cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45566
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Nursing Practice and Education
ISSN : -     EISSN : 27750663     DOI : https://doi.org/10.34305/jnpe.v1i2
Core Subject : Health,
Medical Surgical Nursing Maternity Nursing Pediatric Nursing Psichiatric Nursing Comunity Nursing Nursing Management Emergency Nursing Gerontology Nursing Family Nursing
Articles 211 Documents
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia pada pekerja Nadzief Adyan Robiyya; Mamlukah Mamlukah; Rossian Suparman; Dwi Nastiti Iswarawanti
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/hj6xp568

Abstract

Latar Belakang: Penelitian mengenai faktor risiko dispepsia pada populasi pekerja di Indonesia masih terbatas, terutama yang mengkaji faktor gaya hidup, pola makan, stres kerja, dan karakteristik individu secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia pada pekerja.Metode: Penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pekerja, sampel yang digunakan yaitu 140 responden.Hasil: Hasil uji Rank Spearman, terdapat hubungan antara pola makan (p-value  0,002), kebiasaan merokok (p-value  0,014), konsumsi kafein (p-value  0,002), tingkat stres (p-value  0,000), pengetahuan (p-value  0,000), serta ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan (p-value  0,005) dengan kejadian dispepsia pada pekerja di PT. Shoetown Kasokandel Indonesia tahun 2025. Di antara variabel tersebut, tingkat stres merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian dispepsia (OR = 7,052).Kesimpulan: Mengadakan program edukasi kesehatan, skrining dan deteksi dini serta dapat bekerja sama dengan lintas sektor seperti dalam bidang makanan atau minuman untuk mengampanyekan gaya hidup sehat dan pola makan seimbang.
Pengaruh edukasi anemia menggunakan media video animasi terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah remaja putri Suyami Suyami; Setianingsih Setianingsih; Fitriana Noor Khayati; Sherladista Purasaki
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/5ykj5613

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan anemia. Hasil observasi awal di SMPN 2 Karanganom menunjukkan masih rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah meskipun program pemberian tablet telah dilaksanakan. Edukasi yang diberikan sebelumnya cenderung menggunakan metode konvensional sehingga diperlukan media edukasi yang lebih menarik dan mudah dipahami, salah satunya video animasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi anemia menggunakan media video animasi terhadap peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMPN 2 Karanganom.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest melibatkan 98 siswi yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Intervensi berupa edukasi anemia melalui video animasi, diskusi interaktif, dan pengingat selama 4 minggu. Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Rata-rata skor kepatuhan meningkat dari 3,14 menjadi 7,78 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05).Kesimpulan: Edukasi anemia menggunakan media video animasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMPN 2 Karanganom.
Analisis faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada pra lansia Erma Permata Sari; Dewi Laelatul Badriah; Mamlukah Mamlukah; Dwi Nastiti Iswarawanti
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/m8fa8p79

Abstract

Latar Belakang: Sebagian besar berfokus pada kelompok lansia atau populasi dewasa secara umum, sedangkan bukti empiris pada kelompok pra lansia masih terbatas. Kajian yang mengintegrasikan faktor demografi, perilaku kesehatan, dan kondisi klinis sebagai determinan hipertensi pada pra lansia belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada pra lansia di wilayah kerja Puskesmas Plumbon Kabupaten Cirebon.Metode: Jenis penelitian ini adalah Analitik Observasional dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu Penderita Hipertensi Pra Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon Kabupaten Cirebon. Teknik Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan analisis chi square dan analisis Uji Regresi Logistik.Hasil: Terdapat hubungan antara Riwayat Hipertensi Keluarga (p=0,000), Pengetahuann (p=0,021), Indeks Massa Tubuh (p=0,009), Aktivitas Fisik (p=0.036), Pola Tidur (p=0,000), dan Kebiasaan Merokok (p=0.000). Kesimpulan: dasar penguatan program promotif dan preventif di layanan kesehatan primer melalui skrining rutin tekanan darah pada kelompok pra lansia.
Pengaruh foot massage terhadap kelelahan ibu postpartum Siti Haniyah; Prasanti Adriani; Wahyu Nugraheni
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/enc97g20

