cover
Contact Name
Brury Eko Saputra
Contact Email
brury@sttaletheia.ac.id
Phone
+62341-426617
Journal Mail Official
brury@sttaletheia.ac.id
Editorial Address
Jl. Argopuro No.28-34, Lawang, Kec. Lawang, Malang, Jawa Timur 65211
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
ISSN : 27232786     EISSN : 27232794     DOI : https://doi.org/10.47596/sg.v1i2
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi di bidang Teologi Biblika dan Praktika. Focus dan Scope penelitian SOLA GRATIA adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologi Pastoral 3. Teologi Kontemporer
Articles 161 Documents
ADAKAH METODE PEMURIDAN DALAM PERJAJIAN LAMA? SIA KOK SIN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 5, No 1 (2017): MARET 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v5i1.56

Abstract

Abstrak: Pemuridan merupakan topik bahasan umum  dalam Perjanjian Baru, khususnya kitab-kitab Injil. Pemuridan merupakan metode pembinaan agar orang percaya bertumbuh dewasa secara rohani, sehingga dapat memuridkan orang lain. Adakah metode pemuridan dalam Perjanjian Lama? Tulisan ini berupaya untuk menyelidiki metode “pemuridan” dalam Perjanjian Lama. Tulisan ini mencoba untuk menyelusuri berbagai pembinaan dan pendidikan rohani dalam Perjanjian Lama, seperti pembinaan rohani di rumah, pembinaan rohani oleh Imam dan orang Lewi, pembinaan oleh para orang bijak dan pembinaan dalam konteks kenabian.  Metode pembinaan rohani dalam Perjanjian Lama yang paling dekat atau mirip dengan metode pemuridan dalam Perjanjian Baru adalah pembinaan rohani yang dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Ulangan 6 memberikan pedoman penting tentang pembinaan rohani ini. Metode pembinaan rohani orang tua kepada anak-anaknya ini lebih alamiah, karena adanya interaksi antara orang tua dan anak dalam konteks kehidupan keluarga sehari-hari.  Kata-kata Kunci: Pemuridan, Perjanjian Lama, pembinaan rohani oleh orang tua, Ulangan 6.
RESENSI BUKU : A NEW APPROACH TO TEXTUAL CRITICISM : AN INTRODUCTION TO THE COHERENCE-BASED GENEALOGICAL METHOD STEFANUS KRISTIANTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 6, No 2 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v6i2.80

Abstract

Secara garis besar, buku ini terdiri atas enam bab utama. Bab pertama merupakan bagian pengantar yang menyentuh tiga aspek penting. Pertama, bab ini memberi pengenalan awal tentang apa itu CBGM. Secara ringkas, Wasserman dan Gurry mendefinisikan CBGM sebagai “a method that (1) uses a set of cumputer tools (2) based in a new way of relating manuscript texts that is (3) designed to help us understand the origin and history of the New Testament text.” (hal. 3). Jadi, seperti harapan Epp, metode ini mengkombinasikan penggunaan komputer dan pendekatan kuantitatif di beberapa bagian. Wasserman dan Gurry kemudian menggaris bawahi bahwa hal baru yang ditawarkan CBGM ialah bagaimana cara metode ini menghubungkan teks antar naskah. Pendekatan ini menggunakan prinsip dasar bahwa teks antar naskah bisa saling dihubungkan dengan menggunakan hubungan antar variannya. Kedua, bab ini juga menjelaskan secara singkat lima perubahan yang dibawa CBGM. Selain perubahan teks kritikal Yunani di beberapa tempat, CBGM juga menyebabkan munculnya ketidakpastian mengenai teks awal (initial text) di beberapa tempat. Bukan hanya itu, CBGM ternyata juga mendorong penolakan terhadap kategori tipe teks (atau kluster teks menurut Epp), meningkatnya apresiasi terhadap teks Byzantine, dan berubahnya tujuan utama Kritik Teks (meski sangat tipis). Bab ini kemudian ditutup dengan pembahasan aspek ketiga, yakni alasan mengapa buku ini ditulis. Sederhananya, buku ini ditulis untuk mereka yang optimis terhadap potensi CBGM (tetapi tidak mengerti bagaimana menggunakannya) dan juga mereka yang cenderung negatif terhadap CBGM. Buku ini diharapkan menjadi penolong kedua kelompk tersebut memahami CBGM lebih baik.
PENDEKATAN SISTEM KELUARGA TERHADAP KONFLIK DI DALAM GEREJA DAN RETORIKA PAULUS DALAM SURAT FILEMON BRURY EKO SAPUTRA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i2.96

