cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 360 Documents
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA INOVATIF DI SD Efendi, Rinja Efendi; Suci, Afrida Permata; Anggriani, Nopi; Komariah, Hidayati Nur; Maulia, Gita Nurismi; Pulungan, Saima
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10097

Abstract

This study aims to analyze the implementation of an innovative Indonesian language learning approach at SD 009 Rambah Samo. The study is motivated by the fact that Indonesian language learning is still often conducted using conventional methods, which are considered less effective in increasing students’ activeness and creativity in the learning process. Therefore, the use of a more innovative learning approach is needed to create a more engaging, interactive, and effective learning environment. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. One classroom and third grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation to obtain a deeper understanding of the learning process. The results indicate that the implementation of an innovative learning approach can increase students’ participation during classroom activities. Students become more active in discussions, asking questions, and expressing their opinions during the learning process. In addition, the use of varied learning media helps students understand Indonesian language materials more effectively. Therefore, the implementation of innovative learning approaches can improve the quality of Indonesian language learning in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia inovatif di SD 009 Rambah Samo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran yang masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penerapan pembelajaran inovatif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru dan siswa kelas III SD 009 Rambah Samo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia telah dilaksanakan dengan menggunakan metode diskusi, tanya jawab, dan penugasan yang mampu meningkatkan keaktifan serta partisipasi siswa. Siswa terlihat lebih aktif dalam berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan pendapat. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berupa teks bacaan dan gambar membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih baik. Dengan demikian, penerapan pembelajaran inovatif dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.  
PENERAPAN METODE EDUTAINMENT WORD SEARCH BERBANTU MEDIA PUZZLE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA ARAB PESERTA DIDIK KELAS IV MIN Wati, Ocha Rahma; Fauziah, Asti; Zuliana, Erini; Malik, Adam
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10146

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Edutainment Word Search method assisted by puzzle media in improving Arabic learning outcomes, particularly vocabulary mastery, among fourth-grade students at MIN 6 Bandar Lampung. The main problem addressed in this study is the low level of students’ Arabic vocabulary mastery, which is influenced by less engaging and less interactive teaching methods. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach consisting of two cycles, each including the stages of planning, action, observation, and reflection. The results showed that the implementation of the method successfully improved both student participation and learning outcomes, as indicated by the increase in learning mastery percentage. In the pre-cycle, the learning mastery percentage was 31.25%. It increased to 37.5% in Cycle I and significantly improved to 87.5% in Cycle II. These findings indicate that the applied method is effective in enhancing students’ learning outcomes. Although vocabulary improvement was achieved, this study recommends that other language skills, such as writing and grammar, should also be emphasized in future Arabic language instruction. This study also provides opportunities for further development of similar methods at various educational levels. ABSTRAK enelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode Edutainment Word Search dengan media puzzle dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Arab, khususnya dalam penguasaan kosakata, di kelas IV MIN 6 Bandar Lampung. Fokus masalah penelitian ini adalah rendahnya penguasaan kosakata bahasa Arab siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang menarik dan kurang interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ini berhasil meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa, yang tercermin dari peningkatan persentase ketuntasan belajar. Pada pra-siklus, persentase ketuntasan belajar sebesar 31,25%. Pada siklus I meningkat menjadi 37,5%, dan pada siklus II meningkat secara signifikan menjadi 87,5%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode yang diterapkan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Meskipun peningkatan kosakata telah tercapai, penelitian ini merekomendasikan agar keterampilan lain, seperti menulis dan tata bahasa, juga diperhatikan dalam pembelajaran bahasa Arab di masa mendatang. Penelitian ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan metode serupa di berbagai tingkat pendidikan.    
THE IMPLEMENTATION OF HOT CHAIR GAME IN TEACHING SPEAKING SKILL AT THE SECOND SEMESTER OF ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS Arif, Ummi Qalsum
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10187