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan postpartum merupakan masalah klinis keperawatan yang penting karena dapat mengganggu pemulihan ibu, kualitas tidur, proses menyusui, stabilitas emosi, serta interaksi ibu dan bayi. Foot Massage merupakan intervensi yang sederhana, berbiaya rendah, relatif aman, belum pernah dilakukan di RSUD Purbalingga namun bukti efektivitasnya terhadap kelelahan ibu postpartum pada setting rumah sakit di Indonesia masih terbatas. Tujuan dari Penelitian ini dalah untuk menganalisa pengaruh Foot Massage terhadap kelelahan ibu postpartum.Metode: Desain kuasi-eksperimental pretest dan posttest dengan kelompok kontrol untuk meneliti hubungan antara Foot Massage dan tingkat kelelahan ibu pascapersalinan. Populasi penelitian meliputi semua nifas di Ruang Bougenville di RSUD Purbalingga, dengan total 40 pasien selama periode Agustus-Oktober 2025 dengan 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah PFS untuk mengukur skala kelelahan.Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kelelahan pada kelompok eksperimen (Pijat Kaki) dengan nilai P (0,001), dan setelah membandingkan tingkat kelelahan kelompok Pijat Kaki dengan kelompok control terbukti dari median skor kelelahan sesudah intervensi pada kelompok Foot Massage lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol [7 (7-48) vs. 25 (1-30)].Kesimpulan: Kelompok pijat kaki lebih efektif dalam mengurangi tingkat kelelahan dengan nilai P (0,001).
Pengaruh edukasi audiovisual motion graphic terhadap pengetahuan diet diabetes melitus pada lansia Eka Diana Permatasari; Arif Rakhman; Rachma Amaliyah; Nurhakim Yudhi Wibowo; Yessy Pramita Widodo
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/3s3j7314

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya pengetahuan lansia mengenai prinsip diet diabetes melitus menjadi salah satu penyebab kurang optimalnya pengelolaan diabetes dan meningkatkan risiko komplikasi. Media edukasi audiovisual motion graphic yang menarik relevan diterapkan dalam setting komunitas untuk mempermudah pemahaman dan mengatasi keterbatasan literasi kesehatan lansia. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh edukasi melalui audiovisual motion graphic terhadap peningkatan pengetahuan lansia mengenai diet diabetes melitus.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental berupa one group pretest-posttest desain. Sampel penelitian adalah lansia penderita diabetes melitus sebanyak 50 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan diet diabetes melitus dan media edukasi berbentuk audiovisual motion graphic.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan uji Wilcoxon Signed Ranks Test nilai sig. (2-tailed) adalah 0.000 < 0.05 yang artinya terdapat pengaruh edukasi dengan media audiovisual motion graphic terhadap pengetahuan diet diabetes melitus pada lansia.Kesimpulan: Edukasi berbasis audiovisual motion graphic terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia mengenai diet diabetes melitus. Rekomendasi bagi tenaga kesehatan disarankan memanfaatkan media audiovisual motion graphic sebagai alternatif dalam penyuluhan, khususnya pada lansia, serta mengintegrasikannya ke dalam program edukasi berkelanjutan untuk mencegah komplikasi.
Pengaruh therapeutic exercise walking terhadap penurunan nilai gula darah sewaktu pada penderita diabetes melitus tipe 2 Mutia Agustiani Moonti; Teguh Trinanda Putra; Moch Didik Nugraha
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/y0ex7k69

Abstract

Latar Belakang: therapeutic exercise walking terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu masih terbatas sehingga menunjukkan hasil yang belum konsisten, memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat dasar ilmiah intervensi tersebut. Tujuan penelitian menganalisis pemberian therapeutic exercise walking terhadap penurunan nilai gula darah sewaktu pada penderita Diabetes Melitus tipe 2.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen dengan one group pre-post design, jumlah 15 responden, teknik sampling Purposive Sampling, penelitian di Desa Gewok selama Januari–Februari 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, dengan intervensi berupa latihan berjalan selama 30 menit selama 1 minggu.Hasil: Analisis univariat bahwa nilai minimum gula darah sewaktu sebelum diberikan intervensi  260 mg/dl dan maksimum 290 mg/dl, nilai minimum 131 mg/dl dan maksimum 160 mg/dl. Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p-value sebesar 0,008 (<0,05), yang artinya terdapat pengaruh dari pemberian therapeutic exercise walking terhadap penurunan nilai gula darah sewaktu pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2.  Kesimpulan: Memperkuat peran perawat dalam mengintegrasikan program latihan berjalan sebagai bagian dari manajemen mandiri pasien untuk mendukung pengendalian glikemik secara berkelanjutan.
Pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan cuci tangan pada anak prasekolah Titin Hidayatin; Ali Musthofa; Riyanto Riyanto; Dewi Rahmawati; Eka Juwita Handayani
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/98tqhd89

