cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
bajangjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Permas Indah Perumahan Royal Zam-zam F17 Labuapi Lombok Barat NTB
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by bajang Institute
ISSN : 27979210     EISSN : 27982912     DOI : -
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, with registered number ISSN: 2797-9210 (Print), ISSN: 2798-2912 (Online) is a scientific multidisciplinary journal published by bajang Institute. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. Particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas both of which are published each month. The scope of the journal studies broadly includes:Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development; Economics; Tourism, Health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,033 Documents
INOVASI PMT LOKAL BISKUIT FISHBEAN DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DAN PENINGKATAN KAPASITAS KADER DI WILAYAH PUSKESMAS TABA LAGAN KABUPATEN BENGKULU TENGAH Emy Yuliantini
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang memerlukan upaya penanggulangan berkelanjutan melalui pemenuhan kebutuhan gizi balita dan pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader Posyandu dan ibu balita mengenai stunting, gizi, serta pemanfaatan Biskuit Fishbean sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Taba Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah melalui edukasi, demonstrasi, praktik pembuatan, pengenalan produk, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 48 peserta dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Median skor meningkat dari 15 pada pre-test menjadi 18 pada post-test, dengan peningkatan median 3 poin. Sebanyak 38 peserta mengalami peningkatan skor, 8 mengalami penurunan, dan 2 tidak mengalami perubahan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (Z = -4,994; p < 0,001). Kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang disertai praktik dapat meningkatkan pengetahuan peserta sekaligus memperkenalkan pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif PMT dalam mendukung upaya penanggulangan stunting.
EDUKASI DIABETES MELITUS DAN KOMPLIKASINYA MELALUI PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH DAN ASAM URAT DI KELURAHAN DUFA-DUFA KOTA TERNATE Nikma FNU
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus requires continuous management to prevent complications, yet some patients in Dufa-Dufa Village, Ternate City, have limited access to comprehensive health education. This community service activity aimed to improve patients’ knowledge of diabetes mellitus and its complications through education accompanied by blood glucose and uric acid screening. The activity involved 50 patients with diabetes mellitus and was conducted through preparation and coordination, pre-test, health education using presentations and leaflets, post-test, and point-of-care testing (POCT) for blood glucose and uric acid. The results showed an increase in the mean knowledge score from 5.64 ± 1.84 before education to 9.04 ± 1.81 after education, with a mean increase of 3.40 points. The proportion of participants with very good knowledge increased from 14% to 74%. Blood glucose was elevated in 74% of participants, while 44% had elevated uric acid levels. The activity improved participants’ knowledge and supported early health screening.
OPTIMALISASI TATA KELOLA DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN DESA MELALUI INTEGRASI MANAJEMEN ASET BERBASIS KODEFIKASI DIGITAL DI DESA PINANG, KABUPATEN ENREKANG Ade Ikhlas Amal Alam; Muhammad Fauzan Garantjang; Audrey Michelle Wenny Yolanda; Nur Hazimah Alimuddin; Yusrifah Adwiah Adnan; A. Nurhaliza Magfirah N
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Service Program was carried out in collaboration with Pinang Village, focusing on optimizing village financial governance and accountability through the integration of asset management based on digital codification. The main challenges faced by the partner included low accountability in village financial management, non-standardized asset management, minimal use of information technology, limited capacity of village officials, and the lack of integration between the village’s digital financial and asset systems. The proposed solutions include the development of a digital-based village asset codification system; training and technical assistance in village financial and asset management; the implementation of integrated village financial and asset systems; the development of standard operating procedures (SOPs) for financial and asset management; and program monitoring and evaluation. The implementation method is participatory, involving the following stages: outreach, training, technical assistance, system implementation, and evaluation of program sustainability. The targeted outcomes include SINTA-indexed scientific publications, publications in online media/repositories, the development of SOPs for village financial and asset management, capacity building for village officials in the use of digital systems, and the implementation of a digital codification-based asset management system that supports transparency and accountability in village financial governance.
PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU DALAM PENGGUNAAN GLUKOMETER MELALUI PELATIHAN DI POSYANDU TERATAI III TAMARUNANG, KABUPATEN GOWA Lismayana Hansur; Hernawati Basir; Ami Febriza; Nurmila Nurmila; Dahniar Dahniar
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan deteksi dini dan pemantauan kadar glukosa darah di tingkat masyarakat. Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan skrining kesehatan, namun keterbatasan keterampilan dalam penggunaan glukometer serta penerapan prinsip pencegahan infeksi dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan pemeriksaan yang aman dan tepat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis kader Posyandu dalam melakukan pemeriksaan glukosa darah menggunakan glukometer serta meningkatkan penerapan prinsip keselamatan dan pencegahan infeksi selama pemeriksaan darah kapiler. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 di Posyandu Teratai III, wilayah kerja Puskesmas Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan diikuti oleh 8 kader Posyandu aktif dari tiga Posyandu binaan. Pelaksanaan meliputi koordinasi dan identifikasi kebutuhan, pre-test, pemberian edukasi mengenai diabetes melitus, penggunaan glukometer dan pencegahan infeksi, demonstrasi, praktik langsung penggunaan glukometer, pendampingan, serta post-test dan evaluasi keterampilan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif dengan membandingkan skor keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan serta persentase ketercapaian indikator program. Hasil: Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan pada seluruh aspek yang dinilai, meliputi persiapan alat dan bahan, disinfeksi dan pengambilan sampel, pengoperasian glukometer, serta pembuangan limbah medis. Pada evaluasi akhir, 8 dari 9 kader (88,9%) telah mampu melakukan pemeriksaan glukosa darah secara mandiri, sedangkan 1 kader (12,5%) masih memerlukan pendampingan ringan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Indikator keberhasilan program menunjukkan bahwa target kehadiran peserta, peningkatan keterampilan, kemampuan melakukan pemeriksaan secara mandiri, dan kepatuhan terhadap prosedur pemeriksaan dapat tercapai. Kesimpulan: Pelatihan berbasis praktik langsung dapat meningkatkan keterampilan kader Posyandu dalam penggunaan glukometer dan penerapan prinsip keselamatan serta pencegahan infeksi. Pendampingan secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan keterampilan kader dan mendukung pelaksanaan skrining diabetes berbasis masyarakat di Posyandu.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI QRIS UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS TRANSAKSI UMKM DI DESA DALUNG, BALI Graxela Fonta; Ni Putu Dyah Krismawintari; I Nyoman Purnawan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Dalung, Bali memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah, namun masih terdapat pelaku usaha yang belum memanfaatkan sistem pembayaran digital secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku UMKM dalam mengimplementasikan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) guna meningkatkan efektivitas transaksi usaha. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi kebutuhan UMKM, sosialisasi mengenai QRIS, pelatihan penggunaan QRIS, pendampingan implementasi dalam transaksi sehari-hari, serta evaluasi melalui angket terbuka terhadap 10 pelaku UMKM di Desa Dalung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menggunakan QRIS dalam proses pembayaran digital dan merasakan manfaat berupa kemudahan transaksi, berkurangnya penggunaan uang tunai, peningkatan kecepatan pembayaran, serta pencatatan transaksi yang lebih praktis. Selain itu, QRIS membantu meningkatkan efisiensi pelayanan kepada pelanggan dan pengelolaan keuangan usaha. Meskipun demikian, beberapa pelaku UMKM masih menghadapi kendala berupa jaringan internet yang kurang stabil dan keterbatasan literasi digital. Kegiatan pendampingan ini memberikan dampak positif terhadap pemanfaatan QRIS dan diharapkan dapat mendorong transformasi digital serta meningkatkan efektivitas transaksi UMKM di Desa Dalung, Bali.
PEMBERDAYAAN PENINGKATAN PERAN DASAWISMA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SRI KUNCORO KECAMATAN PONDOK KELAPA BENGKULU TENGAH TAHUN 2026 Sahidan Sahidan; Wiwit Sulistyasmi; Halimah Halimah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dipengaruhi oleh faktor asupan gizi, infeksi, sanitasi lingkungan, serta kemampuan keluarga dalam menerapkan perilaku kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan peran Dasawisma dalam upaya pencegahan stunting melalui edukasi terintegrasi mengenai anemia dan stunting, sanitasi, diare, kecacingan, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan dilaksanakan di Desa Sri Kuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah dengan melibatkan 21 anggota Dasawisma. Metode kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, media presentasi, leaflet, serta dukungan edukatif berupa pembagian telur kepada balita stunting sebagai penguatan pesan gizi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan materi PHBS, diare, dan kecacingan meningkat dari 92,38 menjadi 98,73 dengan peningkatan sebesar 6,35 poin, sedangkan materi anemia dan stunting meningkat dari 95,87 menjadi 99,05 dengan peningkatan sebesar 3,18 poin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi partisipatif mampu memperkuat pengetahuan Dasawisma mengenai pencegahan stunting. Keberlanjutan program perlu didukung melalui edukasi berkala, pemantauan pertumbuhan balita, penguatan praktik PHBS, serta pendampingan keluarga melalui kolaborasi Dasawisma, Posyandu, dan Puskesmas.
