cover
Contact Name
Herru Santosa Budiono
Contact Email
herru.santosa@untidar.ac.id
Phone
+6281567627547
Journal Mail Official
mechanical_teknik@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman No.39, Tuguran, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116, Indonesia
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Mechanical Engineering
Published by Universitas Tidar
ISSN : 25987380     EISSN : 26139847     DOI : http://dx.doi.org/10.31002/jom.v5i1.3940
Journal of Mechanical Engineering (JOM) by the Program Mechanical of Engineering University of Tidar. This scientific journal received writings that had never been published elsewhere. and receive writings on the subject of Energy Science and engineering, applied mechanics and material, design, manufacturing and product development and others. Journal of Mechanical Engineering (JOM) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on mechanical engineering and other related topics. All papers are peer-reviewed. JOM is managed to be issued twice in every volume (March and September). The Scope of JOM is: 1.Energy Science and Engineering 2.Applied Mechanics and Materials 3.Design, Manufacturing and Product Development 4.Control, Instrumentation and Robotics
Articles 70 Documents
KAJIAN BEBAN PENDORONG MESIN PEMOTONG TEMPE Catur Pramono; Endang Mawarsih; Hendy Kurniawan
Journal of Mechanical Engineering Vol 2, No 1 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v2i1.812

Abstract

One of the most important sources of vegetable protein to improve people's nutrition is soybean. Soybean is a type of food that is safe for consumption, good for maintaining health, and the price is cheap. Soybean is a type of legume plant that is often used as the basic ingredient of tempe. Tempe making through fermentation by Rhizopus sp. Processed foods tempe until now is still a culinary in Indonesia to overseas. The purpose of this study is to assess the engine driving load for tempe cutters 2kg, 3kg and 4kg for tempe chips production. The results showed that the tempe 3kg tempe load was most suitable for tempe production.
PENGARUH PANJANG SERAT BATANG KECOMBRANG SEBAGAI PENGUAT KOMPOSIT PAPAN PARTIKEL TERHADAP KEKUATAN IMPAK Catur Pramono; Tegar Adi Prabowo; Xander Salahudin; Fuad Hilmy
Journal of Mechanical Engineering Vol 3, No 2 (2019): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v3i2.3364

Abstract

Papan partikel merupakan papan buatan yang terbuat dari panil kayu, namun produksi kayu di jawa tengah pada tahun 2014 sampai 2016 mengalami penurunan, sehingga perlu dicari bahan alternatif lain yang dapat mengganti kayu salah satunya adalah serat kecombrang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh panjang serat batang kecombrang sebagai penguat komposit papan partikel terhadap kekuatan impak. Perlakuan serat batang kecombrang direndam dengan larutan alkali (NaOH) 5 % selama 2 jam, metode pencetakan dengan hand lay up dengan variasi panjang serat 30 mm, 50 mm dan 70 mm dengan fraksi volume 65 % matrik epoxy dan 35 % serat batang kecombrang. Sifat mekanik yang diuji yaitu kekuatan impak dengan ukuran spesimen sesuai standar ASTM D256-04. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga impak terbesar terdapat pada panjang serat 70 mm sebesar 24995,46 J/m2 dan harga impak terendah terdapat pada panjang serat 30 mm sebesar 16395,25 J/m2.
ANALISA PENGARUH RASIO SERAT DAN CANGKANG DENGAN UDARA BERLEBIH TERHADAP EMISI PROSES PEMBAKARAN PADA BOILER PABRIK KELAPA SAWIT Novi Sylvia; Husni Husin; Abrar Muslim; Yunardi Yunardi
Journal of Mechanical Engineering Vol 4, No 2 (2020): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v4i2.3413

