cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ursj.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Urban and Regional Studies Journal
Published by Universitas Bosowa
ISSN : -     EISSN : 26568705     DOI : https://doi.org/10.35965/ursj.v3i2
Urban and Regional Studies Journal menerbitkan artikel yang pada bidang perencanaan pengembangan wilayah, perencanaan kota, perkotaan, infrastruktur, transportasi, dan kawasan perdesaan.
Articles 134 Documents
Pengendalian Pembangunan Dalam Rangka Pelestarian Kawasan Tongkonan Penanian Kecamatan Tallunglipu Sibala, Evisanty; Syafri, Syafri; Bahri, Syamsul
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i1.4607

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan lahan mendorong terjadinya kegiatan alih fungsi lahan, tidak terkecuali lahan di kawasan tongkonan. Dimana luas dan lokasi penggunaan lahan yang tidak dikendalikan secara bijaksana dapat mempengaruhi ketersediaan sumberdaya dan mengganggu keseimbangan lingkungan yang berdampak pada kelestarian kawasan tongkonan tersebut. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan yang tidak dikendalikan terhadap pelestarian Kawasan Tongkonan dan untuk merumuskan strategi pengendalian pembangunan di sekitar Kawasan Tongkonan Penanian. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dimana teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yang menganalisis dampak pemabngunan yang tidak dikendalikan di kawasan tongkonan, serta analisis SWOT sebagai metode analisis yang digunakan untuk mengkaji dan menentukan strategi yang tepat di wilayah penelitian sebagai upaya menjaga dan mengendalikan kualitas lingkungan yang penekanannya bertumpu pada aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Dampak pembangunan yang tidak dikendalikan di kawasan Tongkonan dibagi ke dalam 3 (tiga) jenis yaitu dampak sosial budaya, dampak lingkungan dan dampak ekonomi. Seadngka strategi pengendalian pembangunan di kawasan Tongkonan Penanian yaitu dengan memanfaatkan  peluang untuk mempertahankan kekuatan yaitu penegakan aturan yang telah ada melalui pengawasan pemerintah terhadap kegiatan Masyarakat Hukum Adat, merumuskan dan menetapkan aturan yang lebih spesifik mengatur kawasan Tongkonan yang termasuk di dalamnya tidak sembarang mengalihfungsikan lahan Tongkonan dalam rangka menjaga kelestarian budaya Tongkonan, membantu dan memfasilitasi generasi muda dalam mencari pekerjaan melalui informasi yang disebarluaskan oleh pemerintah, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai arti pentingnya menjaga kelestarian budaya melalui sosialisasi, seminar atau kegiatan-kegiatan lainnya dan, merumuskan suatu kebijakan ke dalam suatu program yang dapat meningkatkan edukasi komunikasi serta informasi kepada masyarakat. The increasing need for land encourages land conversion activities, including land in the tongkonan area. Where the area and location of land use that is not controlled wisely can affect the availability of resources and disrupt the environmental balance which has an impact on the sustainability of the tongkonan area. Therefore, This research aims to analyze the impact of uncontrolled development on the preservation of the Tongkonan Area and to formulate development control strategies around the Tongkonan Penanian Area. The research method used is qualitative research, where the analysis technique used is qualitative descriptive analysis which analyzes the impact of uncontrolled development in the tongkonan area, as well as SWOT analysis asThe analytical method used to study and determine appropriate strategies in the research area as an effort to maintain and control environmental quality focuses on aspects of strengths, weaknesses, opportunities and threats. The impacts of uncontrolled development in the Tongkonan area are divided into 3 (three) types, namely socio-cultural impacts, environmental impacts and economic impacts. One strategy for controlling development in the Tongkonan Penanian area is to take advantage of opportunities to maintain strength namely enforcing existing regulations through government supervision of the activities of the Customary Law Community, formulating and establishing more specific rules governing the Tongkonan area, which includes not just converting Tongkonan land in order to preserve Tongkonan culture, helping and facilitating the younger generation in finding work through information disseminated by the government, increasing public awareness regarding the importance of preserving culture through outreach, seminars or other activities and, formulating a policy into a program that can improve communication education and information to the public.
Strategi Peningkatan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Taman Maccini Sombala Kota Makassar Delima S., Sekar Ayu; Manaf, Murshal; Salim, Agus
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i1.4608

