reward system, and conduct safety briefings before each shift to continuously improve patient safety.Keywords: Supervision, Patient Safety, Risk of Falls   
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT RSI SITI RAHMAH PADANG Siska ferilda; Relin yesika; Rizki mulkan; Sandra Tri Juli Fendri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30948

Abstract

Kualitas pelayanan adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi dari rumah sakit. Instalasi Farmasi RSI Siti Rahmah Padang merupakan penyedia layanan oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sehingga perlu diperoleh masukan mengenai sejauh mana tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan, khususnya pada bagian pelayanan farmasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan metode purposive sampling, penelitian dimulai dengan pengumpulan data dari bulan Juni hingga Juli 2023. Penelitian ini dilakukan dengan ukuran sampel 100 orang dan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur di mana responden diminta untuk mengisi kuesioner tersebut, yaitu pasien rawat jalan yang berpartisipasi di BPJS Kesehatan. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif menggunakan perangkat lunak SPSS yang bertujuan untuk mengukur parameter tingkat kepuasan, yaitu reliabilitas, responsivitas, jaminan, empati, dan bentuk nyata.Tingkat kepuasan pasien rawat jalan yang berpartisipasi dalam BPJS Kesehatan terhadap pelayanan farmasi di Instalasi Farmasi RSI Siti Rahmah Padang memperoleh persentase keandalan sebesar 76,05% (puas), responsivitas sebesar 73,43% (puas), jaminan sebesar 75,15% (puas), empati sebesar 74,88% (puas), dan wujud nyata sebesar 76,15% (puas) dengan tingkat kepuasan rata-rata sebesar 74,9% dan termasuk dalam kategori puas. Uji statistik karakteristik responden, yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan kunjungan pasien, mempengaruhi tingkat kepuasan pasien rawat jalan yang berpartisipasi dalam BPJS Kesehatan terhadap pelayanan farmasi di Instalasi Farmasi RSI Siti Rahmah Padang.      Kata kunci: Kepuasan pelayanan, BPJS, farmasi, Padang.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH DI DESA LAMTENGOH INGIN JAYA ACEH BESAR Mansuriza Mansuriza; Asasun Naja; Syukriadi Syukriadi; Nurul Sakdah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.30951

Abstract

Perkembangan motorik halus mendukung keterampilan dasar anak prasekolah. Di Indonesia, 13%–18% anak di bawah lima tahun mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan, termasuk keterlambatan motorik. Pengetahuan ibu merupakan kunci untuk memberikan stimulasi yang tepat, seperti merangkai manik-manik, menggambar, atau bermain konstruktif. Pada tahun 2024, Desa Lamteungoh memiliki angka gangguan motorik halus tertinggi di antara seluruh Puskesmas Lambaro Ingin Jaya, yaitu 35% (17 dari 49 kasus). Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengetahuan ibu dan perkembangan motorik halus anak prasekolah di Desa Lamteungoh, Ingin Jaya, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional. Sampel terdiri dari 41 ibu anak prasekolah yang dipilih menggunakan total sampling. Pengetahuan ibu dinilai menggunakan kuesioner, dan perkembangan motorik anak dievaluasi menggunakan Denver Developmental Screening Test (DDST). Analisis univariat dan bivariat digunakan untuk menguji uji chi-square (signifikansi: 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus yang abnormal lebih sering terjadi pada anak-anak yang ibunya memiliki pengetahuan yang kurang (91,7%) atau cukup (84,6%). Oleh karena itu, perkembangan normal lebih sering terjadi pada anak-anak dari ibu yang memiliki pengetahuan yang baik (56,2%). Kemudian, analisis statistik mengkonfirmasi adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan perkembangan motorik halus anak (p = 0,009). Hal ini menunjukkan bahwa upaya harus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu melalui pendidikan dan konseling tentang stimulasi motorik halus untuk mencapai pertumbuhan anak yang optimal.Keywords: Pengetahuan Keibuan, Keterampilan Motorik Halus, Anak Prasekolah