cover
Contact Name
Fransisca Anjar Rina Setyani
Contact Email
jurnalicare@stikespantirapih.ac.id
Phone
+6281392620390
Journal Mail Official
fransisca.anjarrina@stikespantirapih.ac.id
Editorial Address
Jl. Tantular 401 Pringwulung, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
I Care : Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
ISSN : 27217272     EISSN : 27462315     DOI : 10.46668
Core Subject : Health, Education,
Jurnal keperawatan STIKes Panti Rapih Yogyakarta adalah jurnal keperawatan yang diterbitkan oleh STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan secara berkala 2 kali dalam setahun yaitu setiap bulan maret dan oktober. Jurnal keperawatan STIKes Panti Rapih merupakan media ilmiah untuk mempublikasikan hasil penelitian, study kasus, ataupun literature review di bidang keperawatan.
Articles 104 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pada Lansia di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan,Kecamatan Jetis Yogyakarta Clara, Angelina Clara Dwi Putri; Suparmi; Yoshima Nekada, Cornelia Dede
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.295

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Penyakit hipertensi merupakan masalah yang sangat umum yang diderita di seluruh dunia, dan sering disebut sebagai “the silent killer” karena penyakit ini sering tidak dilaporkan sehingga penderita tidak tahu bahwa mereka menderita hipertensi. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2023, sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30 hingga 79 tahun mengalami hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis Yogyakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis Yogyakarta dan dilaksanakan selama tiga bulan dari tanggal 05 Maret 2024 sampai dengan 25 Juni 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berjumlah 103 lansia hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah HFQ (Hypertension Fact Questionnaire) dan MMAS (Morisky Medication Adherence Scale). Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa responden dengan pengetahuan sedang sebanyak 54 responden (52,4%), pengetahuan tinggi sebanyak 23 responden (22,3%) dan pengetahuan rendah sebanyak 26 responden (25,2%). Sedangkan kepatuhan responden tidak patuh sebanyak 66 responden (64,1%) dan patuh sebanyak 37 responden (35,9%). Hasil uji Chi square diperoleh nilai p-value 0.001 < 0,05 terdapat hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis Yogyakarta. Simpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis Yogyakarta. Disarankan bagi peneliti selanjutnya melakukan penelitian yang berkaitan dengan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat antihipertensi seperti motivasi, perilaku, dukungan dari tenaga kesehatan, dukungan keluarga, jumlah obat yang dikonsumsi dan pemberian edukasi kesehatan pada lansia hipertensi. Kata kunci: hipertensi, kepatuhan minum obat, lansia, pengetahuan
Faktor Risiko Abortus: Penelitian Kasus-Kontrol Berbasis Rumah Sakit Setiyorini, Ana; Mustika Dewi , Wulan Mei
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.307

Abstract

Latar Belakang: Insiden abortus secara klinis dinyatakan sekitar 15-20% dari semua kehamilan. Rata-rata terjadi 114 kasus abortus setiap jam dan dapat mendekati 50%. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian abortus adalah faktor janin, ibu, dan eksternal. Tujuan: Mengetahui besarnya risiko terjadinya abortus pada ibu dengan riwayat abortus sebelumnya dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kejadian abortus yaitu usia ibu saat hamil, paritas, jarak kehamilan. Metode: Penelitian observasional dengan rancangan case control di Rumah Sakit Swasta Yogyakarta. Jumlah kasus ada 50 orang (abortus dengan usia kehamilan <20 minggu) dan kontrol yang diambil secara random ada 100 orang (persalinan aterm). Analisis univariat, bivariat dengan Chi Square pada tingkat kemaknaan p<0,05, 95% CI. Analisis multivariat model regresi logistik untuk memperkirakan odds ratio dan 95% CI risiko riwayat abortus terhadap kejadian abortus. Hasil: Analisis regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa ibu dengan riwayat abortus sebelumnya memiliki risiko lebih rendah mengalami abortus dibandingkan ibu yang belum pernah abortus (OR = 0,39; 95% CI: 0,17–0,90). Faktor yang meningkatkan risiko abortus secara signifikan adalah usia ibu saat hamil <20 atau >35 tahun (OR = 2,69; 95% CI: 1,17–6,16), paritas tinggi (OR = 11,15; 95% CI: 1,32–93,99), dan jarak kehamilan yang terlalu dekat atau jauh (OR = 3,30; 95% CI: 1,48–7,35). Simpulan: Riwayat abortus ditemukan sebagai faktor protektif terhadap kejadian abortus dan memerlukan kajian lebih lanjut untuk memahami mekanismenya. Kata kunci : riwayat abortus, kejadian abortus, faktor risiko, case control
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024: Dukungan sosial keluarga, fungsi kognitif Anggraini, Pratiwi; Arjuna; Ardiansyah
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.297

