cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
bajangjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Permas Indah Perumahan Royal Zam-zam F17 Labuapi Lombok Barat NTB
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by bajang Institute
ISSN : 27979210     EISSN : 27982912     DOI : -
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, with registered number ISSN: 2797-9210 (Print), ISSN: 2798-2912 (Online) is a scientific multidisciplinary journal published by bajang Institute. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. Particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas both of which are published each month. The scope of the journal studies broadly includes:Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development; Economics; Tourism, Health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,033 Documents
PENERAPAN MESIN PEMBERSIH DRAINASE BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA DI DESA BESILAM Ani Sutiani; Lasker P. Sinaga; Dewi Wulandari; Pardomuan Sitompul; Wasis Wuyung Wisnu Brata
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyumbatan saluran drainase oleh sampah dan endapan lumpur menjadi penyebab berulangnya genangan air di Desa Besilam, sedangkan pembersihan manual belum mampu memberikan hasil yang efisien dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan mesin pembersih drainase berbasis teknologi tepat guna serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengoperasian dan pemeliharaannya. Program dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan mitra, persiapan teknologi, sosialisasi, demonstrasi, praktik lapangan, pendampingan, dan evaluasi deskriptif menggunakan observasi, wawancara, diskusi, serta dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin mampu mengangkat sampah organik, sampah anorganik, dan endapan lumpur yang menghambat aliran. Pascapembersihan, kondisi saluran teramati lebih bersih dan aliran air lebih lancar. Masyarakat dan perangkat desa mampu memahami tahapan pengoperasian, keselamatan kerja, perawatan rutin, serta pengelolaan residu hasil pembersihan. Program juga mendorong komitmen mitra untuk menyusun jadwal pemeliharaan berkala dan memperkuat gotong royong. Penerapan teknologi tepat guna yang disertai transfer keterampilan dan penguatan tata kelola lokal berpotensi menjadi model pemeliharaan drainase desa yang lebih efektif dan berkelanjutan.
FILTRASI TEPAT GUNA UNTUK AIR BERSIH PASCABANJIR DI DESA BESILAM Martina Restuati; Syawal Gultom; Aida Fitriani Sitompul; Nanda Pratiwi; Sanimah Sanimah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir berulang di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, menurunkan kualitas sumber air rumah tangga dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan sanitasi, keterampilan penggunaan teknologi filtrasi, dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan air bersih pascabanjir. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui koordinasi dan survei kebutuhan, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat, demonstrasi filtrasi bertingkat berbasis pasir, kerikil, arang aktif, dan ijuk, praktik penggunaan dan perawatan alat, serta evaluasi deskriptif. Kegiatan pada 2 Mei 2026 melibatkan 20 warga dengan tingkat kehadiran 100%. Seluruh peserta mampu mempraktikkan pengoperasian alat. Skor kepuasan rata-rata mencapai 4,18 dari skala 5, dengan nilai tertinggi pada penyampaian materi (4,5), demonstrasi dan praktik (4,2), relevansi kegiatan (4,0), serta kesiapan alat dan fasilitas (4,0). Program juga menghasilkan penyerahan unit filtrasi dan komitmen pendampingan bersama pemerintah desa. Integrasi teknologi sederhana, edukasi, dan partisipasi mitra memperkuat peluang keberlanjutan pengelolaan air bersih. Pengujian laboratorium tetap diperlukan sebelum air dinyatakan aman untuk diminum.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN TATA BOGA BERBASIS HOSPITALITY UNTUK MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KELURAHAN TANJUNG BUNTUNG, KECAMATAN BENGKONG Hendra Syaiful; Wahyudi Ilham; Agung Edy Wibowo; Yudha Wardani; Hari Sandi Atmaja
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sustainable tourism development requires local communities capable of delivering quality culinary products that meet hospitality industry standards. This Community Service (PkM) activity was conducted in Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Batam City, targeting approximately 50 housewives to strengthen their culinary competencies based on hospitality standards. The activity employed a participatory approach consisting of four stages: preparation, training implementation, evaluation, and documentation. Training materials covered five core competencies, namely basic cooking, food hygiene and sanitation, food safety, food plating, and food costing, delivered through lectures, demonstrations, interactive discussions, and question-and-answer sessions. The results show that participants demonstrated high enthusiasm and active engagement throughout the training, particularly in discussing the practical application of food safety and cost-efficient food preparation in daily household activities. This activity contributed to strengthening community capacity, particularly among women, in producing safe, hygienic, and visually appealing culinary products, while supporting local economic development. The program aligns with the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), specifically Goal 4 (Quality Education), Goal 5 (Gender Equality), Goal 8 (Decent Work and Economic Growth), and Goal 12 (Responsible Consumption and Production). Future activities are recommended to include hands-on practice sessions, business mentoring, and pre-test/post-test evaluation to optimize and sustain the program's benefits for the community
