cover
Contact Name
Herru Santosa Budiono
Contact Email
herru.santosa@untidar.ac.id
Phone
+6281567627547
Journal Mail Official
mechanical_teknik@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman No.39, Tuguran, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116, Indonesia
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Mechanical Engineering
Published by Universitas Tidar
ISSN : 25987380     EISSN : 26139847     DOI : http://dx.doi.org/10.31002/jom.v5i1.3940
Journal of Mechanical Engineering (JOM) by the Program Mechanical of Engineering University of Tidar. This scientific journal received writings that had never been published elsewhere. and receive writings on the subject of Energy Science and engineering, applied mechanics and material, design, manufacturing and product development and others. Journal of Mechanical Engineering (JOM) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on mechanical engineering and other related topics. All papers are peer-reviewed. JOM is managed to be issued twice in every volume (March and September). The Scope of JOM is: 1.Energy Science and Engineering 2.Applied Mechanics and Materials 3.Design, Manufacturing and Product Development 4.Control, Instrumentation and Robotics
Articles 70 Documents
OPTIMALISASI DAYA OUTPUT GENERATOR PADA PICO-HYDROPOWER MENGGUNAKAN TRANSMISI RODA GIGI Akhmad Nurdin; Sri Hastuti
Journal of Mechanical Engineering Vol 4, No 2 (2020): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v4i2.3411

Abstract

Generator menghasilkan listrik dengan optimal ketika sistem penggerak dari pembangkit berputar dengan arah dan kecepatan yang sesuai. Kecepatan putar sebuah pembangkit pico-hydro saat bekerja umumnya tidak sesuai dengan spesifikasi kerja dari generator. Transmisi roda gigi dapat diaplikasikan untuk menyesuaikan arah dan kecepatan putar dari pembangkit pico-hydro sesuai dengan spesifikasi kerja dari generator. Tujuan penelitian ini membandingkan kinerja pembangkit pico-hyro secara eksperimental dengan dan tanpa sebuah transmisi roda gigi. Perbandingan roda gigi input dan output 1 : 2,65, pengujian kinerja generator dengan mengukur kecepatan putar dengan tachometer, serta mengukur tegangan-arus yang mampu dihasilkan dengan multitester. Sedangkan pembebanan yang digunakan mengukur arus listrik menggunakan jumlah satu sampai tujuh buah lampu AC. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja generator dengan transmisi yang lebih tinggi dibandingkan tanpa transmisi roda gigi.
ANALISIS DEBIT FLUIDA PADA PIPA ELBOW 90° DENGAN VARIASI DIAMETER PIPA Sandi Setya Wibowo; Kun Suharno; Sri Widodo
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.377

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang fluid fruction aparatus, dengan variasi pipa elbow berdiameter 1¼inc, 1inc, ¾inc, ½inc dengan tinggi 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elbow dengan variasi diameter pipa akan menghasilkan turbulensi yang besar dan mengakibatkan hilangnya aliran pada pelepasan yang dihasilkan, yaitu semakin besar diameter pipa yang digunakan, semakin tinggi turbulensi dan gesekan yang terjadi. Sebaliknya jika diameter pipa yang digunakan semakin kecil, turbulensi dan gesekan yang dihasilkan akan kecil juga. Kata Kunci : debit, diameter pipa, rugi belokan
PENGARUH ENERGI AKTIVASI LOGAM PELAPIS TERHADAP KETEBALAN DAN LAJU KOROSI PLATING A. Noor Setyo HD; Sri Widodo
Journal of Mechanical Engineering Vol 3, No 1 (2019): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v3i1.1443

Abstract

EFEKTIVITAS PERBANDINGAN JENIS DAN KETEBALAN MATERIAL DINDING ALAT PENGERING SEPATU TERHADAP LAJU PENGERINGAN Kun Suharno; Nani Mulyaningsih; Nur Kholis; Sri Hastuti
Journal of Mechanical Engineering Vol 4, No 1 (2020): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v4i1.3402

