cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 374 Documents
PENGARUH IKLIM SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS 2 BILAH HULU LABUHANBATU Sapriyani Sapriyani; Sakinah Ubudiyah Siregar; Iwan Purnama; Muhammad Ardansyah; Marlina Siregar
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10549

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is one of the important aspects that influences the quality of learning and the success of education in elementary schools. However, the level of teacher performance is still influenced by various factors, both originating from within the teachers themselves and from the school environment. This study aims to analyze the influence of school climate and principal leadership on the performance of elementary school teachers in Cluster 2 Bilah Hulu, Labuhanbatu Regency. This research employed a quantitative approach with an associative correlational ex post facto design. The population of this study consisted of 128 elementary school teachers, while the sample included 97 respondents selected using the Slovin formula with a 5% error rate. Data collection techniques used questionnaires that had passed validity and reliability tests. Data analysis was conducted using multiple linear regression assisted by SPSS version 26, including classical assumption tests, t-tests, F-tests, and coefficient of determination tests. The results showed that school climate had a positive and significant effect on teacher performance with a significance value of 0.003 < 0.05. In addition, principal leadership was also proven to have a positive and significant effect on teacher performance with a significance value of 0.000 < 0.05. Simultaneously, school climate and principal leadership had a positive and significant influence on teacher performance with a significance value of 0.000 < 0.05. The coefficient of determination value of 0.445 indicates that 44.5% of the variation in teacher performance can be explained by these two variables. Therefore, the creation of a conducive school climate and effective principal leadership are important factors in improving teacher performance. ABSTRAK Kinerja guru menjadi salah satu aspek penting yang berpengaruh terhadap mutu pembelajaran serta keberhasilan pendidikan di sekolah dasar. Namun demikian, tingkat kinerja tersebut masih dipengaruhi oleh beragam faktor, baik yang berasal dari dalam diri guru maupun dari lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru Sekolah Dasar yang berada di Gugus 2 Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang bersifat asosiatif korelasional. Populasi dalam penelitian terdiri atas 128 guru Sekolah Dasar, sedangkan sampel penelitian berjumlah 97 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 5%. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan metode regresi linear berganda berbantuan program SPSS versi 26, yang meliputi uji asumsi klasik, uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim sekolah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05. Selain itu, kepemimpinan kepala sekolah juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Secara simultan, iklim sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,445 menunjukkan bahwa sebesar 44,5% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Oleh karena itu, terciptanya iklim sekolah yang kondusif serta kepemimpinan kepala sekolah yang efektif menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan kinerja guru.
KONSTRUKSI PENDIDIKAN HUMANISTIK: DIALOG TEACH LIKE FINLAND DAN NILAI NORMATIF ISLAM DI INDONESIA Iqbal Ramadhan Irsyad Yudiono; Fadel Ikhlasul Amal; Miftahul Ramadani; Sani Jamilatus Solihah; Tiara Hezrine Masytah; Bustaniyatuz Zahra Ramadhani; Zaky Zaidul Mubarok; Fauzi Annur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10675

