cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ursj.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Urban and Regional Studies Journal
Published by Universitas Bosowa
ISSN : -     EISSN : 26568705     DOI : https://doi.org/10.35965/ursj.v3i2
Urban and Regional Studies Journal menerbitkan artikel yang pada bidang perencanaan pengembangan wilayah, perencanaan kota, perkotaan, infrastruktur, transportasi, dan kawasan perdesaan.
Articles 134 Documents
Pengaruh Pertambangan Batuan Tanpa Izin Terhadap Lingkungan Permukiman di Desa Wasuponda Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur Maharani Anggraeni; Andi Muhibuddin; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penambangan batuan terhadap lingkungan permukiman di Desa Wasuponda dan memberikan arahan untuk mengendalikan aktivitas penambangan tanpa izin. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mengkuantifikasi data dan menjelaskan kejadian secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pertambangan memiliki pengaruh yang bervariasi terhadap lingkungan permukiman, dengan kondisi jalan memiliki hubungan sangat kuat, kondisi air bersih memiliki hubungan lemah, dan kondisi kesehatan masyarakat memiliki hubungan sangat kuat. Pengelolaan penambangan liar di lingkungan permukiman Desa Wasuponda perlu dilengkapi dengan dokumen UKL-UPL untuk mengendalikan dampaknya terhadap lingkungan. This study aims to evaluate the impact of rock mining on residential environments in the village of Wasuponda and provide guidance on controlling unauthorized mining activities. A quantitative descriptive method was used in this research by quantifying data and describing events descriptively. The results showed that the mining area has varying effects on the residential environment, with road conditions having a very strong relationship, clean water conditions having a weak relationship, and community health conditions having a very strong relationship. Management of illegal mining in the residential environment of Wasuponda village needs to be supplemented with an Environmental Management Plan (UKL-UPL) document to control its impact on the environment.
Strategi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Perumahan Bacukiki Kota Parepare Andi Subham; Murshal Manaf; Arif Nasution
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2700

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan lahan tersebut mendorong terjadinya kegiatan alih fungsi lahan, terutama perubahan dari lahan-lahan bervegetasi ke lahan terbangun. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi tersebut merupakan bentuk peralihan dari penggunaan lahan sebelumnya ke jenis penggunaan lahan lainnya, di mana luas dan lokasi penggunaan lahan yang tidak terkendalikan secara bijaksana dapat memengaruhi ketersediaan sumberdaya lahan dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu strategi pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan perumahan Bacukiki Kota Parepare. penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif dengan pendekatan metode analisis pertumbuhan penduduk dan Overlapping Map data-data fisik dasar yang berkaitan dengan kesesuaian lahan untuk permukiman, kemudian dioverlay lagi dengan kawasan lindung sehingga dapat menetapkan arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman berdasarkan karakteristik lahan yang sesuai untuk di kembangkan. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan ruang pemukiman di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare cenderung mengalami peningkatan yang pesat membentuk pola memanjang jalan yang diikuti dengan peningkatan jumlah penduduk dari tahun 2016 hingga tahun 2021. Pengendalian pemanfaatan ruang pemukiman berdasarkan karakteristik dan kesesuaian lahan untuk kawasan pemukiman di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare    dengan melakukan perancangan 5 (lima) Zona yaitu Zona A prioritas paling utama 154,66 Ha (15%),  Zona B prioritas utama 326,33 Ha (33,32%),  Zona C prioritas dengan sedikit penghambat 373,94 Ha (38,18),  Zona D prioritas dengan Banyak Penghambat  83,45 Ha (8,52%) dan Zona E kurang diprioritaskan  41,11 Ha (4,20%). Faktor penghambat atau pembatas yang dominan kelas kesesuaian lahan di Bacukiki adalah kawasan Lindung, kawasan pertanian produktif, kemiringan lereng, bahaya banjir dan lonsor. The increasing need for land