Abstract

Pertumbuhan industri sawit yang tinggi dalam dua decade terakhir menempatkan Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia.  Industri sawit selain menghasilkan minyak nabati, juga menghasilkan limbah padat antara lain serat dan cangkang.  Sebagian dari limbah padat ini dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar di boiler untuk menghasilkan uap yang dimanfaatkan untuk pemrosesan dan menghasilkan energi listrik.   Paper ini melaporkan hasil kajian simulasi pengaruh rasio serat dan cangkang pada berbagai kondisi udara berlebih terhadap emisi gas hasil pembakaran yang dihasilkan. Penelitian ini menjadi penting mengingat pabrik minyak kelapa sawit ditengarai sebagai salah satu penghasil gas rumah kaca (GRK) dan pemerintah melalui Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 tahun 2010 bertekad mengurangi emisi GRK. Perangkat lunak ASPEN Plus (Versi 8.8) digunakan untuk memvariasikan rasio serat : cangkang berkisar 100:0; 30:70; 70:30; 50:50 dan 0:100 dengan udara berlebih 90, %, 120% dan 150% di atas kebutuhan stoikiometri. Bahan bakar dialirkan dengan laju tunak ke dalam proses sebesar 2700 kg/jam. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kualitas emisi terbaik dihasilkan ketika rasio serat dan cangkang = 0 : 100 dengan udara berlebih sebesar 90%.  Pada kondisi seperti ini, gas  CO2 yang dihasilkan sebesar 719 kg/jam, NO 0,032 kg/jam dan laju abu sebesar 94 kg/jam. Heating value tertinggi juga diperoleh pada rasio serat dan cangkang = 0 : 100.  Hasil ini menunjukkan bahwa kehadiran serat di dalam bahan bakar memberikan kontribusi negatif terhadap emisi.  Kajian lebih mendalam masih diperlukan untuk meminimalisir limbah padat serat ini untuk digunakan sebagai sumber bahan bakar.
KAJIAN POTENSI PEMANFAATAN BIOGAS SEBAGAI SALAH SATU SUMBER ENERGI ALTERNATIF DI WILAYAH MAGELANG Rany Puspita Dewi
Journal of Mechanical Engineering Vol 2, No 1 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v2i1.804

Abstract

The increasing consumption of fossil-based energy especially LPG (Liquid Petroleum Gas) that is not balanced with the availability of energy source, required a development of alternative energy with abundant amount and environmentally friendly. One of alternative energy source feasible to develop is the one from biomass waste that is livestock manure. Magelang becomes one of potential area in Central Jawa as biogas development. Biogas is produced by using digester anaerobically. Magelang has livestock about 142.127 with potency of gas production about 86.690 m3. The resulted biogas production equals to 43.345 kg of LPG or 14.448 of LPG 3 kg which is can fullfill the cooking needs for about 278 households in one year.Keywords: biogas, energy, LPG
ANALISIS DEBIT AIR DENGAN VARIASI BENTUK OPEN CHANNEL DENGAN PENAMPANG SEGITIGA, PERSEGI, DAN TRAPESIUM PADA SUATU ALIRAN Kun Suharno; Catur Pramono; Sigit Mujiarto; Kurniawan Setyo Anggoro
Journal of Mechanical Engineering Vol 3, No 1 (2019): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v3i1.1449

Abstract

An open channel is a channel where water flows with free water. In open channels, such as rivers (natural channels), channel parameters are very irregular. Damming the channel is a transition that serves to determine the height of the water surface along the channel, on this issue the author examines how water flows when through open channel with v-notch, rectangular and trapezoidal shapes in a stream. Based on the test results on 35° valve angle variations, the increase debit from the v-notch debit leads to a rectangular-notch debit of 23.63% and the largest decrease in debit from the rectangular notch to trapezodial-notch is 48.38%. In the valve angle variation 40°, the largest increase in debit between the v-notch discharge towards a rectangular-notch discharge of 18.64% and the decrease in the largest debit from  rectangular-notch to trapezodial-notch at 45.31%. In the valve angle variation 45° the largest increase debit between the v-notch debit towards a rectangular-notch debit is 18.64% and the largest decrease debit from the rectangular notch to trapezodial-notch debit is 46.15%.
ANALISIS ALAT PENGERING SEPATU TERHADAP LAJU PENGERINGAN Okta Dwi Sembada; Sri Widodo; Kun Suharno; Fuad Hilmy
Journal of Mechanical Engineering Vol 4, No 1 (2020): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v4i1.3404