Abstract

ABSTRACT Education is fundamentally aimed not only at improving students’ academic abilities but also at fostering psychological well-being, emotional balance, and holistic human development. However, contemporary educational practices still tend to position grades, competition, and standardized assessments as the primary indicators of learning success, causing the humanistic dimension of education to be frequently overlooked. This study aims to analyze the construction of humanistic education through a conceptual dialogue between the pedagogical ideas presented in Teach Like Finland by Timothy D. Walker and Islamic educational values, as well as to examine their relevance to the implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia. This research employed a qualitative approach using a library research method. The research data were collected through literature searches on Google Scholar, SINTA, and GARUDA, and then analyzed using content analysis techniques through the stages of theme identification, concept categorization, interpretation, and contextual meaning construction. The findings indicate that student well-being holds a fundamental role in creating meaningful and sustainable learning experiences. In addition, pedagogical autonomy and the strengthening of collaborative relationships among students were found to contribute to a more inclusive learning environment with lower psychological pressure. This study also reveals that integrating humanistic educational concepts with the principle of al-adab qabla al-‘ilm can strengthen the implementation of the Merdeka Curriculum by emphasizing character development, mental health, and holistic human growth. ABSTRAK Pendidikan pada dasarnya tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membangun kesejahteraan psikologis, keseimbangan emosional, dan kualitas kemanusiaan secara utuh. Namun, praktik pendidikan modern masih cenderung menempatkan capaian nilai, kompetisi, dan evaluasi terstandar sebagai ukuran utama keberhasilan belajar sehingga dimensi humanistik sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pendidikan humanistik melalui dialog konseptual antara gagasan pedagogis dalam buku Teach Like Finland karya Timothy D. Walker dan nilai-nilai pendidikan Islam, serta mengidentifikasi relevansinya terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui penelusuran literatur pada Google Scholar, SINTA, dan GARUDA, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan identifikasi tema, kategorisasi konsep, interpretasi, dan penarikan makna kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan siswa (well-being) memiliki posisi mendasar dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. Selain itu, kebebasan pedagogis dan penguatan relasi kolaboratif antarpeserta didik terbukti mampu membangun lingkungan belajar yang lebih inklusif dan minim tekanan psikologis. Penelitian ini juga menemukan bahwa integrasi konsep pendidikan humanistik dengan prinsip al-adab qabla al-‘ilm dapat memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka agar lebih berorientasi pada pengembangan karakter, kesehatan mental, dan pertumbuhan manusia secara holistik
PERAN PENDIDIKAN LITERASI DALAM MENCEGAH DAN MENANGGULANGI BULLYING DI SEKOLAH Aulia Ashari; Atikah Firdaus; Namira Lingga Sastro Nugroho; Nafilah Zahrotun Jannah; Amelia Diah Rosita; Nur Fadila Pramesti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10677

Abstract

ABSTRACT Bullying in schools remains a serious issue in education as it negatively affects students’ psychological, social, and academic development. Meanwhile, literacy education is considered an important strategy for developing critical thinking skills, empathy, and ethical digital and social behavior in the modern era. This study aims to explore the role of literacy education in preventing and addressing bullying in schools through a library research approach. Data were collected from various scientific literature and analyzed using a qualitative descriptive method. The findings indicate that bullying consists of six main forms, namely physical, verbal, social, psychological, indirect, and cyberbullying, which are interconnected in school environments. The causes of bullying are multidimensional, involving individual characteristics, family background, peer influence, school environment, and digital media exposure. Bullying also produces significant impacts on psychological well-being, academic performance, and social relationships of students. Furthermore, literacy education plays a strategic role in bullying prevention through basic literacy, digital literacy, media literacy, cultural literacy, and school-based literacy. Among these, digital literacy is the most dominant factor in preventing cyberbullying. Therefore, literacy functions not only as an academic skill but also as a preventive instrument in creating a safe, inclusive, and violence-free educational environment. ABSTRAK Isu bullying di sekolah masih menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan karena berdampak pada aspek psikologis, sosial, dan akademik siswa. Di sisi lain, pendidikan literasi dipandang sebagai strategi penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, empati, serta etika sosial dan digital peserta didik di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendidikan literasi dalam mencegah dan menanggulangi bullying di sekolah melalui studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying memiliki enam bentuk utama, yaitu fisik, verbal, sosial, mental/psikologis, tidak langsung, dan cyberbullying yang saling berkaitan dalam praktiknya. Faktor penyebab bullying bersifat multidimensional yang meliputi individu, keluarga, teman sebaya, sekolah, serta media digital. Dampak bullying mencakup aspek psikologis, akademik, dan sosial yang merugikan perkembangan siswa. Selain itu, pendidikan literasi berperan strategis dalam pencegahan bullying melalui literasi dasar, digital, media, budaya, dan sekolah. Literasi digital menjadi aspek paling dominan dalam mencegah cyberbullying. Dengan demikian, literasi tidak hanya bersifat akademik tetapi juga preventif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan.  
KESIAPAN GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN DI SDN 40/I BAJUBANG LAUT Fefi Ezalia Putri; Muhamma Sholeh; Febby Ayuni Esya Putri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11173

