cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
elizaarman.ea@gmail.com
Phone
+62elizaarman.ea@gmail.co
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Bara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
ISSN : 26559641     EISSN : 26555840     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika dua kali setahun pada setiap bulan Mei dan November. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Teknologi Laboratorium medik, Biomedik, Kesehatan lingkungan Focus dan Scope jurnal adalah Teknologi Laboratorium Medik, ilmu Biomedik, Ilmu Kesehatan
Articles 513 Documents
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SIRSAK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO BARU KOTA SUNGAI PENUH Siska Sakti Angraini; Honesty Diana Morika; Rahma Kurnia Ilahi; Ade Nurhasanah Amir; Silvie Permata Sari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30911

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, gagal jantung, serta penyakit ginjal kronis. Berdasarkan data WHO, prevalensi hipertensi pada lansia di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, dengan angka kejadian tertinggi pada kelompok usia di atas 60 tahun. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah pemberian air rebusan daun sirsak, yang mengandung senyawa aktif seperti acetogenins, alkaloid, dan flavonoid yang berfungsi sebagai vasodilator alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun sirsak terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru Kota Sungai Penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Paired T-Test. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi lansia berusia lebih dari 60 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 16 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi adalah 170,63 mmHg dan setelah intervensi menurun menjadi 146,81 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum intervensi adalah 101,13 mmHg dan setelah intervensi menurun menjadi 89,00 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan pemberian air rebusan daun sirsak terhadap penurunan tekanan darah dengan nilai p-value = 0,000 (p ≤ 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologis bagi lansia dan keluarga dalam membantu menurunkan tekanan darah di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru Kota Sungai Penuh.Kata kunci: Air Rebusan daun sirsak, tekanan darah, hipertensi, lansia ABSTRACTHypertension is one of the degenerative diseases commonly experienced by the elderly and can increase the risk of complications such as stroke, heart failure, and chronic kidney disease. According to WHO data, the prevalence of hypertension among the elderly in Indonesia continues to increase every year, with the highest incidence found in individuals over 60 years of age. One non-pharmacological therapy that can help reduce blood pressure is the administration of soursop leaf decoction, which contains active compounds such as acetogenins, alkaloids, and flavonoids that function as natural vasodilators. This study aimed to determine the effect of soursop leaf decoction on blood pressure among elderly patients with hypertension in the working area of Koto Baru Public Health Center, Sungai Penuh City. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses with the Paired T-Test statistical method. The population in this study consisted of elderly patients aged over 60 years with a total sample of 16 respondents. The results showed that the average systolic blood pressure before the intervention was 170.63 mmHg and decreased to 146.81 mmHg after the intervention. The average diastolic blood pressure before the intervention was 101.13 mmHg and decreased to 89.00 mmHg after the intervention. Statistical test results indicated a significant effect of soursop leaf decoction on the reduction of blood pressure, with a p-value = 0.000 (p ≤ 0.05). The results of this study are expected to serve as an alternative non-pharmacological therapy for the elderly and their families in helping to lower blood pressure in the working area of Koto Baru Public Health Center, Sungai Penuh City.Keywords: Soursop leaf decoction, blood pressure, hypertension, elderly  
Hubungan Supervisi dengan Penerapan Patient Safety dalam Pengurangan Risiko Jatuh di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Palembang Pia Indah Lestari; Helsy Desvitasari; Sri Mulia Sari; Setiawan Setiawan; Putinah Putinah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30833