encourages land conversion activities, particularly the change from vegetated land to built-up land. Such change in land conversion is a form of transition from previous land use to other types of land use, in which the area and location of the land use uncontrolled wisely can affect the availability of land resources, as well as disrupt the environmental balance. Therefore, it requires a strategy to manage space utilization in the residential area of Bacukiki in Parepare city. This study used descriptive and qualitative approaches, with the population growth analysis method and an Overlapping Map of primary physical data related to land suitability for settlements, then overlaid again with protected areas. Later, it could determine the direction for the development of residential land use based on the characteristics of the suitable land. The results showed that the residential space utilization in the Bacukiki district of Parepare city tended to increase rapidly, forming a pattern of elongated roads, followed by an increase in population from 2016 to 2021. The residential space utilization management was based on characteristics and land suitability for the residential areas in the Bacukiki district of Parepare city, namely by designing five zones: Zone A, the highest priority, with an area of 154.66 Ha (15%); Zone B, the top priority, with an area of 326.33 Ha (33.32%); Zone C, the priority with few obstacles, with an area of 373.94 Ha (38.18); Zone D, the priority with many obstacles, with an area of 83.45 Ha (8.52%); and Zone E, the less prioritized, with an area of 41.11 Ha (4.20%). The dominant inhibiting or limiting factors for the land suitability class in Bacukiki were protected areas, productive agricultural areas, slopes, flood hazards, and landslides.
Peranan Pemerintah dalam Pengelolaan Berkelanjutan Ruang Terbuka Hijau di Kota Makassar: Studi Kasus Taman Maccini Sombala Ary Kenan Paranoan; Murshal Manaf; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2701

Abstract

Taman Maccini Sombala yang terletak di wilayah kota Makassar diresmikan pada tahun 2014 pada awalnya merupakan taman yang indah dan banyak diakses oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas. Dalam periode yang tidak terlalu lama kondisi taman ini berangsur-angsur tidak terawat dan terbengkalai, berbagai fasilitas dan bangunan tidak lagi berfungsi. Kondisi disebabkan salah satunya oleh peranan pemerintah yang belum optimal dalam mengelola Taman Maccini Sombala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan beberapa informan kunci dengan berfokus pada kesiapan dan komitmen pemerintah dengan melihat beberapa hal yaitu strategi dan kebijakan, kemitraan dan kerjasama, serta mobilisasi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Maccini Sombala belum memiliki strategi dan kebijakan pengelolaan yang baik, belum adanya kerjasama dengan pihak swasta maupun masyarakat serta mobilisasi sumberdaya manusia maupun finansial yang belum memadai. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor antara lain kepemilikan aset yang tumpang tindih, alokasi dana dan sumberdaya manusia yang kurang memadai dan kebijakan yang tidak berjalan kontinyu karena adanya pergantian pejabat. Maccini Sombala Park, which is located in the Makassar city area, was inaugurated in 2014. At first, it was a beautiful park that was widely accessed by the public for various activities. In short period of time the condition of this park gradually became unkempt and neglected, various facilities and buildings no longer functioned. This condition is caused by the role of the government that has not been optimal in managing Maccini Sombala Park. This study uses a qualitative approach through interviews with several key informants by focusing on the readiness and commitment of the government by looking at several things, namely strategy and policies, partnerships and cooperation, and resource mobilization. The results showed that Maccini Sombala Park did not yet have a good management strategy and policy, there was no collaboration with the private sector or the community, and the mobilization of labour and funding resources was inadequate. This is due to several factors, including overlapping asset ownership, inadequate allocation of funds and human resources and policies that do not work continuously due to changes in officials.