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan kesiapan guru dalam mengintegrasikan digitalisasi pembelajaran di SDN 40/I Bajubang Laut yang ditinjau dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru kelas V. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam mengintegrasikan digitalisasi pembelajaran berada pada kategori baik. Guru memahami digitalisasi pembelajaran sebagai pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran. Dari aspek keterampilan, guru mampu mengoperasikan perangkat digital dan memanfaatkan media pembelajaran seperti PowerPoint, video pembelajaran, interactive flat panel (IFP), dan Google Form . Dari aspek sikap, guru menunjukkan motivasi, keterbukaan, dan antusiasme dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana dan prasarana, dukungan kepala sekolah, pelatihan, serta komunitas belajar guru, sedangkan faktor penghambat meliputi variasi kemampuan digital guru, keterbatasan waktu, dan kendala jaringan internet. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan guru berada pada kategori baik, namun masih diperlukan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar implementasi digitalisasi pembelajaran dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.
LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI INSPIRASI VISUAL ANAK DALAM BERKARYA SENI RUPA Anung Pradipta Anung Pradipta; Deni Setiawan Deni Setiawan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11204

Abstract

ABSTRACT The utilization of the school environment as a visual inspiration source in elementary school art learning has not been fully optimized because the learning process still relies heavily on picture examples from books and teacher instructions. As a result, students have limited opportunities to observe and explore real objects in their surroundings. This study aimed to describe the role of the school environment as a source of children’s visual inspiration in creating artworks among fourth-grade students at SD Negeri Slawi Wetan 03. The research employed a qualitative method with a descriptive approach. The participants consisted of the principal, the fourth-grade teacher, and 19 students, while interviews were conducted with four students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured interviews, documentation, and students’ artworks. The data were analyzed using Thematic Data Analysis. The findings revealed that the school environment, including buildings, schoolyards, trees, gardens, fences, classrooms, and the overall school atmosphere, provided direct visual experiences that helped students generate drawing ideas. Students used observations of colors, shapes, sizes, and environmental details as visual references before creating artworks. Although observing the same environment, students produced diverse artworks in terms of composition, colors, and imaginative elements. These findings indicate that the school environment contributes to the development of students’ creativity, observation skills, imagination, and artistic expression in elementary school art learning. ABSTRAK Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai media inspirasi visual dalam pembelajaran seni rupa di sekolah dasar masih kurang maksimal karena proses pembelajaran lebih sering menggunakan contoh gambar dari buku maupun arahan guru. Kondisi tersebut menyebabkan kesempatan siswa untuk mengamati dan mengeksplorasi objek nyata di sekitar sekolah menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan sekolah sebagai sumber inspirasi visual anak dalam berkarya seni rupa pada siswa kelas IV SD Negeri Slawi Wetan 03. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas IV, dan 19 siswa, sedangkan wawancara dilakukan kepada empat siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, serta hasil karya siswa. Data dianalisis menggunakan Thematic Data Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah, seperti gedung, halaman, pepohonan, taman, pagar, ruang kelas, dan suasana sekolah, mampu memberikan pengalaman visual secara langsung yang memudahkan siswa menemukan ide menggambar. Siswa memanfaatkan hasil pengamatan terhadap warna, bentuk, ukuran, dan detail objek lingkungan sebagai acuan visual sebelum membuat karya. Walaupun mengamati objek yang sama, karya yang dihasilkan siswa tetap beragam dari segi komposisi, warna, maupun unsur imajinatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan sekolah berperan dalam meningkatkan kreativitas, kemampuan observasi, imajinasi, dan ekspresi artistik siswa pada pembelajaran seni rupa di sekolah dasar.
ANALISIS KESULITAN DALAM LITERASI SAINS SISWA KELAS IV SD NEGERI SUGIHAN Lathifa Anastasya; Nurratri Kurnia Sari
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11395