MITIGASI BANJIR BERBASIS MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN MODEL HS2 DI PONDOK PESANTREN AL FATH, KABUPATEN LANGKAT Aida Fitriani Sitompul; Nanda Pratiwi; Rahmad H. Gultom; Finga Fitri Amanda; Nur Hasanah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat dan memberikan dampak terhadap aspek lingkungan, kesehatan, sosial, serta kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Al Fath. Rendahnya kapasitas masyarakat dalam mitigasi banjir, buruknya kondisi drainase, serta belum optimalnya sanitasi pengelolaan menjadi permasalahan utama yang memerlukan solusi komprehensif. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi dalam mitigasi masyarakat banjir melalui pendekatan Hidrologi–Sanitasi–Masyarakat (HS2). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan lubang resapan biopori, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai mitigasi banjir, kemampuan masyarakat dalam membuat dan memelihara lubang resapan biopori, meningkatnya kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan, serta terbentuknya komitmen masyarakat untuk melaksanakan kegiatan mitigasi secara berkelanjutan. Pendekatan HS2 terbukti mampu mengintegrasikan aspek hidrologi, sanitasi, dan pemberdayaan masyarakat sehingga menjadi model mitigasi banjir berbasis komunitas yang aplikatif dan berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN HAND SANITIZER ALAMI BERBASIS LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) DI RW 39 KELURAHAN MOJOSONGO Ahmad Ainurofiq; Adi Yugatama; Fea Prihapsara; Hana Anisa Fatimi; Imam Prabowo; Rizky Dwi Larasati; Alodia Wina Syahada; Danisha Naura Shafina; Davina Fathya Ramadhina; Fara Nuraini Inta Putri; Makarima Az Zahra; Muhammad Dicky Chandra Syahputra; Naila Yonita Andikta Ramadhani; Yosefa Maria Jovita Maharani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan tangan merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah penyebaran penyakit akibat kontaminasi mikroorganisme. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya kebersihan tangan serta memberikan keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer alami dengan bahan dasar lidah buaya (Aloe vera) dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Program ini dilaksanakan melalui seminar edukatif dan demonstrasi produk yang meliputi pretest, penyuluhan kesehatan, edukasi pemanfaatan bahan alam, demonstrasi pembuatan hand sanitizer, pendampingan praktik, dan posttest. Kegiatan ini memberikan sarana edukasi bagi masyarakat setempat dalam memahami pentingnya sanitasi tangan serta pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan pembuatan hand sanitizer yang mudah diterapkan secara mandiri. Metode yang digunakan yaitu seminar dan demo produk yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta memanfaatkan sumber daya lokal. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 24,12%. Dari hasil tersebut, diharapkan masyarakat dapat memahami dan membuat hand sanitizer secara mandiri.
PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PROGRAM PENGOLAHAN PRODUK BAHAN LOKAL DAN HIGIENE DI SEKOLAH ADAT RENGGANIS DESA SUKADANA LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT Muhammad Husni HM; Surayyal Hizmi; Oktomi Harja; Desak Putu Candra Dewi; Komang Mahawira; H. Lalu Ratmaja; Bagas Dwie Abrinzar Prajan Maturbongs; Anak Agung Gede Puja Anggara; Sirajuddin Sirajuddin
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program was conducted at Rengganis Indigenous School, Sukadana Village, Central Lombok Regency, to enhance community capacity through food hygiene training and local food processing. Sukadana Village is one of the supporting villages of the Mandalika Special Economic Zone, which has considerable potential for developing local products to support the tourism sector. However, the utilization of local food commodities, particularly Dioscorea esculenta (gembili), and the implementation of food hygiene principles remain limited. This program aimed to improve participants' knowledge and practical skills in food hygiene while introducing value-added processing of gembili into sponge cake products. The program employed a participatory approach combined with experiential learning through observation, lectures, hands-on practice, mentoring, and evaluation. Twenty participants consisting of community members and managers of Rengganis Indigenous School were involved. The results indicated that participants gained a better understanding of food hygiene practices and successfully produced gembili sponge cakes with satisfactory texture, taste, and appearance. Nevertheless, greater attention is still needed regarding the consistent use of personal protective equipment during food preparation. Overall, the program contributed to strengthening community capacity in producing safe, high-quality local food products with potential to support community-based tourism development.
