cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 340 Documents
IMPLEMENTING READING FOR PLEASURE AS A PEDAGOGICAL STRATEGY FOR EFL STUDENTS AT DATOKARAMA STATE ISLAMIC UNIVERSITY PALU Afifah, Afifah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10331

Abstract

This study aims to analyze students’ pleasure in reading English and to identify reading materials, access, and habits contributing to language development. This research addresses the limited studies integrating reading pleasure, reading habits, and their impact on EFL students’ language skills. A qualitative case study design was employed involving 42 second-semester English major students at Datokarama State Islamic University Palu. Data were collected through observation and interviews and analyzed thematically. The findings reveal that digital fiction, such as online short stories, serves as the primary source of reading enjoyment, while non-fiction materials, including articles and biographies, support knowledge development. Reading access is predominantly facilitated through digital platforms such as e-books, social media, and websites. Students tend to read during leisure time, particularly in the evening. Reading pleasure contributes to vocabulary enrichment, improved pronunciation, and increased confidence in English communication. These findings highlight the importance of integrating interest-based reading strategies in enhancing students’ language competence. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenangan membaca bahasa Inggris pada mahasiswa serta mengidentifikasi jenis bacaan, akses, dan kebiasaan membaca yang berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan bahasa. Studi ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kajian yang mengintegrasikan aspek kesenangan membaca dengan kebiasaan membaca dan dampaknya terhadap keterampilan bahasa pada mahasiswa EFL. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap 42 mahasiswa semester dua Program Studi Bahasa Inggris di Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bacaan fiksi digital seperti cerita pendek daring menjadi sumber utama kesenangan membaca, sementara bacaan nonfiksi seperti artikel dan biografi mendukung pengembangan pengetahuan. Akses membaca didominasi oleh platform digital seperti e-book, media sosial, dan situs web. Kebiasaan membaca cenderung dilakukan pada waktu senggang, terutama malam hari. Kesenangan membaca terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kosakata, pelafalan, dan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi strategi pembelajaran berbasis minat membaca dalam meningkatkan kompetensi bahasa mahasiswa.
ANALISIS FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHI SIKAP DAN PERILAKU PESERTA DIDIK KELAS V DALAM MENGAMALKAN NILAI PANCASILA DI SEKOLAH DASAR Diniyah, Thoyyibatu; Hariandi, Ahmad; Sholeh, Muhammad
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10418

Abstract

This study was motivated by the gap between students’ understanding of Pancasila values and their actual behavior in daily school life. Students are generally able to memorize the principles of Pancasila, but have not fully implemented them in attitudes and behavior. This study aims to analyze internal factors influencing the attitudes and behavior of fifth-grade students in practicing Pancasila values in elementary school and to describe the forms of implementation. This study used a qualitative descriptive approach. The research was conducted at SDN 133/I Pasar Terusan. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques included data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that internal factors influencing the practice of Pancasila values include self-awareness, intrinsic motivation, understanding of values, and self-control. The forms of practicing Pancasila values were reflected in cooperation, social care, discipline, responsibility, and respect for others’ opinions. However, these practices were not consistently carried out by all students. Therefore, internal factors play an important role in shaping students’ attitudes and behavior in practicing Pancasila values.
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA Rosda, Rosda; Khairani, Khairani; Safitri, Maya
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10434

