cover
Contact Name
Muhammad Khoiruddin Harahap
Contact Email
choir.harahap@yahoo.com
Phone
+6282251583783
Journal Mail Official
info@itscience.org
Editorial Address
ITScience Jl. Setia Luhur LK V No.18 A Medan Helvetia Medan, Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA)
ISSN : -     EISSN : 27977161     DOI : 10.47709/jebma
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) adalah Jurnal Nasional dalam bidang ilmu ekonomi bisnis, manajemen dan akuntansi. JEBMA terbit tiga kali setahun, yaitu pada bulan Maret, Juli dan November. JEBMA bertujuan untuk mempromosikan hasil penelitian di bidang ekonomi bisnis, manajemen dan akuntansi yang berfokus pada penerbitan makalah berkualitas. Artikel yang diserahkan akan ditinjau oleh komite teknis Jurnal. Semua artikel yang dikirimkan harus berupa laporan asli atau hasil kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, eksperimental atau teoritis, dan akan direview oleh reviewer. Artikel yang dikirim ke jurnal JEBMA tidak boleh dipublikasikan di tempat lain. Naskah harus mengikuti pedoman penulis yang disediakan oleh JEBMA dan harus ditinjau dan diedit. JEBMA diterbitkan oleh Information Technology and Science (ITScience), sebuah Lembaga Penelitian di Medan, Sumatera Utara, Indonesia.
Articles 789 Documents
Transfer Pricing and Financial Performance In Multinational Enterprise Dana Farhana; Jeanne Adelina Savitri; Mukhtaruddin
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8115

Abstract

Latar belakang: Transfer pricing merupakan salah satu instrumen strategis yang digunakan oleh Multinational Enterprises (MNEs) dalam mengelola transaksi intra-grup lintas yurisdiksi. Dalam konteks globalisasi dan meningkatnya pengawasan pajak internasional, praktik ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme penentuan harga antar entitas afiliasi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi tax planning yang berimplikasi pada financial performance perusahaan. Perkembangan regulasi internasional seperti Arm’s Length Principle (ALP) dan inisiatif Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) semakin memperkuat urgensi kajian komprehensif mengenai hubungan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA terhadap 60 artikel terindeks Scopus periode 2016–2026. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi untuk memastikan relevansi dan kualitas literatur yang dianalisis. Data kemudian disintesis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, tren, dan kesenjangan penelitian terkait transfer pricing, tax planning, dan kinerja keuangan. Hasil: Hasil sintesis menunjukkan bahwa transfer pricing secara dominan dimanfaatkan sebagai instrumen strategis dalam pengalokasian laba intra-grup guna mengoptimalkan beban pajak global perusahaan. Praktik ini berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi pajak dan pelaporan kinerja keuangan, namun implementasinya dipengaruhi oleh kualitas tata kelola perusahaan, risiko regulasi, biaya kepatuhan, serta dinamika kebijakan pajak internasional, termasuk inisiatif anti-BEPS. Literatur juga menegaskan bahwa kepatuhan terhadap ALP menjadi faktor krusial dalam menjaga legitimasi praktik transfer pricing. Kesimpulan: Transfer pricing berperan signifikan sebagai strategi tax planning yang berdampak pada financial performance MNEs. Meskipun memberikan manfaat dalam optimalisasi struktur pajak dan efisiensi keuangan, praktik ini memerlukan pengelolaan yang hati-hati agar tetap selaras dengan prinsip ALP dan regulasi perpajakan global. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara strategi korporasi dan kepatuhan regulasi dalam menjaga keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan multinasional.
Implementasi Teknologi Keuangan Dan Pemasaran Digital Dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Elvia Desi , Dona; Chatra, Afdhal; Pramurza, Dede
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Financial Technology (FinTech) dan Digital Marketing terhadap peningkatan daya saing UMKM di Kota Sungai Penuh serta merumuskan strategi prioritas pengembangannya Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain eksplanatori. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei terhadap 288 pelaku UMKM yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) serta Importance Performance Analysis (IPA). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa FinTech (?=0,318) dan Digital Marketing (?=0,462) berpengaruh positif signifikan terhadap daya saing, sementara Digital Marketing berperan sebagai pure moderator yang memperkuat hubungan FinTech terhadap daya saing (? interaksi=0,187). Analisis IPA mengidentifikasi lima aspek prioritas peningkatan, yaitu efektivitas iklan digital, keamanan transaksi fintech, konsistensi posting, integrasi fintech marketing, dan kualitas konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara FinTech dan Digital Marketing merupakan strategi kunci dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di era digital. Kesimpulan: FinTech dan Digital Marketing terbukti secara signifikan meningkatkan daya saing UMKM di Kota Sungai Penuh, dengan Digital Marketing berperan sebagai penguat (moderator) hubungan FinTech terhadap daya saing. Sinergi keduanya menjadi strategi kunci, dengan prioritas utama pada efektivitas iklan digital, keamanan transaksi, konsistensi konten, dan integrasi pemasaran digital
The Role of Mental Accounting Theory In Explaining Asymmetric Tax Compliance Toward Income Tax and Value Added Tax Among Non-Incorporated Self-Employed Individuals Nur Fadilah Hanifah; Deya Winanda; Mukhtaruddin
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8117