Abstract

Abstraksi: Artikel ini berusaha membaca retorika Paulus dalam suratnya kepada Filemon dalam terang Pendekatan Sistem Keluarga terhadap konflik. Penulis akan mengidentifikasi elemen rumah tangga (household), baik secara kultural maupun tekstual, dalam surat Filemon. Setelah itu, penulis akan menelaah penggunaan retorika Paulus dalam relasinya dengan Pendekatan Sistem Keluarga terhadap konflik.  Kata-kata Kunci: Konflik gereja, Paulus dan Konflik, Kekristenan Mula-mula dan Konflik
LEX ORANDI, LEX CREDENDI ET LEX VIVENDI : IBADAH DAN PERILAKU KEHIDUPAN ORANG PERCAYA MARIANI FEBRIANA LERE DAWA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v4i1.47

Abstract

Abstrak: Betapa sering orang  percaya menghadiri ibadah minggu demi minggu, namun kehidupan dan perilakunya tidak menunjukan sebagai seorang yang beribadah. Terputusnya relasi di antara ibadah dan kehidupan dalam kebanyakan orang percaya menantang gereja untuk menolong dan melatih umat mengenai apa sebenarnya yang terjadi di dalam ibadah, khususnya ibadah yang ditindaki dengan seperangkat liturgi. Liturgi yang dilakukan oleh gereja sebenarnya bukan sekedar urutan acara yang dilakukan dalam ibadah, melainkan liturgi adalah jendela kehidupan dalam kerajaan Allah, bahwa sedemikianlah seharusnya umat itu hidup sehari-hari. Ibadah dalam ruang yang tersedia dengan perangkat liturgi yang ada menjadi simbol bagaimana umat seharusnya hidup di dalam dunia, karena ruang ibadah itu adalah ruang dunia dan liturgi itu adalah cara kehidupan orang percaya yang diringkas dalam satu pola kehidupan. Dalam hal ini, maka liturgi itu sebenarnya juga menjadi acuan pelatihan dari gereja bagaimana memuridkan umat Allah untuk menjadi umat yang diutus masuk ke dalam dunia dengan membawa kehidupan ilahi, sebagai garam dan terang dunia.   Kata-kata Kunci: Ibadah, Liturgi, misi dan perilaku orang percaya
RESENSI BUKU : THE LOST HISTORY OF CHRISTIANITY AMOS WINARTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i1.10

Abstract

Pada umumnya orang-orang cenderung memandang sejarah Kekristenan melalui kacamata daratan Eropa. Paradigma demikian berpendapat bahwa Kekristenan berasal dari Eropa dan berkembang ke seluruh dunia melalui expansi dan kolonialisasi. Bagi Jenkins paradigma ini adalah sebuah paradigma yang sangat sempit dan mengabaikan sejarah panjang iman Kristen di Afrika dan Asia.  Ia hendak mengoreksi paradigm yang tidak tepat ini melalui bukunya (43).
TANTANGAN PELAYANAN PENGGEMBALAAN HAMBA TUHAN DALAM ZAMAN NOW AGUNG GUNAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 6, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v6i1.71

Abstract

Abstrak:Dalam zaman now, hamba Tuhan diperhadapkan dengan berbagai macam perubahan yang begitu cepat dan tantangan yang begitu banyak dalam pelayanannya.   Hamba Tuhan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan jemaat yang sangat kompleks. Hamba Tuhan bukan hanya dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan spiritual jemaatnya, namun juga dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lain dari jemaatnya.   Ada banyak gereja yang memperlakukan hamba Tuhannya seperti karyawan atau pegawai yang dapat diperintah untuk melakukan segala sesuatu yang diminta oleh majikannya. Kadang apa yang diminta tidak sesuai dengan tugas dan tanggungjawab seorang hamba Tuhan.   Hamba Tuhan juga dituntut menjadi orang yang serba bisa dalam pelayanan yang diembannya. Hamba Tuhan dituntut untuk dapat menjalankan semua tugas pelayanan penggembalaan dengan maksimal. Apabila hamba Tuhan gagal dan lalai untuk menjalankan kewajibannya dengan maksimal maka akan menghadapi berbagai macam konsekuensi, mulai diperingatkan hingga diberhentikan dari pelayanannya.   Semua tantangan dan tuntutan dalam pelayanan tidak boleh membuat hamba Tuhan tawar hati dan mengambil keputusan untuk mundur dan meninggalkan pelayanan. Oleh karena itu, hamba Tuhan harus mempersiapkan diri dengan baik dan melengkapi diri dengan segala macam keterampilan dan kemampuannya baik dalam hal berkhotbah, melayani visistasi, melayani orang yang sulit dalam gereja, melayani kaum LGBT, dan melayani kaum muda agar ia akan dapat menjawab kebutuhan jemaat dan mampu bertahan dalam arena dunia pelayanan yang semakin kompetitif dalam zaman now. Hamba Tuhan harus menjalani tugas dan panggilannya dengan setia sampai Tuhan datang.    Kata-kata kunci: Zaman now, hamba Tuhan, tantangan, khotbah, visitasi, orang sulit, pelayanan kaum muda
RESENSI BUKU : CHURCH REFUGEES : SOCIOLOGISTS REVEAL WHY PEOPLE ARE DONE WITH CHURCH BUT NOT THEIR FAITH AMOS WINARTO OEI
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i2.38