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UNTUK PEMANDU WISATA DI DESA WISATA JAGALAN YOGYAKARTA Hermenegildus Agus Wibowo; Estiningsih Estiningsih; Marita Nurharjanti; Rosyidah Jayanti Vijaya; Sri Mulyatun
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism/CBT) menempatkan pemandu wisata lokal sebagai elemen krusial dalam memberikan pelayanan serta membangun citra destinasi. Namun, keterbatasan keterampilan komunikasi publik dan penguasaan bahasa sering kali menjadi kendala utama pemandu wisata dalam menyampaikan informasi secara persuasif dan profesional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguraikan pentingnya pelatihan public speaking bagi pemandu wisata di Desa Wisata Jagalan, Yogyakarta. Metode pelaksanaan merujuk pada pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengombinasikan pemaparan teori, simulasi mandiri, serta evaluasi interaktif. Materi pelatihan mencakup teknik dasar public speaking, komunikasi lintas budaya (high-context dan low-context), storytelling berstruktur, serta teknik penanganan pertanyaan (Handling Questions/PAR Technique). Hasil dari sintesis pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kepercayaan diri, kelancaran vokal, tata bahasa, dan kemampuan interaksi dua arah dengan wisatawan. Pelatihan ini terbukti efektif sebagai model pengembangan kompetensi sumber daya manusia pariwisata secara berkelanjutan.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT YANG AMAN DAN RASIONAL MELALUI EDUKASI DAGUSIBU DAN GEMA CERMAT DI RPTRA CHIBI JuliaTotong; Albert Sanders
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irrational medication use remains a public health issue in Indonesia. Low health literacy often leads the public to use medications without regard for indications, dosage, duration of use, or storage guidelines. Such practices increase the risk of adverse drug reactions, drug interactions, antibiotic resistance, and therapeutic failure. This community service activity aimed to enhance public knowledge and awareness regarding safe and rational medication use through education based on the DAGUSIBU program and the *Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat* (GeMa CerMat—Community Movement for Smart Medication Use). The methods employed included interactive sessions, group discussions, demonstrations of proper medication use, distribution of educational materials, and evaluation using pre-tests and post-tests. The activity involved 10 participants from the general public. Evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 7,1 to 9,5, representing at 25% improvement. Furthermore, there was increased understanding regarding medication classification, prudent antibiotic use, medication storage, and the disposal of expired medicines. Participants also demonstrated a more positive attitude toward using medications in accordance with healthcare professionals' recommendations. Education based on DAGUSIBU and GeMa CerMat proved effective in improving public health literacy, thereby supporting safe and rational medication use.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN PUBLIK MELALUI EDUKASI TATA ADMINISTRASI DI KAMPUNG LANTIPO DISTRIK WALESI Irna Irna; Ahmad Ahmad; Anugrah Kurnia Wulandari; Sukmawati Sukmawati
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public services are an important form of public policy implementation that directly affects community welfare. At the village level, administrative services play a strategic role in ensuring effective, efficient, transparent, and accountable access to government services. This community service activity aimed to improve community understanding of public service policy implementation through administrative management education in Lantipo Village, Walesi District. The activity employed a participatory approach involving community members and village officials through four stages: problem identification, preparation, educational implementation, and evaluation. Educational activities were conducted through socialization, counseling, interactive discussions, and simulations of administrative service procedures. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, observation of participant participation, and evaluative discussions. The initial assessment revealed that community understanding of administrative procedures was still limited, particularly regarding available services, administrative requirements, service procedures, and changes in service mechanisms following changes in village personnel. These conditions frequently resulted in incomplete documents and repeated visits to the village office. Following the educational activities, participants demonstrated improved understanding of administrative service types, document requirements, service procedures, and their rights and responsibilities as public service users. The activity also strengthened communication between village officials and the community. The results indicate that administrative management education is an effective strategy for improving community administrative literacy and supporting the implementation of public service policies at the village level. Regular socialization, accessible service information, and digital communication are recommended to ensure sustainable improvement.
