cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45566
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Nursing Practice and Education
ISSN : -     EISSN : 27750663     DOI : https://doi.org/10.34305/jnpe.v1i2
Core Subject : Health,
Medical Surgical Nursing Maternity Nursing Pediatric Nursing Psichiatric Nursing Comunity Nursing Nursing Management Emergency Nursing Gerontology Nursing Family Nursing
Articles 196 Documents
Tingkat pengetahuan runners terhadap teknik kompres dingin dan kompres hangat dalam mengatasi cedera kaki Marisa, Marisa; Mahmudah, Rifa’atul; Latifah, Latifah; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/7k3th809

Abstract

Latar Belakang: Cedera kaki merupakan salah satu risiko yang sering dialami oleh runners. Pemahaman runners tentang teknik dan waktu penggunaan kompres dingin dan kompres hangat untuk mengatasi cedera masih bervariasi. Pemahaman para runners yang bervariasi ini dapat berisiko terhadap penanganan cedera yang tidak tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan runners terhadap teknik kompres dalam mengatasi cedera kaki di Stadion Lambung Mangkurat.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sebanyak 133 responden dipilih menggunakan accidental sampling. Kuesioner tingkat pengetahuan berjumlah 12 item meliputi aspek indikasi, waktu penggunaan, teknik dan cara aplikasi yang benar, keamanan dan risiko serta efektivitas dan tujuan kompres digunakan dalam penelitian ini. Hasil uji validitas > 0,361 dan reliabilitas 0,640. Data dianalisis secara univariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (58,6%), berusia 18-35 tahun (82,7%), dengan pendidikan terakhir SMA (66,2%). Hasil analisa pengetahuan  sebagian besar responden berada dalam pengetahuan cukup (54,9%).Kesimpulan: Sebagian besar tingkat pengetahuan runners terhadap teknik kompres dingin dan kompres hangat dalam mengatasi cedera kaki kategori cukup. Disarankan runners memilih teknik pertolongan pertama yang tepat, termasuk indikasi dan waktu penggunaan kompres dingin maupun hangat.
Hubungan antara pola asuh orang tua dengan loneliness dan tingkat stress pada siswa menengah pertama Nurfallah, Neng Sri; Badriah, Dewi Laelatul; Wulan, Nur
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/eg1c4m82

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami stres. Hasil skrining Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, ditemukan 41 remaja berada dalam kategori abnormal dan borderline. Pola asuh orang tua berpengaruh terhadap kondisi emosional dan psikologis anak, termasuk stres dan perasaan kesepian (loneliness). Wawancara terhadap 20 siswa SMP menunjukkan adanya stres dengan berbagai tingkat keparahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan loneliness dan tingkat stres pada siswa menengah pertama.Metode: Penelitian menggunakan desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 82 siswa kelas IX dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner PAQ, UCLA Loneliness Scale Version 3, dan Kessler K10.Hasil: Hasil menunjukkan pola asuh demokratis (69,5%), loneliness rendah (53,7%), dan stres ringan (36,6%). Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara pola asuh dan loneliness (p = 0,022), serta pola asuh dan tingkat stres (p = 0,049).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan loneliness dan tingkat stres. Disarankan siswa dengan stres tinggi mengikuti kegiatan sosial untuk meningkatkan koneksi sosial dan kesehatan mental.
Hubungan social support dengan perilaku bullying pada anak sekolah menengah pertama Husna, Jum’atul; Nito, Paul Joae Brett; Fetriyah, Umi Hanik
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/whf0qc78

Abstract

Latar Belakang: Social support merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi perilaku remaja, termasuk dalam keterlibatannya pada perilaku bullying. Remaja dengan social support yang rendah cenderung lebih rentan untuk terlibat dalam perilaku bullying, baik sebagai pelaku maupun korban. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara social support dengan perilaku bullying pada siswa SMPN 3 Banjarmasin.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian sebanyak 528 siswa dengan jumlah sampel 228 responden, yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner social support dan kuesioner Perilaku Bullying. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov.Hasil: Social support pada siswa mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 160 responden (70,2%). Perilaku bullying pada siswa mayoritas juga berada pada kategori sedang sebanyak 169 responden (74,1%). Skor terendah social support terdapat pada dimensi dukungan penghargaan, sedangkan skor tertinggi perilaku bullying terdapat pada dimensi sosial. Hasil uji Analisa didapatkan nilai p = 0,033.Kesimpulan: Ada hubungan antara social support dengan perilaku bullying pada siswa SMPN 3 Banjarmasin. Maka diharapkan sekolah menciptakan program pencegahan bullying melalui sosialisasi, bimbingan konseling, serta pembinaan karakter.
Faktor gaya hidup terhadap risiko terjadinya diabetes melitus tipe 2 pada remaja Norsipa, Salsa; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Fazraningtyas, Winda Ayu
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/w022nv87

