cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 360 Documents
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI MASALAH KETIDAKDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Djakaya, Dey Fachrisa A.; Ansar, Ansar; Kum, Thamrin A.
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10362

Abstract

ABSTRACT Learning discipline is one of the important components that determine the succes of learning in Elementary schools. This study aims to describe teacher strategies in overcoming the problem of learning indiscipline in class IV B students of SDN 1 Limboto, Gorontalo Regency. This study employs a qualitative approach with a case study design from a phenomenological perspective. Data collection techniques were carried out through Observation, Interviews, and Documentation with informants: the Principal of SDN 1 Limboto, the Grade IV B Homeroom Teacher, the Religion Teacher, the Physical Education Teacher, and Five Students. The result of the study show that teachers apply several strategies in overcoming the problema of student learning indiscipline, namely Providing Teacher Role Models in Learning Discipline, implementing class rules consistenly, providing Punishment And Reward, and Habituation. The strategy of providing teacher role models in learning discipline in the most dominant strategy and is considered good because teachers directly provide examples of disciplined behavior to students. The strategy of consistenly implementing class rules is also good, but not yet fully effective. Meanwhile, the strategy of providing Punishment And Reward As a Supporting Strategy, the habituation strategy has not been optimally implemented due to its lack of sustainability and the lack of family support. Therefore, teacher consistency and collaboration between schools and parents are needed to ensure optimal carácter development and discipline in students’ learning. ABSTRAK Disiplin belajar adalah salah satu komponen penting yang menentukan keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi masalah ketidakdisiplinan belajar siswa kelas IV B SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus berperspektif fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi dengan informan Kepala sekolah SDN 1 Limboto, Wali kelas IV B, Guru Agama, Guru PJOK, dan lima Orang Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi dalam mengatasi masalah ketidakdisiplinan belajar siswa, yaitu Pemberian Keteladanan Guru dalam kedisiplinan Belajar, pelaksanaan peraturan kelas secara konsisten, pemberian Punishment dan Reward, serta habituasi. Strategi Pemberian keteladanan guru dalam kedisiplinan belajar merupakan strategi yang paling dominan dan dinilai sudah baik karena guru secara langsung memberikan contoh perilaku disiplin kepada siswa. Strategi pelaksanaan peraturan kelas Secara Konsisten juga sudah Baik, namun belum sepenuhnya efektif. Sementara itu, strategi pemberian Punishment dan Reward sebagai Strategi Pendukung, serta Strategi habituasi belum berjalan optimal karena pelaksanaannya belum berkelanjutan dan masih dipengaruhi oleh kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, diperlukan konsistensi guru serta kerja sama antara sekolah dan orang tua agar pembentukan karakter disiplin belajar siswa dapat berjalan secara optimal.
HUBUNGAN ANTARA RASA PERCAYA DIRI DENGAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS V DAN VI SEKOLAH DASAR Ointu, Aisa; Ansar, Ansar; Kum, Thamrin A.
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10363

Abstract

ABSTRACT Starting from the importance of developing elementary students’ speaking skills, which are influenced by psychological factors, particularly self-confidence, this study aims to determine the level of students’ self-confidence, their speaking ability, and the relationship between self-confidence and speaking ability among fifth and sixth grade students at SD Laboratorium UNG. This study aims to determine the level of students’ self-confidence, speaking ability, and the relationship between self-confidence and speaking ability in fifth and sixth grade students at UNG Laboratory Elementary School. This study used a quantitative approach with a correlational design. The population of this study was all fifth and sixth grade students at UNG Laboratory Elementary School, with a sample size of 99 students. Data collection techniques used self-confidence questionnaires and speaking ability questionnaires that had been tested for validity and raliability. Data analysis techniques included descriptive and inferential analysis, consisting of normality tests, linearity tests, correlation tests, and significance tests. The results of the study showed that the level of students’ self-confidence was in the high cateegory, and students’ speaking ability was in the médium category. The results of the correlation analysis indicate a significant rrelationship between self-confidence and students’ speaking ability, with a contribution of 48,44%. Therefore, it can be concluded that self-confidence plays a crucial role in improving students’ speaking ability. ABSTRAK Berangkat dari pentingnya pengembangan kemampuan berbicara siswa sekolah dasar yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, khususnya rasa percaya diri, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat rasa percaya diri siswa, kemampuan berbicara siswa, serta hubungan antara rasa percaya diri dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas V dan VI SD Laboratorium UNG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat rasa percaya diri siswa, kemampuan berbicara siswa, serta hubungan antara rasa percaya diri dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas V dan VI SD Laboratorium UNG. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI SD Laboratorium UNG dengan jumlah sampel sebanyak 99 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket rasa percaya diri dan angket kemampuan berbicara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial yang terdiri uji normalitas, uji linier dan linearitas, uji korelasi, dan uji signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat rasa percaya diri siswa berada pada kategori tinggi, dan kemampuan berbicara siswa berada pada kategori sedang. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara rasa percaya diri dengan kemampuan berbicara siswa ditunjukkan dengan kontribusi sebesar 48,44%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rasa percaya diri memiliki peranan penting dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PjBL TERINTEGRASI STEAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI ANAK USIA DINI Wahyuni, Sri; Sabahiyah; Anwar, Faizi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10372

