cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ursj.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Urban and Regional Studies Journal
Published by Universitas Bosowa
ISSN : -     EISSN : 26568705     DOI : https://doi.org/10.35965/ursj.v3i2
Urban and Regional Studies Journal menerbitkan artikel yang pada bidang perencanaan pengembangan wilayah, perencanaan kota, perkotaan, infrastruktur, transportasi, dan kawasan perdesaan.
Articles 134 Documents
Analisis Perkembangan Fisikal Rural-Urban Di Kawasan Pinggiran Metropolitan Mamminasata: Studi Kasus: Kecamatan Pattalasssang, Kabupaten Gowa Haikal, Muh Fikri; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanajemen perkembangan fisik pada kawasan rural-urban Kecamatan Pattalassan, Kabupaten Gowa. Perluasan kota yang mengakibatkan perubahan fisik penggunaan lahan, fungsi lahan dari lahan pertanian atau tidak terbangun menjadi terbangun pada daerah perkotaan, dan memiliki pengaruh perkembangan morfologi, struktur dan ruang. Maka diperlukan kajian terkait seberapa besar perubahan penggunaan lahan dalam 20 tahun perkembangan terakhir sekaligus melihat pola kecenderungan perkembangan, dan bagaimana menentukan kawasan rural-urban fringe serta Penelitian ini meggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis overlay ArcGis dan fishnet ArcGis. Hasil yang ditemukan adalah perubahan penggunaan lahan yang terjadi sebesar 7.7 persen yang sejalan dengan menurunnya hutan dan lahan pertanian, kemudian area perkembangan fisik rural urban sebesar 2100,55 Ha hektar atau setara dengan 28,54 persen dari total luas kota, yang terbagi atas dua klasifikasi yaitu pinggiran dalam (inner fringe) dengan total luas 856,24 Ha dan pinggiran luar (outer fringe) dengan total 1244,32 Ha. This research aims to manage physical development in the rural-urban area of Pattalassan District, Gowa Regency. City expansion results in physical changes in land use, land function from agricultural or undeveloped land to urban built-up land, and has an influence on the development of morphology, structure and space. So it is necessary to study how much land use has changed in the last 20 years of development as well as looking at development trend patterns, and how to determine rural-urban fringe areas. This research uses a quantitative approach method with the analysis technique used is ArcGis overlay analysis and ArcGis fishing nets. The results found were changes in land use that occurred by 7.7 percent, which was in line with the reduction in forests and agricultural land, so the physical development area of urban villages was 2100.55 hectares or equivalent to 28.54 percent of the total area of the city, which was divided into two classifications. namely the inner suburbs with a total area of 856.24 Ha and the outer suburbs with a total area of 1244.32 Ha.
Zonasi Sekolah Dalam Upaya Pemerataan Akses Pendidikan : Analisis Keruangan Pada Sebaran Sekolah Menengah Atas di Kota Parepare Taufiq, Muh; Manaf, Murshal; Alimuddin, Ilham
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3810

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan keruangan (spatial approach) lengkap: 1) Spastial Pattern Analisyst dengan metode Complete Spatial Randomness (CSR) dari tolls Analisyst Nearest network (ANN), 2) Voronoi Analisyst, 3) Breaking Point Analisyst, 4) Service  Area Analisyst, dan 5) Location-Allocation Models, untuk menganalisis kontribusi penerapan sistem zonasi sekolah terhadap pemerataan akses pendidikan secara spasial di Kota Parepare, model spasial zonasi sekolah untuk pemerataan akses pendidikan di Kota Parepare, dan kontribusi zonasi sekolah terhadap pembentukan struktur ruang di Kota Parepare. Sistim Zonasi sekolah berkontribusi positif dalam mendistribusikan responden peserta didik pada wilayah administratifnya dan liputan zonanya masing-masing. Pola random dari distribusi sekolah SMA Negeri di Parepare dengan rerata jarak 1.794,89 meter, pola cluster dari distribsi spasial untuk cluster pemukiman dengan jarak rata-rata 345.7139 Meter, dan pola cluster dari distribusi responden peserta didik SMA dengan jarak rata-rata 113.9075 Meter, menunjukkan adanya equalitas dan opportunitas spasial yang baik, diperkuat dengan mayoritas objek berada pada jangkauan dibawah 3000 