cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ursj.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Urban and Regional Studies Journal
Published by Universitas Bosowa
ISSN : -     EISSN : 26568705     DOI : https://doi.org/10.35965/ursj.v3i2
Urban and Regional Studies Journal menerbitkan artikel yang pada bidang perencanaan pengembangan wilayah, perencanaan kota, perkotaan, infrastruktur, transportasi, dan kawasan perdesaan.
Articles 151 Documents
Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Kebijakan Konsep Smart City di Kota Makassar Mas, Anggi Azizah; Manaf, Murshal; Latief, Rudi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6063

Abstract

Sebagai kota metropolitan dan pusat pemerintahan di Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar telah berupaya menerapkan konsep Smart City guna meningkatkan mutu pelayanan publik berbasis teknologi informasi. Meskipun kebijakan ini telah diterapkan selama lebih dari sepuluh tahun, dampaknya masih belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Padahal salah satu dimensi penting dalam Smart City adalah Smart People atau keterlibatan masyarakatnya dan bagaimana mereka mendapat manfaat dari Smart City. Sehingga didapatkan hipotesis bahwa masyarakat belum banyak dilibatkan dan harus diliat pada tingkat mana keterlibatannya agar dapat dikaji lebih lanjut upaya peningkatannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam pelaksanaan kebijakan Smart City. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penilaian skoring partisipasi dengan dasar Teori Arnstein terkait tingkat partisipasi masyarakat. Dari hasil analisis skoring, diketahui bahwa tingkat keterlibatan masyarakat masih berada pada tingkat rendah, yakni dalam kategori non-participation, dimana pelibatan warga hanya terbatas pada bentuk partisipasi simbolik seperti konsultasi atau pemberian informasi sepihak. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan Smart City tidak cukup ditentukan oleh penggunaan teknologi dalam acara pemerintah semata, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi masyarakat dan sejauh mana mereka dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yeng lebih menargertkan masyarakat sebagai objek. As a metropolitan city and centre of government in South Sulawesi Province, Makassar City has attempted to implement the Smart City concept to improve the quality of public services based on information technology. Although this policy has been implemented for more than ten years, its impact has not been felt in real terms by the community. Whereas one of the important dimensions in Smart City is Smart People or community involvement and how they benefit from Smart City. So it is hypothesized that the community has not been involved much and must be seen at what level of involvement it is so that efforts to improve it can be further studied. This study examines the extent to which the community is involved in implementing the Smart City policy. The study was conducted with a quantitative approach through a participation scoring assessment based on Arnstein's Theory related to the level of community participation. From the results of the scoring analysis, it is known that the level of community involvement is still at a low level, namely in the non-participation category, where citizen involvement is only limited to symbolic forms of participation such as consultation or provision of unilateral information. Overall, these findings confirm that the success of the Smart City policy is not determined by the use of technology in government events alone, but is also greatly influenced by the extent to which the community is actively involved in the planning and implementation of activities that target the community as an object.
Prediksi Kebutuhan Kapasitas Dermaga Berdasarkan Tren Perubahan Pola Penyeberangan Muhibuddin, Andi Firman; Alfadin Nur, Dewa Sagita; Fada, Andi Tenri; Rizqiyah, Umara Hasmarani; Firnawati, Firnawati
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6216

Abstract

Penelitian ini mengkaji kebutuhan kapasitas dermaga pelabuhan penyeberangan di Pelabuhan Pomako, Papua dengan mempertimbangkan perubahan pola penyeberangan. Permasalahan utama adalah ketidakseimbangan antara kapasitas kapal dan fluktuasi permintaan penumpang serta kendaraan, yang berdampak pada operasional pelabuan. Metode yang digunakan adalah proyeksi ekonometrik berbasis analisis regresi menggunakan data time-series pada rentang tahun 2017–2021, yang mengaitkan jumlah pengguna pelabuhan, baik itu jumlah penumpang, motor serta angkutan ringan dan berat dengan variabel ekonomi dan demografi seperti PDRB dan jumlah penduduk. Hasil proyeksi menunjukkan peningkatan signifikan kebutuhan kapasitas dermaga seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi, dengan proyeksi peningkatan jumlah penumpang hingga 36,6% dan kendaraan angkutan ringan dan berat masing-masing hingga 57,7% dan 35,5% pada tahun 2030. Hasil penelitian menyimpulkan kapasitas dermaga saat ini perlu ditingkatkan untuk mengakomodasi lonjakan permintaan dan mengoptimalkan pelayanan pelabuhan agar efisien dan berkelanjutan. Rekomendasi ini penting untuk mendukung kelancaran mobilitas dan distribusi barang di wilayah Papua. This study examines the dock capacity requirements at Pomako Ferry ports, considering changing crossing patterns. The primary issue is the imbalance between vessel capacity and the fluctuating demand for passengers and vehicles, which impacts port operations. The method used is an econometric projection based on regression analysis using time-series data from 2017 to 2021, linking the number of port users—including passengers, motorcycles, and light and heavy vehicles—with economic and demographic variables such as GRDP and population. The projection results indicate a significant increase in dock capacity needs in line with economic and population growth, with passenger numbers expected to rise by 36.6%, and light and heavy vehicle transport by 57.7% and 35.5%, respectively, by 2030. The study concludes that the current dock capacity must be enhanced to accommodate demand surges and optimize port services for efficiency and sustainability. These recommendations are crucial to support smooth mobility and goods distribution in the Papua region.
Dampak Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir Tamangapa Terhadap Kondisi Kehidupan Masyarakat Hasanuddin, Andika Saputra; Iskandar, Doddy Aditya
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6275

