cover
Contact Name
Muhammad Khoiruddin Harahap
Contact Email
choir.harahap@yahoo.com
Phone
+6282251583783
Journal Mail Official
info@itscience.org
Editorial Address
ITScience Jl. Setia Luhur LK V No.18 A Medan Helvetia Medan, Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA)
ISSN : -     EISSN : 27977161     DOI : 10.47709/jebma
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) adalah Jurnal Nasional dalam bidang ilmu ekonomi bisnis, manajemen dan akuntansi. JEBMA terbit tiga kali setahun, yaitu pada bulan Maret, Juli dan November. JEBMA bertujuan untuk mempromosikan hasil penelitian di bidang ekonomi bisnis, manajemen dan akuntansi yang berfokus pada penerbitan makalah berkualitas. Artikel yang diserahkan akan ditinjau oleh komite teknis Jurnal. Semua artikel yang dikirimkan harus berupa laporan asli atau hasil kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, eksperimental atau teoritis, dan akan direview oleh reviewer. Artikel yang dikirim ke jurnal JEBMA tidak boleh dipublikasikan di tempat lain. Naskah harus mengikuti pedoman penulis yang disediakan oleh JEBMA dan harus ditinjau dan diedit. JEBMA diterbitkan oleh Information Technology and Science (ITScience), sebuah Lembaga Penelitian di Medan, Sumatera Utara, Indonesia.
Articles 813 Documents
Lanskap Peran Akuntansi dan Kebijakan Pemerintah bagi UMKM di Asia Tenggara: Tinjauan Literatur Sistematis Tarcisius Jassien Widihardimas; Ahmad Bebin Najmuddin; Ayu Sarah Sulistyawati
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8207

Abstract

Sektor UMKM merupakan landasan ekonomi berkembang, yang berfungsi sebagai katalisator penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, lintasan pengembangan UMKM di negara-negara berkembang sering kali dicirikan oleh volatilitas, yang disebabkan oleh dukungan pemerintah yang tidak memadai dan kapasitas sumber daya yang terbatas. Di sisi lain, akuntansi memiliki peran sebagai katalis dalam mengembangkan operasional bisnis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi dan peran akuntansi bagi perkembangan UMKM di Negara Kawasan Asia Tenggara yang turut melihat dorongan dukungan kebijakan pemerintah. Pendekatan kualitatif dengan metode Tinjauan Literatur Sistematis yang diterapkan pada 38 artikel penelitian Scopus dalam panduan protokol PRISMA untuk mengungkapkan kondisi penerapan praktik akuntansi di UMKM Negara ASEAN dan sejauh mana kebijakan pemerintah berkontribusi dalam penerapan akuntansi di UMKM. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat kesamaan dari penggunaan praktik akuntansi UMKM dari Negara Indonesia, Vietnam dan Thailand yang masih bermasalah secara fundamental. Kebijakan pemerintah dari ketiga negara tersebut cenderung memprioritaskan penciptaan ekosistem bisnis makro dibandingkan intervensi teknis pada penguatan standar akuntansi. Akibatnya, meskipun kerangka regulasi akuntansi UMKM telah tersedia, keterbatasan sumber daya memaksa pelaku usaha menerapkan praktik keuangan yang bersifat swadaya dan sekadar adaptif terhadap kondisi lokal. Berbeda dengan ketiga negara tersebut, penerapan akuntansi UMKM di Negara Malaysia telah menemukan praktik akuntansi terbaiknya yang menyesuaikan dengan peluang dan kondisi ekonomi di negaranya
Pengaruh Kualitas Layanan Akademik Dan Adaptasi Sosio Kultural Terhadap Kepuasan Mahasiswa Internasional Gabriela Da Cruz Bano
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8215

Abstract

Peningkatan mobilitas mahasiswa internasional di era globalisasi mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya menyediakan layanan akademik yang berkualitas tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang mendukung proses adaptasi sosial dan budaya mahasiswa. Dalam konteks ini, kepuasan mahasiswa internasional manjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan layanan pendidikan yang diberikan, karena berkaitan dengan pengalaman belajar, kenyamanan serta keberhasilan akademik mahasiswa di lingkungan baru. Kualitas layanan akademik dan kemampuan adaptasi sosio-kultural dipandang sebagai dua faktor utama yang mempengaruhi pengalaman tersebut. Oleh karena itu, kajian ini menganalisis pengaruh kedua faktor tersebut terhadap kepuasan mahasiswa internasional asal Timor-Leste yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Surabaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 66 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala linkert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan akademik serta adaptasi sosio-kultural memiliki kontribusi positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan mahasiswa. Secara parsial maupun simultan kedua variabel tersebut terbukti memberikan pengaruh, dengan kualitas layanan akademik terbukti memiliki pengaruh yang lebih dominan yang lebih besar dibandingkan adaptasi sosio-kultural. Secara umum, hasil penemuan peneltian ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu kualitas layanan akademik yang didukung oleh kemampuan adaptasi yang baik dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih optimal bagi mahasiswa internasional.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterjangkauan Perumahan Di Wilayah Perkotaan India: Pendekatan Model Tobit Nabila Intan Nurjannah; I Gusti Agung Istri Socanti Aryadharma; Manik Kinasih Atmaranti; Nurisqi Amalia
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8270