Abstract

Latar belakng: Fungsi kognitif merupakan peran penting dalam kemampuan fungsional, kualitas hidup dan kemandirian pada lansia. Fungsi kognitif ini juga ditandai dengan daya ingat mulai menurun, pemahaman mulai berkurang, ingatan mulai melemah, persepsi mulai berkurang, bahasa, penalaran dan pemecahan masalah juga mengalami penurunan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi perubahan pada fungsi kognitif lansia, salah satunya dengan memberikan dukungan sosial eluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hurburngan Durkurngan Sosial Kerlurarga Terhadap Furngsi Kognitif Pada Lansia Diwilayah Kerja Purskersmas Merlintang Tahurn 2024. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk mengkaji hubungan dukungan sosial keluarga terhadap fungsi kognitif pada lansia. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mendapat pelayanan di Puskesmas Melintang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 105 lansia. Analisa data ini menggunakan uji statistik Chi Squrerarer Terst. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan dukungan sosial keluarga terhadap fungsi kognitif ρ-value < 0,05 dengan nilai Prevalance Odds Ratio (POR) = 3,728, yang berarti terdapat hubungan. Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan dukungan sosial keluarga berperan penting dalam kehidupan lansia, terutama untuk menurunkan fungsi kognitif yang dialami oleh lansia tersebut. Saran: penelitian ini di harapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pada lansia yang mengalami fungsi kognitif terhadap kurangnya dukungan sosial keluarga yang diberikan.
Dampak Senam Otak Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia di Kelurahan Gabek 02 Kota Pangkalpinang Mariana Naicea, Dina; Arjuna; Ardiansyah
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.298

Abstract

Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu gangguan yang dialami lansia. Menurunnya fungsi kognitif pada lansia mempengaruhi daya ingat, konsentrasi, menghitung, mengambil keputusan, berlogika dan berpikir. Pencegahan penurunan fungsi kognitif secara non farmakologi dapat dilakukan oleh lansia berupa latihan senam otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui efektifitas senam otak terhadap perubahan fungsi kognitif lansia di Kelurahan Gabek 02 Kota Pangkalpinang. Desain penelitian kuantitatif dengan metode pra-experimen melalui pendekatan one group pre and post- test. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan sampel 21 responden. Instrumen menggunakan lembar observasi HVLT dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon math pairs test.Fungsi kognitif lansia sebelum intervensi senam otak, diperoleh nilai rata-rata sebesar 16,00. fungsi kognitif lansia setelah intervensi senam otak diperoleh nilai rata-rata sebesar 31,00. Hasil analisa menunjukkan ada pengaruh senam otak terhadap peningkaatan fungsi kognitif lansia dengan nilai p value (sig.) sebesar 0,000< α(0,05). Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa intervensi senam otak kepada lansia di Kelurahan Gabek 02 Kota Pangkalpinang yang dilakukan secara rutin dan teratur, memberikan efek terhadap perubahan fungsi kognitif lansia. Senam otak berpengaruh terhadap perubahan fungsi kognitif lansia di Kelurahan Gabek 02 Kota Pangkalpinang. Kata kunci: Fungsi Kognitif, Lansia, Senam Otak
Pengaruh Latihan Fartlek Terhadap Peningkatan Vo2Max pada Mahasiswa Prodi Ners Tingkat I STIKES Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Sigalingging, Vina Yolanda Sari; Pakpahan, Rotua Elvina; Angelina Gultom, Kristin
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.300