Abstract

ABSTRACT Scientific literacy is an essential competency in Science and Social Studies (IPAS) learning, as it enables students to understand and apply scientific knowledge in everyday contexts. However, various challenges in elementary school learning environments continue to hinder the optimal development of this competency. This study was conducted to explore the forms of scientific literacy difficulties experienced by fourth-grade students at SD Negeri 3 Sugihan in the 2025/2026 academic year. A qualitative approach with a case study design was employed, involving one classroom teacher and four fourth-grade students selected through purposive sampling to represent different learning ability characteristics. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and subsequently analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that students encountered difficulties in explaining scientific phenomena, conducting simple scientific investigations, and interpreting evidence-based data. These challenges were reflected in students’ limited ability to relate scientific concepts to everyday situations, independently design investigation procedures, and interpret information presented in tables or graphs to formulate appropriate conclusions. The study also indicates that these three aspects are interconnected and collectively influence the development of students’ scientific reasoning skills. Therefore, strengthening scientific literacy requires learning experiences that are more contextual, participatory, and grounded in direct scientific activities, enabling students to apply scientific knowledge more meaningfully in real-life situations. ABSTRAK Kemampuan literasi sains menjadi salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran IPAS karena menentukan kemampuan siswa memahami dan menggunakan pengetahuan ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, proses pembelajaran di sekolah dasar masih memperlihatkan berbagai kendala yang menyebabkan siswa belum mampu mengembangkan kompetensi tersebut secara optimal. Penelitian ini difokuskan untuk mengungkap bentuk kesulitan literasi sains yang dialami siswa kelas IV SD Negeri 3 Sugihan Tahun Ajaran 2025/2026. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan satu guru kelas dan empat siswa yang dipilih secara purposive untuk merepresentasikan karakteristik kemampuan belajar yang berbeda. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa hambatan literasi sains muncul pada kemampuan menjelaskan fenomena ilmiah, melakukan penyelidikan sederhana, dan menafsirkan data berbasis bukti. Kesulitan tersebut tampak ketika siswa menghubungkan konsep dengan fenomena sehari-hari, menyusun langkah penyelidikan secara mandiri, serta memahami informasi yang disajikan dalam tabel atau grafik untuk menghasilkan kesimpulan yang tepat. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ketiga aspek tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dalam membentuk kemampuan berpikir ilmiah siswa. Oleh karena itu, penguatan literasi sains memerlukan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada pengalaman ilmiah agar siswa mampu menggunakan pengetahuan sains secara lebih bermakna dalam berbagai situasi nyata.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MENINGKATKANKAN SELF-ESTEEM PESERTA DIDIK Mimpin Sembiring; Windy Elyance Purba
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11400