Meter dari pusat zona. Secara demografis dan Angka Partisipasi Sekolah, Kota Parepare membutuhkan 2 hingga 4 buah sekolah SMA untuk mengakomodir 12,847 jiwa penduduk usia 15-19 tahun dari data penduduk tahun 2021, sementara kenyataannya Kota Parepare memiliki 31 buah SMA/SMK sederajat, sehingga banyak diantaranya kekurangan peserta didik dan akhirnya tutup. Sementara itu deliniasi zona dengan pertimbangan spatial analisyst complit  dengan Voronoi Analisyst, Breaking Point Analisyst, Service Area Analisyst, dan Location-Alocation model menghasilkan distribusi liputan zona  seluas 1.883.177 M2  untuk zona UPT SMAN 1 Parepare, 46.829.400 M2 untuk zona UPT N 2 Parepare, 31.960.090 M2 untuk zona UPT SMAN 3 Parepare, dan 16.196.590 M2 untuk Zona UPT N 4 Parepare. Sistim zonasi juga berperan terhadap pembentukan struktur ruang di Kota Parepare pada fungsi kegiatan kota terutama pada karakteristtik struktur layanan fasilitas pendidikannya dengan cakupan layanan fasilitas yang terdiri dari 4 pusat zona SMA Negeri yang melayani 13 SMP Negeri, dan 95 sekolah dasar dalam hirarki layanannya. Dalam menghubungkan pusat-pusat layanan dan cluster pemukiman menuju ke pusat zona, struktur jaringan transportasinya menghasilkan 10 koridor rute transportasi untuk perencanaan jaringan transportasi penunjang mobilitas harian pelajar dalam mendukung sistim zonasi sekolah SMA Negeri di Kota Parepare. By using a complete spatial approach: 1) Spatial Pattern Analysis with Complete Spatial Randomness (CSR) method from tolls Analyst Nearest network (ANN), 2) Voronoi Analyst, 3) Breaking Point Analyst, 4) Service Area Analyst, and 5) Location-Allocation Models, to analyze the contribution of the application of the school zoning system to spatial distribution of access to education in Parepare City, school zoning spatial model for equal distribution of access to education in Parepare City, and the contribution of school zoning to the formation of spatial structure in Parepare City. The school zoning system contributes positively in distributing student respondents in their respective administrative area and zoning coverage. The random pattern of the distribution of public senior high school in Parepare with an average distance of 1,794.89 meters, the cluster pattern of spatial distribution for residential clusters with an average distance of 345, 7139 meters, and the cluster pattern of the distribution of respondent to high school student with an average distance of 113, 9075 meters. It indicates the existance of good spatial equality and opportunism, It is reinforced with the majority of objects located at ranges below to 3000 meters from the center of the zone. Demographically and school enrollment rates, Parepare needs 2 to 4 high school to accommodate 12.847 people aged 15 to 19 years from the average population in 2021, while in reality the city of Parepare has 31 senior high school and vocational high school, so that many of them lack students and eventually close. Meanwhile, the delineation of zones with consideration of spatial analysis is complete with Voronoi analysis. Breaking Point Analysis, Service Area Analysis, and Location-Allocation model resulted in a zone coverage distribution of 1,883,177 M2 for the UPT SMAN 1 Parepare zone, 46,829,400 M2 for the UPT N zone 2 Parepare, 31,960,090 M2 for the UPT SMAN 3 Parepare zone, and 16,196,590 M2 for the UPT N 4 Parepare zone. Zoning system also plays a role in the formation of spatial structure in the city of Parepare on the function of urban activity especially in the characteristics of its education facility service structure with a facility service coverage consisting of 4 senior high school zone centers serving 13 public junior high school, and 95 primary school  in the service hierarchy. In connecting service centers and residential cluster to the zone center, the transportation network structure produces 10 transportation route corridors for transportation networking planning to support student’s daily mobility in supporting the zoning system of the senior high school in the city of Parepare
Evaluasi Partisipasi Masyarakat Dalam Revitalisasi Kawasan Permukiman Kumuh: Studi Kasus: Kampung Gembira Gembrong, Jakarta Timur Irwan, Muh. Faad Mauladi; Muhibuddin, Andi; Saleh, Haeruddin