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK CANDU MELALUI INOVASI DESAIN PRODUK, PEMASARAN, DAN PENINGKATAN NILAI JUAL Susi Musyaropah; Krismianti Krismianti; Bintang Bintang; Zakia Zakia; Syifa Syifa; Denta Denta; Eunike Eunike; Leni Leni; Jae Jae; Lukman Lukman; Endin Endin; Fahrul Fahrul; Ida Maulida
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula aren cair merupakan salah satu inovasi produk berbasis potensi lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui penguatan desain produk, strategi pemasaran, dan peningkatan nilai jual. Artikel ini membahas pengembangan inovasi gula aren cair di Desa Cikadu dengan menempatkan produk sebagai hasil olahan nira aren yang tidak hanya memiliki nilai tradisi, tetapi juga potensi ekonomi apabila dikemas dan dipasarkan secara lebih terarah. Fokus pembahasan mencakup desain kemasan, identitas merek, informasi label, segmentasi pasar, strategi promosi, serta nilai jual produk berdasarkan keunggulan bahan alami, kearifan lokal, dan daya tarik visual. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, dokumentasi, studi pustaka, dan analisis referensi produk sejenis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pengembangan gula aren cair dapat diperkuat melalui desain botol yang higienis dan praktis, label yang informatif, narasi produk yang menonjolkan asal Desa Cikadu, serta pemasaran digital sederhana. Dengan demikian, inovasi gula aren cair berpotensi menjadi produk lokal bernilai jual lebih tinggi tanpa kehilangan karakter tradisionalnya.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026 Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026 Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026 Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026 Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026 Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026 Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026 Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026 Vol. 5 No. 8 (2025): Januari 2026 Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 4 No. 12: Mei 2025 Vol. 4 No. 11: April 2025 Vol. 4 No. 10: Maret 2025 Vol. 5 No. 4: September 2025 Vol. 5 No. 3: Agustus 2025 Vol. 5 No. 2: Juli 2025 Vol. 5 No. 1: Juni 2025 Vol. 4 No. 9: Februari 2025 Vol. 4 No. 8: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: Mei 2024 Vol. 3 No. 11: April 2024 Vol. 3 No. 10: Maret 2024 Vol. 4 No. 7: Desember 2024 Vol. 4 No. 6: Nopember 2024 Vol. 4 No. 5: Oktober 2024 Vol. 4 No. 4: September 2024 Vol. 4 No. 3: Agustus 2024 Vol. 4 No. 2: Juli 2024 Vol. 4 No. 1: Juni 2024 Vol. 3 No. 9: Februari 2024 Vol. 3 No. 8: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: Mei 2023 Vol. 2 No. 11: April 2023 Vol. 2 No. 10: Maret 2023 Vol. 3 No. 7: Desember 2023 Vol. 3 No. 6: Nopember 2023 Vol. 3 No. 5: Oktober 2023 Vol. 3 No. 4: September 2023 Vol. 3 No. 3: Agustus 2023 Vol. 3 No. 2: Juli 2023 Vol. 3 No. 1: Juni 2023 Vol. 2 No. 9: February 2023 Vol. 2 No. 8: Januari 2023 Vol. 1 No. 12: Mei 2022 Vol. 1 No. 11: April 2022 Vol. 1 No. 10: Maret 2022 Vol. 2 No. 7: Desember 2022 Vol. 2 No. 6: Nopember 2022 Vol. 2 No. 5: Oktober 2022 Vol. 2 No. 4: September 2022 Vol. 2 No. 3: Agustus 2022 Vol. 2 No. 2: Juli 2022 Vol. 2 No. 1: Juni 2022 Vol. 1 No. 9: Februari 2022 Vol. 1 No. 8: Januari 2022 Vol. 1 No. 7: Desember 2021 Vol. 1 No. 6: Nopember 2021 Vol. 1 No. 5: Oktober 2021 Vol. 1 No. 4: September 2021 Vol. 1 No. 3: Agustus 2021 Vol. 1 No. 2: Juli 2021 Vol. 1 No. 1: Juni 2021 More Issue