cover
Contact Name
Lia Handayani
Contact Email
liahandayani_thp@abulyatama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltilapia@abulyatama.ac.id
Editorial Address
Jln. Blang Bintang lama KM 7.5 Lampoh Keude Kec Kuta Baro Kab Aceh besar NAD
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal TILAPIA
Published by Universitas Abulyatama
ISSN : 2721592x     EISSN : 2721592x     DOI : https://doi.org/10.30601/tilapia.v2i1
Jurnal TILAPIA merupakan jurnal ilmiah bidang ilmu perikanan yang diasuh oleh Fakultas Perikanan Universitas Abulyatama Aceh. Jurnal ini menerbitkan artikel berkualitas dalam ilmu perikanan pada umumnya dengan tujuan menyebarluaskan informasi, ide dan hasil penelitian terbaru di bidang perikanan dan kelautan dalam beberapa topik, tidak dibatasi pada: Ilmu perikanan (Budidaya perikanan, pemanfaatan sumberdaya perikanan, pengolahan hasil perikanan, Kimia perairan, fisika perairan dan biologi perairan, Sosial ekonomi perikanan. Frekuensi terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 102 Documents
Pengaruh Pengkayaan Vitamin C dan Probiotik pada Artemia sebagai Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Peres (Osteochilus kappeni) rizki ramadhan; Azwar Thaib; Iwan Hasri; Nurhayati Nurhayati
Jurnal TILAPIA Vol 2, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v2i2.1767

Abstract

Ikan peres merupakan ikan native yang telah dikembangkan untuk menjadi ikan unggulan daerah, salah satunya daerah Aceh Tengah. Masalah yang sering dihadapi dalam budidaya ikan ini adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan pada larva, sehingga diperlukan pengkayaan pakan untuk meningkatkan imunitas dan daya cerna pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektivitas penambahan vitamin C dan probiotik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan peres (Osteochilus kappeni). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan, sebagai perlakuan adalah A (Artemia  tanpa diperkaya vitamin C dan probiotik), B (Artemia diperkaya vitamin C 300 mg/l), C (Artemia diperkaya probiotik 10 ml/l), dan D (Artemia diperkaya vitamin C 300 mg/l pagi dan probiotik 10 ml/l sore). Parameter yang diamati dalam penelitian ini antara lain kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, laju pertumbuhan spesifik dan koefesien keragaman. Hasil  penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan D. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan vitamin C dan probiotik dalam pakan Artemia berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang mutlak, berat mutlak, tingkat kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan harian (P<0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap koefisien keragaman panjang (P>0,05). Uji lanjut menunjukkan bahwa nilai pertambahan panjang mutlak, bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian tertinggi terdapat pada perlakuan D sebagai perlakuan terbaik dalam penelitian ini dengan nilai pertambahan panjang mutlak dari 6,00 – 8,60 mm dan pertumbuhan bobot mutlak dari 0,042 – 0,074 g.
Study Teknik Penyimpanan Sistem Kering Dengan Menggunakan Suhu Rendah Terhadap Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yudi Kurniawan; Fauzi Syahputra; Said Muhazzir
Jurnal TILAPIA Vol 2, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v2i1.1555

Abstract

Penelitian mengenai penyimpanan ikan nila (Oreochromis niloticus) hidup sistem kering dengan menggunakan suhu rendah untuk diaplikasikan pada transpotasi ikan hidup agar ikan tidak mengalami kematian selama perjalanan jauh dan juga dapat mengurangi berat beban lebih ringan dibandingkan dengan menggunakan transportasi sistem basah yang menggunakan air. Media yang digunakan untuk menurunkan suhu ialah es batu. Pada suhu penyimpanan 15°-17°C didapat tingkat kelangsungan hidup terbaik karena penyimpanan selama 6 jam tingkat kelangsungan hidupnya mencapai 66% dibandingkan dengan suhu 9°-11°C kelangsugan hidupnya mencapai 11% dan suhu 12°-14°C  kelangsungan hidupnya mencapai 44%.
Pengaruh Suhu Kalsinasi Terhadap Nilai Rendemen CaO Cangkang Tiram (Crassostrea Gigas) Lia Handayani; Reza Zuhrayani; Nadia Putri; Riska Nanda
Jurnal TILAPIA Vol 1, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v1i1.1007

Abstract

Oyster shell contained more than 60% of calcium carbonate.it can be used as natural calcium source. Calcium oxide (CaO) can be converted from natural calcium carbonate (CaCO3) at high temperature with decomposition reaction. The purpose of this research was to isolating calcium oxide and to know the yield of CaCO3 decomposition. Calcined samples oyster shells flour is at 500ºC, 700ºC,  900°C and 1100ºC for 2 hours. The sequential data yield of CaO obtained was 96.65%; 96.57%; 60.41% and 54.67%.
Identifikasi Mangrove Di Kawasan Ekowisata Mangrove Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya Faisal Syahputra; Rizki Ramazan; Suraiya Nazlia; Mukhlis Mukhlis; Agus Naufal
Jurnal TILAPIA Vol 2, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v2i2.1926