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3811

Abstract

Pertumbuhan penduduk merupakan karunia tuhan bagi sebuah kawasan perkotaan karena sumber daya manusianya yang bertambah. Pertumbuhan pendudukan akan diiringi dengan meningkatnya kawasan permukiman, pertumbuhan yang semakin tidak terkendali mendorong tumbuhnya permukiman baru. Kurangnya perhatian dan kemiskinan menjadi penyebab lain timbulnya permukiman kumuh. Kampung Pasar Gembrong menjadi salah satu kawasan permukiman kumuh di Jakarta Timur. Pemerintah kemudian melakukan revitalisasi pasca kebakaran yang melanda kampung dan saat ini berganti nama menajadi Kampung Gembira Gembrong. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan paradigma rasionalisme. Penelitian ini menggunakan metode analisis desktriptif dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposeful sampling serta pengumpulan data menggunakan triangulasi data yang terdiri atas pengamatan, wawancara, dan data sekunder. Hasil temuan dan pembahasan menunjukkan bahwa penggunaan metode partisipasi dalam Participatory Rural Appraisal dalam proses perencanaan belum diterapkan. Pengukuran tingkat derajat partisipasi masyarakat, memberikan hasil tingkatan yang berbeda dipengaruhi oleh kondisi tahapannya masing-masing. Disarankan agar mempertahankan desain yang ada kemudian mengembangkan dan meningkatkan visibilitas ruang pada area komunal kampung, Melakukan edukasi kepada masyarakat oleh instansi terkait tentang pengelolaan kampung wisata, serta direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya agar dapat meneliti faktorfaktor penyebab partisipasi. Population growth is a gift from God for an urban area because of its increasing human resources. Population growth will be accompanied by an increase in residential areas, increasingly uncontrolled growth encourages the growth of new settlements. The lack of attention and poverty are other causes of slums. Pasar Gembrong Village is one of the slum areas in East Jakarta. The government then revitalized it after the fire that hit the village and currently changed its name to Kampung Gembira Gembrong. This research is qualitative research with a rationalism paradigm. This research uses descriptive analysis methods and sampling techniques using purposeful sampling and data collection using data triangulation consisting of observations, interviews, and secondary data. The measurement of the degree of community participation gives results of different levels influenced by the conditions of each stage. It is recommended to maintain the existing design then develop and increase the visibility of space in the communal area of the village, educate the community by the relevant agencies about managing a tourism village, and recommend to further researchers to be able to examine the factors that cause participation.
Evaluasi Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Jayawijaya : Studi Kasus: Festival Budaya Lembah Baliem Yusman, Yusman; Syafri, Syafri; Latief, Rudi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menemukanfaktor-faktor penghambat dan pendukung, (2) Menemukan konsepstrategi. Penelitian ini menggunakan 6 variabel yaitu : attraction,accessibility, amenity, ancillary, safeness dan comfort.mengidentifikasi strategi pengembangan pariwisata berbasis kearifanlokal di Kabupaten Jayawijaya dengan memakai analisis Skala Likertdengan range nilai dan 70 sampel yang mengacu pada PermenNomor 17 tahun 2017 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Penyelenggaraan Publik. Jumlah variable ditambah 1 x 10.Pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan non-probalitysampling dengan jenis accidental sampling, Hasil penelitian inimenemukan hanya satu variable yang dikategorikan “baik” yaitu;attraction, sedangkan variabel lainnya dikategorikan “cukup dengancatatan”. selanjutnya, hasil analisis SWOT dan Evaluasi Context,Input, Proses, Produk, (CIPP), strategi yang cocok untukpengembangan produk wisata berbasis kearifan lokal, strategipeningkatan promosi dalam dan luar negri, dan strategipengembangan sumber daya manusia melalui ketersediananorganisasi atau kelompok dalam mengelola pendidikan dan pelatihanpengelolaan pembangunana pariwisata berbasisi kearifan lokal yangberkelanjutan.