Abstract

ABSTRACT Self-confidence is an important aspect that supports students’ academic and social development. In the educational context, teachers are not only responsible for delivering learning materials but also for fostering students’ belief in their own abilities. This study examines the self-confidence of eleventh-grade students in Catholic Religious Education classes at SMA Katolik Cinta Kasih Tebing Tinggi, Medan, and explores the strategies employed by teachers to support its development. A descriptive qualitative approach was used, involving Catholic Religious Education teachers and eleventh-grade students as research participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The trustworthiness of the findings was ensured through source and technique triangulation.The findings indicate that the students demonstrated a good level of self-confidence, reflected in their willingness to express opinions, ability to manage emotions, independent learning habits, and awareness of their personal potential. These characteristics were supported by various teacher strategies, including motivational support, Christian role modeling, personal mentoring, reflective activities, collaborative learning, and the implementation of active learning methods. The novelty of this study lies in the integration of Christian values and individualized guidance as an approach to fostering self-confidence that extends beyond academic aspects to students’ overall personal development. Therefore, the strategies implemented by Catholic Religious Education teachers contribute to strengthening students’ confidence, independence, and participation in both classroom learning and social life within the school environment. ABSTRAK Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek penting yang mendukung perkembangan akademik dan sosial peserta didik. Dalam konteks pendidikan, peran guru tidak hanya terbatas pada penyampaian materi, tetapi juga mencakup upaya membangun keyakinan siswa terhadap kemampuan dirinya. Penelitian ini mengkaji self-confidence siswa kelas XI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMA Katolik Cinta Kasih Tebing Tinggi serta strategi yang digunakan guru untuk mendukung proses tersebut. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan guru Pendidikan Agama Katolik dan siswa kelas XI sebagai sumber data. Informasi diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat self-confidence yang baik, yang tercermin dari keberanian mengemukakan pendapat, kemampuan mengelola emosi, kemandirian belajar, serta kesadaran terhadap potensi diri. Kondisi tersebut didukung oleh berbagai strategi guru, seperti pemberian motivasi, keteladanan hidup Kristiani, pendampingan personal, kegiatan refleksi, kerja kelompok, dan penggunaan metode pembelajaran aktif. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi nilai-nilai Kristiani dan pendekatan pendampingan individual sebagai sarana pembentukan self-confidence yang tidak hanya menyentuh aspek akademik, tetapi juga perkembangan pribadi siswa secara menyeluruh. Dengan demikian, strategi guru Pendidikan Agama Katolik berkontribusi dalam memperkuat keberanian, kemandirian, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran maupun kehidupan sosial di sekolah.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MEMBANGUN SELF- CONFIDENCE SISWA SMA Regina Lusiana Hutapea; Mimpin Sembiring
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11401

Abstract

ABSTRACT Student achievement in Economics is shaped not only by cognitive ability but also by learning behaviors developed throughout the educational process. Among the factors frequently associated with academic success are students’ level of participation during learning activities and their consistency in carrying out academic responsibilities. This study explored the relationship between learning activeness, learning discipline, and Economics learning outcomes among students of SMA Santo Antonius Bangun Mulia Medan. A quantitative survey approach was employed involving 107 twelfth-grade students selected through random sampling from a population of 145 students. Data were gathered using questionnaires and subsequently analyzed through simple linear regression and multiple linear regression techniques to examine both individual and combined effects of the independent variables. The analysis revealed that learning activeness and learning discipline each had a positive and significant influence on students’ learning outcomes. When examined simultaneously, both variables also demonstrated a significant contribution to academic achievement in Economics. These findings indicate that successful learning is closely connected to students’ engagement in classroom activities and their ability to maintain disciplined study habits. The study reinforces empirical evidence that behavioral aspects of learning play an important role in supporting academic performance. Strengthening student participation and fostering learning discipline may therefore serve as strategic efforts to improve learning outcomes in Economics education. ABSTRAK Pencapaian hasil belajar ekonomi tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan kognitif siswa, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana mereka terlibat dalam proses pembelajaran dan menjalankan tanggung jawab akademiknya. Di lingkungan sekolah, masih ditemukan siswa yang kurang aktif selama pembelajaran berlangsung dan belum menunjukkan disiplin belajar yang konsisten, sehingga kondisi tersebut berpotensi memengaruhi capaian belajarnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan antara keaktifan belajar dan disiplin belajar dengan hasil belajar ekonomi siswa di SMA Santo Antonius Bangun Mulia Medan. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Sebanyak 145 siswa kelas XII menjadi populasi penelitian, sedangkan 107 siswa dipilih sebagai sampel menggunakan teknik random sampling. Data diperoleh melalui penyebaran angket dan selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linear sederhana serta regresi linear berganda guna melihat pengaruh masing-masing variabel maupun pengaruh keduanya secara bersama-sama. Analisis yang dilakukan memperlihatkan bahwa keaktifan belajar memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian hasil belajar. Pengaruh yang sama juga ditemukan pada disiplin belajar. Ketika kedua faktor tersebut dianalisis secara simultan, keduanya tetap menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Temuan ini menguatkan pandangan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh perilaku belajar yang tercermin melalui partisipasi aktif dan kedisiplinan siswa. Dengan demikian, upaya peningkatan hasil belajar perlu diarahkan pada penguatan kedua aspek tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJRAN GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 8 BUTON Rizal Rizal; Wa Ode Nining Setiyawan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11532