Abstract

Latar Belakang : Latihan fartlek merupakan salah satu latihan lari bervariasi yang berfokus pada kecepatan untuk meningkatkan daya tahan jantung dan paru, diantaranya adalah VO2max (volume oksigen maksimal).VO2max merupakan jumlah maksimal oksigen yang dapat dikomsumsi seseorang selama melakukan aktivitas fisik yang intens sampai akhirnya terjadi kelelahan, Kurangnya aktivitas fisik sangat mempengaruhi kebugaran tubuh seseorang yang berhubungan dengan kadar VO2max dalam tubuh. Disebut juga sebagai kekuatan aerobik yang kapasitas daya tahan kardiorespiratori Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan fartlek terhadap peningkatan VO2max pada mahasiswi Prodi Ners Tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan tahun 2024. Metode : metode yang digunakan one-group pretest design, dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, jumlah responden sebanyak 20 orang. Instrumen penelitian ini adalah cooper test 12 minute Hasil : hasil yang diperoleh rerata nilai VO2max mahasiswi Prodi Ners tingkat 1 sebelum intervensi latihan fartlek adalah =13.86 ml/kgBB/min (SD5.00), rerata nilai VO2max sesudah intervensi latihan fartlek adalah 30.73 ml/kgBB/min (SD=4.86). Uji statistik yang digunakan paired sample t-test dengan nilai p value 0,001 artinya ada pengaruh latihan fartlek terhadap peningkatan VO2mx pada mahasiswi Prodi Ners tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth medan. Simpulan : Efek latihan fartlek dapat meningkatkan kemampuan atau kinerja paru serta jantung dalam mengambil dan mengelola oksigen agar tubuh mampu melakukan aktivitas fisik ataupun olahraga yang melibatkan otot-otot besar dalam jumlah waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan. Latihan fartlek sebagai alternative untuk meningkatkan nilai VO2max pada mahasiswi prodi Ners tingkat 1 sehingga tingkat VO2max semakin baik.
The Analisis Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Populasi Lansia Candra, Agustin Marcela; Erjinyuare Amigo, Thomas Aquino; Wulandari, Riski
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.305

Abstract

Latar belakang: Lansia lebih rentan mengalami penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, dan hipertensi. Hipertensi pada lansia disebabkan oleh perubahan tekanan darah yang berkaitan dengan usia dan faktor gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Bantul II Yogyakarta. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bantul II Yogyakarta pada bulan Mei sampai Juni 2024. Populasi penelitian lansia dengan usia ≥ 60 tahun dengan jumlah sampel 94 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intrumen penelitian digunakan adalah GPAQ (Global Physical Activity Questionare) Hasil: Hasil penelitian berdasarkan kejadian hipertensi menunjukkan bahwa sebagian besar lansia hipertensi melakukan aktivitas kategori ringan 78,0% (32 responden), sementara lansia yang tidak hipertensi sebagian besar melakukan aktivitas kategori berat 55.9% (19 responden. Analisis statistik menggunakan Chi-Square menghasilkan p-value sebesar 0.002, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia. Simpulan: Lansia dengan aktivitas fisik ringan memiliki risiko lebih besar terkena hipertensi dibandingkan dengan lansia yang melakukan aktivitas fisik sedang dan berat. Pentingnya edukasi kepada lansia mengenai pentingnya aktivitas fisik rutin untuk mengurangi angka kejadian hipertensi. Kata kunci: Aktivitas Fisik; Hipertensi; Lansia
Kejadian Takut Jatuh Pada Lansia yang Tinggal di Komunitas Anggarani, Anastasia Putu Martha; Djoar, Raditya Kurniawan
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.310

Abstract

Takut jatuh pada lansia terjadi karena ketidakpercayaan diri lansia dalam melakukan aktivitas secara mandiri. Hal tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas kehidupan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian takut jatuh pada lansia yang tinggal di masyarakat sehingga dapat menentukan intervensi yang tepatuntuk menanganinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang melibatkan 77 lansia yang tinggal di masyarakat. Insrumen penelitian inia dalah kuesioner Modified Falls Eficacy Scale-Indonesian Version (Modified FES-I). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 66,3% lansia mengalami kekhawatiran tinggi akan jatuh. Keseimbangan saat bergerak/berjalan dilakukan oleh beberapa sistem dalam tubuh. Pada proses penuaan, lansia mengalami penurunan fungsi anatomis dan fisiologis sehingga menyebabkan kemampuannya akan berkurang dalam mempertahankan keseimbangan dan mengakibatkan lansia sering mengalami jatuh saat beraktivitas. Situasi inilah yang menurunkan rasa kepercayaan diri lansia dalam ber aktivitas secara mandiri sehingga merasa takut jatuh
Hubungan Tingkat Risiko Dengan Health Beliefs Tentang Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta Jekau, Beatrix Vionita; Subiyanto, Paulus; Kristanti, Fittriya
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.317