Mitigasi Kawasan Rawan Banjir Pada Daerah Aliran Sungai Jeneberang Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Arifin, Fathul; Muhibuddin, Andi; Saleh, Haeruddin
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3813

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis tingkat kerawanan banjir di daerah aliran sungai jeneberang dan menganalisis rencana serta prioritas penanganan mitigasi banjir daerah aliran sungai Jeneberang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menjelaskan hasil secara deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan Analisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), pembobotan dan overlay peta menggunakan ArcGis dan mendapat hasil tingkat kerawanan banjir terbagi menjadi 5 kelas Kerawanan dengan zona yaitu Sangat Berbahaya, Bahaya, Sedang, Rendah, dan Sangat Rendah serta Rencana Prioritas Penanganan berdasarkan Analytical Hierarchy Process Berdasarkan perbandingan antar faktor, peneliti menentukan bahwa prioritas utama dalam penanganan mitigasi banjir harus diberikan kepada upaya-upaya berikut: Rencana Alternatif 5: Mengatur penggunaan lahan, Rencana Alternatif 4: Menetapkan zona perlindungan sekitar tepi Sungai. Rencana Alternatif 3: Menetapkan batasan kemiringan. Rencana Alternatif 2: Menjaga kesuburan tanah dan mengurangi erosi pada jenis tanah tertentu, dan terakhir Rencana Alternatif 1: Mengurangi dampak curah hujan.. The aim of this research is to analyze the level of flood vulnerability in the Jeneberang river basin and analyze plans and priorities for handling flood mitigation in the Jeneberang river basin. This is quantitative research that explains the results descriptively. The research results show that the analysis used a Geographic Information System (GIS), weighting and overlaying the map using ArcGis, and obtained the results of the level of flood vulnerability divided into 5 classes of vulnerability with zones, namely Very Dangerous, Dangerous, Medium, Low, and Very Low, as well as a handling priority plan based on an analytical hierarchy process.Based on a comparison of factors, researchers determined that the main priority in handling flood mitigation should be given to the following efforts: Alternative Plan 5: Regulating land use, Alternative Plan 4: Establishing a protection zone around the river bank Alternative Plan 3: Set slope limits. Alternative Plan 2: Maintain soil fertility and reduce erosion on certain types of soil, and finally Alternative Plan 1: Reduce the impact of rainfall.