Nilai Dan Manfaat Ekonomi Keberadaan Area Lego-Lego Di Kawasan Center Point Of Indonesia Sebagai Salah Satu Bentuk Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Fany Ulfa Dwiyanti; Rudi Latief; Haeruddin Saleh
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2702

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis nilai fungsi pelayanan, nilai ekonomi, dan besarnya manfaat ekonomi bagi masyarakat dengan keberadaan ruang terbuka hijau Area Lego-Lego di Kawasan Center Point of Indonesia Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang diinterprestasikan secara deskriptif kuantitatif yaitu dengan mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menjabarkan hasil penelitian penelitian. Adapun Metode biaya pengganti (replacement cost) dan CVM (WTP) dan analisis deskriptif kuantitatif berdasarkan perubahan pendapatan dengan dan tanpa adanya Area Lego-Lego. Hasil peneltian yang diperoleh bahwa keberadaan Keberadaan Area Lego-Lego Di Kawasan Center Point of Indonesia memberikan pengaruh yang positif terhadap perubahan pendapatan sebagai masyarakat dan menurut pengunjung keberadaan Keberadaan Area Lego-Lego Di Kawasan Center Point of Indonesia mampu menjadi salah satu pilihan sebagai tempat bersantai setelah bekerja. Pemerintah perlu mengupayakan agar target penambahan Ruang Terbuka Hijau khususnya berupa taman Kota dapat terwujud, serta pemeliharaan fasilitas yang ada juga perlu ditingkatkan. Taman merupakan area publik siapapun harus ikut berpartisipasi dalam menjaga keberlangsungannya. The purpose of the study was to analyze the value of the service function, economic value, and the magnitude of the economic benefits for the community with the existence of green open spaces in the Lego-Lego Area in the Center Point of Indonesia area of Makassar City. The research method used is a quantitative and qualitative approach which is interpreted quantitatively descriptively by collecting, processing, presenting and describing the results of research studies. The method of replacement cost and CVM (WTP) and quantitative descriptive analysis based on changes in income with and without the Lego-Lego Area. The results of the research show that the existence of the Lego-Lego Area in the Center Point of Indonesia has a positive influence on changes in income as a community and according to visitors the existence of the Lego-Lego Area in the Center Point of Indonesia can be an option as a place to relax after work. The government needs to make efforts to achieve the target of adding green open spaces, especially in the form of city parks, and the maintenance of existing facilities also needs to be improved. Parks are public areas, everyone must participate in maintaining its sustainability.
Model Pengembangan Wisata Permandian Alam Lewaja: Studi Kasus : Kelurahan Lewaja, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang Febi Anwar; Mary Selintung; Kamran Aksa
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2703

Abstract

Penelitian ini sebagai acuan untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Enrekang. Judul model pengembangan wisata permandian Alam Lewaja dengan fokus studi pengembangan pariwisata. Permandian Alam Lewaja ramai di kunjungi oleh wisatawan terutama pada saat hari libur, akan tetapi saat ini berkurang, hal ini disebabkan oleh adanya beberapa permasalahan seperti beberapa fasilitas dan infrastuktur mengalami kerusakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh wisata Alam Lewaja, Untuk mendapatkan model pengembangan Kawasan Wisata Alam Lewaja. Adapun metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis di antaranya Analisis Jalur (Path Analysis) ini digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengembangan pariwisata dengan melihat pengaruh langsung dan tidak langsung. Dan analisis pemodelan Flowchart di gunakan untuk menemukan model yang tepat dalam pengembangan wisata Alam Lewaja. Dari hasil analisis path Variabel yang memiliki Pengaruh Tidak Langsung dan memiliki pengaruh signifikan adalah informasi dan promosi. 2) Hasil dari analisis path kemudian dibuatkan analisis pemodelan pengembangan kawasan dari variabel-variabel yang berpengaruh yaitu Aksesibilitas, Informasi dan Promosi dan Keamanan dan Kenyamanan. This research is a reference for tourism development in Enrekang Regency. The title of the Lewaja natural bathing tourism development model with a focus on tourism development studies. Lewaja Natural Baths are crowded by tourists, especially during holidays, but currently it is decreasing, this is due to several problems such as some facilities and infrastructure are damaged. This study aims to determine the effect of Lewaja Nature tourism, to obtain a model for the development of the Lewaja Nature Tourism Area. The research method is carried out using an analysis of which Path Analysis is used to find out how the influence of tourism development is by looking at the direct and indirect effects. And analysis of Flowchart modeling is used to find the right model in the development of Lewaja Nature tourism. From the results of path analysis, the variables that have an indirect effect and have a significant influence are information and promotion. 2) The results of the path analysis are then made an analysis of the regional development modeling of the influential variables, namely Accessibility, Information and Promotion and Security and Comfort.
