cover
Contact Name
Fransisca Anjar Rina Setyani
Contact Email
jurnalicare@stikespantirapih.ac.id
Phone
+6281392620390
Journal Mail Official
fransisca.anjarrina@stikespantirapih.ac.id
Editorial Address
Jl. Tantular 401 Pringwulung, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
I Care : Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
ISSN : 27217272     EISSN : 27462315     DOI : 10.46668
Core Subject : Health, Education,
Jurnal keperawatan STIKes Panti Rapih Yogyakarta adalah jurnal keperawatan yang diterbitkan oleh STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan secara berkala 2 kali dalam setahun yaitu setiap bulan maret dan oktober. Jurnal keperawatan STIKes Panti Rapih merupakan media ilmiah untuk mempublikasikan hasil penelitian, study kasus, ataupun literature review di bidang keperawatan.
Articles 113 Documents
Hubungan Antara Self Efficacy dengan Kepatuhan Menjalani Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Ruteng Enjelu, Maria Putri Sania; Djerubu, David; Natul, Fransiska Kurniati
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.373

Abstract

Latar belakang : Penyakit Tuberkulosis (TB) paru tetap menjadi masalah serius di bidang kesehatan global, dan Indonesia mengalami peningkatan jumlah kasus tertinggi kedua di dunia. Di RSUD Ruteng data menunjukan adanya kesulitan dalam kepatuhan pasien terhadap terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Meskipun penelitian serupa telah dilakukan di berbagai wilayah, studi di Kabupaten Manggarai masih terbatas. Dengan tingginya prevalensi TB paru di Manggarai, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan, khususnya self-efficacy, sebagai dasar untuk mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif di tingkat lokal. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan menjalani terapi OAT pada pasien TB paru di RSUD Ruteng. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelatif dengan metode pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah non probability sampling dengan metode accidental sampling, melibatkan 108 orang pasien TB Paru. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat yaitu distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji statistik kendall’s tau. Hasil Penelitian: Analisis univariat menunjukkan bahwa sebanyak 55 responden (50,9%) memiliki self-efficacy baik, sementara 40 responden (37,0%) menunjukan kepatuhan baik terhadap terapi OAT. Ditemukan hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kepatuhan menjalani terapi OAT pada pasien TB Paru di RSUD Ruteng dengan nilai P value 0,006 (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini Self efficacy memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi OAT. Kata Kunci : Kepatuhan, Self Efficacy, TB Paru, Terapi OAT
Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Hemodialisa: Case Study Natalia, Lia; Ermawati, Elly
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.378

Abstract

ABSTRAK Pasien dengan Gagal Ginjal Kronis (GGK) stadium akhir yang menjalani terapi hemodialisis sering mengalami kecemasan akibat kondisi penyakit yang kompleks dan ketergantungan pada terapi. Kecemasan yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup pasien. Teknik relaksasi napas dalam telah banyak diteliti sebagai metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan. Metode: Metode yang digunakan adalah obsevasional sebelum dan sesudah dengan melakukan intervensi yaitu teknik relaksasi nafas. Subjek penelitian adalah pasien GGK stadium V yang menjalani hemodialisis. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi relaksasi napas dalam selama dua hari berturut-turut. Hasil: Pada kedua pasien yang mengikuti program ini, penurunan kecemasan dapat diamati baik secara subjektif maupun objektif. Kecemasan awal yang mereka rasakan, yang biasanya diukur dengan menggunakan alat skala kecemasan seperti HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale), menunjukkan penurunan yang signifikan setelah penerapan teknik relaksasi napas dalam. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam efektif menurunkan kecemasan pasien hemodialisa. Saran: Teknik relaksasi napas dalam efektif menurunkan kecemasan pasien hemodialisa, terutama jika dikombinasikan dengan terapi lain. Penerapannya ideal sebelum, saat, dan setelah prosedur. Faktor penting yang perlu diperhatikan adalah kondisi medis pasien, konsistensi latihan, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan untuk hasil optimal. Kata Kunci : hemodialisa, kecemasan, relaksasi napas dalam
Beban Kerja Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rahayu Gunungkidul Fitri astuti, Veronica; Noviati, Bernadetta Eka; Ririn Widianti, Christina
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.381

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berperan penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien secara langsung, khususnya di ruang rawat inap. Tuntutan pekerjaan yang tinggi sering kali menimbulkan beban kerja berlebih yang berdampak pada kondisi psikologis, termasuk kecemasan. Tujuan: mengetahui hubungan antara beban kerja dengan tingkat kecemasan perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rahayu Gunungkidul. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 44 perawat pelaksana. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: menunjukkan bahwa sebagian besar (86,4%) perawat mengalami beban kerja berat, serta sebagian besar responden (61,4%) berada dalam kategori kecemasan berat. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 dan koefisien korelasi 0,479, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara beban kerja dan kecemasan perawat, dengan kekuatan korelasi lemah. Kesimpulan: semakin tinggi beban kerja yang dirasakan perawat, maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami. Kata kunci: Beban kerja, kecemasan, perawat, ZSAS

Page 12 of 12 | Total Record : 113