Abstract

ABSTRAKThis study was motivated by the low level of students’ scientific literacy in learning Natural and Social Sciences (IPAS) at elementary schools. Scientific literacy is an important competency that enables students to understand scientific phenomena, solve problems, and  make decisions based on scientific evidence. One of the learning models that can improve this ability is Project Based Learning (PjBL). This study aims to describe the implementation of the Project Based Learning model in improving students' scientific literacy at SDN 6 Muara Dua. This research used a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of 27 fifth-grade students and one IPAS teacher. Data were collected through observation, interviews, scientific literacy tests, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of the Project Based Learning model was able to increase students’ learning interest, activeness, and critical thinking skills in understanding food chain material. Students became more active in observation activities, group discussions, and project presentations. Most students demonstrated good and moderate levels of scientific literacy, particularly in identifying scientific issues and explaining simple phenomena.   However, some students still experienced difficulties in using scientific evidence to draw conclusions. Therefore, Project Based Learning can be considered an effective learning alternative to improve elementary school students' scientific literacy. ABSTRACTPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi sains peserta didik dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Literasi sains merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki peserta didik untuk memahami fenomena ilmiah, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan tersebut adalah Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan literasi sains siswa di SDN 6 Muara Dua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa kelas V dan satu orang guru mata pelajaran IPAS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes literasi sains, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning mampu meningkatkan keaktifan, minat belajar, serta kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi rantai makanan. Siswa lebih aktif dalam melakukan pengamatan, diskusi kelompok, serta presentasi hasil proyek. Selain itu, sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan literasi sains pada kategori baik dan cukup, terutama dalam mengidentifikasi isu ilmiah dan menjelaskan fenomena sederhana. Namun demikian, masih terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan bukti ilmiah untuk menarik kesimpulan. Dengan demikian, implementasi model Project Based Learning dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar.
MINDSET GROWTH SEBAGAI SOLUSI TEACHING PHOBIA DALAM PERSIAPAN MICROTEACHING MAHASISWA Larasati, Dini Mutia; Saputri, Nadila Dwi; Anjani, Iva; Nia, Nia; Netriwati, Netriwati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10482

Abstract

This study was motivated by the presence of anxiety or teaching phobia among students in facing microteaching activities, despite having adequate academic understanding. One of the factors assumed to influence this condition is growth mindset, which refers to the belief that abilities can be developed through effort and learning experiences. This study aims to examine the relationship between growth mindset and teaching phobia among students in preparation for microteaching. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 39 students, and data were collected using questionnaires that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using Pearson correlation with the assistance of SPSS. The results showed a significant relationship between growth mindset and teaching phobia, with a correlation coefficient of 0.515 and a significance value of 0.001. These findings indicate that growth mindset plays a role in shaping students’ emotional responses in teaching activities. Although theoretically expected to have a negative relationship, the results revealed a positive tendency, which can be interpreted as increased reflective awareness among students toward the learning and self-evaluation process, leading to higher sensitivity to mistakes and evaluation in the early stages of microteaching. Therefore, growth mindset has the potential to be developed as an approach to reduce teaching phobia, supported by appropriate learning strategies. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kecemasan atau teaching phobia pada mahasiswa dalam menghadapi kegiatan microteaching, meskipun mereka telah memiliki pemahaman akademik yang memadai. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah growth mindset, yaitu pola pikir yang memandang kemampuan sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan melalui usaha dan pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara growth mindset dengan teaching phobia pada mahasiswa dalam persiapan microteaching. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Subjek penelitian berjumlah 39 mahasiswa, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara growth mindset dengan teaching phobia dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,515 dan nilai signifikansi sebesar 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa growth mindset berperan dalam membentuk respons emosional mahasiswa dalam kegiatan mengajar. Meskipun secara teoritis diharapkan berkorelasi negatif, hasil penelitian menunjukkan kecenderungan hubungan positif yang dapat diinterpretasikan sebagai meningkatnya kesadaran reflektif mahasiswa terhadap proses belajar dan evaluasi diri, sehingga pada tahap awal pembelajaran dapat memunculkan kecemasan. Dengan demikian, growth mindset tetap berpotensi dikembangkan sebagai pendekatan dalam mengurangi teaching phobia dengan dukungan strategi pembelajaran yang tepat.  
STRATEGI GURU MENINGKATKAN KETERAMPILAN SHALAT ANAK USIA DINI MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA Hikmah, Okta Khairul; Intizam, Ikhsan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10483