Pengendalian Pemanfaatan Ruang Lahan Pertanian Berbasis Berkelanjutan Ketahanan Pangan Di Kabupaten Soppeng Irfani Darma Haris; Muhammad Arif Nasution; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2704

Abstract

Untuk mengendalikan perubahan penggunaan lahan pertanian, melalui Undang Undang RI Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, diharapkan dapat mendorong ketersediaan lahan pertanian untuk menjaga kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan. Prinsipnya pada dasarnya adalah implementasi kebijakan yang merupakan suatu cara agar sebuah kebijakan dapat tercapai tujuannya. Dalam penerapannya, ada beberapa pilihan langkah, salahsatunya adalah langsung mengimplementasikan dalam bentuk program, dan melalui formulasi kebijakan turunan dari kebijakan publik tersebut (Nugroho, 2006). beberapa model implementasi kebijakan berdasarkan pandangan dari beberapa tokoh, dimana model-model tersebut dalam prosesnya mengacu pada dua perspektif yaitu pendekatan top down maupun bottom up. Tipe penelitian adalah deskriptif dengan metode gabungan (mixed methods). Menurut Sarwono (2011), yang dimaksud dengan mixed method adalah menggunakan dua atau lebih metode yang diambil dari dua pendekatan yang berbeda yaitu pendekatan kuantitatif atau kualitatif. Adapun Implementasi kebijakan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Soppeng baru sampai pada proses identifikasi lahan, Sedangkan Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi adalah sosialisasi, petugas, dana, respon implementor, pemahaman terhadap kebijakan, peraturan pendukung, SOP, koordinasi antar instansi, tingkat pendidikan, usia, kepemilikan lahan, alasan konversi, dukungan publik dan komitmen pelaksana, menunjukkan hasil yang tidak signifikan, karena implementasi Undang-Undang No 41 Tahun 2009 berlaku secara nasional. To control the conversion of agricultural land, through Republic of Indonesia Law Number 41 of 2009 concerning Protection of Sustainable Food Agricultural Land, it is hoped that it can encourage the availability of agricultural land to maintain self-sufficiency, food security and sovereignty. In principle, policy implementation is a way for a policy to achieve its goals. In implementing a policy, there are two choices of steps, namely directly implementing it in the form of a program and through a derivative policy formulation of the public policy (Nugroho, 2006). several models of policy implementation based on the views of several figures, in which these models in the process refer to two perspectives, namely the top down and bottom up approaches. This type of research is descriptive with mixed methods. According to Sarwono (2011), what is meant by a mixed method is using two or more methods taken from two different approaches, namely a quantitative or qualitative approach.The implementation of sustainable agricultural land protection policies in Soppeng Regency has only reached the land identification process, while the factors that influence implementation are socialization, officers, funds, implementor responses, understanding of policies, supporting regulations, SOPs, coordination between agencies, level of education, age, land ownership, reasons for conversion, public support and implementing commitment, show insignificant results, because the implementation of Law No. 41 of 2009 applies nationally.