Strategi Adaptasi Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal Pada Sekitar Kawasan Pertambangan PT Indonesia Weda Bay Park: Studi Kasus: Kawasan Perkotaan Lelief Kabupaten Halmahera Tengah Asdan, Asdan; Syafri, Syafri; Jaya, Baso
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3859

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak aktivitas pertambangan PT IWIP terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat lokal di Kawasan Perkotaan Lelilef, Kec. Weda Tengah, Kab. Halmahera Tengah, serta merumuskan strategi adaptasi di masa depan. Metode kuantitatif dengan analisis korelasi dan Analisis SWOT digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan PT IWIP signifikan memengaruhi perubahan sosial ekonomi Suku Sawai di Kawasan Perkotaan Lelilef, mencakup mata pencaharian, pendapatan, kondisi lingkungan, lapangan kerja, dan aspek sosial ekonomi lainnya. Strategi yang diusulkan melibatkan: memberikan hak prioritas kepada masyarakat lokal dalam rekrutmen tenaga kerja pertambangan; mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis pertanian, perkebunan, hortikultura, dan perikanan tangkap dengan teknologi modern; memberikan bantuan pembiayaan modal dan infrastruktur, khususnya jalan menuju lahan potensial di luar konsesi WIUP PT IWIP; serta mendiversifikasi mata pencaharian melalui pola nafkah ganda untuk anggota keluarga usia produktif. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjawab tantangan sosial ekonomi di masa mendatang, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia. This research aims to analyze the impact of PT IWIP mining activities on the socio-economic changes in the local community of Lelilef Urban Area, Weda Tengah Subdistrict, Central Halmahera Regency, and formulate future adaptation strategies. A quantitative approach with correlation analysis and SWOT analysis was employed. The findings indicate that PT IWIP's mining activities significantly influence the socio-economic changes of the Sawai Tribe in the Lelilef Urban Area, encompassing livelihoods, income, environmental conditions, employment, and other socio-economic aspects. Proposed strategies involve prioritizing local communities in mining workforce recruitment, supporting local economic development based on agriculture, plantations, horticulture, and modernized fishing, providing financial assistance, and infrastructure, particularly roads to potential areas outside PT IWIP's concession. Additionally, encouraging livelihood diversification for productive-age family members is suggested. These measures aim to address future socio-economic challenges, emphasizing community empowerment and human resource development
Alih Fungsi Guna Lahan Dan Perubahan Nilai Lahan Pada Kawasan Kota Baru Moncongloe Metropolitan Mamminasata Sumastono, Andi Ari; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana alih fungsi lahan bekerja sebagai determinan perubahan nilai lahan di kawasan kota baru moncongloe mamminasata dan pengaruh alih fungsi lahan terhadap dinamika sosial dan perubahan nilai lahan di kawasan kota baru tersebut. Adapun metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis diantaranya Analisis deskriptif kualitatif untuk melihat respon masyarakat dari hasil wawancara dan kuesioner dan analisis korelasi untuk melihat hubungan antar variabel. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan statistik, penelitian ini menyimpulkan bahwa alih fungsi lahan berkeja secara signifikan memengaruhi perubahan nilai lahan dan dinamika sosial, dengan faktor-faktor seperti permintaan yang meningkat, pertumbuhan ekonomi, keterbatasan lahan, dan perubahan lingkungan fisik berperan penting. Oleh karena itu, melibatkan pemerintah dan pengembang dalam identifikasi potensi konflik lahan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah dan pengembang disarankan untuk memperhatikan solusi yang memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara masyarakat sekitar diharapkan untuk mengungkapkan pendapat mereka dan mencari informasi yang jelas terkait rencana alih fungsi lahan. This research aims to examine how land use conversion functions as a determinant of land value changes in the Moncongloe Mamminasata new city area and the influence of land use conversion on social dynamics and changes in land value in that new city area. The research methodology employed both qualitative descriptive analysis to assess community responses through interviews and questionnaires and correlation analysis to examine relationships among variables. Based on the results of descriptive and statistical analysis, the study concludes that land use conversion significantly influences changes in land value and social dynamics. Factors such as increased demand, economic growth, land limitations, and physical environmental changes play crucial roles. Therefore, involving government and developers in identifying potential land conflicts and encouraging active community participation is crucial. Government and developers are advised to consider solutions that meet community needs, while local communities are expected to express their opinions and seek clear information regarding land use conversion plans.