Abstract

Keterjangkauan perumahan merupakan permasalahan krusial di wilayah perkotaan di India yang dipicu oleh ketidakseimbangan antara kenaikan harga properti dan pertumbuhan pendapatan masyarakat. Kondisi ini menyebabkan semakin banyak rumah tangga mengalami kesulitan dalam mengakses hunian yang layak, serta berpotensi meningkatkan ketimpangan sosial dan menurunkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterjangkauan perumahan dengan mempertimbangkan karakteristik data yang bersifat terbatas (censored). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model regresi Tobit pada data panel yang mencakup empat kota besar di India selama periode 2014–2022. Variabel dependen yang digunakan adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita, sedangkan variabel independen meliputi GDP per capita, indeks harga properti, suku bunga, tingkat urbanisasi, dan pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keterjangkauan perumahan. Secara parsial, variabel suku bunga dan urbanisasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan, sementara pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif namun relatif lemah. Di sisi lain, GDP per capita dan harga properti tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai Pseudo R² sebesar 7,4% mengindikasikan bahwa kemampuan model dalam menjelaskan variasi keterjangkauan perumahan masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan adanya kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan yang terjangkau.
Deteksi Kecurangan Laporan Keuangan Dengan Model Fraud Star: Rapat Komite Audit sebagai Variabel Moderasi Andre Bayu Pratama; I Putu Gede Diatmika; Gede Adi Yuniarta
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8312

Abstract

Laporan keuangan memiliki peran penting untuk menjelaskan kinerja perusahaan. Karena kebutuhan informasi yang tinggi, menyebabkan tekanan terhadap manajemen yang mengarah pada perilaku oportunistik untuk modifikasi laporan keuangan yang curang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan menggunakan elemen fraud star dan peran moderasi rapat komite audit. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendeketan asosiatif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dan menghasilkan sampel sebanyak 48 perusahaan sektor pertambangan yang ada di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2024. Data yang digunakan berupa laporan tahunan perusahaan, analisis data menggunakan regresi linier berganda dan Moderated Regression Analaysis menggunakan alat bantu STATA 17. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kesempatan berpengaruh negatif terhadap kecurangan laporan keuangan. Tekanan berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. rasionalisasi, kapabilitas dan kehilangan integritas tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Rapat komite audit memoderasi kesempatan dan tekanan terhadap kecurangan laporan keuangan, namun tidak dapat memoderasi rasionalisasi, kapabilitas dan kehilangan integritas terhadap kecurangan laporan keuangan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kecurangan akan tetap terjadi jika tekanan yang diberikan oleh investor sebagai faktor utama manajemen memanfaatkan kesempatan yang dimiliki untuk melakukan kecurangan. Harapannya hasil penelitian ini menjadi rujukan untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan secara dini.
Respon Tekanan Stagflasi terhadap Keputusan Investasi Domestik: Analisis Empiris dan Implikasi Manajemen Keuangan Regional Maudy Saharani; Klara Tika; Ipe Saripah; Edy Suroso; Abdul Mutolib
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8331