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa di Kota Makassar telah menjadi pusat pengelolaan sampah utama sejak 1992. Namun, seiring meningkatnya jumlah penduduk dan volume sampah, TPA ini mengalami kelebihan kapasitas yang menimbulkan berbagai dampak terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak keberadaan TPA Tamangapa terhadap kondisi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling kepada 20 responden yang tinggal di wilayah terdampak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis spasial menggunakan metode IDW di aplikasi ARCMap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak utama yang dirasakan masyarakat meliputi pencemaran udara berupa bau menyengat, terutama saat musim hujan dan di wilayah timur TPA, serta terganggunya mobilitas akibat truk sampah yang parkir di bahu jalan. Penelitian ini menekankan perlunya perbaikan manajemen TPA, penataan infrastruktur pendukung, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan The Tamangapa Final Disposal Site (TPA) in Makassar City has served as the primary waste management center since 1992. However, due to population growth and increasing waste volume, the site has exceeded its capacity, resulting in various environmental and social impacts on surrounding communities. This study aims to identify the effects of the Tamangapa landfill on the living conditions of nearby residents. A qualitative descriptive method was used, with purposive sampling applied to 20 respondents living in affected areas. Data were collected through observation, interviews, documentation, and spatial analysis using the IDW method in the ARCMap application. The findings reveal two major impacts: air pollution in the form of foul odors—especially during the rainy season and in areas east of the landfill—and disrupted community mobility caused by garbage trucks parked on the roadside due to a lack of proper parking facilities. The study emphasizes the need for improved landfill management, better infrastructure planning, and increased public awareness of environmental health
Peran Transportasi Laut Dalam Mendukung Mobilitas Masyarakat Di Kabupaten Kepulauan Aru Hutanjalay, Chikal; Hadianti, Atrida
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6277

