cover
Contact Name
Hendra Susanto
Contact Email
hesus@stiqsi.ac.id
Phone
+6281232233243
Journal Mail Official
jurnal@stiqsi.ac.id
Editorial Address
Pondok Pesantren Al-Ishlah, Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-I'jaz: Jurnal Studi Al-Qur'an, Falsafah, dan Keislaman
ISSN : 27221652     EISSN : 27211347     DOI : https://doi.org/10.53563/ai.v3i1
Core Subject : Religion, Education,
Focus Al-I jaz adalah jurnal yang terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur. Fokus jurnal ini adalah untuk mendiseminasikan kajian akademis tentang Pemikiran Keislaman terkait Al-Qur’an, Falsafah dan Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer, serta untuk memfasilitasi dialog akademis antara para akademisi dan peneliti yang berminat dalam kajian pemikiran keislaman terkait Al-Quran, Falsafah dan Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer. Scope Al-I jaz memiliki ruang lingkup kajian dan penelitian yang mengkover beragam bidang terkait kajian Pemikiran Keislaman seperti: Tafsir, Hadits, Fiqh, Sejarah Islam, Hukum, Al-Quran dan Tafsir, Tasawuf, Ilmu Kalam, Politik, dan Filsafat serta Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer (seperti relasi jender, demokrasi, Hak Azasi Manusia, Ekspresi dan Praktik Hidup masyarakat Muslim di seluruh dunia).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2023): December" : 6 Documents clear
Gambaran Bintang dalam Al-Qur'an Menurut Tantawi Jawhari: (Studi Tafsir 'Ilmi) Deki Ridho Anggara, Deki Ridho Anggara; Oesman Oesqy Alfarabi, Oesman Oesqy Alfarabi; Makhrus Ali Ridho, Muhammad
Jurnal Al I'jaz Vol 5 No 2 (2023): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v5i2.96

Abstract

Istilah (al-najm) adalah sebagai benda langit yang memiliki cahaya yang terihat dimalam hari dan terbentuk dari gas dan hidrogen. Bintang dalam Al-Qur’an disebutkan 13 kali. Penafsiran bintang menurut Tantawi Jawhari addalah digambarkan sebagai hiasan di langit yang dapat memberikan keindahan dengan cahayanya, bentuk dan tempatnya. Tantawi Jawhari menjelaskan di dalam tafsirnya tidak hanya membahas tentang bintang tetapi juga ada kaitannya dalam ilmu Astrolog, Astronomi maupun Fisika. Maka dari itu, peneliti menggunakan metode deskriptif-analisis untuk membahas tentang penelitian tersebut. Dari hasil penelitian itu beberapa benda langit telah disebutkan dalam Al-Qur’an khususnya tentang bintang kemudian beberapa metode untuk mengetahui letak bintang atau Ilmu Astronomi dalam penafsiran ilmiah Tantawi Jawhari bahwa Celestial Sphere (Bola Langit) atau Sky Map (Peta Langit) merupakan sebuah benda berbentuk bola maupun sebuah peta untuk mengetahui letak titik koordinat bintang. Sedangkan, manfaat bintang adalah sebagai petunjuk arah (navigasi) di daratan atau lautan, hiasan langit dan sebagai pemandangan yang indah di malam hari, alat pelempar setan dengan menggunakan masabih dan al-sahb, alat sumpah Allah Swt. atas posisi bintang dengan sifat-sifatnya seperti al-tariq, al-kunnas dan al-thaqib.
Involuntary Childless dalam Al-Qur'an: (Analisis Pendekatan Ma’na cum Maghza Karya Sahiron Syamsuddin) Fithrotin, Fithrotin; Irhamil Muthoharoh, Irhamil Muthoharoh
Jurnal Al I'jaz Vol 5 No 2 (2023): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v5i2.97