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh indikator tekanan stagflasi terhadap keputusan investasi domestik di Indonesia dengan menggunakan kerangka tekanan stagflasi sebagai pendekatan analisis terpadu. Dalam beberapa dekade terakhir, perekonomian Indonesia mengarah pada indikasi tekanan stagflasi yang tercermin dari perlambatan pertumbuhan ekonomi, inflasi yang fluktuatif, serta tekanan pada pasar tenaga kerja. Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian makroekonomi dan berpotensi mempengaruhi keputusan investasi domestik, serta menjadi tantangan bagi banyak negara berkembang karena dapat melemahkan iklim investasi dan pembentukan modal jangka panjang. Indikator tekanan stagflasi yang digunakan sebagai variabel bebas yaitu pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, inflasi dan nilai tukar. Sedangkan untuk variabel terikatnya yaitu keputusan investasi domestik yang menggunakan indikator data penanaman modal dalam negeri. Metode yang dipakai yaitu pendekatan kuantitatif menggunakan data time series dalam kurun waktu 2006–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan World Bank serta dianalisis memakai regresi linear berganda. Penelitian ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan investasi domestic. Tingkat pengangguran dan inflasi memiliki pengaruh dengan arah negatif, serta nilai tukar memiliki pengaruh dengan arah positif. Investasi domestik terdistribusi secara berbeda di berbagai provinsi di Indonesia, mencerminkan variasi dinamika ekonomi regional. Untuk bisa menjaga keberlanjutan investasi domestic, stabilitas ekonomi makro menjadi hal utama. Temuan ini menunjukkan tekanan stagflasi dapat menjadi sinyal peringatan dini terhadap kinerja investasi di negara berkembang.
Peran Mediasi Entrepreneurial Self-Efficacy dalam Hubungan antara Entrepreneurial Traits dan Nascent Entrepreneurial Behavior pada Mahasiswa Maisa Asmara; Hari Mulyadi; Heny Hendrayati; Mokh Adib Sultan; Rivaldi Arissaputra
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8348

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan antara entrepreneurial traits dan nascent entrepreneurial behavior dengan mempertimbangkan peran entrepreneurial self-efficacy sebagai variabel mediasi pada mahasiswa di Kota Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 200 responden yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa entrepreneurial traits berpengaruh signifikan terhadap entrepreneurial self-efficacy (? = 0.818; p < 0.001) serta nascent entrepreneurial behavior (? = 0.245; p < 0.05). Selain itu, entrepreneurial self-efficacy juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap nascent entrepreneurial behavior (? = 0.540; p < 0.001). Hasil pengujian mediasi mengindikasikan bahwa entrepreneurial self-efficacy berperan sebagai mediator parsial (? = 0.442; p < 0.001) dalam hubungan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh karakteristik individu terhadap perilaku kewirausahaan lebih kuat terjadi melalui mekanisme kognitif dibandingkan secara langsung. Secara teoretis, hasil penelitian ini memperkuat Social Cognitive Theory, khususnya dalam menempatkan self-efficacy sebagai penghubung antara faktor disposisional dan perilaku kewirausahaan tahap awal. Secara praktis, pengembangan kewirausahaan pada mahasiswa perlu diarahkan tidak hanya pada pembentukan karakter, tetapi juga pada penguatan keyakinan diri sebagai pendorong utama tindakan kewirausahaan.kewirausahaan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Penggunaan Layanan Penjamin Kredit Wina Ulidal Agnia; Zarra Melsya Meila Suryana Putri; Edy Suroso
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8388

Abstract

Latar Belakang: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan dari lembaga keuangan. Layanan penjaminan kredit hadir sebagai solusi bagi UMKM yang layak secara usaha tetapi belum bankable, namun tingkat pemanfaatannya masih rendah, salah satunya karena rendahnya persepsi nilai dan kesadaran layanan di kalangan pelaku usaha. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi nilai dan kesadaran layanan terhadap minat penggunaan layanan penjaminan kredit, serta menguji peran kepercayaan institusional sebagai variabel mediasi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Data primer diperoleh dari 100 pelaku UMKM toko bangunan di Kota Tasikmalaya melalui kuesioner dengan purposive sampling. Analisis mencakup evaluasi outer model, inner model, serta pengujian hipotesis dengan prosedur bootstrapping 5.000 iterasi. Hasil: Persepsi nilai berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan layanan maupun terhadap kepercayaan institusional. Kesadaran layanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan layanan. Sebaliknya, kesadaran layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan institusional, kepercayaan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan, dan kepercayaan institusional tidak terbukti memediasi kedua hubungan tersebut. Kesimpulan: Minat UMKM menggunakan layanan penjaminan kredit lebih dipengaruhi secara langsung oleh persepsi nilai dan kesadaran layanan daripada oleh kepercayaan institusional, sehingga penguatan pemahaman manfaat layanan menjadi prioritas strategis dalam mendorong pemanfaatan layanan penjaminan kredit.
Pengaruh Implementasi Internal Control Over Financial Reporting (ICoFR) Terhadap Nilai Perusahaan : Peran Moderasi Struktur Kepemilikan (Studi Empiris Pada Perusahaan Consumer Non-Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2025) Sumarni Hasim; Herlin Tundjung Setijaningsih
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8459