Abstract

ABSTRACT Numeracy ability is a person's ability to use numbers, symbols and basic mathematical concepts to solve problems in everyday life. Stimulating these skills from an early age is very important because when children have strong basic numeracy skills, they can develop 21st-century skills needed in the future. This study aims to determine the increase in numeracy skills of early childhood after learning using the STEAM integrated PjBL learning model. This study employed a classroom action research design conducted in two cycles. Each cycle included the stages of planning, implementing the action, observing, and reflecting on the outcomes. The research subjects were 17 grade B students at TK 01 Pembina Aikmel. The research instrument used was a numeracy ability observation sheet. Data were collected through observation and documentation. The data obtained were then analyzed using percentage calculations to identify improvements in children’s numeracy skills. The results showed that children's numeracy completeness in cycle I was 64.70% and in cycle II increased to 82.35%. The implication of this research is that the STEAM integrated PjBL learning model has been proven to improve the numeracy skills of early childhood, namely in the indicators of data processing ability, pattern recognition ability, number understanding ability, and measurement recognition ability. ABSTRAK Kemampuan numerasi merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan angka, simbol dan konsep dasar matematika untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Menstimulus kemampuan ini sejak dini sangat penting dilakukan karena ketika anak-anak memiliki keterampilan dasar numerasi yang kuat, maka mereka dapat mengembangkan keterampilan abad 21 yang diperlukan dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan numerasi anak usia dini setelah belajar menggunakan model pembelajaran PjBL terintegrasi STEAM. Penelitian ini menggunakan desain tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi terhadap hasil yang diperoleh. Subjek penelitian adalah siswa kelas B di TK 01 Pembina Aikmel yang berjumlah 17 orang anak. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan numerasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase untuk mengidentifikasi peningkatan kemampuan numerasi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan numerasi anak pada siklus I sebesar 64,70 % dan pada siklus II meningkat menjadi 82,35 %. Implikasi dari penelitian ini adalah model pembelajaran PjBL terintegrasi STEAM terbukti dapat meningkatkan kemampuan numerasi anak usia dini yaitu pada indikator kemampuan mengolah data, kemampuan mengenal pola, kemampuan pemahaman bilangan,  dan  kemampuan mengenal pengukuran.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Mazidah, Adrikil; Mahmudah, Masrurotul
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10375

Abstract

The low level of students’ mathematical critical thinking skills remains a problem in elementary school mathematics learning because the learning process tends to be teacher-centered and does not actively involve students. This study aims to determine the implementation of the mind mapping learning method and its contribution to the mathematical critical thinking skills of class V B students at MI Ma’arif 18 Trimurjo. This study used a descriptive qualitative approach with research subjects consisting of 21 class V B students and a mathematics teacher selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the mind mapping method helped students understand the relationships between geometric concepts in a more structured manner, increased student activeness, and assisted students in concluding learning materials more systematically. Students’ mathematical critical thinking skills developed through the ability to identify, connect, analyze, and conclude mathematical concepts. Therefore, the mind mapping method can be used as an alternative learning strategy to help develop students’ mathematical critical thinking skills. ABSTRAK Rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran mind mapping serta kontribusinya terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas V B MI Ma’arif 18 Trimurjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri dari 21 siswa kelas V B dan guru matematika yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mind mapping membantu siswa memahami hubungan antar konsep bangun ruang secara lebih terstruktur, meningkatkan keaktifan siswa, serta membantu siswa menyimpulkan materi secara lebih sistematis. Kemampuan berpikir kritis matematis siswa berkembang melalui kemampuan mengidentifikasi, menghubungkan, menganalisis, dan menyimpulkan konsep matematika. Dengan demikian, metode mind mapping dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI UNSUR INTRINSIK TOKOH DAN PENOKOHAN Dzofiroh, Amirotudz; Nurharini, Firdausi; Febrianto, Priyono Tri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10603