Abstract

Alat pengering merupakan alat yang digunakan untuk menurunkan kadar air bahan sampai mencapai kadar air tertentu sehingga dapat memperlambat laju kerusakan produk akibat aktivitas biologi dan kimia. Dari penelitian sebelumnya, alat pengering sepatu dengan menggunakan kayu sebagai material dinding didapati kehilangan kalor (heat loss) yang cukup tinggi, sehingga menaikkan temperatur lingkungan. Banyaknya panas yang hilang ini tergantung pada banyak faktor, tapi material dan ketebalan dinding merupakan faktor yang sangat dominan. Untuk mengurangi besarnya kehilangan panas tersebut penelitian ini melakukan pengujian dengan memvariasikan material  dan ketebalan yaitu plat aluminium, plat besi dengan masing-masing variasi ketebalan adalah 0,5 mm dan 1 mm. Pengujian yang telah dilakukan mendapatkan nilai laju pengeringan. Dari penelitian didapat nilai laju pengeringan yang paling besar adalah pada material plat aluminium  dengan ketebalan 1 mm sebesar 0,0010 kg/menit.
RANCANG BANGUN MESIN LAS TIG SEMI OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO Muhammad Rizky Hikmatullah; Putty Yunesti; Eko Pujiyulianto; Akhmad Nurdin; Fajar Paundra
Journal of Mechanical Engineering Vol 5, No 1 (2021): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v5i1.3945

Abstract

ABSTRAKMesin las TIG semi otomatis berbasis Arduino Uno merupakan alat yang dirancang untuk mengontrol parameter kecepatan pengelasan yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Proses pembuatan alat ini meliputi perancangan alat dan proses fabrikasi, wiring diagram, dan desain Arduino Uno, serta proses uji coba pengelasan. Pengujian alat pengelasan TIG dilakukan pada plat baja SS400 dengan ukuran 18 × 10 × 3 mm, arus sebesar 80 A, gas pelindung Argon, dan panjang busur las 2 mm, dengan variasi kecepatan pengelasan sebesar 4 mm/detik, 6 mm/detik dan 8 mm/detik. Hasil pengelasan yang paling baik dan sesuai didapatkan pada kecepatan pengelasan 6 mm/detik. Hal tersebut disebabkan karena kecepatan pengelasan dan besar arus yang digunakan sesuai, sehingga minim cacat lasan.Kata kunci: mesin las, TIG, arduino, perancangan alat, kecepatan pengelasan ABSTRACTThe semi-automatic TIG welding machine based on Arduino Uno is a tool designed to control welding speed parameters that match the work to be performed. The process of making this tool includes designing tools and fabrication processes, wiring diagrams and Arduino Uno designs, as well as welding trial processes. The TIG welding tool was tested on a steel plate SS400 with a size of 18 × 10 × 3 mm, a current of 80 A, Argon protective gas, and a welding arc length of 2 mm, with variations in welding speed of 4 mm / second, 6 mm / second and 8 mm / second. The best and most suitable welding results are obtained at a welding speed of 6 mm/second. This is because the welding speed and currently used are suitable so that there are minimal weld defects. Keyword: welding machine, TIG, Arduino, tools design, welding speed
ANALISIS MESIN MIXER HORIZONTAL DENGAN VARIASI PUTARAN DAN WAKTU PENGADUKAN Abdul Rahman Wahid; Nani Mulyaningsih; Xander Salahudin
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.361