Abstract

ABSTRACT Speaking is a crucial component of English language learning in EFL contexts, yet many university students encounter difficulties in expressing their ideas orally due to limited vocabulary, low confidence, and speaking anxiety. This study focuses on the use of the Hot Chair Game as an interactive learning strategy to enhance the speaking skills of second-semester students in the English Education Study Program at IKTL. The research employed a descriptive qualitative design. Data were collected through classroom observations, field notes, and students’ reflective written responses over four instructional meetings. Data were analyzed through descriptive qualitative analysis focusing on patterns of speaking performance, classroom interaction, and learning engagement. The findings reveal that the Hot Chair Game resulted in observable improvements in students’ vocabulary recall, speaking fluency, and willingness to participate in oral activities. In addition, students demonstrated increased confidence and reduced speaking anxiety, as indicated by more frequent voluntary responses and sustained oral interaction during classroom activities. Although some challenges remained, such as limited vocabulary mastery and occasional reliance on their native language, students gradually adapted to English-speaking situations. Overall, the results indicate that the Hot Chair Game is an effective and engaging alternative strategy for improving speaking skills in higher education, as it fosters active participation, reduces anxiety, and enhances communicative competence in EFL classrooms. ABSTRAK Speaking merupakan komponen penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris dalam konteks EFL, namun banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengekspresikan ide secara lisan akibat keterbatasan kosakata, rendahnya rasa percaya diri, dan kecemasan berbicara. Penelitian ini berfokus pada penggunaan Hot Chair Game sebagai strategi pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa semester dua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di IKTL. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, catatan lapangan, dan respon reflektif tertulis mahasiswa selama empat kali pertemuan pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan fokus pada pola kemampuan berbicara mahasiswa, interaksi kelas, dan keterlibatan belajar selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Hot Chair Game menghasilkan peningkatan dalam kemampuan mengingat kosakata, kelancaran berbicara, serta kemauan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam aktivitas lisan. Selain itu, mahasiswa menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan penurunan kecemasan berbicara, yang ditandai dengan meningkatnya respon sukarela serta interaksi lisan yang lebih berkelanjutan di kelas. Meskipun masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan kosakata dan penggunaan bahasa ibu secara sesekali, mahasiswa secara bertahap mampu beradaptasi dalam situasi berbahasa Inggris. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Hot Chair Game merupakan strategi alternatif yang efektif dan menarik dalam meningkatkan keterampilan berbicara di perguruan tinggi karena mampu mendorong partisipasi aktif, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kompetensi komunikatif dalam konteks EFL.
PEMILIHAN PENDEKATAN, METODE, DAN TEKNIK PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR Lusianah, Enok Reva; Fitria, Uliyatul; Lestari, Ayu; Marcella, Marcella
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10196

Abstract

ABSTRACT The effectiveness of the learning process is largely determined by teachers’ ability to appropriately select and integrate learning approaches, methods, and techniques. However, in practice, there remains a gap in understanding regarding the distinctions and interrelationships among these three components, which may lead to suboptimal learning outcomes. This study aims to comprehensively analyze the concepts of learning approaches, methods, and techniques, as well as to examine their role in enhancing learning effectiveness. This research employs a literature review method by analyzing relevant scholarly sources through stages of selection, categorization, and data synthesis using a qualitative descriptive approach. The findings indicate that learning approaches serve as the conceptual foundation that guides the direction of instruction, methods function as systematic frameworks for implementation, and techniques represent contextual practical applications. The integration of these three components has been shown to enhance interaction, engagement, and meaningful learning experiences for students. In conclusion, learning effectiveness does not rely on a single component but rather on the synergy among approaches, methods, and techniques that are adaptively selected based on students’ needs. Therefore, both conceptual understanding and practical competence in integrating these components are key factors in achieving optimal and sustainable learning outcomes. ABSTRAK Efektivitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam memilih dan mengintegrasikan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran secara tepat. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan pemahaman terkait perbedaan dan keterkaitan ketiga komponen tersebut yang berdampak pada kurang optimalnya proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif konsep pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran serta mengkaji perannya dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui tahapan seleksi, pengelompokan, dan sintesis data secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan berperan sebagai dasar konseptual dalam menentukan arah pembelajaran, metode sebagai kerangka sistematis dalam pelaksanaan, dan teknik sebagai bentuk implementasi praktis yang bersifat kontekstual. Integrasi ketiga komponen tersebut terbukti mampu meningkatkan interaksi, keterlibatan, dan kebermaknaan belajar peserta didik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran tidak hanya bergantung pada satu komponen, melainkan pada sinergi antara pendekatan, metode, dan teknik yang dipilih secara adaptif sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, penguasaan konseptual dan kemampuan aplikatif guru dalam mengombinasikan ketiga aspek tersebut menjadi faktor kunci dalam mencapai pembelajaran yang optimal dan berkelanjutan.
PENGARUH IKLIM SEKOLAH DAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS 2 BILAH HULU Feri, Jonny; Siregar, Sakinah Ubudiyah; Purnama, Iwan; Ardansyah, Muhmmad; Siregar, Marlina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10272