Abstract

One strategic approach to instilling religious values ​​in early childhood is performing the Dhuha prayer. However, when implemented in the field, there are often many problems related to methods and children's responses. The purpose of this study is to describe the methods used by teachers to instill the habit of Dhuha prayer in early childhood at the Pra-Kuttab Darul Ulum Islamic School. This research was conducted using a qualitative approach and a case study design. Data collection included participant observation, in-depth interviews with teachers and parents, and documentation review. The Miles and Huberman interactive model was used for data analysis. This study identified four main approaches used by teachers: structured and phased program planning; implementation through examples, reward systems, and fun practice methods; and ongoing evaluation of children's development, as well as providing adaptive solutions to problems such as lack of focus and parental involvement. Consistent and adaptive teacher strategies are crucial to the success of the Dhuha prayer habit program. To maintain this habit, schools and families must work together better. ABSTRAK Salah satu pendekatan strategis untuk menanamkan nilai-nilai agama pada anak usia dini adalah dengan melaksanakan shalat Dhuha. Namun, ketika diimplementasikan di lapangan, seringkali terdapat banyak masalah terkait metode dan respons anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode yang digunakan oleh guru untuk menanamkan kebiasaan shalat Dhuha pada anak usia dini di Ulama Pra-Kttab. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta peninjauan dokumentasi. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk analisis data. Penelitian ini mengidentifikasi empat pendekatan utama yang digunakan oleh guru: perencanaan program yang terstruktur dan bertahap; implementasi melalui contoh, sistem penghargaan, dan metode praktik yang menyenangkan; dan evaluasi berkelanjutan terhadap perkembangan anak, serta memberikan solusi adaptif terhadap masalah seperti kurangnya fokus dan keterlibatan orang tua. Strategi guru yang konsisten dan adaptif sangat penting untuk keberhasilan program kebiasaan shalat Dhuha. Untuk mempertahankan kebiasaan ini, sekolah dan keluarga harus bekerja sama dengan lebih baik.  
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI BAHASA SISWA MELALUI PROGRAM 10 MENIT MEMBACA DI AWAL PEMBELAJARAN PADA KELAS II SD Rismawati, Risa; Ansar, Ansar; Nurhayati, Lia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10484

Abstract

The low language literacy skills of second-grade students at Muhammadiyah 1 Limboto Elementary School, characterized by a lack of reading fluency and comprehension of reading content, became the background of this study. The focus of the problem was directed at efforts to improve literacy through the implementation of a ten-minute reading program at the beginning of the lesson. This study used the Classroom Action Research model of Kemmis and McTaggart which was implemented in two cycles, including the planning, implementation, observation, and reflection stages of 28 research subjects. Data collection was carried out through activity observations, reading ability tests, and documentation studies. The research findings showed a significant increase in students' literacy competencies gradually. Quantitatively, in the first cycle, 21 students or 75% had achieved the success criteria, then this number increased drastically in the second cycle to 26 students or 93%. In addition to the numerical aspect, students also showed positive developments in pronunciation accuracy, intonation, and enthusiasm for independent reading that were more consistent compared to the initial conditions. The main conclusion confirms that the ten-minute reading program at the beginning of the lesson has proven to be very effective in boosting elementary school students' language literacy skills. This habituation strategy is able to build a culture of enjoyable literacy while strengthening the cognitive foundation of students in understanding text information critically and accurately for their academic success through an inclusive and well-planned education system. ABSTRAKRendahnya kemampuan literasi bahasa pada siswa kelas II SD Muhammadiyah 1 Limboto, yang ditandai dengan kurangnya kelancaran membaca dan pemahaman isi bacaan, menjadi latar belakang penelitian ini. Fokus masalah diarahkan pada upaya peningkatan literasi melalui penerapan program sepuluh menit membaca di awal pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi terhadap 28 subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas, tes kemampuan membaca, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi literasi siswa secara bertahap. Secara kuantitatif, pada siklus I tercatat sebanyak 21 siswa atau 75% telah mencapai kriteria keberhasilan, kemudian angka tersebut meningkat drastis pada siklus II menjadi 26 siswa atau 93%. Selain aspek angka, siswa juga menunjukkan perkembangan positif dalam ketepatan lafal, intonasi, serta antusiasme membaca mandiri yang lebih konsisten dibandingkan kondisi awal. Simpulan utama menegaskan bahwa program sepuluh menit membaca di awal pembelajaran terbukti sangat efektif dalam mendongkrak kemampuan literasi bahasa siswa sekolah dasar. Strategi pembiasaan ini mampu membangun budaya literasi yang menyenangkan sekaligus memperkuat fondasi kognitif peserta didik dalam memahami informasi teks secara kritis dan akurat untuk keberhasilan akademik mereka melalui sistem pendidikan yang inklusif dan terencana baik.  
PERAN GURU DALAM MENGATASI DISTRAKSI DI ERA DIGITAL INTERNET OF THINGS (IOT) GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS SISWA Faykal, Faykal; Rasyid, Andi Tabrani; Yanis, Muhammad
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10485