Abstract

Involuntary childless merupakan permasalahan klasik dan banyak dibahas lagi beriringan dengan fenomena childfree. Childfree merupakan sebuah keputusan untuk tidak mempunyai anak akan tetapi involuntary childless adalah kondisi pasangan yang tidak memiliki anak dengan tidak disengaja yang kemudian akan memunculkan beberapa konflik lagi seperti perceraian, poligami, tekanan batin dll. Permasalahan involuntary childless diceritakan dalam Al-Qur’an melalui kisah Nabi Zakariya As. pada QS. Maryam [19]: 5, QS. Ali Imran [3]: 38-40, kemudian kemandulan yang diungkap pada surah al-Shura. Penelitian ini menggunakan metode tematik dan pendekatan Ma’na cum Maghza untuk memudahkan melihat solusi bagi pasangan yang mengalami kondisi involuntary childless dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian ditemukan dengan tetap berdo’a dan bersabar seperti Nabi Zakariya As. sehingga beliau berhasil mempunyai keturunan, tawakkal kepada Allah Swt. karena Allah Swt. menjadikan bagi siapa saja yang dikehendaki mempunyai anak dan mandul, perceraian juga bukan merupakan solusi karena kemandulan bukanlah suatu penyakit, mempunyai sifat penerimaan diri hal ini bisa didapatkan melalui orang lain seperti diberi dukungan dan perkataan yang positif dan juga bisa didapatkan melalui dirinya sendiri seperti mendedikasikan dirinya untuk anak-anak. Orang yang mengalami involuntary childless juga diperbolehkan mengadopsi anak dengan syarat tidak menghilangkan nasab asli anak tersebut.
Haqiqah dan Majaz, serta Penerapannya dalam Al-Qur'an Wilda Tamimatul Muna, Wilda Tamimatul Muna; Muhammad Nuruddin, Muhammad Nuruddin
Jurnal Al I'jaz Vol 5 No 2 (2023): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v5i2.98

Abstract

Al-Qur’an merupakan sebuah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. dengan cara mutawatir dan menggunakan bahasa arab yang sangat jelas dan indah. Untuk memahami Al-Qur’an dengan baik, tentu saja seseorang itu harus memahami bahasa Arab dengan baik pula. Tidak hanya bahasa Arab, akan tetapi ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu balaghah atau disebut dengan gaya bahasa Al-Qur’an. Maka diperlukan pula untuk bisa memahami Al-Qur’an dengan baik. Dalam menyampaikan makna yang terkandung didalam Al-Qur’an, gaya bahasa yang digunakan sangat bervariatif, meliputi: amthal, qasam, qasas, jadal, khabar, al-insha’, tashbih, isti’arah, haqiqah, majaz, dan sebagainya. Beberapa ayat dalam Al-Qur’an, yang bermakna khusus dan umum. Namun pada kesempatan kali ini, penulis ingin menjelaskan tentang gaya bahasa Al-Qur’an yang difokuskan pada penjelasan tentang haqiqah dan majaz.  
Analisis Makna Surah Yusuf: (Kajian dengan Pendekatan Filosofis) Muhammad Jamil, Muhammad Jamil
Jurnal Al I'jaz Vol 5 No 2 (2023): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v5i2.99

Abstract

Artikel ini menganalisa makna filosofis surah Yusuf yang secara utuh mengisahkan perjalan hidup Nabi Yusuf As. sejak kecil hingga menjadi raja di Mesir. Metode penelitian ini menggunakan library reseach. Melalui pendekatan filosofis, penulis menganalisa makna filosofis yang terkandung di dalamnya, meliputi nilai-nilai kesabaran, ujian hidup, rahasia ilahi, hikmah dalam kejadian, pembangunan karakter dan sistem pangan yang tepat. Pendekatan ini memungkinkan untuk mengeksplorasi pesan-pesan spiritual yang terkandung dalam kisah kehidupan Nabi Yusuf As. Penelitian ini juga membahas relevansi surah Yusuf dalam konteks kehidupan manusia modern. Dengan memperdalam pemahaman tentang makna filosofis yang terkandung dalam surah Yusuf, diharapkan pembaca dapat memperoleh pencerahan spiritual, mendapatkan wawasan tentang bagaimana menghadapi tantangan hidup dan membangun karakter yang kuat yang relevan dalam konteks manusia modern.
Perbedaan Cara Pengambilan Keputusan antara Laki-laki dan Perempuan Menurut Al-Qur’an Arini Dina Ismiati, Arini Dina Ismiati; Ma’rifatul Ainiyah, Ma’rifatul Ainiyah; Rosydina Robi’aqolbi, Rosydina Robi’aqolbi
Jurnal Al I'jaz Vol 5 No 2 (2023): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v5i2.104