Abstract

Latar belakang: Dalam era persaingan pasar modal yang semakin ketat, nilai perusahaan menjadi indikator penting yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek perusahaan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi nilai perusahaan adalah Internal Control Over Financial Reporting (ICoFR) serta peran struktur kepemilikan dalam memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ICoFR terhadap nilai perusahaan dengan struktur kepemilikan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh 160 observasi data panel dari 32 perusahaan selama lima tahun pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan model Random Effect Model serta uji regresi moderasi menggunakan bantuan perangkat lunak EViews 13. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ICoFR berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Selain itu, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial terbukti memoderasi pengaruh ICoFR terhadap nilai perusahaan, meskipun keduanya menunjukkan arah moderasi yang negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa struktur kepemilikan memiliki peran penting dalam menentukan kekuatan hubungan antara pengendalian internal dan nilai perusahaan. Kesimpulan: ICoFR berperan penting dalam meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan transparansi dan kualitas pelaporan keuangan. Namun, efektivitas pengaruh tersebut dipengaruhi oleh struktur kepemilikan perusahaan yang bertindak sebagai variabel moderasi. Temuan ini memperkuat relevansi agency theory dan signaling theory dalam menjelaskan mekanisme peningkatan nilai perusahaan melalui pengendalian internal dan tata kelola perusahaan.
Niat Penggunaan Kembali Aplikasi Online Food Delivery Pada Generasi Z: Perspektif TAM dan Price Saving Ahmad Imanudin; Rahajeng Arundati
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8476

Abstract

Fenomena layanan pesan antar makanan daring di Indonesia mengalami akselerasi luar biasa yang memicu perubahan perilaku konsumen secara permanen (sticky behavior). Pertumbuhan masif ini menuntut pemahaman mendalam mengenai determinan penggunaan berkelanjutan, terutama pada segmen mahasiswa Generasi Z yang merupakan digital natives dengan keterbatasan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh perceived usefulness, perceived ease of use, dan price saving terhadap intention to reuse melalui attitude sebagai variabel mediasi. Melalui pendekatan kuantitatif eksplanatori, data primer dikumpulkan dari 201 responden mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan kuesioner elektronik dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian membuktikan bahwa perceived usefulness, perceived ease of use, dan price saving berpengaruh positif dan signifikan terhadap attitude. Selanjutnya, attitude terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to reuse. Di antara seluruh variabel independen yang diuji, faktor penghematan harga (price saving) ditemukan sebagai prediktor yang paling dominan dalam membentuk sikap positif pengguna. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kombinasi manfaat fungsionalitas teknologi dan efisiensi biaya moneter menjadi kunci utama loyalitas penggunaan kembali aplikasi. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi penyedia layanan untuk menyelaraskan strategi promosi harga dengan pengembangan antarmuka aplikasi yang intuitif guna mempertahankan niat penggunaan kembali secara berkelanjutan.
Pengaruh Profitabilitas, Pertumbuhan Penjualan, dan Ar us Kas Operasi terhadap Financial Distress: Peran Moderasi Board Diversity pada Perusahaan Properti dan Real estate di Bursa Efek Indonesia Dika Wulandari; Yuni Utami; Mohammad Arridho Nur Amin
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8571

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan arus kas operasional terhadap kesulitan keuangan, serta peran moderasi keragaman dewan direksi di sektor properti dan real estat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2021–2025. Dengan menggunakan teknik sampling purposif, 33 perusahaan dipilih dari populasi sebanyak 92 perusahaan, sehingga menghasilkan 165 pengamatan perusahaan-tahun. Data dianalisis menggunakan model regresi respons biner, khususnya regresi logistik dan probit, yang diestimasi dengan perangkat lunak Stata 17. Hasil menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki efek negatif yang signifikan terhadap probabilitas kesulitan keuangan, yang menegaskan bahwa kapasitas menghasilkan laba berfungsi sebagai penyangga kritis terhadap risiko kebangkrutan. Sebaliknya, pertumbuhan penjualan dan arus kas operasional tidak terbukti secara statistik memengaruhi kerentanan keuangan. Terkait moderasi, Keragaman Dewan Direksi ditemukan secara signifikan melemahkan efek negatif profitabilitas terhadap Kesulitan Keuangan, menyarankan bahwa heterogenitas tinggi dalam komposisi dewan direksi dapat memicu inefisiensi birokrasi dan penundaan pengambilan keputusan strategis yang merusak efektivitas profitabilitas dalam mengurangi risiko kebangkrutan. Namun, Keragaman Dewan Direksi tidak memoderasi hubungan antara pertumbuhan penjualan atau arus kas operasional dengan Kesulitan Keuangan. Temuan-temuan ini memiliki implikasi penting bagi para investor dan manajemen, optimalisasi laba tetap menjadi jaring pengaman keuangan utama, sementara komposisi dewan direksi harus diatur dengan cermat untuk menghindari eskalasi konflik kepentingan yang dapat melemahkan ketahanan perusahaan.