Abstract

The rapid development of Internet of Things technology presents new challenges in the form of digital distractions in schools, especially for 11th-grade TKJ 3 students at SMKN 1 Bone. The main research problem focuses on identifying the types of device distractions and analyzing teachers' strategic steps in optimizing student learning productivity. This study applies a descriptive qualitative methodology through participatory observation, in-depth interviews, and the comprehensive collection of official school documents. The data analysis stages are carried out systematically through reduction, categorization, and verification of field findings. The research results reveal that the misuse of smartphones for social media activities and online games is a major obstacle that causes a decline in student academic performance and delays in completing their practical assignments. To address this, educators play an active role in implementing a persuasive approach through learning contracts that contain strict rules regarding the use of electronic devices in the classroom. In addition, teachers act as proactive innovators by designing artificial intelligence-based instructional media to effectively redirect students' attention back to the learning material. The main conclusion emphasizes that the integration of regulatory discipline with the creative adaptation of technological innovation is a crucial instrument for educators to minimize digital distractions and boost student work productivity in the midst of a connected education ecosystem. This collaboration ensures that the learning environment remains conducive to the development of students' vocational competencies to face the dynamics of global industrial competition. ABSTRAK Pesatnya perkembangan teknologi Internet of Things menghadirkan tantangan baru berupa gangguan digital di sekolah, khususnya bagi siswa kelas XI TKJ 3 SMKN 1 Bone. Masalah utama penelitian berfokus pada identifikasi jenis distraksi gawai serta analisis langkah strategis guru dalam mengoptimalkan produktivitas belajar siswa. Studi ini menerapkan metodologi kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta pengumpulan dokumen resmi sekolah secara menyeluruh. Tahapan analisis data dilakukan sistematis lewat reduksi, kategorisasi, hingga verifikasi temuan lapangan. Hasil riset mengungkap bahwa penyalahgunaan ponsel pintar untuk aktivitas media sosial dan permainan daring menjadi penghambat utama yang menyebabkan penurunan performa akademik siswa serta keterlambatan penyelesaian tugas praktik mereka. Guna mengatasi hal tersebut, pendidik berperan aktif menerapkan pendekatan persuasif melalui kesepakatan kontrak belajar yang memuat aturan tegas mengenai pemakaian perangkat elektronik di kelas. Selain itu, guru bertindak selaku inovator proaktif dengan merancang media instruksional berbasis kecerdasan buatan demi mengalihkan atensi siswa kembali pada materi ajar secara efektif. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi kedisiplinan aturan dengan adaptasi inovasi teknologi secara kreatif merupakan instrumen krusial bagi pendidik untuk meminimalisir distraksi digital sekaligus mendongkrak produktivitas kerja siswa di tengah ekosistem pendidikan terkoneksi. Kolaborasi tersebut memastikan lingkungan belajar tetap kondusif bagi pengembangan kompetensi vokasi siswa demi menghadapi dinamika persaingan industri global.  
SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW: HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, GAYA KOMUNIKASI, BUDAYA SEKOLAH DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA GURU Irawidiarti, Irawidiarti; Haryanto, Eddy; Masbirorotni, Masbirorotni
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10486