Abstract

ABSTRACT Improving teacher performance is a key factor in the success of learning, yet it still faces challenges such as low levels of innovation and limited use of technology. This study aims to examine how school climate and the leadership style of principals influence the performance of elementary school teachers in Cluster 2 Bilah Hulu, Labuhanbatu Regency. The method used is a quantitative ex-post facto design with a sample of 56 teachers selected proportionally. Research data were collected through questionnaires, observations, and documentation. The data were then analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS, after first passing validity, reliability, and classical assumption tests. The findings indicate that school climate and the principal’s leadership style have a positive and significant effect on teacher performance, with leadership style being the most dominant factor. Simultaneously, both variables contribute 83.3% to teacher performance. Based on these results, it can be concluded that teacher performance can be improved through the creation of a conducive school climate and effective principal leadership, making these two aspects key factors in enhancing the quality of primary education. ABSTRAK Peningkatan kinerja guru merupakan faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran, namun masih menghadapi kendala seperti rendahnya inovasi dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana iklim sekolah serta gaya kepemimpinan kepala sekolah memengaruhi kinerja guru sekolah dasar yang berada di Gugus 2 Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Metode yang digunakan adalah kuantitatif jenis ex-post facto dengan sampel 56 guru yang dipilih secara proporsional. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner, kegiatan observasi, serta pengumpulan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode regresi linear berganda menggunakan bantuan SPSS, setelah terlebih dahulu melewati pengujian validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa iklim sekolah dan gaya kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru, di mana gaya kepemimpinan menjadi faktor yang paling dominan. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 83,3% terhadap kinerja guru. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kinerja guru dapat ditingkatkan melalui terciptanya iklim sekolah yang kondusif serta kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, sehingga kedua aspek tersebut menjadi faktor utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
PENGARUH EKSPEKTASI, PEMBERDAYAAN, DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN BILAH HULU Hadi, Khairul; Siregar, Sakinah Ubudiyah; Purnama, Iwan; Siregar, Marlina; Harahap, Aziddin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10298

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is a key factor in improving the quality of education; however, it is still influenced by various psychological and organizational aspects that are not yet optimal, such as expectations, empowerment, and self-confidence. This study aims to analyze the effect of expectations, empowerment, and self-confidence on the performance of elementary school teachers in Bilah Hulu District. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 120 teachers selected from a population of 172. Data were collected through questionnaires that met validity and reliability requirements and were analyzed using multiple linear regression. The results show that expectations, empowerment, and self-confidence partially have a positive and significant effect on teacher performance. Simultaneously, the three variables also have a significant effect, with an F-value of 50.014 (p < 0.05). The coefficient of determination (R²) of 0.564 indicates that 56.4% of the variation in teacher performance can be explained by these variables. The study concludes that improving teacher performance can be achieved through strengthening professional expectations, optimizing empowerment, and continuously developing teachers’ self-confidence. Therefore, schools need to create a supportive work environment and encourage the development of teachers’ psychological aspects as part of strategies to enhance educational quality. ABSTRAK Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan, namun masih dipengaruhi oleh berbagai aspek psikologis dan organisasi yang belum optimal, seperti ekspektasi, pemberdayaan, dan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekspektasi, pemberdayaan, dan kepercayaan diri terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Bilah Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 guru yang dipilih dari populasi sebanyak 172 guru. Data dikumpulkan melalui angket yang telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi, pemberdayaan, dan kepercayaan diri secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Secara simultan, ketiga variabel juga berpengaruh signifikan dengan nilai Fhitung sebesar 50,014 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,564 menunjukkan bahwa 56,4% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut.. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru dapat dicapai melalui penguatan ekspektasi profesional, optimalisasi pemberdayaan, serta pengembangan kepercayaan diri guru secara berkelanjutan. Oleh karena itu, sekolah perlu menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan mendorong pengembangan aspek psikologis guru sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan.
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINDAKLANJUTI PERUBAHAN KURIKULUM SEKOLAH DASAR Lubis, Khoirunnisaiyah; Siregar, Sakinah Ubudiyah; Purnama, Iwan; Ardansyah, Muhmmad; Siregar, Marlina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10315

