cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
elizaarman.ea@gmail.com
Phone
+62elizaarman.ea@gmail.co
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Bara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
ISSN : 26559641     EISSN : 26555840     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika dua kali setahun pada setiap bulan Mei dan November. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Teknologi Laboratorium medik, Biomedik, Kesehatan lingkungan Focus dan Scope jurnal adalah Teknologi Laboratorium Medik, ilmu Biomedik, Ilmu Kesehatan
Articles 494 Documents
The Effect of Wharton’s Jelly Mesenchymal Stem Cells on Nestin Gene Expression in Alzheimer's Rat Models Annita, Annita; Telaumbanua, Arniat Christiani; Rahayu, Yanti; Dafriani, Putri; Panus, Hendri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30890

Abstract

Alzheimer's disease (AD) is characterized by neurodegeneration and decreased neurogenesis due to neuroinflammation and free radical accumulation. Nestin is an intermediate filament protein that serves as a primary marker for neural progenitor cells in the neurogenesis process. This study aimed to analyze the effect of Wharton’s Jelly Mesenchymal Stem Cells (WJ-MSCs) administration on Nestin gene expression in an Alzheimer's rat model. This experimental study with a posttest-only control group design utilized male white rats (Rattus norvegicus) induced by Aluminum chloride (AlCl3) at a dose of 300 mg/kg BW orally for 5 days to model Alzheimer's pathology. A dose of 1×106 WJ-MSCs was injected intraperitoneally in the treatment group. One month post-therapy, Nestin gene expression from brain tissue was analyzed using quantitative Real-Time Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR) and statistically tested with One-Way ANOVA. The results showed a statistically significant difference (p < 0.05), with a significant increase in Nestin gene expression in the WJ-MSCs treated group compared to the positive control group. It is concluded that the administration of WJ-MSCs effectively increases Nestin gene expression, indicating an improvement in the regeneration and neurogenesis processes in the brain tissue of Alzheimer's rat models.
Pengaruh Edukasi Deteksi Dini Stroke dengan Metode FAST terhadap Pengetahuan Penderita Hipertensi Grade 1 Niken Adellia Pratiwi; Apriani Apriani; Rahmalia Afriyani; Lela Aini; Abdul Syafei
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30834

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, termasuk di Indonesia Salah satufaktor risiko utama stroke adalah hipertensi. Peningkatan kasus hipertensi menunjukkan tingginya risikoterjadinya komplikasi serius seperti stroke, kurangnya pengetahuan mengenai tanda dan gejala awal strokedapat menyebabkan keterlambatan penanganan oleh karna itu deteksi dini stroke sangat penting untukdilakukan salah satunya melalui metode FAST (Face, Arm, Speech, Time) yang sederhana dan mudahdipahami. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi deteksi dini stroke dengan metodeFAST terhadap pengetahuan penderita hipertensi grade 1 di wilayah kerja Puskesmas Merdeka Palembang.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre-Eksperimen menggunakanrancangan one group pretest–posttest. Populasi penelitian ini adalah penderita hipertensi grade 1 di wilayahkerja puskesmas merdeka palembang. Jumlah sampel 37 responden yang dipilih menggunakan totalsampling. Penelitian di lakukan pada tanggal 18 Desember 2025. Data dikumpulkan melalui kuesionerpretest–posttest serta analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanyapeningkatan median skor pengetahuan dari 42,85 menjadi 85,71 dengan p-value 0,000. Kesimpulan, bahwaterdapat pengaruh edukasi deteksi dini stroke menggunakan metode FAST terhadap pengetahuan penderitahipertensi grade 1. Saran pada penelitian ini perlunya menambahkan variabel lain, serta melakukanpengukuran ulang untuk menilai keberlanjutan peningkatan pengetahuan setelah edukasi.
PENGARUH PENGETAHUAN REMAJA PRA DAN PASCA INTERVENSI MEDIA VIDEO ANIMASI MENGENAI SEKS PRANIKAH DI SMPN 4 BENGKULU TENGAH puri, chandrainy; Nordin, isyah Guntari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30886