Abstract

ABSTRACT This research was conducted in response to the limited development of critical thinking abilities among elementary school students, particularly in learning activities related to character and characterization, which are still frequently dominated by teacher-centered instruction. Furthermore, empirical investigations concerning the application of the PQ4R strategy in Indonesian language instruction at the elementary education level remain relatively scarce. The objective of this study was to examine the influence of the PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) learning method on the critical thinking skills of fourth-grade students at SDN Bugih 1 Pamekasan. A quantitative method was applied using a one-group pretest–posttest research design involving 18 students selected through a total sampling technique. Research data were obtained through essay-based assessments and processed using the Shapiro–Wilk normality test and the sign test with SPSS software assistance. The findings demonstrated a noticeable enhancement in students’ critical thinking performance following the implementation of the PQ4R method, reflected in the higher posttest scores and a significance value of 0.000 (<0.05). These results suggest that PQ4R effectively facilitates students in interpreting, assessing, and formulating conclusions from information in a more organized and analytical manner. Consequently, the PQ4R approach may serve as an effective instructional alternative for strengthening cognitive participation and fostering critical thinking competencies in Indonesian language learning. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada materi tokoh dan penokohan masih tergolong rendah, yang dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang cenderung berorientasi pada guru. Di samping itu, kajian mengenai penerapan metode PQ4R dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar belum banyak dilakukan secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Bugih 1 Pamekasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest yang melibatkan 18 siswa melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes uraian, kemudian dianalisis melalui uji Shapiro-Wilk dan sign test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah penerapan metode PQ4R, yang terlihat dari kenaikan skor posttest serta nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa metode PQ4R efektif dalam membantu siswa memahami, menelaah, serta menarik kesimpulan dari informasi secara lebih terstruktur. Oleh karena itu, metode PQ4R dapat dijadikan salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan kognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
STRATEGI MUSYRIF DALAM MENINGKATKAN MINAT BERBAHASA DI PONDOK PESANTREN DARUD DAKWAH Al Jawawi, Faza Abdi Salam; Sa’adah, Sholihatus; Munisa, Neila
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10690

Abstract

The main problem faced by the musyrif in increasing the interest in the language of students at the Darud Da'wah Islamic Boarding School is the difference in the interest in language in the boarding school environment. The purpose of this study was to analyze the strategies used by musyrif to increase interest in language at the Darud Da'wah Islamic Boarding School. The approach used in this study is a qualitative approach with a descriptive method. The data obtained was then collected through interviews with musyrif and observations at the Darud Da'wah Islamic Boarding School. The results of this study show that musyrif applies various strategies, which include the creation of an interactive language environment, motivation and appreciation, and collaboration between students who are proficient as tutors by creating a supportive learning atmosphere and reducing fear of interaction. These strategies have proven to be effective in fostering students' confidence and increasing the frequency of using foreign languages outside of class hours. Thus, this study concludes that the role of musyrif is very significant in the success of the program to increase interest in language in the boarding environment. ABSTRAK Permasalahan utama yang dihadapi oleh para musyrif dalam meningkatkan minat berbahasa santri di Pondok Pesantren Darud Dakwah adalah perbedaan pada minat berbahasa dalam lingkungan pondok. Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah analisis terhadap stategi yang digunakan oleh musyrif guna meningkatkan minat berbahasa di Pondok Pesantren Darud Dakwah. Pendekatan yang digunakann dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan melalui wawancara kepada musyrif dan observasi ke Pondok Pesantren Darud Dakwah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa musyrif menerapkan berbagai strategi, yang mencakup penciptaan lingkungan berbahasa yang interaktif, pemberian motivasi dan apresiasi, serta kolaborasi antar santri yang mahir sebagai tutor dengan menciptakan suasana belajar yang suportif dan mengurangi rasa takut untuk berinteraksi. Strategi-strategi ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kepercayaan diri santri dan meningkatkan frekuensi penggunaan bahasa asing di luar jam pelajaran. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa peran musyrif sangat signifikan dalam keberhasilan program peningkatan minat berbahasa di lingkungan pesantren.  
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METODE UMMI DAN IQRA’ TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SANTRI DI TPQ NURUSSALAM ADIPURO Khasanah, Miftachul; Pasmadi, Achmad Kurniawan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10861