Abstract

ABSTRAK   Risiko jatuh merupakan masalah keselamatan pasien yang masih sering terjadi di ruang rawat inap dan berpotensi menimbulkan cedera serius, sehingga memerlukan penerapan patient safety yang optimal dengan dukungan supervisi keperawatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan supervisi dengan penerapan patient safety dalam pengurangan risiko jatuh di ruang rawat inap Rumah Sakit X Palembang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 68 perawat pelaksana melalui teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner supervisi dan lembar observasi penerapan patient safety, dengan analisis uji Chi-Square. Hasil menunjukkan p-value = 0,004 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan bermakna antara supervisi dan penerapan patient safety dalam pengurangan risiko jatuh. Supervisi yang baik berkontribusi terhadap konsistensi pengkajian risiko jatuh, pengamanan lingkungan, dan edukasi pasien serta keluarga. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan mengoptimalkan fasilitas keselamatan, menerapkan sistem reward zero-fall incident, dan melakukan safety briefing sebelum setiap shift untuk meningkatkan keselamatan pasien secara berkelanjutan.Kata Kunci: Supervisi, Patient Safety, Risiko Jatuh Abstract  Fall risk remains a common patient safety problem in inpatient wards and has the potential to cause serious injuries, therefore requiring optimal implementation of patient safety supported by effective nursing supervision. This study aimed to determine the relationship between supervision and the implementation of patient safety in reducing fall risk in the inpatient ward of Hospital X Palembang. This study used a quantitative descriptive correlational design with a cross-sectional approach, involving 68 staff nurses selected through total sampling. The research instruments consisted of a supervision questionnaire and an observation sheet for the implementation of patient safety, with data analyzed using the Chi-Square test. The results showed a p-value of 0.004 (< 0.05), indicating a significant relationship between supervision and the implementation of patient safety in reducing fall risk. Good supervision contributes to consistent fall risk assessment, environmental safety management, and education for patients and their families. Therefore, hospitals are recommended to optimize safety facilities, implement a zero-fall incident reward system, and conduct safety briefings before each shift to continuously improve patient safety.Keywords: Supervision, Patient Safety, Risk of Falls   
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT RSI SITI RAHMAH PADANG Siska ferilda; Relin yesika; Rizki mulkan; Sandra Tri Juli Fendri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30948

Abstract

Kualitas pelayanan adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi dari rumah sakit. Instalasi Farmasi RSI Siti Rahmah Padang merupakan penyedia layanan oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sehingga perlu diperoleh masukan mengenai sejauh mana tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan, khususnya pada bagian pelayanan farmasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan metode purposive sampling, penelitian dimulai dengan pengumpulan data dari bulan Juni hingga Juli 2023. Penelitian ini dilakukan dengan ukuran sampel 100 orang dan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur di mana responden diminta untuk mengisi kuesioner tersebut, yaitu pasien rawat jalan yang berpartisipasi di BPJS Kesehatan. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif menggunakan perangkat lunak SPSS yang bertujuan untuk mengukur parameter tingkat kepuasan, yaitu reliabilitas, responsivitas, jaminan, empati, dan bentuk nyata.Tingkat kepuasan pasien rawat jalan yang berpartisipasi dalam BPJS Kesehatan terhadap pelayanan farmasi di Instalasi Farmasi RSI Siti Rahmah Padang memperoleh persentase keandalan sebesar 76,05% (puas), responsivitas sebesar 73,43% (puas), jaminan sebesar 75,15% (puas), empati sebesar 74,88% (puas), dan wujud nyata sebesar 76,15% (puas) dengan tingkat kepuasan rata-rata sebesar 74,9% dan termasuk dalam kategori puas. Uji statistik karakteristik responden, yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan kunjungan pasien, mempengaruhi tingkat kepuasan pasien rawat jalan yang berpartisipasi dalam BPJS Kesehatan terhadap pelayanan farmasi di Instalasi Farmasi RSI Siti Rahmah Padang.      Kata kunci: Kepuasan pelayanan, BPJS, farmasi, Padang.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH DI DESA LAMTENGOH INGIN JAYA ACEH BESAR Mansuriza Mansuriza; Asasun Naja; Syukriadi Syukriadi; Nurul Sakdah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.30951