Abstract

Kehamilan pada remaja menimbulkan risiko komplikasi dan kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan dewasa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu, anak perempuan cenderung menikah pada usia 14-18 tahun, dengan Kabupaten Bengkulu Tengah menunjukkan persentase sebesar 20,65%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video animasi tentang seks pranikah terhadap pengetahuan remaja di SMPN 4 Bengkulu Tengah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Instrumen penelitian berupa kuesioner, disertai media video animasi sebagai intervensi. Populasi penelitian terdiri dari 96 siswa kelas VIII di SMPN 4 Bengkulu Tengah yang dipilih dengan teknik purposive sampling, menghasilkan sampel sebanyak 33 responden. Data dikumpulkan melalui sumber data primer dalam bentuk kueioner dimana kuesioner menggunakan skala guttman  dalam bentuk ceklis adapun cara pemberian skor dengan cara melihat dari jawaban responden jika iya skornya 1 jika tidak maka skornya 0, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (48,5%) responden berusia 13 tahun dan (63,6%). Berjenis kelamin  perempuan . 42,4% responden mendapat informasi tentang seks pranikah dari teman, dan 57,6% menyatakan tidak pernah mendengar diskusi tentang topik ini dalam keluarga. Rata-rata skor pengetahuan remaja pra intervensi adalah 9,39 (SD=3,33), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 11,91 (SD=2,33). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z=-4,06 dengan p-value=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan remaja pra dan pasca intervensi. Dapat disimpulkan bahwa media video animasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai seks pranikah di SMPN 4 Bengkulu Tengah. Disarankan agar pihak sekolah memberikan informasi yang relevan dan melaksanakan program edukasi melalui kegiatan sosialisasi kepada siswa.Kata Kunci: Pengetahuan, Remaja, Media Video Animasi, Seks Pranikah
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial di Malam Hari dengan Kualitas Tidur pada Remaja Kusumawati, Sevi Sartika; Arindari, Dewi Rury; Afriyani, Rahmalia; Desvitasari, Helsy; Arini, Dea Mega
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30835

Abstract

ABSTRAK  Penggunaan media sosial pada malam hari semakin meningkat di kalangan remaja dan berpotensi memengaruhi kualitas tidur. Penggunaan gawai pada malam hari dapat mengganggu tidur karena paparan cahaya biru yang diterima retina dan diteruskan ke pusat pengatur ritme sirkadian di otak. Kondisi ini menekan produksi hormon melatonin sehingga menunda waktu tidur dan menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial di malam hari dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Karya Ibu Palembang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMA Karya Ibu Palembang sebanyak 178 siswa dengan sampel 71 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada 04–11 Desember 2025. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 53,5% responden memiliki intensitas penggunaan media sosial aktif pada malam hari dan 71,8% responden memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0,006 (<0,05), sehingga disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial di malam hari dengan kualitas tidur remaja. Sekolah disarankan memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak untuk meningkatkan kualitas tidur remaja.Kata kunci: Intensitas media sosial; kualitas tidur; malam hari; remaja ABSTRACT  Nighttime social media use among adolescents is increasingly prevalent and has the potential to affect sleep quality. The use of electronic devices at night can disrupt sleep due to exposure to blue light, which is received by the retina and transmitted to the brain's circadian rhythm regulatory center. This condition suppresses melatonin hormone production, thereby delaying sleep onset and reducing sleep quality. This study aimed to examine the relationship between nighttime social media usage intensity and sleep quality among adolescents at SMA Karya Ibu Palembang. The study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of all grade X and XI students at SMA Karya Ibu Palembang, totaling 178 students, with a sample of 71 respondents selected using accidental sampling technique. Data collection was conducted from December 4–11, 2025. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that 53.5% of respondents had active nighttime social media usage intensity, and 71.8% had poor sleep quality. The Chi-Square test yielded a p-value of 0.006 (<0.05), indicating a statistically significant relationship between nighttime social media usage intensity and sleep quality among adolescents. It is recommended that the school provide education on wise social media use to help improve adolescents' sleep quality.Keywords : Social media intensity; sleep quality; nighttime;adolescents
EDUKASI KESEHATAN JIWA BERBASIS BOOKLET UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN HALUSINASI PENDENGARAN Tibo, Arnoldus; Avelina, Yuldensia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30896