Abstract

Saat ini banyak di jumpai pembuat kerupuk pangsit yang umumnya dikerjakan di rumah-rumah sebagai industri rumahan. Pada umumnya mereka masih menggunakan tenaga manusia untuk membuat adonan kerupuk pangsit, sehingga dalam membuat adonan kerupuk pangsit dibutuhkan tenaga yang besar, waktu yang cukup lama dan memerlukan biaya yang cukup mahal. Tujuan penelitian ini adalah membuat mesin pengaduk adonan kerupuk pangsit dengan variasi kecepatan putar pengaduk 64 rpm, 97 rpm, dan 195 rpm serta variasi waktu pengadukan 4 menit, 6 menit, dan 8 menit dengan motor listrik ¼ HP. Hal yang perlu dianalisis dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kecepatan putar dan waktu pengadukan terhadap hasil adonan. Hasil massa rata-rata yang di peroleh berupa adonan kerupuk pangsit yang tercampur dengan waktu pengadukan 4 menit dan kecepatan putar 64 rpm menghasilkan 3542,3 gram (88,5%), dengan kecepatan putar 97 rpm menghasilkan 3308,2 gram (82,7%) dan kecepatan putar 195 rpm menghasilkan 3178,2 gram (79,5%), sedangkan dengan waktu pengadukan 6 menit dan kecepatan putar 64 rpm menghasilkan 3610,0 gram (90,2%), dengan kecepatan putar 97 rpm menghasilkan 3417,3 gram (85,4%), dan dengan kecepatan putar 195 rpm menghasilkan 3236,8 gram (80,9%), dan dengan waktu pengadukan 8 menit dan kecepatan putar 64 rpm menghasilkan 3773,9 gram (94,3%), dengan kecepatan putar 97 rpm menghasilkan 3572,0 gram (89,3%) dan dengan kecepatan putar 195 rpm menghasilkan 3316,9 gram (82,9%).Kata kunci : kerupuk pangsit, mesin mixer horizontal, pulley, waktu
PEMANFAATAN TEH SEBAGAI BIOINHIBITOR KOROSI PEGAS DAUN Nani Mulyaningsih; Sigit Mujiarto; Gyani Ubaydillah
Journal of Mechanical Engineering Vol 2, No 2 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v2i2.1436

Abstract

Leaf springs, especially in cars, are one of the metal components that must get attention because their location under the vehicle causes susceptibility to corrosion due to environmental conditions. Corrosion is an absolute phenomenon that occurs in metals, but corrosion can be controlled by speed with certain techniques. One of them is the use of environmentally friendly corrosion inhibitors (bioinhibitors). Tea is known to have high antioxidant compounds, but its use is only limited as a drink ingredient. Starting from these problems, a study was conducted on the use of tea as a bioinhibitor in leaf pegs. This study use variations in inhibitor concentration (15%, 20%, 25%). To determine the corrosion rate a corrosion test was carried out. The test results showed that tea proved to be able to reduce the highest corrosion rate at concentration  25% in the amount of .37%. Corrosion rate before being given an inhibitor of 3.8195 mm / y and after being given inibitor decreased to 3.4614 mm / y.
PENGARUH VARIASI KECEPATAN MESIN PENYUWIR DAGING TERHADAP HASIL AKHIR SUWIRAN Sri Widodo; Arif Wicaksono; Kun Suharno; Endang Mawarsih
Journal of Mechanical Engineering Vol 3, No 2 (2019): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v3i2.3373