Abstract

Perkembangan motorik halus mendukung keterampilan dasar anak prasekolah. Di Indonesia, 13%–18% anak di bawah lima tahun mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan, termasuk keterlambatan motorik. Pengetahuan ibu merupakan kunci untuk memberikan stimulasi yang tepat, seperti merangkai manik-manik, menggambar, atau bermain konstruktif. Pada tahun 2024, Desa Lamteungoh memiliki angka gangguan motorik halus tertinggi di antara seluruh Puskesmas Lambaro Ingin Jaya, yaitu 35% (17 dari 49 kasus). Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengetahuan ibu dan perkembangan motorik halus anak prasekolah di Desa Lamteungoh, Ingin Jaya, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional. Sampel terdiri dari 41 ibu anak prasekolah yang dipilih menggunakan total sampling. Pengetahuan ibu dinilai menggunakan kuesioner, dan perkembangan motorik anak dievaluasi menggunakan Denver Developmental Screening Test (DDST). Analisis univariat dan bivariat digunakan untuk menguji uji chi-square (signifikansi: 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus yang abnormal lebih sering terjadi pada anak-anak yang ibunya memiliki pengetahuan yang kurang (91,7%) atau cukup (84,6%). Oleh karena itu, perkembangan normal lebih sering terjadi pada anak-anak dari ibu yang memiliki pengetahuan yang baik (56,2%). Kemudian, analisis statistik mengkonfirmasi adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan perkembangan motorik halus anak (p = 0,009). Hal ini menunjukkan bahwa upaya harus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu melalui pendidikan dan konseling tentang stimulasi motorik halus untuk mencapai pertumbuhan anak yang optimal.Keywords: Pengetahuan Keibuan, Keterampilan Motorik Halus, Anak Prasekolah
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI REBUSAN, REMASAN DAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) Sandra Tri Juli Fendri; Verawati Verawati; Aliffia Febriana; Siska Ferilda
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.31024

Abstract

Sungkai (Peronema canescens Jack) merupakan salah satu tumbuhan obat yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun sungkai sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat herbal dalam menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidandari rebusan, remasandan seduhan daunsungkai. Karakterisasi sari hasil rebusan, remasan dan seduhan daun sungkai meliputi pemeriksaan organoleptis, penentuan rendemen, skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil pemeriksaan organoleptis rebusan, remasan dan seduhan daun berbentuk cairan berwarna coklat dan coklat pekat pada remasan, berbau khas dan rasa pahit, diperoleh rendemen sebesar 3,30%, 3,72%, 3,30% dan hasil skrining fitokimia menunjukkan terdapat senyawa yang sama yaitu fenolik, flavonoid, saponin dan terpenoid. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada pada panjang gelombang maksimum 518 nm. Hasil pengukuran nilai 1C50 dari rebusan sebesar 51,777 ppm, pada remasan sebesar 124,792 ppm dan seduhan sebesar 80,633 ppm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rebusan dan seduhan daun sungkai memiliki aktivitas antioksidan yang kuat sedangkan pada remasan daun sungkai memiliki aktivitas antioksidan yang sedang.Katakunci: Daun sungkai(Peronema canescens Jack), Antioksidan, Rebusan, Remasan, Seduhan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG PAKU KOTA SOLOK Rosa Fitri Amalia; Weni Lidya Handayani; Afridon Afridon; Netty Herawati; Ridhyalla Afnuhazi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.31025