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the managerial competence of the principal in responding to curriculum changes at SD IT Rabbani Rantauprapat, Labuhanbatu Regency. Curriculum changes in the education system require principals to possess strong managerial abilities to ensure effective curriculum implementation. As educational leaders, principals play a strategic role in planning, organizing, and supervising curriculum implementation in schools. This study employs a descriptive qualitative approach conducted at SD IT Rabbani Rantauprapat, Labuhanbatu Regency. The informants include the principal, vice principal for curriculum, teachers, and foundation supervisors. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results show that the principal’s managerial competence in addressing curriculum changes has been implemented through several aspects. First, the principal carried out strategic planning through coordination meetings and school work meetings to discuss curriculum implementation. Second, the principal organized the process by forming a curriculum development team and assigning tasks to teachers according to their competencies. Third, the principal conducted supervision and guidance to improve the quality of teaching and learning. Fourth, the foundation provided support for curriculum implementation in the school. However, the principal still faced several challenges, such as differences in teachers’ understanding of the new curriculum and limited time to prepare instructional materials. Therefore, the principal’s managerial competence plays a crucial role in the successful implementation of curriculum changes in the school. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menindaklanjuti perubahan kurikulum di SD IT Rabbani Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu. Perubahan kurikulum yang terjadi dalam sistem pendidikan menuntut kepala sekolah memiliki kemampuan manajerial yang baik agar proses implementasi kurikulum dapat berjalan secara efektif. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan memiliki peran strategis dalam merencanakan, mengorganisasikan, serta melakukan supervisi terhadap pelaksanaan kurikulum di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD IT Rabbani Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Informan meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan pengawas yayasan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menindaklanjuti perubahan kurikulum telah dilaksanakan melalui beberapa aspek. Pertama, kepala sekolah melakukan perencanaan strategi melalui rapat koordinasi dan rapat kerja sekolah untuk membahas implementasi kurikulum. Kedua, kepala sekolah melakukan pengorganisasian dengan membentuk tim pengembang kurikulum serta melakukan pembagian tugas kepada guru sesuai dengan kompetensinya. Ketiga, kepala sekolah melaksanakan supervisi dan pembinaan kepada guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Keempat, yayasan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kurikulum di sekolah. Namun demikian, kepala sekolah masih menghadapi beberapa kendala, seperti perbedaan pemahaman guru terhadap kurikulum baru serta keterbatasan waktu dalam menyusun perangkat pembelajaran. Dengan demikian, kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki peran penting dalam keberhasilan implementasi perubahan kurikulum di sekolah.
PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN BUDAYA INOVASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS 3 BILAH HULU Rambe, Ibrahim; Harahap, Aziddin; Siregar, Marlina; Junita, Junita; Siregar, Sakinah Ubudiyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10334

Abstract

ABSTRACT Teachers’ organizational commitment is a crucial element in supporting the improvement of learning quality and educational standards in elementary schools. This study aims to examine the influence of achievement motivation, work environment, and innovation culture on the level of teachers’ organizational commitment in Public Elementary Schools Cluster 3 Bilah Hulu. The research employed a quantitative approach using a survey method. The sample consisted of 102 teachers selected from a population of 136 teachers using the Slovin formula (5%). Data analysis was conducted through multiple linear regression, including classical assumption tests, partial tests, simultaneous tests, and coefficient of determination analysis using SPSS version 26.0. The results revealed that achievement motivation, work environment, and innovation culture, both partially and simultaneously, had a positive and significant effect on teachers’ organizational commitment, with innovation culture emerging as the most dominant variable. These three variables accounted for 61.0% of the variance in teachers’ organizational commitment. The findings emphasize that improving teachers’ commitment requires an integrated approach through strengthening individual motivation, creating a conducive work environment, and continuously developing an innovation culture. This study provides practical implications for schools and policymakers in enhancing educational quality through effective organizational factor management. ABSTRAK Komitmen organisasi yang dimiliki guru menjadi elemen krusial dalam mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran serta mutu pendidikan di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi berprestasi, lingkungan kerja, dan budaya inovasi terhadap tingkat komitmen organisasi guru di Sekolah Dasar Negeri Gugus 3 Bilah Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 102 guru dari populasi 136 guru yang ditentukan menggunakan rumus Slovin (5%). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dengan tahapan uji asumsi klasik, uji parsial, uji simultan, serta koefisien determinasi melalui bantuan SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi, lingkungan kerja, dan budaya inovasi, baik secara parsial maupun simultan, memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi guru, dengan budaya inovasi menjadi variabel yang paling dominan. Ketiga variabel mampu menjelaskan 61,0% variasi komitmen organisasi guru. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan komitmen guru memerlukan pendekatan terpadu melalui penguatan motivasi individu, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, dan pengembangan budaya inovasi secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi sekolah maupun pengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui pengelolaan faktor organisasi secara efektif.
ANALYSIS OF STUDENT ERRORS BASED ON NEWMAN’S ERROR ANALYSIS (NEA) IN SOLVING COMPLEX PROBLEMS RELATED TO FUNCTION MATERIAL Elita, Dian; Purba, Dita Lovianna; Saragih, Dwita Lestari; Haloho, Eka Chirsty; Siregar, Budi Halomoan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10335