Abstract

Suboptimal teacher performance, characterized by less adaptive lesson planning and inconsistent evaluation, is a major obstacle to improving the quality of national education. This research focuses on an in-depth analysis of the relationship between transformational leadership, communication style, school culture, and emotional intelligence on educator productivity. Adopting the Systematic Literature Review (SLR) method for various literature from 2020 to 2026, the research stages included secondary data collection from Google Scholar and SINTA, systematic screening, and thematic synthesis. The research findings showed a significant positive correlation across all variables, both partially and simultaneously. Quantitatively, the literature data recorded a contribution of communication style reaching 71.0%, followed by school culture at 16.01%, transformational leadership at 12.94%, and emotional intelligence at 10.88%. The analysis results demonstrate that inspiring principal behavior and effective communication, when combined with a conducive work environment and teacher emotional maturity, can significantly boost academic achievement. The main conclusion emphasizes that the integration of visionary leadership and individual psychological stability is a crucial instrument in optimizing school performance. This study recommends that school principals adopt an adaptive managerial style oriented toward strengthening organizational values ​​and interpersonal empathy. Therefore, improving teacher performance requires a holistic approach that aligns structural leadership factors with the dynamics of the school's social culture to address the increasingly complex challenges of modern education. ABSTRAK Kinerja guru yang suboptimal, ditandai dengan perencanaan pembelajaran kurang adaptif dan evaluasi tidak konsisten, menjadi hambatan utama bagi peningkatan mutu pendidikan nasional. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai hubungan antara kepemimpinan transformasional, gaya komunikasi, budaya sekolah, dan kecerdasan emosional terhadap produktivitas pendidik. Mengadopsi metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap berbagai literatur periode 2020 hingga 2026, tahapan riset mencakup pengumpulan data sekunder dari Google Scholar dan SINTA, skrining sistematis, serta sintesis tematik. Temuan riset menunjukkan korelasi positif signifikan pada seluruh variabel, baik secara parsial maupun simultan. Secara kuantitatif, data literatur mencatat kontribusi gaya komunikasi mencapai 71,0%, disusul budaya sekolah sebesar 16,01%, kepemimpinan transformasional 12,94%, dan kecerdasan emosional 10,88%. Hasil analisis membuktikan bahwa perilaku kepala sekolah yang menginspirasi dan komunikasi yang efektif, jika dipadukan dengan lingkungan kerja kondusif serta kematangan emosi guru, mampu mendongkrak capaian akademik secara signifikan. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi kepemimpinan visioner dan stabilitas psikologis individu merupakan instrumen krusial dalam mengoptimalkan performa sekolah. Studi ini merekomendasikan kepala sekolah untuk mengadopsi gaya manajerial adaptif yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai organisasi dan empati interpersonal. Dengan demikian, perbaikan kinerja guru memerlukan pendekatan holistik yang menyelaraskan faktor struktural kepemimpinan dengan dinamika budaya sosial sekolah guna menghadapi tantangan pendidikan modern yang semakin kompleks.  
IMPLEMENTASI PROGRAM TAHSIN UNTUK PENGEMBANGAN KUALITAS BACAAN AL-QUR'AN SISWA Faoz, Miftahul; Setiawan, Rahmat
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10487

