cover
Contact Name
Fransisca Anjar Rina Setyani
Contact Email
jurnalicare@stikespantirapih.ac.id
Phone
+6281392620390
Journal Mail Official
fransisca.anjarrina@stikespantirapih.ac.id
Editorial Address
Jl. Tantular 401 Pringwulung, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
I Care : Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
ISSN : 27217272     EISSN : 27462315     DOI : 10.46668
Core Subject : Health, Education,
Jurnal keperawatan STIKes Panti Rapih Yogyakarta adalah jurnal keperawatan yang diterbitkan oleh STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan secara berkala 2 kali dalam setahun yaitu setiap bulan maret dan oktober. Jurnal keperawatan STIKes Panti Rapih merupakan media ilmiah untuk mempublikasikan hasil penelitian, study kasus, ataupun literature review di bidang keperawatan.
Articles 113 Documents
PICTURE Gambaran Self-Management Pada Pasien DM di Ruang Poliklinik Salah Satu Rumah Sakit Swasta di Yogyakarta Kristiani, Angela Iche; Kambu, Stevany Gracella; Kristanti, Fittriya
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.322

Abstract

Diabetes Melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) dengan gangguan metabolisme, karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kerusakan dalam produk insulin dan kerja insulin yang tidak optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pasien DM di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu accidental sampling. Jumlah responden dalam penelitian sebanyak 30 responden dengan menggunakan kuesioner PSQI. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki self-management yang sedang sebesar 6,7%, dan buruk sebesar 93,3% dari 30 responden yang telah diteliti. Berdasarkan hal tersebut sebaiknya sebagai pelayanan kesehatan memberikan edukasi kepada pasien tentang pentingnya self-management yang baik, dan diharapkan sebagai pasien DM dapat meningkatkan self-manangement nya mengenai 7 pilar perawatan mandiri DM yang meliputi pola makan, aktivitas fisik, minum obat, pemantauan kadar gula darah, pemecahan masalah, mekanisme koping yang sehat, dan pengurangan risiko.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Transfusi Darah Pada Anak dengan Thalassemia Beta Mayor di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2025 Zafira, Zafira; Nurvinanda, Rezka; Lestari, Indri Puji
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.368

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Thalassemia merupakan salah satu penyakit kronis pada anak. Penyakit ini merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh kurangnya sintesis rantai polipeptid yang menyusun rantai globin dan hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 52 pasien. Besaran sampel dalam penelitian ini adalah 39 pasien yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Hasil: Hasil penelitian uji statistik Chi Square didapatkan ada hubungan tingkat pendidikan (p-value = 0,006), tingkat pengetahuan (p-value = 0,001) dan dukungan keluarga (p-value = 0,021) dan tidak ada hubungan status ekonomi (p- value = 0,383) terhadap Tingkat Kepatuhan Transfusi Darah Pada Pasien Anak Dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Serta tidak ada hubungan antara status ekonomi dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Kata Kunci : Kepatuhan, Thalassemia, Tranfusi
Studi Fenomenologi: Persepsi Pasien Hemodialisa Terhadap Kualitas Hidup Pasien di RSUD Ruteng Jeniati, Erviolita; Simon, Maria Getrida; Laput, Dionesia Octaviani
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.377

Abstract

Latar Belakang : Gagal ginjal kronik adalah kondisi ketika ginjal mengalami masalah struktural atau fungsional selama lebih dari tiga bulan. Jika gangguan fungsi ginjal tidak segera teratasi, dapat menyebabkan kerusakan ginjal lebih lanjut hingga berakhir pada kematian. Penderita gagal ginjal kronis yang mendapat pengobatan jangka panjang akan mengalami stres psikologis dan sosial di samping komplikasi penyakit seperti pendarahan, kram, ke elektrolit, dan hipotensi, hal tersebut dapat berdampak pada kualitas hidup pasien. Tujuan :Untuk mengetahui dan memahami bagaimana persepsi pasien hemodialisa terhadap kualitas hidup pasien. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan studi fenomenologi, menggunakan wawancara semi terstruktur. Jumlah partisipan pada penelitian ini adalah 7 orang dengan cara pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil: Hasil penelitian menghasilkan tiga tema utama Perubahan yaitu emosi, Keterbatasan fisik, dan Perubahan kondisi kesehatan sebelum dan sesudah menjalani hemodialisa. Kesimpulan : Peneliti menemukan bahwa persepsi pasien hemodialisa, kualitas hidup partisipan mulai membaik dengan adanya prosedur terapi hemodialisa. Hal ini dapat dilihat dari penerimaan pasien terhadap kondisi yang dialami, adanya perubahan kondisi kesehatan lebih baik dari sebelum menjalani hemodialisa dan juga adanya harapan akan kesembuhan dari partisipan untuk kedepannya. Kata Kunci:Gagal ginjal kronis, hemodialisa, kualitas hidup
THE Efektivitas Edukasi Diet DASH Terhadap Perilaku Diet Pasien Diabetes Melitus Ismoyowati, Tri Wahyuni; Fadli, Muhamad Arief; Sianipar, Lido
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.371