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 kini telah mulai menyerang kelompok usia remaja yang terjadi akibat perubahan pola hidup modern. Gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makan tinggi gula dan lemak serta aktivitas fisik yang kurang menjadi faktor pememicu gangguan metabolik ini. Penelitian ini bertujuan menganalisa faktor gaya hidup terhadap resiko terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2 pada remaja di SMPN 16 Banjarmasin.Metode: penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 31 responden siswa kelas akhir yang ambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner gaya hidup dan kuesioner Finnish Diabetes Risk Score.Hasil: Sebagian besar 19 responden (61,3%) memiliki gaya hidup kurang baik. Berdasarkan skor FINDRISC hampir setengahnya 14 responden (45,2%) berisiko rendah mengalami Diabetes Melitus Tipe 2.Kesimpulan: faktor gaya hidup berkontribusi terhadap peningkatan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada usia remaja. Upaya pencegahan dapat dilakukan secara maksimal dengan menerapkan gaya hidup sehat, yaitu melalui perbaikan pola konsumsi makanan, peningkatan kegiatan fisik, serta menjaga dan mengendalikan berat badan sejak usia dini.
Merancang media edukasi pecegahanan penularan tuberculosis pada anak usia sekolah dasar Kusuma, Arif Hendra; Susanto, Rachmat; Nur Imanah, Norif Didik
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/yymwha52

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan serius di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahun. Upaya penanggulangan tuberkulosis merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, termasuk sekolah dasar yang menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi anak-anak. Namun, hasil observasi menunjukkan adanya permasalahan dalam edukasi pencegahan penularan tuberkulosis pada anak usia sekolah dasar.Metode: Bertujuan merancang media edukasi kartu kuartet pencegahan penularan tuberkulosis pada anak sekolah dasar dengan menggunakan metode Research and Development (R&D). Tahapan pengembangan media meliputi define, design, develop, dan disseminate. Instrumen penelitian berupa angket yang digunakan untuk penilaian ahli materi, ahli media, serta responden (siswa) 41 responden di SD Negeri 2 Slarang.Hasil: Adanya perbedaan signifikan peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi (p value = 0,001). Selain itu, terdapat perbedaan signifikan pada keterampilan siswa sebelum dan sesudah intervensi (p value = 0,001).Kesimpulan: Media edukasi berupa Kartu Kuartet Petani (Peduli Tuberkulosis Sejak Dini) dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media edukasi pencegahan penularan tuberkulosis pada anak sekolah dasar.
Perbedaan pemberian kompres hangat dan dingin dalam mengurangi nyeri sendi lansia radang sendi reumatoid Muliani, Sri; Syahlani, Ahmad; Wijaksono, M. Arief; Manto, Onieqie Ayu Dhea
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/61cx6c13

Abstract

Latar Belakang: Penatalaksanaan non-farmakologis seperti kompres air hangat dan kompres air dingin menjadi alternatif terapi.  Kompres air hangat dan dingin memiliki proses yang berbeda dalam perbaikan jaringan. Maka dalam penelitian ini bertujuan menganalisa perbedaan pemberian kompres air hangat dan dingin dalam menurunkan intensitas nyeri sendi pada lansia dengan radang sendi reumatoid.Metode: Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien lansia yang tinggal di Panti PPRSLU Budi Sejahtera di Kalimantan Selatan yang terdiagnosis Radang sendi reumatoid sebanyak 24 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan lembar pengkajian nyeri Numeric Rating Scale dan SOP Kompres hangat dan dingin.Hasil: 58,3% responden kelompok kompres air hangat mengalami penurunan nyeri sebesar 4 poin, dan 41,7% mengalami penurunan 3 poin. 58,3% pada kelompok kompres air dingin mengalami penurunan 2 poin, sedangkan 41,7% mengalami penurunan 3 poin.Kesimpulan: Hasil menunjukkan kompres air hangat lebih efektif dibandingkan dengan air dingin dalam menurunkan intensitas nyeri sendi. Disarankan kompres hangat digunakav untuk membantu melemaskan otot-otot yang tegang, mengurangi kekakuan sendi, dan menurunkan spasme otot.
Hubungan antara self efficacy dan status sosial ekonomi dengan kualitas hidup pada penderita hipertensi Hidayah, Laila; Tasalim, Rian; Wijaksono, Muhammad Arief; Syahlani, Ahmad
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/ga7vh594