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Mental Accounting Theory (MAT) dalam menjelaskan kepatuhan pajak yang bersifat asimetris terhadap Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada individu pekerja mandiri yang tidak berbadan hukum. Kelompok ini mencakup pemilik usaha perseorangan, pekerja lepas (freelancer), dan pelaku usaha mikro yang beroperasi tanpa entitas hukum terpisah serta secara langsung bertanggung jawab atas pengelolaan pendapatan, arus kas, dan kewajiban perpajakan tanpa mekanisme pemotongan pihak ketiga. Perbedaan karakteristik pengelolaan keuangan tersebut diduga memengaruhi cara mereka memandang dan memenuhi kewajiban pajak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Sebanyak 60 artikel yang terindeks di Scopus dan SINTA pada periode 2020–2026 dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pola konseptual dan temuan empiris terkait penerapan Mental Accounting Theory dalam konteks kepatuhan pajak. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntansi mental secara signifikan membentuk cara wajib pajak mengategorikan kewajiban pajaknya secara kognitif. Pajak Penghasilan umumnya dipersepsikan sebagai pengurangan langsung terhadap pendapatan pribadi sehingga memicu loss aversion dan resistensi psikologis. Sebaliknya, Pajak Pertambahan Nilai sering kali diperlakukan sebagai bagian dari arus kas usaha akibat tidak adanya pemisahan mental yang konsisten antara dana pajak dan dana operasional. Perbedaan persepsi ini menghasilkan pola kepatuhan yang asimetris, seperti keterlambatan pembayaran, penggunaan sementara dana pajak untuk kebutuhan operasional, serta variasi tingkat kepatuhan sukarela. Kesimpulan: Penelitian ini memperkuat relevansi Mental Accounting Theory dalam kajian perpajakan perilaku dengan menunjukkan bahwa struktur kognitif wajib pajak berperan penting dalam membentuk perilaku kepatuhan yang berbeda terhadap jenis pajak yang berbeda. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi perumusan kebijakan perpajakan yang lebih adaptif terhadap pola pikir dan struktur kognitif wajib pajak pekerja mandiri non-badan hukum, sehingga strategi peningkatan kepatuhan dapat dirancang secara lebih efektif dan kontekstual.
Insentif Pajak terhadap Pembiayaan Usaha Baru pada Startup: A Systematic Literature Review Anggia Marshanda Putri; Muhammad Ario Permadi; Mukhtaruddin
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8118

Abstract

Latar belakang: Pertumbuhan startup menghadapi tantangan pembiayaan yang signifikan pada tahap awal akibat keterbatasan arus kas, minimnya aset, serta tingginya persepsi risiko dari investor. Untuk mengurangi hambatan tersebut dan memperkuat ekosistem kewirausahaan, pemerintah memanfaatkan kebijakan insentif pajak sebagai instrumen fiskal yang strategis. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana insentif pajak berperan dalam pembiayaan usaha baru, khususnya melalui perspektif Signaling Theory. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 40 artikel ilmiah bereputasi yang diterbitkan pada periode 2020–2026 dianalisis secara sistematis dengan mengikuti protokol PRISMA. Proses seleksi dilakukan melalui identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel yang relevan dengan topik insentif pajak dan pembiayaan startup. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa insentif pajak memiliki fungsi multidimensional dalam pembiayaan usaha baru. Pertama, insentif pajak meningkatkan arus kas internal serta memperluas akses terhadap pembiayaan eksternal. Kedua, insentif pajak memengaruhi struktur permodalan dan strategi investasi venture capital. Ketiga, insentif pajak berperan sebagai sinyal publik yang kredibel, sehingga mampu menurunkan persepsi risiko investor dan meningkatkan legitimasi startup di mata pasar. Temuan ini memperluas Signaling Theory dengan menekankan pentingnya sinyal publik melalui kebijakan fiskal pemerintah. Kesimpulan: Efektivitas insentif pajak dalam mendukung pembiayaan startup tidak hanya ditentukan oleh besaran insentif yang diberikan, tetapi juga oleh desain kebijakan yang kredibel dan terintegrasi dengan ekosistem kewirausahaan secara menyeluruh.
Organizational Form And Tax Avoidance: A Literature Review Salsabilah Catur Sakinah; Cahyani Putri Ayu; Mukhtaruddin
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8125