Optimalisasi Pemanfaatan Dan Pengelolaan Terminal Angkutan Umum Sawerigading Kota Sengkang Kabupaten Wajo Kusnadi Kusnadi; Murshal Manaf; Qadriathi Dg. Bau
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2705

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisis faktor-faktor teridentifikasi yang mempengaruhi ketidakoptimalan pemanfaatan dan pengelolaan terminal angkutan umum Sawerigading Kota Sengkang dan merumuskan konsep dan strategi pengoptimalisasian pemanfaatan dan pengelolaan terminal angkutan umum Sawerigading wilayah Kota Sengkang. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam analisis data pada panelitian ini akan digunakan teori dari Bogdan dan Biklen. Hasil penelitian menunjukkan 1. Ketidakoptimalan pemanfataan dan pengelolaan terminal angkutan umum Sawerigading Kota Sengkang dipengaruhi oleh faktor-faktor yakni letak terminal yang cukup jauh dari pusat kegiatan kota, kurangnya keterkaitan terminal dengan sistem transit lokal, kurang tegasnya penertiban yang dilakukan oleh petugas terminal membuat fungsi terminal kurang maksimal sehingga pengguna terminal enggan untuk masuk terminal. 2. Konsep dan strategi pengoptimalisasian pemanfaatan dan pengelolaan terminal angkutan umum Sawerigading Kota Sengkang harus disesuaikan dengan kebijakan pengembangan wilayah Kota Sengkang, keberadaan lokasi terminal Sawerigading kurang sinergi dengan kebijakan yang ada, karena pengembangan wilayah Kota Sengkang lambat dalam mengantisipasi perkembangan kota menjadi pusat pertumbuhan baru. The purpose of this study is to analyze the identified factors that influence the non-optimal utilization and management of the Sawerigading public transport terminal in Sengkang City and to formulate concepts and strategies for optimizing the utilization and management of the Sawerigading public transport terminal in the Sengkang City area. This research is field research analyze the identified factors that influence the non-optimal utilization and management of the Sawerigading public transport terminal in Sengkang City and to formulate concepts and strategies for optimizing the utilization and management of the Sawerigading public transport terminal in the Sengkang City area. This research is field research. The approach used in this research is descriptive-qualitative. In analyzing the data in this panel, the theory from Bogdan and Biklen will be used. The results of the study show that: 1. The non-optimal utilization and management of the Sawerigading public transport terminal in Sengkang City is influenced by factors, namely the location of the terminal, which is quite far from the center of city activities; the lack of connection between the terminal and the local transit system; and the lack of strict enforcement by terminal officers, which makes the terminal function less than optimal and makes terminal users reluctant to enter the terminal. 2. The concept and strategy for optimizing the utilization and management of the Sengkang City Sawerigading public transport terminal must be adjusted to the regional development policy of Sengkang City; the existence of the Sawerigading terminal location lacks synergy with existing policies because the development of the Sengkang City area is slow in anticipating the city's development to become a new growth center.
Karakteristik Pelayanan Jalan AP. Pettarani Dan Dampak Perubahan Ruang Aktivitas Ekonomi Masyarakat Setelah Berfungsinya Jalan Tol Layang AP. Pettarani Kota Makassar Rikawati Rikawati; Murshal Manaf; Kamran Aksa
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis karakteristik sistem jaringan, pergerakan dan sistem aktivitas transportasi pada ruas Jalan AP. Pettarani setelah beroperasinya jalan Tol Layang AP. Pettarani dan menganalisis dampak perubahan fungsi ruang kegiatan ekonomi masyarakat di koridor jalan AP. Pettarani dengan berfungsinya jalan Tol Layang AP. Pettarani dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data Primer dan Sekunder yang digunakan dalam penelitian ini menunjukka kondisi ruas jalan AP.Pettarani sebelum pembangunan jalan tol layang AP.Pettarani berada pada level D – E yang mengartikan volume yang cukup padat dan mendekati kapasitas dengan arus mulai tidak stabil dan kecepatan kendaraan yang rendah, sedangkan hasil  dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja ruas jalan AP. Pettarani  setelah berfungsinya jalan Tol Layang AP.Pettarani berada pada level pelayanan F  yang berarti arus yang terhambat, kecepatan rendah, volume diatas kapasitas, sering terjadi kemacetan pada waktu yang cukup lama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberadaan Tol Layang AP Pettarani belum dapat mengembalikan fungsi jalan AP.Pettarani sebagai jalan Arteri Primer. Dari segi ekonomi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun secara deskriptif  terdapat perbedaan rata-rata pendapatan masyarakat sebelum dan setelah beroperasinya jalan