Abstract

Church Refugees adalah karya dua orang sosiolog. Josh Packard, Ph.D. adalah dosen sosiologi di University of Northern Colorado sekaligus salah satu direktur dari the Social Research Lab. Sedangkan Ashleigh Hope sedang menyelesaikan studi doktoralnya di Vanderbilt University. Keduanya adalah anggota yang aktif di gereja mereka masing-masing.  Penelitian yang dilakukan oleh kedua sosiolog tersebut bersifat kualitatif karena cenderung untuk memperhatikan unsur manusia dari data penelitian yang berjumlah lebih dari seratus orang yang diwawancarai. Secara khusus, Packard dan Hope berusaha memahami dan melakukan refleksi atas pertanyaan ―mengapa‖ orang-orang meninggalkan gereja. Mereka yang sudah ―selesai‖ (―the Dones‖) dengan gereja ini menjadi fokus penelitian dalam Church Refugees.
RESENSI BUKU : BIBLICAL AUTHORITY AFTER BABEL : RETRIEVING THE SOLAS IN THE SPIRIT OF MERE PROTESTANT CHRISTIANITY BRURY EKO SAPUTRA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 5, No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v5i2.61

Abstract

Buku dengan lima bab ini lahir dari kuliah yang diberikan oleh Kevin J. Vanhoozer di Moore College, Australia, pada tahun 2015 – dengan judul “Mere Protestant Christianity: Why Singing Sola Renews and Reforms Biblical Interpretation” (p. xi). Pada bagian preface dan pendahuluan Vanhoozer memberikan penjelasan tentang judul ―Biblical Authority After Babel‖ yang diberikan kepada bukunya. Menurutnya, judul tersebut mengingatkan setiap pembaca bahwa (bagi sebagian orang) Reformasi juga menghasilkan banyak kebingungan dan dampak negatif lainnya, sama seperti pasca peristiwa runtuhnya menara Babel (pp. x, 1-4). Dengan mengutip beberapa ahli, Vanhoozer mencatatkan beberapa dampak negatif dan kebingungan yang dihasilkan oleh Reformasi: Reformasi menumbuhkan semangat sekularisme (Ernst Troeltsch dan Brad Gregory), Reformasi memberikan ruang bagi subyektifisme/individualisme di dalam hal menafsirkan Kitab Suci (H. Richard Niebuhr dan Alister McGrath), Reformasi mendorong perkembangan skeptisisme (Richard Popkin), dan Reformasi menyebabkan perpecahan antar gereja (Hans Boersma dan peter Lethart) (pp. 4-25).
PELAYANAN GEREJA KEPADA ORANG MISKIN MARTHEN NAINUPU
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 2, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v2i2.28

Abstract

Kemiskinan merupakan sebuah kenyataan atau fakta sosial dalam masyarakat manusia sejak jaman dahulu kala sampai dengan era pasca modern sekarang ini. Kemiskinan sudah dialami oleh mereka yang hidup di jaman Alkitab dan juga oleh orang percaya pada era kita ini. Boleh dikatakan bahwa kemiskinan adalah sebuah masalah abadi manusia. Dalam artikel ini fokus penulisan akan berada pada masalah kemiskinan yang bersifat material. Kemiskinan secara material merupakan sebuah tantangan yang tidak pernah habis bagi gereja. Dalam artikel ini penulis akan menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: gambaran umum mengenai kemiskinan di Indonesia, gambaran tentang kemiskinan pada jaman Alkitab dan bagaimana mengatasinya dan selanjutnya bagaimana pelayanan gereja dapat diberikan kepada orang miskin.  Kata kunci: kemiskinan, model pelayanan kepada orang miskin.
Teks, Konteks dan Hermeneutika Imamat 18:22 dan 20:13 Andreas Hauw
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v17i9.145

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengaformasi larangan homoseks dalam Imamat 18:22 dan 20:13 lewat analisis teks dan konteks. Atas dasar teks dan konteks ini pula, artikel berdiskusi dengan pertanyaan-pertanyaan kaum revisionis yang menafsirkan kedua teks Imamat secara berbeda dan tidak relevan. Dalam kategori ritual, tradisi dan keadilan artikel ini menjawab keberatan-keberatan yang muncul. Abstract: The article affirms the prohibition of same-sex relationships through the analysis of the text and contexts of Leviticus 18:22 and 20:13. Differing views and interpretations by revisionists and the dismissal of their inappropriate analysis and categorization of ritual, tradition, and justice are also addressed in the article.

Page 9 of 17 | Total Record : 161