Abstract

This research was conducted from December 2019 to March 2020, aimed atknow the ecological conditions, community structures and types of mangrove forest utilization in the mangrove ecotourism area of Gampong Baro, Setia Bakti District, Aceh Jaya Regency. Data collection was carried out through field surveys. This data analysis uses an important value index (IVI) which is a quantitative parameter that can reflect the role and structure of mangrove vegetation in a location. At the mangrove tree level, saplings and seedlings the Rhizophora apiculata had the highest value. Diversity index (H') is strongly influenced by individuals and the number of species. At the tree, sapling and seedlings level showed a moderate species diversity result. Dominance index (D) at the treel, tillers and seedling level can be categorized as moderate dominance and the environmental conditions are quite stable.
PENGARUH PENAMBAHAN ARANG AKTIF TULANG IKAN DALAM PAKAN TERHADAP HISTOLOGI USUS IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Fanni Risna; Lia Handayani; Nurhayati Nurhayati
Jurnal TILAPIA Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v1i2.1113

Abstract

This study aims to determine the effect of the addition of reactive activated charcoal to the intestinal histology of tilapia (Oreochromis niloticus). 8.5 Lampoh Keude, Aceh Besar. Measurement of intestinal histology of tilapia was carried out at the Histology Laboratory of the Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University. The method used in this study is a completely randomized design method (CRD) with 4 treatments and 3 repetitions. The parameter tested was intestinal villi length. The treatments in this study were treatment A (control), treatment B (addition of activated charcoal 1%), treatment C (addition of activated charcoal 2%), and treatment D (addition of activated charcoal 3%). The results showed that the addition of the best charcoal active bone fish to intestinal histology was in treatment C with the addition of 2% activated charcoal with 344.44 µm intestinal villi length
Pengaruh Substrat yang Berbeda Terhadap Daya Tetas Telur Ikan Cupang (Betta Splendens) Yenni Afrida; Azwar Thaib; Nurhayati Nurhayati
Jurnal TILAPIA Vol 1, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v1i1.988

Abstract

Betta fish (Betta splendens) is one type of freshwater ornamental fish that has the potential to be cultivated because it has high economic value. This study aims to determine the appropriate substrate for hatchability of betta fish eggs. This study uses a non factorial Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments were control (treatment A), dried ketapang leaf substrate (treatment B), dried coconut leaf substrate (treatment C) and dried banana leaf substrate (D). The container used is a jar with a volume of 10 l and filled with water as much as 5 l, dense stocking of betta fish eggs as much as 50 grains / liter. Observation parameters included hatching time, hatchability and survival rate of betta fish larvae. The results of this study were analyzed using the one way Anova test. The results showed that the use of different substrates significantly affected the egg hatchability and survival rate of betta fish (P <0.05). The best results were found in treatment B giving ketapang leaves with an egg hatchability value of 89% and survival rate of betta fish larvae of 80%..
Pola Sebaran Kepiting Bakau Dengan Alat Tangkap Bubu Di Perairan Payau Sungai Tanjung Keramat Kecamatan Banda Mulia Kabupaten Aceh Tamiang Faisal Syahputra; Safrizal Safrizal; Chaliluddin Chaliluddin
Jurnal TILAPIA Vol 2, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v2i2.1925

Abstract

Mud crab (Scylla spp.) is a fisheries commodity that is able to adapt strongly to mangrove forests and has a wide distribution area. The wide spread of mud crab is due to the fact that mud crab have a wide tolerance to abiotic factors, especially temperature and salinity. This study aims to determine the composition of the catch and the distribution pattern of mud crab (Scylla spp.) in the waters of the Gampong Tanjung Keramat River, Banda Mulia District, Aceh Tamiang Regency. Sampling was carried out randomly using purposive sampling method at three observation stations including Station 1 (mangrove ecosystem in the river mouth), Station 2 (in the middle of river in the mangrove ecosystem), and Station 3 (in the middle of the mangrove ecosystem). The results showed that the mud crab that were caught using traps consisted of one species, Scylla serrata, with the ratio of male and female mud crab yield is 1.5: 1 (6 males and 4 females). The body size of mud crab varies with the length range of male mud crab, namely 5.2 cm - 8.1 cm, the length of female mud crab is 5 cm - 7 cm. While the range of male mud crab widths is 6.7 cm - 9.6 cm, the width of female mud crab is 5 cm - 8.8 cm. The body weight of male mud crab is 80 g - 350 g, while the body weight of female crab is 90 g - 150 g. Distribution pattern of Scylla spp. located in 3 locations with 9 points of trap/ bubu operation spread over 3 stations. The distribution locations of mud crab are: mangrove ecosystem, river flow in the middle of mangrove ecosystem, and in the middle of river flow of mangrove ecosystem.
Pengaruh Penggunaan Berbagai Jenis Shelter Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Kakap Putih (Lates Calcalifer) Suraiya Nazlia; T. Haris Munandar; Azwar Thaib; T. Ridwan
Jurnal TILAPIA Vol 2, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v2i1.1577