tol layang AP.Pettarani, namun secara statistic tidak terdapat perbedaan rata-rata pendapatan masyarakat  yang signifikan sebelum dan setelah beroperasinya jalan tol layang AP.Pettarani. Output hasil uji deskriptif diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < taraf signifikasi 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan rata-rata pendapatan masyarakat sebelum dan setelah keberadaan jalan tol layang AP. Pettarani. Pettarani  Road section  after the operation of the AP.Pettarani  Elevated Toll Road. and analyze the impact of changes in the space function of the community's economic activities in the AP. Pettarani  road corridor with the functioning of the AP. Pettarani Elevated Toll Road by using quantitative research methods with a quantitative descriptive approach. The results of analysis of the Primary and Secondary data used in this study show that the condition of the AP. Pettarani road section prior to the construction of the AP. Pettarani elevated toll road was at the D – E level, which means that the volume was quite dense and close to capacity with unstable starting flows and slow vehicle speeds. low, while the results of this study indicate that the performance of the AP. Pettarani after the functioning of the AP. Pettarani Elevated Toll Road is at service level F, which means obstructed flow, low speed, volume above capacity, congestion often occurs for quite a long time. So it can be concluded that the existence of the AP Pettarani Elevated Toll Road has not been able to restore the function of the AP. Pettarani road as a Primary Artery road. From an economic perspective, the results of this study indicate that although descriptively there are differences in the average income of the community before and after the operation of the AP.Pettarani elevated toll road, but statistically there is no significant difference in the average income of the community before and after the operation of the AP. Pettarani elevated toll road. The output of the descriptive test results obtained the value of Sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05 significance level so that it can be concluded that Ho is rejected, meaning that there is no difference in the average income of the community before and after the existence of the AP.Pettarani elevated toll road.
Analisis Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional Kabupaten Kolaka Utara Yudi Reskiawan; Agus Salim; Haeruddin Saleh
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta menganalisis pengaruh sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kolaka Utara dan merumuskan strategi pengembangan sektor pariwisata menjadi sektor unggulan kedepannya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif kuantitatif. Dengan populasi penelitian meliputi masyarakat, wisatawan serta pemerintah daerah setempat dengan teknik penarikan sampel random sampling (cluster sampling). Penelitian ini menggunakan analisis shift-share dan analisis jalur (path analysis), analisis aksesibilitas, analisis kebijakan dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat diunggulkan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka Utara meskipun tidak memberikan pengaruh signifikan secara langsung, namun dengan adanya aksesibilitas yang baik serta adanya kebijakan-kebijakan pembangunan yang mendukung akan pengembangan sektor pariwisata kedepannya, maka ini dapat menjadi salah satu faktor penentu dalam merumuskan strategi bagaimana menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan kedepannya. Adapun strategi yang digunakan yakni strategi pengembangan dengan menggunakan pendekatan skala prioritas yakni strategi SO sebagai strategi dalam pengembangan pariwisata sebagai sektor unggulan. This study aims to examine and analyze the influence of the tourism sector on economic growth in North Kolaka Regency and formulate a strategy for developing the tourism sector to become a leading sector in the future. This research is a research with quantitative descriptive method. With the research population including the community, tourists and local government with random sampling technique (cluster sampling). This research uses shift-share analysis and path analysis, accessibility analysis, policy analysis and SWOT analysis The results of this study indicate that the tourism sector is one of the sectors that can be superior in supporting economic growth in North Kolaka Regency, although it does not have a direct significant influence, but with good accessibility and development policies that support the development of the tourism sector in the future, then This can be one of the determining factors in formulating a strategy on how to make the tourism sector one of the leading sectors in the future. The strategy used is a development strategy using a priority scale approach, namely the SO strategy as a strategy in developing tourism as a leading sector.