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menggambarkan peran sistem transportasi laut dalam mendukung mobilitas kehidupan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deduktif kuantitatif, pendekatan deduktif menggunakan teori secara deduktif dan menempatkannya di awal studi dengan tujuan menguji atau menverifikasi teori dari pada mengembangkannya. Pendekatan ini digunakan sebagai kerangka kerja untuk melakukan penelitian dengan mengumpulkan data melalui survei lapangan, indept interview, dan observasi langsung pada sepuluh gugus pulau yang nantinya dilakukan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis pergerakan perjalanan orang berdasarkan naik turun penumpang yang ada di Pelabuhan Dobo sebagai pintu gerbang akses keluar masuk orang dari beberapa gugus pulau menunjukan bahawasanya interaksi tertinggi terjadi pada Gugus Pulau IV (Dobo) dan Gugus Pulau V (Benjina) yaitu sebanyak 1,115 pergerakan, hal ini dikarenakan keduanya berfungsi sebagai simpul kegiatan produksi barang dan jasa, sehingga interaksi orang memiliki intensitas yang tinggi. Selain itu juga pergerakan tertinggi masih berada dan menuju Gugus Pulau IV (Dobo) yang mengindikasikan ketergantungan akan kebutuhan pergerakan orang dan barang yang masih terpusat pada perkotaan Dobo. Sedangkan untuk pergerakan barang berdasarkan jumlah bongkar muat barang, pergerakan barang tertinggi terjadi pada tiga gugus pulau yaitu Gugus Pulau V (Benjina) menuju Gugus Pulau IV (Dobo) dengan 1.087 ton per tahun, Gugus Pulau X (Meror) menuju Gugus Pulau IV (Dobo) dengan 1,075 ton per tahun dan Gugus Pulau X (Meror) menuju Gugus Pulau V (Benjina) dengan 1,018 ton per tahun. Pergerakan menuju Gugus Pulau IV (Dobo) dan Gugus Pulau V (Benjina) merupakan perjalanan dalam rangka menjual hasil bumi, mengingat kedua gugus pulau tersebut sebagai simpul distribusi barang This study aims to describe the role of the marine transportation system in supporting the mobility of people’s lives in the Aru Islands Recency. The method used in this study is a quantitative deductive approach, a deductive approach uses theory deductively and places it at the beginning of the study with the aim of testing or verifying the theory rather than developing it. This approach is used as a framework for conducting research by collecting data through field survey, in-depth interviews, and direct observation on ten island clusters which will later be subjected to quantitative descriptive analysis. The results of the study showed that the analysis of people’s travel movements based on passengers getting on and off at Dobo Port as the getway for people to enter and exit from several island clusters showed that the highest interaction occurred in Island Cluster IV (Dobo) and Island Cluster V (Benjina) which was 1,115 movements, this is because both function as nodes for production activities of goods and services, so that people’s interactions have a high intensity. In addition, the highest movement is still in and towards Island Cluster IV (Dobo) which indicates dependence on the needs of people and goods movement which are still centered ini the city of Dobo. Meanwhile, for the movement of goods based on the amount of loading and unloading of goods, the highest movement of goods occurs in the three island groups, namely Island Group V (Benjina) to Island Group IV (Dobo) with 1,087 tons per year, Island Group X (Meror) to Islan Group IV (Dobo) with 1,075 tons per year and Islan Group X (Meror) to Island Group V (Benjina) with 1,018 tons per year. The movement to Islan Group IV (Dobo) and Island Group V (Benjina) is a journey in order to sell agricultural product, considering that the two island groups are distribution nodes for goods
Strategi Pembangunan Kawasan Industri PT. Conch North Sulawesi Cement Terhadap Transformasi Penggunaan Lahan Di Kabupaten Bolaang Mongondow Mokoginta, Sucipto; Latief, Rudi; Aksa, Kamran
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan spasial yang mendorong terjadinya transformasi penggunaan lahan di sekitar kawasan industri PT. Conch North Sulawesi Cement di Kabupaten Bolaang Mongondow, serta merumuskan arah strategi pembangunan kawasan industri yang berkelanjutan. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui integrasi observasi lapangan dan penyebaran kuesioner terstruktur kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas industri. Analisis Chi-Kuadrat digunakan untuk menguji hubungan antara delapan faktor penyebab, yaitu pertumbuhan penduduk, harga tanah, fasilitas ekonomi, karakter tempat, kebijakan tata ruang, tekanan ekonomi, investasi eksternal, dan kondisi fisik wilayah terhadap perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh dari delapan variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap transformasi lahan, dengan pertumbuhan penduduk dan harga tanah sebagai faktor dominan. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi yang menekankan pentingnya optimalisasi karakter spasial lokal, penguatan kebijakan tata ruang, dan pengelolaan lahan adaptif berbasis masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola lahan yang berkelanjutan dapat dicapai apabila dinamika spasial dikembangkan secara selaras dengan kapasitas sosial dan lingkungan lokal, sehingga menjadi dasar empiris bagi perencanaan wilayah di daerah berkembang. This study investigates the socio-spatial factors driving land use transformation around the PT. Conch North Sulawesi Cement industrial estate in Bolaang Mongondow Regency and formulates strategic directions for sustainable industrial development. A quantitative approach was applied, integrating field observations and structured questionnaires distributed to local communities directly affected by industrial expansion. The Chi-Square test was used to identify the significance of relationships among demographic growth, land price escalation, economic facilities, place character, spatial policy, economic pressure, external investment, and physical conditions. The results reveal that seven of the eight variables significantly influence land transformation, with population growth and land price being the most dominant. SWOT analysis was subsequently employed to derive strategic directions emphasizing the optimization of local spatial characteristics, strengthening spatial policy enforcement, and promoting community-based adaptive land management. The findings highlight that sustainable land governance in developing regions can be achieved when industrial expansion aligns with local socio-spatial capacities and environmental balance.
Efektivitas Pemetaan Terintegrasi Dengan Pemanfaatan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone Pada Program Strategis Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Di Kabupaten Bantaeng Ruskin, Andi Musdar; Muhibuddin, Andi; Jaya, Baso
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemetaan terintegrasi dengan pemanfaatan Peta Foto UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  (Citra Satelit Resolusi Tinggi) dalam mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Bantaeng. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya cakupan pendaftaran tanah di wilayah tersebut dan perlunya inovasi metode pemetaan yang lebih efisien dan akurat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan mixed method, dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran lapangan. Sampel yang digunakan dalam studi ini terdiri dari 94 bidang tanah yang mewakili populasi 1.344 bidang. Analisis dilakukan untuk membandingkan efektivitas metode pemetaan konvensional dengan metode fotogrametri berbasis Peta Foto UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  dari segi waktu pelaksanaan, efisiensi tenaga kerja, biaya operasional, serta jumlah bidang tanah yang berhasil dipetakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Peta Foto UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  secara signifikan meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil pemetaan dalam pelaksanaan PTSL. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis terhadap percepatan program PTSL serta menjadi acuan pengembangan kebijakan teknis pemetaan tanah berbasis teknologi modern. Penerapan teknologi geospasial seperti UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital pertanahan nasional. Kajian ini juga memberi gambaran konkret tentang optimalisasi sumber daya dalam pelaksanaan PTSL di daerah dengan keterbatasan akses dan SDM. This study aims to examine the effectiveness of integrated mapping through the utilization of UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone Photo Maps (High-Resolution Satellite Imagery) in supporting the implementation of the National Strategic Program for Complete Systematic Land Registration (PTSL) in Bantaeng Regency. The background of this research is based on the still low coverage of land registration in the region and the need for innovative mapping methods that are more efficient and accurate. The research employs a mixed-method approach, with primary data collected through observation, interviews, documentation, and field measurements. The sample used in this study consists of 94 land parcels representing a population of 1,344 parcels. The analysis was conducted to compare the effectiveness of conventional mapping methods with UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone-based photogrammetric mapping in terms of implementation time, labor efficiency, operational costs, and the number of land parcels successfully mapped. The results indicate that the use of UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone Photo Maps significantly enhances the efficiency and quality of mapping results in the implementation of PTSL. This study is expected to provide practical contributions to accelerating the PTSL program and to serve as a reference for the development of technical policies on modern technology-based land mapping. The application of geospatial technology such as UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone s represents an important step in supporting the digital transformation of national land administration. This study also provides a concrete overview of resource optimization in the implementation of PTSL in areas with limited access and human resources.
Penanganan Permukiman Kumuh Dengan Pendekatan Karateristik Dan Faktor Penyebab Kekumuhan Di Kelurahan Wandaka, Kabupaten Buton Utara Djatmiko, Agit; Nasrullah, Nasrullah; Latief, Rudi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7493