Abstract

Perilaku makan memiliki peran penting dalam menentukan status gizi penderita diabetes melitus tipe 2. Salah satu strategi dalam pengelolaan diabetes melitus adalah melalui edukasi, yang bertujuan untuk mendorong perubahan positif dalam kebiasaan makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi mengenai modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH terhadap perubahan jenis makanan, jumlah konsumsi, serta frekuensi makan pada penderita diabetes melitus tipe 2 di salah satu Puskesmas di Jawa barat. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, melibatkan 52 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan setelah diberikan edukasi terkait modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH terhadap perubahan jenis makanan (p-value = 0,001 < 0,05), jumlah konsumsi makanan (p-value = 0,000 < 0,05), serta frekuensi makan (p-value = 0,001 < 0,05) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di di salah satu Puskesmas di Jawa barat. Kesimpulannya, edukasi mengenai modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH berpengaruh terhadap perubahan perilaku makan penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah tersebut.
Hubungan Efektivitas Metode Hybrid Learning dengan Perilaku I-Care Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta Miensugandhi, Marcellino Michele; Wardani, Yulia; Kurniastuti, Margaretha
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.330

Abstract

Latar belakang: Teknologi dan jaringan internet telah menjadi bagian dari sistem pendidikan formal dan informal di masa sekarang dan masa depan. Teknologi dan jaringan internet diperlukan di masa pandemi Covid-19 karena lembaga pendidikan di seluruh dunia membatasi proses belajar mengajar dengan membagi dengan dua cara yaitu online dan offline (hybrid learning), terutama universitas atau perguruan tinggi. Urgensi dalam penelitian ini terletak pada penerapan metode pembelajaran hybrid yang menggabungkan pembelajaran online (melalui media seperti Zoom) dan offline (di dalam kelas). Hybrid learning merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan inovasi dan kemajuan teknologi melalui sistem pembelajaran online dengan interaksi dan partisipasi model pembelajaran tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasi dan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kampus 2 STIKes Panti Rapih Yogyakarta dan dilaksanakan pada tanggal 30 Juli sampai 4 Agustus 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berjumlah 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner hybrid learning dan I-CARE. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden mendapatkan hasil persentase paling tinggi pada pada kategori usia 19 tahun sebanyak 38 orang (56,7%), pada kategori jenis kelamin perempuan sebanyak 60 orang (89,6%) dan pada kategori prodi Sarjana Keperawatan sejumlah 48 orang (71,6%). Sedangkan gambaran efektifitas metode hybrid learning mendapatkan hasil persentase paling tinggi pada kategori efektif sebanyak 34 responden (50,7%) dan gambaran perilaku I-CARE mendapatkan hasil persentase tertinggi pada kategori sangat baik sebanyak 32 responden (47,8%). Hasil uji Somer’d diperoleh p-value 0,614 (p-value > 0.05) maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Kata kunci: efektivitas, hybrid learning, ICARE, mahasiswa, perilaku
THE RELATIONSHIP Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pola Pemberian Nutrisi Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Kalurahan Sendangrejo, Minggir, Sleman, Yogyakarta Kurniawan , Ernestus Dody; Hastuti, Ag. Sri Oktri; Wiadianti, Christina Ririn
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.341