Abstract

Keberadaan RTH penting dalam mengendalikan dan memelihara integritas dan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini mengkaji serta merumuskan strategi peningkatan kualitas RTH dan pengaruh faktor fisik, teknis, dan fungsi ekstrinsik terhadap kualitas Ruang Terbuka Hijau di Taman Maccini Sombala, Kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Untuk kuantitatif penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi, sedangkan Pendekatan kualitatif menggunakan pendekatan analisis deskriptif dari in-depth interview serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh faktor fisik, teknis, dan ekstrinsik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kualitas Ruang Terbuka Hijau Taman Maccini Sombala Kota Makassar. Oleh karena itu, disusunlah strategi peningkatan kualitas Ruang Terbuka Hijau Taman Maccini Sombala, antara lain dengan mengembangkan kualitas ruang terbuka hijau, meningkatkan fasilitas rekreasi, menyediakan fasilitas kolam pemancingan, dan memanfaatkan lokasi taman untuk pengembangan kegiatan lainnya. The existence of green open space is important for controlling and maintaining environmental integrity and quality. The aim of this research is to examine and formulate strategies for improving the quality of green open space and the influence of physical, technical, and extrinsic functional factors on the quality of green open space in Maccini Sombala Park, Makassar City. This research method uses quantitative and qualitative research types. For quantitative research, this research uses a correlational research approach, while the qualitative approach uses a descriptive analysis approach derived from in-depth interviews and SWOT analysis. The research results show that the influence of physical, technical, and extrinsic factors together has a significant effect on the quality of the Maccini Sombala Park Green Open Space, Makassar City. Therefore, a strategy was developed to improve the quality of Maccini Sombala Park Green Open Space, including by developing the quality of green open space, improving recreational facilities, providing fishing pond facilities, and utilizing the park location for the development of other activities.
Strategi Peningkatan Walkability Index Di Kawasan Bisnis Dan Wisata Di Kota Makassar Aswaty, Andi Siti Hajar; Manaf, Murshal; Aksa, Kamran
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i1.4609

Abstract

Kaitannya dalam perancangan kota, diperlukan perencanaan pedestrian secara menyeluruh yang saling terkait dengan elemen-elemen perkotaan lainnya, sehingga tersedianya jalur pedestrian yang dapat memfasilitasi berbagai jenis kebutuhan bagi penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi eksisting jalur pedestrian, menghitung tingkat walkability index dan memberikan strategi peningkatan pada index walkability. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk mengidentifikasi tingkat kenyamanan jalur pedestrian Kota Makassar khususnya di Jalan Somba Opu dan Jalan Penghibur digunakan analisis index walkabiity sedangkan untuk mengidentifikasi strategi peningkatan pedestrian digunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fasilitas jalur pejalan kaki relatif baik dan tersedia tetapi masih perlu dilakukan peningkatan dibeberapa variabel. In relation to urban design, comprehensive pedestrian planning is needed that is interrelated with other urban elements, so that pedestrian paths are available that can facilitate various types of needs for users. The aims of this research are to identify the existing condition of the pedestrian path, calculate the level of walkbility index and provide an improvement strategy on the walkbility index. This research uses a qualitative approach. To identify the level of comfort of the Makassar City pedestrian path, especially on Jalan Somba Opu and Jalan Penghibur, walkabiity index analysis was used, while to identify pedestrian improvement strategies SWOT analysis was used. The results of this study indicate that the pedestrian path facilities are relatively good and available but still need to be improved in several variables.
Analisa Kesesuaian Lokasi Peternakan Ayam Di Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai Kurniadi, Indra; Muhibuddin, A.; Aksa, Kamran
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i1.5271

