cover
Contact Name
Brury Eko Saputra
Contact Email
brury@sttaletheia.ac.id
Phone
+62341-426617
Journal Mail Official
brury@sttaletheia.ac.id
Editorial Address
Jl. Argopuro No.28-34, Lawang, Kec. Lawang, Malang, Jawa Timur 65211
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
ISSN : 27232786     EISSN : 27232794     DOI : https://doi.org/10.47596/sg.v1i2
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi di bidang Teologi Biblika dan Praktika. Focus dan Scope penelitian SOLA GRATIA adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologi Pastoral 3. Teologi Kontemporer
Articles 161 Documents
KASIH FONDASI KELUARGA YANG SEHAT AGUNG GUNAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i2.95

Abstract

Abstraksi: Keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia. Melalui keluarga Kristen diharapkan banyak keluarga-keluarga yang tidak percaya bisa melihat kesaksian hidup dari keluarga Kristen yang baik dan mau percaya kepada Tuhan Yesus. Namun banyak keluarga Kristen yang gagal menjadi terang dan garam dunia, bahkan cenderung menjadi batu sandungan bagi masyarakat sekitar keluarga Kristen berada.   Realita menunjukkan bahwa saat ini banyak keluarga yang tidak sehat sehingga tidak mampu menjadi terang dan garam dunia. Banyak keluarga-keluarga Kristen yang tidak harmonis dan bahagia. Akibatnya angka perceraian di kalangan keluarga Kristen semakin hari semakin meningkat tajam. Apa yang menyebabkan banyak keluarga Kristen tidak sehat sehingga menjadi rapuh dan mudah mengalami kehancuran? Hal ini disebabkan karena banyak keluarga Kristen dibangun di atas dasar yang tidak kokoh.   Untuk menciptakan keluarga yang sehat, maka keluarga Kristen harus dibangun di atas fondasi yang kuat. Banyak keluarga Krsiten yang rapuh karena dibangun di atas ―materi‖. Fondasi yang kokoh untuk membangun keluarga Kristen adalah kasih agape. Tanpa fondasi kasih, maka keluarga akan rapuh dan mudah hancur. Kasih tidak hanya sekadar kata-kata semata tapi harus diwujudnyatakan dalam perbuatan sehari-hari. Kasih harus selalu mendasari hidup keluarga Kristen agar menjadi keluarga Kristen yang sehat dan akan membawa dampak bagi gereja sehingga gereja mampu menjadi terang dan garam dalam dunia ini.Kata-kata Kunci: Keluarga Sehat, Gereja Sehat, Fondasi Keluarga, Kasih Agape
LABORATORIUM IBADAH BAGI ORANG PERCAYA-ANALISA NARASI 1 SAMUEL 1 GUMULYA DJUHARTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v4i1.46

Abstract

Abstract: Reading Hannah‘s success to overcome life‘s dilemma proved that the true worship based on the sincerity of heart will be a kind of laboratory and clinic for healing. It is a place where believers had an experience of recovery process and finding solution even though someone can give an unsuitable reaction toward their condition. As long as the attitude of trusting God becomes an integral part of believer‘s life, they can always find hope in God.  Keywords: Laboratory, Worship, Reaction, Finding Solution
RESENSI BUKU : BUILDING A STRONG YOUTH MINISTRY ALFIUS ARENG MUTAK
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i1.25

Abstract

Penulis menyajikan paling tidak lima pertanyaan yang menimbulkan jalan buntu dalam pelayanan kaum muda yaitu: - Tidak mampukah anda melontarkan gagasan yang baik walaupun hanya sedikit? – Mampukah anda  mencegah kami dari kegagalan? – Bersediakah anda membantu gereja saya agar mengerti bahwa dalam pelayanan jumlah tidaklah penting? – Mampukah anda mengeluarkan saya dari permainan politik ini? (hal 19-28)
FORMASI SPIRITUALITAS SARANA MENUJU KEDEWASAAN SPIRITUAL ALFIUS ARENG MUTAK
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 6, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v6i1.70

Abstract

Abstraksi:Salah satu tujuan dari formasi spiritualitas adalah agar orang percaya mengalami pertumbuhan dalam relasinya dengan Tuhan yang ia percayai. Pertumbuhan itulah yang kemudian menggiringnya menuju kepada kedewasaan penuh didalam Kristus, hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Efesus,―Sampai kita semua menuju kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.‖ (Efesus 4:13)   Menuju kepada kedewasaan penuh adalah sebuah proses yang panjang dalam  membangun kedekatan dengan Tuhan dan itu terjadi lewat formasi spiritualitas. Karena itu kedewasaan spiritual mensyaratkan penataan ulang prioritas, berubah, dan belajar menaati Allah. Kunci dari kedewasaan ini adalah kekonsistenan, ketekunan dalam melakukan hal-hal yang mendekatkan kita pada Allah lewat pembacaan dan mempelajari Alkitab, doa, persekutuan, dan pelayanan. Spiritualitas itulah yang menggerakkan kita menunjukkan perhatian bagi kesejahteraan sesama.  Kata Kunci:Formasi spiritualitas, pertumbuhan spiritual, dan kedewasaan spiritual
APAKAH SIKAP ALLAH DI PERJANJIAN LAMA BERBEDA DENGAN DI PERJANJIAN BARU? ALI SALIM
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i2.37