Abstract

Daging merupakan salah satu jenis hasil ternak yang dapat diinovasikan dalam bidang industri pangan di Indonesia. Salah satu olahan makanan dari daging yaitu abon ayam. Pada umumnya proses untuk menyuwir daging dilakukan secara manual, yaitu dengan menumbuk menggunakan lumpang dan alu. Proses menyuwir daging dengan cara manual kurang efektif dan efisien. Selain itu dibutuhkan banyak tenaga untuk menyuwir daging. Beberapa pokok masalah tersebut memunculkan ide untuk menciptakan inovasi mesin penyuwir daging otomatis. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis meneliti tentang bagaimana pengaruh variasi kecepatan mesin penyuwir daging terhadap hasil akhir abon. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan variasi kecepatan penyuwiran 525 rpm, 600 rpm, dan 700 rpm dengan menggunakan batang penyuwir berjumlah 13 batang dengan diameter 12 mm. Jumlah pemasukan daging setiap pengujian 250 gram dengan waktu penyuwiran 30 detik. Penggerak mesin penyuwir daging menggunakan motor listrik dengan daya motor yaitu 0,5 HP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suwiran daging yang halus didapatkan dari variasi kecepatan 700 rpm. Sedangkan hasil suwiran yang kasar didapatkan dari pengujian dengan menggunakan variasi kecepatan 525 rpm. Kapasitas mesin penyuwir daging ini adalah 30 kg/jam.
KAJI EKSPERIMEN VARIASI JUMLAH BLADE PENGADUK TERHADAP KUALITAS BIODIESEL Sarjono Sarjono
Journal of Mechanical Engineering Vol 5, No 1 (2021): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v5i1.3940

Abstract

ABSTRAKBiodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, tidak mempunyai efek terhadap kesehatan dan dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Pembuatan biodiesel ini menggunakan bahan baku  minyak jelantah dengan katalis KOH. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jumlah blade terhadap kualitas biodiesel yang di hasilkan minyak jelantah meliputi nilai kalor, visikositas, densitas, titik nyala, titik tuang. Variasi penggunaan jumlah blade adalah 4, 6, dan 8 dengan proses pengadukan selama 1 jam pada putaran 100 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jumlah blade berpengaruh terhadap kualitas biodiesel yang dihasilkan, hal ini dibuktikan dengan penggunaan jumlah blade 8 menghasilkan nilai kalor sebesar 17,46 46 Btu/lb, sehingga ada selisih sebesar 0,28 Btu/lb jika dibandingkan dengan penggunaan jumlah blade 4. Kata kunci: Biodiesel, Minyak Jelantah, Jumlah Blade, Nilai Kualitas ABSTRACTBiodiesel is an alternative fuel that is environmentally friendly, has no effect on health and can be used as fuel for motor vehicles. The manufacture of biodiesel uses used cooking oil as a raw material with a KOH catalyst. The purpose of this study was to determine the effect of the number of blades on the quality of biodiesel produced by used cooking oil including heating value, viscosity, density, flash point, pour point. The variations in the use of the number of blades are 4, 6, and 8 with a stirring process for 1 hour at 100 rpm. The results showed that the variation in the number of blades affected the quality of the biodiesel produced, this is evidenced by the use of the number of blades 8 resulting in a calorific value of 17.46 46 Btu / lb, so there is a difference of 0.28 Btu / lb when compared to the use of the number of blades 4. Keyword: Biodiesel, Used Cooking Oil, Number of Blades, Quality Value
PEMANFAATAN SAKARIN SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALI KOROSI BALING-BALING KAPAL Nani Mulyaningsih; Hadyan Hadyan
Journal of Mechanical Engineering Vol 2, No 1 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v2i1.811

Abstract

Corrosion is a metallic interaction with the environment that causes damage to the metal. Corrosion can also occur in fishing vessels, which are generally made of low carbon steel. This happens because the propeller works in a corrosive environment. Then the need for an alternative corrosion control so that the component is durable. The purpose of this study was to find out how much corrosion rate the ship propellers produced after the addition of saccharin on the nickel electroplating process. This study was conducted by specimen electroplating nickel with the addition of saccharin variation of (0.6 gram; 0.8 gram; and 1 gram). Then the results in corrosion test using sea water media. The corrosion rate is calculated using the weight loss method. After the calculated corrosion rate, then the effectiveness of saccharin is calculated. The results showed that nickel electroplating specimens with addition of 0.6 gram saccharin variation resulted in a corrosion rate of 75 mpy, 0.8 gram saccharin yielded a corrosion rate of 83.14 mpy, saccharin 1 gram of corrosion rate of 90.56 mpy, while raw material corrosion rate of 117.73 mpy.