Abstract

Salah satu komoditi peternakan yang umum dipelihara yaitu ayam broiler, ada beberapa faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk membuat lokasi peternakan dan kesesuaian lokasi peternakan yang sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga membuat usaha peternakan berhasil dan mampu memenuhi kebutuhan pangan hewani. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam membuat lokasi peternakan ayam broiler di Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten sinjai serta menganalisa kesesuaian lokasi peternakan dengan aturan atau standarisasi yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus dan analisa data spasial, Teknik pengumpulan data digunakan adalah kuesioner dan Pengukuran dengan menggunakan skala Liekert. Adapun teknik pengumpulan data spasial dilakukan dengan survey lokasi dan pengambilan titik koordinat serta pengumpulan data spasial yang sudah ada. Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk membuat lokasi peternakan ayam broiler di Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai adalah modal (Sangat Setuju); jaminan pasar (Sangat Setuju); jaminan harga dan nilai ekonomis (Sangat Setuju). Faktor yang paling berpengaruh kepada masyarakat untuk membuat lokasi peternakan ayam broiler adalah jaminan harga dan diketahui kesesuaian lokasi peternakan ayam broiler bahwa dari 37 lokasi peternakan yang ada di Kecamatan Sinjai Timur terdapat 18 Lokasi dengan klasifikasi sangat Sesuai, 5 lokasi dengan klasifikasi Sesuai dan 14 lokasi dengan klasifikasi tidak sesuai. One of the livestock commodities that is commonly kept is broiler chickens. There are several factors that influence the community to determine the location of the farm and the suitability of the farm location in accordance with applicable regulations so as to make the livestock business successful and able to meet animal food needs. This research aims to analyze the factors that influence the community in establishing a broiler chicken farming location in East Sinjai District, Sinjai Regency and analyzing the suitability of the farming location with applicable regulations or standards. The research method used is the census method and spatial data analysis. The data collection technique used is a questionnaire and measurements using the Liekert scale. The spatial data collection technique is carried out by surveying locations and taking coordinate points as well as collecting existing spatial data. The research results show that the factors that influence the community to create a location for broiler chicken farming in East Sinjai District, Sinjai Regency are capital (Strongly Agree); market guarantee (Strongly Agree); guaranteed price and economic value (Strongly Agree). The factors that have the most influence on the community in establishing a broiler chicken farming location are price guarantees and it is known that the suitability of the broiler chicken farming location is that of the 37 farming locations in East Sinjai District, there are 18 locations with the classification Very Suitable, 5 locations with the Suitable classification and 14 locations with inappropriate classification.
Pemanfaatan Peta Foto Tegak Sebagai Peta Dasar Untuk Evaluasi Pelaksanaan Rencana Tata Ruang Sulastri, Sulastri; Syafri, syafri; Latief, Rudi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i1.5272