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor dominan penyebab kekumuhan permukiman di Kawasan Wandaka, Kabupaten Buton Utara, menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi lapangan terhadap 87 rumah tangga yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Hasil uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) sebesar 0,782 dan Bartlett’s Test signifikan (p < 0,05) menunjukkan data layak untuk PCA. Analisis menghasilkan dua komponen utama dengan total varian 74,32%. Komponen pertama adalah faktor sosial-ekonomi yang mencakup pendapatan, pendidikan, mata pencaharian, dan kepemilikan lahan, sedangkan komponen kedua adalah faktor demografi keluarga yang diwakili oleh jumlah anggota keluarga. Temuan menunjukkan bahwa kekumuhan di Wandaka dipengaruhi terutama oleh keterbatasan ekonomi dan tekanan demografis. Oleh karena itu, strategi penanganan perlu mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengendalian kepadatan penduduk, dan perbaikan akses terhadap layanan dasar. This study aims to identify the dominant factors causing slum conditions in the Wandaka area, North Buton Regency, using the Principal Component Analysis (PCA) method. Data were collected through questionnaires and field observations of 87 households selected using proportionate stratified random sampling. The Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) test result of 0.782 and Bartlett's Test significance (p < 0.05) indicate that the data is suitable for PCA. The analysis produced two main components with a total variance of 74.32%. The first component was the socioeconomic factor, which included income, education, livelihood, and land ownership, while the second component was the family demographic factor, represented by the number of family members. The findings indicate that slum conditions in Wandaka are mainly influenced by economic constraints and demographic pressures. Therefore, mitigation strategies need to include improving community welfare, controlling population density, and improving access to basic services.
Arahan Perencanaan Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Agro-Technopark Untuk Meningkatkan Daya Saing Wilayah Iskariyanto, Iskariyanto; Aksa, Kamran; Salim, Agus
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7628