Abstract

Berdasarkan World Health Organization (WHO) Jumlah orang dengan gangguan jiwa 970 juta orang di dunia hidup dengan gangguan mental, pada Puskesmas yang ada di kota Solok terutama Puskesmas Tanjung Paku jumlah angka mengalami skizofrenia 64 orang dengan harga diri rendah 3 orang. Tujuan dilakukan penelitian untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan harga diri rendah di rumah melalui pendekatan proses keperawatan.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal pada satu orang pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil asuhan keperawatan yang dilakukan pada tanggal 15 – 19 Oktober 2025, interaksi dilakukan dari strategi pelaksanaan 1 sampai 4 pelaksanaannya dilakukan 7 kali interaksi dimana saat melakukan implementasi pasien kurang memahami strategi pelaksanaan 1 dan 3 sehingga perlu dilakukan implementasi berulang pada pasien. Diharapkan kepada petugas kesehatan terutama penanggung jawab jiwa untuk lebih memotivasi keluarga dan menjelaskan kepada keluarga apa yang dilakukan jika terjadi tanda gejala pada pasien serta mempertahankan aktivitas positif untuk mencegah kekambuhan.Kata kunci           : Asuhan Keperawatan, Skizofrenia, Harga Diri REndah
PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA ANAK LEUKEMIA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SINGGAH KOMUNITAS CAHAYA PADANG Nila Eza Fitria; Delvi Hamdayani; Yulia Arifin
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2552

Abstract

Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang cukup sering ditemui pada anak anak. Pengobatan yang tepat untuk leukemia yaitu kemoterapi. Kemoterapi merupakan pengobatan secara sistemik sehingga obat yang diberikan tidak langsung mengenai pada tumor tetapi juga mengenai jaringan normal. Kemoterapi merupakan pengobatan secara sistemik, oleh karena juga akan merusak jaringan normal. Kebanyakan efek samping akut yang timbul seperti mual, muntah, alopesia, dan penekanan sumsum tulang, sedangkan efek samping lambat yang terjadi berbeda-beda dan termasuk pulmonary fibrosis, neuropathy, dan nephropathy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan kecemasan pada anak leukemia yang menjalani kemoterapi di rumah Singgah Komunitas Cahaya Metodologi Penelitian : Penelitian dengan rancangan pre-eksperimental design dengan pendekatan One-Group Pre-Posttest design kemudian dilakukan pengamatan sebelum dan sesudah diberikan progressive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan kecemasan pada anak leukemia yang menjalani kemoterapi. Sampel pada penelitian ini adalah anak kanker yang menjalani kemoterapi sebanyak 12 orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini didapatkan terdapatnya pengaruh progressive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan kecemasan pada anak leukemia yang menjalani kemoterapi di rumah singgah komunitas cahaya Padang  Hasil uji normalitas data di dapatkan data terdistribusi tidak normal maka analisis menggunakan uji T dependent. p = 0,001.Kata Kunci : Kecemasan, PMR, Leukemia, Anak, Kemoterapi
Analisis Pengelolaan Dana BOK Dalam Upaya Pencegahan Stunting di Puskesmas Sentosa Baru Kota Medan Fadillah Salwa; Adinda Dwi Fitria; Indah Doanita Hasibuan; Khovifah Khairani; Rizka Sahilla
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2358

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi fokus utama di Indonesia. Puskesmas Sentosa Baru Kota Medan sebagai pelayanan kesehatan memiliki peran dalam upaya pencegahan stunting. Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) menjadi salah satu sumber pendanaan utama untuk kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Dana BOK dalam upaya pencegahan stunting di Puskesmas Sentosa Baru Kota Medan. Metode kualitatif digunakan dengan melakukan wawancara mendalam terhadap empat informan, observasi dan telaah dokumen. Informan meliputi kepala puskesmas, bendahara BOK, penanggungjawab program gizi, dan kader posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOK dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pencatatan dan pelaporan, serta monitoring dan evaluasi. Perencanaan kegiatan pencegahan stunting didasarkan pada juknis BOK dan melalui rapat UKM serta mini lokakarya. Pelaksanaan program melibatkan penanggungjawab program gizi, tenaga kesehatan, dan kader posyandu dengan mengikuti menu kegiatan yang telah ditetapkan. Sistem pencatatan dan pelaporan dilakukan dengan membuat kelengkapan SPJ dan diverifikasi oleh pihak terkait. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui rapat UKM dan mini lokakarya untuk memastikan keberhasilan program. Pengelolaan dana BOK dalam upaya pencegahan stunting di Puskesmas Sentosa Baru Kota Medan telah terimplementasi secara optimal dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya pencegahan stunting.Kata kunci : Dana BOK, Pencegahan Stunting, Pengelolaan, Puskesmas
KESIAPSIAGAAN TENAGA KESEHATAN DALAM TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR Dewi Aprilia Ningsih. I; Ruri Maiseptya Sari; Yulita Elvira Silviani; Elza Wulandari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2539