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi Rencana Tata Ruang (RTR) pada potensi adanya ketidaksesuaian pola ruang terhadap existing keadaan di lapangan, sehingga lokasi penelitian yang dipilih terletak pada daerah yang memiliki kemungkinan terdapat pembangunan yang signifikan untuk mendeteksi kecocokan pemanfaatan ruang dan di wilayah yang relative sama atau sedikit pembangunan untuk evaluasi penyusunan pemanfaatan tanah sesuai pola ruang. Penelitian dilakukan di 2 wilayah administrasi Kelurahan/Desa yang keduanya berada di Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.  Area pertama adalah Kelurah Coppo yang berada di Kecamatan Barru Kabuopaten Barru. Hasil dari Penelitian ini menunjukan bahwa (1) Peta Tegak yang dihasilkan dari pemotretan menggunakan wahana nir awak (PUNA) mempunyai hasil akurasi kurang dari 15 cm sehingga dapat digunakan untuk identifikasi batas bidang tanah sehingga dapat dijadikan peta dasar dalam pemetaan perbidang dan klasifikasi pemanfaatan ruangnya di lapangan, (2) Pemanfaatan foto udara yang direkam menggunakan wahana nirawak (PUNA) dapat menghasilkan foto tegak yang beresolusi tinggi dan akurat untuk membantu evaluasi pemanfaatan pola ruang sesuai Rencana tata Ruang (RTR). Data foto udara dapat diakuisisi dan diolah secara cepat sesuai dengan area yang akan dilakukan evaluasi RTR. Penggunaan foto tegak ini sangat tepat dan efisien untuk digunakan pada pemantauan pelaksanaan RTR yang areanya tidak terlalu luas dan membutuhkan data terkini secara cepat dan murah. Sumber daya yang dibutuhkan juga sedikit tetapi ahli dalam bidangnya sehingga hasil foto tegak dapat dijadikan peta dasar dalam kegiatan evaluasi dan pemantauan RTR, (3) Hasil evaluasi pemanfaatan lahan yang menggunakan overlay data peta tegak sebagai peta dasarnya dibbandingkan pola ruang RTRW Barru ditemukan banyak bangunan yang berada di pola ruang non bangunan. Terdapat banyak bangunan terutama di kelurahan Coppo yang berada di area pertanian lahan basah maupun perkebunan. Selain itu pada vektor pola ruang  tidak sesuai dengan keadaan di lapangan sehingga perlu dilakukan updating/pembaharuan pola ruang. Hal ini disebabkan pada saat penyusunan penggunaaan peta dasarnya tidak memeuhi syarat yang ditentukan karena kekurangan data pada saat itu. Hasil identifikasi bangunan yang terindikasi bangunan liar dapat dilakukan peninjauan secara langsung karena terlihat jelas di peta foto. (4) Peta dasar yang dipakai mempunyai akurasi yang lebih tinggi daripada peta dasar yang digunakan saat penyusunan RTRW sehingga bisa dipakai untuk pembuatan atau koreksi pola ruang yang lebih detail, dan (5) Ketersediaan peta dasar yang memenuhi standar yang ditentukan merupakan hal yang sangat penting dalam perencanaan ruang, selain pemantauan dan valuasi peta dasar dapat dijadikan acuan penyusunan RDTR. Hal itu dikarenakan ketelitian peta dasar yang dipakai mempengaruhi keakuratan vektor pola ruang. The purpose of this study is to evaluate the Spatial Plan (RTR) on the potential for spatial pattern inconsistencies with existing conditions in the field, so that the selected research location is located in an area that has the possibility of significant development to detect the suitability of spatial use and in an area that is relatively the same or has little development to evaluate the arrangement of land use according to spatial patterns. The study was conducted in 2 administrative areas of the Village/Kelurahan, both of which are in Barru District, Barru Regency. The first area is Coppo Village which is in Barru District, Barru Regency. The results of this study indicate that (1) The Vertical Map produced from photography using an unmanned aerial vehicle (PUNA) has an accuracy of less than 15 cm so that it can be used to identify land boundaries so that it can be used as a base map in mapping per field and classifying its spatial use in the field, (2) Utilization of aerial photos recorded using an unmanned aerial vehicle (PUNA) can produce high-resolution and accurate vertical photos to help evaluate the use of spatial patterns according to the Spatial Plan (RTR). Aerial photo data can be acquired and processed quickly according to the area to be evaluated for RTR. The use of vertical photos is very appropriate and efficient for use in monitoring the implementation of RTR which is not too large and requires up-to-date data quickly and cheaply. The resources needed are also few but experts in their fields so that the results of vertical photos can be used as basic maps in RTR evaluation and monitoring activities, (3) The results of land use evaluation using vertical map data overlay as the basic map compared to the Barru RTRW spatial pattern found many buildings in the non-building spatial pattern. There are many buildings especially in Coppo sub-district which are located in the wetland agricultural area or plantations. In addition, the vector spatial pattern does not match the conditions in the field so that updating/renewing the spatial pattern needs to be done. This is because at the time of preparation the use of the base map did not meet the specified requirements due to lack of data at that time. The results of the identification of buildings indicated as illegal buildings can be reviewed directly because they are clearly visible on the photo map. (4) The base map used has higher accuracy than the base map used when compiling the RTRW so that it can be used to create or correct more detailed spatial patterns, and (5) The availability of base maps that meet the specified standards is very important in spatial planning, in addition to monitoring and evaluating base maps that can be used as a reference for compiling the RDTR. This is because the accuracy of the base map used affects the accuracy of the spatial pattern vector.
Strategi Pengembangan Potensi Objek Wisata dengan Konsep Blue Economy di Pulau Maratua Kabupaten Berau Wulandari, Padmarani; Syafri, Syafri; Ruslan, Rusneni
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i1.5501