PENERAPAN LITERASI DIGITAL DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN PLATFORM EDUTECH BERBASIS WEB BAGI GURU SEKOLAH DASAR Rila Setyaningsih; Albert Yakobus Chandra; Rahma Novita Alim Putri; Afit Setyo Nugroho; Naili Inayah Wulandari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Senggotan, Bantul, Yogyakarta. Meskipun memiliki potensi sumber daya pendidik usia produktif yang tinggi, sekolah ini masih menghadapi kendala dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang melek teknologi. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang belum optimal, di mana hasil observasi awal menunjukkan bahwa 85% guru masih bergantung pada buku teks fisik, sedangkan 15% sisanya sebatas menggunakan slide presentasi statis yang bersifat searah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program yang melibatkan 12 guru ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan literasi digital mitra dalam mengembangkan konten pembelajaran interaktif melalui metode sosialisasi, pelatihan (workshop), serta pemantauan dan evaluasi. Dalam pelaksanaannya, para peserta dibekali konsep literasi digital serta praktik langsung pemanfaatan tools AI Canvas untuk merancang modul pembelajaran interaktif. Selain itu, pelatihan juga mencakup penggunaan dan pengelolaan Learning Management System (LMS) melalui platform edutech berbasis web sdmustika.id, yang dikembangkan khusus oleh tim pengabdian UMBY sebagai wujud fasilitasi teknologi nyata bagi mitra. Evaluasi program yang diukur melalui pre-test, post-test, serta penilaian karya menunjukkan keberhasilan yang signifikan. Hasil yang dicapai meliputi peningkatan pemahaman mitra terkait literasi digital dalam pengembangan modul pembelajaran sebesar 7,53% dengan 12 modul pembelajaran interaktif karya guru. Selain itu terdapat peningkatan pengetahuan terkait pembuatan video pembelajaran interaktif sebesar 15,83%, yang dibuktikan dengan lahirnya karya media interaktif dari tangan setiap guru. Selain itu keberhasilan program terlihat dari keberhasilan guru dalam membuat 5 video pembelajaran interaktif secara kolaboratif untuk mata pelajaran Matematika, IPA, dan PAI.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ROWOSUMO MELALUI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS POTENSI LOKAL DAN EKONOMI KREATIF Suprapti Suprapti; Yoga Pujantoko; Yulia Shinta Permatasari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat merupakan salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. Rowosumo memiliki potensi sumber daya alam, perairan, perikanan, aktivitas masyarakat, serta produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik ekowisata dan ekonomi kreatif. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih menghadapi keterbatasan dalam aspek pengelolaan destinasi, pengembangan produk, kapasitas masyarakat, dan promosi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Rowosumo dalam mengembangkan ekowisata berbasis potensi lokal dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis Community-Based Tourism (CBT) melalui tahapan identifikasi potensi dan permasalahan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, diskusi, dokumentasi, serta evaluasi pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan ekowisata, pengembangan produk ekonomi kreatif, pelayanan wisata, promosi digital, serta pengelolaan lingkungan. Masyarakat juga mulai mampu mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk dan aktivitas wisata bernilai ekonomi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi ekowisata, ekonomi kreatif, digitalisasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi strategi untuk memperkuat kemandirian masyarakat serta mendukung pengembangan Rowosumo sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan
PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN TUBERKULOSIS MELALUI EDUKASI KESEHATAN, PEMBERDAYAAN KADER, DAN SKRINING AKTIF RONTGEN DADA: INTERVENSI BERBASIS KOMUNITAS DI PEDESAAN INDONESIA Herley Windo Setiawan; Rista Fauziningtyas; Prastuti Asta Wulaningrum; Sukohari Adiono; Muhammad Alfin Ferdiansyah; Adelvis Wahyu Septi Ningrum
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di wilayah pedesaan, di mana rendahnya kesadaran dan keterlambatan penemuan kasus menghambat diagnosis dini. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tuberkulosis sekaligus memfasilitasi penemuan kasus aktif melalui skrining rontgen dada. Kegiatan dilaksanakan di wilayah pedesaan di Jawa Timur dengan pendekatan berbasis komunitas dan rancangan one-group pretest–posttest. Peserta memperoleh edukasi interaktif mengenai gejala, penularan, pencegahan, deteksi dini, kepatuhan pengobatan, dan pengurangan stigma, kemudian mengikuti skrining rontgen dada; peserta dengan temuan abnormal dirujuk untuk evaluasi klinis lanjutan. Perubahan skor pengetahuan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Sebanyak 48 warga berpartisipasi dan 45 melengkapi penilaian berpasangan. Skor pengetahuan meningkat bermakna dari median 80 (IQR 60–93) menjadi 98 (IQR 90–100) (p<0,001). Skrining menemukan kelainan radiografis pada 17 peserta (35,4%), tiga di antaranya (6,3%) mengarah pada tuberkulosis paru aktif. Integrasi edukasi dengan skrining berpotensi memperkuat pengendalian tuberkulosis, disertai penguatan alur rujukan ke layanan primer.
PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA (FIRST AID) UNTUK TIM SATUAN TUGAS (SATGAS) PAGEU GAMPOENG DESA PANGGOI, KECAMATAN MUARA DUA, KOTA LHOKSEUMAWE Yusrawati Yusrawati; Fitriana Dewi; Mawar Hayati
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

First aid capacity at the community level is important because community members may become the first responders before professional health services arrive. This community service activity aimed to improve the knowledge and preparedness of the Pageu Gampoeng Task Force in providing first aid for injured or acutely ill community members. The activity involved 20 participants and used a participatory training approach consisting of preparation and coordination, pretest, lectures, discussion, demonstrations, simulations, posttest, and provision of first-aid equipment. Training topics included initial assessment, airway opening, bleeding control, splinting, and emergency evacuation. Paired pretest-posttest analysis showed that the mean score increased from 51.80 to 87.75, an increase of 35.95 points. All 20 participants improved their scores, and the paired t-test showed a statistically significant difference (t(19)=7.920; p<0.001), with a very large effect size (Cohen's dz=1.77). The activity therefore strengthened participants' short-term first-aid knowledge and provided a foundation for improving community preparedness through continued simulation and refresher training.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026 Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026 Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026 Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026 Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026 Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026 Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026 Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026 Vol. 5 No. 8 (2025): Januari 2026 Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 4 No. 12: Mei 2025 Vol. 4 No. 11: April 2025 Vol. 4 No. 10: Maret 2025 Vol. 5 No. 4: September 2025 Vol. 5 No. 3: Agustus 2025 Vol. 5 No. 2: Juli 2025 Vol. 5 No. 1: Juni 2025 Vol. 4 No. 9: Februari 2025 Vol. 4 No. 8: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: Mei 2024 Vol. 3 No. 11: April 2024 Vol. 3 No. 10: Maret 2024 Vol. 4 No. 7: Desember 2024 Vol. 4 No. 6: Nopember 2024 Vol. 4 No. 5: Oktober 2024 Vol. 4 No. 4: September 2024 Vol. 4 No. 3: Agustus 2024 Vol. 4 No. 2: Juli 2024 Vol. 4 No. 1: Juni 2024 Vol. 3 No. 9: Februari 2024 Vol. 3 No. 8: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: Mei 2023 Vol. 2 No. 11: April 2023 Vol. 2 No. 10: Maret 2023 Vol. 3 No. 7: Desember 2023 Vol. 3 No. 6: Nopember 2023 Vol. 3 No. 5: Oktober 2023 Vol. 3 No. 4: September 2023 Vol. 3 No. 3: Agustus 2023 Vol. 3 No. 2: Juli 2023 Vol. 3 No. 1: Juni 2023 Vol. 2 No. 9: February 2023 Vol. 2 No. 8: Januari 2023 Vol. 1 No. 12: Mei 2022 Vol. 1 No. 11: April 2022 Vol. 1 No. 10: Maret 2022 Vol. 2 No. 7: Desember 2022 Vol. 2 No. 6: Nopember 2022 Vol. 2 No. 5: Oktober 2022 Vol. 2 No. 4: September 2022 Vol. 2 No. 3: Agustus 2022 Vol. 2 No. 2: Juli 2022 Vol. 2 No. 1: Juni 2022 Vol. 1 No. 9: Februari 2022 Vol. 1 No. 8: Januari 2022 Vol. 1 No. 7: Desember 2021 Vol. 1 No. 6: Nopember 2021 Vol. 1 No. 5: Oktober 2021 Vol. 1 No. 4: September 2021 Vol. 1 No. 3: Agustus 2021 Vol. 1 No. 2: Juli 2021 Vol. 1 No. 1: Juni 2021 More Issue