Abstract

Setiap manusia memiliki pengambilan keputusan yang berbeda-beda saat dihadapkan dalam pilihan. Perbedaan ini diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu jenis kelamin. Contoh dari pernyataan ini terdapat dalam QS. al-Naml [27]: 20-21 dan 32-35 terkait kepemimpinan raja Sulaiman dan ratu Bilqis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengambilan keputusan antara laki-laki dan perempuan, yang fokus terhadap kajian QS. al-Naml [27]: 20-21 dan 32-35 tentang kepemimpinan Raja Sulaiman dan Ratu Bilqis perspektif Tafsir Ibnu Katsir dan Neurosains. Jenis penelitian ini adalah library research yang menggunakan Al-Qur’an sebagai sumber utama  dan sumber lainnya yang didapat dari kitab tafsir, buku, artikel, dll yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan dalam pengambilan keputusan antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan tersebut terletak pada bagian otak yang bernama prefrontal-cortex yang bertugas dalam mengatur emosi dan pengambilan keputusan. Bagian tersebut yang menentukan seseorang mengambil keputusan berdasarkan logika atau perasaan. Ratu Bilqis, sebagai perempuan cenderung menggunakan perasaan dan berorientasi pada interpersonal. Sedangkan raja Sulaiman, sebagai laki-laki berorientasi pada dirinya sendiri dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan.
Pergerakan Islam di Malaysia: Konteks dan Pengaruh Sejarah Nabil Amir, Ahmad; Tasnim Abdul Rahman, Tasnim Abdul Rahman
Jurnal Al I'jaz Vol 5 No 2 (2023): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v5i2.121

Abstract

Kajian ini menyorot sejarah awal perkembangan gerakan Islam di Malaysia sejak zaman kolonial. Hal ini dilihat dari dua sudut yang penting; gerakan islah yang membawa kesedaran kebangsaan dan aspirasi pembaharuan dan tajdid serta pengaruh gerakan anti-penjajah dan kepeloporan politik Islam di rantau arkipelago. Ia menghuraikan kesan dan pengaruh gerakan Islam di Malaysia dalam memangkin pembaharuan dan nahdah dalam konteks sosio budaya dan sosio politiknya yang luas. Pemikiran yang dicetuskan oleh para pelopor Islam di Malaysia seperti Syed al-Hadi, Burhanuddin al-Helmi, Abu Bakar al-Baqir, Syed Muhammad Naquib al-Attas telah memberikan pengaruh yang signifikan dalam mengilhamkan kesedaran serta kebangkitan wa’y al-islam yang mendalam. Gerakan Islam yang diterajui oleh tokoh-tokoh ini memperlihatkan falsafah Islam yang ideal dan membuka ruang ijtihad yang signifikan. Pengaruh pemikiran yang dilontarkan telah memungkinkan progresifitas perubahan dalam penggemblengan masyarakat madani yang inklusif dan gerakan akidah yang mempan. Kajian ini berbentuk kualitatif dari jenis penelitian kepustakaan dan analisis kandungan. Data dikumpulkan berdasarkan metode dokumentasi dengan kaedah analisis bercorak interpretatif, analitis, deskriptif, historis dan komparatif. Kajian ini merumuskan jika perjuangan dakwah yang diketengahkan telah mencetuskan perubahan yang signifikan dalam memperkukuh harkat dan khittah perjuangan, menggilap ruh dan semangat kemerdekaan, menggerakkan wacana islah dan islamisasi ilmu. Ia telah menzahirkan kefahaman Islam yang tuntas sekaligus meyakinkan dalam menggarap dasar politik dan sosio-budaya yang jelas, serta menzahirkan ketinggian idealisme kesan yang berpengaruh dalam tradisi ‘aqliyyah dan peradaban serta penggemblingan kader di semua peringkat.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6