Abstract

Latar Belakang: Masalah hipertensi sering dikaitkan dengan penurunan kualitas hidup. Self efficacy dan sosial ekonomi berperan penting dalam mempengaruhi keyakinan individu untuk mengelola kondisi kesehatannya. Fenomena ini menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara self efficacy dan status sosial ekonomi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Populasi penelitian mencakup seluruh penderita hipertensi yang tercatat dan melakukan kunjungan ke fasilitas tersebut. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Slovin sehingga diperoleh 92 responden. Instrumen penelitian meliputi General self efficacy Scale, kuesioner status sosial ekonomi, serta WHO Quality of Life–BREF (WHOQOL-BREF). Analisis data dilakukan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman.Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara status sosial ekonomi dan kualitas hidup pada penderita hipertensi, dengan nilai p-value sebesar 0,000. Selain itu, hubungan antara self efficacy dan kualitas hidup juga menunjukkan nilai p-value 0,000.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara self efficacy dan status sosial ekonomi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Pasien diharapkan lebih menyadari kebutuhan serta mengoptimalkan pemanfaatan pelayanan Kesehatan.
Efektivitas minuman jahe dan aromaterapi jeruk nipis terhadap tingkat nyeri dismenore pada mahasiswi Sudirman, Rany Muliany; Moonti, Mutia Agustiani; Azahra, Hana Raihan
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/yej0fj86

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi dismenore di Indonesia tercatat sebesar 72,89% dan sebanyak 54% terjadi pada remaja putri. Metode guna menurunkan dismenore dengan pendekatan non farmakologi seperti pemberian minuman jahe dan  aromaterapi jeruk nipis. Hasil studi pendahuluan didapatkan 50% mahasiswi mengalami dismenore. Tujuan penelitian menganalisis efektivitas minuman jahe dan aromaterapi jeruk nipis terhadap tingkat nyeri dismenore.Metode: Design quasi-experiment dengan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling sebanyak 18 responden dari jumlah populasi sebanyak 86 mahasiswi prodi keperawatan tingkat 1. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, Numeric Rating Scale (NRS), SOP pembuatan minuman jahe, SOP pemberian aromaterapi jeruk nipis. Analisa data bivariat menggunakan uji wilcoxon signed rank test.Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan hasil pre-test rata-rata tingkat nyeri dismenore sebesar 4,55 sedangkan hasil post-test menunjukan rata-rata tingkat nyeri dismenore sebesar 3,33. Analisis bivariat didapatkan p value = 0,000.Kesimpulan: Penerapan ini tidak memerlukan peralatan khusus sehingga dapat dengan mudah diimplementasikan dalam rutinitas harian selama fase menstruasi.
Hubungan tingkat stres, gangguan tidur dan kualitas hidup dengan derajat hipertensi pada pra lansia Fakhirah, Afifah Ghina; Tasalim, Rian; Mahmudah, Rifa’atul; Rahman, Subhannur
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/kjz9q321

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada pra lansia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan gaya hidup seperti stres dan gangguan tidur yang berdampak pada kualitas hidup. Kondisi stres yang berkepanjangan serta pola tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan tekanan darah dan memperburuk derajat hipertensi. Oleh karena itu, tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres, gangguan tidur, dan kualitas hidup dengan derajat hipertensi pada pra lansia guna mendukung upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi secara holistik.Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan teknik purposive sampling pada 96 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan Uji Korelasi Rank Spearman.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0.000, yang mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara tingkat stres, gangguan tidur, dan kualitas hidup dengan tingkat keparahan hipertensi pada kelompok pra lansia.Kesimpulan: Temuan penelitian mengungkapkan adanya keterkaitan antara tingkat stres, gangguan tidur, dan kualitas hidup dengan kejadian hipertensi. Seseorang yang mengalami stres, gangguan tidur, serta memiliki kualitas hidup yang rendah cenderung memiliki risiko lebih besar untuk mengalami hipertensi.
Efektivitas kegiatan permainan estafet bendera terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah Widia, Widia; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/fz97tv91

Abstract

Latar Belakang: Usia anak prasekolah mengalami perkembangan fundamental pada aspek motorik kasar yang menunjang keterampilan bergerak, kemampuan menjaga keseimbangan, serta kualitas interaksi sosial. Keterlambatan motorik kasar masih menjadi isu perhatian khusus. Permainan estafet bendera, secara langsung melibatkan aktivitas fisik dan koordinasi tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbedaan rerata kemampuan motorik kasar sebelum dan sesudah diberikan intervensi permainan estafet bendera pada anak usia prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimen one group pre-test post-test. Teknik total sampling dipilih dan didapatkan sebanyak 22 anak berusia 4-6 tahun dilibatkan sebagai sampel. Metode observasi dan ceklis perkembangan motorik kasar digunakan dalam pengumpulan data. Uji Paired Sample T-Test digunakan dalam analisa penelitian ini.Hasil: Hasil uji analisa didapatkan nilai p = 0,000, artinya adanya pengaruh intervensi permainan estafet bendera terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak prasekolah.Kesimpulan: Permainan estafet bendera terbukti efektif sebagai metode pembelajaran yang menarik dan mampu menstimulasi perkembangan motorik kasar anak usia 4-6 tahun.