Abstract

Edukasi menggunakan booklet efektif memudahkan keluarga memahami proses terjadinya halusinasi hingga cara penanganannya secara mandiri di rumah. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan edukasi kesehatan jiwa berbasis booklet dalam meningkatkan pengetahuan keluarga serta mendukung perawatan pasien dengan halusinasi pendengaran di wilayah kerja Puskesmas Waipare. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien dengan halusinasi pendengaran beserta keluarga sebagai caregiver utama, dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan selama tiga kali kunjungan dengan pemberian edukasi menggunakan booklet yang memuat pengertian halusinasi, tanda dan gejala, jenis halusinasi, cara merawat, prinsip 6 benar pemberian obat, serta modifikasi lingkungan. Hasil menunjukkan keluarga mengalami peningkatan pemahaman dan keterlibatan dalam mendampingi pasien, termasuk kepatuhan minum obat, sedangkan kemampuan klien dalam memahami edukasi masih terbatas. Edukasi berbasis booklet efektif mendukung perawatan dan pengendalian halusinasi, serta menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perawat, klien, dan keluarga. Disarankan tenaga kesehatan untuk rutin memberikan edukasi keluarga dan memanfaatkan media edukasi visual yang dapat dipelajari berulang kali agar perawatan di rumah lebih optimal dan risiko kekambuhan dapat diminimalkan.Kata Kunci: Booklet, Edukasi Kesehatan Jiwa, Halusinasi Pendengaran, Pengetahuan Keluarga
Hubungan Pola Penggunaan gadget terhadap kebutuhan istirahat anak usia prasekolah di TPA Ibrahim Palembang THE RELATIONSHIP BETWEEN GADGET USAGE PATTERNS AND REST NEEDS AMONG PRESCHOOL-AGED CHILDREN Hamas, Emilia Nafis; Fatriansari, Asih; Aprian, Aprian; Pahrul, Dedi; Afriyani, Rahmalia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30852

Abstract

Perkembangan teknologi digital menyebabkan penggunaan gadget semakin umum pada anak usia prasekolah. Fenomena ini terlihat darimeningkatnya penggunaan gadget oleh anak untuk bermain ataumenonton video dalam waktu lama, bahkan sebelum tidur. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kualitasdan kebutuhan istirahat anak. Padahal anak usia prasekolah beradapada masa perkembangan penting sehingga gangguan istirahat dapatberdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganpola penggunaan gadget dengan kebutuhan istirahat pada anak usiaprasekolah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasionaldengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada 19 Januari2026 di TPA Ibrahim Palembang. Sampel berjumlah 30 anak yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkansebagian besar anak memiliki pola penggunaan gadget kategori sedang(53%) dan kebutuhan istirahat kategori normal (90%). Uji Spearman Rank menunjukkan nilai p < 0,005 dengan r 0,502, yang berartiterdapat hubungan signifikan antara pola penggunaan gadget dan kebutuhan istirahat. Arah hubungan yang positif menunjukkan bahwasemakin tinggi penggunaan gadget, maka kebutuhan istirahat anakcenderung menurun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa polapenggunaan gadget berhubungan secara signifikan dengan kebutuhanistirahat anak usia prasekolah.Kata Kunci: Anak Usia Prasekola, Kebutuhan Istirahat, Pola Penggunaan GadgetABSTRACTThe development of digital technology has made gadget useincreasingly common among preschool children. This phenomenoncan be seen from the increasing use of gadgets by children to playgames or watch videos for long periods of time, even before bedtime. Uncontrolled gadget use can affect the quality and adequacy ofchildren’s rest. Preschool children are in an important stage ofdevelopment, therefore disturbances in rest can affect physical growth, cognitive development, and emotional regulation. This study aimed todetermine the relationship between gadget usage patterns and restneeds in preschool children. This study used a quantitativecorrelational design with a cross-sectional approach conducted onJanuary 19, 2026 at Ibrahim Daycare Center, Palembang. The sampleconsisted of 30 children selected using a total sampling technique. The results showed that most children had a moderate category of gadget usage patterns (53%) and normal rest needs (90%). The SpearmanRank test showed a value of p < 0.005 with r = 0.502, indicating a significant relationship between gadget usage patterns and rest needs. The positive direction of the relationship indicates that higher gadget use tends to be associated with decreased rest needs in children. Therefore, it can be concluded that gadget usage patterns are significantly related to the rest needs of preschool children.Keywords: Gadget Usage Patterns, Preschool-Aged Children, Rest Needs 
Implementation of Progressive Muscle Relaxation to Reduce Auditory Hallucination Symptoms at Waipare Public Health Center Novita Passar, Maria Amalia Erlinda; Avelina, Yuldesia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30828