Abstract

ABSTRACT Students' errors in solving mathematics problems, particularly on the topic of functions, still frequently occur and need to be analyzed systematically.This study aims to examine students’ errors in solving mathematical problems on function topics based on Newman’s Error Analysis (NEA) procedure. A descriptive qualitative approach was employed in this research. The participants were 23 eleventh-grade students of SMA GKPI Padang Bulan Medan who had previously studied functions. Data were collected through a written test consisting of five word problems and follow-up interviews to explore students’ thinking processes in greater depth. The data were analyzed using Newman’s five stages of error, namely reading, comprehension, transformation, process skills, and encoding. The findings reveal that the most dominant error was encoding error (51.30%), followed by process skill errors (46.96%), transformation errors (39.13%), comprehension errors (34.78%), and reading errors (26.09%). These results indicate that students still encounter difficulties at multiple stages of problem solving, particularly in presenting final answers accurately and carrying out systematic procedures. Therefore, appropriate instructional strategies are needed to enhance students’ conceptual understanding, improve accuracy in calculations, and develop their ability to express final answers clearly and systematically. ABSTRAK Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika khususnya pada materi fungsi masih sering terjadi dan perlu dianalisis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesalahan siswa dalam memecahkan soal matematika pada topik fungsi berdasarkan prosedur Analisis Kesalahan Newman (NEA). Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Peserta penelitian adalah 23 siswa kelas XI SMA GKPI Padang Bulan Medan yang sebelumnya telah mempelajari fungsi. Data dikumpulkan melalui tes tertulis yang terdiri dari lima soal cerita dan wawancara lanjutan untuk mengeksplorasi proses berpikir siswa secara lebih mendalam. Data dianalisis menggunakan lima tahap kesalahan Newman, yaitu membaca, pemahaman, transformasi, keterampilan proses, dan pengkodean. Temuan menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan adalah kesalahan pengkodean (51,30%), diikuti oleh kesalahan keterampilan proses (46,96%), kesalahan transformasi (39,13%), kesalahan pemahaman (34,78%), dan kesalahan membaca (26,09%). Hasil ini menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan pada berbagai tahap pemecahan masalah, terutama dalam menyajikan jawaban akhir secara akurat dan melaksanakan prosedur secara sistematis. Oleh karena itu, strategi pengajaran yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa, meningkatkan akurasi perhitungan, dan mengembangkan kemampuan mereka untuk mengekspresikan jawaban akhir secara jelas dan sistematis.
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SD GUGUS SATU KECAMATAN BILAH HULU Alvionita, Icha; Siregar, Sakinah Ubudiyah; Purnama, Iwan; Ardansyah, Muhammad; Siregar, Marlina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10336

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is an important factor in determining the quality of learning in elementary schools. This study aims to examine the relationship between work motivation and teacher performance, the relationship between work discipline and teacher performance, and the simultaneous relationship of work motivation and work discipline with teacher performance in the Cluster One Elementary Schools of Bilah Hulu District. The subjects of this study were teachers from Cluster One Elementary Schools in Bilah Hulu District, with a total sample of 45 respondents. This research employed a quantitative method with two independent variables and one dependent variable. Based on the results of hypothesis testing, it can be concluded that there is a significant relationship between work motivation and teacher performance, with a value of 0.536. In addition, work discipline also shows a significant relationship with teacher performance, with a value of 0.442. Simultaneously, work motivation and work discipline demonstrate a significant relationship with teacher performance, with a value of 0.655. Thus, work motivation and work discipline simultaneously contribute 44.2% to the improvement of teacher performance. Overall, the findings indicate that efforts to enhance teacher performance can be carried out through strengthening both work motivation and work discipline. ABSTRAK Kinerja guru merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja guru, hubungan antara disiplin kerja dengan kinerja guru, serta keterkaitan motivasi dan disiplin kerja secara simultan terhadap kinerja guru di SD Gugus Satu Kecamatan Bilah Hulu. Subjek penelitian adalah Guru SD Gugus Satu Kecamatan Bilah Hulu dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dua variabel independen dan satu variabel dependen. Berdasarkan hasil uji hipotesis, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan kinerja guru dengan nilai sebesar 0,536. Selain itu, disiplin kerja juga memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja guru sebesar 0,442. Secara simultan, motivasi kerja dan disiplin kerja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kinerja guru dengan nilai sebesar 0,655. Dengan demikian, secara simultan motivasi kerja dan disiplin kerja berkontribusi terhadap peningkatan kinerja guru sebesar 44,2%. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui penguatan motivasi kerja dan disiplin kerja.