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh penerapan konsep blue economy terhadap pengembangan pariwisata di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, menggunakan pendekatan analisis univariat dan Analytical Hierarchy Process. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan merumuskan arahan konsep blue economy. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan para pemangku kepentingan lokal dan survei, serta data sekunder dari literatur terkait. Data tersebut dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process untuk menetapkan prioritas berdasarkan kepentingan dan pengaruh relatif dari setiap faktor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan konsep blue economy secara signifikan dapat meningkatkan pariwisata berkelanjutan di Pulau Maratua Kabupaten Berau, dengan prioritas tindakan yang telah ditentukan melalui analisis univariat dan analisis Analytical Hierarchy Process. Saran diberikan kepada pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk fokus pada prioritas-prioritas ini dalam perencanaan dan implementasi strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan. This research explores the influence of the implementation of the blue economy concept on tourism development in Maratua Island, Berau Regency, using univariate analysis and analytical hierarchy process approaches. The research objective is to analyze and formulate the direction of the blue economy concept. The research method involved collecting primary data through interviews with local stakeholders and surveys, as well as secondary data from relevant literature. The data were analyzed using analytical hierarchy process to set priorities based on the relative importance and influence of each factor. This study concludes that the application of the blue economy concept can significantly improve sustainable tourism on Maratua Island in Berau Regency, with prioritized actions determined through univariate analysis and Analytical Hierarchy Process. Advice is given to the government, academics, and communities to focus on these priorities in the planning and implementation of sustainable tourism development strategies.
Analisis Kawasan Permukiman Kumuh DAS Jeneberang Kota Makassar Rudianto, Irwan; Syafri, Syafri; Rasyidi, Emil Salim
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i1.5502

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif Survey yang melibatkan pengumpulan data dari sejumlah besar responden menggunakan kuesioner atau wawancara terstruktur. Berdasarkan hasil analisis pengindraan jauh melihat dari 2 tahun berkembangan yang berbeda (Time-lapse) menunjukan bahwa pola bangunan yang berkembang bersifat berkelompok (Radial).  Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap perkembangan permukiman kumuh yaitu kepadatan bangunan dan aksesibilitas yang ada. Dalam perumusan konsep penataan permukiman kumuh diperlukan determinan ruang yang di kaitkan dengan tata guna lahan dan pemanfaatan lahan sehingga menghasilkan regulasi yang terintegritas pada aktivitas berkelanjutan DAS Jeneberang. This study uses a Quantitative Survey method that involves collecting data from a large number of respondents using questionnaires or structured interviews. Based on the results of remote sensing analysis looking at 2 different years of development (Time-lapse) shows that the building patterns that develop are grouped (Radial). Factors that have a significant influence on the development of slums are building density and existing accessibility. In formulating the concept of slum settlement management, spatial determinants are needed that are linked to land use and land utilization so as to produce regulations that are integrated into the sustainable activities of the Jeneberang Watershed.
Identifikasi Elemen Citra Kota Menurut Teori Kevin Lynch pada Koridor Jalan Sulawesi di Kota Makassar Rizqiyah, Umara Hasmarani; Armiwaty, Armiwaty; Firnawaty, Firnawaty; Muhibuddin, Andi Firman
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.5721

Abstract

Kota Makassar, sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia Timur, mengalami perkembangan pesat dalam beberapa dekade terakhir, salah satunya adalah Koridor Jalan Sulawesi. Koridor ini memiliki sejarah panjang yang kaya dengan arsitektur yang beragam, dan menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen kota di koridor Jalan Sulawesi berdasarkan teori citra kota Kevin Lynch. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana elemen-elemen seperti paths, nodes, districts, landmarks, dan edges membentuk citra Jalan Sulawesi. Penelitian ini menganalisis bagaimana elemen-elemen tersebut membentuk persepsi visual dan identitas kota. Observasi dilakukan di kawasan pusat kota Makassar dengan menggunakan metode walk-through audit. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang struktur spasial kota dan memberikan masukan bagi perencanaan kota yang lebih berkelanjutan. Dalam pentlitian ini sudah teridentifikasi elemen-elemen citra kota apa saja yang ada di koridor Sulawesi, dan juga bagaiaman rekomendasi yang dapat diterapkan agar elemen citra kota ini dapat benar-benar menggambarkan kegiatan fisik dan sosial di sepanjang Kawasan koridor jalan. Makassar City, one of the metropolitan cities in Eastern Indonesia, has experienced rapid development in recent decades. One of them is Jalan Sulawesi. This corridor has a long and rich history, and diverse architecture, and is the center of the community's social activities. This study aims to identify the elements of the city on Jalan Sulawesi is based on Kevin Lynch's city image theory. Using a qualitative approach, this study analyzes how elements such as paths, nodes, districts, landmarks, and edges shape the image of Jalan Sulawesi. This study analyzes how these elements shape the visual perception and identity of the city. Observations were conducted in the downtown area of Makassar using the walk-through audit method. The study results are expected to provide a better understanding of the city's spatial structure and provide input for more sustainable city planning. This study has identified the elements of the city image in the Sulawesi corridor and made recommendations for how to apply them so that these city image elements can truly describe physical and social activities along the road corridor area
Partisipasi Masyarakat Terhadap Pelayanan Pengangkutan Sampah Dari Rumah Warga Di Distrik Mimika Baru Yahya, Destinus; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6040