Abstract

The Qur'an demands a standard of authentic recitation through mastery of makhraj, tajwid, and tartil, however, in the Kalijaga Banjarnegara Mosque, significant variations in recitation quality are still found amidst the limited traditional informal rural education facilities. This study aims to describe the implementation of the tahsin program through a qualitative approach with a comprehensive case study design carried out from January to February 2026. The systematic research steps involved purposive sampling techniques for tahsin teachers, takmir administrators, and students, with data collection procedures through direct participant observation, in-depth interviews, and authentic documentation studies which were then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The research findings show that the implementation of the tahsin program includes multilevel curriculum planning, the talaqqi method in the halaqah system, and regular achievement evaluation. Real obstacles were identified in the form of low motivation in 60% of beginner students and an absenteeism rate of up to 25% due to family schedule conflicts. The adaptive solutions implemented included 5-10 minutes of individual cognitive guidance per student, a motivational reward system, and intensive coordination with parents through a WhatsApp group. The main conclusion confirms that the tahsin program at the Kalijaga Mosque has proven effective in improving the quality of students' Quran reading when supported by consistent educators, differentiated method adaptations, and strong communication synergy between the institution and families. ABSTRAK Al-Qur'an menuntut standar bacaan sahih melalui penguasaan makhraj, tajwid, dan tartil, namun di Mushola Kalijaga Banjarnegara masih ditemukan variasi kualitas bacaan yang signifikan di tengah keterbatasan sarana pendidikan informal pedesaan yang bersifat tradisional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program tahsin melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komprehensif yang dilaksanakan pada periode Januari hingga Februari tahun 2026. Langkah penelitian secara sistematis melibatkan teknik purposive sampling terhadap guru tahsin, pengurus takmir, serta siswa, dengan prosedur pengumpulan data melalui observasi partisipan langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi autentik yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan riset menunjukkan bahwa pelaksanaan program tahsin mencakup perencanaan kurikulum bertingkat, metode talaqqi dalam sistem halaqah, serta evaluasi capaian secara rutin. Teridentifikasi hambatan nyata berupa rendahnya motivasi pada 60% siswa kategori pemula dan tingkat ketidakhadiran mencapai 25% akibat konflik jadwal keluarga. Solusi adaptif yang diterapkan meliputi bimbingan kognitif individual berdurasi 5-10 menit per siswa, sistem pemberian hadiah motivasional, serta koordinasi intensif bersama wali murid melalui grup komunikasi WhatsApp. Simpulan utama menegaskan bahwa program tahsin di Mushola Kalijaga terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an siswa apabila didukung konsistensi pendidik, adaptasi metode yang terdiferensiasi, serta sinergi komunikasi yang sangat kuat antara pihak lembaga dengan keluarga.
SMART FLIPBOOK LEARNING: PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN RIAS PENGANTIN BAGI MAHASISWA TATA KECANTIKAN Maghfiroh, Anik; Ade Novi Nurul Ihsani; Trisnani Widowati; Ghodam Eko Saputro
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10544

Abstract

ABSTRACT The advancement of digital technology highlights the importance of interactive learning media to improve the quality of the learning process, particularly in skill-based fields such as bridal makeup. However, learning in the cosmetology study program still relies on conventional methods that do not optimally support the visualization of techniques, resulting in low levels of student understanding and learning independence. This study aims to develop Smart Flipbook Learning-based media as an alternative solution to enhance learning quality. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects consisted of 15 cosmetology students. The research instruments included validation sheets assessed by material experts and media experts, as well as evaluations of student learning outcomes. The results showed that the developed media achieved feasibility scores of 85.59% from material experts and 85.84% from media experts, categorized as highly feasible. In addition, student learning outcomes reached an average of 84.5%, categorized as very good. Therefore, the developed media is considered feasible and effective for bridal makeup learning. ABSTRAK Kemajuan teknologi digital menuntut inovasi media pembelajaran interaktif yang mampu meningkatkan kualitas proses belajar, khususnya pada bidang keterampilan seperti rias pengantin. Namun, pembelajaran rias pengantin pada program studi tata kecantikan masih didominasi metode konvensional yang kurang mendukung visualisasi teknik secara optimal, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman dan kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Smart Flipbook Learning sebagai solusi alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 15 mahasiswa tata kecantikan. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi oleh ahli materi dan ahli media, serta evaluasi hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 85,59% dari ahli materi dan 85,84% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Selain itu, hasil belajar mahasiswa mencapai rata-rata 84,5% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, media yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran rias pengantin.