Abstract

Pengembangan sektor pertanian berbasis inovasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing wilayah, terutama di kawasan dengan potensi agraris tinggi seperti Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktor kendala dalam perencanaan kawasan pertanian terpadu berbasis Agro-Technopark, dan (2) menyusun strategi pengembangan kawasan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak AMOS 24 untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik dan diperkuat dengan analisis SWOT untuk merumuskan strategi. Hasil analisis SEM mengidentifikasi lima faktor penghambat utama yang berpengaruh signifikan, yaitu: (1) Pemahaman dan Kapasitas SDM Pertanian (X1), (2) Persepsi terhadap Produktivitas Sistem (X2), (3) Kesesuaian Model dengan Ekosistem Lokal (X3), (4) Pendekatan Komprehensif dan Integralistik (X6), dan (5) Dukungan Kebijakan Pembangunan Pertanian (X7). Sementara itu, dua faktor, yaitu Integrasi Potensi Lokal (X4) dan Kelembagaan dan Integrator Sistem (X5), memiliki pengaruh yang lemah. Model SEM dinyatakan good fit yang menunjukkan bahwa strategi utama yang harus diambil adalah strategi ofensif. Strategi inti yang dirumuskan meliputi: (1) Mengembangkan Agro-Technopark sebagai pusat inovasi daerah berbasis komoditas unggulan (padi, kakao, hortikultura) dengan memanfaatkan dukungan kebijakan nasional (SIDa) dan daerah (RPJMD); (2) Meningkatkan riset dan penerapan smart farming melalui kolaborasi Triple Helix; (3) Mendorong investasi hijau dan hilirisasi produk pertanian lokal; serta (4) Menjadikan kawasan sebagai model sustainable agroecosystem yang mendukung agenda ekonomi hijau.Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa penguatan faktor internal, khususnya kapasitas SDM dan dukungan kebijakan, serta pemanfaatan peluang eksternal berupa kebijakan nasional dan potensi pasar, merupakan kunci sukses pengembangan kawasan. Implementasi strategi yang diusulkan diharapkan dapat mentransformasi Kecamatan Andowia menjadi kawasan pertanian modern, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi model pengembangan Agro-Technopark di wilayah timur Indonesia. Developing an innovation-based agricultural sector is key to enhancing regional competitiveness, especially in areas with high agricultural potential like Andowia District, North Konawe Regency. This research aims to (1) identify the limiting factors in integrated agricultural area planning based on Agro-Technopark, and (2) develop competitive and sustainable area development strategies. This research uses a mixed methods approach that integrates quantitative and qualitative analysis. Quantitative data was collected thru questionnaires administered to 100 respondents and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 24 software to test causal relationships between variables. Qualitative data was obtained from in-depth interviews, field observations, and document studies, which were then analyzed thematically and strengthened with SWAT analysis to formulate strategies. The results of the SEM analysis identified five major inhibiting factors that had a significant impact, namely: (1) Understanding and Capacity of Agricultural Human Resources (X1), (2) Perception of System Productivity (X2), (3) Model Suitability with the Local Ecosystem (X3), (4) Comprehensive and Integralistic Approach (X6), and (5) Support for Agricultural Development Policies (X7). Meanwhile, two factors, namely Local Potential Integration (X4) and System Institutions and Integrators (X5), had a weak influence. The SEM model is considered a good fit indicating that the main strategy to be adopted is an offensive strategy. The core strategies formulated include: (1) Developing an Agro-Technopark as a regional innovation center based on superior commodities (rice, cocoa, horticulture) by leveraging national (SIDa) and regional (RPJMD) policy support; (2) Enhancing research and the application of smart farming thru Triple Helix collaboration; (3) Promoting green investment and downstream processing of local agricultural products; and (4) Establishing the area as a model sustainable agroecosystem that supports the green economy agenda. The conclusion of this study emphasizes that strengthening internal factors, particularly human resource capacity and policy support, as well as capitalizing on external opportunities such as national policies and market potential, are key to the successful development of the region. The implementation of the proposed strategy is expected to transform Andowia District into a modern, competitive, and sustainable agricultural area, while also serving as a model for the development of Agro-Technoparks in eastern Indonesia.
Representasi Kota Dalam Perspektif Generasi Z Di Kota Kendari Syahban, Aziz; Amri, Erwin; Toding, Apriana
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7629