Abstract

Latar belakang: Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara, namun praktik tax avoidance semakin kompleks seiring dengan globalisasi dan beragamnya struktur kepemilikan perusahaan. Bentuk organisasi, khususnya perbedaan antara State-Owned Enterprises (SOEs) and Non-State-Owned Enterprises (Non-SOEs), diduga memengaruhi perilaku penghindaran pajak melalui perbedaan insentif, mekanisme pengawasan, serta tekanan institusional yang dihadapi masing-masing entitas. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis pedoman PRISMA dengan menganalisis 60 artikel terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2020–2026. Proses seleksi dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi untuk memperoleh literatur yang relevan dengan topik bentuk organisasi dan penghindaran pajak. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa perusahaan Non-SOE cenderung melakukan penghindaran pajak secara lebih agresif dibandingkan SOE. Hal ini dipengaruhi oleh orientasi laba, tekanan persaingan pasar, serta insentif manajerial. Sebaliknya, SOE cenderung lebih berhati-hati dalam praktik perpajakan karena adanya mandat publik, pengawasan pemerintah, dan pertimbangan reputasi. Meskipun demikian, dalam kondisi tertentu seperti tekanan keuangan atau kelemahan tata kelola, SOE juga berpotensi melakukan strategi penghindaran pajak. Selain itu, bentuk organisasi terbukti memoderasi pengaruh tata kelola perusahaan, keterbatasan keuangan, lingkungan regulasi, serta karakteristik eksekutif terhadap keputusan pajak perusahaan. Kesimpulan: Bentuk organisasi merupakan determinan penting dalam membedakan tingkat agresivitas penghindaran pajak perusahaan. Perbedaan struktur kepemilikan tidak hanya memengaruhi intensitas praktik tax avoidance, tetapi juga membentuk bagaimana faktor-faktor tata kelola, tekanan keuangan, regulasi, dan karakteristik manajemen berperan dalam pengambilan keputusan perpajakan
Pengaruh Kualitas Layanan, Suasana Kafe, dan Kualitas Produk terhadap Loyalitas Pelanggan di Warung Kinta Cemara Asri Khong, Rifin; Tania , Cindy
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan, suasana kafe, dan kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan di Warung Kinta Cemara Asri, Medan. Loyalitas pelanggan berperan penting dalam menjaga keberlangsungan usaha di tengah meningkatnya persaingan industri kafe, di mana konsumen tidak hanya menilai keunggulan produk, tetapi juga keseluruhan pengalaman yang mereka rasakan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan metode survei cross-sectional melalui penyebaran kuesioner terstruktur kepada 132 responden yang pernah berkunjung ke Warung Kinta Cemara Asri. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji T, uji F, dan koefisien determinasi (R^2) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan, suasana kafe, dan kualitas produk masing-masing berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Di antara ketiga variabel tersebut, kualitas produk memberikan pengaruh paling kuat, menegaskan bahwa konsistensi rasa, tampilan, dan kesegaran menu merupakan faktor utama dalam mempertahankan komitmen pelanggan. Secara simultan, ketiga variabel memberikan pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai Adjusted R^2 sebesar 0,630, yang berarti 63% variasi loyalitas pelanggan dapat dijelaskan oleh model penelitian ini, sedangkan 37% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan, pemeliharaan suasana kafe yang nyaman, serta konsistensi kualitas produk sebagai strategi untuk memperkuat loyalitas pelanggan di industri kafe Medan yang semakin berorientasi pada pengalaman
Peran Inovasi Dalam Model Pengukuran Kinerja Berkelanjutan UMKM Haniffudin; Sumaryanto