Abstract

Abstrak: Pendapat bahwa karakter Allah Perjanjian Lama yang kejam dan Allah Perjanjian Baru yang penuh kasih masih terus hidup hingga saat ini. Bagaimana respon gereja terhadap masalah ini dan bagaimana membuktikan bahwa Allah yang dikisahkan dalam Perjanjian Lama tidaklah sekejam seperti yang dibayangkan orang. Ia tetap Allah yang penuh kasih seperti Allah dalam Perjanjian Baru.  Kata-kata Kunci: Allah Perjanjian Lama berbeda dengan Allah Perjanjian Baru, Allah Perjanjian Lamakejam, Kematian Uza, Perang Suci, Hukuman Tuhan di Padang Gurun
TEOLOGI CALVIN DAN PEMERINTAH ALI SALIM
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 5, No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v5i2.60

Abstract

Abstrak: John Calvin bukan hanya seorang teolog belaka, tetapi ia berperan besar dalam mengedit undang-undang dan pemikirannya sangat besar pengaruhnya dalam dunia politik. Dalam rangka menyambut hari Reformasi ke-500, artikel ini akan membahas beberapa pemikiran John Calvin tentang negara dan pemerintahan.  Kata-kata Kunci: John Calvin, negara, pemerintah, reformed
GEREJA METHODIST DAN PERSOALAN SOSIAL ORANG-ORANG TIONGHOA DI KOTA SURABAYA PADA ZAMAN HINDIA BELANDA, 1909-1928 MARKUS DOMINGGUS LERE DAWA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 2, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v2i2.27

Abstract

Pada tahun 1909, Gereja Methodist Episkopal Konferensi Malaysia untuk pertama kalinya membuka sebuah jemaat di Pecinan Surabaya. Sejak itu dan terus selama dua puluh tahun kemudian, Gereja Methodist hadir untuk menjangkau dan melayani orang-orang Tionghoa yang berdomisili di wilayah itu. Sebagai pendatang yang mencari nafkah di negeri asing, orang-orang Tionghoa yang menjadi target Gereja Methodist ini menghadapi sejumlah persoalan: lingkungan pemukiman yang buruk, lingkungan sosial yang sakit, hidup tanpa pasangan dan pendidikan. Lewat teori-teori tentang keterlibatan gereja dalam isu-isu sosial yang dihadapi oleh masyarakatnya, dan khususnya pikiran Calvin Van Reken tentang peran gereja sebagai institusi dan gereja sebagai organisme, artikel ini mencoba secara kritis meneropong peran yang dimainkan Gereja Methodist dalam mengatasi masalah yang dihadapi orang-orang Tionghoa di Pecinan Surabaya. Dari kedua karakter itu, Gereja Methodist Episkopal di Surabaya telah coba menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi oleh orang-orang Tionghoa di Pecinan. Namun pendekatan yang dipakai masih pada menciptakan ruang alternatif di dalam kompleks gereja dan belum sampai menyentuh pada fundamen persoalan, yaitu kebijakan pemerintah kolonial Belanda untuk orang-orang Tionghoa kala itu.   Kata kunci: Gereja Methodist, orang Tionghoa, Pecinan Surabaya, masalah-masalah sosial, gereja sebagai institusi, gereja sebagai organisme.
Effective Intercultural Communication:A Christian Perspective Mark Simon
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i2.135

Abstract

Book review by Mark Simon, Ridley College, Melbourne
SPIRITUALITAS AMNESIA VERSUS SPIRITUALITAS : SUATU RFELEKSI DALAM KOMUITAS HIDUP GEREJA MARIANI FEBRIANA LERE DAWA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i2.14

Abstract

Spiritualitas anamnesis bertemu dengan spiritualitas amnesia, suatu kebangkitan bertemu dengan kematian dan ketertiduran. Namun dalam pertemuan dan bahkan pertarungan diantara keduanya diupayakan agar anamnesis mendapat tempat utamanya. Anamnesis menolong gereja, yang terbenam dan terbuai dalam ranjang amnesia, terbangun; Terbangun dari mimpi, yang palsu menuju kepada suatu realitas yang otentik dari kehidupan.   Perkataan anamnesis dari Kristus dan tulisan perjamuan kudus dari Paulus menegaskan bahwa anamnesis bukan sekedar mengingat yang bersifat historis, melainkan mengingat yang mengarah kepada pertemuan dengan identitas diri serta terintegrasi dalam pengalaman eksistensial diri sebagai individu dan sebagai gereja yang bersifat korporat, bahwa sesungguhnya gereja Yesus Kristus, yang diutus kedalam dunia adalah gereja yang dapat bertumbuh dalam kesatuan diri dengan Kristus, dan sesama.    Anamnesis mengingatkan apa itu gereja dan kemanakah gereja sedang melangkah, dalam tujuan eskaton. Itulah sebabnya mentalitas dan pisau pembedahan dari anamnesis membuat kita masuk dalam panggilan apa arti menjadi murid Yesus dalam dunia. Anamnesis mengingatkan bangkit dari realita tidur masa lalu menuju pada realita terjaga hari ini dan dimasa depan.   Kata Kunci: Spiritualitas, amnesia, anamnesis, perjamuan kudus, jati diri, gereja dan panggilan.
GEMA KITAB KEJADIAN DALAM 1 KORINTUS 11:7-9 LIU WISDA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i1.84

Abstract

Abstrak: Beberapa pendekatan telah dilakukan, seperti pendekatan teologis, analisa kultural, dan konteks historis untuk mengerti 1 Korintus 11:3-16 tentang kesopanan perempuan dalam ibadah. Tulisan ini berusaha mengerti teks ini melalui pendekatan intertekstual yang menggarisbawahi penggunaan kitab Kejadian dalam retorika Paulus (1 Kor. 11:7-9) yang mewajibkan perempuan memakai kerudung dalam ibadah.   Kata Kunci: Intertextuality, Narrative Summary, 1 Korintus 11:79, Gambar dan Kemuliaan Allah, Kemuliaan Laki-laki, Urutan Penciptaan

Page 7 of 17 | Total Record : 161