Abstract

Latar belakang: Kejadian Stunting pada balita dalam masa golden periods perlu menjadi perhatian khusus karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak. Di Kalurahan Sendangrejo sendiri belum pernah dilakukan penelitian terkait hubungan pengetahuan ibu tentang pola pemberian nutrisi dengan kejadian stunting pada balita. Oleh karena, itu perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut tentang hubungan pengetahuan ibu tentang pola pemberian nutrisi dengan kejadian stunting pada balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pola pemberian nutrisi terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Sendangrejo, Minggir, Sleman Yogyakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di di Desa Sendangrejo, Minggir, Sleman Yogyakarta dan dilaksanakan pada bulan Juli 2024 sampai Agustus 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling dengan teknik total sampling berjumlah berjumlah 64 responden. Sampel yang diambil adalah sebanyak 60 responden dikarenakan terdapat 4 responden yang sudah tidak ada di tempat atau sudah tidak menetap di kalurahan Sendangrejo. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak (63,3%) 38 orang. Sedangkan kejadian stunting pada anak balita berdasarkan TB/U didapatkan hasil balita stunting mengalami kondisi TB yang pendek 48 (80%) dengan Z-score. Hasil uji Spearman rho diperoleh p-value 0,880 (p-value > 0.05) maka tidak terdapat hubungan yang signifikan, lemah dan negatif antara pengetahuan ibu tentang pola pemberian nutrisi dengan kejadian stunting pada balita di Kalurahan Sedangrejo. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan, lemah dan negatif antara pengetahuan ibu tentang pola pemberian nutrisi dengan kejadian stunting pada balita di Kalurahan Sedangrejo. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat menjadi refrensi, pendukung dan pembanding bagi perkembangan penelitian selanjutnya dengan factor lain pada stunting, yaitu kemiskinan, aspek sosial dan budaya, peningkatan risiko penyakit infeksi, kerawanan pangan, serta akses terhadap layanan kesehatan. Kata kunci: pengetahuan ibu, pemberian nutrisi, stunting
Pengaruh Kegiatan Rekreatif Senam Lansia Terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsi Kognitif Pada Lansia dengan Demensia di Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari Depok Hartini, Kristina Tri Puji; Mahayanti, Agnes; Kurniastuti, Margaretha
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.353

Abstract

Lansia merupakan proses degeneratif pada seseorang yang berusia 60 tahun keatas. Proses degeneratif pada lansia salah satunya adalah penurunan fungsi kognitif. Penurunan fungsi kognitif baik memori jangka pendek maupun jangka panjang dapat membuat lansia terganggu dalam melakukan aktivitas sehari – hari. Senam lansia merupakan intervensi untuk memperlambat proses penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan kebugaran fisik lansia. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari Cinere-Depok, terdapat 18 lansia dengan tanda penurunan fungsi kognitif, seperti salah masuk kamar / masuk kamar orang lain, lupa hari, tanggal, bulan bahkan lupa nama saudara sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh senam lansia terhadap peningkatan kemampuan kognitif lansia di Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari Cinere-Depok. Metode penelitan ini menggunakan metode purposive sampling 32 lansia dari total populasi 46 lansia. Penelitian ini menggunakan instrument Mini Metal State Exam (MMSE) sebagai skrining dalam mengukur fungsi kognitif lansia. pengukuran skor MMSE, didapatkan hasil nilai normal 14 orang (43,8%), ringan 8 orang (25,0%), berat 10 orang (31,3%) dari total sample 32 orang. Setelah dilakukan intervensi senam, didapatkan hasil: normal 22 orang (68,8%), ringan 7 orang (21,9%) dan berat 3 orang (9,4%). Berdasarkan uji non parametrik Wilcoxon didapatkan hasil nilai p<0,000 yang berarti terdapat pengaruh senam lansia terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia di Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari Cinere-Depok. Kata kunci: lansia, fungsi kognitif, senam lansia.
Dukungan Keluarga Yang Baik Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Dengan Diabetes Melitus Hepilita, Yohana; Anum, Yuliana; Janggu, Jayanthi Petronela
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.365