Abstract

Tenaga Kesehatan memiliki peran penting untuk mempersiapkan kelompok rentan pada fase-fasebencana khususnya dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajaritentang kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam tanggap darurat bencana banjir. Penelitian inimenggunakan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah tenagakesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas sukamerindu kota bengkulu tahun 2022 sebanyak 49orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental samplingberjumlah 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan dari 45 responden terdapat 10 orang kurangsiap dalam menghadapi bencana, 35 orang siap dalam menghadapi bencana. Dari 45 respondenterdapat 18 orang <10 tahun pengalaman kerja dan 27 orang dengan pengalaman kerja ≥ 10 tahun,terdapat 11 orang tidak pernah mengikuti pelatihan dan 34 orang pernah mengikuti penelitian,responden terdapat 10 orang yang menyatakan sumber daya kurang, 17 orang yang menyatakancukup, dan baik 18 orang menyatakan baik. Tidak ada hubungan yang signifikan antarapengalaman kerja, pelatihan, dan sumber daya dengan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalammenghadapi banjir di Wilayah kerja Pusekesams Sukamerindu Kota Bengkulu. Diharapkankepada pihak tenaga kesehatan di puskesmas dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuanakan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.Kata Kunci : Kesiapsiagaan, Tenaga Kesehatan, Bencana, Banjir
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENTAL TERHADAP PENURUNAN RISIKO GANGGUAN STRES PASCATRAUMA PADA PENYINTAS BENCANA YANG TINGGAL DI WILAYAH PASIR PUTIH KOTA PADANG Anisa Febristi; Sari Setiarini; Cyintia Permata Ayu; Bunga Cita Lestari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.31075

Abstract

Bencana Alam tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan mentalpenyintas, salah satunya berupa gangguan stres pascatrauma (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD).Edukasi kesehatan mental merupakan salah satu intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan,kemampuan koping, dan membantu menurunkan gejala PTSD pada penyintas pascabencana.Tujuan:Menganalisis efektivitas edukasi kesehatan mental terhadap penurunan risiko gangguan stres pascatraumapada penyintas pascabencana galodo.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimentaldengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dipilihmenggunakan teknik total sampling. Tingkat gejala PTSD diukur sebelum dan sesudah pemberian edukasikesehatan mental menggunakan kuesioner PTSD yang telah tervalidasi. Edukasi meliputi pengenalanPTSD, reaksi psikologis pascabencana, teknik relaksasi napas dalam, teknik grounding, pentingnyadukungan keluarga, serta informasi mengenai akses layanan kesehatan jiwa. Analisis data dilakukanmenggunakan Paired t-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besarresponden mengalami gejala PTSD kategori sedang–berat sebanyak 32 responden (80,0%), sedangkan 8responden (20,0%) berada pada kategori ringan. Setelah edukasi kesehatan mental, proporsi respondendengan gejala PTSD kategori sedang–berat menurun menjadi 10 responden (25,0%), sementara 30responden (75,0%) berada pada kategori ringan.. Hasil uji Paired t-test menunjukkan nilai p < 0,001, yangberarti terdapat penurunan gejala PTSD yang bermakna setelah pemberian edukasi kesehatanmental.Kesimpulan: Edukasi kesehatan mental efektif menurunkan tingkat gejala PTSD pada penyintaspascabencana galodo. Intervensi ini dapat dijadikan salah satu strategi promotif dan preventif dalampelayanan keperawatan komunitas serta program penanggulangan bencana untuk mempercepat pemulihanpsikologis penyintas.Kata kunci: Edukasi kesehatan mental, Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD, penyintas bencana.