Abstract

Dalam mengatasi permasalahan yang terjadi perlu adanya keterlibatan dan keikutsertaan masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah yang merupakan salah satu alternatif pilihan yang terbaik untuk diberlakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam melakukan pengangkutan sampah di Distrik Mimika Baru. Untuk dapat menjawab tujuan tersebut maka dilakukan: 1) Mengidentifikasi faktor partisipasi masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah; 2) Menganalisis bagaimana partisipasi masyarakat terhadap pengangkutan sampah dari rumah warga di Distrik Mimika Baru. Adapun variabel faktor yang digunakan dalam penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Data-data yang diperlukan diperoleh melalui penyebaran kuisioner. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis tabulasi silang. Hasil studi yang didapatkan berupa 1) faktor Partisipasi masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah yang terdiri dari motivasi dan pengetahuan 2) Hasil analisis regresi sederhana terdapat bahwa partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap pelayanan pengangkutan sampah di Distrik Mimika Baru. In addressing waste management issues, community involvement and participation are among the most effective alternatives that can be implemented. This study aims to examine the level of community participation in waste collection in the Mimika Baru District. To achieve this goal, two main steps were carried out: (1) Identifying the factors that influence community participation in waste management; and (2) Analyzing the forms of community participation in the process of household waste collection in Mimika Baru District.The variables used in this study include age, gender, and education level. This research employs a quantitative descriptive approach, with data collected through the distribution of questionnaires. The data analysis techniques used are descriptive analysis and cross-tabulation. The results of the study indicate that: (1) The factors influencing community participation in waste management include motivation and knowledge; and (2) Based on a simple regression analysis, community participation has a significant effect on the quality of waste collection services in Mimika Baru District.
Penilaian Kesesuaian Kegiatan Pembangunan Infrastruktur Terhadap Pemanfaatan Ruang Kota Sofifi Provinsi Maluku Utara Nurhikmah, Zakia; Manaf, Murshal; Aksa, Kamran
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6042

Abstract

Penelitian ini menilai kesesuaian pembangunan infrastruktur dengan rencana pemanfaatan ruang di Kota Sofifi, Provinsi Maluku Utara, menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan regresi berganda dan analisis SWOT. Hasil menunjukkan bahwa faktor kesesuaian serta geografis dan demografis berpengaruh signifikan terhadap pembangunan infrastruktur. Selain faktor teknis, dinamika kebijakan dan proses pengambilan keputusan di tingkat pemangku kepentingan turut memengaruhi arah pembangunan di Sofifi. Strategi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi lokasi strategis Sofifi, pemanfaatan kebijakan yang ada, pengembangan sektor pariwisata, dan pembangunan kawasan ekonomi terpadu. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam merancang kebijakan tata ruang dan pembangunan infrastruktur yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. This study assesses the suitability of infrastructure development with spatial utilization planning in Sofifi City, North Maluku Province, using a descriptive quantitative method with multiple regression and SWOT analysis. The results show that suitability factors, as well as geographical and demographic aspects, significantly influence infrastructure development. Besides technical factors, policy dynamics and decision-making processes at the stakeholder level also affect the direction of development in Sofifi. The recommended strategies include optimizing Sofifi's strategic location, utilizing existing policies, developing the tourism sector, and establishing an integrated economic zone. These findings are expected to serve as a reference for the government, society, and the private sector in designing more integrated and sustainable spatial planning and infrastructure development policies.