Pengembangan Pariwisata Bahari Berbasis Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Sula: Studi Kasus Pantai Tanjung Waka Desa Fatkauyon Tiara Andini Hasanuddin; Rudi Latief; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi yang dimiliki oleh Pantai Tanjung Waka Desa Fatkauyon yang berbasis pembangunan sebagai peningkatan perekonomian daerah dan merumuskan strategi pengembangan kawasan Pantai Tanjung Waka Desa Fatkauyon sebagai daya tarik wisata bahari berbasis pembangunan daerah di Kabupaten Kepulauan Sula. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara langsung, observasi, dan studi literatur sedangkan metode pengelolaan data menggunakan SWOT analisis EFAS dan IFAS. Informan dalam penelitian yaitu masyarakat, pejabat pemerintah, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat kunjungan wisatawan yaitu Keindahan taman bawah laut serta keberagaman flora dan fauna yang masih terbilang alami, Keindahan pantai serta pasir putih dan garis pantai yang membuat wisatawan berkunjung merasa menikmati, Keramah tamahan masyarakat setempat yang berada Desa Fatkauyon, Kearifan lokal yang masih terjaga dan alami yang sering dipentaskan setiap event. Hasil Analisis SWOT menunjukan strategi prioritas berada pada kuadran I yaitu strategi SO sebagai berikut, 1) Memanfaatkan keindahan taman bawah laut akan flora dan fauna dengan dikembangkannya titik selam dan snorkeling berkelas dunia serta destinasi perlintasan kapal layar/yacht di segitiga Kalimasol-Tanjungwaka-Falabisahaya. 2) Melibatkan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan Pantai Tanjung Waka seperti pembentukan kelompok sadar wisata (POKDARWIS) dengan adanya pelatihan peningkatan SDM terhadap pengembangan kegiatan industri kreatif dalam menunjang sektor pariwisata 3) Memanfaatkan potensi atraksi alam dan budaya yang masih terpelihara harus di lestarikan untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan dengan mengadakan daya tarik pendukung seperti festival 4) Memanfaatkan lahan yang masih luas disekitar kawasan pariwisata untuk membuka peluang dan bekerjasama dengan investor maupun pemerintah dalam menerapkan master plan perencanaan dan pembangunan sarana prasarana di sekitar Pantai Tanjung Waka. This study aims to identify the development-based potential of Tanjung Waka Beach, Fatkauyon Village, as an increase in the regional economy and formulate a development strategy for the Tanjung Waka Beach area, Fatkauyon Village, as a regional development-based marine tourism attraction in the Sula Islands District. The data collection method in this study was through direct interviews, observation, and literature studies while the data management method used the SWOT analysis of EFAS and IFAS. Informants in the study are the public, government officials, and tourists. The results showed that the factors that influence the interest in visiting tourists are the beauty of underwater parks and the diversity of flora and fauna that are still relatively natural, the beauty of the beaches and white sand and coastlines that make visiting tourists feel enjoyed, the hospitality of the local community in Fatkauyon Village, Local wisdom that is still maintained and natural which is often staged at every event. The results of the SWOT analysis show that the priority strategies are in quadrant I, namely the SO strategy as follows, 1) Utilizing the beauty of underwater parks of flora and fauna by developing world-class dive and snorkel spots and sailing/yacht crossing destinations in the Kalimasol-Tanjungwaka-Falabisahaya triangle. 2) Involving the community in managing and developing Tanjung Waka Beach such as forming a tourism awareness group (POKDARWIS) with training to increase human resources for the development of creative industry activities in supporting the tourism sector 3) Utilizing the potential of natural and cultural attractions that are still preserved must be preserved to increase interest tourist visits by holding supporting attractions such as festivals 4) Utilizing the large area of land around the tourism area to open up opportunities and cooperate with investors and the government in implementing the master plan for planning and building infrastructure facilities around Tanjung Waka Beach.

Page 7 of 14 | Total Record : 134