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a global health problem whose prevalence is increasing and is characterized by decreased insulin function and/or relative insulin deficiency. In Indonesia, the prevalence of T2DM is increasing and is ranked fourth in the number of diabetes sufferers worldwide at 20.4 million or 8.4%. This disease can occur at productive ages < 35 years. STIKes Panti Rapih Yogyakarta students are included in the population that is vulnerable to risk with a prevalence of 34.92%. Objective: This study aims to determine the relationship between risk level and health beliefs regarding T2DM prevention behavior among STIKes Panti Rapih students Method: This research is a quantitative survey type research with a cross sectional design. The population in this study was 573 STIKes Panti students. By using random sampling techniques, a sample of 260 people was obtained. Results: Based on the research results, there were 142 students, 54.65%) who had a low risk of experiencing T2DM and 179 students (68.8%) had high health beliefs. The results of the statistical test of the relationship between risk level and health beliefs regarding behavior to prevent type 2 DM among students at the Yogyakarta neat and tidy institutions showed a p-value of 0.0095. Conclusion: There is no relationship between the risk level of T2DM and health beliefs because based on education level, age, and disease history, the majority have a low risk of experiencing Type 2 DM. So further research is needed on the relationship between risk level and T2DM prevention behavior among STIKes Panti Rapih students. Keywords: Risk level, Health Beliefs in students, Type 2 DM
Gambaran Pengetahuan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Relinda Putri, Tektista; Noor Hidayah, Fadila Rahma; Dita Hanna Febriani
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.308

Abstract

Background: The variety level of type 2 diabetes mellitus patients’ knowledge about the disease and its management can affect blood glucose levels. Good knowledge of diabetes is essential to control blood sugar and improving the quality of life of patients. Conversely, low knowledge can hinder disease management and cause complications. Objective: To determine the knowledge in type 2 DM patients at the Endocrine Clinic of Panti Rapih Hospital Yogyakarta. Method: This research is a descriptive quantitative study with a cross-sectional design. The respondents in this study were 96 samples selected by purposive sampling technique. Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) used to collect the data. Results: More than half of the respondents in this study were classified as elderly, female, unemployed, diagnosed with type 2 DM for ≥ 5 years, had disease complications, and less than half of the respondents had higher education, namely bachelor's degrees. Most respondents had received information related to type 2 DM, information obtained from health workers, and more than half of the information provided was related to management. The majority of respondents with type 2 DM had moderate level of knowledge. Conclusion: Nurses need to be more active in providing DM education, especially in etiology and complications.
Hubungan Kecemasan Dan Kesepian Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kenanga Sungailiat Tahun 2024 Ulpi Andari; Arjuna; Indri Puji Lestari
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.318

Abstract

Latar belakng: Kualitas tidur merupakan masalah umum yang dialami lansia karena penurunan pola tidur sebagai akibat dari proses penuaan yang normal. Namun masalah tidur yang diabaikan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup dan kejadian bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dan kesepian dengan kualitas tidur pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecemasan dan kesepian dengan kualitas tidur pada lansia Di Wilayah Kerrja Purskersmas Kenanga Sungailiat Tahurn 2024. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei survei pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecemasan dan kesepian dengan kualitas tidur pada lansia. Dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mendapat pelayanan di Puskesmas Kenanga Sungailiat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 106 lansia. Analisa data ini menggunakan uji spearmen rank. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan Kecemasan dengan Kualitas Tidur p-value < 0,05 dengan nilai korelasi 0,391, yang berarti terdapat hubungan positif sedang, hubungan Kesepian dengan Kualitas Tidur menunjukkan p-value < 0,05 dengan nilai korelasi 0,261, yang berarti terdapat hubungan positif sedang. Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan kecemasan dan kespiam terhadap kualitas tidur Saran: Saran dari penelitian ini di harapkan dapat mernjadi bahan perrtimbangan bagi purskersmas dalam mermberrikan perlayanan kerperrawatan khursursnya pada pasiern yang merngalami kercermasan dan kerserpian terrhadap kurrangnya kuralitas tidurr pada lansia. Kata Kunci : Kecemasan, Kesepian, Kualitas tidur lansia

Page 10 of 11 | Total Record : 104