Determinan Faktor Berpengaruh dan Perencanaan Kebijakan Terhadap Optimalisasi Distribusi Pelayanan Pendidikan Sekolah Menengah Di Kota Makassar Mahar, Muh; Manaf, Murshal; Hamka, Husain
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3862

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kehidupan masyarakat serta berperan untuk meningkatkan kualitas hidup. Pendidikan sangat penting karena merupakan dasar untuk pengembangan pola berpikir konstruktif dan kreatif. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor yang dominan berpengaruh terhadap optimalisasi distribusi sekolah SMA/SMK Negeri di Kota Makassar, serta sistem faktor berpengaruh di atas dalam kebijakan dan perencanaan optimalisasi distribusi pelayanan sekolah SMA/SMK Negeri di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang dilakukan dengan menyebar angket kepada sejumlah SMA dan SMK di kota makassar dengan jumlah sampel sebanyak 190 orang. Adapaun jenias variabel yang dibuatkan angket antara lain aksesibilitas, Kependudukan, Lingkungan, fasilitas dan distribusi sistem pelayanan Pendidikan Pendidikan. Hasil analisis yang diperoleh bahwa faktor yang dominan berpengaruh terhadap optimalisasi distribusi pelayanan Pendidikan SMA/SMK Negeri di Kota Makassar adalah fasilitas, selain itu terkait distribusi pelayanan Pendidikan SMA/SMK Negeri di Kota Makassar perlu dilakukan pembenahan lebih lanjut. Education is one of the most important aspects  in the development of people's live and it plays a role in improving the quality of life. Education is very curcial because it is the basis for the development of constructive and creative thinking patterns. Therefore the research was prepared with the aim of analyzing the dominant factor that influence the optimization of the distribution of Senior High  School/Vocational High School in Makassar City, and explaining how the factor system influence the above in policy and planning for optimizing the distribution of Senior High  School/Vocational High School service in Makassar City. This type of research is quantitative which was carried out by distributing questionnaire to a number of senior high school and vocational school in the city of Makassar with a total sample of 190 people. The typ eof variables that was  made into the questionnaire including  accessibility, population, environment, facilities and distribution of education service system. The result of the analysis showed that the dominant factor affecting the optimization of the distribution of Senior High School/Vocational High School education service in Makassar City was the facility. In addition, the distribution of education for Snior High School and Vocational High School in Makassar City needs further improvement..
Arahan Pengendalian Terhadap Banjir di Perumahan BTN Mutiara Indah Permai di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Yuniarto, Eka; Latief, Rudi; Ridwan, Ridwan
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3863

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang banyak terjadi belakangan ini, terutama disaat musim penghujan. Selain kerugian material, bencana banjir dapat menimbulkan korban jiwa. Faktor utama penyebab terjadinya bencana adalah manusia yang dapat melakukan pengalihan fungsi lahan dari daerah yang seharusnya dapat meresap air menjadi lahan perumahan dan permukiman, perkebunan bahkan lahan perindustrian. Faktor lain yang dapat menimbulkan banjir adalah faktor alam, seperti kelerengan disuatu daerah dan juga kemampuan tanah dalam menyerap air hujan. Kondisi eksisiting pemanfaatan lahan di Kecamatan Somba Opu terdiri dari berbagai macam aktivitas seperti pemukiman penduduk, perdagangan dan jasa. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi penyebab terjadinya banjir di Perumahan BTN Mutiara Indah Permai Kabupaten Gowa serta menentukan arahan pengendalian banjir yang tepat dan dapat dilaksanakan. Metode penelitian dilakukan dengan observasi langsung di lokasi, melakukan wawancara terhadap masyarakat yang terdampak. Analisa data menggunakan analisis hidrologi dengan berdasar pada identifikasi penyebab banjir untuk menghitung debit limpasan, debit rencana dan daya tampung sistem drainase. Hasil dari penelitian ini diperolaeh bahwa sistem jaringan drainase di BTN Mutiara Indah Permai tidak dapat menampung debit air ketika musim penghujan akibat adanya limpasan air berupa banjir kiriman, upaya mitigasi banjir dilakukan dengan memperbesar kapasitas debit saluran drainase serta memperkecil debit limpasan. Flooding is one of the most common natural disasters in recent time especially during in rainy season. Besides material losses, flood disasters can cause loss of life. The main factor causing disaster is human who can divert