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya, baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun lingkungan. Keluarga memiliki peran penting dalam mendukung pasien dalam mengelola penyakit ini. Dukungan keluarga yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pasien melalui keterlibatan dalam pengobatan, pemantauan pola makan, hingga dukungan emosional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Bangka Kenda. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 70 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) untuk dukungan keluarga dan Diabetes Quality of Life (DQOL) untuk kualitas hidup. Analisis data dilakukan dengan uji bivariat menggunakan SPSS dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mendapat dukungan keluarga baik memiliki kualitas hidup yang juga baik. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien diabetes melitus (p = 0,001). Kesimpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitus. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi dan pelibatan keluarga dalam manajemen perawatan pasien secara berkelanjutan. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, Diabetes Melitus
Hubungan Karakteristik Demografi dan Self-Determination dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa di Rumah Sakit Panti Rapih Harkristiardhi, Paulus; Wardani, Yulia; Kristanti, Fittriya
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.366

Abstract

Latar Belakang: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa menghadapi berbagai tantangan fisik dan psikologis yang berdampak pada kualitas hidup mereka. Karakteristik demografi dan Self determination merupakan faktor penting yang mempengaruhi pengetahuan tentang hemodialisa, kepatuhan pengobatan, dan tingkat manajemen diri. Tujuan : Mengetahui hubungan karakteristik demografi dan self determination dengan kualitas hidup pasien hemodialisa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non – eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif korelasi. Jumlah sempel sebanyak 112 responden yang menjalani hemodialisa rutin dua kali perminggu pada bulan Juli di ruang hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih. Hasil: Hasil penelitian ini mengidentifikasi bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki – laki (67,9%,), usia dewasa akhir (53,6%), tingkat pendidikan terakhir SMA (46,4%), tidak bekerja (47,3%), pendapatan ekonomi kelas menengah (38,4%), lama menjalani hemodialisa >2-5 tahun (66%), penyakit penyerta hipertensi (72,3%). Didapatkan responden mayoritas memiliki self determinasi yang tinggi sebesar (83%) dan kualitas hidup baik sebesar (49,1%). Tidak terdapat hubungan antara karakteristik demografi responden dengan self determination (p-value >0.05). Tidak terdapat hubungan karakteristik demografi dengan kualitas hidup, dan terdapat hubungan penyakit penyerta dengan kualitas hidup. Terdapat hubungan yang signifikan antara self determination dan kualitas hidup dengan nilai p – value (0,008). Simpulan: Self-determination berhubungan secara segnifikan dengan kualitas hidup pasien hemodialisi. Perawat disarankan mengenalkan pasien hemodialisa untuk mengikuti komunitas pasien hemodialisa agar menimbulkan dukungan sosial tinggi dan dapat memperkuat tingkat self determination yang baik yang akan berdampak pada tingkat kualitas hidup yang baik. Kata kunci: Karakteristik demografi, kualitas hidup, self-determination
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Desa Umung Esong, Reinaldis Avionita; Eka, Angelina Roida; Golo, Tarsisius
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.367

Abstract

Latar Belakang : pernikahan usia dini merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih banyak terjadi di berbagai daerah, termasuk di desa umung kecamatan satar mese, di mana angka pernikahan dini masih tergolong tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat pengetahuan remaja yang rendah mengenai dampak pernikahan dini, pola asuh orang tua yang kurang optimal, serta pengaruh kelompok teman sebaya.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan, pola asuh orang tua, dan kelompok teman sebaya terhadap kejadian pernikahan dini di desa umung. Metode :Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan potong lintang dan melibatkan 68 responden, terdiri atas 34 remaja yang menikah dini dan 34 remaja yang tidak menikah dini, yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan analisis regresi logistic. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan, pola asuh orang tua, dan kelompok teman sebaya dengan kejadian pernikahan dini, dengan nilai signifikansi berturut-turut 0,000, 0,002, dan 0,000. hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa kelompok teman sebaya merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian pernikahan dini dengan nilai signifikansi 0,020. Simpulan: Pengetahuan remaja, pola asuh orang tua, dan pengaruh teman sebaya memiliki hubungan yang signifikan terhadap terjadinya pernikahan usia dini di desa umung. Upaya peningkatan pengetahuan dan penguatan peran keluarga serta pembinaan kelompok remaja perlu dilakukan untuk menekan angka pernikahan dini dan menciptakan generasi muda yang berkualitas. Kata kunci: pernikahan dini; pengetahuan; pola asuh; remaja; teman sebaya

Page 11 of 12 | Total Record : 113