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya pengetahuan dan ketepatan praktik cuci tangan pakai sabun pada anak usia prasekolah masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan penyakit infeksi. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagain besar anak belum melakukan cuci tangan sesuai prosedur, sementara media video animasi belum dimanfaatkan sebagai media edukasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media animasi video terhadap pengetahuan cuci tangan pada anak prasekolah.Metode: Metode penelitian ini menggunakan quasi-eksperimen one group pre-post test. Populasi penelitian ini yaitu siswa/siswi TK PUI 2 Sindang dengan jumlah 119. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 54 orang. Intervensi dilakukan selama 1 kali. Analisa data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon.Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan intervensi sebanyak 26 (48,1%) responden berpengetahuan cukup dan 26 (48,1%) responden berpengetahuan kurang. Setelah dilakukan intervensi sebanyak 53 (98,1%) responden berpengetahuan baik. Hasil uji statistik didapatkan nilai ρ-value 0,000 (<0,05).Kesimpulan: Terdapat pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan mencuci tangan pada anak prasekolah. Temuan ini dapat dijadikan landasan dalam upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, dalam menjaga kebersihan tangan pada anak sebagai langkah preventif terhadap berbagai penyakit.
Analisis hubungan pekerjaan dan kesejahteraan spiritual terhadap kecemasan psikologis lansia Parmadi Sigit Purnomo; Sri Setyowati; Supatmi Supatmi; Riza Yulina Amry; Suyatno Suyatno
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/rkep2p35

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan jumlah lansia di Indonesia diikuti dengan meningkatnya berbagai masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan, yang sering kali kurang teridentifikasi dan belum mendapatkan penanganan optimal di tingkat komunitas. Kecemasan pada lansia merupakan masalah psikologis yang sering terjadi akibat perubahan kondisi fisik, sosial, ekonomi, maupun spiritual. Lansia yang tidak lagi produktif atau memiliki keterbatasan aktivitas kerja cenderung mengalami peningkatan kecemasan, sementara pemenuhan spiritual dapat menjadi mekanisme koping dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pekerjaan dan kesejahteraan spiritual terhadap tingkat kecemasan lansia di Posyandu Matahari Timbulharjo Sewon Bantul.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional memiliki sampel penelitian 38 responden lansia yang diambil secara total sampling. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Matahari, data diambil menggunakan kuesioner kesejahteraan spiritual, dan tingkat kecemasan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Terdapat hubungan antara pekerjaan dengan tingkat kecemasan pada lansia dengan p-value = 0,000. Terdapat hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan tingkat kecemasan pada lansia dengan p-value = 0,000. Kesimpulan: Pekerjaan dan kesejahteraan spiritual berhubungan dengan tingkat kecemasan pada lansia. Pemenuhan kesejahteraan spiritual dan dukungan aktivitas yang produktif pada lansia perlu ditingkatkan sebagai intervensi menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan mobilisasi pasien pasca operasi sectio caesarea Sri Sat Titi Hamranani; Sigit Mulyono; Chori Elsera; Devi Permatasari
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/99s9vy13

Abstract

Latar Belakang: Mobilisasi dini merupakan intervensi penting untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi pasca sectio caesarea, namun kepatuhan pasien dalam melaksanakannya masih belum optimal. Hingga saat ini, belum tersedia data lokal di RSUD Prambanan yang menjelaskan hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan mobilisasi pasien pasca operasi sectio caesarea, sehingga penelitian ini perlu dilakukan sebagai dasar pengembangan asuhan keperawatan berbasis keluarga. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu pasien pasca operasi sectio caesarea yang menjalani perawatan di Ruang Nifas RSUD Prambanan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 58 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan mobilisasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik Kendall Tau.Hasil: Hasil identifikasi variabel penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien pasca tindakan sectio caesarea mendapatkan dukungan keluarga dalam kategori baik (60,3%) dengan tingkat kepatuhan mobilisasi pascaoperasi tergolong patuh (72,4%). Hasil analisis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,022 dengan hasil korelasi 0,302 yang berarti bahwa keeratan hubungan antara kedua variabel tersebut lemah.Kesimpulan: terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan mobilisasi pasien pasca operasi sectio caesarea di Ruang Nifas RSUD Prambanan.
Hubungan tingkat stres kerja perawat dengan kualitas pemberian asuhan keperawatan dengan kondisi gawat darurat Rudi Rudi; Ernawati Hamidah; Lutiyah Lutiyah; Hadi Abdillah
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/pefm0a40

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka kunjungan pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) menyebabkan meningkatnya tuntutan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas sehingga menjadi tantangan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang optimal. Perawat IGD menghadapi beban kerja tinggi akibat kondisi pasien yang tidak terduga, tingkat kegawatan yang beragam, dan tekanan waktu, sehingga rentan mengalami stres kerja. Stres kerja dapat memengaruhi konsentrasi, pengambilan keputusan, komunikasi, dan respons perawat yang berpotensi berkaitan dengan kualitas asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres kerja dengan kualitas asuhan keperawatan pada perawat IGD.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 perawat IGD yang diambil menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Nursing Stres Scale (NSS) untuk stres kerja dan kuesioner Quality of Nursing Care untuk kualitas asuhan keperawatan.Hasil: Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kualitas asuhan keperawatan (p = 0,026).Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi stres kerja perawat, semakin besar mengalami kualitas asuhan yang kurang.