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcalifer) termasuk ikan yang memangsa antar sesama jenis atau disebut kanibalisme. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian terhadap sifat tersebut. Salah satu cara yaitu pemasangan media pelindung di dalam wadah pemeliharaan. Penelitian telah dilaksanakan di BPBAP Ujung Batee, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis shelter terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan kakap putih. Ukuran panjang ikan pada awal penebaran adalah ± 3,5 cm, dan berat ikan pada awal penebaran berkisar antara ±0,8 gram. Jumlah keseluruhan ikan yang diteliti berjumlah 480 ekor, jumlah wadah yang digunakan 12 unit. Untuk pemberian pakan diberikan sebanyak 3 kali sehari, yaitu pada pagi, siang dan sore hari. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan parameter pengamatan adalah tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang mutlak dan pertumbuhan berat mutlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis shelter berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup, dan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak serta pertumbuhan berat mutlak benih ikan kakap putih dengan hasil terbaik pada perlakuan B dengan nilai berturut-turut 88%, 3,7 cm, dan 4,5 g. Kesimpulan dari penelitin ini adalah shelter yang terbaik untuk menekan angka kanibalisme dan mortalitas adalah shelter pipa paralon sehingga membantu meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan kakap putih.
Gambaran Histologi Gonad Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Pemberian Terong Rimbang (Solanum torvum) dalam Pakan Lisa Fandana; Azwar Thaib; Teuku Ridwan; Nurhayati Nurhayati
Jurnal TILAPIA Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v1i2.1109

Abstract

Tilapia is one of the economically valuable freshwater fishery commodities, the development of tilapia aquaculture continues to increase, premature sex maturity often occurs in tilapia when the enlargement process is mixed between male and female sexes. Eggplant wavers (Solanum torvum) is one of the plants that can be used to inhibit the reproduction process because it contains sterol carpesterol and solasodine compounds. This study aims to determine the Gonad Maturity Index in male and female tilapia and the development of spermatogenesis in male tilapia. The experimental design used was a non factorial Complete Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 4 replications. As treatment includes treatment A (control), treatment B (50 grams of eggplant weight), and treatment C (100 grams of eggplant weight) mixed in feed. The results showed that the addition of balanced eggplant in the feed to the IKG did not show differences between treatments, while the results of histological tests on spermatogenesis gave a positive trend in inhibiting microscopic testicular tilapia cells.
Efektivitas Fitoremediasi Terhadap Kadar Amoniak Pada Air Limbah Budidaya Ikan Lele irsan saputra; T.M Haja Almuqarramah; Mustaqim Mustaqim; Nurhayati Nurhayati
Jurnal TILAPIA Vol 2, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v2i2.2063

Abstract

Dalam kegiatan budidaya ikan, akan menghasilkan limbah padat dan limbah cair yang berasal dari feses dan sisa pakan ikan yang terakumulasi menjadi limbah yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air yang berpengaruh terhadap proses fisiologis, tingkah laku, pertumbuhan, dan mortalitas ikan. Salah satu upaya yang diperlukan untuk pengelolaan terhadap kualitas air media pemeliharaan ikan adalah menggunakan metode fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan tanaman air eceng gondok (Eicchornia crassipes), kangkung (Ipomoea aquatica), Lemna sp.  dan Azolla sp.  dalam menyerap dan mengurangi amoniak pada limbah budidaya ikan lele. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan analisis data secara deskriptif. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan 3 ulangan, sebagai perlakuan A (eceng gondok), perlakuan B (kangkung), perlakuan C (Lemna sp.) dan perlakuan D (Azolla sp.). Berdasarkan hasil penelitian selama 22 hari dapat diambil kesimpulan yaitu tanaman eceng gondok dan Lemna sp. berpotensi untuk dijadikan sebagai tanaman fitoremediasi dalam mereduksi amoniak dari limbah budidaya ikan lele yang menunjukkan penurunan kadar amonia menjadi sebesar <0,01 mg/l pada akhir penelitian.

Page 2 of 11 | Total Record : 102