Abstract

This study aims to analyze the comparative effectiveness of the Ummi method and the Iqra’ method on students’ ability to read the Qur’an at TPQ Nurussalam Adipuro. The study employed a quantitative approach with comparative and correlational research designs. The research subjects consisted of 140 students aged 7–13 years and 15 TPQ teachers. Data were collected through Qur’anic reading tests, questionnaires, observations, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive statistics, correlation tests, and independent t-tests. The results showed that the Ummi method obtained an average Qur’anic reading score of 82.4, categorized as very good, while the Iqra’ method obtained an average score of 76.8, categorized as good. The Ummi method was superior in the aspects of tajwid application, makhraj accuracy, and tartil reading regularity, whereas the Iqra’ method was superior in terms of ease of implementation and acceleration of basic Qur’anic reading skills. The analysis also revealed that teacher competence, learning strategies, and learning motivation had significant relationships with students’ Qur’anic reading ability. This study indicates that the selection of Qur’anic reading learning methods should be adjusted to students’ characteristics and the learning objectives of the TPQ institution. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas metode Ummi dan metode Iqra’ terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an santri di TPQ Nurussalam Adipuro. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif dan korelasional. Subjek penelitian berjumlah 140 santri usia 7–13 tahun dan 15 guru TPQ. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes membaca Al-Qur’an, angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi, dan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Ummi memperoleh rata-rata skor kemampuan membaca Al-Qur’an sebesar 82,4 dengan kategori sangat baik, sedangkan metode Iqra’ memperoleh rata-rata skor 76,8 dengan kategori baik. Metode Ummi lebih unggul pada aspek penerapan tajwid, ketepatan makhraj, dan keteraturan bacaan tartil, sedangkan metode Iqra’ lebih unggul pada aspek kemudahan implementasi dan percepatan penguasaan bacaan dasar Al-Qur’an. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kompetensi guru, strategi pembelajaran, dan motivasi belajar memiliki hubungan signifikan terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an santri. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan metode pembelajaran membaca Al-Qur’an perlu disesuaikan dengan karakteristik santri dan tujuan pembelajaran di TPQ.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA Mufidah, Diana; Tamba, Wayan; Rayani, Dewi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10929

Abstract

ABSTRACT Emotional intelligence is an important ability that students need to possess in managing emotions, building social relationships, and adapting to their environment. During adolescence, students experience various physical, psychological, social, and emotional changes that may influence the development of their emotional intelligence. This study aimed to determine the effect of group guidance services on the emotional intelligence of eleventh-grade students at SMAN 1 Batulayar in the 2020/2021 academic year. This study employed a quantitative approach using a one-group pre-test and post-test design. The research sample consisted of six students with low levels of emotional intelligence selected through purposive sampling techniques. Data were collected using an emotional intelligence questionnaire and analyzed using the t-test. The findings revealed that group guidance services had a positive effect on improving students’ emotional intelligence. After participating in the group guidance sessions, students demonstrated better abilities in controlling emotions, understanding their own and others’ feelings, and improving social interaction skills within the school environment. Therefore, group guidance services can serve as an effective counseling strategy to support the development of students’ emotional intelligence. ABSTRAK Kecerdasan emosional merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki peserta didik dalam mengelola emosi, membangun hubungan sosial, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pada masa remaja, siswa mengalami berbagai perubahan fisik, psikis, sosial, dan emosional yang dapat memengaruhi perkembangan kecerdasan emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap kecerdasan emosional siswa kelas XI SMAN 1 Batulayar Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test design. Sampel penelitian berjumlah enam siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kecerdasan emosional yang dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kecerdasan emosional siswa. Setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok, siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengontrol emosi, memahami perasaan diri sendiri maupun orang lain, serta meningkatkan keterampilan sosial dalam berinteraksi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dapat menjadi salah satu alternatif layanan konseling yang efektif dalam membantu pengembangan kecerdasan emosional peserta didik.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KURANGNYA SIKAP ASERTIF SISWA Lestari, Novia Dian; Sulastri, Ni Made
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10930