Abstract

Penelitian ini menyoroti bagaimana Generasi Z merepresentasikan Kota Kendari melalui dua ranah, dimensi fisik dan digital. Fokus analisis diarahkan pada pengaruh karakteristik demografi, pengalaman berinteraksi dengan kota, serta pemanfaatan teknologi digital. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain eksplanatif. Data diperoleh dari survei terhadap 136 responden Generasi Z, yang terdiri atas pelajar SMA, mahasiswa, dan pekerja muda, dengan teknik pengambilan sampel acak. Proses analisis dilakukan menggunakan model regresi linear berganda dan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi fisik kota terutama ditunjukkan melalui keberadaan landmark seperti Masjid Agung Al Alam, Jembatan Bahteramas. Sebaliknya, representasi digital terbentuk kuat melalui aktivitas media sosial. Faktor demografi terbukti berpengaruh signifikan terhadap representasi fisik, sementara pengalaman kota tidak memberikan pengaruh. Di sisi lain, penggunaan teknologi digital memiliki peran dominan dalam membangun representasi baik fisik maupun digital. Temuan ini menegaskan adanya pergeseran paradigma representasi perkotaan di era digital, di mana identitas kota terbentuk dari keterkaitan antara ruang nyata dengan ruang digital. This study highlights how Generation Z represents Kendari City through two domains: the physical and digital dimensions. The analysis focuses on the influence of demographic characteristics, experiences interacting with the city, and the use of digital technology. The research approach used is quantitative with an explanatory design. Data were obtained from a survey of 136 Generation Z respondents, consisting of high school students, university students, and young workers, using a random sampling technique. The analysis process was conducted using multiple linear regression models and path analysis. The results show that the physical representation of the city is primarily demonstrated through the presence of landmarks such as the Al Alam Grand Mosque and the Bahteramas Bridge. In contrast, digital representation is strongly formed through social media activity. Demographic factors are proven to have a significant influence on physical representation, while city experience has no effect. On the other hand, the use of digital technology plays a dominant role in constructing both physical and digital representations. These findings confirm a paradigm shift in urban representation in the digital era, where city identity is formed from the relationship between real and digital spaces.
Pengaruh Pariwisata Bahari Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Nabire: Studi Kasus: Wisata Pantai Gedo Banne, Yulius; Saleh, Haeruddin; Djahid, Jamaluddin
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan pariwisata bahari terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan studi kasus pada kawasan wisata Pantai Gedo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh potensi besar Pantai Gedo sebagai destinasi wisata bahari yang belum memberikan kontribusi optimal terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods yang menggabungkan analisis kuantitatif dengan model Structural Equation Modeling (SEM) serta wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman holistik terhadap fenomena sosialekonomi di kawasan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah kunjungan wisatawan, investasi di sektor pariwisata, dan jumlah usaha wisata memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan PAD Kabupaten Nabire. Selain itu, ditemukan bahwa partisipasi masyarakat lokal, dukungan pemerintah daerah, dan kualitas infrastruktur merupakan faktor kunci yang memperkuat hubungan antara pengembangan wisata dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala seperti lemahnya tata kelola destinasi, keterbatasan anggaran, dan rendahnya promosi wisata yang menghambat optimalisasi potensi pariwisata bahari. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal. Penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan infrastruktur dan promosi destinasi menjadi strategi utama untuk mewujudkan kontribusi nyata pariwisata bahari terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Nabire. This study aims to analyze the influence of marine tourism development on regional economic growth, with a case study of Gedo Beach, Nabire Regency, Central Papua Province. The research is motivated by the substantial potential of Gedo Beach as a marine tourism destination that has yet to make an optimal contribution to increasing local revenue and improving community welfare. A mixedmethods approach was applied, combining quantitative analysis through Structural Equation Modeling (SEM) and qualitative interviews to provide a comprehensive understanding of the socioeconomic dynamics in the study area. The results reveal that the number of tourist visits, tourism investment, and the growth of tourismrelated businesses have a positive and significant impact on the increase of local government revenue (PAD). Moreover, local community participation, government support, and infrastructure quality are identified as key factors that strengthen the relationship between tourism development and regional economic growth. Nevertheless, several challenges remain, including weak destination management, limited budgets, and inadequate tourism promotion. The study concludes that sustainable tourism management requires strong collaboration between local government, communities, and business actors. Policy implications highlight the need for institutional strengthening, human resource capacity development, and infrastructure improvement to ensure that marine tourism contributes effectively to inclusive and sustainable economic growth in Nabire Regency.