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran inovasi dalam memediasi pengaruh Green Entrepreneurial Orientation (GEO) terhadap kinerja berkelanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial pada UMKM yang tergabung dalam Komunitas Rumah UMKM Kebumen (RUKUN). Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kapasitas inovasi dan penerapan praktik ramah lingkungan di kalangan UMKM, meskipun tekanan pasar, regulasi, dan tuntutan keberlanjutan semakin meningkat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey, yang melibatkan 284 pelaku UMKM sebagai populasi penelitian. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 3 untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GEO memiliki pengaruh positif signifikan terhadap inovasi, serta berpengaruh langsung pada kinerja berkelanjutan. Inovasi terbukti menjadi mediator yang kuat dalam hubungan antara GEO dan seluruh dimensi kinerja keberlanjutan, di mana inovasi mampu memperkuat dampak orientasi hijau terhadap pencapaian kinerja ekonomi, pengelolaan lingkungan, dan kontribusi sosial UMKM. Model penelitian juga menunjukkan kemampuan prediktif yang kuat dengan nilai R-square inovasi sebesar (0,574) dan kinerja berkelanjutan sebesar (0,64). Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi sebagai kapabilitas strategis bagi UMKM yang berorientasi ramah lingkungan, sekaligus memperluas penerapan teori Natural Resource-Based View (NRBV) dan Triple Bottom Line (TBL) pada konteks usaha kecil.
Pemetaan Keterkaitan Brand Equity, Customer Satisfaction, Financial Performance, Intellectual Capital, dan Competitive Strategy : Analisis Bibliometrik Satria Jatmiko , Novi; Nainggolan, Hermin; Harry, Lalu; Rahmawati; Hudayah, Syarifah; Hariyadi, Sugeng
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan literatur yang menghubungkan Brand Equity, Customer Satisfaction, Financial Performance, Intellectual Capital, dan Competitive Strategy dalam bidang manajemen. Studi ini menggunakan pendekatan analisis bibliometrik untuk mengidentifikasi struktur intelektual, tren penelitian, serta pola kolaborasi dalam topik tersebut. Data penelitian diperoleh dari basis data Dimensions dengan total 52.433 publikasi, yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Analisis dilakukan melalui beberapa teknik pemetaan, yaitu network visualization, overlay visualization, dan density visualization, serta analisis kolaborasi penulis, organisasi, dan negara, serta perkembangan jumlah publikasi tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi terkait topik ini mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dengan dominasi bidang Commerce, Management, Tourism and Services. Peta kata kunci menunjukkan keterkaitan yang jelas antara variabel pemasaran, keuangan, sumber daya intelektual, dan strategi organisasi dalam jaringan literatur. Selain itu, analisis kolaborasi memperlihatkan bahwa penelitian pada topik ini berkembang melalui jaringan penulis dan institusi dari berbagai negara. Temuan ini menunjukkan bahwa kelima variabel tersebut muncul sebagai tema yang saling terhubung dalam literatur manajemen dan sering dibahas dalam kerangka konseptual yang menekankan hubungan antar variabel. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bentuk pemetaan struktur penelitian yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan agenda riset selanjutnya di bidang manajemen pemasaran, manajemen strategik, dan kinerja organisasi.  
Deteksi Faktor Pemicu Fraud Pentagon Dimoderasi oleh Whistleblowing System Sebagai Mitigasi Fraud Pada Auditor Internal Ratnadewati, Nabilla carissa; Febri Yanto, Alif Faruqi
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8209

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, dan arogansi terhadap mitigasi fraud serta peran Whistleblowing System sebagai variabel moderasi pada auditor internal Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 102 responden melalui purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa tekanan dan rasionalisasi berpengaruh negatif signifikan, sedangkan kemampuan berpengaruh positif signifikan terhadap mitigasi fraud. Kesempatan dan arogansi tidak berpengaruh signifikan. Whistleblowing System berpengaruh langsung terhadap mitigasi fraud dan hanya memoderasi hubungan kesempatan terhadap mitigasi fraud. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor individu auditor dan efektivitas sistem pengawasan berperan penting dalam meningkatkan mitigasi fraud di sektor publik.