Abstract

Auditory hallucinations were sensory perception disturbances commonly experienced by individuals with mental disorders and could interfere with social functioning and daily activities. In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological nursing interventions were needed to help individuals control hallucination symptoms. One such intervention was progressive muscle relaxation, which aimed to reduce anxiety, stress, and physical tension so that individuals became calmer and more focused.This case study aimed to describe the implementation of progressive muscle relaxation in reducing auditory hallucination symptoms in the working area of Waipare Public Health Center. A descriptive design with a nursing process approach was applied, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The subjects consisted of two individuals who met the inclusion criteria. Progressive muscle relaxation was administered in a structured and routine manner according to standard operating procedures during the study period. Data were collected using mental health nursing care documentation and were analyzed descriptively.The results indicated a reduction in the frequency and intensity of auditory hallucinations, a decrease in anxiety levels, and an improvement in the participants’ ability to control hallucination symptoms. The participants were also able to perform the relaxation exercises independently with family assistance. Progressive muscle relaxation was recommended as a non-pharmacological nursing intervention for individuals experiencing auditory hallucinations and could be further developed in community mental health nursing services.Keywords: auditory hallucinations, progressive muscle relaxation, nursing intervention, case study
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS Fahriani, Metha; Supriyanto, Gatot; Amalia, Annisa
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30906

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang serius, dengan kelompok usia remaja (15-24 tahun) sebagai salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi. Pengetahuan yang rendah tentang HIV/AIDS menjadi faktor risiko utama penularan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan berbasis media video animasi terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 12 Rejang Lebong. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dengan jumlah sampel sebanyak 72 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Intervensi yang diberikan berupa penayangan video animasi berdurasi 12-15 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang sebanyak 29 orang dengan nilai rata-rata 61,83. Setelah intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan kategori baik sebanyak 58 orang dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 85,24. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan berbasis video animasi terhadap tingkat pengetahuan remaja, guna mencegah penularan penyakit HIV/AIDS diharapkan bagi siswa-siswi dapat terus meningkatkan kesadaran diri dan aktif dalam mencari informasi kesehatan mengenai HIV/AIDS.
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Viyasni, Vivian Dwi; Sari, Sri Mulia; Arindari, Dewi Rury; Afriyani, Rahmalia; Putinah, Putinah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30832

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak dikendalikan. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mudah dan aman, salah satunya terapi tertawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gandus. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 17 lansia dengan hipertensi yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 Desember 2025. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisa data yang digunakan adalah uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 155,53 mmHg menjadi 145,24 mmHg dan diastolik menurun dari 95,59 mmHg menjadi 80,47 mmHg dan diperoleh p-value 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Disarankan bagi puskesmas dan posyandu agar terapi tertawa dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis sebagai pendukung dalam kegiatan posyandu lansia dalam upaya promotif dan preventif.Kata kunci: Terapi tertawa, Tekanan darah, Lansia, Hipertensi. ABSTRACTHypertension was a common health problem among older adults and had the potential to cause complications if not properly controlled. In addition to pharmacological therapy, safe and simple non-pharmacological interventions were needed, one of which was laughter therapy. This study aimed to determine the effect of laughter therapy on blood pressure in older adults with hypertension in the working area of Gandus Public Health Center. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 17 older adults with hypertension who were selected using purposive sampling. The study was conducted from December 19 to 21, 2025. Blood pressure was measured before and after the intervention. Data analysis was performed using the paired sample t-test. The results showed that the mean systolic blood pressure decreased from 155.53 mmHg to 145.24 mmHg, and the mean diastolic blood pressure decreased from 95.59 mmHg to 80.47 mmHg, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Therefore, it was concluded that laughter therapy had a significant effect on reducing blood pressure in older adults with hypertension. It was recommended that public health centers and integrated health posts for older adults consider laughter therapy as a supportive non-pharmacological intervention to enhance promotive and preventive health efforts.Keywords: Blood pressure, Elderly, Hypertension, Laughter therapy.   
Family Education Using a Booklet Improved Medication Adherence in Hallucinating Patients in the Waipare Public Health Center Area Kidi, Theresia Silvia; Avelina, Yuldensia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30829

Abstract

Auditory hallucinations were a primary symptom in patients with severe mental disorders and could disrupt social functioning, sleep patterns, and increase the risk of harmful behavior if not properly managed. Medication non-adherence was one of the main factors contributing to relapse and was often influenced by a lack of understanding and insufficient family support. This case study aimed to describe the implementation of a family education intervention using a booklet to improve medication adherence among patients with auditory hallucinations in the working area of Waipare Public Health Center.The study employed a case study approach using the nursing process, which included assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The subjects consisted of two patients with auditory hallucinations and their families as primary caregivers, who were selected through purposive sampling. The intervention was conducted over three days through home visits by providing health education using a booklet that contained information about the definition of hallucinations, the importance of medication adherence, medication side effectsKeywords: Auditory hallucinations; Booklet; Family education; Medication adherence