Abstract

ABSTRACT Students’ low ability to re-explain learning materials and apply mathematical concepts to problem-solving indicates that their conceptual understanding in mathematics still needs improvement through innovative learning models. This study aimed to determine the effect of the Group Investigation (GI) learning model on the mathematical conceptual understanding ability of seventh-grade students at SMP Negeri 8 Buton. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a pretest-posttest control group design. Data were collected through tests of mathematical conceptual understanding, observation, and documentation. The data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and simple linear regression analysis to test the research hypothesis. The findings showed that the pretest and posttest data were normally distributed, with significance values of 0.055 and 0.616, respectively, which were greater than 0.05. The hypothesis testing revealed that the t_count value of 4.228 was higher than the t_table value of 2.052, with a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that the Group Investigation learning model had a significant effect on students’ mathematical conceptual understanding ability. The effect size of the Group Investigation learning model reached 39.8%, while the remaining 60.2% was influenced by other variables not examined in this study. Therefore, the Group Investigation learning model can be considered an effective alternative learning strategy to improve students’ mathematical conceptual understanding. ABSTRAK Rendahnya kemampuan siswa dalam menjelaskan kembali materi dan mengaplikasikan konsep matematika pada soal menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa masih perlu ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII SMP Negeri 8 Buton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan pemahaman konsep matematis, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji regresi linear sederhana untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,055 dan 0,616 yang lebih besar dari 0,05. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t_hitung sebesar 4,228 lebih besar dibandingkan t_tabel sebesar 2,052 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga model pembelajaran Group Investigation berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Besaran pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa mencapai 39,8%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, model pembelajaran Group Investigation dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa.
PENERAPAN METODE MIND MAPPING BERBANTUAN VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS IV DI UPT SPF SD INPRES GALANGAN KAPAL I KOTA MAKASSAR Nataliawati Bernaded; Rosdiah Salam; Amir Pada
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11543

Abstract

This research is motivated by the low narrative writing skills of fourth-grade students of UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal I Makassar City. This study aims to describe the application of video-assisted mind mapping method in improving students' narrative writing skills. The study used a qualitative approach with Classroom Action Research (CAR) type which was implemented in two cycles, where each cycle consisted of planning, action implementation, observation, and reflection. The research subjects were teachers and 28 fourth-grade students. Data were collected through observation, tests, and documentation, then analyzed descriptively qualitatively. The results of observations showed that teacher activity increased from the sufficient category at the beginning of cycle I to the good category at the end of cycle II. The results of observations of student activity also increased from the sufficient category to the good category. In addition, the results of the student narrative writing skills test increased from 54% in cycle I to 86% in cycle II. Thus, the application of video-assisted mind mapping method can improve the narrative writing skills of fourth-grade students of UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal I Makassar City. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal I Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode mind mapping berbantuan video dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan 28 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari kategori cukup pada awal siklus I menjadi kategori baik pada akhir siklus II. Hasil observasi aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari kategori cukup menjadi kategori baik. Selain itu, hasil tes keterampilan menulis karangan narasi siswa meningkat dari 54% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan metode mind mapping berbantuan video dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal I Kota Makassar.