Abstract

Sepatu adalah suatu jenis alas kaki yang biasanya terdiri bagian-bagian sol, hak, kap, tali, dan lidah yang fungsinya sebagai alas kaki. Selama ini pengeringan sepatu di Indonesia jika mengalami kebasahan masih menggunakan cara konvesional yaitu dijemur dengan memanfaatkan sinar matahari. Tujuan perancangan alat pengering sepatu ini adalah untuk pengeringan sepatu alternatif saat musim hujan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kadar air sebelum dan sesudah dikeringkan dan mengetahui kadar air yang hilang dan juga untuk mengetahui laju pengeringan sepatu berbahan kain kanvas. Hasil yang diperoleh berupa alat pengering sepatu. Alat ini menggunakan elemen pemanas listrik dengan daya 300 watt dan kipas / fan untuk menarik udara panas di ruang elemen pemanas. Suhu ruang alat pengering sepatu diatur pada suhu 50°C dengan waktu pengeringan 60 menit, 90 menit dan 120 menit. Pengaruh variasi waktu terbaik  adalah pada variasi waktu 120 menit jumlah kadar air yang berhasil dihilangkan yaitu sebesar 170 gram dan nilai laju pengeringan nilai laju pengeringan terbesar terjadi pada variasi waktu pengeringan 60 menit yaitu sebesar 1,473 gram/menit.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR MESIN PENGUPAS KACANG TANAH TIPE RUJI VERTIKAL TERHADAP KUPASAN Danang Henri Wibowo; Xander Salahudin; Sri Widodo
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.368

Abstract

Salah satu proses penting dalam rangkaian penanganan pascapanen kacang tanah, yaitu pengupasan kulit luar kacang tanah yang tujuan untuk memisahkan biji dari limbah kulitnya. Proses tersebut jika dilakukan dengan cara manual akan memerlukan waktu yang lama, maka diperlukan alat mekanis untuk mengurangi beban kerja. Berdasarkan permasalah tersebut, penulis merancang mesin pengupas kulit luar kacang tanah tipe ruji vertikal guna meningkatkan kualitas dan kapasitas pengupasan. Tujuan dari penelitian tersebut yaitu menganalisis pengaruh kecepetakan putar poros ruji terhadap hasil pengupasan. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kecepatan putar 73 rpm, 97 rpm, 121 rpm, dan 145 rpm. Hasil dari penelitian ini kualitas terbaik pada kecepatan putar 97 rpm diperoleh biji kacang tanah terkupas utuh 540 gram. Hal ini dikarenakan idealnya gaya sentrifugal saat proses pengupasan sehingga momentum interaksi atau bertemunya antara kacang tanah satu dengan yang lain dan kacang tanah dengan ruji-ruji pengupas dengan momen yang ideal, sedangkan kapasitas terbaik pada kecepatan putar 145 rpm diperoleh kapasitas pengupasan sebesar 34,14 kg/jam. Hal ini terjadi karena kecepatan putar saat proses pengupasan di dalam piringan kerucut yang berisi ruji-ruji mempengaruhi jumlah dan waktu pengupasan kacang tanah untuk keluar dari piringan ruji.Kata kunci: kacang tanah, ruji vertikal, kecepatan putar
PENGARUH PENAMBAHAN INHIBITOR ORGANIK EKSTRAK ECENG GONDOK TERHADAP LAJU KOROSI Nani Mulyaningsih; Catur Pramono; Ryan Try Prasetyo
Journal of Mechanical Engineering Vol 2, No 2 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v2i2.1438

Abstract

One of the extracts of natural ingredients can be used as corrosion inhibitors is tannin and lignin in eichornia crassipes plants. The used extract eichornia crassipes as a corrosion inhibitor is very useful for the industrial. The aim of the study was to analyze the effect of inhibitors of eichornia crassipes on the corrosion rate of SIICHASE bolts. This research method by providing inhibitor solutions made from eichornia crassipes to SIICHASE bolt material by inhibitor concentrations of 0%, 9%, 12% and 15%, then tested for corrosion resistance in the seawater. The results showed that the addition of a 12% inhibitor concentration of eichornia crassipes produced the lowest corrosion rate of 10.852 mpy.
PENGARUH QUENCHING DAN TEMPERING BAJA SK-5 TERHADAP KETANGGUHAN PISAU MESIN PEMOTONG RUMPUT Sri Widodo; Nani Mulyaningsih; Ahmad Subri Arizal
Journal of Mechanical Engineering Vol 4, No 1 (2020): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v4i1.3399