Abstract

ABSTRACT Based on observations conducted at SMPN 4 Mataram, it was found that some students still demonstrated low assertive attitudes in interacting with their peers and surrounding environment. This condition caused students to experience difficulties in expressing opinions, conveying feelings, and building positive social communication. This study aimed to determine the effect of group guidance services on improving the assertive attitudes of seventh-grade students at SMPN 4 Mataram in the 2019/2020 academic year. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test design. The sampling technique used was purposive sampling, involving 10 students selected from a population of 57 students. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, while observation, interviews, and documentation were used as supporting data. Data analysis was conducted using the t-test, which showed that group guidance services had a positive effect on improving students’ assertive attitudes. The results indicated that after participating in group guidance services, students became more confident in expressing opinions, more open in social interactions, and demonstrated better self-confidence within their social environment. Therefore, group guidance services can be used as an alternative guidance and counseling strategy to help improve students’ assertive attitudes at school. ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi di SMPN 4 Mataram, ditemukan bahwa sebagian siswa masih menunjukkan sikap kurang asertif dalam berinteraksi dengan teman maupun lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapat, mengekspresikan perasaan, serta membangun komunikasi sosial yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan sikap asertif siswa kelas VII SMPN 4 Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui one group pre-test dan post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 10 siswa dari total populasi 57 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data menggunakan uji t-test yang menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan sikap asertif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok, siswa menjadi lebih berani menyampaikan pendapat, mampu berinteraksi secara lebih terbuka, serta memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dalam lingkungan sosialnya. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dapat dijadikan salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk membantu meningkatkan sikap asertif siswa di sekolah.
EFEKTIVITAS GAME-BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS IV DALAM PENULISAN HURUF KAPITAL DAN TANDA BACA Marlina, Marlina; Iswatiningsih, Daroe
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10935

Abstract

Students’ low proficiency in using capital letters and punctuation remains a challenge in Indonesian language learning at the elementary school level. This study aims to examine the effectiveness of the Game-Based Learning method through a sentence card game in improving the skills of using capital letters and punctuation among fourth-grade students at SD Negeri 14 Moramo. The study employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 20 students selected using a total sampling technique. Data were collected through tests administered before and after the treatment and analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test. The treatment was implemented through sentence card game activities in which students were required to arrange and correct the use of capital letters and punctuation appropriately. The findings revealed an improvement in students’ abilities after the implementation of the Game-Based Learning method. The mean score for the use of capital letters increased from 72.00 to 89.05, while the punctuation score increased from 68.90 to 85.55. Statistical analysis showed a significant difference (p < 0.05). These findings indicate that Game-Based Learning based on sentence card games is effective in improving students’ writing skills and can be used as an innovative and engaging instructional strategy in elementary schools. ABSTRAK Kemampuan siswa dalam menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang masih rendah menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode Game-Based Learning melalui permainan kartu kalimat dalam meningkatkan keterampilan penulisan huruf kapital dan tanda baca pada siswa kelas IV SD Negeri 14 Moramo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Perlakuan diberikan melalui aktivitas permainan kartu kalimat yang mengharuskan siswa menyusun dan memperbaiki penggunaan huruf kapital serta tanda baca secara tepat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa setelah penerapan metode Game-Based Learning. Rata-rata nilai penggunaan huruf kapital meningkat dari 72,00 menjadi 89,05, sedangkan nilai tanda baca meningkat dari 68,90 menjadi 85,55. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa metode Game-Based Learning berbasis permainan kartu kalimat efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dan dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang inovatif dan menarik di sekolah dasar.