land function from area that be able to absorb water into housing and settlement, plantation and even industrial land. Other factors that can cause flooding are natural factor, such as the slope in an area and also the ability of the soil to absorb rainwater. The existing condition of land use in Somba Opu sub-district consists of various activities such as residential, trade and service. The purpose of this study was to identify the causes of flooding in the BTN Mutiara Indah Permai Gowa and determine appropriate flood control direction that can be implemented. The research method was carried out by direct observation at the location through interview with affected community. Data analysis using hydrological analysis based on the identification of flood causes to calculate runoof discharge, plan discharge and drainage system capacity. The result of this study found that the drainage network system in BTN Mutiara could not accommodate  water discharge during the rainy season due to water runoff in the form of flood shipments, flood mitigation efforts are carried out by increasing the discharge capacity of drainage channels and minimizing runoff discharge
Identifikasi Pola Sebaran Permukiman Kumuh Dan Arah Penanganannya Di Kabupaten Bantaeng Sartika, Dewi; Saleh, Haeruddin; Suhaeb, Iqbal
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3947

Abstract

Beberapa dampak dari penyimpangan penggunaan lahan kawasan Pesisir antara lain, rusaknya vegetasi Pantai, munculnya genangan air, menurunnya kualitas air, berkurangnya lahan non terbangun, terjadi kepadatan dan ketidakteraturan bangunan karena terbatasnya ruang, tidak ada atau terbatasnya ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan hujan dan pengurang polusi udara, aksesibilitas terbatas pada pemukiman padat penduduk, penyempitan ruang terbuka karena banyak dijadikan pemukiman, serta kurangnya prasarana untuk  mendapatkan air bersih dan air minum yang layak, tidak adanya drainase yang baik dapat menyebabkan banjir pada saat musim penghujan berdasarkan hal tersebut diatas maka perlu suatu konsep penataan Kawasan permukiman kumuh ditinjau dari ketersediaan prasarana, sehingga pada prosesnya dapat menyebabkan pertumbuhan dan peralihan penggunaan lahan menjadi lebih terkontrol dan dapat memberikan konsep penanganan kawasan permukiman kumuh yang ramah lingkungan dan dikembangkan sesuai dengan standar penataan kawasan pesisir yang berlaku, Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan terhadap kawasan penelitian. Maka dari itu kawasan permukiman kumuh Kelurahan Letta memiliki karakteristik yaitu; 1) Kualitas bangunan yang kurang baik dengan rentan waktu massa bangunan lebih dari 20 tahun. Dengan satatus kepemilikan berupa hak milik dan hak sewa. 2) Kepadatan bangunan tinggi dengan rata-rata material bangunan batu dan seng serta jaringan drainase yang belum cukup tersedia. 3) Dari segi pelayanan fasilitas sarana dan prasarana masih sangat buruk. Diakibatkan kualitas bangunan serta sistem pelayanan sarana dan prasarana yang masih kurang. Some of the impacts of land use irregularities in the Coastal area include the destruction of coastal vegetation, the emergence of puddles, decreased water quality, reduced non-built land, building density and irregularities due to limited space, no or limited green open space as a rain catchment area and air pollution reduction, limited accessibility in densely populated settlements, narrowing open space because many are used as settlements, and lack of infrastructure to obtain clean water and proper drinking water, The absence of good drainage can cause flooding during the rainy season based on the above, it is necessary to have a concept of structuring the slum area in terms of the availability of infrastructure, so that in the process it can cause growth and land use change to be more controlled and can provide a concept of handling slum areas that are environmentally friendly and developed in accordance with applicable coastal area planning standards, This research uses a qualitative descriptive approach. Based on the identification results that have been carried out on the research area. Therefore, the slum area of Letta Village has characteristics, namely; 1) Poor building quality with a vulnerable building mass of more than 20 years. With ownership status in the form of property rights and lease rights. 2) High building density with an average building material of stone and zinc and a drainage network that is not sufficiently available. 3) In terms of service facilities and infrastructure are still very poor. Due to the quality of the building and the service system of facilities and infrastructure that is still lacking

Page 9 of 14 | Total Record : 134