Abstract

Kerusakan pada pisau mesin pemotong rumput yang kurang tangguh biasannya terjadi patahan kecil pada mata pisau, pisau mudah tumpul dan benar-benar patah yang disebabkan karena benturan-benturan keras yang terjadi secara tiba-tiba. Kondisi di atas menuntut adanya penelitian baru sehingga dapat meningkatkan nilai ketangguhan impact pada pisau pemotong rumput menggunakan perlakuan panas (heat treatment). Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pemanasan austenit dengan penahanan 45 menit kemudian di quenching dengan media air dan selanjutnya di tempering dengan variasi suhu 200°C, 300°C, dan 400°C dengan waktu penahanan 2 jam. Pengujian yang dilakukan yaitu uji ketangguhan metode impact charpy. Hasilnya menunjukkan bahwa spesimen yang paling tangguh terjadi pada variasi suhu 400°C sebesar 0,52 J/mm2.
EVALUASI AKURASI DIMENSI PADA OBJEK HASIL 3D PRINTING Deni Andriyansyah; Sriyanto Sriyanto; Agus Jamaldi; Ikhwan Taufik
Journal of Mechanical Engineering Vol 5, No 1 (2021): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v5i1.3942

Abstract

ABSTRAKFused Deposition Method (FDM) merupakan salah satu metode 3D printing yang paling populer digunakan. Teknologi FDM menawarkan proses manufaktur yang relatif lebih cepat dan murah bila dibandingkan dengan CNC atau injection moulding. Pada FDM, filament diumpankan ke dalam ekstruder yang dipanaskan pada temperatur tertentu kemudian didorong keluar melalui sebuah nozzle untuk menghasilkan lapisan-lapisan objek. Hingga saat ini, banyak komunitas yang menghasilkan mesin-mesin 3D printer skala kecil karena proyek-proyek teknologi 3D printing bersifat open-source. Masing-masing komunitas memiliki standar tersendiri dalam membuat mesin 3D printer sehingga salah satu masalah yang timbul dari aktifitas ini adalah akurasi objek hasil 3D printing yang kurang seragam. Penyimpangan geometri akan mempengaruhi proses desain dan produksi objek-objek hasil 3D printing. Hal ini terutama dalam pembuatan objek-objek yang memerlukan proses pemasangan/perakitan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penyimpangan geometri objek hasil 3D printing yang dihasilkan dari mesin 3D printer FDM DIY. Pembuatan objek menggunakan 3D printing DIY mengalami deviasi pada dimensi geometri dan posisi. Deviasi geometri bervariasi dari -0,08 mm hingga +0,14 mm. Sedangkan deviasi posisi berada di rentang -0,08 mm hingga +0,12 mm. Berdasarkan data deviasi yang dihasilkan dari perbandingan di atas, maka pembuatan objek 3D printing dapat disesuaikan dengan simpangan masing-masing. Hal ini menjadi penting untuk mendapatkan objek dengan akurasi yang maksimal sehingga proses perakitan komponen dapat dilakukan dengan mudah dan sesuai dengan peruntukannya.Kata kunci: FDM, akurasi, poros, lubang ABSTRACTThe Fused Deposition Method (FDM) is one of the most popular 3D printing methods used. FDM technology offers a manufacturing process that is relatively faster and cheaper when compared to CNC or injection molding. In FDM, the filament is fed into an extruder which is heated to a certain temperature and then pushed out through a nozzle to produce layers of objects. Until now, many communities have produced small-scale 3D printer machines because 3D printing technology projects are open-source. Each community has its own standard in making 3D printer machines so that one of the problems that arise from this activity is the accuracy of the objects resulting from 3D printing which is less uniform. Geometry deviations will affect the design and production processes of 3D printed objects. This is especially true in the creation of objects that require an assembly / assembly process. This article aims to determine the irregularities in the 3D printed object's geometry resulting from the FDM DIY 3D printer machine. Making objects using DIY 3D printing experiences a deviation in the dimensions of the geometry and position. The geometry deviation varies from -0.08 mm to +0.14 mm. While the position deviation is in the range of -0.08 mm to +0.12 mm. Based on the deviation data generated from the above comparisons, the creation of 3D printing objects can be adjusted according to the respective deviation. It is important to obtain objects with maximum accuracy so that the component assembly process can be carried out easily and according to its purpose. Keyword: FDM, accuration, pivot, hole